Beranda blog Halaman 1164

TWA Tangkuban Parahu Tidak Berikan PAD Terhadap Subang, Formaspel Adukan PT. GRPP ke Komisi IV DPR RI

Andi-L-hakim-bersama-anggota-DPR-RI.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Forum Masyarakat Subang Peduli Lingkungan (Formaspel) mengadukan Pengusahaan Pariwisata Alam (TWA) Tangkuban Perahu Subang Jawa Barat kepada Komisi IV DPR RI di Hotel Nalendra Plaza Subang, Sabtu (14/1/2023).

Hal itu disampaikan Tim Formaspel saat gelaran Lato-lato Cup Piala Adityarini Napitupulu kepada Kang Ono Surono yang merupakan anggota komisi IV DPR RI juga ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat yang turut hadir pada gelaran permainan tradisional tersebut.

Ketua Formaspel Andi Hakim mengatakan bahwa sejak pengambil alihan pengelolaan TWA Tangkuban Perahu oleh PT GRPP pada tahun 2009 sama sekali tidak ada retribusi atau pajak langsung ke daerah.

“Masyarakat hari ini merasa dirugikan juga, bagaimana peningkatan PAD ini salah satu potensi wisata alam yang jelas ada pada wilayah zona Kabupaten Subang tidak memberikan manfaat,” kata Andi Hakim

Menurut Andi, Pengelolaan TWA Tangkuban Perahu baik itu potensi alamnya ataupun potensi nilai manfaatnya harus segera dikembalikan untuk kepentingan Kabupaten Subang.

Sementara itu, Ono Surono (Kang Ono) sebagai Anggota komisi IV DPR RI yang juga ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat menerima dengan baik aspirasi dari Formaspel terkait tidak adanya retribusi atau pajak langsung pengelolaan TWA Tangkuban Perahu ke Pemerintah Daerah.

“Hari ini saya menerima sebuah dokumen berisi aspirasi terkait dengan pengelolaan kawasan Tangkuban perahu dimana itu kawasan yang merupakan kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan yang dikelola oleh swasta selama 30 tahun,” kata Ono Surono

Kang Ono pun menjelaskan bahwa permasalahan tersebut isu besarnya berawal dari kemiskinan yang berada di kantong-kantong kehutanan dan perkebunan.

“Di Jawa Barat ada beberapa daerah miskin ada Cianjur, Majalengka, Indramayu, Kuningan, dan Subang dimana kalau diteliti lebih mendalam kantong-kantong kemiskinan itu berada di perkebunan dan kawasan kehutanan baik yang di kelola oleh BUMN, Swasta dan yang lainya,” ucapnya

Menurut anggota komisi IV, hal tersebut telah membuat presiden Jokowi mengambil sikap, menurutnya presiden melihat bahwa selama ini masyarakat yang berada di sekitar perkebunan dan kehutanan tersebut tidak diberdayakan.

“Masyarakat hanya dijadikan buruh dengan penghasilan yang sangat minim, lalu misalnya mayoritas petani kepemilikan lahanya sangat kecil sekali, hanya 0,2 hektar itupun misalnya rata-rata hanya menyewa,” kata kang Ono

Keadaan tersebut telah membuat para petani tidak mendapatkan keuntungan yang baik dan lebih banyak kerugianya, sehingga hal tersebut membuat Pemerintah berikan skema terkait dengan tora, tanah, objek reforma agraria, khususnya diluar Jawa.

“Dimana tanah-tanah yang tidak terpakai yang sudah dalam bentuk HGU yang diberikan ke BUMN maupun ke swasta ini ditarik ke negara dan di serahkan ke rakyat,” kata kang Ono

Untuk di Pulau Jawa, kata kang Ono, ada lahan-lahan kehutanan yang dikelola oleh perhutani, dan ada program perhutanan sosial.

“Progran perhutanan sosial ini, dimana rakyat yang sudah bermitra dengan perhutani yang sudah menggarap lahan-lahan perhutani sekian puluh tahun itu diberikan akses atau hak garap selama 35 tahun,” kata Ono Surono

Perhutanan Sosial saat ini menjadi program yang namanya KHDPK yaitu Kehutanan Dengan Pengelolaan Khusus.

“Ini sedang berjalan, sudah di inventalisir, di pulau Jawa mana saja yang akan di usulkan menjadi KHDPK,” tambahnya

Selanjutnya akan di dorong melalui kementerian-kementerian Kehutanan dan BUMN terutama di areal-areal perkebunan itu bisa di mitrakan dengan masyarakat.

“Ada skema kerjasama kemitraan di mana masyarakat bisa mengelola lahan-lahan perkebunan yang belum produktif,” kata Ono Surono

Selanjutnya kawasan kehutanan yang didalamnya ada potensi untuk dijadikan pariwisata, anggota komisi IV ini juga mendorong bagaimana kawasan wisata tersebut menjadi triger untuk pertumbuhan ekonomi khususnya masyarakat sekitar.

