Beranda Berita Subang Disparpora Subang Optimis PAD Kolam Renang Ciheuleut Meningkat, Apalagi Jika Ada...

Disparpora Subang Optimis PAD Kolam Renang Ciheuleut Meningkat, Apalagi Jika Ada Penambahan Fasilitas

Alit-Sugiantoro.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Dinas Parwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Subang optimis Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata dan olahraga akan melampau target.

Kepala UPTD Pengelolaan Kawasan Wisata dan Olahraga Disparpora Kabupaten Subang, Alit Sugiantoro mengatakan, untuk tahun 2023 dari pemeintah mematok target PAD Rp 770 juta dari sektor wisata dan olahraga.

“Ada peningkatan target PAD dari tahun sebelumnya sebesar Rp 520 juta, tahun sekarang 2023 menjadi Rp 770 juta. Walapun beberapa fasilitas kita belum dimaksimalkan, namun kita tentunya tetap optimis akan melampaui target,” kata Alit Sugiantoro, Rabu (25/1/2023).

BACA JUGA:  Baru Sebulan Dibangun, TPT di Kelurahan Parung Ambruk

Apalagi menurut Alit, jika tempat wisata dan tempat olahraga yang dikelola UPTD ditingkatkan, dari segi fasilitas dan penunjang lainnya.

“Seperti fasilitas di Kolam Renang Ciheuleut yang dari dulu memang belum dimaksimalkan. Padahal jika ada penambahan wahana baru, dan fasilitas lainnya, pasti akan lebih banyak menarik pengunjung,” katanya.

Kolam Renang Ciheuleut yang menyumbang retribusi paling besar, meurut Alit dari dulu bentuk dan faslitasnya masih sama. Sehingga sulit bersaing dengan kolam renang yang dikelola swasta.

BACA JUGA:  Pekan Depan Presiden Jokowi Kembali Kunker Ke Subang, Resmikan Bendungan Sadawarna

“Namun kita tetap optimis, kita sudah ajukan untuk adanya penyegaran di Ciheuleut, seperti penambahan kolam ombak dan lain sebagainya, mudah-mudahan disetujui. Tentunya ini demi peningkatan PAD, karena Cihileut penyumbang tertribusi terbanyak dari yang lainnya,” katanya.

Secara legalitas, UPTD yang dipimpin Alit selain mengelola Kolam Renang Ciheuleut, juga mengelola tempat oleh raga GOR Gotong Royong, Lapang Bintang, Alun-Alun Subang, Sirkuit Gery Mang Subang, kemudia objek wisata Pantai Pondok Bali, dan objek wisata Taja Herang.

“Namun yang bisa kita tarik retribusinya hanya wisata Ciheuluet, kemudian retribusi gelanggang olahraga GOR, Lapang Bintang, dan Alun-alun, sisanya seperti Pondok Bali dan Taja Herang belum, karena secara aturan belum bisa ditarik, belum dibuatkan Perda-nya,” katanya.

BACA JUGA:  Dinilai Pantas dan Dipercaya, Tokoh dan Olot Sunda Dukung Ganjar di Pilpres 2024

Alit sangat optimis, jika semua tempat wisata dan tempat olehraga yang dikelolanya mendapat perhatian dari pemerintah untuk ditingkatkan dari segi fasilitas, tentunya akan menambah PAD lebih banyak lagi.

“Kita optimis, apalagi Ciheuleut harus lebih ditingkatkan lagi, karena retribusinya paling banyak untuk PAD dibandingkan yang lainnya,” pungkas Alit.