Beranda blog Halaman 1275

UU KUHP Bermasalah, Dewan Pers: Ancam Kebebasan Pers

UU-KUHP-Bermasalah.jpg

harapanrakyat.com,– Dewan Pers menilai sejumlah pasal dalam Undang-Undang (UU) KUHP bermasalah. Dewan Pers menilai UU KUHP tersebut dapat mengancam kebebasan pers dan demokrasi.

Sebelum UU KUHP disahkan DPR pada 6 Desember 2020 lalu, Dewan Pers pernah menyusun Daftar Inventaris Masalah (DIM) RKUHP yang memuat sejumlah pasal penting yang menjadi ancaman terhadap pers dan wartawan.

Baca Juga: Minimalisir Kriminalisasi Wartawan, Dewan Pers-Polri Teken Perjanjian Kerja Sama

Saat itu Dewan Pers mengusulkan adanya reformulasi 11 cluster dan 17 pasal dalam RKUHP. Pasal-pasal tersebut, menurut Dewan Pers, memiliki potensi mengancam kemerdekaan pers. Upaya reformulasi ini bertujuan untuk mencegah kriminalisasi. 

Namun masukan yang telah diserahkan kepada DPR dan pemerintah tersebut tidak digubris.

Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Dewan Pers Arif Zulkifli mengatakan, ketentuan yang dimuat dalam RUU KUHP yang sudah disahkan oleh DPR menjadi UU KUHP tersebut bermasalah.

“Selain mengancam kemerdekaan pers, juga berbahaya bagi demokrasi, kebebasan beragama dan berkeyakinan serta pemberantasan korupsi,” kata Arif Zulkifli, Rabu (7/12/2022).

Arif menambahkan, aturan pidana pers dalam UU KUHP mencederai ketentuan regulasi yang sudah ada dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Sementara unsur penting dalam demokrasi adalah kemerdekaan untuk berekspresi, berpendapat dan termasuk kemerdekaan pers. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Keluar dari Nusakambangan, Kok Agus Sujatno Malah Jadi Bomber Astana Anyar?

Bomber-Astana-Anyar.jpg

harapanrakyat.com,- Agus Sujatno, warga Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Bandung diketahui merupakan bomber atau pelaku pengeboman Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat pada Rabu (7/12/2022).

Agus diketahui merupakan residivis kasus terorisme yang menjalani hukuman di Lapas Nusakambangan selama 4 tahun. Agus kemudian bebas bersyarat pada Maret 2021 lalu.

Bukannya tobat, Agus malah jadi bomber Polsek Astana Anyar. Karena aksinya, seorang polisi meninggal dunia dan 11 lainnya luka-luka. Lantas kenapa residivis kasus terorisme bisa kembali beraksi? 

Pengamat terorisme yang juga seorang kriminolog, Dr. Ardi Putra Prasetya, M.Krim mengatakan, pelaku kejahatan biasa biasanya berubah setelah menjalani hukuman pidana.

“Namun ini tidak berlaku dengan kejahatan ideologis seperti terorisme,” ujar Ardi, Rabu (7/12/2022).

Baca Juga: Inilah Sosok Pelaku Bom Astana Anyar Bandung, Eks Napi Terorisme

Sebaliknya, lanjut Ardi, banyak pelaku teror yang menganggap hukuman yang dijalani di Lapas merupakan bagian dari perjuangan suci yang diyakininya.

“Sementara di sisi lain, regulasi dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 hanya mengatur tindak pidana terorisme berdasar perbuatannya. Bukan ideologi pro kekerasannya.  

Jadi, tidak heran ketika mantan napi terorisme kembali ke masyarakat, dia masih memiliki muatan ideologis ekstremisme,” jelasnya.

Menurut Ardi, ada dua pendekatan untuk menghentikan seseorang melakukan aksi teror, yaitu deradikalisasi dan disengagement (pelepasan). 