“Harus ada kontribusi yang jelas baik kepada negara juga kepada masyarakat,” ucapnya

Terkait keberadaan TWA Tangkuban Perahu yang dirasa belum memberikan manfaat terhadap Kabupaten Subang, terutama dari retribusi dan pajak langsung ke Pemerintah Daerah, kang Ono pun memaklumi keberatan masyarakat Subang terkait hal tersebut

“Dampaknya terasa, terkait dengan lingkungan, terkait dengan kemacetan, baik untuk Kabupaten Subang maupun Bandung Barat, sehingga tentunya ini sebuah aspirasi yang harus saya analisis, harus saya pelajari,” kata Ono Surono

“Saya sangat berharap bagaimana Tangkuban Perahu itu bisa bermanfaat sepenuhnya untuk rakyat khususnya di Kabupaten Subang dan juga Kabupaten Bandung Barat,” tambahnya

Kang Ono pun menerima surat audiensi kepada Komisi IV, sebagai anggota Kang Ono akan menyampaikan aspirasi dari Forum Masyarakat Subang Peduli Lingkungan (Formaspel) tersebut kepada pimpinan Komisi IV DPR RI.

“Ada rencana juga terkait dengan rapat kerja Komisi IV dengan Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan, tentunya saya pun harus menyampaikan itu kepada Ibu Menteri,” kata Ono Surono

Selanjutnya, kepada para aktifis lingkungan yang peduli terkait dengan kemiskinan, terkait dengan berbagai macam permasalahan sebagai dampak pengelolaan kawasan Tangkuban Perahu, kang Ono pun berpesan agar tetap konsisten memperjuangkanya

“Agar lebih konsisten memperjuangkan permasalahan tersebut agar bisa diselesaikan dengan tujuan bagaimana agar Subang lebih maju, lebih baik dan rakyatnya lebih sejahtera,” kata kang Ono

Sedangkan untuk agenda audiensi dengan Formaspel, menurut kang Ono pihaknya sedang mengagendakan terlebih dahulu untuk agenda rapat kerjanya.

“Kita masih menunggu rapat kerjanya, tapi teman-teman sudah mengagendakan, sudah mohon diagendakan untuk rapat dengar pendapat, audiensi dengan Komisi IV,” tuturnya. (Yaya Suryana)

Gojek Konsisten Adakan Bengkel Belajar Mitra (BBM)?

BBM-Kelas-2_800x533.jpg

review1st.com – Gojek, layanan on-demand terdepan di Asia Tenggara, mengadakan kembali  rangkaian kegiatan Bengkel Belajar Mitra (BBM) yang akan berlangsung di beberapa kota.

Wadah pelatihan dan pengembangan diri yang dilaksanakan rutin oleh Gojek sejak 2018 tersebut bertujuan mempertahankan kualitas mitra driver sebagai kunci Gojek unggul dalam layanan transportasi online Indonesia.

Stella Darmadi selaku Head of Global Marketing Ride & Transport Brand Experience Gojek menyampaikan, “Bengkel Belajar Mitra (BBM) adalah salah satu dari rangkaian kegiatan terintegrasi dan berkelanjutan kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan mitra driver agar semakin menjadi andalan pelanggan dan terbaik di industri.

“Setelah sempat mengalihkan pelatihan tatap muka BBM ke versi online melalui fitur Tips Pintar selama pandemi, tahun ini BBM akan kembali hadir di kota-kota besar di Indonesia dengan menargetkan partisipasi ribuan mitra driver andalan masyarakat.

“Kami percaya dengan kualitas layanan yang prima, layanan Gojek tetap jadi pilihan pelanggan.”

Sebelumnya penelitian dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menemukan bahwa Gojek telah menjadi layanan transportasi online yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia. 

Keunggulan ini menurut INDEF, dilandasi oleh keamanan berkendara dari mitra driver Gojek sehingga memberikan rasa aman bagi pengguna layanan transportasi online yang menjadi prioritas dari para pengguna layanan transportasi online.

Hal ini tidak lepas dari ragam pelatihan yang disediakan oleh Gojek, salah satunya pelatihan Bengkel Belajar Mitra (BBM) yang secara konsisten telah diadakan sejak 2018.

Selain pelatihan tatap muka melalui BBM, Gojek juga terus menyediakan pelatihan berbasis online yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun melalui fitur Tips Pintar di aplikasi mitra driver.

Tingginya antusiasme mitra driver dibuktikan dengan ragam modul Tips Pintar yang telah diakses sebanyak lebih dari 14 juta kali oleh hampir 1 juta mitra driver.

Stella menambahkan bahwa BBM dan Tips Pintar adalah bagian dari tiga pilar inisiatif Gojek dalam menjadikan mitra driver paling andal dan punya kualitas serta perilaku terbaik dalam memberikan layanan kepada pelanggan. 

