Beranda blog Halaman 1422

Nunung Nuraeni Terpilih Jadi Ketua Apdesi Subang

nunung-Apdesi.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Kades Kasomalang Wetan Kecamatan Kasomalang, Nunung Nuraeni terpilih jadi Ketua DPC APDESI Subang.

Pemilihan dilakukan dalam Muscab yang dilaksanakan di Fave Hotel Subang, pada Rabu (19/10/2022). Dalam Muscab tesebut, Nunung memperoleh suara terbanyak.

Nnung Nuraeni mampu melampaui dua calon lainnya dengan memperoleh 121 suara yakni Kades Kedawung Rosman Suganda mendapatkan 105 suara dan Kades Sukamandijaya Hj. Ernawati 12 suara dari total 238 hak pilih dari Kepala Desa yang hadir.

Setelah dirinya terpilih menjadi ketua dari hasil Muscab, Nunung mengatakan terimakasih atas dukungan semua pihak.

“Hatur nuhun, Alhamdulillah Muscab berjalan dengan lancar. Terima kasih, amanah ini akan saya jalankan dengan sebaik mungkin,” ujarnya.

Nunung terpilih menjadi Ketua Apdesi Subang periode 2022-2027 menggantikan Ketua Apdesi sebelumnya, H. Lili.

PKL Jalan Hamara Efendi Kota Banjar Pasrah Direlokasi

PKL-Jalan-Hamara-Efendi-Kota-Banjar-Pasrah-Direlokasi.jpg

harapanrakyat.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar, Jawa Barat, akhirnya merelokasi para pedagang kaki lima (PKL) yang berlokasi di Jalan Hamara Efendi. Mereka nantinya akan pindah ke kawasan Jalan Kantor Pos, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman.

Relokasi PKL Kenanga tersebut imbas dari akan adanya rencana pembangunan mall di kawasan tersebut. Mereka mengaku pasrah direlokasi ke kawasan tersebut.

Baca Juga: Dinas KUKMP Banjar Belum Pastikan Relokasi PKL dan Penataan Jalan Hamara Efendi

Salah seorang pedagang yang juga anggota Paguyuban PKL Kenanga, Andi Wahidin mengatakan, para pedagang diberi waktu selama tiga hari.

“Jangka waktu tersebut untuk membongkar dan memindahkan lapak tempat mereka berjualan,” katanya kepada HR Online, Rabu (19/10/2022).

Menurutnya, para PKL Jalan Hamara Efendi tersebut pindah ke lokasi yang baru, yaitu kawasan Jalan Kantor Pos.

“Sekarang lagi beberes persiapan pindahin lapak. Semuanya sekitar 17 pedagang yang pindah,” ucapnya.

Lanjutnya menjelaskan, setelah pembongkaran lapak tersebut, tidak semua pedagang langsung berjualan dan menempati lokasi yang baru yang telah pemerintah sediakan di jalan Kantor Pos. 

Sebab, para pedagang harus memperbaiki lapak jualannya yang sekarang ini tengah mereka bongkar.

Selain itu, sebagian pedagang juga sementara ada yang memilih beristirahat, sebelum nantinya kembali berjualan.

“Nggak bisa langsung jualan. Sementara kita beresin tempat, mindahin barang sama benerin gerobak buat jualan yang sudah dibongkar, karena harus diperbaiki,” kata Andi.

Sementara terkait situasi keramaian, menurutnya tidak begitu menjadi soal. Sebab, menurutnya yang terpenting adalah sudah difasilitasi tempat. Meskipun untuk perbaikan lapak yang para pedagang bongkar, harus mengeluarkan biaya sendiri.

“Tempat katanya sudah disediakan. Tinggal nempati saja. Cuma untuk perbaikan gerobak yang kita bongkar ini, kami pakai biaya sendiri,” ujarnya.

Sedangkan teknis penempatan PKL Jalan Hamara Efendi dan pengaturan arus lalu lintas di jalan Kantor Pos dampak adanya relokasi tersebut, Kepala Bidang Perdagangan DKUKMP Kota Banjar, Mamat Rahmat, belum memberikan keterangan terkait penataan PKL tersebut. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor-Adi)

Realisasi PAD Kota Banjar Tahun 2022 Baru Mencapai 45 Persen

Realisasi-PAD-Kota-Banjar-Tahun-2022-Baru-Mencapai-45-Persen.jpg

harapanrakyat.com,- Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Banjar, Jawa Barat, pada tahun 2022 ini baru mencapai angka sekitar 45 persen.

Hal tersebut terungkap saat Wakil Wali kota dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjar rapat koordinasi evaluasi dengan para organisasi perangkat daerah (OPD), di Ruang Rapat Gunung Sangkur Sekretariat Daerah Kota Banjar, Selasa (18/10/2022).

Baca Juga: Jabatan Sekda Kota Banjar Diperpanjang, Janji Target Sistem Meritokrasi

Dengan raihan PAD sebesar itu, maka Sekda Kota Banjar, Ade Setiana, menekankan untuk segera agar OPD mengejar target.

“Secara global realisasi sampai semester dua ini baru sekitar 45 persen. Artinya, masih 55 persen lagi yang belum tercapai. Sementara waktu sekarang sudah bulan Oktober, dan hanya menyisakan dua bulan lagi,” kata Ade Setiana, Selasa (18/10/2022).

