Beranda blog Halaman 1269

Ketua DPRD Ciamis Siap Kawal Pembangunan Jalan Daerah Perbatasan

kmc_20221209_170840_oyofjZYI2B.jpeg

harapanrakyat.com,- Ketua DPRD Ciamis Nanang Permana menegaskan siap mengawal pembangunan jalan daerah perbatasan. Jalan tersebut merupakan akses vital perkonomian masyarakat yang pembangunannya belum terealisasi tahun 2022.

“Ada dua jalan vital perekonomian Ciamis penghubung ke Pangandaran di Kecamatan Banjaranyar. Yakni trek jalan Kampung madu dan jalan Karangsari. Insya allah Pemkab Ciamis akan menganggarkannya pada tahun 2023,” ujar Nanang, Jumat (9/12/2022).

Nanang menjelaskan dua jalan penghubung tersebut lebih panjang dari jalan Kalijaya. Jalan itu merupakan merupakan akses vital perekonomian masyarakat.

“Untuk jalan Kalijaya alhamdulilah pada akhir Tahun 2022 sudah direalisasikan. Sedangkan untuk dua jalan yang saya sebut tadi sudah saya komunikasikan bersama Bupati Ciamis. Insya allah terealisasi tahun 2023,” ungkapnya.

Nanang mengungkapkan, jalan akses kampung madu merupakan akses jalan perekonomian masyarakat. Kampung madu tersebut mempunyai potensi wisata unggulan salah satunya wisata Kampung madu juga Curug Gumawang.

Baca Juga: Warga Desa Kalijaya Sumringah Akses Jalan Diperbaiki Pemkab Ciamis

“Ketika jalan itu jelek pastinya wisatawan akan enggan untuk datang ke kampung madu dan ke Curug Gumawang. Tentunya akses jalan perekonomian tersebut sangat penting bagi masyarakat Kecamatan Banjaranyar,” tegasnya.

Nanang menegaskan pembangunan jalan daerah perbatasan tersebut bukan masalah akses perekonomian saja. Pemkab Ciamis juga harus berpikir bahwa jalan di Kecamatan Banjaranyar merupakan wajah Ciamis dari daerah perbatasan.

“Sehingga saya sebagai ketua DPRD Ciamis akan terus mengawal mengenai akses jalan yang berada di daerah perbatasan khususnya di Kecamatan Banjaranyar,” katanya.

Nanang menyebut untuk jalan wilayah Pangandaran sendiri sudah sangat baik. Berbeda dengan wilayah Ciamis yang masih jelek. Sehingga ia berharap pembangunan jalan perbatasan terealisasi pada tahun 2023. (Fahmi/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Harga Telur Melambung Tinggi, DKP3 Kota Banjar: Bukan karena Pasokan Kurang

Pasar-Banjar.jpg

harapanrakyat.com,- Harga telur yang melambung tinggi akhir-akhir ini tidak hanya dikeluhkan para pedagang dan konsumen saja, tapi juga peternak.

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjar, Jawa Barat, menanggapi perihal tingginya harga telur ayam ras, maupun harga pakan yang dikeluhkan peternak.

Plt Kepala DKP3 Kota Banjar, Wawan Gunakan, melalui Plt Kabid Ketahanan Pangan, Yadi Mulyadi mengatakan, tingginya harga telur ayam bukan karena kurangnya pasokan barang. Tetapi karena menghadapi pergantian tahun.

Pasalnya, ketersediaan telur ayam ras sejauh ini masih mencukupi hingga akhir tahun 2022 mendatang.

“Tingginya harga telur bukan pengaruh supply and demand. Tapi tradisi jelang menghadapi hari raya. Stok juga masih mencukupi,” kata Yadi Mulyadi kepada harapanrakyat.com, Kamis (08/12/2022).

Baca Juga: Telur Ayam Ras Tembus Rp 32 Ribu Perkilo, Peternak di Kota Banjar Untung Kecil

Harga Telur Melambung Tinggi saat Pasokan Surplus

Ia menyebutkan, jumlah ketersediaan pasokan telur ayam ras pada periode bulan Desember ini sebanyak 125,20 ton. Sedangkan, untuk kebutuhan 118,4 ton, sehingga masih surplus 6,8 ton.

“Ketersediaan pasokan untuk bulan Desember ini masih surplus 6,8 ton. Jadi, bukan karena kelangkaannya barang,” terangnya.

