Beranda blog Halaman 1010

Upaya Bangkitkan Ekonomi, Komunitas Koi Pangandaran Gelar Kontes

IMG_20230303_050952_VrqdhBGO9k_RST4yVP30L.jpeg

harapanrakyat.com,- Komunitas Koi Pangandaran (KKP) menggelar event kontes ikan koi One Day Koi Show, Kamis (2/3/2023). Selain sebagai ajang silaturahmi para penghobi ikan koi, juga dalam upaya memulihkan dan membangkitkan ekonomi.

Event ini juga sebagai ajang edukasi kepada masyarakat tentang cara budi daya dan merawat ikan koi yang baik. Sehingga bisa menghasilkan ikan koi berkualitas dan memiliki harga jual yang tinggi.

Kontes ikan koi tersebut digelar di Gedung Koperasi Cimindi, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dan dihadiri masyarakat.

Sekjen Komunitas Koi Pangandaran (KKP) Arif HS mengatakan kontes ini merupakan ajang silaturahmi para penghobi ikan koi dan latihan bersama. Ratusan Penghobi hadir dalam event tersebut dengan membawa ikan-ikan terbaiknya untuk terjun ke arena kontes.

“Masyarakat juga sangat antusias hadir ingin menyaksikan kegiatan tersebut. Bahkan ada beberapa pejabat juga hadir untuk ikut menyaksikan event ini,” jelas Arif HS kepada harapanrakyat.com.

Baca Juga: Komunitas KOI Pangandaran Siap Gelar Keeping Contest 3rd

Arif HS menjelaskan selain dari ajang silaturahmi para penghobi koi ivent, juga sebagai ajang edukasi terhadap masyarakat. Tentang bagaimana cara budi daya dan merawat ikan koi yang baik.

“Penggagas kegiatan ini adalah Komunitas KOI Pangandaran. Sedangkan tim pelaksana kegiatan oleh Tim TKC Cigugur yang koordinatornya Kang Deden Bloer,” ungkap Arif HS.

Arif berharap event ini bisa terus digelar di Pangandaran. Bahkan ke depan bisa berskala nasional.

“Ini langkah nyata dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi masyarakat loh,” kata Arief.

Baca Juga: Wisata Petik Anggur Impor di Pangandaran, Ada 30 Varian dari Berbagai Negara

Pangandaran sebagai daerah wisata tentu ini bisa menjadi daya tarik peserta dan wisatawan. Sehingga event berskala nasional sangat mungkin untuk menarik wisatawan.

“Harapannya pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat memfasilitasi dan mendukung program yang sedang kami gagas para penghobi koi Pangandaran. Karena bisa menjadi bagian dari peningkatan sumber pendapatan daerah,” pungkasnya. (Madlani/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Wisata Petik Anggur Impor di Pangandaran, Ada 30 Varian dari Berbagai Negara

IMG_20230303_043541_c1dNFFCr7d_IjpSJioT3O.jpeg

harapanrakyat.com,- Wisata petik anggur impor kini bisa dijumpai di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Salah satunya kebun anggur milik Surman, petani asal Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran.

Wisatawan bisa belajar budi daya anggur. Selain itu wisatawan juga bisa mencicipi rasa anggur impor dari berbagai negara.

“Ada seratus pohon lebih dari pohon tersebut ada 30 varian atau jenis pohon anggur dari berbagai negara di dunia,” ujarnya, Kamis (2/3/2023).

Surman mengaku awalnya hanya mencoba menanam dan budi daya pohon anggur impor. Kemudian Surman pun mengolah tanah kebun mimiknya. Mengingat Kabupaten Pangandaran identik dengan faktor kondisi cuaca laut. Sehingga membutuhkan perawatan yang berbeda dan hati-hati.

“Memang perlu perawatan yang serius dan intensif serta pupuk dan perawatan khusus. Setelah memasuki usia enam bulan , tiga puluh varian pohon anggur yang kami tanam tersebut Alhamdulillah semuanya berubah,” tegasnya.