Jika deradikalisasi fokus untuk mengubah pemikirannya, maka disengagement fokus pada social setting yang berimplikasi pada perubahan perilakunya.

“Saya menggunakan teori desistensi dari terorisme untuk meneliti bagaimana seseorang bisa lepas dari jerat teror dan isme-nya,” jelasnya.

Desistensi, menurut Ardi, memiliki multifaktor yang berkaitan. Mulai dari lingkungan terdekat seperti keluarga hingga kepercayaan terhadap hukum yang berlaku.

Ardi menyebut, pelaku bom Polsek Astana Anyar belum melewati proses desistensi. Sehingga, hanya persoalan waktu sampai pelaku melakukan kembali aksi terornya.

Saya melihat peristiwa ini menjadi titik balik kita untuk lebih aware terhadap aksi terorisme,” katanya. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

GPI Subang Resmi Dilantik, Ketum Tegas Lakukan Hal Ini

gpi-subang.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Islam (GPI) Kabupaten Subang yang dipimpin oleh Diny Khoerudin sebagai Ketua Umum resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (GPI) Veddrik Nugraha (Diko).

Pelantikan yang dihadiri pengurus, pejabat Forpkoimda dan perwakilan OKP itu dilaksanakan di Hotel Nalendra Plaza Subang pada Rabu (7/12/2022).

Ketum PD GPI Subang Diny Khoerudin menyatakan, setelah sempat mati suri, GPI Subang kembali menggeliat dan menunjukan eksistensinya. Diny menegaskan, kolaborasi dengan Organisasi Massa, LSM dan OKP lainnya harus kembali diperkuat.

“Mohon maaf, setelah beberapa tahun lalu GPI alami mati suri, maka hari ini GPI akan kembali menggeliat dan menunjukkan eksistensinya. Kita nyatakan GPI kembali hadir dan siap mewarnai Subang,” tegas Diny Khoerudin

Diny Khoerudin juga menegaskan, pihaknya meminta Pemerintah setempat berani membuka ruang kolaborasi dengan sejumlah elemen masyarakat dalam membangun Kabupaten Subang. Sebaliknya dia mengingatkan Pemkab tidak boleh mengerdilkan kualitas yang dimiliki warga Subang sehingga menggunakan SDM dari luar, jika tetap menggunakan SDM dari luar maka GPI Subang tidak akan segan-segan untuk bertindak lebih tegas menjadi sosial kontrol Pemkab Subang.

Sementara itu Ketua Umum Pimpinan Wilayah GPI Jawabarat Taofik Wahidin mengatakan, di bawah kepemimpinan Diny Khoerudin, GPI Kabupaten Subang selalu tegas dalam menyuarakan aspirasi masyarakat dan mengakomodir kepentingan masyarakat.

Subang Investment Summit (SIS) 2022 Catatkan Nilai Transaksi Investasi Rp. 1 Triliun

subang-investment-summit-1.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Subang Investment Summit (SIS) 2022 mencatatkan nilai transaksi investasi sebesar Rp1 triliun. Nilai investasi itu berdasarkan penandatangan MoU antara BUMD dengan sejumlah perusahaan yang akan berinvestasi di Subang.

Secara rinci, nilai investasi perusahaan yang berkolaborasi dengan BUMD Subang Energi Abadi (SEA) mencapai Rp430 miliar.

Kemudian, nilai investasi perusahaan dengan BUMD Subang Sejahtera Rp562 miliar. Dan nilai investasi perusahaan dengan BUMD PDAM sebesar Rp8,9 miliar.

Nilai tranksaksi investasi ini merupakan goal dari event SIS 2022. Dalam kegiatan ini sudah tergambar berapa nilai investasi yang akan masuk ke Subang untuk beberapa tahun ke depan.

Sementara itu, Wakil Bupati Subang, Agus Masykur yang hadir menutup langsung SIS 2022, setelah pada pagi harinya dibuka Bupati Subang menyampaikan, kegiatan SIS 2022 berlangsung tanpa suport dari APBD.

