Beranda blog Halaman 97

Polisi Subang Bagi-Bagi Sembako, Warga Senang, Jumat Jadi Lebih Berkah!

bakti sosial Polres Subang
foto: www.jabarpress.com

SUBANG – Ada yang berbeda dari Jumat pagi 13 Juni 2025 di Kabupaten Subang. Kalau biasanya hari Jumat identik dengan gorengan dan teh hangat di warung, kali ini suasananya terasa lebih hangat—karena ada sembako ikut dibagi!

Ya, benar! Kali ini, giliran Sipropam Polres Subang yang turun tangan (dan kaki) dalam aksi sosial bertajuk Jum’at Berkah. Dengan semangat menggelora, tim ini dipimpin langsung oleh Kasi Propam Polres Subang, IPTU Gumilar Prasetia, S.H., M.A.P.—yang bukan hanya lihai mengatur barisan polisi, tapi juga peka terhadap denyut nadi masyarakat.

Sekitar pukul 10.00 WIB, dimulailah misi kebaikan di wilayah Kecamatan dan Kabupaten Subang. Sebanyak 50 paket sembako dibagikan kepada warga yang memang membutuhkan. Paket ini bukan sekadar bungkusan, tapi simbol harapan bahwa hidup tidak sekeras batu nisan.

Tentu saja, kegiatan ini bukan sekadar spontanitas manis di pagi hari. IPTU Gumilar menjelaskan bahwa aksi sosial ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kabidpropam Polda Jabar berdasarkan Surat Telegram Kapolda Jabar. Jadi, ini adalah misi mulia yang sudah dirancang rapi dan penuh makna.

“Kami ingin hadir di tengah masyarakat, membawa manfaat dan menunjukkan bahwa Polri, khususnya Propam, senantiasa peduli, tegas, humanis, dan merakyat. Semoga kegiatan ini menjadi berkah dan bermanfaat bagi masyarakat yang menerima,” ujar IPTU Gumilar sambil tersenyum penuh ketulusan (ya, senyum polisi juga bisa bikin adem, lho!).

Warga yang menerima bantuan pun menyambut dengan wajah ceria. Antusiasme mereka tak terbendung. Ucapan terima kasih mengalir seperti air sungai Cipunagara di musim hujan. Suasana berlangsung hangat, lancar, dan—yang penting—aman tanpa drama.

Bukan hanya soal bagi-bagi sembako, tapi kegiatan ini menjadi benang merah yang memperkuat jalinan antara Polri dan masyarakat. Kepercayaan tumbuh, hubungan menguat, dan Jumat pun jadi hari favorit (selain karena sebentar lagi weekend, tentu saja).

Artikel ini telah dimuat dari jabarpress.com dengan judul asli “Propam Polres Subang Gelar Bakti Sosial Berbagi Puluhan Paket Sembako Kepada Warga”

Limbah Ikan Disulap Jadi Cuan: Nelayan Subang Kini Punya Jurus Rahasia!

Pertamina NRE olah limbah ikan
Pertamina New and Renewable Energy (Pertamina NRE) mendukung upaya nelayan di Desa Rawa Meneng, Subang, Jawa Barat untuk meningkatkan perekonomian melalui pengolahan ikan-ikan yang tidak bernilai jual menjadi produk yang dibutuhkan pasar. (DOK. Humas Pertamina)

Subang – Siapa sangka, ikan-ikan kecil yang biasanya hanya dianggap ‘anak bawang’ di Tempat Pelelangan Ikan, kini justru jadi bintang lapangan! Di Desa Rawa Meneng, Subang, para nelayan menemukan jalan ninja baru untuk cuan—berkat tangan dingin dari Pertamina NRE dan program kece badai: Desa Energi Berdikari.

Nah, jangan bayangkan program ini cuma soal ceramah dan rapat-rapat. Ini aksi nyata, sobat! Bayangkan saja: ikan rucah—yang dulunya dibuang begitu saja karena dianggap enggak laku di pasar—kini naik kasta menjadi tepung ikan, bahan pakan unggas dan ikan yang gizinya gak main-main. Dan, makin keren lagi, alat pengering ikannya digerakkan oleh tenaga surya alias PLTS. Matahari Subang? Kini bukan cuma bikin gosong, tapi juga bikin cuan!