Baca Juga: Marak Galian C Tak Berizin di Pangandaran, Dinas ESDM Jabar Panggil Pengusaha

Menurut Surman, sesuai perhitungan, pohon anggur tersebut dapat berbuah setelah memasuki masa usia 12 bulan. Namun dengan teknik stek yang Surman lakukan terhadap pohon anggurnya, hanya dalam waktu 6 bulan saja sudah berbuah.

“Itu pun tidak sembarangan ya, kami sangat hati-hati saat merawat anggur. Kami juga menggali ilmu dari berbagai buku yang ada tentang penanaman pohon anggur. Saat ini hasilnya setelah enam bulan lamanya pohon anggur berbuah banyak serta rasanya sangat manis,” jelasnya.

Baca Juga: Petani di Pangandaran Kembangkan Budidaya Anggur, Ini Harapannya

Surman menyebut keberadaan pohon anggur tersebut, ke depan akan menjadi salah satu destinasi kunjungan wisata. Para wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Pangandaran dan bisa datang mengunjungi wisata petik anggur.

“Untuk wisatawan kami akan berikan edukasi tentang budi daya pohon anggur impor tersebut. Selain itu para wisatawan pun bisa sekaligus membeli dengan memetik langsung anggur dari pohonnya,” ungkapnya.

Harga anggur impor tersebut bervariatif sesuai dengan jenis anggur namun masih terjangkau. (Entang/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Dua Remaja Bawa Narkoba Ditangkap di Banjar, Orang Tua Harus Waspada

IMG_20230303_040710_OwAm3J4x16_GFsVcWWU2j.jpeg

harapanrakyat.com,- Polres Kota Banjar menangkap dua remaja yang membawa dan diduga kurir narkoba jenis sabu di Kota Banjar, Jawa Barat. Polisi meminta orang tua untuk lebih waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap anak.

Kapolres Banjar AKBP Bayu Catur Prabowo mengatakan, pada tahun 2022 angka penyalahgunaan narkotika jenis sabu terbilang tidak terlalu banyak.

“Sebetulnya angka penyalahgunaan narkotika khususnya sabu-sabu di wilayah hukum Polres Kota Banjar tahun 2022 kemarin tidak terlalu banyak,” kata Bayu Catur Prabowo, Rabu (1/3/2023).

Akan tetapi, dengan adanya penangkapan dua orang remaja perempuan yang membawa sabu dugaan sebagai kurir narkoba, hal tersebut harus menjadi sebuah perhatian.

“Tapi dengan adanya pengungkapan kasus yang sekarang ini harus menjadi perhatian kita semua. Orang tua harus lebih waspada dan tingkatkan pengawasan anak,” terangnya.

Baca Juga: Bawa Sabu Puluhan Gram, Warga Bandung Diciduk Polres Banjar

Ia menjelaskan, dari hasil penyelidikan anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Banjar, petugas berhasil mengamankan puluhan gram sabu-sabu.

“Hasil penyelidikan, barang buktinya sabu-sabu seberat 88,99 gram. Artinya dengan jumlah sebanyak ini bisa untuk berapa puluh orang,” jelasnya.

Lanjut Bayu, pihaknya juga akan terus melakukan pendalaman terkait kasus penyalahgunaan narkoba itu. Dengan harapan bandar utama atau yang memesan bisa secepatnya tertangkap.

“Kita akan terus lakukan pendalaman. Meski hasil penyelidikan sementara, jaringan ini terputus. Tapi kita tidak akan berhenti dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Polres Kota Banjar,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya meminta doa dan dukungan dari masyarakat untuk segera melapor apabila ada indikasi penyalahgunaan narkoba. (Sandi/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Marak Galian C Tak Berizin di Pangandaran, Dinas ESDM Jabar Panggil Pengusaha

IMG_20230303_034037_qL85knGw8x_uLxNuXW92i.jpeg

harapanrakyat.com,- Aktivitas pertambangan atau galian C tak berizin marak terjadi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Mengatasi hal itu, Dinas ESDM Jabar melalui Cabang Dinas ESDM Wilayah 6 panggil para pengusaha.

Pejabat Fungsional Penyelidik Bumi Cabang Dinas ESDM wilayah 6 Tasikmalaya Pepen Ucu Atila menuturkan pihaknya kerja sama dengan Bapenda Pangandaran. Terutama untuk sosialisasi terkait perizinan pertambangan. Rata-rata para pengusaha tersebut tidak memiliki izin.

