Beranda blog Halaman 1239

Pakai Mesin Mirip Nmax, Yamaha Augur 155 Jauh Lebih Modern

rockomotif-yamaha-augur-155.jpg

ROCKOMOTIF, Jakarta – Yamaha Augur 155 resmi dirilis di Taiwan dengan pembaruan teknologi keren untuk bikers.

Tidak hanya menjual tampang yang keren, namun dukungan teknologi serta fitur keren telah disematkan oleh pabrikan dengan logi garputala tersebut.

Dilansir dari Greatbiker, Yamaha Augur 155 sudah mendapat asupan teknologi YLLA atau Yamaha Lean Light Assist di mana fitur ini menyerupai fitur modern pada mobil-mobil premium.

Pada dasarnya, YLLA tersebut mirip dengan cornering light di mana lampu utama akan memberikan tambahan pencahayaan kepada pengemudi ketika berbelok. Lewat dukungan tersebut, maka sisi gelap jalanan akan menjadi lebih terang berkat sensor yang dibenamkan.

Yamaha Augur 155 juga dibekali dengan desain yang modern, mulai dari tampilan depannya yang menyerupai anak panah lantaran memiliki bentuk yang lancip, serta bagian belakang yang sporty.

Demi menunjang performa serta handling yang mumpuni, pada model ini pabrikan juga menyematkan double shockbreaker di bagian belakang, di mana hal ini akan memberikan kenyamanan dalam berkendara dan lebih stabil.

Mengenai mesinnya sendiri, Yamaha Augur 155 kabarnya dipersenjatai dengan mesin silinder tunggal berkubikasi 155cc. Mesin ini mirip dengan yang digunakan pada model Nmax, Aerox atau Tricity.

Meski secara gamblang pabrikan tidak menyebutkan terkait spesifikasi lengkapnya, namun beberapa orang berpendapat jantung pacu tersebut tidak berbeda jauh dengan model yang telah disebutkan di atas.

Model terbaru dari pabrikan Jepang ini juga telah dibekali dengan fitur Tire Pressure Monitoring System (TPMS). Teknologi ini juga biasanya dapat ditemui pada mobil-mobil modern, yang memudahkan pemiliknya untuk memantau berapa tekanan angin pada masing-masing ban.

Alhasil, dengan YLLA serta TPMS yang disematkan tadi, menjadikan model ini menjadi skutik pertama yang didukung dengan fitur modern tersebut. Mengenai berapa kisaran harganya, belum ada informasi resmi terkait model tersebut.

Soal Tanah di Tanjung Cemara Pangandaran, Investor : Saya Dapat Secara Legal

Sengketa-Tanah-di-Tanjung-Cemara-Pangandaran-Investor-Saya-Dapat-Secara-Legal.jpg

Harapanrakyat.com,- Soal tanah di Tanjung Cemara Karangtirta, Dusun Cipari, Blok Poncowaru, Rt 01 Rw 06, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, belum mendapat titik temu.

Saat ini, seorang investor mengklaim memiliki beberapa bidang tanah di area Tanjung Cemara, pihaknya pun memiliki bukti atas klaimnya itu.

Cahya, selaku Investor mengklaim, Ia mendapat tanah tersebut dengan cara membelinya sesuai prosedur dan aturan yang ada.

“Saya mendapatkan tanah tersebut legal dengan cara membeli,” katanya kepada HR Online usai pertemuan dengan Bupati Pangandaran dan Kepala Kantor Pertanahan, Senin (12/12/2022).

Baca Juga : Tanah di Tanjung Cemara Karangtirta Pangandaran, Milik Siapa?

Hal itu Ia buktikan dengan adanya penerbitan sertifikat tanah oleh Kantor Pertanahan (BPN) dan setiap tahun melakukan pembayaran pajak SPPT.

“BPN juga sudah menerbitkan sertifikat tanah resmi, pajaknya tiap tahun saya bayar,” pungkas Cahya singkat.

Soal Tanah di Tanjung Cemara untuk Pemberdayaan

Terpisah, Kepala Desa Sukaresik, Mumu Akhdi Mulyana mengatakan, area tersebut bukan merupakan tanah negara bebas melainkan tanah pangangonan.

