Beranda blog Halaman 1072

Sering Nangis, Alasan Ibu Kandung di Tasikmalaya Aniaya Anak Balitanya

Sering-Nangis-Alasan-Ibu-Kandung-di-Tasikmalaya-Aniaya-Anak-Balitanya.jpg

harapanrakyat.com,- R (25), Ibu kandung yang aniaya anaknya di Desa Mandalahayu, Kecamatan Salopa, Tasikmalaya, Jawa Barat, mengungkapkan alasan mengapa Ia tega menganiaya anak balitanya.

Terduga pelaku melakukan penganiayaan itu lantaran jengkel korban sering menangis.

Kini terduga pelaku ini masih menjalani pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya. Saat kantor polisi, R meminta ingin dibebaskan dan mencari suaminya bukan mencari anaknya.

“Bapak hayu enggal uih ih ka bumi (Bapak hayu cepet pulang ke rumah),” ucap R dihadapan penyidik Minggu (12/2/2023).

Ia mengaku aniaya anaknya, gegara kesal sering menangis. Sedangkan kondisinya sedang kelelahan usai jalan kaki keliling kerja.

“Sering nangis itu anak saya, kan saya teh cape jalan kaki jauh keliling, anak nangis mulu” kata R.

Baca juga: Tega, Seorang Ibu di Tasikmalaya Diduga Aniaya Anak Kandungnya Usia 2 Tahun

Suami Terduga Pelaku Benarkan Sang Istri Aniaya Anak Kandungnya

Sementara itu, Deni, suami pelaku yang juga ayah kandung balita korban penganiayaan, mengaku mengetahui penganiayaan tersebut.

Selain memukul menggunakan gagang sapu dan alat pel, anaknya tangan anaknya pernah disayat menggunakan punggung pisau dapur hingga dilempar piring sampai kepalanya berdarah.

“Gak bisa dihitung sering banget pak. Tapi memang yang paling saya ingat ada lima kali. Pakai lidi, gagang pel, garuk kayu buat jemur padi, pisau sampai piring dilempar ke anak saya dan langsung dicubit,” jelasnya.

Kata dia, perlakuan kasar pelaku aniaya anaknya berlangsung sejak tahun 2022, hingga awal tahun 2023.

“Kasar istri saya ke anak saya. Dari tahun 2022 hingga awal tahun ini. Kalau sekarang semuanya saya serahkan prosesnya pada hukum, saya bingung, pak,” ungkap Deni.

Sementara itu, pihak kepolisian Polres Tasikmalaya masih memproses kasus Ibu kandung aniaya anak ini. Selain memintai keterangan saksi, pelaku juga masih jalani pemeriksaan intensif.

“Kami masih melakukan penyelidikan, ibu ini masih diperiksa,” ujar AKP Ari Rinaldo, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya.

Untuk korban sendiri, masih menjalani visum di RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya. Sejumlah barang bukti diamankan, mulai dari pisau dan kayu garuk untuk menjemur padi.

Sebelumnya diberitakan, seorang Ibu di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, diduga aniaya anak kandungnya yang baru berumur 2 tahun. (Apip/R8/HR Online/Editor Jujang)

Bupati Subang Perintahkan Asda Turun Langsung ke Lokasi Banjir di Desa Mulyasari Pamanukan

IMG_20230213_081005.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Bupati Subang atau yang sering disapa Kang Jimat memerintahkan Asda 1 Subang untuk meninjau dan melayani kebutuhan korban banjir di Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan, Minggu (12/02/2023).

Curah hujan tinggi yang mengguyur sejak Sabtu kemarin mengakibatkan sungai Cigadung yang melewati Desa Bobos di hulu, Desa Rancahilir, Desa Mulyasari dan bermuara di sungai Cipunegara mengalami luapan. Ketinggian air kurang lebih 25 sentimeter hingga 65 sentimeter dan merendam sekitar 359 kepala keluarga. Kerugian akibat banjir ditaksir mencapai Rp 120 juta.

Banjir juga terjadi di desa Anggasari, Kecamatan Sukasari. Khusus desa Mulyasari terjadi pengungsian masyarakat di flyover Pamanukan. Oleh karena itu Bupati Subang memerintahkan Asda 1 untuk segera berkoordinasi dengan BPBD, Dinsos, Camat Pamanukan, para Kades, para Kadus dan Muspika Pamanukan.