Pertamina NRE dan PT Jawa Satu Power (JSP) kompak turun gunung. Mereka tak cuma memberi edukasi, tapi juga menyuntikkan PLTS berkapasitas 2.200 watt peak (Wp). Artinya, para nelayan bisa mengeringkan ikan tanpa harus ngutang ke PLN. Lebih hemat, lebih hijau, dan pastinya lebih bahagia!

“Desa Rawa Meneng punya potensi luar biasa untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Rika Gresia, sang Manager Corporate Communication Pertamina NRE, dalam siaran pers, Sabtu (14/6/2025). Ia juga menambahkan bahwa PLTS ini membuat biaya produksi olahan ikan jadi lebih irit. Uang listriknya bisa dialihkan buat beli sambal atau mungkin… sekalian upgrade jaring?

Ketua KUD Mina Karya Baru, Pak Karyono, dengan wajah cerah—secerah langit Subang di siang bolong—menjelaskan, “Biasanya ikan rucah dibuang karena harganya sangat rendah. Tapi sekarang, bisa kami olah jadi tepung ikan.” Mesin pengering berbasis matahari pun jadi pahlawan baru di kampung nelayan ini. Tidak hanya menyelamatkan ikan rucah dari nasib tragis, tapi juga membawa harapan baru bagi 175 nelayan yang tergabung dalam koperasi.

Tak kalah penting, CEO Pertamina NRE, John Anis, menyelipkan filosofi mendalam: “Transisi energi itu bukan cuma soal teknologi, tapi juga soal membangun masyarakat yang mandiri energi dan ekonomi.” Wah, ini sih bukan sekadar program, tapi semacam gerakan revolusi energi berbalut cinta lingkungan dan semangat gotong royong!

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, juga menambahkan, “Kami sudah bangun 172 Desa Energi Berdikari. Tujuannya, ya supaya ekonomi jalan, karbon berkurang. Dua-duanya dapet, bukan kaleng-kaleng!”

Kini, dari aroma laut Subang, lahirlah harapan baru: desa nelayan yang tak cuma jago mancing, tapi juga piawai mengolah potensi lokal jadi penggerak ekonomi. Ikan kecil tak lagi jadi korban, tapi justru jadi kunci perubahan besar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Pertamina NRE Dukung Nelayan Subang Olah Limbah Ikan Jadi Cuan”, klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2025/06/14/14404501/pertamina-nre-dukung-nelayan-subang-olah-limbah-ikan-jadi-cuan

Pembangunan Subang Dimulai dari Pantura: “Ngabret”-nya Bukan Lagi Slogan!

Pembangunan Pantura Subang
Foto: lampusatu.com

SUBANG — Warga Pantura, angkat topi dan kibaskan sarung! Ada kabar bahagia dari Alun-Alun Pamanukan. Dalam suasana semarak Milangkala ke-115 Kecamatan Pamanukan, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita, atau yang akrab disapa Kang Rey, muncul bak pahlawan pembangunan. Ia menegaskan bahwa roda pembangunan tak lagi terpaku di selatan. Kali ini, giliran Pantura yang jadi primadona!

Insyaallah infrastruktur tidak akan dibangun hanya di bagian selatan, tapi juga di Pantura. Dan Insyaallah selesai 2027, disambut baik oleh Pak Gubernur. Insyaallah beliau akan menggelontorkan Rp190 miliar untuk perbaikan jalan,” ujar Kang Rey dengan semangat ala komentator bola saat timnas cetak gol di injury time.

Tak cukup sampai di situ, Kang Rey menabuh genderang perubahan. Ia menyatakan pembangunan merata bakal menjadi komitmen utama hingga tahun 2027. Dan Pamanukan, si anak sulung Pantura, akan jadi titik awal gebrakan pembangunan itu.

Selamat hari jadi kepada Kecamatan Pamanukan dan menyampaikan bahwa Subang bagian utara, khususnya wilayah Pantura, akan menjadi titik awal pembangunan prioritas,” tegasnya sambil menyapa hangat warga yang hadir.

