Beranda blog Halaman 988

Jelang Ramadan, Pemkot Bandung Kembali Gelar Pasar Murah Bahan Pokok

Lebih-Murah-KPM-BST-di-Pangandaran-Pilih-Belanja-Sembako-ke-Grosir.jpg

harapanrakyat.com – Jelang Ramadan, Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat akan kembali menggelar operasi pasar murah bahan kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas). Operasi pasar murah kepokmas tersebut akan menyasar di 30 kecamatan di Kota Bandung.

Kabid Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Pemkot Bandung, Meiwan Kartiwa mengatakan, upaya tersebut bentuk penyediaan stok kepokmas, dengan menjual di bawah standar minimal harga pasaran.

Menurutnya, mekanisme pelaksanaan pasar murah bahan pokok tersebut, nantinya akan terbagi ke dalam 2 sesi. Yakni sesi pertama pada tanggal 13-17 Maret dan sesi kedua pada 3-7 April 2023.

Baca Juga : Stabilisasi Harga Sembako, Pemkab Bandung Barat Segera Lakukan Operasi Pasar Murah

“Jadi sesi pertama itu, 1 hari di 3 kecamatan, sehingga totalnya 15 kecamatan. Pelaksanaannya mulai jam 8 pagi hingga jam 2 siang. Untuk sesi kedua, mekanismenya sama dengan sesi 1,” ungkapnya di Kota Bandung, Kamis (9/3/2023).

Meiwan menuturkan, Disdagin Kota Bandung akan bekerjasama dengan beberapa penyedia bahan pokok, terkait barang yang tersedia di pasar murah. Seperti Perum Bulog, PT. Pertamina, Wilmar Group dan lain sebagainya.

Lebih jauh, pada pasar murah kali ini, pihaknya akan menjual barang per komoditas. Sehingga, lanjut Meiwan, pihaknya akan memberikan kuota untuk setiap warga terkait jumlah barang kepokmas yang bisa masyarakat beli.

“Nantinya setiap orang hanya bisa membeli sesuai jatah yang kita berikan. Untuk beras dari bulog itu hanya bisa membeli 1 bag, Minyakita itu jatahnya 2 per orang, LPG 1 tabung per orang, dan bahan pokok lain 1 per orang. Jadi per komoditi untuk setiap warga,” katanya.

Tak Perlu Khawatir, Persediaan Bahan Pokok Masyarakat Aman

Kendati demikian, ia belum bisa memastikan terkait harga kepokmas saat pasar murah tersebut. Namun, pihaknya akan mengupayakan harga seluruh bahan pokok nantinya di bawah harga standar pasar.

Baca Juga : Gelar Operasi Pasar Murah, Pemkot Bandung Salurkan 600 Ton Beras

“Kita sedang mengupayakan harga kepokmas saat pasar murah yang nanti kami jual itu harganya di bawah standar pasar,” ujarnya.

Meiwan juga menambahkan menjelang Ramadan, ketersediaan bahan pokok di pasaran akan aman. Terutama bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya di bulan puasa nanti.

“Kita pastikan dan upayakan terus, agar ketersediaan bahan pokok bisa terus terjaga di pasaran,” ucapnya. (Rio/R13/HR Online/Editor-Ecep)

Dua Napiter di Lapas Banjar Nyatakan Ikrar Setia pada NKRI

Dua-Napiter-di-Lapas-Banjar-Nyatakan-Ikrar-Setia-pada-NKRI.jpg

harapanrakyat.com,- Dua narapidana terorisme (napiter) di Lapas Kelas II B Kota Banjar, Jawa Barat, mengucapkan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Kanwil Kemenkumham Jabar, melalui Kepala Bidang Pembinaan Bimbingan Kemasyarakatan, Gunawan Sutrisnadi mengatakan, 2 napiter tersebut dapat mengikuti program pembinaan di Lapas sebagai warga binaan. Hal tersebut setelah mengucapkan janji setia kepada NKRI.