Menurut Ade, realisasi PAD yang baru 45 persen tersebut terjadi karena berbagai kendala. Seperti pergantian kepala dinas, dan kendala teknis yang lainnya.

“Kendalanya ada dari teknis sampai pergantian kepala dinas. Tapi saya kira itu tidak harus jadi masalah, toh regulasinya kan sudah ada,” terangnya.

Baca Juga: Forum Guru Sertifikasi Kota Banjar Minta Kejelasan TPP, Ini Janji TAPD

Sementara untuk mendorong pencapaian pendapatan asli daerah, Ade meminta setiap instansi harus memiliki komitmen bersama untuk mencapai target masing-masing.

“Tahun 2022 ini harus 100 persen dari yang sudah ditetapkan. Artinya harus ada genjotan untuk realisasi PAD bagi setiap OPD penghasil,” katanya.

Lebih lanjut Ade menambahkan, pada tahun ini target PAD Kota Banjar sebesar Rp 143 miliar. Sekitar Rp 116 miliar sumbernya dari PAD BLUD Rumah Sakit. Sedangkan sisanya sekitar Rp 32 miliar dari masing-masing OPD penghasil.

“Saya harap rapat evaluasi tersebut dapat menjadi bahan untuk meningkatkan nilai dan meningkatkan realisasi PAD Kota Banjar,” harapnya. (Sandi/R5/HR-Online/Editor-Adi)

DPRKPLH Ciamis Kumpulkan Kades dan Pengusaha UMKM se Banjarsari, Ada Apa?

DPRKPLH-Ciamis-Kumpulkan-Kades-dan-Pengusaha-UMKM-se-Banjarsari.jpg

harapanrakyat.com,- Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengumpulkan seluruh kepala desa (kades) dan para pengusaha UMKM se Kecamatan Banjarsari.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan di aula Kantor Camat Banjarsari, Rabu (19/10/2022) itu, DPRKPLH melakukan sosialisasi serta pembinaan terkait persoalan limbah.

Kabid Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DPRKPLH Ciamis, Rini Valianti mengatakan, saat ini pihaknya tengah gencar melakukan sosialisasi serta pendampingan kepada para pengusaha UMKM terkait penanganan limbah.

“Selama ini pengusaha UMKM itu makin banyak. Sehingga kami akan melakukan upaya untuk mensosialisasikan, bagaimana cara pengolahan limbah cair yang aman bagi lingkungan,” katanya kepada HR Online, Rabu (19/10/2022).

Lanjutnya menambahkan, pihaknya mengumpulkan para kades dan pengusaha UMKM, tujuannya adalah untuk mensosialisasikan terkait teknis mengenai pengelolaan limbah.

Baca Juga: Peragaan Busana dari Limbah Meriahkan Acara Festival Bank Sampah di Ciamis

Sementara dalam pelaksanaan sosialisasi tersebut, DPRKPLH Ciamis membawa narasumber yang memberikan materi tentang bagaimana cara pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan.

Pihaknya membawa konsultan lingkungan yang bergerak di bidang pengolahan limbah. Sehingga nantinya, narasumber tersebut memberikan masukan secara konkrit, mengenai teknis-teknis dalam metode treatment pengolahan limbah.

“Maka dari itu, dalam sosialisasi ini kita langsung membawa konsultan. Tadi narasumber telah menyampaikan berbagai cara atau upaya tentang pengendalian limbah yang ditimbulkan dari usaha UMKM,” terangnya.

Ia mengungkapkan, bahwa dengan adanya sosialisasi sudah banyak para UMKM yang telah sadar, dan ikut melakukan pengolahan limbah. “Meski itu belum semuanya,” ujarnya.

Menurutnya, para kades dan pengusaha UMKM masih ada yang beralasan, karena tidak memiliki lahan yang luas.

Baca Juga: Aplikasi Duitin, Terobosan Baru DPRKPLH Ciamis Ajak Warga Pilah Sampah Jadi Rupiah

Selain itu juga alasan keterbatasan biaya, sehingga pengolahan limbahnya belum bisa efektif dan optimal.

“Maka dari itu, kami terus memberikan edukasi kepada mereka. Tujuannya, mereka bisa bangkit rasa semangat, untuk bagaimana caranya agar limbah yang tercipta dari UMKM ini. Sehingga, tidak mencemari dan merusak lingkungan,” jelasnya.

Kades: Pengusaha UMKM di Banjarsari Ciamis Butuh Pendampingan

Sementara itu, Kepala Desa Ciulu, Ramli Mahmud, mengharapkan adanya upaya konkrit dari DPRKPLH Ciamis dalam upaya pengembangan UMKM serta penanganan limbah yang dapat mencemari lingkungan.

“Terus terang saja, saya ini tidak butuh sosialisasi tapi butuh aktualisasi. Dan juga tidak butuh omongan, tapi butuh pendampingan,” tukasnya.

Sebab menurutnya, selama ini pihaknya melihat masih lemahnya pendampingan secara aktual kepada para UMKM yang instansi terkait lakukan.

Ia memberikan contoh, belum adanya petugas pendampingan yang disimpan di UPTD DPRKPLH.

