Beranda blog Halaman 109

Tegas! PTPN dan Pemkab Subang Larang Bangunan Baru di Jalur Jalancagak

larangan mendirikan bangunan Jalancagak Subang
Foto: www.radarbandung.id

Subang – Pasca penertiban bangunan liar yang mengubah wajah Jalancagak, kini langkah tegas kembali diambil. PTPN bersama Pemkab Subang melarang keras pendirian bangunan baru di sepanjang jalur provinsi wilayah Kecamatan Jalancagak.

Larangan ini tak hanya diumumkan secara lisan. Spanduk besar bertuliskan peringatan keras dipasang di berbagai titik strategis. Pesannya jelas: siapa pun dilarang mendirikan, menjanjikan, atau memberi izin bangunan di area ini.

Spanduk tersebut menghiasi sembilan titik bekas bangunan liar yang telah ditertibkan. Letaknya tepat di atas puing-puing bekas kios ilegal, menjadi penanda bahwa kawasan itu kini diawasi ketat.

Menurut salah seorang karyawan PTPN, pemasangan spanduk ini bukan sekadar simbol. Tujuannya untuk memastikan tidak ada celah bagi pihak mana pun mencoba membangun kembali.

Ia menambahkan, larangan ini merupakan tindak lanjut dari aksi nyata yang dilakukan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Subang Reynaldy. Keduanya turun langsung dalam penertiban bangli pada 26 Mei 2025 lalu.

Kawasan Jalancagak memang menjadi sorotan karena menjamurnya bangunan liar yang tak berizin. Kini, dengan langkah tegas dan pengawasan aktif, PTPN dan Pemkab Subang berharap area tersebut tetap steril dari pelanggaran baru.

Demi Persikas Tak Dijual, Suporter Subang Aksi di Hadapan Gubernur

Aksi suporter selamatkan Persikas Subang
Foto: Suporter Persikas Subang dipulangkan polisi (Foto: Yudy Heryawan/Okezone)

Subang – Suasana malam di Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Subang, mendadak riuh. Rabu, 28 Mei 2025, puluhan suporter Persikas Subang menggelar aksi menyuarakan keresahan mereka. Sorak yel-yel dan bentangan spanduk memenuhi udara, menggugah perhatian siapa pun yang hadir, termasuk Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Namun, momen itu berubah menjadi tegang. Gubernur Dedi yang tengah larut dalam kepedihan melihat perjuangan warga miskin, justru disambut dengan aksi suporter. Amarah pun tak terhindarkan. Situasi ini berujung pada diamankannya para suporter oleh Polres Subang.

Sebanyak 20 orang akhirnya dibawa ke Mapolres untuk diperiksa dan didata. Namun, mereka tak ditahan. Kamis malam, 29 Mei 2025, mereka dipulangkan setelah dipastikan tidak membawa niat buruk, melainkan hanya ingin menyampaikan suara hati.

Ikbal, salah satu suporter, mengungkapkan bahwa aksi tersebut lahir dari kecintaan terhadap tim kebanggaan mereka. Rumor Persikas akan dijual dan berpindah ke Sumatera Selatan membuat para pendukung merasa perlu bertindak. Mereka ingin Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, yang juga hadir malam itu, ikut turun tangan menyelamatkan tim.

“Kami hanya ingin didengar. Tidak ada niat mengganggu, apalagi membuat kerusuhan,” jelas Ikbal. Ia mengaku aksi ini menjadi pelajaran penting dalam menyampaikan aspirasi secara bijak.

Pihak kepolisian pun memastikan tidak ada penahanan. Kasat Reskrim Polres Subang menjelaskan bahwa tindakan pendataan dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif dan menghindari penyusupan pihak-pihak yang berniat buruk.

“Kami pastikan mereka benar-benar suporter Persikas. Jangan sampai ada pihak lain yang menyusup dengan tujuan negatif,” ujarnya pada Jumat, 31 Mei 2025.

Aksi ini mungkin tak terencana rapi, tapi ia berbicara lantang tentang cinta pada klub lokal. Di balik spanduk dan sorakan, ada harapan agar Persikas tetap menjadi milik warga Subang, bukan sekadar aset yang bisa berpindah tangan.