Terkait tingginya harga pakan, menurut Yadi, untuk kenaikan itu terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya bahan baku pembuatan produksi pakan yang juga mengalami kenaikan.

Selain itu, penggunaan pakan alternatif untuk meminimalisir biaya pakan juga kurang efektif. Sebab, sumber pakan tersebut tidak tersedia secara kontinyu.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Bikin Peternak Bebek Petelur di Ciamis Merugi

DKP3 Kota Banjar Ungkap Solusi Stabilkan Harga Telur

Untuk solusi menstabilkan harga telur dari daerah, lanjutnya, yaitu dengan menggenjot produk lokal, memberikan bantuan. Atau melalui gebyar pangan murah untuk menekan harga supaya tidak terlalu tinggi.

“Solusi tersebut juga biasa dilakukan di berbagai daerah,” kata Yudi.

Sebelumnya, Rokim (60), peternak ayam petelur yang ada di Panatasan, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, mengeluhkan tingginya harga pakan ayam yang menyentuh Rp 370 ribu per sak isi 50 kilogram.

Selain itu, tingginya harga telur ayam ras tingkat pasar yang menyentuh harga hingga Rp 32 ribu, juga belum berdampak pada penghasilan peternak. 

Karena harga pakan yang cukup tinggi. Sehingga, pendapatan yang ada hanya mencukupi untuk kebutuhan pakan ternak. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Pimpin PD Pemuda Persis Subang Tahun 2022-2025, Teguh Deni Aljabar Siap Kokohkan Potensi Kader

teguh-dani-Aljabar.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Pimpinan Daerah Pemuda Persis Kabupaten Subang menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) ke-9 yang bertpat di Hotel Sari Alam Hot Spring and Resort. Ciater, Jumat (9/12/2022).

Pelaksanaan Musda berlangsung dua hari dengan tema “Mengokohkanan Ghirah Jam’iyyah Pemuda Persis Subang”.

Musyawarah daerah tersebut hasilkan putusan melalui sidang pleno dengan terpilihnya Teguh Deni Aljabar sebagai Ketua Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Persis Kabupaten Subang periode 2022-2025.

Teguh Deni Aljabar menyampaikan bahwa Musda tersebut merupakan titik tolak untuk Jam’iyyah pemuda persis dalam mengokohkan semangat kader dalam mecapai misi dakwah.

“Musda ini merupakan momentum penguatan gerak jamiyyah pemuda persis agar dakwahnya berdampak untuk umat, khususnya di Subang,” ungkapnya

Selain itu Teguh menyampaikan bahwa program pemuda persis Subang kedepan tidak hanya fokus pada ritualitas Jam’iyyah saja melainkan berbagai aspek penunjang peningkatan kapasitas kader pemuda.

“Insya Allah kedepan, kami rumuskan berbagai program melalui musyawarah kerja daerah dari isu lingkungan hingga penguatan aspek dakwah digit di Subang,” pungkas Teguh yang juga penulis buku.

Sosialisasi Tiga Dosa Besar Pendidikan Digelar Pertama Kali Disdik Ciamis

IMG-20221208-WA0025.jpg

harapanrakyat.com,- Sosialisasi Tiga Dosa Besar Pendidikan digelar untuk pertama kalinya oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti guru PAUD Formal dan PAUD Non Formal (PNF).

Kadisdik Kabupaten Ciamis, Asep Saeful menyebut bahwa tindakan perundungan, pelecehan yang mengarah ke hubungan badan, dan intoleransi merupakan bagian kelam dari dunia pendidikan.

“Hal tersebut adalah tiga dosa besar pendidikan yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan,” kata Asep Saeful, dalam sambutannya pada kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Wisma PGRI Ciamis, Kamis (08/12/2022).

Menurutnya, permasalahan mengenai tiga dosa besar itu kerap terjadi dalam lingkungan masyarakat maupun lingkungan pendidikan.

“Anak-anak kita yang harusnya dapat bimbingan, arahan dan juga kasih sayang dalam mengembangkan bakat dan potensinya. Tapi karena mendapat perundungan (bullying) dari rekannya atau lingkungannya, sehingga mengalami fase drop dan sakit secara mental,” tuturnya.