Baca Juga: Gerakan World Cleanup Day Ajak Masyarakat Ciamis Bijak Kelola Sampah

“Sehingga hal ini menjadi salah satu kelemahan dalam upaya peningkatan edukasi terkait limbah,” katanya.

Kades Ciulu juga meminta kepada instansi terkait jangan sampai menyalahkan para pengusaha UMKM atau warga saat terjadinya perselisihan akibat limbah.

“Semua itu lantaran kurangnya pendampingan, sehingga banyak terjadi aduan-aduan warga yang tidak menemui solusi,” ucapnya.

Oleh karena itu, ia memohon kepada Bupati Ciamis dan instansi terkait untuk lebih meningkatkan pelayanan.

“Caranya, dengan adanya pendampingan khusus dari instansi atau UPTD secara maksimal dan rutin,” pungkasnya. (Suherman/R5/HR-Online/Editor-Adi)

Industri Fintech dan OJK Dorong Kepercayaan Pada Platform Digital

wp-1666172059022.jpg

review1st.com – Maraknya kasus kejahatan siber saat ini dapat menjadi tantangan besar. Menurut data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serangan siber di Indonesia pada 2022 mencapai angka 100 juta kasus yang didominasi oleh serangan ransomware dan malware.

Dengan maraknya kejahatan siber, sebagai salah satu negara yang besar, Indonesia tidak luput sebagai target dari ancaman kejahatan siber secara global, khususnya di sektor perbankan atau jasa keuangan. Oleh sebab itulah, meningkatkan keamanan data digital sudah jelas sekali urgensinya. 

“Setiap hari kurang lebih 14 juta ancaman (serangan siber). Ancaman yang kita dapatkan paling tinggi terjadi pada bulan April, lebih dari 1 juta ancaman per hari. Dalam hitungan detik, kita harus mengatasi kurang lebih 75 ancaman. Semua tidak dianggap menjadi peretasan namun beberapa merupakan dengan phising dan doxing.

“Semua itu perlu diatasi mengingat kepercayaan masyarakat terhadap fintech tidak jauh berbeda dengan kepercayaan non-fintech pada layanan keuangan konvensional.” kata Rudiantara, Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) pada acara OJK Virtual Innovation Day 2022 di Jakarta (10/10).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menyelenggarakan acara tahunan OJK Virtual Innovation Day 2022 yang berkolaborasi bersama AFTECH dengan topik “Building Trust in Digital Financial Ecosystem”.

Acara ini ditujukan untuk mendorong hadirnya ekosistem layanan digital yang inovatif dan juga memprioritaskan aspek perlindungan konsumen.

OJK menyadari bahwa perlunya membangun digital trust system agar dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terkait data, aset, privasi yang dikelola secara aman sehingga masyarakat dapat dengan nyaman memanfaatkan layanan digital di industri keuangan. 

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan “OJK menyadari bahwa keamanan sangat penting dalam hal membangun ekosistem keuangan digital Indonesia, dimana semua pemain harus bisa saling percaya.

“Kemampuan untuk memverifikasi data pengguna dan menerapkan tanda tangan secara digital, itu bisa membangun satu mekanisme yang dapat dipercaya ketika konsumen menggunakan platform digital.

“Hal ini juga dapat memberikan rasa kepercayaan konsumen ketika melakukan transaksi digital, serta dapat meningkatkan kesadaran dari konsumen untuk mengelola risiko di dalam ekosistem digital.”

Dalam memperkuat digital trust system, OJK bersama industri fintech menaruh perhatian besar terhadap inovasi teknologi yakni identitas digital seperti sertifikat elektronik yang dapat digunakan untuk proses verifikasi identitas secara online maupun tanda tangan elektronik. 

Sebagai penyedia identitas digital terpercaya yang aman, VIDA mendukung penuh aturan serta langkah OJK dalam menggalakkan penggunaan verifikasi identitas secara online di industri keuangan Indonesia.

Dalam proses verifikasi identitas, banyak inovasi terbaru dengan sistem keamanan yang tinggi untuk mengetahui apakah orang tersebut adalah sah atau tidak dan melalui proses verifikasi serta autentikasi yang aman.

“Tak hanya sekedar selfie, kini ada beberapa teknologi berbasis kecerdasan buatan seperti liveness detection untuk memastikan face recognition atau pencocokan wajah dengan data di database e-KTP agar kita bisa mencegah fraud.” kata Niki Luhur, Founder & Group CEO VIDA dalam forum yang sama.

Dibalik ketatnya sistem keamanan, VIDA memastikan proses verifikasi dan autentikasi tersebut seamless dan simpel sehingga tak hanya memudahkan konsumen, namun juga dapat meningkatkan skala bisnis platform digital.

Saat ini, VIDA telah mendorong otomatisasi 95% proses verifikasi berbasis video call pada beberapa bank digital dan neobank dalam negeri untuk bertransformasi menjadi onboarding secara digital sepenuhnya.

VIDA juga telah berhasil mendukung lima kali pertumbuhan pengguna platform dalam memverifikasi identitas. Rata-rata semua proses verifikasi identitas tersebut dapat dilakukan kurang dari 2 detik, sehingga dapat mendorong efisiensi dan pertumbuhan bisnis.