Di tengah riuh tepuk tangan, Kang Rey melanjutkan dengan gaya yang nyantai tapi nendang:
Mudah-mudahan Kecamatan Pamanukan terus semakin sejahtera. Mulai hari ini, jangan risau, jangan takut. Hari ini kita ubah, pembangunan akan dimulai dari Pantura.”

Nah, itu bukan sekadar janji di atas spanduk!

Tak hanya soal jalanan mulus, Kang Rey juga punya proyek besar lain: rumah sakit!
Tahun 2028, rumah sakit di Pantura selesai dibangun,” katanya mantap.

Tentu saja, bukan hanya bangunan fisik yang ingin dikebut. Ia ingin semangat “Subang Ngabret” bukan cuma jadi jargon rapat, tapi benar-benar terasa hingga ke dapur warga.

Target saya 2028, Subang Ngabret dan Jawa Barat Istimewa bisa dirasakan, bukan hanya sekadar kata-kata.”

Ia pun mengajak warga Pamanukan untuk tidak sekadar jadi penonton di panggung pembangunan.

Pamanukan punya sejarah panjang, dengan potensi pertanian, perdagangan, perikanan, dan UMKM. Jangan sampai hanya jadi penonton dalam perkembangan Subang.”

Bayangkan, dengan sejarah dan potensi sebesar itu, kalau cuma jadi penonton, bisa-bisa nanti tiketnya saja sudah habis!

Sebagai penutup, Kang Rey menyampaikan pesan kolaboratif nan optimis.
Abdi sareng (saya bersama) Pak Gubernur sedang menata Subang dan Jawa Barat—dari infrastruktur hingga mental masyarakat—agar Subang menjadi kabupaten terbaik di Jawa Barat.”

Jadi, untuk warga Pantura, khususnya Pamanukan: siap-siap, pembangunan bukan lagi angan-angan. Mulai sekarang, gaskeun!

Berita ini telah dimuat berdasarkan sumber dari Lampusatu.com, dengan judul “Kang Rey Sebut Tahun Ini Gubernur Jabar Gelontorkan Rp.190 Miliar untuk Perbaikan Infrastruktur Subang”

Polsek Subang Kota Turun Tangan! Rumah Ibadah Kinclong Jelang Hari Bhayangkara ke-79

Polsek Subang Kota Bakti Religi Hari Bhayangkara
Foto: subang.pikiran-rakyat.com

SUBANG – Ada yang beda di hari Jumat, 13 Juni 2025. Udara pagi di Subang terasa lebih segar, bukan cuma karena cuaca cerah, tapi karena ada yang sibuk mengepel, menyapu, dan menyemprot, bukan demo air tapi… Bakti Religi!

Yup, bukan cuma rajin patroli, jajaran Polsek Subang Kota juga jago urusan bersih-bersih. Dipimpin langsung oleh Kapolsek Subang Kota, AKP Endang Suganda, para personel Polsek dan Bhayangkari mendadak jadi “pasukan pel” dadakan. Bukan tanpa alasan, kegiatan ini merupakan arahan dari sang Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79. Sebuah perayaan yang makin berkilau karena dipoles dengan niat tulus membersihkan rumah ibadah.

Sasarannya? Masjid Jami Nurul Huda di Kampung Blok Sayur dan Gereja GPPK di Kelurahan Cigadung. Dua rumah ibadah beda keyakinan, tapi sama-sama mendapat sentuhan cinta dari insan Polri. “Kami melaksanakan Bakti Religi dengan membersihkan sarana ibadah masyarakat,” ujar AKP Endang Suganda dengan wajah semringah dan semangat membara seperti matahari siang bolong.

Tapi tunggu, ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih ala kadarnya. Ini adalah bukti nyata bahwa Polri tak hanya menjaga keamanan, tapi juga menjalin kehangatan. “Dengan kegiatan ini, tentunya masyarakat bisa merasakan bahwa Polri hadir di tengah-tengah mereka,” lanjut AKP Endang, sembari memantapkan komitmennya untuk terus bersinergi dengan warga demi keamanan dan ketertiban.

Ia pun menambahkan harapannya, agar Bakti Religi ini menjadi pengingat bahwa Polri bukan hanya seragam dan sirene, tapi juga hati yang peduli. “Kami ingin terus menjadi insan Polri yang lebih dekat dan dicintai oleh masyarakat,” pungkasnya.