Adapun ketiga pilar tersebut terdiri dari:

  1. Pilar Pembelajaran dan Pengembangan (BBM dan Tips Pintar)
  2. Pilar Keterlibatan Mitra Driver dan Pelanggan (Forum Kopdar dan Kolom Komentar Pelanggan di Aplikasi)
  3. Pilar Apresiasi (Driver Jempolan)

“Selain memberikan pelatihan, penting bagi kami untuk terus melibatkan masukan para mitra driver dan pelanggan untuk mengetahui apa yang butuh dilatih dan diperbaiki.

“Di samping itu, apresiasi harus diberikan kepada mereka yang berhak mendapatkannya untuk menghargai serta memotivasi mitra untuk terus memberikan layanan terbaik bagi pelanggan,” jelas Stella.

Memfokuskan pelatihan pada topik “service excellence” atau pelayanan prima, Gojek kembali menggandeng Worldwide Quality Assurance (WQA), yakni lembaga internasional yang selama ini fokus melatih perusahaan-perusahaan nasional di berbagai industri untuk hadirkan layanan yang berkualitas kelas dunia.

Kehadiran WQA dalam pelatihan BBM jadi bentuk komitmen Gojek untuk terus menjadikan mitra driver sebagai andalan konsumen di Indonesia dengan kualitas dan perilaku terbaik di Industri.

Adapun materi pelayanan prima yang disampaikan juga mengacu kepada Tata Tertib Gojek (Tartibjek) bagi mitra driver, termasuk di antaranya cara bersikap/berbicara yang sopan kepada pelanggan, serta cara berperilaku untuk memastikan kenyamanan pelanggan selama perjalanan.

Selain paparan teori, penyampaian materi juga dilakukan dengan metode roleplay agar lebih menarik dan mudah dimengerti oleh para mitra. 

Sebelumnya, BBM telah memberikan pelatihan yang dapat menunjang operasional para mitra dalam melayani pelanggan seperti pelatihan P3K, perawatan kendaraan, anti kekerasan seksual, keselamatan berkendara, bahasa inggris, hingga wirausaha dan pengelolaan keuangan.

Pada September 2022 kemarin, pelatihan BBM juga diselenggarakan untuk mempersiapkan ratusan mitra driver motor listrik yang menjadi armada resmi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Kemenkes Awasi Penggunaan Nitrogen Cair pada Jajanan Chiki Ngebul

Nitrogen-Cair-pada-Jajanan-Chiki-Ngebul.jpeg

Kemenkes RI mengeluarkan surat edaran terkait upaya mengawasi penggunaan nitrogen cair pada jajanan chiki ngebul. 

Upaya itu tertuang dalam Surat Edaran Kemenkes RI, Nomor KL.02.02/C/90/2023 Tentang Pengawasan Terhadap Penggunaan Nitrogen Cair Pada Produk Pangan Siap Saji.

Direktur Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI, Anas Maruf, belum lama ini, membenarkan hal itu.

Anas menjelaskan, ada beberapa poin instruksi yang Kemenkes sampaikan kepada Dinkes Provinsi, Kabupaten/ Kota, Puskesmas, dan Faskes lainnya. 

Kemenkes meminta setiap instansi/ lembaga kesehatan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap produk pangan siap saji yang menggunakan nitrogen cair.

Selanjutnya, Kemenkes meminta instansi/ lembaga kesehatan memberikan edukasi kepada pelaku usaha, sekolah, masyarakat, anak-anak, dan pihak-pihak terkait tentang bahaya nitrogen cair pada pangan siap saji. 

Kemudian, Kemenkes meminta restoran yang menggunakan nitrogen cair pada produk pangan siap saji harus di bawah pembinaan dan pengawasan dari instansi/ lembaga kesehatan setempat.

“Restoran juga harus memberikan informasi cara konsumsi yang aman kepada konsumen,” katanya.

Sedangkan Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) selain restoran, seperti gerai pangan jajanan keliling tidak direkomendasikan menggunakan nitrogen cair pada produk pangan siap saji yang mereka jual.

Jika terjadi keracunan pangan akibat penambahan nitrogen cair, Tim Gerak Cepat (TGC) harus segera melaksanakan investigasi.

Hal itu merujuk berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2013 tentang KLB Keracunan Pangan. 

Anas menambahkan, Kemenkes juga menginstruksikan rumah sakit agar berkoordinasi dengan instansi/ lembaga kesehatan setempat.

Termasuk memberikan laporan apabila terjadi KLB keracunan pangan akibat nitrogen cair pada makanan seperti pada chiki ngebul. (Deni/R4/HR-Online)

Eksistensi HSR Wheel Turut Mendukung Industri Modifikasi Tanah Air

rockomotif-velg-buatan-indonesia.jpg

ROCKOMOTIF, JakartaHSR Wheel sebagai velg buatan Indonesia terus mendukung kreativitas anak bangsa lewat tampilan mobil-mobil modifikasi yang proper.