Namun menurutnya bisa berlangsung cukup baik, dan bermanfaat. Sehingga nilai invetasi yang diraih juga mencapai nilai yang diluar dugaan.

“Alhamdulilah, terimakasih atas kepercayaannya teman-teman investor, mudah-mudahan secepatnya bisa terbit perjanjian kerjasamanya,” katanya.

Dia juga memastikan akan berupaya optimal untuk mendorong regulasi yang lebih dinamis dan untuk memfasilitasi para investor, untuk berkolaborasi membangun Kabupaten Subang.

“SIS tahun depan Insya Allah akan kembali hadir dengan harapan nilai invetasinya bisa bertambah,” tukasnya.

Sebelumnya, Bupati Subang, H Ruhimat yang hadir dan membuka secara langsung gelaran Subang Investment Summit (SIS) 2022 mengaku optimis penyelenggaraan ini bisa berpengaruh terhadap kemajuan perekonomian di Subang.

“Kami optimis dengan pelaksanaan Subang Investment Summit terlebih dengan kehadiran Pak Dahlan Iskan. Terima kasih dan selamat datang di Kabupaten Subang bagi semua investor dan calon investor. Mudah-mudahan kehadiran Suryacipta bisa mendongkrak ekonomi Jawa Barat dan Indonesia. Kehadiran perusahaan yang lain bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

Ruhimat mengatakan, iklim investasi yang baik hanya dapat tercipta melalui diskusi semua pihak. Dia menyampaikan, komitmen Pemda Subang dalam menciptakan keamanan serta kenyamanan bagi investor di Kabupaten Subang.

“Atas nama Pemerintah Daerah mengajak berdiskusi bagaimana caranya supaya hari esok untuk lebih baik dari hari ini terlebih dalam bidang investasi. Saya inginkan bagaimana investor di Kabupaten Subang bisa betul-betul meraskaan keamanan dan kenyamanan. Namun itu semua tidak mudah, sehingga dibutuhkan koordinasi di antara kita semua,” ujarnya.

Ruhimat menuturkan, dalam mendukung kemajuan investasi adalah dengan pembentukan peraturan daerah terkait investasi di Kabupaten Subang. Dan menyiapkan BUMD sebagai mitra perizinan serta menyiapkan layanan pengaduan apabila investor mengalami kendala dalam berinvestasi di Kabupaten Subang

Subang Investment Summit Segera Digelar, Bupati Ruhimat Ajak Pengusaha Berinvetasi

subang-investment-summit.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Event promosi dan penggalangan investasi yaitu Subang Investment Summit (SIS) akan digelar pada 7 Desember 2022 mendatang di Sawala Ageung Fave Hotel.

Biasanya event serupa digelar oleh pemerintah tingkat provinsi. Namun, Pemkab Subang melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) merasa perlu menggelar event tersebut di Kabupaten Subang.

Sebab, Subang punya posisi strategis di Kawasan Rebana yang meliputi Subang, Indramayu, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kuningan, Majalengka dan Sumedang.

Kawasan Rebana adalah julukan kawasan ekonomi khusus untuk 7 kabupaten/kota tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Pantura Jabar.

Selain wilayah Pantura, Gubernur Jabar Ridwan Kamil juga mendorong percepatan pembangunan wilayah Jabar selatan.

Kawasan Rebana dan Jabar Selaran tertuang dalam Perpres No 87 tahun 2021 sebagai roadmap percepatan pembangunan Jawa Barat.

Peraturan Presiden itu mengamanatkan APBN membiayai pembangunan kawasan Rebana dan Jabar selatan sebesar Rp 393 triliun. Rp 235 triliun untuk Kawasan Rebana dan Rp 158 triliun untuk kawasan Jabar Selatan.