Nah, kalau biasanya polisi identik dengan tilang dan terompet sirene, kali ini mereka tampil beda—dengan sapu, kain lap, dan sejuta senyum. Selamat Hari Bhayangkara ke-79, semoga makin bersinar, bersih, dan dicintai rakyat!

Berita ini telah dimuat berdasarkan sumber: artikel berjudul “Menyambut Hari Bhayangkara ke-79, Polsek Subang Kota Gelar Bakti Religi Bersihkan Rumah Ibadah Subang recycling” di laman subang.pikiran-rakyat.com.

Gagal Sembunyi di Lemari, 21 Gram Sabu Bikin Warga Rancadaka Dijemput Polisi

pengedar sabu di Subang ditangkap
Foto: lampuhijau.co.id

Subang – Sebuah lemari pakaian di Desa Rancadaka, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, mendadak jadi sorotan. Bukan karena koleksi baju branded atau tumpukan celana jeans lawas, tapi karena isinya yang nyeleneh: sabu seberat 21,87 gram, timbangan digital, microtube, dan satu unit handphone. Waduh!

Rabu sore, 11 Juni 2025, pukul 17.00 WIB, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Subang melakukan penggerebekan yang cukup bikin jantung dag-dig-dug. Seorang pria berinisial AT ditangkap di rumahnya, setelah ketahuan menyimpan barang haram di tempat yang—katanya—paling aman: lemari.

“Barang-barang tersebut ditemukan tersimpan rapi di dalam lemari pakaian di kediaman tersangka,” ujar AKP Udiyanto, S.H., M.H., Kepala Satresnarkoba Polres Subang, dalam rilis resminya. Nah lho, rapi bukan berarti suci, Bung!

AT, yang tampaknya lebih lihai dalam menyusun plastik klip daripada menyusun alibi, mengaku bahwa sabu tersebut ia dapat dari seorang yang berinisial TM. Sayangnya (atau untungnya buat TM), yang satu ini masih buron alias DPO. Polisi pun kini sedang memburu si TM ke mana pun angin berhembus.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi para pelaku kejahatan narkotika. Penindakan tegas akan terus kami lakukan demi menjaga generasi muda Kabupaten Subang dari bahaya narkoba,” tegas AKP Udiyanto. Kalimatnya tegas, pesannya jelas: jangan main-main sama narkoba!

Kini, AT harus bersiap-siap untuk menghadapi proses hukum yang nggak sesingkat urusan tukar tambah handphone. Ia dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya? Di atas lima tahun penjara, Sob.

Berita ini sudah dimuat di portal berita lampuhijau.co.id dengan judul asli “Polres Subang Tangkap Pengedar Sabu di Desa Rancadaka”

Pelantikan Bergelombang di Jalan Bergelombang: 110 Pejabat Subang Resmi Dilantik di Atas Aspal Berlubang

pelantikan pejabat Subang di jalan rusak
Foto: inijabar.com

SUBANG — Di tengah semilir angin dan aroma aspal retak yang menguar manja, sebuah momen pelantikan terjadi di tempat yang tak biasa: jalan rusak Desa Jatiragas Hilir, Kecamatan Patokbeusi. Jumat pagi (13/6/2025), sebanyak 110 pejabat Administrator dan Pengawas resmi dilantik. Lokasinya? Bukan di aula ber-AC, tapi di atas jalan berlubang yang penuh pesan tersirat.

Bupati Subang Reynaldi Putra hadir lengkap dengan semangat “turun langsung ke lapangan.” Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pemilihan lokasi pelantikan bukanlah sekadar ide iseng atau konten sosial media. “Pelantikan ini menjadi pengingat, bahwa jabatan adalah amanah dan tugas utama kita adalah melayani masyarakat dengan cepat dan jujur,” ucap Rey dengan nada yang tidak main-main, meski tempat berdirinya bisa jadi bikin sepatu kotor.

Pelantikan di atas jalan rusak ini seolah ingin menyapa batin para pejabat yang baru saja sah naik jabatan. Pesannya sederhana namun menohok: jangan hanya duduk nyaman di kantor ber-AC, tapi turunlah ke lapangan, tempat rakyat merintih dan jalan menganga.