Karena berupa tanah pangangonan, maka tanah tersebut menjadi tanah kas desa sesuai Keputusan Gubernur No.39 tahun 1990.

Sehingga, Mumu berharap, tanah tersebut tetap menjadi milik desa, sebab pihaknya sedang melakukan akselerasi PADes yang sebelumnya nol persen.

“Sekarang juga kelompok masyarakat peduli lingkungan mengelolanya dengan menanam pohon cemara laut dan pembinanya langsung oleh Perhutani Provinsi Jawa Barat,” ungkapnya saat dikonfirmasi HR Online, Jum’at (16/12/2022).

Baca Juga : Tanjung Cemara Pangandaran, Tempat Wisata Baru Cocok untuk Healing

Selain itu, pihaknya berencana mengembangkan tanah tersebut dengan cara bekerjasama dengan investor namun tidak merubah status tanah.

Hal itu sesuai Pergub no 51 tahun 2019, boleh disewakan tetapi tidak merubah status dan tidak diperjual belikan karena ada larangan pelepasan hak.

“Jadi silahkan investor datang menyewa tanah tersebut menjadi wisata dan sebagainya kemudian ada sharing bagi hasil dengan Desa,” katanya. 

Lebih lanjut, Mumu mengatakan, Bupati Pangandaran menugaskan Kepala Kantor Pertanahan (BPN) untuk melakukan penelitian dan penyelesaian dalam waktu 1 bulan.

Permasalahan Lama, Perlu Solusi dengan Kepala Dingin

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pangandaran, Abdillah Husain mengatakan, persoalan tersebut merupakan permasalahan yang sudah lama.

Namun, pihaknya tidak bisa memutuskan secara langsung, sebab harus melalui penelitian terlebih dahulu.

“Kita tidak bisa langsung menentukan, lokasi ini, lokasi itu. Kita teliti terlebih dulu dengan cermat agar tidak ada yang dirugikan,” katanya.

Menurutnya, baik investasi maupun pemberdayaan masyarakat merupakan hal penting dan keduanya harus berjalan.

“Setuju dengan harapan pak Bupati, penyelesaiannya secara win win solusi, jangan berbicara di pengadilan. Langkah hukum itu terakhir,” ujarnya.

Kemudian, Abdillah mengungkapkan, untuk proses penyelesaian soal tanah di Tanjung Cemara Karangtirta cukup mudah, karena sekarang batas-batasnya sudah tidak terlihat.

Sehingga, sebaiknya pihak desa dan investor duduk bersama dengan kepala dingin untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Kuncinya saya lihat data di BPN posisi tanah tersebut belum jelas, karena menurut ceritanya posisi muara sering bergeser, patok pembatas sudah tidak kelihatan,” ungkapnya.

“Kami melihat batas-batasnya ke mana, sementara kewajiban merawat batas tersebut ya pemiliknya,” lanjutnya.

Abdillah berharap, kalau bisa masyarakat dalam hal ini pihak Desa Sukaresik dan investor bisa sinkron.

Sebab, soal tanah di Tanjung Cemara ini kedua belah pihak memiliki tujuan yang sama yaitu untuk kemajuan daerah.”Pangandaran maju masyarakatnya pun pasti ikut maju.” Pungkasnya. (Madlani/R12/HR-Online/Editor-Rizki)

Sengketa Tanah di Tanjung Cemara Pangandaran, Investor : Saya Dapat Secara Legal

Sengketa-Tanah-di-Tanjung-Cemara-Pangandaran-Investor-Saya-Dapat-Secara-Legal.jpg

Harapanrakyat.com,- Sengketa tanah di Tanjung Cemara Karangtirta, Dusun Cipari, Blok Poncowaru, Rt 01 Rw 06, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, belum mendapat titik temu.

Saat ini, seorang investor mengklaim tanah seluas 20 hektar tersebut, pihaknya pun memiliki bukti atas klaimnya itu.