Subang Bergerak Maju: Pemkab dan PTPN I Satukan Langkah untuk Proyek Strategis Nasional

Kolaborasi Pemkab Subang dan PTPN I
Foto: agricom.id

Subang – Transformasi besar tengah berlangsung di Kabupaten Subang. Sekretaris Daerah Subang, Asep Nuroni, atau yang akrab disapa Kang Asep, memimpin rapat penting membahas dukungan daerah terhadap program strategis dari PTPN I Regional 2. Rapat berlangsung pada Selasa, 27 Mei 2025, di Ruang Rapat Bupati II dan dihadiri para pemangku kepentingan dari pemerintah dan pihak PTPN.

Subang tak lagi hanya dikenal sebagai lumbung pangan nasional. Kini, daerah ini melangkah menuju era baru sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi. Dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) telah ditetapkan, menjadi tonggak perubahan besar dalam wajah Subang ke depan.

Kang Asep menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan sepihak. Perlu sinergi kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Subang membuka diri seluas-luasnya terhadap inisiatif pembangunan yang memberi dampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

Dalam rapat tersebut, Kang Asep menyoroti pentingnya kolaborasi nyata dengan PTPN I dalam mendukung pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN). Ia berharap kehadiran PTPN tak hanya simbolik, melainkan memberikan nilai tambah konkret untuk daerah.

Dari pihak PTPN I Regional 2, Iyan Heriyanto menggarisbawahi perlunya dukungan dari Pemkab Subang. Mulai dari aspek sosial hingga pengelolaan aset, semua faktor harus selaras demi kelancaran implementasi proyek.

Rapat itu menjadi lebih dari sekadar pertemuan teknis. Kang Asep menyebutnya sebagai ruang strategis untuk mempercepat pengambilan keputusan atas persoalan lintas sektor. Ia meminta seluruh perangkat daerah terkait untuk segera menindaklanjuti kebutuhan data dan dukungan teknis yang diajukan PTPN.

Untuk menjamin efektivitas langkah selanjutnya, Pemkab Subang akan membentuk tim kecil lintas sektor. Tim ini bertugas menindaklanjuti tiga poin utama yang disampaikan oleh manajemen PTPN, dengan target kerja yang cepat, transparan, dan tepat sasaran.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh para pejabat perangkat daerah, Inspektorat, Kepala Bagian Kerja Sama, serta perwakilan dari PTPN I Regional 2. Dengan semangat kolaborasi, Subang kini bersiap memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan baru di Jawa Barat.

Subang Gelar Pelatihan Juru Sembelih Halal, Sinergi Ekonomi dan Syariat

Pelatihan Juru Sembelih Halal Subang
Foto: Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M., membuka sekaligus meresmikan Pelatihan Juru Sembelih Halal yang bertempat di Aula Pemda Subang, Kamis (29/5/2025). (dok.Prokopim Pemkab Subang). Sumber: www.lampusatu.com

Subang – Aula Pemda Subang menjadi saksi pembukaan Pelatihan Juru Sembelih Halal yang diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, Kamis, 29 Mei 2025.

Kolaborasi apik antara As-Syifa Al-Khoeriyyah, Asyifa Peduli, dan DMI menghadirkan pelatihan dengan tema yang menyejukkan: Menyembelih dengan Memenuhi Kaidah Syariat, Keamanan, Kebersihan, dan Kesejahteraan Hewan.

Sebanyak hampir 300 peserta hadir untuk mengasah keahlian dan memperdalam pemahaman tentang penyembelihan halal. Ketua pelaksana, H. Jainal Abidin, menyebut angka peserta ini sebagai bentuk antusiasme yang luar biasa.

Ketua Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, K.H. Lalu Agus Pujiarta, menekankan bahwa pelatihan ini bukan hanya soal teknik, tetapi juga menyangkut potensi ekonomi besar dari ibadah kurban. “Potensi keumatan sangat luar biasa,” ujarnya penuh semangat.

Wakil Bupati yang akrab disapa Kang Akur menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar rutinitas menjelang Idul Adha. Menurutnya, penyembelihan halal harus dilakukan dengan benar, sesuai syariat, sebagai bagian dari membangun masyarakat yang religius secara utuh.