Baca Juga: Bupati Herdiat Akan Perhatikan Pendidikan PAUD di Ciamis

Menurut Asep, hal tersebut menjadi khawatiran bersama. Karena secara psikologis akan mengganggu tumbuh kembang anak. Apalagi terjadi pada periode emas saat ini.

“Akhir-akhir ini kita sering mendengar kasus tersebut terjadi. Khususnya dalam lingkungan sekolah. Maka dari itu, ini menjadi perhatian kita bersama. Jangan sampai prilaku tidak baik ini merusak marwah dunia pendidikan,” tegasnya.

Sementara untuk toleransi sendiri, lanjut Asep, pendidik atau guru mempunyai kewajiban untuk menanamkan toleransi secara dini kepada anak. Sehingga anak nantinya tidak alergi dengan perbedaan, dan mereka jadi terbiasa dengan keberagaman.

“Tiga dosa besar ini harus menjadi perhatian kita semua. Menjadi kewajiban kita pula untuk secara dini memberikan pemahaman kepada peserta didik, tentang bagaimana bersikap dan berperilaku saling menghormati,” tandas Asep Saeful.

Sementara itu, Kasi PTK PAUD dan PNF Disdik Ciamis, Tata Hidayat menambahkan, pihaknya baru pertama kali menggelar kegiatan sosialisasi ini.

“Tujuan sosialisasi ini tiada lain untuk memberikan pemahaman kepada para guru supaya tiga dosa besar pendidikan ini tidak terjadi lagi kedepannya,” singkat Tata. (Feri/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Nama Desa Maroko Trending Usai Maroko Libas Spanyol 3-0, Bupati Garut Bangga

Bupati-Garut.jpg

harapanrakyat.com,- Nama Desa Maroko di Kabupaten Garut, Jawa Barat akhir-akhir ini menjadi trending, usai Timnas Maroko bantai Spanyol 3-0, dan berhasil maju ke babak 8 besar Piala Dunia Qatar 2022.

Desa Maroko yang berada di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut pun ikut viral. Bahkan, Bupati Garut, Rudy Gunawan mengaku bangga karena desa yang ada di wilayah pemerintahannya ikut terkenal.

“Masyarakat Garut ini pecinta sepak bola. Di Maroko (di desanya-red) itu ada gegap gempita. Apa lagi sudah viral di medsos. Bergembira Desa Maroko, karena Negara Maroko menggilas juara dunia Spanyol,” kata Rudy Gunawan, saat ditemui harapanrakyat.com, Jumat (09/12/2022).

Baca Juga: Kampung Amsterdam Garut, Lokasi Wisata yang Cocok untuk Berlibur

Memang bukan secara kebetulan. Nama Desa Maroko sudah ada sebelum tahun 1963. Hal itu sebagaimana yang tercatat dalam data pertanahan letter C, bahwa Desa Maroko sudah berdiri sejak tahun sebelum itu.

Letak Desa Maroko berada jauh dari pusat Pemerintahan Daerah Garut. Desa Maroko berada antara perbatasan Kecamatan Singajaya dan Peundeuy. Serta sebagian lagi berbatasan dengan wilayah Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. (Pikpik/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Hari Antikorupsi Sedunia, Aktivis Pertanyakan Kasus Mandek di Kejaksaan Garut

Hari-Antikorupsi-Sedunia-Aktivis-Pertanyakan-Kasus-Mandek-di-Kejaksaan-Garut.jpg

harapanrakyat.com,- Aktivis antikorupsi Laskar Indonesia Garut, pertanyakan mandeknya penanganan sejumlah kasus dugaan korupsi besar oleh Kejaksaan Negeri Garut, Jawa Barat. Hal itu bertepatan pada hari antikorupsi sedunia, yang jatuh setiap tanggal 9 Desember.

Salah satu yang mereka soroti adalah soal kasus dugaan korupsi Biaya Operasional Pimpinan (BOP) di lingkungan DPRD Garut.

Ketua Laskar Indonesia, Dudi Supriadi menganggap, bahwa kasus BOP DPRD Garut senilai Rp 1,4 miliar tersebut molor bertahun-tahun.

“Yang mandek ya Kejaksaan Negeri Garut. Jadi harus transparan dan terang benderang. BOP, reses pokoknya semua kasus harus terbuka,” tegasnya saat ditemui harapanrakyat.com di Sekretariat Pemda Garut, Jumat (9/12/2022).