Cahya, selaku Investor mengklaim, Ia mendapat tanah tersebut dengan cara membelinya sesuai prosedur dan aturan yang ada.

“Saya mendapatkan tanah tersebut legal dengan cara membeli,” katanya kepada HR Online usai pertemuan dengan Bupati Pangandaran dan Kepala Kantor Pertanahan, Minggu (18/12/2022).

Baca Juga : Tanah di Tanjung Cemara Karangtirta Pangandaran, Milik Siapa?

Hal itu Ia buktikan dengan adanya penerbitan sertifikat tanah oleh Kantor Pertanahan (BPN) dan setiap tahun melakukan pembayaran pajak SPPT.

“BPN juga sudah menerbitkan sertifikat tanah resmi, pajaknya tiap tahun saya bayar,” pungkas Cahya singkat.

Sengketa, Tanah di Tanjung Cemara untuk Pemberdayaan

Sementara, Kepala Desa Sukaresik, Mumu Akhdi Mulyana mengatakan, area tersebut bukan merupakan tanah negara bebas melainkan tanah pangangonan.

Karena berupa tanah pangangonan, maka tanah tersebut menjadi tanah kas desa sesuai Keputusan Gubernur No.39 tahun 1990.

Sehingga, Mumu berharap, tanah tersebut tetap menjadi milik desa, sebab pihaknya sedang melakukan akselerasi PADes yang sebelumnya nol persen.

“Sekarang juga kelompok masyarakat peduli lingkungan mengelolanya dengan menanam pohon cemara laut dan pembinanya langsung oleh Perhutani Provinsi Jawa Barat,” ungkapnya.

Baca Juga : Tanjung Cemara Pangandaran, Tempat Wisata Baru Cocok untuk Healing

Selain itu, pihaknya berencana mengembangkan tanah tersebut dengan cara bekerjasama dengan investor namun tidak merubah status tanah.

Hal itu sesuai Pergub no 51 tahun 2019, boleh disewakan tetapi tidak merubah status dan tidak diperjual belikan karena ada larangan pelepasan hak.

“Jadi silahkan investor datang menyewa tanah tersebut menjadi wisata dan sebagainya kemudian ada sharing bagi hasil dengan Desa,” katanya. 

Lebih lanjut, Mumu mengatakan, Bupati Pangandaran menugaskan Kepala Kantor Pertanahan (BPN) untuk melakukan penelitian dan penyelesaian dalam waktu 1 bulan.

Permasalahan Lama, Perlu Solusi dengan Kepala Dingin

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pangandaran, Abdillah Husain mengatakan, sengketa tersebut merupakan permasalahan yang sudah lama.

Namun, pihaknya tidak bisa memutuskan secara langsung, sebab harus melalui penelitian terlebih dahulu.

“Kita tidak bisa langsung menentukan, lokasi ini, lokasi itu. Kita teliti terlebih dulu dengan cermat agar tidak ada yang dirugikan,” katanya.

Menurutnya, baik investasi maupun pemberdayaan masyarakat merupakan hal penting dan keduanya harus berjalan.

“Setuju dengan harapan pak Bupati, penyelesaiannya secara win win solusi, jangan berbicara di pengadilan. Langkah hukum itu terakhir,” ujarnya.

Kemudian, Abdillah mengungkapkan, untuk proses penyelesaian sengketa tanah di Tanjung Cemara Karangtirta cukup mudah, karena sekarang batas-batasnya sudah tidak terlihat.

Sehingga, sebaiknya pihak desa dan investor duduk bersama dengan kepala dingin untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Kuncinya saya lihat data di BPN posisi tanah tersebut belum jelas, karena menurut ceritanya posisi muara sering bergeser, patok pembatas sudah tidak kelihatan,” ungkapnya.

“Kami melihat batas-batasnya ke mana, sementara kewajiban merawat batas tersebut ya pemiliknya,” lanjutnya.

Abdillah berharap, kalau bisa masyarakat dalam hal ini pihak Desa Sukaresik dan investor bisa sinkron.