Ia juga mengingatkan bahwa pelatihan ini harus berkelanjutan. Tidak cukup hanya berhenti pada bulan Dzulhijjah. Sinergi lintas lembaga dan komunitas perlu terus digalakkan, termasuk dalam mendukung rumah potong hewan.

Subang Ambil Peran Strategis di Munas APKASI VI Menuju Indonesia Emas 2045

Munas APKASI 2025 Subang
Foto: www.tintahijau.com

Subang – Kabupaten Subang resmi ambil bagian dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-VI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) 2025. Perhelatan akbar ini berlangsung di Minahasa Utara, Sulawesi Utara, dan bertepatan dengan perayaan 25 tahun berdirinya APKASI.

Bupati Subang, Reynaldy Putra, hadir langsung dan mengikuti seluruh rangkaian agenda Munas. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan komitmen Subang untuk menjadi bagian dari gerakan kolaboratif menuju Indonesia Emas 2045.

Tema Munas kali ini, “Perkuat Solidaritas Daerah Dalam Mendukung Astacita Menuju Indonesia Emas 2045”, merepresentasikan semangat gotong royong antar daerah. Semangat ini diyakini menjadi kunci dalam menyongsong 100 tahun kemerdekaan Indonesia yang berdaulat dan berdaya saing tinggi.

Reynaldy menyampaikan bahwa Subang siap aktif dalam setiap kerja strategis APKASI. Menurutnya, APKASI bukan sekadar forum, tetapi juga ruang vital untuk berbagi gagasan, memperkuat jejaring, serta menghadapi tantangan pembangunan secara kolektif.

Rangkaian Munas dibuka dengan gala dinner di tepi Pantai Hotel Paradise, Desa Maen, Likupang. Dibalut panorama alam memukau, para tamu disuguhi kehangatan kuliner khas Sulawesi Utara dan pertunjukan seni budaya lokal.

Musik kolintang dan tarian tradisional Tumatenden menyambut para kepala daerah dari seluruh Indonesia. Lebih dari 3.000 peserta hadir, memberikan dampak ekonomi langsung bagi sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku UMKM di Minahasa Utara.

Memasuki usia ke-25, APKASI terus menjadi poros penting dalam menyatukan suara pemerintah kabupaten. Tak hanya sebagai wadah perjuangan kepentingan daerah, asosiasi ini juga mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang inovatif, inklusif, dan tangguh.

Pemerintah Kabupaten Subang mengapresiasi peran APKASI selama ini dan berharap organisasi ini terus tumbuh sebagai mitra strategis dalam pembangunan nasional.

“Selamat ulang tahun ke-25 untuk APKASI. Semoga terus menjadi perekat kemajuan bagi kabupaten di seluruh Indonesia. Mari kita bersatu, melangkah bersama, menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Reynaldy penuh optimisme.

Diskon Listrik 50% Resmi Kembali! Cek Daya Rumahmu dan Rasakan Manfaatnya

Diskon listrik 50 persen 2025

suarasubang.com – Kabar segar menghampiri jutaan pelanggan PLN di Indonesia! Mulai Juni hingga Juli 2025, pemerintah kembali menggulirkan program diskon tarif listrik sebesar 50 persen sebagai bagian dari stimulus ekonomi nasional. Momen libur sekolah dan Hari Raya Idul Adha jadi waktu strategis untuk menyuntik daya beli masyarakat, dan program ini menjadi jawabannya.

Mulai Kapan Diskon Listrik Berlaku?

Catat tanggalnya: 5 Juni 2025. Itulah saat diskon listrik resmi berlaku dan langsung menyasar konsumsi dua bulan penuh, yakni Juni dan Juli. Tidak hanya itu, insentif ini hadir berdampingan dengan lima stimulus ekonomi lain yang digulirkan serentak. Targetnya? Menjangkau 79,3 juta pelanggan rumah tangga yang memenuhi syarat.

Siapa yang Masuk Kategori Penerima Diskon?