“Untuk memenuhi kebutuhan logistik, kita telah memberikam 100 paket nasi bungkus, kue dan air mineral dari donatur untuk warga yang mengungsi. Selain itu Puskesmas Pamanukan juga telah melakukan pemeriksaan kesehatan para pengungsi,” Asda 1 Rahmat Effendi.

Kang Jimat berharap Semoga malam ini air mulai surut sehingga para pengungsi bisa kembali ke rumah masing masing.

Dalam rangka meringankan beban para pengungsi Kades Mulyasari beserta Camat Pamanukan mengajukan permohonan bantuan logistik ke Baznas berupa beras dan mie instan. Baznas pun berjanji akan segera bergerak memberikan bantuan ke lokasi banjir khususnya di desa Mulyasari.

Pemerintah Kabupaten Subang telah bekerja terpadu dengan Dinas Sosial yang telah memberikan bantuan logistiknya dan BPBD yang telah melakukan supervisi serta terus memonitoring kondisi wilayah sekitar. Saat ini camat Pamanukan beserta Muspika dan Kades Mulyasari terus melakukan pendampingan khususnya kepada para pengungsi yang ada di flyover Pamanukan.

Untuk mengatasi banjir saat ini salah satunya yaitu pembuatan embung-embung yang ada di Mulyasari Bobos maupun Rancahilir. Tanah dan proses perencanaannya sudah lengkap tinggal kemudian menunggu pengerjaan oleh Kementrian PUPR. Kang Jimat selaku Bupati Subang akan mendorong kembali kementerian PUPR untuk segera membangun embung-embung di wilayah tersebut untuk mengendalikan banjir yang kerap terjadi.

Bus Rombongan Study Tour SMPN 3 Garut Terbalik di Purworejo, Seorang Pemotor Tewas

Bus-Rombongan-Study-Tour-SMPN-3-Garut-Terbalik-di-Purworejo.jpg

harapanrakyat.com,- Rombongan bus study tour siswa SMPN 3 Garut, Jawa Barat, dilaporkan terbalik usai mengalami kecelakaan di wilayah Jalan Daendels, Kabupaten Purworejo, Jateng, pada Minggu (12/2/2023) malam.

Insiden kecelakaan terjadi pada pukul 19.30 WIB. Berdasarkan informasi, semua yang ada dalam rombongan bus itu selamat. Hanya saja, satu orang pemotor tewas. Usai terhimpit badan bus yang terguling

Untuk korban luka ringan dan berat sudah dievakuasi ke Rumah Sakit terdekat.

Salah seorang orang tua siswa SMPN 3 Garut, Agus mengaku, beruntung anaknya tidak ikut dalam rombongan tersebut, namun anak dari orang tua yang lain ada yang ikut.

“Beruntung anak saya tidak ikut study tour, awalnya memang memaksa untuk ikut. Tapi ibunya gak kasih izin. Tadi anak saya komunikasi dengan temannya yang ikut dengan rombongan, katanya ada yang mengalami luka,” kata Agus, orang tua murid, Minggu (12/2/2023), malam.

Baca juga:

Baca juga: 3 Korban Penganiayaan dan Penjarahan di Muratara Asal Garut Berhasil Pulang Kampung

Ia menambahkan, dalam insiden kecelakaan bus itu, terdapat anak dari tetangganya yang ikut dalam rombongan.

“Anak tetangga saya ikut, barusan juga komunikasi, mengalami luka, sudah ditangani dan dibawa ke rumah sakit,” tambahnya.

Kini para orang tua siswa yang khawatir atas keselamatan anaknya, kabarnya menuju sekolah. Untuk mengetahui kabar terkini. Pihak SMPN 3 Garut hingga saat ini belum mau memberikan keterangan, atas peristiwa ini. (pikpik/R8/HR Online/Editor Jujang)

Bupati Ruhimat Utus Asda 1 Turun ke Lokasi Layani Korban Banjir Pamanukan

IMG-20230212-WA0078.jpg

 

KOTASUBANG.com, SubangBupati Subang atau yang sering disapa Kang Jimat memerintahkan Asda 1 Subang untuk meninjau dan melayani kebutuhan korban banjir di Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan. Minggu (12/02/2023).