Sebab meski sengketa, dalam persoalan tanah di Tanjung Cemara ini kedua belah pihak memiliki tujuan yang sama yaitu untuk kemajuan daerah.”Pangandaran maju masyarakatnya pun pasti ikut maju.” Pungkasnya. (Madlani/R12/HR-Online/Editor-Rizki)

Tanah di Tanjung Cemara Karangtirta Pangandaran, Milik Siapa?

Tanah-di-Tanjung-Cemara-Karangtirta-Pangandaran.png

Harapanrakyat.com,- Pemerintah Kabupaten Pangandaran mulai membahas keabsahan tanah di Tanjung Cemara Karangtirta, Dusun Cipari, Blok Poncowaru, Rt 01 Rw 06, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat pada Minggu (17/12/2022).

Posisi tanah seluas 20 hektar tersebut sebagian masuk sungai dan sebagian lagi berupa pantai.

Kepala Desa Sukaresik, Mumu Akhdi Mulyana mengatakan, berdasarkan data yang ada, tanah tersebut bukan tanah negara bebas melainkan tanah pangangonan.

Baca Berita : Rumah Warga Cikalong Pangandaran Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Hal itu sesuai dengan Keputusan Gubernur No.39 tahun 1990 yang menyatakan bahwa tanah pangangonan dan menjadi tanah kas desa.

Karena tanah di Tanjung Cemara menjadi kas desa, maka penguasaan, pengelolaan dan pemanfaatannya sepenuhnya berada di desa.

“Juga berdasarkan peta buatan Belanda tahun 1934 dengan penetapan rest beslt 25 Oktober 1925 No.600 tahun 1920 registrasi No 143, sehingga tanah tersebut belum ada pemiliknya,” kata Mumu. 

Klaim Tanah Tanjung Cemara Karangtirta Sudah Bertuan

Namun, Mumu melanjutkan, saat ini terdapat seseorang yang mengklaim bahwa tanah tersebut sudah ada pemiliknya. Hanya saja, orang tersebut belum mengetahui kepemilikannya atas nama siapa.

“Maka dari itu saya berkeyakinan, perlu ada penelitian terhadap sertifikat itu, karena ada peristiwa-peristiwa sebelumnya,” ungkap Mumu.

Di samping itu, tidak boleh ada pengalihan hak atas tanah di Tanjung Cemara tersebut, baik pelepasan hak maupun tukar guling.

Terkecuali penggunaannya untuk kepentingan umum atau pemerintah, itu pun harus atas izin Gubernur.

“Kami difasilitasi untuk mediasi pak Bupati dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pangandaran tidak memiliki data yang ada di desa, makanya saya sedang menyiapkan berkas dan data-datanya,” kata Mumu.

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata mengatakan, pihaknya hanya memfasilitasi untuk memediasi antara pihak investor dan Pemerintah Desa Sukaresik.

“Kita hanya memediasi antara investor dan masyarakat, dalam hal ini Kepala Desa Sukaresik, juga supaya tahu seperti apa teknis yang sebenarnya,” katanya.

Dalam mediasi sengketa tanah di Tanjung Cemara Karangtirta tersebut pihaknya menugaskan langsung Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pangandaran.

“Intinya kita beri waktu mereka untuk mencari titik solusinya.” Pungkas Jeje. (Madlani/R12/HR-Online/Editor-Rizki)

Pabrik Pengeringan Kopra di Kota Banjar Ludes Dilalap Si Jago Merah

Pabrik-pengeringan-kopra-di-Kota-Banjar-terbakar.jpg

harapanrakyat.com,- Bangunan pabrik pengeringan kelapa atau kopra yang berada di lingkungan Banjarkolot, RT 5 RW 14, Kelurahan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, milik Iin Nurlela (35) kebakaran, Minggu (18/12/2022) sekitar pukul 19.50 WIB.

Bangunan semi permanen berukuran 2×5 meter tempat pengeringan kelapa milik Iin tersebut ludes tak tersisa akibat dilalap si jago merah.

Kepala Badan Pembangunan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, Kusnadi, melalui Kepala UPT Damkar, Aam Amijaya, mengatakan, kebakaran terjadi saat proses pengeringan kelapa tengah berlangsung.