Ia berharap, apa yang keduanya ikrarkan betul-betul berangkat dari kesadaran dan kesungguhan penuh, untuk kembali ke jalan yang lurus. Setelah sebelumnya berada di jalan yang salah.

Baca Juga: Inovasi Lapas Kelas II B Banjar, Warga Binaan Dilatih Jadi Barista

Densus dan BNPT, kata Gunawan, masih akan melakukan pengawasan ketika nantinya dua napiter tersebut bebas dari Lapas Banjar. Pengawasan tersebut, untuk sesuatu yang positif menjaga dari hal yang tidak diinginkan.

“Kami harap ini betul-betul kesungguhan dari hati. Dan saya berharap setelah bebas dapat diterima di masyarakat,” kata Gunawan kepada wartawan, Kamis (9/3/23).

Pengakuan Napiter di Lapas Kelas II B Kota Banjar

Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Banjar, Muhammad Maulana, membeberkan upaya untuk menyadarkan 2 narapidana terorisme itu, sehingga mengucapkan janji setia kembali ke NKRI.

“Salah satunya adalah dengan memberikan pemahaman tentang deradikalisasi dan melakukan pembinaan secara inten,” bebernya, Kamis (9/3/2023).

Setelah mengucapkan ikrar setia terhadap NKRI kedua napiter tersebut bisa mendapatkan hak-haknya sebagai warga binaan. Seperti hak mendapatkan remisi, pembebasan bersyarat, dan program pembinaan lainnya.

Baca Juga: Wakil Menteri Hukum dan HAM RI Apresiasi Inovasi Lapas Banjar

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga kerja sama dengan BNPT dan Densus dalam melakukan pembinaan terhadap napiter tersebut.

“Mereka sudah kembali je jalan yang lurus. Kami hanya memberikan pembinaan dan komunikasi secara intens. Setelah ini mereka mendapatkan hak-haknya sebagai warga binaan,” katanya.

Baca Juga: Capaian Kinerja Lapas Banjar 2022, Lahirkan Inovasi Hingga Peningkatan Pelayanan

Sementara itu, salah seorang napiter mengaku awalnya kerap mengikuti aksi demonstrasi di Jakarta. Dan mengklaim sempat melihat kekerasan yang oknum petugas lakukan kepada peserta aksi.

Ia pun berpikir, jika hal itu menimpanya tak bisa berbuat apa-apa. Berangkat dari itu, berbekal bakat yang ia miliki dalam hal bidang kimia, ia pun membuat bom dan bahan peledak untuk melawan petugas jika terjadi aksi anarkis.

“Karena saya memang dari dulu sejak sekolah SMK punya bakat di bidang kimia. Kemudian saya berpikir untuk membuat bahan peledak. Tapi sebelum terjadi saya sudah ketangkap duluan,” kata napiter di Lapas Kota Banjar. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Pangandaran Jadi Wilayah Terbanyak Kasus Kematian Akibat Penyakit Leptospirosis

Tanaman-Pengusir-Tikus-Paling-Ampuh-Rumah-Jadi-Lebih-Aman.jpg

harapanrakyat.com – Kabupaten Pangandaran menjadi daerah terbanyak kasus kematian akibat penyakit leptospirosis di Jawa Barat. Sepanjang 2022, sebanyak 29 orang meninggal akibat penyakit yang bersumber dari kencing tikus ini.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Pemprov Jabar, Rochayadi menuturkan, ada dua wilayah lainnya lagi di Jawa Barat dengan kasus kematian akibat leptospirosis tersebut. Dua daerah itu yakni Kota Tasikmalaya dan wilayah Bandung raya.

“Selama 2022, total kasus kematian akibat leptospirosis di Jawa Barat tercatat ada 33 kasus. Paling banyak di Pangandaran,” ungkap Rochayadi di Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (9/3/2023).

Baca Juga : Cegah Penyakit Leptospirosis, Puskesmas Cigugur Gencar Melakukan Sosialisasi

Dalam kasus penyakit akibat leptospirosis ini, kata Rochayadi, pihaknya menerima laporan sebanyak 189 kasus selama periode 2022. Ia juga menegaskan, dengan jumlah laporan kasus leptospirosis ini terbilang tinggi.

Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya mengklaim saat ini sudah melakukan upaya penanganan agar penyakit kencing tikus yang mematikan itu tidak mewabah.

Meski berbagai upaya telah ia lakukan, namun hal itu belum sepenuhnya berhasil menghilangkan leptospirosis. Pasalnya, sejak Januari hingga Februari 2023, kata Rochayadi, pihaknya masih menemukan kasus serupa di Jawa Barat.

Bahkan, kata Rochayadi, sejak awal tahun 2023, sudah terjadi dua kasus kematian dan beberapa di antaranya masih berstatus suspek leptospirosis.

“Suspek ada sekitar sepuluh kasus,” katanya.

Dari beberapa kabupaten kota di Jawa Barat, tujuh daerah di antaranya terbilang cukup tinggi dengan rasio rata-rata satu kasus dalam tiga bulan terakhir ini.

Penyakit Kasus Leptospirosis Dapat Diobati

Menurutnya, penyakit akibat kencing tikus pada dasarnya bisa sembuh. Namun, apabila lambat dalam penanganan, maka infeksi leptospirosis ini sangat berbahaya. Hal itu karena bisa segera menyebar ke beberapa bagian inti tubuh manusia.

“Kalau tidak segera mendapat penanganan medis, kasus penyakit leptospirosis bisa langsung merusak fungsi ginjal, jantung, hingga ke bagian otak,” katanya.

Baca Juga : Kenali Penyakit yang Disebarkan Oleh Tikus ke Manusia

Berbeda halnya apabila kasus penyakit leptospirosis lebih cepat terdeteksi dengan pemberian antibiotik yang cepat. Pasien, kata Rochayadi, bisa sembuh.

Dengan demikian, Rochayadi menegaskan, mengantisipasi terjangkitnya penyakit leptospirosis ini, ia mengimbau masyarakat senantiasa waspada dan menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Terutama selalu menjaga kebersihan lingkungan dengan rutin membersihkan rumah, dan segera berkonsultasi dengan dokter ketika merasakan adanya gejala penyakit leptospirosis,” ungkapnya. (Atep Kurniawan/R13/HR Online/Editor-Ecep)

Sungai Cikidang dan Citanduy Meluap, Ratusan Rumah di Tasikmalaya Terendam Banjir

Sungai-Citanduy-meluap.jpg

harapanrakyat.com,- Akibat sungai Cikidang dan Citanduy meluap, ratusan rumah di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, terendam banjir, Kamis (9/3/2023). 

Fasilitas umum seperti pesantren, masjid, jalan, lahan sawah turut terendam air dengan ketinggian 80 centimeter sampai satu meter lebih.

Sebanyak 600 rumah warga terendam banjir hingga Kamis (9/3/2023) siang. Banyak warga yang gagal menyelamatkan perabotan rumah mereka. Apalagi air merendam kursi, lemari, hingga barang elektronik sampai tempat tidur.

Baca juga: Banjir di Tasikmalaya yang Merendam Ratusan Rumah Warga Sudah Surut

Kasat Pusdalop BPBD Kabupaten Tasikmalaya Herman Suherman mengatakan, data sementara yang terendam banjir ada sekitar 600 KK dari 9 RT.

Sementara itu, untuk yang mengungsi tidak ada, karena memang kenaikan debit  airnya ternyata memang setelah pagi-pagi menjelang siang.

“Tinggi air mencapai 80 centimeter. Selain rumah yang terendam, ada fasilitas di antaranya dua pesantren yang sekarang berangsur surut. Kemudian fasilitas umum masjid dan dua sekolah SDN,” ungkapnya di lokasi, Kamis (9/3/2023).

Sedangkan untuk sawah yang terendam, kata Herman, ada hektaran. Karena itu, saat ini pihaknya hanya melakukan imbauan dan menyisir apabila ada warga yang terdampak untuk dievakuasi ke tempat yang lebih aman.  Namun sampai saat ini masih terbilang aman.