Selain keamanan, identitas digital juga harus memperhatikan dan memenuhi prinsip inklusivitas dan interoperabilitas. Dengan ini, sistem identitas digital dapat memiliki potensi penciptaan ekosistem digital yang berorientasi pada kepercayaan.

Dalam mendukung hal tersebut, Sekretariat B20 bekerjasama dengan VIDA dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) juga berencana untuk menyelenggarakan Workshop Identitas Digital pada Senin 24 Oktober 2022 mendatang.

Acara ini bertujuan untuk meninjau prinsip-prinsip penting dari infrastruktur identitas digital yang ideal dan bagaimana identitas digital dapat dikaitkan dengan agenda ekonomi inklusif yang lebih luas.

Identitas digital seperti Tanda Tangan Elektronik Tersertifikasi memiliki kedudukan yang sama dengan tanda tangan basah yang memiliki kekuatan hukum dan akibat hukum yang sah selama memenuhi persyaratan sesuai Undang Undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE).

Undang-Undang ini juga diikuti oleh aturan teknis seperti Peraturan Pemerintah (PP) no. 71 tahun 2019, yang juga diterapkan oleh OJK pada pengaturan teknis industri keuangan di sektor perbankan, asuransi, fintech, maupun dalam perizinan dan proses internal di OJK lainnya.

Beberapa aturan tersebut diantaranya Peraturan OJK (POJK) no 10 tahun 2022 yang mewajibkan pemakaian tanda tangan elektronik pada saat proses pengajuan pinjaman di layanan fintech lending.

Pada aturan lain seperti POJK no 58 tahun 2020, tanda tangan basah pemegang polis/tertanggung/peserta asuransi kini dapat digantikan dengan tanda tangan elektronik sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Proses yang dilakukan VIDA untuk meningkatkan trust pada ekosistem keuangan digital yakni menegaskan apakah pengguna itu adalah orang sah atau tidak, dan dengan proses dan data, dan sumber data yang sah, dan cara untuk mengakses platform secara sah.

“Kami memastikan bahwa proses harus aman dan simpel, sehingga dapat membuat proses onboarding pengguna di platform digital menjadi lebih mudah.

“Hal ini dapat terjadi tentunya melalui perhatian dan kerjasama dari pemerintah khususnya OJK dan Kominfo untuk mendorong pola bisnis dan inovasi yang luar biasa.” tutup Niki.

DFSK Gelora E Jadi Mobil Ambulans Pertama di Indonesia

rockomotif-ambulans-listrik-pertama-indonesia-02.jpg

ROCKOMOTIF, Jakarta – Tren elektrifikasi di Indonesia tidak hanya diperuntukkan untuk kendaraan penumpang dan niaga, tetapi ambulans listrik pertama Indonesia juga menggunakan mobil listrik sebagai armadanya.

Momen tersebut dihadirkan oleh PT Sokoindo Automobile untuk menampilkan kendaraan tersebut dalam gelaran Hospital Expo yang diselenggarakan di JCC pada 19-21 Oktober 2022.

Ambulans listrik pertama Indonesia ini mengambil basis dari DFSK Gelora E yang telah dimodifikasi sedemikian rupa dan menggandeng karosei khusus yakni Cahaya Kurnia Mandiri (CKM). Dengan kerjasama tersebut, membuat DFSK yakin akan kualitas yang dihasilkan.

Hal ini juga diungkapkan oleh Achmad Rofiqi, selaku Marketing Head PT Sokonindo Automobile, di mana kehadiran kendaraan tersebut sebagai komitmen DFSK untuk mendukung transisi menuju zero emission.

“DFSK Gelora E saat ini menjadi ambulans listrik pertama Indonesia dan satu-satunya, untuk mendukung transisi menuju zero emission. DFSK siap membantu mengakselerasi ekosistem kendaraan listrik dengan menyediakan sejumlah teknologi yang bisa dipilih sesuai kebutuhan,” jelas Achmad Rofiqi.

Ambulans listrik pertama Indonesia
DFSK Gelora E disulap jadi mobil ambulans listrik pertama Indonesia

Kehadiran kendaraan tersebut juga akan beroperasi sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Ketiga kendaraan tersebut akan difungsikan sebagai kendaraan gawat darurat, kendaraan transportasi, dan kendaraan jenazah. Hal ini juga mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan.

Penggunaan DFSK Gelora E sebagai ambulans listrik pertama Indonesia juga akan diperuntukkan untuk ketiga jenis fungsi tersebut. Di samping itu, model ini juga didukung dengan pengisian fast charging sebanyak 20-80 persen hanya memerlukan waktu sekitar 80 menit, dengan jarak tempuh hingga 300 kilometer.

Dari segi ukuran, DFSK Gelora E yang menjadi ambulans listrik pertama Indonesia memiliki dimensi 4.500mm x 1.680mm x 2.000mm (PxLxT) yang memberikan kabin ekstra luas dan lapang, serta dipadukan dengan kemampuan berkendara yang bisa diandalkan. kendaraan van ini sangat cocok untuk digunakan sebagai Ambulans.

DFSK Gelora E juga ditunjang dengan efisiensi energi yang tinggi dan mampu mengurangi biaya operasional yang ditimbulkan oleh penggunaan kendaraan. DFSK Gelora E cukup membutuhkan biaya energi sebesar Rp 200 per kilometer, atau setara dengan 1/3 dari biaya operasional kendaraan komersial konvensional.