“Minimal besok para pengusaha galian C tersebut sudah mulai mengumpulkan persyaratan dan mengajukan permohonan sebelum memulai penambangannya,” kata Pepen Ucu Atila, Kamis (2/3/2023)

Pepen Ucu Atila mengatakan wilayah Kabupaten Pangandaran hampir semuanya potensinya batu kapur. Dari informasi, ada sekitar 25 lokasi galian C penggalian batu kapur di Kabupaten Pangandaran yang kebanyakan tidak berizin.

“Ada 25 lokasi galian C kebanyakan tidak berizin. Penggalian batu kapur, karena Pangandaran potensi penggaliannya batu kapur,” ungkap Pepen.

Baca Juga: Banyak Galian C Pangandaran Belum Berizin, Kok Bisa?

Pepen menegaskan yang berhak menindak yakni aparat penegak hukum minimal Polisi Pamong Praja Kabupaten Pangandaran. Karena tambang ilegal itu sama juga dengan maling.

“Seharusnya jangan dulu ada aktivitas sebelum izin keluar, dan penindakan oleh aparat penegak hukum daerah minima Pol PP Kabupaten,”ungkap Pepen

Pemerintah Kabupaten yang memiliki Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan pemohon harus memiliki surat kesesuaian. Nantinya, hal itu yang akan dilihat oleh tata ruang kabupaten, sudah sesuai atau tidak.

“Kalau seluruhnya tidak sesuai tolak, kalau ada sebagian silahkan ini pentingnya sinergi dengan tata ruang. Boleh apa tidak, pemohon harus mendapat surat kesesuaian tata ruang kabupaten. Penindakan boleh dilakukan langsung oleh aparat penegak hukum di daerah,” pungkasnya. (Madlani/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Gaikindo Jakarta Auto Week Bakal Diikuti Lebih Dari 60 Merek Otomotif

gjaw23-scaled.jpg

ROCKOMOTIF, Jakarta – Ajang pameran Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) bakal kembali digelar selama 10 hari dari 10 Maret sampai 19 Maret 2023 dengan diikuti oleh lebih dari 60 merek otomotif. Tak hanya itu GJAW juga akan sajikan yang terbaik dari industri otomotif dan lifestyle.

Para peserta GJAW ini terdiri lebih dari enam puluh merek, dengan lineup lengkap termasuk kendaraan penumpang, kendaraan premium, kendaraan komersial, dan industri pendukung.

Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, mengatakan berbagai promo yang akan hadir pada penyelenggaraan GJAW 2023 menjadi kekuatan utama untuk terus menggerakkan pasar dan mendongkrak angka penjualan industri otomotif Indonesia.

“Jika selama ini pergerakan angka penjualan terlihat kencang di semester dua, maka dengan kehadiran GJAW, Gaikindo ingin memulai pergerakan pasar terlihat sejak awal tahun, oleh karena itu GJAW akan menggenjot penjualan dengan berbagai penawaran dan promosi dari para merek otomotif,” jelas Nangoi.

Baca juga: Gaikindo Jakarta Auto Week 2023 Usung Pameran Otomotif dan Lifestyle

 

Tahun ini GJAW akan menghadirkan merek kendaraan yang lebih lengkap dengan kembalinya merek-merek kendaraan premium. GJAW x Lifestyle 2023 akan fokus pada peluncuran kendaraan terbaru dan juga promo yang dihadirkan anggota GAIKINDO, BMW M, Chery, Citroen, Daihatsu, Honda, Hyundai, Isuzu, KIA, Lexus, Mazda, Mercedes-Benz, MG, Mitsubishi Motors, Nissan, Porsche, Subaru, Suzuki, Toyota, dan Wuling.

Serta merek-merek dari industri pendukung otomotif lainnya juga akan membawa produk unggulan dengan penawaran menarik.

“Jadi selama berlangsungnya GJAW akan menjadi waktu terbaik untuk masyarakat belanja produk otomotif, manfaatkan berbagai promo bertransaksi mobil, sampai produk-produk dari aftermarket,” tegas Nangoi.