“Penyebabnya seperti tahun sebelumnya, karena memang hujan yang beberapa jam dari malam hingga pagi. Ternyata dari hulu hujan deras, kemudian debit air meluap ke rumah rumah warga,” pungkasnya. (Apip/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)

Sepuluh Kali Beraksi, Dua Pelaku Curanmor di Bogor Diringkus Polisi

Sepuluh-Kali-Beraksi-Dua-Pelaku-Curanmor-di-Bogor-Diringkus-Polisi.jpg

harapanrakyat.com,- Unit Reskrim Polsek Serang Baru, Polres Bogor, berhasil meringkus sebanyak dua pelaku pencurian sepeda motor (curanmor). Polisi mengamankan keduanya di RT 02/02, Kampung Meteng, Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kapolsek Serang Baru, AKP Josman Harianja menerangkan, pihaknya menangkap pelaku pencurian, setelah aksinya pada Januari 2023 lalu terekam CCTV.

Setelah mengetahui identitas pelaku, selanjutnya Unit Reskrim Polsek Serang Baru melakukan penggerebekan di daerah Menteng Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

“Dan kita berhasil amankan dua pelaku curanmor atas nama DS alias Madun,” kata Kapolsek Serang Baru, Polres Bogor, Kamis (9/3/2023).

Baca Juga: Tengkorak Kepala Berpayung Hitam di Bogor Bikin Geger, Polisi Olah TKP

Setelah mengamankan DS, polisi kemudian menunjukan rekaman CCTV saat ia pelaku beraksi. Pelaku membenarkan bahwa dirinya yang ada di dalam video tersebut.

Selanjutnya, tambah Josman, polisi melakukan interogasi terhadap DS. Dari hasil  interogasi tersebut, terungkap bahwa pelaku sudah melakukan aksinya sebanyak 10 kali, di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Barang Bukti yang Diamankan dari Pelaku Curanmor di Bogor

Adapun target operasi yang sering pelaku melancarkan aksinya itu, antara lain Kampung Desa Sukaragam, Perumahan Kota Serang Baru (KSB).

“Kemudian, Orange Valley Desa Jayasampurna dan wilayah Perumahan Mega Regency,” tutur AKP Josman.

Baca Juga: Selama Dua Pekan, Polres Bogor Ringkus 39 Pelaku Curanmor

Setelah itu, pihak kepolisian pun membawa pelaku ke sejumlah lokasi kejadian, serta melakukan pengembangan ke wilayah Kabupaten Bogor. Dari hasil pengembangan itu, tertangkap juga pelaku lainnya, yakni ES alias Kolot.

Sementara dari tangan kedua pelaku, polisi berhasil mengamankan 1 mata kunci T, 1 buah magnet, 1 soket kontak motor. Kemudian 2 kunci kontak cadangan, 2 kunci kontak motor Scoopy B 4523 FXN. Selain itu juga mengamankan  1 lembar STNK Honda Scoopy B 4523 FXN, 1 Senpi korek, 4 unit motor, serta 1 bilah golok.

“Kedua tersangka pelaku curanmor berikut barang buktinya, sudah kita amankan ke Polsek Serang Baru, Polres Bogor, untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (Setiawan/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Hyundai Gowa Incar Milenial dan Gen Z Lewat Alter Ego Esports

20230309_132440-scaled.jpg

ROCKOMOTIF, JakartaHyundai Gowa sebagai jaringan dealer Hyundai terbesar di Indonesia mengincar market yang berisi kaum milenial dan gen z. Cara ini dilakukan dengan berkolaborasi bersama Alter Ego Esports.

Kolaborasi yang dilakukan oleh Hyundai Gowa adalah dengan menyediakan dua buah unit Hyundai Creta bertemakan Alter Ego Esports sebagai kendaraan operasional tim.