Ciamis Masuk Daerah Pelarangan Penangkapan Ikan Sidat

Ciamis-Masuk-Daerah-Pelarangan-Penangkapan-Ikan-Sidat-oleh-KKP.jpg

harapanrakyat.com,- Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, termasuk salah satu daerah yang masuk dalam kawasan pelarangan penangkapan ikan sidat, oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Sementara untuk mengawasi larangan tersebut, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Ciamis saat ini sudah ada Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas).

Adapun tugas dari Pokmaswas ini adalah untuk melakukan imbauan kepada masyarakat tentang pelarangan penangkapan sidat.

Selain itu, Disnakkan Ciamis juga memasang pelarangan tersebut di sisi Sungai Citanduy, tepatnya di Dusun Cibodas, Desa Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing.

Kepala Disnakkan Ciamis, Syarief Nurhidayat melalui Kabid Pemanfaatan dan Pengendalian Sumber Daya Perikanan, Yanti Herayani, membenarkan jika Ciamis menjadi salah satu lokasi pemasangan plang pelarangan penangkapan ikan sidat.

Baca Juga: Disnakkan Ciamis Kembali Lakukan Vaksinasi PMK Tahap 2

Menurutnya, penentuan lokasi tersebut merupakan hasil dari survei dari KKP dan juga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Masyarakat juga sangat respon. Bahkan KKP bersama kami telah melakukan sosialisasi tentang pelarangan penangkapan sidat,” katanya, Rabu (19/10/2022).

Apa Sanksi Jika Melanggar Pelarangan Penangkapan Ikan Sidat? Ini Penjelasan Disnakkan Ciamis

Lanjutnya menjelaskan, bahwa yang dilarang penangkapan sidat yaitu di atas 7 ons. Kemudian 1 kilometer dari hulu sungai, dan 1 kilometer dari arah muara dari plang pelarangan penangkapan tersebut. 

Sementara untuk sanksinya, saat ini belum ada. Karena menurut Yanti, pelarangan tersebut bukan undang-undang dan bukan peraturan.

Namun untuk mengawasi larangan penangkapan ikan sidat, nanti Disnakkan Ciamis akan dibantu oleh Pokmaswas.

“Jadi nantinya mungkin hanya imbauan saja. Tapi untuk sanksi pelarangan penangkapan ikan sidat sendiri belum ada,” jelasnya.

Akan tetapi, ada peraturan yang mengatur tentang perikanan yang dengan sengaja menyebabkan kerusakan. Aturan tersebut yaitu UU Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan, Pasal 86 ayat 1.

Yanti menjelaskan, tujuan pelarangan penangkapan sidat ini untuk pelestarian. Karena, jika ikan sidat tidak dilestarikan, maka lama-lama nantinya akan punah. 

“Memang dalam migrasi dari muara ke hulu di kita itu terkendala adanya bendungan. Jadi seharusnya ada jalannya. Karena dengan adanya bendungan ini, maka anak ikan sidat susah untuk jalan ke arah hulu,” jelasnya.

Baca Juga: Puluhan Hewan Peliharaan Disuntik Vaksin Rabies di Ciamis

Lebih lanjut Yanti menambahkan, Kabupaten Ciamis sendiri itu ada beberapa rumah makan yang menyajikan menu unggulannya yaitu ikan sidat.

Maka dari itu, pihaknya akan mensosialisasikan tentang pelarangan penangkapan ikan sidat tersebut kepada para pengusaha kuliner.

“Kita akan pelan-pelan sosialisasikan kepada mereka terkait pelarangan penangkapan sidat. Adapun untuk sosialisasikan yang dilarang itu untuk ikan sidat di atas 7 ons,” pungkasnya.

Sebagai informasi, selain Ciamis, ada daerah lainnya yang masuk kawasan pelarangan penangkapan ikan sidat. Antara lain Kabupaten Poso, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Kemudian, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Kota Samarinda, dan Kabupaten Kutai Kartanegara. (Ferry/R5/HR-Online/Editor-Adi)

Pemotor asal Cilacap Meninggal di Ciamis setelah Menabrak Tumpukan Batu

Tabrak-Tumpukan-Batu-Pemotor-asal-Cilacap-Meninggal-di-Ciamis.jpg

harapanrakyat.com,- Seorang pengendara motor asal Cilacap, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah menabrak tumpukan batu. Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tersebut terjadi di Jalan Raya Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Korban adalah Aziz Sunhakim (30), warga Dusun Banjareja, RT 025/002, Desa Cisuru, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap.

Panit 1 Lantas Banjarsari, Polres Ciamis, Ipda Suryana, membenarkan kejadian laka lantas yang terjadi pada Selasa (18/10/2022) malam.

“Kejadiannya tadi malam sekitar pukul 20.30 WIB,” ucapnya kepada HR Online, Rabu (19/10/2022).

Baca Juga: Seorang Pelajar SMK Tewas Usai Terlibat Laka Lantas di Tasikmalaya

Adapun lokasi kejadian kecelakaan pengendara motor tabrak tumpukan batu tersebut di Dusun Nambo, RT 027/006, Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok.