Secara resmi, berikut rincian detil para pejabat yang dilantik:

  • Eselon III.a: 25 mutasi, 6 promosi
  • Eselon III.b: 30 mutasi, 11 promosi
  • Eselon IV.a: 22 mutasi, 13 promosi
  • Eselon IV.b: 1 mutasi, 2 promosi

Dengan begitu, tercatat 78 pejabat mengalami mutasi bak catur berpindah petak, dan 32 lainnya naik level dalam tangga birokrasi. Mereka kini menduduki posisi strategis di berbagai lini—mulai dari kecamatan, dinas, bagian sekretariat daerah, hingga unit pelayanan teknis. Semua serba formal, meski dilakukan di atas aspal yang tak lagi mulus.

Reynaldi pun mengingatkan bahwa promosi dan mutasi ini bukan hasil dari “bisik-bisik tetangga” atau lobi-lobi sembunyi. Ia menyatakan dengan mantap bahwa prinsip meritokrasi adalah harga mati. “Saya tegaskan, tidak ada jual beli jabatan di Kabupaten Subang. Siapa pun yang terbukti terlibat, baik yang memberi maupun menerima, akan saya tindak tegas,” tandasnya, seraya menatap serius para pejabat yang mungkin diam-diam mencoba berdiri seimbang di permukaan jalan tak rata.

Meski suasana pelantikan tidak semewah biasanya, tapi barangkali justru itulah simbol paling jujur dari pesan yang ingin disampaikan: bahwa pelayanan publik bukanlah panggung glamor, melainkan medan perjuangan yang berliku—kadang seberliku jalan tempat mereka dilantik.

Berita ini telah dimuat berdasarkan sumber dari inijabar.com, dengan judul “Bupati Subang Lantik 110 Pejabat Di Lokasi Jalan Rusak”

realme P3 5G Mendarat di Indonesia: Si Tangguh Rp3 Jutaan yang Bikin Gamer Senyum-Senyum

Suarasubang.com — Kabar gembira buat kamu yang hobi multitasking, doyan gaming, tapi dompet tetap ingin damai. realme resmi meluncurkan jagoan barunya di Indonesia: realme P3 5G. Ponsel yang satu ini digadang-gadang jadi “Long-Play Performer” dan siap jadi jawara performa di kelas Rp3 jutaan. Tahan banting, ngebut, dan cakep pula tampilannya. Kombinasi yang susah ditolak!

realme P3 5G Indonesia

Dan yang bikin makin seru, realme P3 5G ini hadir eksklusif online! Kamu bisa dapetin dengan harga spesial Rp3.799.000 cuma di Shopee saat Shopee Brand Day tanggal 16 sampai 18 Juni 2025. Setelah itu, mulai 19 Juni, kamu bisa juga buru di TikTok Shop by Tokopedia, Lazada, Blibli, dan Akulaku dengan harga normal Rp3.999.000. Siapa cepat, dia dapat bonus potongan dan voucher MAP juga, lho!

Krisva Angnieszca, sang Public Relations Lead realme Indonesia, menyebut bahwa ini bagian dari strategi online eksklusif realme. “realme P3 5G menjadi pelopor lini produk online eksklusif dari realme yang menawarkan spesifikasi unggulan dan harga kompetitif. Strategi ini selaras dengan misi realme dalam menjadikan teknologi lebih mudah diakses oleh anak muda di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Mari kita kupas kehebatannya. Di jantung pacu, realme P3 5G membawa Snapdragon® 6 Gen 4 — chipset 4nm yang punya skor AnTuTu sampai 760.000! Mau ngegas main Mobile Legends, Free Fire, atau Honor of Kings? Hayuk! Bahkan bisa 120FPS, loh! RAM-nya 12GB, plus dynamic RAM sampai 26GB, bikin buka 40 aplikasi serentak bukan lagi mimpi. Dan Free Fire cuma butuh 3,4 detik buat loading? Seriusan!