Hal ini ditunjukan oleh mereka dengan beberapa komitmen yang tinggi, di mana tidak hanya menggandeng para penggila modifikasi, namun juga menjalin kerjasama dengan para komunitas roda empat.

Bicara perihal beberapa produk yang telah dihasilkan oleh velg buatan Indonesia ini, ada tiga series yang diluncurkan dan berkolaborasi dengan para car enthusiast Tanah Air.

Ketiga produk tersebut antara lain adalah RAI yang berkolaborasi dengan Akbar Rais selaku drifter kenamaan Tanah Air, Series FE yang menggandeng Fitra Eri serta yang terbaru adalah mengajak kerjasama Haruns Maharbina dengan merilis HRN Series.

“HSR sebagai brand velg buatan Indonesia terus mengupayakan dan ingin memfasilitasi modifikator tanah air,” ucap Hendra Wijaya selaku Direktur Marketing HSR Wheel.

Tidak sampai di situ, HSR Wheel juga telah merilis beberapa produk yang berhasil disematkan pada beberapa mobil modifikasi sehingga membuatnya lebih menonjolkan esensi yang lebih kuat.

Velg buatan Indonesia ini meliputi HSR Forged GT02 yang disematkan pada Honda Civic Turbo, HSR Sekadau yang dipasang di Ford Ranger, HSR Boon dan diinstall di Honda Brio, serta HSR Toboali di mana produk ini disematkan di Toyota Fortuner.

Selain menawarkan produk tersebut, HSR Wheel, juga menyediakan aksesori-aksesori mobil yang mendukung performa hingga tampilan para mobil milik modifikator.

Produsen ini juga menghadirkan berbagai macam jenis aksesoris kaki-kaki mobil, seperti BBK HSR yang dapat meningkatkan performa pengereman. Lowering Kit HSR yang membuat tampilan mobil menjadi lebih ceper. Ridemax 4-way Suspension, yang merupakan produk suspensi 4 level pengaturan dan dapat diatur sesuai kebutuhan. Adapula HSR merchandise seperti kaos, gantungan kunci, stiker hingga parfum mobil).

Ini Bahaya Telan Nitrogen Cair pada Jajanan Chiki Ngebul

Jajanan-Chiki-Ngebul.jpeg

BPOM RI menyatakan penggunaan nitrogen cair pada pengolahan makanan, seperti jajanan chiki ngebul, harus sesuai pedoman berlaku. 

Salah satu pedomannya, yakni mengatur soal peringatan bagi konsumen terkait bahaya mengonsumsi nitrogen cair. 

Melansir detikcom, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM RI, Rita Endang, Kamis (12/01/2023), menegaskan hal itu.

Rita menuturkan, bahan nitrogen cair memang diperkenankan pada pengolahan makanan, tapi fungsinya sebagai penolong, bukan sampai dimakan.

Dengan kata lain, cairan pada makanan seperti jajanan chiki ngebul tidak boleh sampai ditelan. 

Menurut Rita, mengkonsumsi chiki ngebul seharusnya tidak boleh dalam kondisi sangat dingin.

Artinya, harus dipastikan nitrogen cair yang ada pada chiki ngebul sudah benar-benar hilang terlebih dahulu.

Selain itu, Rita menambahkan, karena mayoritas konsumennya anak-anak, orangtua harus mendampingi saat anak-anak membeli dan mengonsumsinya.

Baik orangtua ataupun pedagang juga harus mengetahui bahwa cairan nitrogen tidak boleh dikonsumsi. 

Alasannya karena cairan nitrogen pada chiki ngebul mengandung gas yang sangat tinggi sekali.

“700 kali tekanannya, jadi sangat berbahaya. Itu sangat jelas. Jadi orang tua harus mendampingi,” katanya.

Lebih lanjut, Rita mengungkapkan, penggunaan nitrogen cair dengan cara yang tidak aman, bisa memicu sejumlah kondisi fatal. 

Bahkan, jika terkena pada kulit sekalipun, bisa menimbulkan lepuhan atau frostbite. Dan jika dimakan atau tertelan, bisa menimbulkan luka pada bagian lambung.

Terlebih jika yang mengonsumsi chiki ngebul dengan cairan nitrogen ini memiliki riwayat penyakit asma.

“Jadi sangat berbahaya sekali,” tandasnya.

Kasus Keracunan Jajanan Chiki Ngebul

Kemenkes RI melaporkan sedikitnya ada 29 anak di sejumlah daerah, Ponorogo, Tasik dan Bekasi, keracunan chiki ngebul. 

Kepala Biro Komunikasi Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, menyebutkan, 10 anak mengalami gejala dan 16 tidak mengalami gejala. 

Sebelumnya, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jawa Barat, dr. Ryan Bayusantika Rustandi, SpPK, melaporkan korban keracunan chiki ngebul berusia empat tahun di Bekasi.