Curah hujan tinggi yang mengguyur sejak Sabtu kemarin mengakibatkan sungai Cigadung yang melewati Desa Bobos di hulu, Desa Rancahilir, Desa Mulyasari dan bermuara di sungai Cipunegara mengalami luapan. Ketinggian air kurang lebih 25cm hingga 65cm dan merendam sekitar 359 kepala keluarga. Kerugian akibat banjir ditaksir mencapai 120 juta rupiah.

Banjir juga terjadi di desa Anggasari, Kecamatan Sukasari. Khusus desa Mulyasari terjadi pengungsian masyarakat di flyover Pamanukan. Oleh karena itu Bupati Subang memerintahkan Asda 1 untuk segera berkoordinasi dengan BPBD, Dinsos, Camat Pamanukan, para Kades, para Kadus dan Muspika Pamanukan.

Asda 1 Rahmat Effendi menyampaikan “Untuk memenuhi kebutuhan logistik, kita telah memberikam 100 paket nasi bungkus, kue dan air mineral dari donatur untuk warga yang mengungsi. Selain itu Puskesmas Pamanukan juga telah melakukan pemeriksaan kesehatan para pengungsi”.

Kang Jimat berharap Semoga malam ini air mulai surut sehingga para pengungsi bisa kembali ke rumah masing masing.

Dalam rangka meringankan beban para pengungsi Kades Mulyasari beserta Camat Pamanukan mengajukan permohonan bantuan logistik ke Baznas berupa beras dan mie instan. Baznas pun berjanji akan segera bergerak memberikan bantuan ke lokasi banjir khususnya di desa Mulyasari.

Pemerintah Kabupaten Subang telah bekerja terpadu dengan Dinas Sosial yang telah memberikan bantuan logistiknya dan BPBD yang telah melakukan supervisi serta terus memonitoring kondisi wilayah sekitar. Saat ini camat Pamanukan beserta Muspika dan Kades Mulyasari terus melakukan pendampingan khususnya kepada para pengungsi yang ada di flyover Pamanukan.

Untuk mengatasi banjir saat ini salah satunya yaitu pembuatan embung-embung yang ada di Mulyasari Bobos maupun Rancahilir. Tanah dan proses perencanaannya sudah lengkap tinggal kemudian menunggu pengerjaan oleh Kementrian PUPR. Kang Jimat selaku Bupati Subang akan mendorong kembali kementerian PUPR untuk segera membangun embung-embung di wilayah tersebut untuk mengendalikan banjir yang kerap terjadi.

Gercep, Kapolres Subang AKBP Sumarni Malam Hari Temui Pengungsi Banjir di Fly Over Pamanukan

kapolres-subang-akbp-sumarni.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Mendapatkan informasi di Desa Mulyasari Pamanukan Subang puluhan Rumah terendam banjir dari luapan Air sungai Cigadung, Kapolres Subang, AKBP. Sumarni S.Ik, S.H, M.H, terjun langsung sambangi para pengungsi di Bawah Fly Over Pamanukan Subang, Minggu malam, (12/2/2023).

Dalam kunjungannya tersebut, Kapolres Subang AKBP. Sumarni di dampingi Kapolsek Pamanukan, Kompol Supratman, Camat Pamanukan, Kepala Desa Mulyasari dan juga para tokoh masyarakat Pamanukan.

Hal tersebut tentunya Kapolres Subang langsung memberikan bantuan makanan siap saji, seperti mie Instan, Snack, Roti dan juga yang lainnya.

“Kami bersama Forkopimcam Pamanukan, Kepala Desa Mulyasari, dan juga Puskesmas Pamanukan, kita sama sama menjenguk masyarakat yang terdampak banjir, dan kebetulan pantauan kami saat ini, sudah mulai surut, dan kepada masyarakat yang terdampak pun kami semangati mereka, dan memberikan juga bantuan,” ujar AKBP. Sumarni.

Selanjutnya, Sumarni juga menambahkan bahwa, dari Puskesmas setempat memberikan pemeriksaan kesehatan mereka yang terdampak.

“Kami juga semangati mereka yang terdampak, tentunya hal ini bisa membantu dan juga mereka bisa terhibur dengan kedatangan kami di lokasi pengungsian,” jelas AKBP. Sumarni.

Ada Ular Kobra di Lemari Pakaian, Damkar Banjarsari Ciamis Gercep Amankan, Ketiga Kalinya?