Kebijakan kali ini lebih tepat sasaran. Pemerintah memfokuskan bantuan kepada pelanggan rumah tangga dengan daya listrik di bawah 1.300 VA. Berikut detailnya:

  • Pelanggan 450 VA
  • Pelanggan 900 VA
  • Beberapa pelanggan 1.000 VA

Namun, jika daya rumahmu sudah mencapai 1.300 VA ke atas, sayangnya kamu tidak termasuk penerima program ini.

Tidak Perlu Daftar, Diskon Otomatis Masuk!

Tidak perlu ribet! Pemerintah bersama PLN sudah menyiapkan sistem otomatis yang memudahkan semua pengguna:

  • Pelanggan Pascabayar: Diskon otomatis terpotong di tagihan Juli dan Agustus, berdasarkan pemakaian listrik bulan Juni dan Juli.
  • Pelanggan Prabayar (Token): Diskon langsung terasa saat membeli token. Kamu cukup bayar 50% dari nilai daya listrik yang dibeli.

Apa Tujuan Pemerintah Memberikan Diskon Ini?

Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian, menyampaikan bahwa tujuan utama dari program ini adalah:

  • Meringankan beban keuangan rumah tangga
  • Meningkatkan konsumsi masyarakat
  • Menjaga kestabilan ekonomi selama masa liburan
  • Menguatkan efektivitas program bansos lainnya

Bagian dari 6 Paket Stimulus Ekonomi Nasional

Diskon listrik ini bukan satu-satunya bantuan yang digulirkan. Pemerintah merilis total enam stimulus sejak 5 Juni 2025:

  • Diskon tarif listrik 50%
  • Diskon transportasi umum (kereta, kapal, pesawat)
  • Potongan tarif tol untuk jutaan kendaraan
  • Bantuan sembako untuk 18,3 juta keluarga penerima manfaat
  • Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pekerja berpenghasilan rendah
  • Diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja untuk sektor padat karya

Dari Mana Dananya?

Meskipun belum tercantum dalam APBN 2025, program ini tetap jalan. Pemerintah memanfaatkan dana efisiensi yang masih tersedia. Untuk diketahui, pada awal tahun 2025 saja, pemerintah sudah mengalokasikan Rp13,6 triliun untuk program diskon serupa.

Kesimpulan: Siapkan Daya, Nikmati Diskonnya!

Kalau daya listrik rumahmu 450 VA, 900 VA, atau 1.000 VA, kamu otomatis dapat diskon 50% untuk listrik bulan Juni dan Juli 2025. Tidak perlu daftar. Tidak perlu repot klaim. Potongan langsung terlihat di tagihan atau saat beli token.

Segera cek daya listrik rumahmu dan pastikan kamu termasuk penerimanya. Jangan sampai kelewatan karena ini bukan sekadar bantuan biasa, tapi langkah konkret pemerintah menjaga ekonomi tetap bergulir di tengah liburan.

Waspada Daging Kurban: Nikmatnya Sementara, Risikonya Nyata

kesehatan saat Idul Adha
Foto: subang.pikiran-rakyat.com

Subang – Aroma sate yang menggoda, gulai yang harum, dan rendang yang menggugah selera seolah menjadi simbol kelezatan Idul Adha. Namun di balik nikmatnya hidangan daging kurban, terselip peringatan penting dari Dinas Kesehatan Kabupaten Subang.

Menurut Kepala Puskesmas Batangsari, Supriatna, konsumsi daging secara berlebihan bisa membuka pintu bagi berbagai penyakit. Hipertensi, kolesterol tinggi, hingga gangguan pencernaan bisa menghampiri, terutama bagi mereka yang sudah memiliki riwayat penyakit tertentu.

“Apapun yang berlebihan itu tidak baik,” ujar Supriatna. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan, khususnya bagi penderita hipertensi, stroke, gangguan lambung, hingga mereka yang sudah berusia lanjut.

Tak hanya daging kambing yang jadi sorotan, bagian-bagian berlemak dari daging sapi pun tak luput dari daftar waspada. Lemak hewani dan jeroan dikenal sebagai pemicu utama kolesterol tinggi dan sebaiknya dihindari, terutama oleh penderita penyakit kronis.

Supriatna menyarankan agar lemak dan jeroan dipisahkan dari daging sebelum dimasak. Selain itu, penting juga untuk memastikan daging dimasak hingga benar-benar empuk agar mudah dicerna tubuh, terutama bagi yang memiliki masalah pencernaan.