“Terkait dengan kolaborasi ini, kami melihat Alter Ego adalah sebuah organisasi esports yang begitu besar. Banyak teman-teman kami di showroom juga excited ketika kami mengumumkan kolaborasi esports ini. Alter Ego juga memiliki fanbase yang sangat seru, jadi menurut kami kolaborasi ini cocok sekali dengan kami. Kami yakin banyak yang excited dengan kolaborasi ini,” jelas Marketing Hyundai Gowa, Ery Prio Prasetyo saat konferensi pers di 360 Korea, Lotte Shopping Avenue Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/3/2023).

Hyundai Gowa kolaborasi bersama Alter Ego Esports

Baca juga: Hyundai Creta Mendominasi Penjualan Mobil Gowa Motor

Tak hanya itu, tim Alter Ego Esports juga akan menghadirkan satu tempat khusus di dealer Hyundai Gowa untuk dijadikan markas tempat nongkrong para fanbase dari Alter Ego.

Sementara itu COO Alter Ego Esports Indra Hadiyanto menuturkan, “Ini adalah sejarah. Tidak hanya untuk Alter Ego Esports, akan tetapi juga untuk seluruh ekosistem esports di Indonesia”.

“Pada hari ini kita mencatat sejarah baru dalam dunia esports dan otomotif, karena kami merupakan organisasi pertama yang bekerja sama dengan dunia otomotif. Alter Ego adalah tim esports Indonesia yang sudah aktif dari tahun 2017 hingga sekarang dari Mobile Legends, PUBG Mobile dan Valorant. Tidak hanya tim esports, kami juga memiliki Alter TV yang melahirkan talent-talent baru, dan banyak lagi bisnis lainnya. Dengan adanya kerjasama ini, saya berharap bahwa kita menunjukkan (kolaborasi) industri esports dan otomotif, dan membuka peluang-peluang baru buat semuanya (dunia esports maupun otomotif),” ujar Indra.

Dalam kesempatan ini juga Hyundai Gowa meresmikan edisi khusus Hyundai Creta yang akan menjadi kendaraan resmi dari Alter Ego Esports dalam menaungi semua kompetisi yang akan diikuti oleh Alter Ego Esports baik dalam level domestik maupun internasional selama periode 2023-2024.

Hyundai Gowa kolaborasi bersama Alter Ego Esports

Baca juga: Hyundai Gowa Rally Team Siap Tempur di Seri Kedua Kejurnas Time Rally 202

“Hyundai Gowa nantinya akan menjadi top of mind bagi para penggemar esports sebagai dealer mobil resmi pertama yang terjun ke dunia esports,” tambah Ery.

Hyundai Gowa menjadi mitra sponsor yang akan mendukung Alter Ego Esports dalam berkompetisi di 3 divisi game yaitu; Mobile Legends, PUBG Mobile, dan Valorant.

 

Ratusan Massa Duduki Perkebunan PTPN VIII Batulawang, Ada Apa?

Pasir-Kolotok.jpg

harapanrakyat.com,- Ratusan massa yang tergabung dalam Himpunan Masyarakat Pasir Kolotok Bersatu (HMPKB) berkumpul di perkebunan PTPN VIII Batulawang di Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (09/03/2023).

Kedatangan ratusan massa tersebut tak lain untuk mendengarkan penyampaian Ketua HMPKB terkait kelangsungan lahan PTPN VIII Batulawang yang saat ini tengah mereka perjuangkan. 

Pantauan HR di lapangan, ratusan masa yang terdiri dari beberapa daerah, seperti Desa Kutawaringin Purwadadi, Desa Sidaharja Pamarican, Banjarsari, Jangraga Mangunjaya Pangandaran duduk rapi di area perkebunan.

Baca juga: Perseteruan PTPN VIII Batulawang dengan HMPKB Ciamis Kembali Memanas

Sementara itu, mereka juga mendapatkan pengawalan aparat Kepolisian dari Polsek Lakbok, Koramil Lakbok serta Kasi Trantib Kecamatan Purwadadi dan Lakbok juga Pemdes Kutawaringin.