Baterai 6000mAh yang dikasih julukan Titan ini juga bukan kaleng-kaleng. Disokong fast charging 45W Super Flash Charge dan teknologi Bypass Charging, bikin baterai adem dan awet sampai lima tahun. Mau maraton game? Silakan! Ada sistem pendingin AeroSpace VC 6050mm² yang siap jaga suhu biar tetap adem, bahkan saat kamu nge-rank sepanjang malam.

realme P3 5G Indonesia

Tahan banting juga bukan sekadar jargon. realme P3 5G sudah bersertifikat IP66, IP68, dan IP69. Artinya? Kena debu, air, bahkan disemprot pakai air tekanan tinggi pun dia tetap anteng. Dan buat yang doyan foto-foto, kamera belakangnya 50MP AI dengan OIS, ditemani kamera depan Sony 16MP yang siap bikin selfie-mu kinclong meski cuma di dapur.

Desainnya? Ultra slim cuma 7,97mm, tapi tetap muat baterai 6000mAh. Warna? Futuristik banget: Comet Grey dan Starlight Green. Cocok buat kamu yang suka tampil beda di tongkrongan.

Untuk visual, layar AMOLED 6,67 inci 120Hz siap manjain mata. Dengan kecerahan 2000 nits dan dukungan Pro-XDR, kamu tetap bisa nonton drakor di bawah terik matahari. Dan gamer wajib coba GT Boost, lengkap dengan AI Motion Control dan AI Ultra Touch Control — serasa main konsol!

Yang paling kekinian, sistem operasinya sudah pakai realme UI 6.0 berbasis Android 15. Ada fitur NEXT AI seperti Live Alerts, AI Recording Summary, sampai Circle to Search yang bisa nyari apapun cukup lingkarin layar. Serius, ini Android rasa masa depan.

Jadi, buat kamu yang cari smartphone tangguh, performa ngebut, tahan air, baterai awet, kamera jernih, dan harga masih masuk akal… realme P3 5G kayaknya sah jadi kandidat kuat di wishlist kamu!

Duh! Kades dan Direktur BUMDes di Subang Tersandung Korupsi Pasar Rp1,5 Miliar

korupsi pengelolaan Pasar Kalijati Timur
foto: www.lampusatu.com

Subang — Ada yang kisruh di balik meja pengelolaan Pasar Desa Kalijati Timur, Subang. Bukan soal harga cabai atau bawang naik, tapi aroma tak sedap dari praktik korupsi yang bikin dompet negara jebol sampai Rp1,5 miliar lebih. Ya, Anda tidak salah dengar. Uang sebanyak itu raib entah ke mana, dan kini dua tokoh desa harus berurusan dengan hukum.

Sebut saja mereka: Ahadiyat Amaludin, sang Kepala Desa Kalijati Timur, dan Sutisna, Direktur BUMDes Makmur Lestari tahun 2024. Keduanya tak sedang mencalonkan diri jadi pasangan duet penyanyi dangdut, melainkan duet tersangka korupsi yang resmi diumumkan oleh Kejaksaan Negeri Subang. Wah, bukan duet impian masyarakat, ya!

Kepala Kejaksaan Negeri Subang, Bambang Winarno, menyampaikan langsung kabar mengejutkan ini dalam konferensi pers pada Rabu (11/6/2025). “Dalam proses penyidikan yang kami lakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor PRINT-02/M.2.28/Fd.1/05/2025 tanggal 23 Mei 2025, ditemukan adanya tindakan melawan hukum dalam pengelolaan Pasar Desa Kalijati Timur. Tindakan tersebut mengarah pada upaya memperkaya diri sendiri atau orang lain, yang berdampak langsung terhadap keuangan negara,” ujarnya tegas seperti dikutip dari INews.com.

Nah, kalau Anda berpikir kasus ini hanya sekadar salah kelola dana parkir, Anda keliru. Kajari menyebut, penyimpangan yang terjadi pada tahun 2022 hingga 2024 itu cukup sistematis. Saking seriusnya, kerugian negara ditaksir tembus miliaran rupiah. Jumlah yang cukup untuk beli sekampung tahu bulat, plus bonus mobil keliling.