Anggaran itu untuk pembangunan 81 proyek infrastruktur. Sejumlah proyek akan mulai dikerjakan tahun 2023. Khususnya di Subang, pembangunan jalur lingkar luar Kota Subang, Blanakan-Patimban dan jalur Serangpanjang-Cipendeuy masuk dalam Perpres 87 berdasarkan usulan Pemkab Subang yang disetujui oleh Gubernur Jabar.

Bupati Subang, H Ruhimat mengatakan, Subang Investment Summit (SIS) dalam rangka Mewujudkan Subang Jawara di Kawasan Rebana. “Untuk itu, ayo para pengusaha jangan ragu untuk berinvestasi di Kabupaten Subang. Mari datang dan ikuti Subang Investment Summit 2022,” ungkap Bupati.

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi menyampaikan, Subang Investment Summit (SIS) diharapkan bisa menarik investor untuk berinvetasi di Subang. Dengan banyaknya investasi di Subang, harapannya bisa mengurangi pengangguran karena dampak PHK.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala DPMPTSP Dadang Kurnianudin menyampaikan, Subang Investment Summit perlu digelar agar para investor lebih paham potensi investasi Subang.

“Sekaligus membangun branding Subang bahwa kita ramah investasi. Beberapa kawasan industri di Subang masih membutuhkan investor,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Dadang, SIS 2022 ini memiliki muatan lokal yaitu empowering BUMD. Mendorong peran BUMD lebih maksimal dalam bekerjasama dengan pelaku usaha, investor dan pengelola kawasan industri.

Sedangkan Event Director dari Pasundan Institute Lukman Enha menambahkan, dalam SIS 2022 akan ada beberapa agenda yaitu presentasi potensi investasi kawasan industri, BUMD, pemaparan potensi investasi Subang dan penandatanganan kerjasama investasi.

“Akan dilakukan MoU signing atau tandatangan kerjasama BUMD dan para investor. Yang sudah terdata dari tiga BUMD yaitu Perumda, PT SS dan PT SEA saja sudah puluhan perusahaan dengan nilai investasi miliaran rupiah. Kami sebagai penyelenggara memfasilitasinya melalui SIS ini,” papar Lukman.

Melalui SIS juga diharapkan terjadi relasi yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha dan di antara pelaku usaha itu sendiri.

Tidak hanya seremoni itu, juga akan ada talkshow bisnis dengan nara sumber akademisi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan one on one meeting. Sedangkan untuk keynote speaker mengundang Dahlan Iskan selaku Menteri BUMN 2011-2014.

“Pak Dahlan sudah konfirmasi hadir. Tanggal 6 Desember malam sudah di Subang. Kami berharap ilmu beliau yang pernah memimpin BUMN disampaikan. Inovasi-inovasinya harus bagaimana, pemerintah juga harus bagaimana. Banyak inovasi yang beliau lakukan selama memimpin BUMN, maka kami memilih mengundang Pak Dahlan,” kata Lukman.

Lukman pun berterimakasih Pasundan Institute telah dipercaya untuk menjadi event organizer SIS 2022. Meski tanpa biaya APBD, Ia optimis acara ini akan terselenggara dengan baik.

Sementara itu, sejauh ini sudah ada ratusan perusahaan yang terkonfirmasi akan mengikuti SIS mulai dari pelaku kawasan industri, perbankan, BUMN, perusahaan mitra bisnis BUMD PT Subang Energi Abadi (SEA), mitra bisnis PT Subang Sejahtera dan mitra bisnis PDAM.

Bahkan puluhan investor asing juga akan hadir dalam SIS ini. Mulai dari Asian Develompment Bank, European Investmen Bank, Dubai Financial Support Fund dan investor lainnya.(rls)

Hilang 5 Hari, Seorang Nenek di Banjarsari Ciamis Dicari Keluarga

Nenek-Emah.jpeg

harapanrakyat.com,– Seorang nenek bernama Emah (78), warga Dusun Sukahurip, RT 007, RW 002, Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat hilang sejak Sabtu (3/12/2020) lalu. 