Ada-Ular-Kobra-di-Lemari-Pakaian-Damkar-Banjarsari-Ciamis-Gercep-Amankan-Ketiga-Kalinya.jpg

harapanrakyat.com,- Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos WMK Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat kembali menangkap ular kobra di rumah warga, kali ini berada di dalam lemari pakaian, Minggu (12/2/2023).

Ular kobra itu kedapatan ada di lemari yang berada di dalam kamar tidur, sehingga pemilik rumah panik dan meminta bantuan petugas damkar.

Baca Juga : Petugas Damkar Tangkap Ular Kobra Jawa di Rumah Ketua Bawaslu Kota Banjar

Petugas Damkar Banjarsari, Bintang mengatakan, pihaknya berhasil menangkap seekor ular kobra yang tengah berada di dalam lemari pakaian.

“Tadi kami mendapatkan laporan adanya warga yang meminta bantuan untuk menangkap ular di rumahnya. Setelah kami sampai ke lokasi, benar saja ular kobra itu masih ada di dalam lemari plastik,” katanya.

Menurut Bintang, ular kobra yang berhasil pihaknya amankan berukuran kecil. Meski demikian ular kobra tetap berbahaya.

“Jadi perlu berhati-hati saat menangkapnya. Alhamdulillah tadi anak ular kobra nya sudah kami amankan,” terangnya.

Baca Juga : Panik Ular Kobra Masuk Rumah, Petugas Damkar Banjarsari Ciamis Turun Tangan

Bintang mengungkapkan, ular kobra tersebut berada di dalam lemari pakaian milik Amirah warga Dusun Pahauran, Desa Sindangsari, Kecamatan Banjarsari.

Pihaknya pun sudah melakukan penangkapan anak ular kobra di rumah tersebut untuk yang ketiga kalinya.

“Jadi, kami pun curiga ada induk kobra yang bersarang di dekat rumah Amirah.” Pungkasnya. (Suherman/R12/HR-Online/Editor-Rizki)

Percepatan Penanggulangan Gempa Bumi di Jayapura, BNPB Salurkan Bantuan Rp 1 M

pengungsi-gempa-bumi-papua.jpeg

harapanrakyat.com,- Pasca gempa bumi yang mengguncang Jayapura beberapa waktu lalu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan bantuan sebesar Rp 1 miliar.

Bantuan tersebut merupakan bantuan percepatan penanganan darurat bagi warga terdampak gempa bumi di Jayapura. Bantuan tersebut merupakan dana siap pakai (DSP) sebesar Rp 750 juta dan logistic Rp 250 juta.

Dalam keterangan resmi yang diterima pada Minggu, (12/2/2023), Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Fajar Setyawan menyerahkan bantuan tersebut kepada penjabat Wali Kota Jayapura Frans Pekey di halaman RSUD Kota Jayapura pada Sabtu (11/2/2023).

Baca Juga : BNPB, Percepat Pembangunan Rumah Insitu Warga Terdampak Gempa Cianjur

Fajar mengharapkan, bantuan DSP tersebut sebagai dukungan operasional percepatan penanganan darurat gempa bumi. Ia menambahkan, prioritas penggunaan dana dukungan ini untuk urusan yang menyangkut kebutuhan dasar dan keselamatan warga.

“Ini adalah dana operasional untuk percepatan penanganan gempa bumi di Jayapura,” ucap Fajar.

Sebagai informasi, pada Kamis (9/2/2023), gempa bumi berkekuatan M 5,4 mengguncang Tanah Papua. Sejumlah infrastuktur mengalami rusak, termasuk rumah warga. Tidak sedikit warga yang mengalami luka akibat gempa bumi itu. Bahkan dilaporkan pula ada warga terdampak yang meninggal.

Trauma Masih Selimuti Warga Terdampak Gempa Bumi

Gempa bumi berkekuatan M 5.4 di Jayapura, memaksa 2.148 jiwa mengungsi di 16 lokasi pengungsian. Sebagian besar pengungsi mengaku masih trauma.

“Kami masih trauma. Jadi lebih baik di sini (tenda). Tapi kalau pagi sampai sore, kita bekerja saja seperti biasa. Kadang juga menengok rumah. Tapi ya masih sedikit takut begitu,” ungkap warga pengungsi.