Menurut dr. Ryan, anak tersebut menelan sisa cairan nitrogen pada jajanan chiki ngebul. Setelah 15 menit, anak tersebut itu menjerit kesakitan sembari memegang perutnya.

Anak tersebut kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani uji laboratorium dan ditemukan ada kebocoran pada bagian lambung. (Deni/R4/HR-Online)

Acer Manufacturing Indonesia Maksimalkan Sumber Daya Lokal

President-Director-Acer-Indonesia-Herbet-Ang-memberikan-potongan-tumpeng-kepada-Operational-Director-Acer-Indonesia-Parman-Iskak-dalam-rangka-11-Tahun-Acer-Manufacturing-Indonesia_800x495.jpg

review1st.com – Acer, sebagai perusahaan teknologi terdepan dalam menghadirkan inovasi, terus menegaskan komitmennya untuk menghasilkan produk teknologi berkualitas tinggi di Indonesia.

Hari ini, 12 Januari 2023 menandakan 11 tahun berdirinya Acer Manufacturing Indonesia (AMI) yang berlokasi di Kawasan Terpadu Acer Group, Pergudangan Marunda Center, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Acer Manufacturing Indonesia Maksimalkan Sumber Daya Lokal

Selama 11 tahun, AMI telah sukses melayani masyarakat Indonesia dan menjadi kebanggaan nasional di bidang TI. Selama kurun waktu tersebut, AMI telah mencapai banyak hal, mulai dari konsistensi standar mutu, membangun bisnis yang berkelanjutan, hingga penyerapan tenaga kerja lokal.

Beroperasi sejak tahun 2012, AMI telah berhasil memproduksi dan merakit perangkat teknologi sesuai dengan standar global. Sebagai bagian dari Acer Group yang merupakan perusahaan teknologi berkelas dunia, AMI menawarkan berbagai pilihan produk seperti Chromebook, laptop Windows, desktop, AIO, mini-PC, server, monitor hingga proyektor untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang sangat beragam mulai dari dunia pendidikan, sektor usaha, content creator, perusahaan (enterprise), pemerintahan dan masih banyak lainnya.

Acer Manufacturing Indonesia Maksimalkan Sumber Daya Lokal

Selain itu, milestone AMI yang paling penting adalah mendukung program Pemerintah dalam Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dengan memenuhi persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan meningkatkan kapasitas produksinya.

AMI memanfaatkan inovasi dan teknologi terkini guna menghasilkan produk-produk berkualitas global. Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk memberdayakan dan memperkuat industri dalam negeri sekaligus mengoptimalkan penggunaan produk dalam negeri termasuk pada pengadaan barang atau jasa pemerintah.

Acer Manufacturing Indonesia Maksimalkan Sumber Daya Lokal

Dengan demikian, AMI dapat menyediakan produk-produk yang memenuhi kebutuhan TI di Tanah Air.

Pencapaian AMI dalam memenuhi ketersediaan produk teknologi informasi yang unggul dan melampaui persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) lebih dari 40%, menjadikan AMI sebagai satu-satunya perusahaan global di Indonesia yang menawarkan lini produk dalam negeri terlengkap sehingga Acer mendapat kepercayaan menjadi mitra pemerintah dalam pengadaan perangkat teknologi, diantaranya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Direktorat Jenderal Pajak, dan sejumlah bank BUMN.

Diketahui, Acer Indonesia selama ini juga menjadi salah satu dari prinsipal yang berhasil lolos seleksi dan ditunjuk oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah untuk melaksanakan Konsolidasi Pengadaan Laptop Produk Dalam Negeri Secara Nasional Tahun Anggaran 2022.

Pencapaian ini tentunya didukung oleh keberhasilan AMI yang menghadirkan produk berstandar nasional maupun internasional serta didukung dengan layanan purna jual yang andal dan tepercaya.

Acer Manufacturing Indonesia Maksimalkan Sumber Daya Lokal

Selama 11 tahun terakhir, AMI terus berkomitmen melakukan inovasi yang berkelanjutan dan meningkatkan produktivitas operasional pabriknya termasuk memaksimalkan sumber daya lokal sehingga menjadikan AMI sebagai salah satu perusahaan global yang berhasil berkembang di Indonesia.

Untuk memberikan nilai tambah untuk produk berkualitas yang dihadirkan, Acer berkomitmen menyediakan jaminan waktu servis produk yang diproduksi oleh AMI.

Selain itu, Acer juga menawarkan sejumlah keuntungan lainnya untuk pelanggan, yakni potongan harga untuk pembelian produk dan biaya layanan teknis, serta potongan harga untuk setiap pembelian aksesoris maupun upgrade perangkat. Pelanggan juga dimudahkan dengan layanan konsultasi gratis produk secara online.