Ia menuturkan, pengendara yang mengalami kecelakaan itu mengalami luka berat. Namun saat mendapat penanganan medis, nyawa korban tidak tertolong.

“Korban meninggal saat berada di Puskesmas Lakbok. Ia mengalami luka parah pada bagian kepala setelah menabrak tumpukan batu,” terangnya.

Baca Juga: Minibus Seruduk Mobil yang Sedang Parkir di Tasikmalaya, Sopir Tewas

Lanjut Suryana menambahkan, dari keterangan para saksi, sebelum laka lantas terjadi, korban mengendarai sepeda motor dengan nomor polisi R 3568 NP.

Ia melajukan kendaraannya dari arah Karang Pawit Kalapa Sawit menuju arah Baregbeg (Lakbok).

Namun setibanya di tempat kejadian perkara, korban menabrak tumpukan batu yang berada di pinggir jalan. Kemudian, kendaraan yang korban kendarai seketika itu oleng dan keluar jalur ke kiri jalan.

“Dan kemudian menabrak pohon besar hingga akhirnya terjatuh dan terkapar,” jelasnya. (Suherman/R5/HR-Online/Editor-Adi)

OPPO Tunjukkan Kualitas Produksi A77s di Pabrik Baru OPPO Manufacturing Indonesia

Screenshot_2022-10-19-15-18-15-576_com.google.android.apps_.docs_.editors.docs_copy_800x462.jpg

review1st.com – OPPO A77s telah resmi diperkenalkan ke media pada 13 Oktober 2022 yang lalu bersama dengan OPPO Band 2. OPPO juga secara resmi telah meluncurkan perangkat ini ke konsumen melalui peluncuran langsung melalui akun media sosial resmi OPPO Indonesia di TikTok, pada Senin (17/10).

OPPO cukup optimis perangkat ini dapat menjadi tulang punggung di kuartal terakhir tahun 2022 karena memiliki daya tarik besar terutama dari segi fitur dan kualitas.“Lini seri A dibuat dengan menggunakan standar tertinggi OPPO yang kami sebut sebagai OPPO Enduring Quality, terdiri dari berbagai macam uji baik uji komprehensif maupun uji keandalan.

Walaupun termasuk dalam lini kelas menengah, produksi perangkat OPPO A77s selalu diutamakan kualitasnya. Untuk itu, hari ini (18/10) kami mengundang media untuk bersama meninjau lini produksi OPPO A77s di pabrik baru OPPO yang terletak di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang,” ujar Aryo Meidianto A, PR Manager OPPO Indonesia.

OPPO Enduring Quality merupakan sebuah komitmen untuk menyediakan produk OPPO A77s dengan kualitas tinggi dan terbaik bagi konsumen. OPPO Enduring Quality terdiri dari 6 (enam) uji utama termasuk di antaranya uji jatuh dari ketinggian, uji jatuh, tahan air, radiasi, perubahan iklim, dan tes kualitas sinyal.

Lebih dari itu, OPPO juga melakukan uji tekan pada tombol daya sebanyak 500.000 kali, uji tekan tombol suara sebanyak 150.000 kali, uji cabut pasang pada lubang audio 3,5mm sebanyak 10.000 kali, dan uji cabut pasang pada port USB sebanyak 20.000 kali.

Guna memastikan keandalan OPPO A77s, OPPO juga melengkapi perangkat ini dengan sertifikasi IP5X yang berarti tahan terhadap debu dan IPX4 yang berarti tahan terhadap cipratan air normal.

Selain itu, di pabrik OPPO juga dilakukan berbagai macam pengujian hingga mencapai 30 jenis uji kontrol kualitas yang berkaitan dengan beragam aktivitas konsumen saat menggunakan perangkat smartphone, di antaranya uji hasil kamera dan uji speaker.

Tidak hanya pada perangkat smartphone, pengujian juga dilakukan terhadap aksesoris seperti kabel smartphone dengan cara memberikan beban untuk melihat kekuatannya dan memastikan kabel daya tidak mudah putus.Di samping melalui beberapa uji yang dilakukan, proses pembuatan perangkat OPPO A77s juga diawasi secara ketat di pabrik OPPO Indonesia.

OPPO juga memastikan komponen terpilih dan sudah lolos uji pemeriksaan yang akan masuk ke tahap proses produksi. Pada lini produksi, OPPO juga akan mengambil sampel acak dari produk OPPO A77s yang sudah dibuat untuk kemudian dilakukan uji kontrol kualitas.

Apabila ditemukan permasalahan pada lini produksi, maka secara otomatis proses produksi pada lini tersebut akan dihentikan. Selanjutnya, OPPO akan menguji ulang seluruh unit yang diproduksi. Jika masalah masih terjadi, maka OPPO akan kembali mengulang proses produksi di lini yang bermasalah untuk memastikan setiap konsumen mendapatkan produk terbaik perangkat OPPO A77s.

OPPO A77s dibuat dengan menggunakan OPS (OPPO Production System) mengadopsi Lean Manufacturing System yang telah diterapkan oleh berbagai pabrik vendor besar di dunia. Dengan sistem ini, produksi OPPO A77s akan lebih efisien dalam hal waktu dan kualitas.