Lebih lanjut, warga juga mengaku masih sering merasakan guncangan gempa bumi susulan hingga saat ini. Hal itulah yang kemudian juga turut membuat masyarakat masih enggan meninggalkan tenda pengungsian, terutama di waktu malam.

Baca Juga : Gubernur Jabar Imbau Pengusaha Real Estate Fokus Bangun Hunian Tahan Gempa Bumi

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah V Jayapura menjelaskan, berdasarkan rekaman data BMKG, sudah terjadi 1.124 kali gempa bumi sejak tanggal 2 Januari 2023. Dua gempa bumi itu berdampak signifikan.

“Ada sebanyak 1.124 kali gempa bumi sejak 2 Januari 2023,” jelas Danang Pamuji, selaku Koordinator Bidang Obs BMKG Wilayah V Jayapura. (Ecep/R13/HR-Online)

Curhat Petani Banjar saat Musim Tanam, Harga Pupuk Subsidi Naik dan Pasokan Telat

IMG_20230212_211127_4kudTAsa2u_UjcrL2P33O.jpeg

harapanrakyat.com,- Petani di Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, curhat soal terlambatnya pasokan dan kenaikan harga pupuk subsidi saat musim tanam padi tiba.

Mereka khawatir lambatnya pasokan pupuk dapat mempengaruhi perkembangan padi. Mengingat saat ini usia tanaman sudah memasuki usia 7-15 hari.

Ndus (70), petani asal lingkungan Langkaplancar mengatakan, bahwa saat ini hampir kebanyakan tanaman padi sudah mulai memasuki masa penyemaian pupuk.

Menurutnya, memasuki masa tanam yang sekarang ini harga pupuk subsidi naik Rp 5 ribu dari harga pupuk subsidi pada saat musim tanam periode lalu.

Harga pupuk subsidi saat ini Rp 130 ribu per karung untuk pupuk urea dan Rp 135 ribu per karung pupuk NPK. Sedangkan pada masa tanam tahun lalu harga pupuk urea subsidi masih Rp 125 ribu dan Rp 130 ribu untuk NPK.

Baca Juga: Truk Pengangkut Karang Terguling ke Sawah di Kota Banjar

“Harga pupuk naik saya beli pakai kartu itu Rp 130 ribu untuk urea Rp 135 ribu untuk Phonska. Kalau mahal ya ngga juga. Untuk petani yang penting barangnya ada,” kata Ndus kepada harapanrakyat.com, Minggu (12/2/2023).

Petani Minta Pasokan Pupuk Subsidi Lancar

Meski harga pupuk naik namun sebagai petani tidak begitu mempermasalahkan hal itu. Paling penting bagi petani adalah tersedianya pasokan pupuk saat musim tanam.

Namun saat ini pasokan pupuk mengalami keterlambatan. Seharusnya menurut usia tanaman padi sudah dua kali pemupukan tetapi sekarang baru satu kali karena pupuk subsidi belum tersedia lagi.

Ia pun mengaku khawatir lambatnya pasokan pupuk tersebut nantinya akan mempengaruhi masa tumbuh tanaman padi seperti serangan hama wereng dan tanaman padi tidak produktif.

“Sekarang lagi ngga ada barangnya (pupuk). Katanya itu akhir bulan Januari tapi belum ada lagi. Saya juga biasanya dapat empat karung, kemarin dapat sedikit,” ujar Ndus.

Petani lainnya, Karno berharap pasokan pupuk berjalan lancar. Usia tanaman padi miliknya sudah berusia satu minggu lebih namun belum melakukan pemupukan.

Kondisi saat penanaman padi bibit atau benih yang digunakan juga sudah berusia tua. Sehingga petani khawatir jika tidak segera dilakukan pemupukan akan berdampak pada pertumbuhan tanaman padi.

“Sudah satu minggu lebih saya tanam. Kebetulan bibit padi sudah berusia tua jadi harus segera dipupuk,” katanya (Muhlisin/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Truk Pengangkut Karang Terguling ke Sawah di Kota Banjar

Truk-Pengangkut-Karang-Terguling-ke-Sawah-di-Kota-Banjar.jpg

harapanrakyat.com,- Truk pengangkut batu karang terguling ke sawah di jalan raya Banjar-Lakbok, tepatnya di Lingkungan Langen Rt 5 Rw 2, Kelurahan Muktisari, Kota Banjar, Jawa Barat pada Minggu (12/2/2023).