Herbet Ang, President Director of Acer Indonesia menyatakan, “AMI adalah komitmen Acer untuk menyediakan perangkat teknologi rakitan dalam negeri berkualitas global guna memenuhi permintaan pelanggan di Tanah Air.

“Sebagai respons atas program Pemerintah untuk menggunakan Produk Dalam Negeri (PDN), Acer Indonesia telah menghadirkan beragam produk teknologi berkualitas tinggi, dengan nilai tambah, dan layanan purna jual yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Selama 11 tahun, AMI telah berhasil memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin meningkat dan beragam atas perangkat teknologi.

“Selain itu, keunggulan produk yang disediakan untuk pelanggan di Indonesia juga didukung oleh berbagai layanan mulai dari pra-instalasi hingga purna jual yang terbaik.”

Produk berkualitas tinggi dari Acer didukung oleh layanan purna jual yang andal dan tepercaya. Layanan tersebut telah hadir di seluruh wilayah Indonesia, di 110 lokasi, 90 kota, dan 36 provinsi.

Acer Manufacturing Indonesia Maksimalkan Sumber Daya Lokal

“Hingga akhir 2022, Acer mencatatkan 100% service level agreement (SLA) untuk penanganan servis produk TKDN dalam waktu kurang dari 10 hari kerja.

Selain itu, layanan pelanggan Acer Indonesia telah mendapatkan pengakuan dengan meraih Indonesia Customer Satisfaction Achievement Award (ICSA) selama 12 tahun berturut-turut.

“Tak hanya itu, Acer juga meraih penghargaan Service Quality Index (SQI) Award 2022 yang menandakan bahwa pelanggan telah menghargai dan menikmati layanan berkualitas yang diberikan.

Untuk memastikan konsistensi nilai mutu dan standar operasional yang berjalan, AMI menerapkan sertifikasi ISO 9001:2015 untuk memenuhi kebutuhan pelanggan melalui kualitas dan peningkatan mutu; ISO 14001:2015 untuk sistem manajemen lingkungan; serta ISO 45001:2018 untuk manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Dengan semua sertifikasi tersebut, AMI menjamin proses produksi yang berjalan sesuai dengan standar nasional dan internasional.

Acer Manufacturing Indonesia Maksimalkan Sumber Daya Lokal

Selama 11 tahun kiprahnya di Indonesia, AMI telah didukung ratusan tenaga sumber daya lokal yang profesional dan terampil di bidangnya masing-masing.

Keberadaan AMI bukan hanya membuka kesempatan penyerapan tenaga kerja yang luas, namun juga dapat berdampak positif pada peningkatan talenta sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.

Beroperasinya AMI juga akan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi maupun sosial di Indonesia, melalui penciptaan lapangan pekerjaan, transfer teknologi, peningkatan pendapatan, hingga peluang investasi.

Saat di Tasikmalaya, Ridwan Kamil Sebut Kerja Saja, Jangan Banyak Pencitraan

Saat-di-Tasikmalaya-Ridwan-Kamil-Sebut-Kerja-Saja-Jangan-Banyak-Pencitraan.jpg

harapanrakyat.com,- Usai meresmikan pembangunan Situ Gede Kota Tasikmalaya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menjawab soal elektabilitasnya yang semakin naik jelang Pilpres 2024.

Emil (sapaannya) mengatakan, saat ini Ia fokus menyelesaikan masa jabatannya sebagai Gubernur sampai 23 September 2023.

“Jadi pejabat hari ini yang penting kerja, meresmikan dan membuktikan, nanti masyarakat juga mengapresiasikan dengan Bapak dadah Bapak selfie, naik itu elektabilitas,” ujar Emil Sabtu (14/1/2023).

“Tidak perlu banyak pencitraan, kerja aja. Masyarakat sekarang menilai, kalau banyak kerja banyak karya pasti diapresiasi dan pasti naik elektabilitas,” katanya.

Lanjut Emil, mau jadi Presiden atau tidak, itu takdir Allah SWT. “Juga berdampingan dengan siapa itu takdir Allah, yang penting saya masih ada tugas sebagai Gubernur Jabar sampai bulan September 2023,” ungkapnya.

Baca juga: Ridwan Kamil Apresiasi Pandawaragroup, Ajak Makan dan Pergi ke Salon

Emil menyebut, saat ini ada 25 proyek yang akan diresmikan. “Baru dua ini (Situ Gede) dan Alun-alun Singaparna. Kami kerja serius, bukan pemimpin yang malas, kami pemimpin yang pekerja keras. Kalau ada ketidaksempurnaan akan terus kita perbaiki,” jelasnya.

Sedangkan untuk Tol Cileunyi Garut Tasik (Cigatas), lanjut Emil saat ini masih pembebasan.

“Bersabar semua akan indah pada waktunya. Ada yang beresnya Dhuha dan yang beresnya Dzuhur, magrib. Tetapi semua dikerjakan dan akan indah pada waktunya termasuk Cigatas,” ucapnya.