Pada sistem ini, proses produksi dipersingkat menggunakan conveyor belt mulai dari tahap assembly hingga packing secara berkelanjutan. Proses produksi OPPO A77s juga telah dimodernisasi dengan menggunakan digitalisasi big data terkait dengan output monitoring yang dilakukan secara real-time baik mesin pada produksi ataupun kualitas produk.

Sekilas OPPO Manufacturing Indonesia

OPPO Manufacturing Indonesia merupakan pabrik baru OPPO yang berdiri di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Pabrik ini menggantikan pabrik lama yang berlokasi tidak jauh dari pabrik baru saat ini, hanya berbeda wilayah administratif.

Pabrik lama berlokasi pada Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci. OPPO melakukan topping off pabrik pertama pada Desember 2014 dan mulai beroperasi penuh pada Mei 2015. Pabrik lama OPPO beroperasi pada lahan seluas 2,7 hektar dengan kombinasi lini produksi besar dan lini produksi kecil.

Sementara, pabrik baru OPPO berdiri di atas lahan seluas 10 hektar dengan keseluruhan berupa lini produksi besar. Pabrik baru ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas terbaik untuk karyawannya mulai dari fasilitas olahraga berupa lapangan sepak bola, mini soccer, running track, lapangan basket outdoor, volley, tennis meja, meja biliar hingga gym.

Untuk fasiliats kesehatan, OPPO juga menyediakan klinik yang dapat dimanfaatkan oleh karyawan. Klinik ini juga mengadakan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh karyawan secara berkala tiap tahunnya.

Fasilitas lain berupa kantin yang terdiri dari dua lantai yang mampu melayani 1.000 pekerja dan juga sarana ibadah berupa musholla yang dapat menampung 1.000 orang. Untuk kapasitas, jumlah pekerja yang ditampung saat ini sekitar seribuan pekerja. Jumlahnya sendiri fluktuatif, mengikuti dengan permintaan pasar smartphone di Indonesia.

Ketika memasuki masa permintaan produk tinggi, maka OPPO Manufacturing Indonesia baru kembali melakukan perekrutan pekerja. Untuk memenuhi permintaan terhadap pekerja, OPPO Manufacturing Indonesia telah menjalin kerja sama dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) Kota Tangerang yang menaungi sekitar 40 sekolah yang terdaftar dan terakreditasi oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Tangerang.

Untuk perekrutan tenaga kerja itu sendiri, OPPO Manufacturing Indonesia hanya berkomunikasi melalui akun Instagram resmi @bmt.tangerang. Berbagai informasi resmi mengenai prerekrutan dapat dilihat pada akun tersebut guna menghindari kesimpangsiuran informasi.

Untuk komposisi pekerja di OPPO Manufacturing Indonesia, sebanyak 97% merupakan tenaga kerja Indonesia dan 3% merupakan tenaga kerja asing. Tenaga kerja Indonesia pada pabrik ini juga dapat menempati berbagai posisi penting mulai dari engineering hingga level manajerial.

Saat ini untuk produksi OPPO A77s, OPPO Manufacturing Indonesia telah mempersiapkan 3 (tiga) lini aktif, sementara 1 (satu) lini lainnya akan diaktifkan ketika permintaan perangkat ini semakin tinggi, khususnya pada peak season seperti akhir tahun.

Pesan Bupati Subang Saat Membuka Acara Muscab Apdesi IV, Tiga Calon Bersaing Rebut Jabatan Ketua

apdesi-Subang.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat hadir dan membuka acara Musyawarah Cabang IV DPC Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Subang, di Sawala Ageung Fave Hotel Subang, Rabu (19/10/2022).

Musyawarah kali ini dilaksanakan dengan salah satu agendanya adalah pemilihan Ketua Umum Apdesi Kabupaten Subang periode 2022-2027 dengan mengusung tema “Membangun Subang Jawara dari Desa”.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Penyelenggara Din Wahidin SHI.,M.Si, menyampaikan seluruh pendanaan Muscab didanai oleh partisipasi seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Subang dan merupakan Muscab yang berbeda dengan Muscab sebelumnya karena pada Muscab kali ini Pemilihan Ketua Umum Apdesi dipilih secara langsung dan lebih demokratis.

“Ada perbedaan yang sangat mencolok dari musda lalu, diantaranya pemilihan diwakili oleh perwakilan Ketua DPK, Alhamdulillah Musda keempat ini seluruh kepala desa hadir untuk menentukan pilihannya sekaligus para calon ketua DPC diwakili oleh 3 zona, Subang Selatan oleh Teh Nunung, Subang Tengah diwakili Kang Rosman Suganda, Zona Pantura oleh Teh Erna,” katanya.

Ketua Umum Apdesi Kabupaten Subang H. Lili Rusnali menyatakan rasa bangganya atas partisipasi seluruh Kepala Desa dalam Muscab kali ini.

“Saya sangat bangga kepada kepala desa yang menyempatkan hadir hari ini. Alhamdulillah hari ini bisa hadir karena sadar memilih pemimpinnya dalam 5 tahun ke depan,” katanya.

Lili menambahkan, dirinya beserta jajaran memohon maaf apabila dalam kepengurusannya masih banyak kekurangan.