Baca Juga: Pasar Tradisional Ciawi Tasikmalaya Kebakaran

Saat itu, pemilik tempat pengeringan kelapa tengah pergi untuk suatu keperluan. Namun, tak berselang lama, tiba-tiba api muncul dan keluar asap dari bagian atap.

“Kronologis sedang proses penggarangan koprah lalu ditinggal oleh pemilik. Api diketahui oleh warga sudah merembet ke atap,” kata Aam.

Lanjutnya mengatakan, untuk memadamkan api Damkar Kota Banjar menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran. Akhirnya, setelah sekitar 30 menit api berhasil dipadamkan oleh warga dibantu oleh petugas BPBD melakukan pendinginan.

Pihaknya menduga titik api kebakaran berasal dari proses pembakaran dalam pengeringan koprah. Selanjutnya diduga api merembet ke bagian atap dan membakar semua bangunan tempat pengeringan.

Beruntung, kata Aam, saat kejadian pemilik sedang berada di luar ruang kerja sehingga tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Hanya saja bangunan tempat pengeringan kelapa semuanya hangus terbakar 

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Tetapi, bangunan pabrik pengeringan kopra dan kelapa yang tengah dikeringkan hangus terbakar. Taksiran kerugian sekitar Rp 5 jutaan,” kata Aam. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

The Gade Coffee and Gold Tasikmalaya, Kedai Kopi Pegadaian

The-Gade-Coffee-and-Gold-Tasikmalaya.jpeg

The Gade Coffee and Gold Tasikmalaya adalah kedai kopi milik PT Pegadaian yang sudah beroperasi di beberapa kota. Lokasi kafe ini biasanya bersebelahan dengan gedung Pegadaian, letaknya juga berada di jantung kota sehingga mudah diakses darimana pun.

Kafe beralamat di Jalan Otto Iskandar nomor 8, Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Untuk penggemar kopi dan non kopi yang sedang mencari tempat nongkrong yang tidak jauh dari Alun-Alun Kota Tasikmalaya, maka kafe ini bisa jadi pertimbangan.

Baca Juga: Karena Coffee Tasikmalaya, Ngopi Cantik dengan Sunset View

Berikut ini ada beberapa poin yang perlu diperhatikan jika ingin berkunjung mulai dari rute menuju kafe, suasana tempat, hingga rentang harga pada menu.

Ulasan The Gade Coffee and Gold Tasikmalaya

Untuk menemukan kafe ini cukup mudah, karena berada tepat di seberang RSB Budi Kartini. Mengingat jam operasional kafe sudah mulai dari jam 7 pagi, orang-orang bisa membeli kopi dan menu sarapan sebelum memulai aktivitas. Tak heran kafe ini selalu ramai oleh karyawan yang melewati Jalan Otto Iskandar.

Interior yang Mewah dan Eksklusif

Konsep kafe menggunakan warna hitam dan emas yang membuat interior serta furnitur tampak mewah, berkelas, dan eksklusif.

The Gade Coffee and Gold Tasikmalaya cocok untuk menjadi meeting point bagi kalangan enterpreneur dan profesional karena lebih mengutamakan nuansa klasik daripada kekinian.

Di siang hari, sinar matahari bisa menerangi seisi ruangan namun tidak terlalu menyilaukan. Pencahayaan di dalam kafe sangat mendukung untuk membaca buku, apalagi ada alunan musik instrumental yang bikin rileks.

Untuk area meja bar, sudah tersedia colokan listrik sesuai jumlah kursi, sehingga bisa dipakai untuk mengerjakan tugas. Apalagi koneksi wifi lumayan kencang sehingga pengunjung bisa mengakses internet tanpa gangguan.

Aneka Minuman dan Makanan

Sebagai kedai kopi,  The Gade Coffee and Gold Tasikmalaya menyedikan minuman berbasis espresso, manual brew, olahan susu, dan teh.

Rentang harga menu di kafe ini masih terbilang rasional, yaitu berkisar antara Rp25.000 hingga Rp35.000 per item.