Menurutnya aktivitas penjualan pada sepanjang pameran GJAW tahun ini ditargetkan dapat melebihi capaian pameran perdana GJAW ditahun 2022 lalu yang berhasil mencatat transaksi sejumlah 5.919 unit dengan senilai 2,3 triliun rupiah, hanya dari penjualan kendaraan otomotif saja.

Konser, Fashion Show dan Kuliner

Tahun ini GJAW juga akan mengeksplorasi dunia lifestyle, dengan kehadiran konser, fashion show, serta kuliner khas nusantara.

Pengunjung akan dapat menikmati pameran tren dan hobi dalam satu waktu dan tempat, menikmati launching, inovasi terbaru, tidak lupa penawaran dan promo terbaik dari industri otomotif, sekaligus suguhan dari dunia lifestyle lewat Jakarta Concert Week, Jakarta Auto Runway, dan Indonesia Authentic Food Festival.

“Kami yakin kehadiran GJAW x Lifestyle ini akan meriah dan secara keseluruhan akan menarik pengunjung dari berbagai kalangan yang tidak terbatas hanya pada pecinta otomotif saja, namun juga para pecinta hiburan, musik, fashion dan penikmat kuliner di Jakarta dan sekitarnya,” tutur Rizwan Alamsjah, Ketua III Gaikindo sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran Gaikindo.

Hadiri Rakornas Partai Hanura di Bandung, Ridwan Kamil Sampaikan Sederet Harapan

gubernur-jabar-sambutan-rakornas-hanura.jpeg

harapanrakyat.com – Saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Hanura di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan kapasitasnya dalam acara tersebut.

Ridwan Kamil mengatakan, sebagai tuan rumah pelaksanaan rakornas, maka untuk menghormati undangan DPP Partai Hanura. Ridwan Kamil pun merasa patut menghadiri acara tersebut.

Akan tetapi, saat ditanya mengenai kepentingan politik 2024, Ridwan Kamil menegaskan tidak ada kepentingan sama sekali.

Baca Juga : Partai Hanura Masih Malu-malu Ungkap Calon Kandidat Pilpres 2024

Gak ada lah, saya kapasitasnya hanya sebagai tuan rumah saja,” ungkap Ridwan Kamil seusai pembukaan Rakornas Partai Hanura, Kamis (2/3/2023).

Sebagai tuan rumah, Ridwan Kamil turut mendukung pelaksanaan rakornas tersebut.

“Saya ucapkan selamat untuk Partai Hanura yang sudah memilih Bandung sebagai tempat kegiatan rakornasnya,” ujar Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil berharap kegiatan tersebut dapat berjalan lancar dan tercapai apa yang menjadi tujuan Partai Hanura.

“Saya hadir dalam kapasitas sebagai Gubernur Jawa Barat. Saya mengucapkan selamat datang, semoga sukses berkegiatan,” katanya.

Mengenai Pemilu 2024, Ridwan Kamil berharap Partai Hanura kembali mencapai kejayaan dalam perolehan kursi di legislatif.

Sebagai informasi, perolehan kursi Partai Hanura di DPR RI mengalami penurunan tajam pada Pemilu Legislatif 2019.

Baca Juga : DPP PKS Ajukan Ahmad Heryawan Jadi Bakal Cawapres

“Mudah-mudahan di pesta demokrasi (Pemilu Legislatif 2024), juga semakin baik dari hasil sebelumnya. Karena Partai Hanura juga menjadi pemangku kepentingan dalam demokrasi di republik ini,” ucap Ridwan Kamil saat memberikan sambutan dalam rakornas itu.

“Saya doakan juga Pak Oesman Sapta (Ketua Umum DPP Partai Hanura), guru kita semua untuk selalu sehat dan membimbing kita semua yang muda-muda dalam berdemokrasi,” Ridwan Kamil menambahkan. (Atep Kurniawan/R13/HR Online/Editor-Ecep)

Prevalensi Balita Stunting Jawa Barat Mencapai 20 Persen

Sekda-Jabar-Setiawan-Wangsaatmadja.jpeg

harapanrakyat.com – Angka prevalensi balita stunting di Jawa Barat mencapai 20,2 persen pada 2022. Angka tersebut menurun 4,3 poin dari tahun sebelumnya yakni 24,5 persen.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja mengungkapkan, angka prevalensi itu berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan.