Ini berarti Nenek Emah sudah hilang selama lima hari. Keluarga pun kelimpungan mencari Nenek Emah.

Anggota FK Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Ciamis, Ahman Riana membenarkan adanya seorang nenek yang kini dikabarkan hilang. Bahkan pihaknya saat ini tengah melakukan asesmen ke rumah keluarganya.

“Lansia yang dikabarkan hilang itu bernama Emah (78). Beliau diketahui tidak ada di rumahnya sejak Sabtu (3/12/2022) kemarin. Bahkan hingga saat ini beliau masih belum diketahui keberadaannya,” katanya, Rabu (7/13/2022).

Baca Juga: Ngeri, Ular Kobra 1,5 Meter Sembunyi di Dapur Rumah Warga Ciamis

Menurut Ahman, nenek Emah pada Sabtu pagi masih terlihat ada di rumah singgah di blok unyur.

“Rumah singgah tersebut tidak dipakai untuk tinggal menginap Nek Emah, melainkan beliau itu suka menginap di anak-anaknya,” katanya.

Keluarga Mencari Nenek Emah yang Hilang

Nenek Emah selalu menginap di rumah anak-anaknya secara bergilir. Anak-anaknya pun sempat menganggap Nenek Emah menginap di rumah salah satu saudara mereka.

“Anak-anaknya itu ada yang di blok Balepulang, Pongporang, blok Darimi, blok Entrong, dan di blok Pasir Maung. Namun setelah dicek ternyata tidak ada di salah satu rumah anak-anaknya. Mereka bahkan saling menganggap jika sang nenek tinggal di rumah saudaranya (anak-anaknya Nenek Emah),” jelasnya.

Lanjut Ahman, setelah dilakukan klarifikasi ke beberapa kerabat serta anak-anak Nenek Emah, baru kemudian ketahuan Nenek Emah tidak ada.

“Sementara ini keluarga tengah melakukan pencarian, yang dikhawatirkan oleh keluarga, Nek Emah itu terpeleset ke sungai. Karena beberapa hari terakhir warga sering melihat Nek Emah berada di pinggir sungai,” lanjutnya.

Ahman menjelaskan, ciri-ciri fisik Nek Emah berbadan bongkok, rambut beruban, secara komunikasi masih normal. Panca indera serta ingatan juga masih bagus. Nenek Emah juga terbiasa memakai kerudung, 

“Untuk yang melihat atau menemukan lansia dengan ciri-ciri di atas tadi bisa langsung menghubungi nomor yang bisa dihubungi 085215788200 atas nama Tatang Suteja (Cucu Nenek Emah),” katanya. (Suherman/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Bikin Resah, Monyet Liar yang Masuk ke Pemukiman Warga Banjar Ditangkap

Monyet-Liar.jpg

harapanrakyat.com,- Masyarakat di Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, dibuat resah dengan kemunculan dua ekor monyet.

Hewan liar tersebut diduga berasal dari hutan yang berada tak jauh dari pemukiman warga.

Kepala Desa Raharja, Yayat Ruhiyat mengatakan, awalnya dua ekor monyet itu terlihat di sebuah hutan. Kemudian satu ekor monyet masuk ke pemukiman warga.

“Yang terlihat itu ada 2 ekor. Yang masuk ke pemukiman cuma 1, karena ada anak-anak main di dekat sawah jadi mungkin ngikutin,” kata Yayat Ruhiyat kepada wartawan, Rabu (7/12/2022).

Baca Juga: Kawanan Monyet dari Gunung Sindangrasa Ciamis Serbu Tanaman Palawija Milik Petani

Ia menjelaskan, karena dianggap dapat membahayakan masyarakat terutama anak-anak, warga bersama yang lainnya berusaha untuk menangkap hewan tersebut.

“Tadi coba ditangkap tapi susah, warga ada yang saran suruh ditembak saja tapi saya bilang kasihan,” jelasnya.