Agar tubuh tetap bugar di tengah pesta daging kurban, imbangi konsumsi daging dengan sayur dan buah segar. Kombinasi ini bukan hanya menambah warna di meja makan, tapi juga menjaga keseimbangan gizi yang sangat dibutuhkan tubuh.

“Setelah Idul Adha, kami sering menerima pasien dengan keluhan tekanan darah tinggi,” kata Supriatna. Fakta ini menunjukkan bahwa pola makan sehat saat perayaan masih belum menjadi perhatian utama masyarakat.

Oleh karena itu, penting untuk lebih bijak dalam menikmati daging kurban. Bukan berarti tidak boleh makan daging, tapi bijaklah dalam porsi dan cara pengolahannya. Idul Adha bukan hanya tentang perayaan, tapi juga tentang menjaga nikmat yang lebih besar: kesehatan.

Gubernur Jabar Murka, Suporter Persikas Tuai Kecaman di Acara Resmi

suporter Persikas
Foto: lampung.tribunnews.com

Subang – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, naik pitam saat menghadiri acara “Ngajang Ka Warga” di Subang pada Rabu (28/5/2025). Amarah itu dipicu oleh ulah suporter Persikas yang membentangkan spanduk provokatif di tengah acara resmi.

Insiden ini mengundang reaksi keras dari Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita. Ia menyayangkan aksi tersebut yang dinilai mencoreng suasana dan tidak menghormati kehadiran pejabat daerah.

“Saya sangat menyayangkan aksi para oknum suporter Persikas,” ujar Reynaldy, Kamis (29/5/2025), seperti dikutip dari Tribun Jabar. Menurutnya, insiden tersebut tidak mencerminkan semangat sportivitas.

Reynaldy kemudian menjelaskan status kepemilikan Persikas yang kini bukan lagi di bawah Pemkab Subang. Ia menegaskan bahwa klub tersebut merupakan milik swasta, sehingga tidak bisa dibiayai melalui APBD.

Padahal, saat kampanye, Reynaldy pernah berjanji membangun stadion dan fasilitas pendukung bagi Persikas. Namun, keterbatasan kewenangan membuatnya sulit merealisasikan janji itu.

Meski begitu, ia mengaku telah berusaha keras mencari sponsor demi mempertahankan eksistensi Persikas di Liga 2 musim 2025-2026. Sayangnya, hingga kini belum ada investor yang berminat.

“Saya sangat sayang terhadap Persikas. Saya sudah berusaha mencarikan sponsor, tapi belum ada yang tertarik,” tambahnya.

Reynaldy juga menegaskan bahwa isu penjualan klub belum final. Ia menyatakan masih terus berupaya menyelamatkan tim kebanggaan warga Subang itu.

Harapannya, manajemen Persikas dapat segera menemukan solusi agar klub tetap bermarkas di Subang dan bisa terus berlaga di kancah nasional.

Polisi Gagalkan Rencana Edar Sabu di Garut, Modus Sembunyi di Bawah Tiang Listrik

penggagalan peredaran sabu di Subang
Foto: Diduga pelaku peredaran narkotika jenis sabu. ANTARA/HO-Polres Subang

Subang – Sebuah upaya penyelundupan sabu menuju Garut berhasil digagalkan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Subang. Modus yang digunakan pelaku terbilang licik: menyembunyikan sabu di bawah tiang listrik dekat pemakaman.

Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, mengungkapkan bahwa penangkapan berlangsung saat transaksi berlangsung, Rabu sore (28/5). Lokasinya berada di depan TPU Curug Goong, Kelurahan Dangdeur, Subang.

Pelaku yang diamankan berinisial AM (31), warga Tarogong Kaler, Garut. Ia tertangkap basah saat hendak mengambil paket sabu yang ditinggal oleh pengedar di lokasi tersebut.

Polisi menyita lima paket sabu dengan berat bruto 46,02 gram, satu ponsel, dan kartu identitas AM. Dari pengakuan pelaku, barang haram ini merupakan titipan dari seseorang berinisial U yang kini berstatus buronan.