Setiawan mengklaim, angka prevalensi balita stunting itu masih rendah jika dibandingkan nasional yang mencapai angka 21,6 persen pada 2022.

Baca Juga : Selama Februari 2023, Terjadi Dua Kasus Keracunan Massal di Bandung Barat

Ia mengharapkan, penurunan angka prevalensi balita stunting ini harus betul-betul berkualitas.

“Kita punya target, saat ini kita sudah mencapai 20,2 persen di tahun 2022. Pada 2023 ini, kita mengharapkan mampu menurunkan kembali (angka stunting) di angka 19,2 persen,” ungkap Setiawan di Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (2/3/2023).

Untuk itu, lanjut Setiawan, untuk menurunkan angka prevalensi balita stunting di Jawa Barat ini memerlukan keterlibatan upaya semua pihak.

Ia mengakui, populasi balita di Jawa Barat yang cukup besar. Dengan demikian, jika Jawa Barat mampu menurunkan angka prevalensi balita stunting secara signifikan, maka hal itu tentunya berdampak pada prevalensi nasional.

“Anak harus cukup asupan protein hewani yang sangat berarti meningkatkan daya tahan balita. Bahkan sebelum ibu menikah, harus kita periksa dulu. Seumpamanya calon ibu kurang darah, harus diberikan Tablet Tambah Darah,” ucapnya.

Menekan Balita Stunting

Dalam upaya menurunkan risiko balita stunting ini, lanjut Sekda Jawa Barat, angka pernikahan dini pada usia 15-19 tahun, perlu ditekan sedemikian rupa. Dengan demikian, calon ibu melahirkan berada di atas usia 20 tahun.

“Sehingga lebih siap dan dapat mengurangi hal-hal gejala gagal tumbuh,” ucap Setiawan.

Baca Juga : DKPP Jawa Barat Antisipasi Munculnya Varian Baru Flu Burung

Sebagai informasi, sejumlah kabupaten/kota di Jawa Barat yang berhasil menekan angka stunting di antaranya Karawang, Cianjur, Garut, Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Cirebon, dan Kabupaten Purwakarta.

Adapun terkait intervensi digital, Kabupaten Sumedang sebagai kabupaten yang berhasil menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan menjadikannya sebagai basis data untuk program penurunan angka balita stunting. (R13/HR Online/Editor-Ecep)

Cerita Horor Tanjakan Alinayin di Ciamis yang Rawan Kecelakaan

Selain-Rawan-Kecelakaan-Tanjakan-Alinayin-di-Ciamis-Ternyata-Punya-Cerita-Horor.jpg

harapanrakyat.com,- Tanjakan Alinayin merupakan salah satu jalan yang rawan akan kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Pasalnya, kondisi jalan tersebut menikung dan menanjak, sehingga menjadi salah satu titik rawan kecelakaan lalu lintas.

Jalan tersebut memiliki kemiringan yang cukup curam. Terlebih pada pundak jalan langsung menikung. Ini yang membuat jalan tersebut menjadi rawan akan kecelakaan lalu lintas.

Jalan Ciamis-Cirebon itu sering dilintasi oleh mobil truk besar. Jika kurang ancang-ancang saat melewati jalan ini, maka membuat kendaraan bisa mundur lagi bahkan terguling.

Baca Juga: Tempat Angker di Pulau Jawa, Berani Berkunjung?

Tidak hanya rawan akan kecelakaan, tanjakan Alinayin yang berada di Desa Jelat, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis ini juga mempunyai cerita horor. Tentunya membuat bulu kuduk merinding bagi yang mendengarkannya.

Cerita Horor Tanjakan Alinayin Ciamis

Menurut penuturan beberapa orang, bahwa nama Alinayin untuk penamaan tanjakan tersebut adalah mengambil dari nama orang. Namun, ada alasan tersendiri orang tua dahulu memberi nama tersebut.

Salah satu warga Desa Baregbeg, Endang Setia Budi menceritakan asal mula tanjakan Alinayin yang berada di Kecamatan Baregbeg tersebut. Berdasarkan cerita orang tuanya, Alinayin merupakan seorang pemuda asal Desa Jelat.