Damkar Kota Banjar Tangkap Monyet Liar

Kemudian, lanjut Yayat, dirinya berinisiatif meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Banjar, untuk menangkap monyet itu.

“Akhirnya saya tadi meminta bantuan ke Damkar buat menangkap hewan itu. Karena khawatir membahayakan warga terutama anak-anak karena kondisinya seperti kelaparan. Akhirnya yang tertangkap hanya satu ekor,” terangnya.

Menurutnya, belum pernah ada monyet yang masuk ke perkampungan. Hanya saja ia menduga hewan tersebut antara liar atau ada pemiliknya.

“Kalau di sini nggak ada yang punya, tapi nggak tahu kalau kiriman dari luar kan bisa saja. Saya juga nggak tahu itu liar atau ada yang punya, karena kalau liar pasti agresif tapi tadi mah nggak,” paparnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Damkar Kota Banjar Aam Amijaya mengatakan, setelah berhasil ditangkap hewan tersebut akan kembali dilepasliarkan di alam yang jauh dari pemukiman warga.

“Nanti akan kita rilis ke tempat yang jauh dari pemukiman,” katanya.

Lanjut Aam, selain menangani kebakaran pihaknya juga menerima pelayanan non kebakaran, seperti melakukan evakuasi ular, mengatasi cincin macet, dan yang lainnya.

“Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kami bisa menghubungi via telpon atau WhatsApp ke nomor 081292189579, pelayanan kami gratis,” pungkasnya. (Sandi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Main di Pantai Pangandaran Sepulang Sekolah, Bocah SD Terseret Ombak

Bocah-SD-Terseret-Ombak-dan-Tenggelam-di-Pantai-Pangandaran.jpg

harapanrakyat.com,- Bocah SD terseret ombak di Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022).

Bocah tersebut diketahui berinisial ASP (10), siswa kelas 4 SDN 2 Pananjung. Sebelumnya ASP bermain-main di pinggir pantai bersama teman-temannya usai pulang sekolah.

Kepala Satuan Polair Polres Pangandaran AKP Sugianto membenarkan bahwa telah terjadi kecelakaan laut yang menimpa seorang bocah SD di Pantai Barat Pangandaran. Tepatnya di Pos V Pangandaran Sunset.

“Awalnya korban bermain bersama teman-temannya di pinggir pantai, lalu korban berjalan ke arah tengah. Tiba-tiba datang ombak, sehingga korban terseret ke tengah,” katanya.

Baca Juga: Santri yang Tenggelam di Pantai Legok Jawa Pangandaran Akhirnya Ditemukan

Saat ini, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Sat Polairud, Basarnas SAR, Barakuda SAR MTA, dan TNI Angkatan Laut melakukan pencarian korban.

“Kami langsung melakukan pencarian baik lewat darat maupun laut. Lokasi tenggelamnya korban merupakan zona larangan berenang. Kebetulan saat ini gelombang sedang besar pula,” jelasnya.

Pencarian bocah SD yang tenggelam tersebut dilakukan dalam radius 1 Kilometer ke arah kanan dan 1 Kilometer ke sebelah kiri.

“Kita sisir dari laut dan dari darat. Selain itu, kita turunkan juga tim penyelam namun korban belum juga berhasil ditemukan,” katanya.

Sementara itu pencarian korban dihentikan saat malam tiba dan akan dilanjutkan besok. “Kita akan berusaha besok mencari korban dan untuk malam pun petugas gabungan akan tetap melakukan penyisiran di sepanjang pesisir pantai,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pedagang asongan di Pantai Barat Pangandaran, Ayi Sunarti mengaku sempat melihat bocah SD terseret ombak dan tenggelam dari kejauhan.