Menyoal Luas Perkebunan PTPN VIII Batulawang

Ketua HMPKB Slamet Bahtiar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan penyampaian hasil rapat antara HMPKB dengan PTPN VIII Batulawang di aula Setda Kabupaten Ciamis.

“Hari kemarin kami telah melakukan pertemuan dengan Sekda Kabupaten Ciamis, serta pihak PTPN VIII Batulawang, dengan pendampingan dari Polres serta Kodim Ciamis, dari hasil rapat kemarin sepakat ada pengukuran ulang lahan pasir kolotok,” ujarnya. 

Berdasarkan keterangan PTPN VIII Batulawang, lanjutnya, PTPN hanya memiliki lahan Hak Guna Usaha (HGU) seluas sekitar 399 hektar. 

Sementara itu, berdasarkan hasil ukur tim HMPKB luas area perkebunan yang ada di Desa Kutawaringin semuanya ada 591 hektar. Sehingga ada kelebihan lahan sekitar 200 hektar. 

“Makanya kita sampaikan ke massa untuk menunggu tim dari Ciamis untuk mengukur ulang lahannya,” imbuh Slamet. 

Dari kelebihan lahan ratusan hektar itu, lanjutnya, ke depan pihaknya akan menjadikan lahan garapan masyarakat. Sementara perkiraan penggarapnya ada sekitar 800 an.

Karena itu, pihaknya mengharapkan Sekda Ciamis tidak hanya janji manis saja, namun HMPKB dan pemerintah tidak ingin adanya dusta di antara keduanya. 

Selain itu, pihaknya juga memohon agar massa tidak sampai melakukan hal-hal yang melanggar hukum. Hal itu agar cita-cita banyak orang bisa tercapai. 

“Mari kita kawal terus, semoga Pak sekda komitmen dengan apa yang beliau sampaikan kemarin saat rapat,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Lakbok Iptu Agus Hartadin mengatakan untuk kegiatan tersebut pihaknya hanya sebatas melakukan pengamanan sebagaimana fungsi tugas polisi 

“Hari kemarin juga saya ikut rapat di Setda. Dalam hal ini tentunya kami hanya sebatas pengamanan dan tidak ada unsur lainnya. Sebagai petugas keamanan kami akan senantiasa selalu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” ucapnya. 

Gugatan Pasir Kolotok Sempat Ditolak Mahkamah Agung

Berdasarkan informasi, pada tahun 1998 masyarakat yang tergabung dari berbagai daerah pernah melakukan penjarahan dan gugatan lahan pasir Kolotok.

Bahkan, massa sempat menjarah dan menduduki ratusan hektar tanaman karet PTPN VIII Batulawang.

Dalam perjalanan gugatan tersebut, masyarakat yang tergabung dalam kelompok penggugat sempat memenangi gugatan di pengadilan negeri Ciamis. 

Namun pihak PTPN VIII Batulawang melakukan perlawanan hingga mengajukan banding ke Mahkamah Agung. Hingga akhirnya pada tahun 2003 Mahkamah Agung mengeluarkan putusan dan memenangkan PTPN VIII Batulawang dalam kasus gugatan lahan. 

Putusan itupun tertuang dalam Surat Putusan mahkamah Agung Republik Indonesia nomor 2241 K/Pdt./2000.

Lalu pada tahun pada tahun 2013, lokasi Pasir Kolotok yang tengah digarap oleh masyarakat kembali diduduki oleh PTPN VIII Batulawang. Karena itu, seluruh area lokasi itu pun kembali ditanami pohon karet.

Seiring berjalannya waktu, masyarakat kini kembali bangun dan membentuk HMPKB. Mereka pun kembali mengajukan permohonan kepada pemerintah untuk meminta lahan garapan yang tengah digarap oleh PTPN VIII Batulawang. (Suherman/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)

Kasus Kerusakan Lahan Edelweis Rawa di Ranca Upas Jadi Sorotan

demul-dan-uprit.jpeg

harapanrakyat.com – Kasus kerusakan lahan budidaya Edelweis Rawa di Ranca Upas, Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berbuntut pemeriksaan kepolisian. Bahkan, kasus ini menjadi sorotan berbagai pihak.