Pada suatu hari, Alinayin bersama warga lainnya pergi ke Cijoho untuk menonton pementasan wayang. Namun untuk pergi ke Cijoho itu, ia harus melewati hutan dan sungai, yang saat itu jalan tersebut masih hutan tidak seperti sekarang ini.

Baca Juga: Cerita Mistis Dibalik Sejumlah Kecelakaan di Tanjakan Cibeka Ciamis

Sesudah menonton wayang, Alinayin dan warga lainnya pulang lagi. Akan tetapi, saat berada di lokasi (saat ini tanjakan Alinayin) di Ciamis, sandal Alinayin ketinggalan di lokasi pementasan wayang.

“Karena kalau orang dulu itu, jika nonton wayang pasti yang menjadi alas untuk duduk yakni sandal,” tuturnya kepada harapanrakyat.com, Kamis (2/3/2023).

Alinayin pun menyampaikan kepada warga lainnya, bahwa ia akan pergi lagi ke tempat pertunjukan wayang untuk mengambil sandalnya. Akan tetapi, setelah sekian lama Alinayin tak kunjung kembali.

Bahkan, saat warga lainnya menyusul ke lokasi pementasan wayang, tidak menemukannya. Sehingga, warga pun menyampaikan bahwa Alinayin hilang secara misterius.

Seiring zaman berlalu, cerita hilangnya Alinayin hilang itu sudah diketahui banyak orang. Kemudian, setelah lokasi tersebut sudah menjadi jalan, ada beberapa warga yang pernah melihat sosok orang gondrong misterius yang tubuhnya dipenuhi lumut.

“Iya, ada orang yang melihat penampakan orang gondrong penuh lumut merangkak menyebrangi jalan. Ketika sudah tidak ada, lalu terjadi kecelakaan,” ucapnya.

Konon katanya, penampakan orang misterius tersebut adalah Alinayin. Maka dari itu jalan yang ada di Desa Jelat, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis tersebut diabadikan sebagai Tanjakan Alinayin.

“Kalau berdasarkan cerita itu, cirinya kalau ada orang yang merangkak menyebrangi jalan, akan terjadi kecelakaan,” pungkasnya. (Ferry/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Produksi Jengkol dan Petai di Kabupaten Ciamis Melimpah, Distan Ciamis: Cocok Dikembangkan

Produksi-Jengkol-dan-Petai-di-Kabupaten-Ciamis-Melimpah-Distan-Ciamis-Cocok-Dikembangkan.jpg

harapanrakyat.com,- Kabupaten Ciamis menjadi daerah penghasil jengkol terbanyak di Jawa Barat. Berdasarkan data dari BPS Produksi Buah dan Sayur Tahunan, tahun 2021 Ciamis mampu menghasilkan jengkol sebanyak 54.705 kuintal.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ciamis, Armina menyatakan, masyarakat Ciamis sejak dulu sudah turun temurun menanam pohon jengkol dan petai.

“Kebanyakan sudah ada di dekat setiap rumah penduduk. Jengkol dan petai memang menjadi salah satu menu makan warga Ciamis,” ujar Armina Kamis (2/3/2023).

Baca juga: Hadapi Ancaman Krisis Pangan Tahun 2023, Kadistan: Ciamis dalam Status Aman

Ia mengaku tidak tahu pasti, sejak kapan Ciamis menjadi daerah penghasil jengkol dan petai. Namun sudah sejak dulu keberadaan kedua pohon itu ada di masyarakat.

“Pohonnya sudah menyebar di lahan perkebunan ataupun pekarangan rumah. Namun untuk jengkol memang awalnya tumbuh liar,” katanya.

Armina menuturkan, berdasarkan topografi wilayah, lahan dan iklim, Ciamis memang secara umum baik untuk menanam pohon jengkol dan petai.

“Kedua tanaman ini baik untuk dikembangkan di Ciamis, terutama di beberapa wilayah,” ungkap Armina.

Adapun Kecamatan penghasil jengkol dan petai di Kabupaten Ciamis berdasarkan data dari BPS Produksi Buah dan Sayur Tahunan antara lain.