“Saya berteriak minta tolong kepada seorang pengunjung untuk menolong korban yang terseret ombak. Namun karena gelombang sedang besar pengunjung tersebut tidak berani mengejar korban yang sudah berada di tengah tergulung ombak dan menghilang,” katanya. (Entang/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Mitos Seputar Gunung Semeru, Pendaki Dilarang Lakukan Ini

Gunung-Semeru.jpg

Mitos seputar Gunung Semeru mungkin belum banyak diketahui orang. Masyarakat setempat mempercayai mitos seputar gunung tersebut sejak dulu kala. Mitos-mitos ini juga muncul secara turun-temurun dari masyarakat sekitar Gunung Semeru.

Gunung Semeru yang merupakan gunung berapi di Jawa Timur, mengalami erupsi pada hari Minggu (04/12/2022).

Hingga kini, erupsi dari gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih berlangsung. Ratusan warga pun terpaksa harus bertahan di tempat pengungsian.

Sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa, tentunya banyak menyimpan mitos dan misteri. Merangkum dari berbagai sumber, ada 7 mitos seputar Gunung Semeru. Berikut ini ulasannya.

Ketahui 7 Mitos Seputar Gunung Semeru

Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi, Badan Meteorologi Jepang Beri Peringatan Tsunami?

Paku Pulau Jawa

Konon, menurut catatan yang tertulis pada Tantu Pagelaran Kuno, Gunung Semeru merupakan pakunya Pulau Jawa.

Masyarakat setempat meyakini bahwa para dewa memindahkan gunung berapi ini untuk menjadikan paku yang mampu memberikan keseimbangan buat Pulau Jawa. Karena dulunya pulau tersebut terombang-ambing di lautan.

Bahkan menurut catatan, Gunung Meru yang berada di India dipindahkan oleh dewa ke Pulau Jawa. Awalnya letak gunung ini berada di ujung Pulau Jawa bagian Barat.

Namun, karena letaknya bias, maka gunung Meru terbagi dua, yaitu pada sisi Timur merupakan Gunung Semeru, dan sisi Barat adalah Gunung Penanggungan.

Baca Juga: Objek Wisata Kawah Gunung Ijen Bondowoso Jawa Timur

Danau Ranu Kumbolo

Mitos seputar Gunung Semeru salah satunya keberadaan danau bernama Ranu Kumbolo. Danau ini letaknya berada di kaki Semeru. Untuk mencapai lokasi ini, para pendaki harus melewati dulu jalur yang melelahkan.

Danau Ranu Kumbolo termasuk telaga yang sangat eksotis bagi siapa saja yang melihatnya. Konon air danau tersebut kerap digunakan untuk menjalani ritual keagamaan.

Karena itulah, para pendaki yang ingin mendirikan tenda, jaraknya dari danau minimal 10 meter. Namun, para pendaki tidak boleh mandi maupun mencuci di danau.

Ikan Mas

Menurut cerita kuno, Danau Ranu Kumbolo dijaga oleh seekor ikan mas. Ikan ini merupakan reinkarnasi dewi, yaitu yang menjaga keindahan danau.

Baca Juga: Mandi di Goa Mahar Tasikmalaya Dipercaya Bisa Langsung Dapat Jodoh

Dewi Berkebaya Kuning

Bukan cuma ikan mas, banyak mitos seputar Gunung Semeru yang mengisahkan bahwa, Ranu Kumbolo juga mendapat penjagaan dari seorang dewi.

Menurut cerita turun-temurun yang beredar di masyarakat, dewi penunggu Danau Ranu Kumbolo sering muncul dengan mengenakan kebaya kuning.

Mbah Dipo

Nama Mbah Dipo menjadi salah satu bagian dari mitos seputar Gunung Semeru. Ia adalah juru kunci atau kuncen gunung tersebut.

Namun ia sudah meninggal dunia. Meskipun begitu, namanya tetap menjadi kenangan bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga: Erupsi Gunung Semeru, BNPB: 13 Warga Tewas, 1.000 Mengungsi

Semasa hidupnya Mbah Dipo berpesan kepada masyarakat setempat, jika suatu saat Gunung Semeru ini meletus, masyarakat harus bergerak menuju ke sungai, jangan ke Gunung Sawur.