Baca Juga: Kopi Naw Naw Tasikmalaya, Tempat Ngumpul Acara Komunitas

Melansir postingan akun Instagram thegade.coffeetasik, ada potongan harga untuk pengunjung yang membeli kopi pada pukul 7-10 pagi.

“Diskon 50% untuk yang semangat ngopi pagi,” bunyi pada caption gambar promosi pada  Kamis (8/12) lalu. Unggahan gambar promosi juga menyebutkan masa berlaku diskon hanya sampai 31 Desember 2022.

Selain minuman kopi dan non kopi, The Gade Coffee and Gold Tasikmalaya juga menyediakan makanan. Beberapa menu yang tersedia di antaranya kentang goreng, paket sarapan, dan nasi goreng.

Meski pilihan makanan belum terlalu banyak, namun cukup bisa menjawab kebutuhan pengunjung yang gemar ngopi sambil kulineran. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

HUT Bank Subang ke-16, Kang Jimat Apresiasi Program TJSL yang Disalurkan untuk Masyarakat

bank-subang.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Bupati Subang, H. Ruhimat S.Pd., M.Si., di dampingi wakil bupati Agus Masykur Rosyadi menghadiri acara HUT/Puncak Apresiasi & Pekan TJSL Bank Subang 2022 bertempat di ballroom sawala ageung fave hotel subang, minggu 18 Desember 2022

Puncak Apresiasi dan Pekan TJSL Bank Subang ini merupakan bagian dari rangkaian HUT Bank Subang dalam bentuk mensukseskan dan mengapresiasi sebuah program TJSL (tanggung jawab sosial dan lingkungan) dengan misi mengemban sosial dalam meningkatkan perekonomian masyarakat kabupaten Subang

Adapun tema yang di angkat pada acara HUT Bank Subang yang Ke-16 ini adalah “Kilas Balik Untuk Menjadi yang Terbaik, Berbagi Untuk Menjadi Lebih baik”.

Direktur utama Bank Subang Anton Abdul Rosyid mengucapkan terimakasih kepada bapak bupati dan bapak wakil bupati yang telah menyempatkan waktu untuk hadir memperingati HUT Bank Subang yang ke-16.

Dalam laporannya Anton menyampaikan bahwa Bank Subang didirikan pada tanggal 18 Desember 2006. Bank Subang memulai kiprahnya sebagai Bank perkreditan rakyat, Kini Bank Subang telah memiliki satu kantor pusat operasional, dengan 12 kantor cabang yang hampir berada di seluruh kecamatan yang berada di kabupaten Subang.

Anton menegaskan melalu tema tersebut bank Subang berharap menjadi yang terbaik dalam aspek pelayanan, Kinerja keuangan dan peran serta dalam tanggung jawab sosial dan lingkungan. Bank Subang sendiri telah menerima 4 kali berturut-turut Anugerah dan penghargaan sebagai plot BUMD dimana salah satu nominasinya adalah pengelola, pengawasan atau pembina BUMD, dan Bupati Subang menerima penghargaan 2 kali berturut-turut sebagai pembina terbaik.

Sementara itu, dalam sambutannya Kang Jimat menyampaikan bahwa Bank Subang sebagai badan usaha milik daerah yang merupakan milik pemerintah daerah kabupaten subang, dituntut untuk memberikan prestasi unggul untuk keuntungan perusahaan dan juga mengemban misi sosial dalam meningkatkan perekonomian masyarakat kabupaten subang.

Kang Jimat pun mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Bank Subang atas program TJSL atau CSR yang telah terealisasi di tahun 2022 sekitar 626 juta, yang di salurkan untuk sosial kemasyarakatan, sarana ibadah, sarana dan prasarana olahraga, dan sarana prasarana pendidikan.

” Momentum ini tolong jadikan sebagai sarana evaluasi dan motivasi untuk terus maju, berkembang lebih luas dan bermanfaat untuk menurunkan seluruh masyarakat khususnya kabupaten subang, jangan lelah berikan edukasi bagi masyarakat akan pentingnya perbank-an, agar warga masyarakat tahu dengan keberadaan bank subang sehingga masyarakat tidak akan lagi terlilit bang emok dan pinjol ilegal seperti yang kian merebak. Semoga bank subang semakin eksis dalam pelayanan dan bisa terus menggerakkan roda perekonomian di seluruh sendi kehidupan masyarakat kabupaten Subang” katanya.