Menurutnya, kasus BOP tersebut belum juga beres, padahal sudah empat kali pergantian kepala kejaksaan.

Baca Juga: Diduga Korupsi DD, Mantan Kades dan Sekdes di Ciamis Dibekuk Polisi

Tentunya, ia sangat menyayangkan dengan molornya kasus tersebut. Terlebih saat ini bertepatan dengan Hari Antikorupsi sedunia.

“Untuk yang dugaan kasus korupsi BOP kan sudah diumumkan oleh yang bersangkutan. Bahwa kerugian negaranya Rp 1,4 miliar. Sudah ada penggeledahan juga. Jadi harus ada kejelasan kasusnya,” ucap Dudi.

Ia pun meminta kepada Kejaksaan Negeri Garut untuk lebih profesional dan jangan takut. “Karena rakyat bersama-sama mendukung dalam memberantas korupsi,” katanya.

Baca Juga: Kejari Tasikmalaya Jemput Bola Periksa Saksi Kasus Dugaan Korupsi PIP

Sementara itu, bertepatan dengan Hari Antikorupsi Sedunia ini, pergerakan yang mengatasnamakan Garda Patriot, juga menyoroti kinerja dari Kejaksaan Negeri Garut.

Ketua Garda Patriot, Mamat Rahmat, meminta kepada kejaksaan untuk menuntaskan seluruh perkara kasus korupsi.

“Jangan sampai kasus seperti BOP ini berlarut-larut. Kan janji kejaksaan akan menuntaskan kasus ini. Intinya kita dukung penuntasan kasus korupsi,” singkatnya.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Garut saat dihubungi harapanrakyat.com, mengaku sedang dinas luar.

“Waduh bro, lagi dinas luar,” singkat Yosef, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Garut. (Pikpik/R5/HR-Online/Editor-Adi)

Ribuan Botol Miras Hasil Razia di Kota Tasikmalaya Dimusnahkan

Ribuan-Botol-Miras-Hasil-Razia-di-Kota-Tasikmalaya-Dimusnahkan.jpg

harapanrakyat.com,- Pemerintah Kota Tasikmalaya musnahkan ribuan botol miras hasil razia dengan menggunakan alat berat, di halaman Kantor Balai Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (9/12/2022).

Miras tersebut adalah hasil razia yang petugas gabungan lakukan selama 3 hari di beberapa tempat di wilayah Kota Tasikmalaya.

Pj Wali Kota Tasikmalaya, Cheka Virgowansyah mengatakan, pemusnahan ribuan botol miras tersebut sebagai bentuk pengawasan pemerintah bersama dengan TNI, Polri dan Satpol PP. Tujuannya agar Kota Tasikmalaya tertib aman dan nyaman.

Baca Juga: Pemkot Tasikmalaya Berantas Peredaran Miras, 2.317 Botol Dimusnahkan

Lanjutnya mengatakan, botol miras tersebut adalah hasil razia dari beberapa tempat di wilayah Kota Tasikmalaya. Salah satunya di Indihiang.

“Di Kota Tasik ada Perda Nominol. Jadi kedepan kita akan terus tingkatkan pengawasan terkait peredaran miras di wilayah Kota Tasikmalaya,” katanya usai pemusnahan ribuan botol miras, Jumat (9/12/2022).

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Tasikmalaya, Iwan Kurniawan menambahkan, jumlah miras yang dimusnahkan tersebut sekitar 2.500 botol.

“Terima kasih kepada seluruh jajaran Polri, TNI yang telah bersama-sama menegakan peraturan daerah terkait dengan minuman beralkohol ini,” ucapnya.

Baca Juga: Diduga Jadi Lokasi Pesta Miras, Cafe di Tasikmalaya Diontrog Petugas

Lanjutnya mengatakan, bahwa untuk mengantisipasi terkait peredaran miras, pihaknya membuka pengaduan masyarakat.

Sebab menurut Iwan, rata-rata para penjual menyimpan mirasnya di kosan, ruko dan tukang jamu di pinggir jalan.

“Jadi peran masyarakat dari mulai RT dan RW harus lebih ditingkatkan untuk mengawasi lingkungannya. Karena takutnya, ada penyimpangan untuk penyimpanan miras,” ujarnya.

Iwan menjelaskan, sesuai Perda Miras, bahwa penjual minuman beralkohol ini didenda maksimal 50 juta, pidana kurungan maksimal 6 bulan.