Tokoh budaya dan lingkungan yang juga legislator DPR RI, Dedi Mulyadi siap mendampingi Supriatna (44) alias Mang Uprit dalam pemeriksaan kepolisian.

Hal itu menyusul unggahannya di media sosial terkait kerusakan lahan tanaman Edelweis Rawa di lahan hutan Ranca Upas oleh rombongan motor trail.

Baca Juga : Polisi Selidiki Kerusakan Lahan Edelweis Rawa di Ranca Upas

Mang Uprit murka setelah melihat sekitar 2000 tanaman langka Edelweis Rawa yang ia tanam hancur tak bersisa oleh amuk roda-roda motor trail. Rusaknya lahan budidaya Edelweis Rawa itu, terjadi ketika ajang balap motor trail pada Minggu 5 Maret 2023 lalu.

Dedi Mulyadi menegaskan, ia siap mendampingi Mang Uprit sebagai saksi atas dugaan kasus kerusakan lahan Edelweis Rawa itu di kepolisian.

Kata Dedi, Mang Uprit kini gelisah lantaran khawatir ada pihak yang akan melaporkan Mang Uprit atas pernyataannya yang cukup emosional di media sosial.

“Hari ini (Kamis, 9/3/2023), polisi melakukan pemeriksaan terhadap Uprit sebagai saksi dalam penyelidikan dugaan kerusakan lahan Edelweis Rawa saat kegiatan motor trail di Ranca Upas,” ungkap Dedi Mulyadi kepada wartawan di Soreang, Kabupaten Bandung.

Dedi mengaku, sudah membuka pembicaraan dengan aparat kepolisian Polresta Bandung. Ia memperoleh kepastian polisi akan memproses kasus kerusakan lahan Edelweis Rawa itu sesuai hukum yang berlaku.

Bahkan polisi sudah memasang police line (garis polisi) di tempat kejadian perkara. “Juga dihitung kerusakannya, yang melibatkan ahli dari IPB (Institut Pertanian Bogor),” kata mantan Bupati Purwakarta itu.

Hentikan Kerusakan Lahan, Evaluasi Event Motor Trail Rambah Hutan

Terkait event motor trail perambah hutan, kata Dedi, ia mendesak untuk dihentikan karena dapat merusak ekosistem hutan dan mengakibatkan kerusakan lahan.

“Ketika motor masuk hutan, selain berdampak ada lahan yang rusak, pasti ada jaringan ekosistem yang terganggu,” ucap Dedi.

Sebaiknya, lanjut dia, kegiatan olahraga bermotor outdoor seperti itu harus ada satu tempat yang sudah dirancang sedemikian rupa sesuai peruntukannya. Hal itu agar tidak terjadi kerusakan lahan lebih besar seperti rusaknya habitat alami hutan.

Baca Juga : Viral Bunga Edelweis Rawa Ranca Upas Hampir Punah Digilas Motor Trail

Lebih jauh Dedi mengatakan, kegiatan bermotor seperti itu pada dasarnya untuk kesenangan, bukan adu kecepatan. Bahkan Dedi mengaku ia pernah ikut serta dalam kegiatan motor trail ketika masih menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

“Masuk ke situ (wilayah hutan) jatuh diketawain, makan, lalu pulang,” ujarnya.

Namun, berbeda cerita ketika kegiatan motor trail itu melibatkan ribuan orang dengan tujuan berlomba untuk mendapatkan hadiah.

Happy-nya akan hilang, yang ada hanya stress. Alangkah lebih baiknya jika kegiatan seperti ini ada tempat khusus. Jadi kerusakan lahan juga bisa terminimalisir,” kata Dedi. (Atep Kurniawan/R13/HR Online/Editor-Ecep)

Isak Tangis Warnai Pemakaman Bapak dan Anak Korban Tragedi Depo Pertamina Plumpang

Isak-Tangis-Warnai-Pemakaman-Bapak-dan-Anak-Korban-Tragedi-Depo-Pertamina-Plumpang.jpg

harapanrakyat.com,- Isak tangis mewarnai pemakaman Muhammad Suheri dan anaknya Rafashya Zayid Attallah di Kampung Marga Bhakti, Kelurahan Kertamaya, Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis (9/3/2023).