“Saya dan jajaran pengurus yang akan purna bakti, mohon maaf apabila kurang responsif. Kami sudah bekerja dan menjalankan amanah, tapi pasti banyak kekurangan karena keterbatasan kami. Semoga ketua dan pengurus ke depannya lebih baik,” katanya.

Lili menambahkan, Apdesi Kabupaten Subang harus berterima kasih kepada Kang Jimat karena selalu mendukung program Apdesi demi kemajuan desa.

“Terima kasih kepada Pak Bupati atas berjalannya kepengurusan Apdesi. Banyak Kabupaten Apdesinya tidak mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah. Alhamdulillah karena Kang Jimat Apdesi disupport sebagai buktinya Kepala desa di Subang sudah diasuransikan oleh Pemerintah Daerah lewat dana BKOD. Di Provinsi Jawa Barat hanya di Kabupaten Subang,” katanya.

Ketua DPD Apdesi Provinsi Jawa Barat H. Dede Kusdinar SE merasa kagum dengan keharmonisan antara Apdesi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang.

“Saya bangga dan saya apresiasi sekali kepada pengurus DPC yang telah menjalankan tugas terutama dalam berkoordinasi dengan Pemerintah. Kami merasa bangga sekaligus iri, bangga melihat keharmonisan Pemda Subang dengan Apdesi Subang karena tidak semua Kabupaten demikian,” katanya.

Sekjen DPP Apdesi Asep Anwar Sadat SH pada acara tersebut menyampaikan tugas Kepala Desa bukan hanya sebagai pemimpin struktural.

“Kepala Desa selain menjadi pemimpin struktural juga harus menjadi pemimpin kebudayaan karena desa memiliki peran penting bagi Negara,” katanya.

Asep menambahkan, desa memiliki peran yang sangat besar bagi kemajuan negara terlihat saat masa Pandemi desa menjadi penopang perekonomian negara sehingga Apdesi harus menjadi rumah juang bagi seluruh Kepala Desa untuk mewujudkan Desa Mandiri.

“Soekarno pernah bilang Indonesia tidak akan terang benderang dengan obor besar di Jakarta, tapi akan terang karena lilin-lilin kecil di desa-desa. Kemajuan Negara bergantung pada kemajuan Desa. Desa harus menjadi kekuatan ekonomi Negara. Desa lah yang relatif bertahan pada Pandemi karena di desa terdapat bahan baku dan nilai sosial yang masih tinggi. Saya berpesan mari kita satukan tekad membangun kedaulatan agar desa mampu mandiri. Mari kita bersama-sama Apdesi harus menjadi rumah juang dalam mewujudkan Desa Mandiri. Dengan Desa Mandiri maka pengelolaan sosial budaya dan lain sebagainya akan berjalan dengan baik,” katanya.

Selanjutnya, Kang Jimat dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada DPC Apdesi Kabupaten Subang atas terselenggaranya Muscab ke-4 karena menurut Kang Jimat, peran Apdesi sangat penting dalam pembangunan Kabupaten Subang.

Eksistensi Apdesi sebagai mitra Pemerintah diharapkan mampu menjadi penghubung kemitraan yang saling terintegrasi antara Pemerintah Desa dan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Subang.”

Kang Jimat juga mengapresiasi kepengurusan DPC Apdesi Kabupaten Subang yang akan segera berakhir.
“Kami berikan apresiasi kepemimpinan Apdesi yang lama atas kerja sama dan kekompakan pembangunan,” katanya.

Kang Jimat berharap, kepengurusan Apdesi Kabupaten Subang berikutnya mampu meneruskan program yang sudah ada atay bahkan mampu menjadi lebih baik.

“Sinergitas anatra kami di tingkat Kabupaten dan desa langsung terhubung demi mewujdukan hari esok yang lebih baik dalam rangka mewujudkan Subang Jawara. Saya inginkan apa yg sudah dijalankan dengan pengurus lama bisa dilanjutkan, atau bahkan bisa menjadi lebih baik,” katanya.

Kang Jimat menekankan, keharmonisan antara Pemerintah Desa melalui Apdesi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang harus terus dirawat dan ditingkatkan senagai upaya bersama memajukan Kabupaten Subang.

“Pemda menginginkan hubungan yang lebih harmonis dan lebih bersinergi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dengan Apdesi,” katanya.

Mengakhiri sambutannya, Kang Jimat berpesan agar anggota Apdesi selalu menjaga kekompakan dan menjalankan tugas dengan amanah.

“Naon nu rek diparebutkeun antar anggota. Mudah-mudahan siapapun yang mendapatkan amanah menjadi ketua Apdesi dapat tetap ada sinergi dan menjalankan amanah dengan baik. Semoga Apdesi DPC Kabupaten Subang menjadi lebih baik dan terjalin sinergi yang lebih baik lagi siapapun yang nanti terpilih,” tutup Kang Jimat.

Usai menyampaikan sambutannya, Kang Jimat secara resmi membuka Musyawarah IV DPC Apdesi Kabupaten Subang.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Kabupaten Subang, Dandim 0605 Subang, Sekjen DPD Apdesi, Ketua DPD Apdesi Jawa Barat, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat,, Kasatpoldam Subang, Inspektur Inspektorat Daerah Kabupaten Subang, Kepala Dinas PMD, dan tamu undangan lainnya.

Recent Posts