Ahadiyat dan Sutisna pun tak hanya dilirik, tapi juga langsung digiring ke Lapas Kelas IIB Subang. Mereka kini resmi mengenakan “seragam baru” berupa rompi tahanan, dengan wajah tertunduk yang entah karena menyesal atau silau lampu kamera wartawan. Yang jelas, mereka ditahan selama 20 hari demi memudahkan penyidikan lanjutan.

Keduanya dijerat pasal yang bukan main-main: Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor, yang telah diperbarui dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. Kalau itu belum cukup serem, masih ada jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, atau sebagai alternatif, Pasal 3 jo Pasal 18 UU yang sama. Pokoknya, lengkap seperti paket kombo nasi ayam geprek level 5.

Kajari Subang menegaskan ini bukan akhir cerita. “Kami tegaskan bahwa penyidikan ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depan, kami juga akan melakukan penyelidikan terhadap pasar-pasar lain yang berada di bawah pengelolaan pemerintah daerah di Kabupaten Subang. Ini sebagai bentuk komitmen kami dalam pemberantasan tindak pidana korupsi yang merugikan masyarakat,” tegasnya lagi. Hayo, pasar lain jangan keburu santai!

Dengan langkah ini, Kejari Subang seolah memberi sinyal keras: uang rakyat bukan untuk dijadikan dompet pribadi. Transparansi dan akuntabilitas bukan slogan semata, tapi harga mati. Dan bagi masyarakat, semoga ini jadi pengingat agar tak lengah dalam mengawasi pengelolaan dana publik, meski cuma soal pasar tradisional.

Sumber berita ini telah dimuat sebelumnya di www.lampusatu.com dengan judul asli “Kejari Subang Tetapkan Kades Kalijati Timur Tersangka Dugaan Korupsi Pengelolaan Pasar Rp.1,5 Miliar”

Smash Silaturahmi! Polsek Sagalaherang Gelar Turnamen Bulu Tangkis Antar Instansi

Turnamen bulu tangkis antar instansi Polsek Sagalaherang
foto: lampuhijau.com

suarasubang.com Smash! Bukan Sembarangan Smash—Ini Smash Persaudaraan

Ada yang seru di Kecamatan Sagalaherang! Bukan demo, bukan dangdutan, tapi turnamen bulu tangkis antar instansi yang bikin keringat netes tapi hati adem.

Polsek Sagalaherang Polres Subang sedang dalam mode “sportif dan solid” menyambut Hari Bhayangkara ke-79 tahun 2025. Bertempat di GOR PGRI Kecamatan Sagalaherang, sebanyak 21 tim dari berbagai instansi berkumpul bukan untuk sidang atau rapat dinas, tapi untuk menyabet Piala Kapolsek!

Kapolsek Bersuara, Shuttlecock Terbang di Udara

Kapolsek Sagalaherang Polres Subang, AKP H. Irpan Taufik Firmansyah S.Pd., M.M. angkat bicara (dan bukan cuma raket), menyampaikan bahwa turnamen ini digelar selama sepuluh hari. Mulainya? Selasa, 10 Juni 2025 kemarin. Finalnya? Tunggu dulu, masih Selasa depan!

Beliau menjelaskan dengan tenang, tapi penuh makna (kayak smash yang masuk garis):
“Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara Polri dan instansi pemerintah khususnya di Kecamatan Sagalaherang dan Serangpanjang,” ujar mantan Kasie Dokkes Polres Subang ini dengan semangat yang tak kalah dari servis pertama.

Bulu Tangkis Bukan Sekadar Olahraga, Tapi Jurus Jitu Jaga Kamtibmas

Tak cuma buat ngilangin pegal atau nguras semangat kompetitif, turnamen ini juga punya misi mulia. Masih menurut AKP Irpan—yang tampaknya tahu betul jurus menyatukan dari balik net:
“Turnamen bulu tangkis ini diharapkan menjadi wadah positif dalam menjalin kebersamaan, meningkatkan sportifitas dan memperkuat sinergi dalam rangka menjaga kamtibmas.”

Jadi, bukan cuma bola yang melesat cepat, tapi juga semangat kolaborasi yang makin melekat!

GOR PGRI Kini Jadi Arena Kolaborasi, Bukan Sekadar Kompetisi

Dengan atmosfer yang penuh tawa, tepuk tangan, dan—tentu saja—teriakan “out!” atau “masuk!”, GOR PGRI Sagalaherang menjelma jadi panggung adu teknik sekaligus ruang silaturahmi yang tak biasa.