Keduanya merupakan korban meninggal dunia dalam tragedi terbakarnya Depo Pertamina di Plumpang, Koja, Jakarta Utara pada Jum’at (3/3/2023) lalu.

Sebelum pemakamannya, petugas sempat membawa kedua korban ke ruang jenazah rumah sakit Polri Jakarta untuk mencocokan identitas dengan keluarganya.

Baca Juga : Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Kebakaran Pertamina Plumpang Jakarta

Jenazah Muhammad Suheri dan anaknya Rafashya Zayid Attallah baru datang di rumah duka hari ini pukul 11.30 WIB.

Salah seorang keluarga korban, Muhammad Habibi mengatakan, Suheri baru memiliki Rafashya, Anaknya yang juga tewas dalam tragedi tersebut.

“Warga mengenal korban sebagai sosok yang dekat dengan keluarga dan tetangga, Ia juga aktif dalam kegiatan warga dan pengajian,” katanya.

Menurut Habibi, korban meninggalkan Istrinya yang selamat dalam tragedi terbakarnya Depo Pertamina Plumpang tersebut.

Baca Juga : Lagi, Pria Ngaku Anak Angkat Presiden Jokowi Terobos Pintu Masuk Istana Bogor

“Saat ini, istrinya ikut dalam pemakaman, Ia sudah hampir dua tahun tinggal di Plumpang bersama mertuanya, profesinya sebagai pengemudi Ojek Online,” jelasnya.

Setelah disholatkan di Masjid Lingkungan Kampung Marga Bhakti, Kini bapak dan anak korban tragedi tersebut dimakamkan di pemakaman keluarganya di Kampung Marga Bhakti, Kota Bogor.

Isak tangis istri beserta keluarga korban tewas kebakaran Depo Pertamina Plumpang itu warnai pemakamannya. (Arief/R12/HR-Online/Editor-Rizki)

2 Desa di Pangandaran Rawan Pangan, Pemkab Akan Beri Bantuan

2-Desa-di-Pangandaran-Rawan-Pangan-Pemkab-Akan-Beri-Bantuan.jpg

harapanrakyat.com,- 2 Desa di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, masuk kategori rawan pangan. Desa tersebut yakni Mekarsari (Kecamatan Cimerak) dan Desa Pagerbumi (Kecamatan Cigugur).

Lantaran rawan pangan, Pemkab Pangandaran akan memberikan bantuan melalui Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPKP) Kabupaten Pangandaran.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan Pangandaran Rusyana mengatakan, kedua desa yang masuk kategori rawan pangan setelah melewati hasil kajian sistem SKPG atau sistem kerawanan pangan dan gizi.

Dengan adanya hal tersebut, kata dia, Pemda akan memberikan berupa sembako. “Bantuannya akan kita salurkan bulan ini,” ungkapnya Kamis (9/3/2023).

“Untuk tanggalnya belum bisa dipastikan, masih menunggu jadwal dari pak Bupati,” lanjut Rusyana.

Baca juga: Serahkan SK PNS, Bupati Pangandaran Imbau Pegawai Disiplin

Menurutnya, kategori desa rawan pangan yaitu kondisi suatu daerah atau desa dimana masyarakat yang tingkat ketersediaan dan keamanan pangan tidak cukup untuk memenuhi standar kebutuhan.

“Program bantuan ini akan terus berlanjut setiap tahunnya, namun belum tentu desa yang tahun ini masuk kategori rawan pangan, tahun depan bisa masuk lagi, kita tunggu saja hasil kajian dari SKPG,” pungkasnya. (Enceng/R8/HR Online/Editor Jujang)

Recent Posts