Tak hanya itu Kang Jimat juga mengajak bank Subang untuk bisa mensukseskan program New Zero Stunting di Kabupaten Subang untuk menyongsong Indonesia emas 2045

Acara pun di lanjutkan dengan simbolis pemotongan tumpeng, penyerahan santunan oleh Bupati Subang; Wakil Bupati Subang; Dirut Bank Subang; ibu Nova anggota dewan fraksi partai nasdem; dan perwakilan direksi bank subang, kepada anak yatim dan pengelola masjid yg berada di kabupaten subang.

Refleksi 4 Tahun, Kang Jimat – Akur akan Beradu Peran dalam Longser Bersama SCH dan Subang Nyeni

4-TAHUN.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Ada yang berbeda pada puncak Refleksi 4 Tahun Kepemimpinan Jimat-Akur yang akan diselenggarakan pada Senin esok (19/12/2022) di Aula PT Dahana.

Bupati Subang, H. Ruhimat, didampingi Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi untuk pertama kalinya akan bermain longser. Selain Kang Jimat dan Kang Akur, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni S.Sos.,M.Si juga akan beradu peran dengan pemain longser yang tergabung dalam Subang Nyeni dan Subang Creative Hub.

Sabanda Sariksa Subang Jawara adalah tajuk dari Longser yang akan ditampilkan. Menceritakan tentang tata pemerintahan, keadaan sosial budaya Kabupaten Subang, dan cita-cita Subang Jawara dalam balutan bobodoran khas Longser.

 

Aquarium Indonesia Pangandaran Dibuka, Segini Harga Tiketnya

Aquarium-Indonesia-Pangandaran.jpg

harapanrakyat.com,– Lama dinanti, akhirnya Aquarium Indonesia (dulu: Piamari Aquarium) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dibuka, Sabtu (17/12/2022).

Doa bersama mewarnai acara soft opening Aquarium Pangandaran. Rencananya akan digelar Grand Launching pada Maret 2023 mendatang. 

“Grand launching nanti oleh pak Menteri KKP RI beserta Ibu Susi Pudjiastuti beserta pejabat terkait. Juga Muspida direncanakan bulan Maret atau awal April 2023,” kata Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan Perikanan Kementerian KKP RI I Nyoman Radiarta I Nyoman Radiarta, Sabtu (17/12/2022).

I Nyoman Radiarta menambahkan, aquarium tersebut akan menjadi aquarium terbesar di Indonesia.

“Aquarium ini menyajikan ikan-ikan tropis biodiversitas kekayaan laut yang ada di Indonesia. Selain Aquarium, terdapat juga Gedung Riset dan Aquarium Indonesia Hotel,” katanya.

Aquarium Indonesia Pangandaran Dulu Bernama Piamari

Sementara Ahmad Lubis selaku Humas dan Marketing Aquarium Indonesia mengatakan, dulu namanya Piamari (Pangandaran Integrated Aquarium and Marine Research Institute).

Belakangan nama Piamari diganti menjadi Aquarium Indonesia Pangandaran. Aquarium ini dibangun oleh kementerian Kelautan dan Perikanan di kawasan pelabuhan pendaratan ikan Cikidang Pangandaran.

“Terdapat tiga jenis aquarium raksasa di dalamnya. Memasuki gedung di lantai dasar, kita dapat melihat schooling aquarium berbentuk silinder dengan kedalaman 7 meter dan lebar 5 meter. Nantinya akan diisi oleh ikan-ikan air asin,” kata Ahmad Lubis.

Selanjutnya di lantai dua ada kolam sentuh atau touch pool. Menurut Ahmad Lubis, nantinya pengunjung bisa menyentuh ikan, batu karang atau bintang laut.