Peristiwa terjadi sekitar pukul 04.00 WIB pagi. Truk pengangkut batu karang tersebut diduga oleng dan terjun bebas dengan kondisi terguling ke lahan persawahan milik warga.

Tak hanya itu, muatan batu karang yang berada di dalam truk juga tumpah ke area persawahan.

Baca Juga : Pulang dari Mengaji, Bocah Tertabrak Motor di Pangandaran

Kanit Gakkum Satlantas Polres Banjar, Ipda Hermawan mengatakan, kecelakaan tunggal tersebut bermula saat truk yang dikemudikan oleh Dedi Trisman itu melaju dari arah timur menuju barat (Banjar).

Sesampainya di lokasi kejadian sopir hilang kendali. Kemudian, truk terguling ke lahan pertanian milik warga yang berada di sebelah kiri jalan raya.

“Sesampainya di lokasi pengemudi hilang kendali, lalu terguling ke lahan pertanian yang ada di sebelah kiri jika dari arah timur,” kata Hermawan kepada harapanrakyat.com, Minggu (12/2/2023).

Baca Juga : Maling Motor di Banjar Tertangkap saat Akan Kabur Keluar Daerah

Menurutnya, meski kondisi kendaraan terguling, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan tunggal tersebut.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kecelakaan tunggal tersebut. Hanya mengalami kerugian material saja,” katanya.

Kemudian, Hermawan pun mengimbau kepada pengguna jalan agar berhati-hati dalam berkendara. “Untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas.” Pungkasnya. (Muhlisin/R12/HR-Online/Editor-Rizki)

Dua Pemotor Terlibat Tabrakan di Pamarican Ciamis Terluka Parah

Dua-Pemotor-Terlibat-Tabrakan-di-Pamarican-Ciamis-Terluka-Parah.jpg

harapanrakyat.com,- Dua pemotor terlibat tabrakan di jalan raya Pamarican – Banjarsari, tepatnya di Dusun Cisaat RT 10/03 Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (12/2/2023).

Tabrakan terjadi antara motor beat vs motor beat dan mengakibatkan kedua pengendara alami luka serius di bagian kepala.

Panit 1 Lantas Polsek Banjarsari, Aiptu Suryana mengungkapkan, tabrakan bermula saat pengendara motor bernama Daffa Algathfan (14), menggunakan honda beat nopol B-6987-WFK keluar dari gang atau dari arah Barat Pamarican menuju arah Timur Kertahayu.

“Sesampainya di lokasi kejadian, muncul dari arah berlawanan pengendara motor honda beat Nopol Z-6980, pengendaranya saudara Moch Rangga Heryadi (25), tabrakan pun tak terhindarkan,” ungkapnya.

Baca Juga : Ambulan Pengantar Jenazah RSUD Pandega Pangandaran Tabrakan Beruntun, 1 Pemotor Meninggal

Menurut Suryana, peristiwa terjadi sekitar pukul 15.30 WIB saat keadaan jalan sedang macet karena terdapat perbaikan.

“Banyak mobil yang berhenti lantaran adanya antrian tutup buka perbaikan jalan. Nah saat itu Rangga Heryadi memakai jalur kanan untuk mendahului mobil,” jelasnya.

“Ia melaju dengan cepat, dari gang keluar motor yang dikendarai Daffa dan seketika kedua pengendara R2 tersebut saling bertabrakan,” tambahnya.

Suryana melanjutkan, saat tabrakan kedua pengendara tersebut terjatuh ke jalan hingga mengalami luka parah pada bagian kepala.

“Saudara Dafa dan Rangga mengalami luka parah di kepala, keduanya tadi sempat dievakuasi ke Klinik Amal Bakti Kertahayu,” lanjutnya.

Namun, karena dua pemotor yang terlibat tabrakan tersebut mengalami luka parah, Klinik Amal Bakti Kertahayu merujuk keduanya ke RSUD Banjar.

“Sementara, untuk kendaraan yang terlibat tabrakan mengalami kerusakan, petugas langsung mengamankan kedua barang bukti beserta surat-suratnya ke Polsek Banjarsari.” Pungkasnya. (Suherman/R12/HR-Online/Editor-Rizki)

Recent Posts