Namun sayangnya, selama ini belum pernah ada satupun penjual miras yang dihukum. Karena sejauh ini, pihaknya hanya melakukan pembinaan kepada para penjual.

“Kita juga sita botol miras hasil razia tersebut sebagai barang bukti. Selain itu, tindakan penyegelan lokasi yang disinyalir untuk menyimpan atau memperjual belikan miras,” jelasnya. (Apip/R5/HR-Online/Editor-Adi)

Seminggu Menghilang dari Rumah, Warga Ciamis Ini Belum Diketahui Jejaknya

Seminggu-Menghilang-dari-Rumah-Nek-Emah-Warga-Ciamis-Belum-Diketahui-Jejaknya.jpg

harapanrakyat.com,- Relawan Ciamis Selatan masih lakukan pencarian Emah (78), yang sudah seminggu menghilang dari rumah.

Seperti diberitakan HR Online, Nek Emah yang merupakan warga Dusun Sukahurip, RT 007/002, Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, dikabarkan hilang sejak Sabtu (3/12/2022).

Pantauan HR Online di lapangan, sejumlah relawan gabungan Ciamis selatan tersebar untuk melakukan pencarian ke beberapa titik lokasi yang dicurigai.

Seperti halnya saluran irigasi sawah serta jalur-jalur yang sering Nek Emah lalui. Terbaru, tim relawan Ciamis Selatan ini akan melakukan pencarian ke bendungan sungai Ciputrahaji.

Anggota FK Tagana Kabupaten Ciamis, Baehaki Efendi mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan pencarian hari ketiga. Pencarian tersebut pasca laporan Nek Emah yang seminggu menghilang dari rumah.

Dua hari sebelumnya, pihaknya sudah melakukan asesmen serta menggali data dari pihak keluarga.

”Setelah keluarga melaporkan kejadian ke pihak kepolisian, kami langsung bergerak melakukan pencarian ke beberapa titik lokasi,” katanya, Jumat (9/12/2022).

Ia menjelaskan, bahwa yang menjadi kesulitan melakukan pencarian adalah tidak adanya saksi mata yang melihat Nek Emah terjatuh atau terpeleset ke sungai.

Baca Juga: Hilang 5 Hari, Seorang Nenek di Banjarsari Ciamis Dicari Keluarga

Sedangkan hasil dari klarifikasi Tagana Ciamis, ada warga yang melihat Nek Emah pada Sabtu pagi mengaku hendak ke anaknya.

Sementara untuk menuju ke anaknya itu, Nek Emah harus melewati sungai Ciputrahaji.

“Sehingga, ada kecurigaan kami jika ia terpeleset ke sungai Ciputrahaji. Makanya kami saat ini lebih intens melakukan pencarian ke sungai dulu,” pungkasnya. (Suherman/R5/HR-Online/Editor-Adi)

Takara Kitchen Tasikmalaya, Restoran Jepang dan Korea

Takara-Kitchen-Tasikmalaya.jpg

Takara Kitchen Tasikmalaya adalah restoran yang menyajikan masakan Jepang dan Korea. Di tempat ini, pengunjung bisa mencoba aneka ramen dengan bumbu rempah yang khas. Selain itu, ada banyak pilihan teh, mojito, dan dessert sebagai makanan penutup.

Restoran berlokasi di Jalan Paseh nomor 8 samping Rumah Sakit Bersalin, Nagarawangi, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.  Area parkir hanya cukup untuk motor, namun restoran ini selalu ramai pengunjung karena citarasa masakannya yang cocok di lidah.

Baca Juga: Asep Stroberi Tasikmalaya, Masakan Sunda dengan Jus Buah

Meski mengedepankan masakan Jepang dan Korea, namun Takara Kitchen Tasikmalaya mampu memberikan apa yang disukai warga setempat. Khususnya untuk masakan gurih dan pedas, ramen di resto ini memiliki rasa yang sebanding dengan harganya.

Kenapa Harus ke Takara Kitchen Tasikmalaya?

Untuk kamu yang hobi mencoba masakan Jepang dan Korea, berikut ada beberapa pertimbangan mengapa resto ini wajib dikunjungi.

Makan Ramen di Kedai Jepang

Dari tampilan luar, Takara Kitchen Tasikmalaya sudah seperti kedai Jepang yang sering kita temukan di anime atau manga.