Ridwan Kamil menambahkan, untuk di Situ Gede Kota Tasikmalaya, fasilitasnya harus ditingkatkan seperti keberadaan penginapan.

“Jadi kami arahkan pak Pj Walikota mengundang investor untuk membikin penginapan, karena tempat ini terlalu indah sekali, sayang kalau hanya dinikmati lewat perahu dan makan saja, tetapi harus ada tempat menginap juga,” pungkasnya (Apip/R8/HR Online/Editor Jujang).

Viral Tempat Wisata di Ciamis Bernama Pasir Heunceut, Ulama Usulkan Ganti Nama

Viral-Tempat-Wisata-di-Ciamis-Bernama-Pasir-Heunceut-Ulama-Usulkan-Ganti-Nama.jpg

harapanrakyat.com,- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meminta lokasi wisata Pasir Heunceut yang berada di Dusun Cipeundeuy, Desa Margaharja, Kecamatan Sukadana, berganti nama.

Pasir Heunceut sendiri belakangan ini viral dan menjadi kontroversi di media sosial.

Karena penamaannya dinilai nyeleneh dan pornografi, MUI Ciamis mengusulkan untuk mengganti nama bukit atau gunung tersebut.

Wakil Sekretaris Umum MUI Ciamis, Wahidin mengatakan, MUI Ciamis bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis, dalam hal ini diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan atau Asda I Setda Ciamis, telah melakukan pertemuan dengan jajaran Muspika Kecamatan Sukadana dan juga Desa Margaharja.

“Jadi, kalau penamaan pasir tersebut bagi masyarakat yang berada di sana itu memang sudah biasa. Akan tetapi, kalau dari luar daerah itu nama Pasir Heunceut beda dan bukan hal biasa, intinya, kami (MUI) dan Pemkab Ciamis usulkan agar namanya diganti,” ujar Wahidin, Sabtu (14/1/2023).

Menurutnya, pada pertemuan itu juga, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemkab Ciamis memberikan masukan terkait nama untuk bukit tersebut. Pasalnya, itu merupakan nama bukit bukan nama suatu daerah atau dusun.

“Tidak hanya itu, pada lokasi tersebut juga ternyata ada 2 Pondok Pesantren yaitu Ponpes Nurul Hikmah dan juga Ponpes Al Mukaromah,” tuturnya.

Baca juga: Pasir Heunceut Akan Jadi Agrowisata, Ini Kata Dispar Ciamis 

Pasir Heunceut Ciamis Akan Jadi Agrowisata?

Wahidin menjelaskan, menurut pihak desa bahwa tempat tersebut itu akan dijadikan sebagai agrowisata. Namun, yang jelas kalau mau dijadikan agrowisata itu harus mencari nama lain dari pada Pasir Heunceut.

Bahkan, lanjut dia, jika tetap ingin mempertahankan nama tersebut, nantinya Pemerintah Kabupaten Ciamis tidak akan memberikan SK terhadap pembentukan kelompok sadar wisata atau Pokdarwis.

“Karena nantinya jika dijadikan agrowisata tentu tempat ini akan berkembang, dan tentunya kami tidak ingin itu disebutkan,” jelasnya.

Wahidin menuturkan, kalau berdasarkan sesepuh di sana itu memang benar cerita  Pasir Heunceut itu. Akan tetapi, itu hanya cerita saja bukan sejarah formalnya. Maka dari itu, lebih baik nama itu diganti.

“Memang cerita itu adalah cerita orang tua dulu, tapi lebih baik kalau nama itu diganti saja. Bahkan, masyarakat disana juga tidak keberatan dan menolak usulan kami ini,” tuturnya.

Pemkab Juga Minta Pasir Heunceut Ganti Nama

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Ciamis, Wasdi Ijudin mengatakan, bahwa pada lokasi tersebut kalau secara pribadi itu adalah tanah leluhurnya.

“Kalau berdasarkan sesepuh disana itu nama tersebut memang tidak semata-mata itu porno, tapi ada sejarahnya. Namun demikian, kalau bisa ngambil sejarahnya itu yang bagus. Karena, dulu itu daerah tersebut adalah kebun karet dan namanya adalah Mumunggang Bangkelung,” katanya.

Wasdi menambahkan, Mumunggang Bangkelung itu dinilai lebih baik dan juga sama-sama mempunyai nilai sejarahnya dan barokah.

Hingga saat ini, objek wisata Pasir Heunceut di Ciamis masih jadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. (Ferry/R8/HR Online/Editor Jujang)

Ugal-ugalan Sambil Geber Knalpot, Pemotor di Kota Banjar Tewas Tabrakan

Ugal-ugalan-Sambil-Geber-Knalpot-Pemotor-di-Kota-Banjar-Tewas-Tabrakan-1.jpg

harapanrakyat.com,- Pemotor di Kota Banjar, Jawa Barat, tewas usai terlibat tabrakan dengan sebuah minibus, Minggu (15/1/2023) dini hari, sekitar pukul 02.30 WIB.