Untuk petai yakni kecamatan Cimaragas, sebanyak 9.700 kwintal. Cisaga 6.465 kuintal dan Panawangan sebanyak 10.060 kulintal.

Sementara itu komoditi jengkol terbanyak Kecamatan Pamarican, sekitar 14.365 kuintal. Lalu Sukadana, 4.800 kuintal, Banjaranyar 3.262 kuintal dan Cisaga 2.802 kuintal. (Fahmi/R8/HR Online/Editor Jujang)

Ibu Rumah Tangga Jadi Korban Perampokan di Tasikmalaya

Ibu-Rumah-Tangga-Jadi-Korban-Perampokan-di-Tasikmalaya.jpg

harapanrakyat.com,- Seorang ibu rumah tangga diduga jadi korban perampokan di rumahnya, di Kampung Cirarab, Kelurahan Sambong Pari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (2/3/2023) siang.

Pelaku yang beraksi di siang bolong ini, selain embat barang berharga, korban juga sempat dibekap dan dilakban. Bahkan, korban juga dipukul hingga kepalanya dibenturkan ke lemari.

Sukaesih, korban perampokan mengungkapkan, pelaku datang seorang diri berpura-pura hendak mengantar paket untuk anak korban.

Baca Juga: Perampok Minimarket di Tasikmalaya Ditangkap, Ternyata Tukang Parkir

“Pelaku awalnya bilang mau mengantarkan paket buat anak. Dan kemudian meminta membayar barang paketan Rp 20 ribu,” ungkapnya kepada harapanrakyat.com, Kamis (2/3/2023).

Perampok tersebut ternyata memanfaatkan suasana sepi perkampungan, untuk beraksi merampok targetnya yang sedang sendirian.

“Langsung masuk ngebekap sambil nyekek saya. Memang di sini mah suasananya sepi, karena tetangga lagi pada kerja,” kata korban perampokan di Tasikmalaya ini.

Lanjutnya menambahkan, setelah menyekek, pelaku meminta kepada korban untuk menunjukkan uang yang tersimpan di kamar.

“Langsung saya tunjukkan lemari yang ada uangnya, dan pelaku langsung mengambil uang itu,” ujarnya.

Kerugian Korban Perampokan di Tasikmalaya

Menurut Sukaesih, uang yang pelaku ambil dari dalam lemari tersebut sejumlah Rp 900 ribu. Selain itu juga pelaku mengambil HP dan emas anting. Namun untuk kalung tidak pelaku ambil, karena jatuh ke kolong lemari.

Lanjutnya mengatakan, saat pelaku mengambil perhiasan ia pura-pura pingsan setelah kepalanya dibenturkan ke lemari. Karena takut dibunuh, sebab Sukaesih melihat pelaku masuk ke dapur. “Takutnya membawa golok,” ucapnya.

“Pelaku menyuruh saya diam karena teriak ke anak saya, tolong…tolong… Langsung mulut saya dibekap lakban. Pelakunya hanya satu orang,”  pungkas Sukaesih.

Baca Juga: Perampokan Minimarket di Tasikmalaya, Pelaku Todongkan Sajam Gasak Rokok dan Uang

Sementara itu, Kapolsek Mangkubumi, Polres Tasikmalaya, IPTU Hartono, membenarkan kejadian perampokan tersebut.

Pihaknya mengaku mendapatkan laporan pencurian dengan kekerasan sekitar pukul 13.30 WIB. Kemudian setelah mendapat laporan, anggotanya langsung mendatangi TKP.

“Ternyata benar. Pelaku melakukan aksinya dengan cara menyekap dan mempiting korban,” ujarnya.

Lanjutnya menuturkan, bahwa barang yang berhasil pelaku ambil adalah berupa HP merek Oppo, emas 1,5 gram dan uang tunai Rp 900 ribu.

Adapun modusnya pelaku perampokan adalah berpura-pura mengantarkan pesanan paket, dan memanfaatkan suasana sepi rumah korban yang ada di Tasikmalaya.

“Kasusnya untuk sekarang masih dalam penyelidikan,” pungkasnya. (Apip/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Recent Posts