Sabu tersebut rencananya akan diedarkan di wilayah Garut, Jawa Barat. Modus “ambil sendiri” seperti ini memang sering digunakan oleh jaringan pengedar untuk menghindari jejak.

Kini, AM harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Ia ditahan di Mapolres Subang dan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) junto Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Frasa kunci utama:

Deskripsi meta:
Polres Subang berhasil menggagalkan upaya pengedaran sabu ke Garut. Pelaku ditangkap saat hendak mengambil sabu di bawah tiang listrik dekat TPU.

Tag:
pengedaran narkoba, Polres Subang, sabu Garut, penangkapan narkoba, berita kriminal

Negara Hadir untuk Lansia: HLUN 2025 di Subang Penuh Aksi Nyata

HLUN 2025 Subang
Foto: news.detik.com

Subang – Kabupaten Subang menjadi saksi hangatnya kasih negara terhadap para lansia dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2025 yang digelar Kementerian Sosial pada Kamis, 29 Mei. Dengan mengusung semangat kepedulian, acara ini menghadirkan layanan langsung yang menyentuh kebutuhan dasar para lanjut usia, dari operasi katarak gratis hingga pemberian bantuan ATENSI.

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, hadir langsung di tengah masyarakat bersama anggota DPD RI Alfiansyah atau Komeng, dan jajaran pemerintah daerah. Dalam sambutannya, Agus menegaskan bahwa HLUN bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata penghormatan bangsa kepada para lansia yang telah berjasa.

“29 Mei adalah pengingat bahwa negara selalu memberi ruang terhormat bagi para lansia,” ujar Agus. Ia menambahkan, HLUN juga menjadi momentum mengenang para pejuang kemerdekaan yang kini menapaki usia senja.

Selain layanan kesehatan seperti operasi katarak, HLUN di Subang juga menggelar layanan administrasi kependudukan seperti KTP elektronik, sidang isbat, hingga pernikahan ulang untuk lansia. Semua ini dilaksanakan untuk memperkuat kembali hak sipil dan martabat mereka.

Kegiatan HLUN tak hanya terpusat di Subang. Puncak peringatannya akan digelar di Jember pada 31 Mei dan dihadiri langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Sementara itu, kegiatan serupa serentak digelar di berbagai daerah melalui sinergi Kemensos dengan dinas sosial setempat.

Agus mengungkapkan bahwa kegiatan sosial lainnya turut dilaksanakan, seperti bhakti sosial, perbaikan rumah, donor darah, pembagian sembako, hingga pembersihan rumah lansia. Semua program ini menyimbolkan kehadiran negara dalam hidup masyarakat, khususnya mereka yang rentan.

“Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran, negara akan terus hadir dan menjawab persoalan sosial masyarakat,” tegas Agus. Salah satu program andalan adalah penyediaan makanan dua kali sehari untuk lansia tunggal.

Komeng pun turut angkat suara. Menurutnya, program seperti operasi katarak menunjukkan bahwa perhatian negara berlangsung dari buaian hingga lanjut usia. “Negara hadir, bukan hanya untuk anak-anak, tapi juga mereka yang telah mengabdi seumur hidup,” katanya.

Kepala Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS), Romal Uli Jaya Sinaga, memaparkan bahwa kegiatan HLUN di Subang sudah dimulai sejak awal Mei. Tak kurang dari 1.055 orang menerima intervensi dengan total nilai bantuan mencapai Rp1,15 miliar. Operasi katarak menyentuh 189 penerima manfaat, disertai sidang isbat dan peluncuran KTP digital.

Asisten Daerah Subang, Hidayat, yang mewakili Bupati, menyampaikan apresiasi atas perhatian Kemensos. Ia berharap langkah mulia ini terus diberi kelancaran dan keberkahan.

Dalam puncak kegiatan, Wamensos Agus Jabo menyerahkan bantuan ATENSI secara simbolis. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan dasar, nutrisi, alat bantu, hingga peralatan tidur untuk para lansia Subang.

Tak lupa, Kemensos memberikan penghargaan kepada Bupati Subang, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dukcapil, serta Subang Eye Center atas peran aktif mereka mendukung HLUN 2025.

Recent Posts