Kecelakaan maut tersebut terjadi jalan Nasional III, Kelurahan/Kecamatan Purwaharja, atau tepatnya di depan kantor Polsek Purwaharja.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Zaki Tresna. Saat kejadian, korban tengah membonceng temannya, Rangga Nugraha.

Meski alami luka parah, namun Rangga Nugraha berhasil selamat, usai dibawa ke RSUD Kota Banjar.

Baca juga: Antisipasi Keracunan Cikbul, Dinkes Kota Banjar Lakukan Pengawasan

Salah seorang warga, Yuki Gumilar mengatakan, kecelakaan maut terjadi berawal saat pengendara sepeda motor jenis Honda Sonic berplat nomor polisi Z 5213 TAO.

Diduga sepeda motor yang dikemudikan oleh Zaki Tresna berboncengan dengan Rangga Nugraha, datang dari arah timur menuju barat.

Saat di lokasi kejadian motor tersebut, bersenggolan dengan sepeda motor jenis Honda Kirana, berplat nomor Z 2478 YH sehingga oleng ke kanan jalan.

Selanjutnya dari arah barat menuju timur, datang mobil Daihatsu Sigra berplat nomor R 1775 P yang dikemudikan Sugiono. Sehingga kecelakaan maut pun tak terhindarkan.

“Motor dari arah Banjar menuju Ciamis, pengendaranya udah geber-geber sambil zigzag. Terus pas di lokasi tersenggol sama temannya terus oleng. Dari arah depan ada mobil,” kata Yuki Gumilar kepada harapanrakyat.com.

Menurutnya, kedua pengendara sepeda motor Honda Sonic itu mengalami luka cukup serius dan langsung dibawa ke RSUD Kota Banjar.

“Korban tadi langsung dilarikan ke rumah umum daerah Kota Banjar,” paparnya.

Berdasarkan informasi, pengendara sepeda motor atas nama Zaki Tresna meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kecelakaan maut antara pemotor dan pengemudi minibus itu, sudah ditangani oleh petugas kepolisian dari Unit Gakkum Satlantas Polres Kota Banjar. (Sandi/R8/HR Online/Editor Jujang)

Selesai Direvitalisasi, Gubernur Jabar Resmikan Situ Gede Tasikmalaya

IMG_20230115_054956_RAlJMKNc7R_CMIAFMWB1E.jpeg

harapanrakyat.com,- Gubernur Jabar Ridwan Kamil meresmikan Situ Gede Kota Tasikmalaya yang telah selesai direvitalisasi, Sabtu (14/1/2023). Selain dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Tasikmalaya, Situ Gede menjadi salah satu penopang untuk kemajuan ekonomi dan mengurangi kemiskinan.

Sebelum meresmikan pembangunan Situ Gede, Ridwan Kamil membagikan doorprize sepeda kepada anak-anak dan ibu-ibu. Nampak juga ajudan dadakan selebrang Ardi Rungkad dan Acil Mejekom. Rombongan Pemprov Jabar pun menjajal Situ Gede berkeliling dengan menaiki perahu.

“Kita resmikan destinasi wisata yang akan memberikan pendapatan dan kemajuan ekonomi Kota Tasikmalaya,” Kata Ridwan Kamil Gubernur Jabar.

Baca Juga: Situ Gede Tasikmalaya Akan Direvitalisasi, Anggaran 8 Miliar

“Bawahnya ada tempat dagang, tidak ada yang termarjinalkan dan semua terakomodir. Sedangkan pada bagian atasnya untuk tempat ngariung (Berkumpul) balakecrakan (bercanda) dan lain sebagainya,” kata Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil beraharap dengan selesainya revitalisasi Situ Gede ini menjadi sebuah penguat ekonomi. Fokus dari pembangunan Kota Tasikmalaya adalah ekonomi dan pariwisata. Sehingga kotanya harus aman dan bikin nyaman dengan banyak kegiatan.

Menurut Gubernur Jabar ke depan orang akan datang ke Tasikmalaya untuk belanja dan berwisata, terlebih ketika pembangunan Tol Cigagas selesai.

“Itu kan yang untung siapa, Jelas PAD Kota Tasikmalaya dan warga yang berekonomi. Sehingga nanti ekonomi maju, kemiskinan berkurang, orang betah tinggal di Kota Tasikmalaya,” tuturnya.

Mengenai keluhan mengenai tempat Situ Gede yang terlalu tinggi usai revitalisasi kurang melindungi hujan dan panas, Ridwan Kamil menyebut hal itu bisa menyesuaikan.

“Yang begituan mah sesuaikan, karena dengan teduhnya pohon, panas dan hujan bisa terlindungi. Kecuali kalau ini gersang, tapi kan ini rindang,” pungkasnya. (Apip/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Recent Posts