Tanjakan Cinta

Mitos seputar Gunung Semeru yang berikutnya yaitu Tanjakan Cinta. Lokasi banyak yang menyebutnya sebagai Bukit Cinta. Meski sebetulnya tidak begitu terjal, tetapi cukup panjang dan bisa membuat para pendaki kelelahan.

Banyak yang meyakini jika pendaki lewat jalur ini tanpa beristirahat, dan tidak menengok ke belakang sambil memikirkan kekasih hati. Maka cinta yang pendaki harapkan akan terkabul.

Tetapi sebaliknya, menurut mitos seputar Gunung Semeru, kalau pendaki itu berani menengok ke arah belakang, maka jalinan cintanya bakal berakhir sangat menyedihkan.

Puncak Abadi Dewa-dewa

Nama puncak Gunung Semeru adalah Mahameru. Puncak Gunung Semeru ini menjadi titik paling tinggi di Pulau Jawa.

Selain itu, Mahameru terkenal sebagai puncak abadi dewa-dewa yang menjadi penghubung antara manusia dan surga.

Walaupun banyak kepercayaan dan mitos seputar Gunung Semeru. Namun hal tersebut tidak menyurutkan keinginan para pendaki untuk mencapai Mahameru.

Karena, para pendaki ingin menikmati eksotisnya Gunung Semeru sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa. (R3/HR-Online/Editor-Eva)

Inilah Sosok Pelaku Bom Astana Anyar Bandung, Eks Napi Terorisme

Pelaku-Bom-Astana-Anyar-Bandung.jpg

harapanrakyat.com,- Agus Sujatno alias Abu Muslim ditengarai merupakan pelaku bom di Polsek Astana Anyar, Bandung, Rabu (7/11/2022).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengatakan, Agus Sujatno merupakan warga Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Bandung.

Identitas pelaku bom di Astana Anyar tersebut terungkap setelah kepolisian menyelidiki sidik jari dan face recognition yang identik dengan sosok Agus Sujatno.

“Hasil Sidik Jari dan Face Recognition identik menyebutkan identitas pelaku Agus Sujatno,” kata Listyo. 

Agus Sujatno bukanlah orang baru dalam hal terorisme, warga Bandung yang dikenal dengan nama Abu Muslim tersebut rupanya pernah mendekam di Lapas Nusakambangan.

Baca Juga: Korban Bom Bunuh Diri di Astana Anyar Bandung, RK: Seorang Polisi Meninggal Dunia

Ia bebas pada Maret 2021 lalu setelah mendekam selama 4 tahun di Lapas Kelas II A Pasir Putih Nusakambangan karena kasus terorisme.

Dari informasi yang didapat harapanrakyat.com, meskipun Agus tercatat sebagai warga Bandung, namun ia sudah lama tinggal di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Aksi Agus yang melakukan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar telah menewaskan satu orang anggota kepolisian. Selain itu, terdapat 9 orang luka-luka terkena serpihan bom. Sementara Agus sendiri tewas di lokasi.

Agus datang ke Polsek Astana Anyar menerobos barisan polisi yang sedang apel pagi sekitar pukul 08.00 WIB. 

Sambil mengacungkan senjata tajam, Agus meledakkan dirinya dengan bom. Sejumlah anggota polisi sempat menghindar. Namun naas, sejumlah polisi terluka dan satu orang tewas atas nama Aipda Sofyan.

Sementara itu di media sosial tersebar motor yang diduga digunakan Agus untuk sampai ke Polsek Astana Anyar. Di motor tersebut tertempel simbol ISIS dan sebuah tulisan, “KUHP HUKUM SYIRIK/KAFIR. PERANGI PARA PENEGAK HUKUM SETAN, Q.S 9:29”. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Recent Posts