“Selain itu, di kolam sentuh ini juga ada lukisan tiga dimensi. Lalu ada museum biota laut, dan barang-barang hasil muatan kapal yang tenggelam dan keramik zaman dinasti abad ke-17. Ada juga aquarium terpanjang berbentuk tunnel diisi oleh jenis ikan air tawar dengan panjang 47 meter dan kedalaman 3 meter,” jelas Ahmad Lubis.

Ahmad Lubis menuturkan, di Aquarium Indonesia Pangandaran juga terdapat teater aquarium dengan panjang 30 meter dan lebar 10 meter, serta kedalaman 4 meter. Keberadaan teater ini untuk edukasi dan sosialisasi, konservasi, kebencanaan dan lain sebagainya.

“Aquarium ini nantinya akan diisi dengan berbagai jenis ikan, seperti ikan Pari, ikan Hiu, dan beberapa ikan Kerapu yang berukuran besar,” jelasnya.

Selain itu juga pihaknya akan menyiapkan jenis-jenis ikan baik ikan air tawar maupun ikan laut agar isi aquarium lebih beragam.

“Aquarium utama ada puding show sehingga pengunjung bisa melihat penyelam yang sedang memberikan makan secara langsung pada biota laut yang ada di dalam aquarium tersebut,” paparnya.

Harga Tiket Aquarium Indonesia Pangandaran

Aquarium Indonesia Pangandaran buka setiap hari. Senin sampai Jumat dengan harga tiket Rp 40 ribu, Sementara untuk hari libur atau Weekend, Sabtu-Minggu harga tiket Rp 50 ribu.

“Untuk HTM 50 ribu, dan untuk pemesanan dan pembayaran bisa on the spot, Tapi kalau mau order dari jauh hari bisa melalui website,” jelasnya.

Sedangkan untuk jam operasional Aquarium Indonesia Pangandaran dibuka setiap hari untuk umum. Untuk hari biasa dibuka mulai pukul 09.00-16.00 WIB dan akhir pekan atau tanggal merah setiap pukul 08.30-16.30 WIB. (Madlani/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Agun Gunandjar Beri Bantuan Alat Pertanian ke Kelompok Tani di Ciamis

Agun-Gunandjar-Sudarsa.jpg

harapanrakyat.com,– Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dapil Jabar X, Agun Gunandjar Sudarsa memberikan bantuan alat pertanian kepada 12 kelompok pertanian di 4 kecamatan di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. 

Penyerahan alat pertanian berupa mesin traktor, mesin pompa air dan Hand Sprayer itu berlangsung di Sekretariat DPD AMPI Ciamis dan FKB Ciamis, Minggu (18/12/2022).

Adapun 12 kelompok pertanian dari 4 kecamatan tersebut yakni Kecamatan Pamarican, Cijeungjing, Cipaku dan juga Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis.

Baca Juga: Agun Gunandjar Kembali Sumbang Masjid Agung Banjarsari Ciamis

Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, kegiatan pemberian bantuan alat-alat pertanian ini dalam rangka kegiatan resesnya. Selain itu, tujuan diberikannya bantuan alat pertanian sebagai upaya membantu para petani dalam krisis pangan.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa krisis pangan menjadi keprihatinan kita bersama. Maka dari itu, saya memberikan bantuan kepada para petani berupa alat-alat pertanian untuk digunakan dalam bercocok tanam di wilayahnya,” katanya.

Agun menjelaskan, pemberian bantuan ini sebagai upaya untuk memberikan motivasi dan juga mendorong para petani terhadap krisis pangan saat ini.

“Mudah-mudahan saja, bantuan ini bisa membantu para petani di Kabupaten Ciamis. Saya juga minta agar alat-alat ini dapat dipergunakan dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu Kelompok Pertanian, Hanipudin mengucapkan terima kasih kepada Agun Gunandjar Sudarsa karena telah memberikan alat yang memang saat ini dibutuhkan oleh kelompoknya tersebut.

“Alhamdulilah, terima kasih kepada Kang Agun, alat ini memang sangat dibutuhkan oleh kelompok kami. Mudah-mudahan bisa meningkatkan hasil pertanian kami,” pungkasnya. (Feri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Recent Posts