Spanduk merah terang dengan karakter ikonik mereka membuat resto ini cukup menarik perhatian. Interior resto penuh dengan dekorasi lucu dengan bahasa Jepang, membuat suasana terasa seperti di negara bambu.

Baca Juga: Pempek Mikha Tasikmalaya, Dibuat dengan Ikan Tenggiri Asli

Tempat duduk tamu dan dapur berdampingan sesuai namanya, proses penyajian makanan terbilang cepat sehingga cocok untuk yang sudah lapar dan ingin buru-buru.

Meski area tidak terlalu luas, namun kondisi ruangannya sangat terawat. Selain itu, tersedia kursi untuk balita dan tinggal minta saja kepada pelayan.

Ada Ramen, Katsu, dan Dessert

Menu andalan Takara Kitchen Tasikmalaya memenuhi selera orang Sunda yang suka makan mie pedas  dengan kuah panas.

Pengunjung bisa memesan Takara Ramen sebagai menu signature mereka, selain itu juga ada Ramdoel Ramen yang memadukan rasa manis, pedas, dan gurih.

Apabila ingin makan katsu, pengunjung bisa memilih disajikan dengan nasi atau kentang goreng. Sama halnya dengan ramen, katsu di resto ini cukup enak karena renyah di bagian luar dan gurih bagian dalamnya.

Untuk makanan penutup, resto ini menghadirkan dessert unik yaitu Ice Cool Ramen. Dessert ini merupakan gabungan serutan jelly, aneka buah, dan es krim yang platting-nya mirip ramen. Kemudian ada juga Taiyaki Boba, dessert khusus untuk penggemar boba yang manis dan kenyal. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Jelang Tahun Politik, ASN di Pemkab Garut Diminta Jaga Netralitas

Jelang-Tahun-Politik-ASN-di-Pemerintah-Daerah-Garut-Diminta-Netral.jpg

harapanrakyat.com,- Jelang masuk tahun politik, Pemerintah Daerah Garut, Jawa Barat, meminta jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjaga netralitas.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, melalui siaran pers Diskominfo Garut, yang diterima harapanrakyat.com, Jumat (9/12/2022).

Diketahui, tahun politik di Garut yang berlangsung 2023 yang tinggal menghitung hari. Garut akan menyiapkan Pilkada, karena masa jabatan Bupati Rudy Gunawan dan Wakil Bupati Helmi Budiman, diujung masa bakti periode keduanya.

Usai menerima kunjungan tim Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Nurdin Yana meminta seluruh ASN menjaga netralitas dalam tahun politik di Pemilu 2024.

Nurdin mengatakan, bahwa itu semua sebagai persiapan menjelang dan menghadapi tahun politik 2024, yaitu pemilihan dan Pemilu.

“Sehingga nantinya ASN bersikap netral. Seperti apa yang harus ASN hindari dan lakukan,” ucapnya.

Baca Juga: ASN Kabupaten Tasikmalaya Bantah Tuduhan Selingkuh dan Palsukan Identitas

Selain itu, Nurdin Yana juga menyampaikan statistik pelaporan pengaduan masyarakat yang berkaitan dengan netralitas ASN di tahun 2020 sampai 2021.

“Kami tadi juga sampaikan beberapa poin apa yang perlu instansi pemerintah tindak lanjuti, untuk melaksanakan keputusan bersama,” ungkapnya.

Nurdin berharap, jelang tahun politik, para ASN di lingkungan Pemkab Garut bisa melaksanakan netralitas yang ada tertuang dalam Keputusan Bersama.

Oleh karena itu, pihaknya berharap ada koordinasi terus dalam menjaga ASN agar terhindar dari kemungkinan pelanggaran netralitas.

“Jadi kita berharap kedepannya terus terjalin kerja sama. Agar semua ASN tidak ada lagi yang melanggar netralitas,” harapnya.

Selain itu, ia juga berharap jelang tahun politik ini, para ASN di Kabupaten Garut memiliki pemikiran ataupun mindset sesuai dengan regulasi yang ada. Sehingga tetap dapat menjaga netralitas saat pemilu berlangsung.

“Jadi nantinya para ASN perilakunya tetap netral, seperti yang kami dan KASN minta,” pungkasnya. (Pikpik/R5/HR-Online/Editor-Adi)

Recent Posts