Tak ada sekat dinas, tak ada pangkat. Yang ada hanya raket, semangat, dan mungkin sedikit pegal otot. Tapi bukankah itulah indahnya kebersamaan dalam rangka Bhayangkara?

Berita ini telah dimuat berdasarkan sumber dari lampuhijau.co.id dengan judul asli “Polsek Sagalaherang Polres Subang Gelar Turnamen Bulu Tangkis Antar Instansi.”

Rakor Serius Tapi Santai: Polres Subang dan Kemenko Polkam Kompak Bahas Stabilitas Nasional

Rakor Polres Subang dan Kemenko Polkam
foto: jabarpress.com

Subang, Jabarpress.com – Kalau biasanya aula dipakai buat seminar atau ujian skripsi, kali ini Aula Patriatama Polres Subang berubah jadi medan diskusi nasional! Para petinggi berseragam dan bersetelan rapi tumplek blek dalam Rapat Koordinasi alias Rakor antara Polres Subang dengan Staf Ahli Kemenko Polkam RI.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 13.00 WIB ini bukan sekadar kumpul-kumpul. Ini bagian dari kunjungan kerja yang punya misi besar: memperkuat koordinasi, sinkronisasi, dan pengawasan implementasi program prioritas nasional. Yup, berat tapi penting, apalagi buat daerah sekelas Subang yang kini makin seksi di mata investor.

Yang jadi bintang utama? Marskal Muda TNI Oka Prawira, M.Si., Han., Staf Ahli Bidang Ketahanan Nasional. Didampingi oleh PLH Kapolres Subang, KOMPOL Endar Supriyatna, S.Kom., S.I.K., serta sejumlah tokoh penting macam Irjen Pol Desman S Tarigan, S.H., dan Irjen Pol Dr. Toni Hermawan, S.I.K., M.Sos. Rasanya kalau aula itu punya nyawa, dia pasti deg-degan.

PLH Kapolres Subang tampil percaya diri dalam sambutannya. Ia menyampaikan bahwa situasi kamtibmas di Subang relatif kondusif. Tapi jangan salah, premanisme tetap jadi musuh bersama. Solusinya? Posko anti-premanisme di Kawasan Industri Suryacipta pun didirikan. Preman-preman auto ciut!

Sementara itu, Irjen Pol Dr. Toni Hermawan membawa angin segar dengan semangat sinergi TNI/Polri. Ia menyampaikan pentingnya Forkopimda dalam mendukung program strategis nasional. “Visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden harus kita kawal bersama,” tegasnya sambil menjelaskan struktur Kemenko Polhukam yang rumit tapi strategis.

Lanjut ke Marskal Muda Oka Prawira yang tampil seperti guru besar di depan mahasiswa. Ia menekankan pentingnya tanggung jawab dalam menjalankan program nasional. Fokusnya? Target pelaksanaan SPPG dan menciptakan iklim investasi yang adem dan nyaman, bukan bikin investor lari terbirit-birit.

Tak kalah penting, Irjen Pol Desman S Tarigan memaparkan betapa vitalnya peran intelijen dan data yang valid. “Jangan reaktif hanya karena sesuatu viral, kita harus tetap preventif,” katanya bijak. Ia juga menyentil perlunya pemetaan ormas dan perusahaan di Subang.

Setelah otak dijejali info berat, acara berlanjut dengan sesi tanya jawab yang lebih santai, disusul dengan coaching and counseling—versi serius dari ‘curhat profesional’. Plakat pun diberikan sebagai bentuk apresiasi, lalu ditutup dengan foto bareng. Karena ya, tak ada rapat hebat tanpa foto bersama, bukan?

Kegiatan berakhir sore hari dengan suasana yang adem dan penuh komitmen. Sinergi antar instansi? Check. Koordinasi kuat? Check. Stabilitas nasional? Bismillah, semoga terjaga!

Berita ini telah dimuat berdasarkan sumber: www.jabarpress.com dengan judul asli “Polres Subang Gelar Rakor Bersama Staf Ahli Kemenko Polkam RI”

Recent Posts