Beranda blog Halaman 98

RSUD Subang Hadirkan Dua Layanan Spesialis Baru: Anak dan Gigi Kini Makin Terurus!

layanan spesialis RSUD Subang

SUBANG – Ada kabar segar dari dunia medis Subang! RSUD Subang kini resmi membuka dua layanan spesialis anyar yang bikin warga senyum lebar dan para orang tua bisa tidur lebih nyenyak. Mulai Juli 2025, rumah sakit kebanggaan masyarakat Subang ini menghadirkan layanan Spesialis Bedah Anak dan Spesialis Konservasi Gigi. Wah, dua bidang ini bukan sembarang tambahan—mereka datang bak superhero kesehatan dengan misi penyelamatan yang lebih spesifik dan profesional!

Pembukaan dua layanan spesialis ini merupakan bentuk komitmen RSUD Subang untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap dan berkualitas bagi masyarakat Subang dan sekitarnya,” tegas Direktur RSUD Subang, dr. Achmad Nasuhi, dengan aura keyakinan yang tak main-main.

Layanan pertama yang siap beraksi adalah Spesialis Bedah Anak, yang kini dipegang oleh dr. Laura Kurnia Agnestivita, Sp.BA. Beliau bukan hanya dokter, tapi ibarat pahlawan bertangan halus—karena pasiennya adalah para bayi mungil hingga remaja tangguh usia 18 tahun. Mulai dari operasi janin, bayi prematur, hingga anak usia sekolah, semua bisa ditangani. Dan tenang, untuk yang ingin berkonsultasi, beliau praktik setiap hari Senin hingga Rabu. Catat, ya!

Nah, gigi kamu juga nggak mau kalah diperhatikan, kan? Masuklah layanan kedua: Spesialis Konservasi Gigi, dipimpin oleh drg. Dikdik Lazuardi Fahrizal, Sp.KG. Beliau ini Endodontis alias jagonya urusan gigi bagian dalam—terutama saluran akar yang suka bikin nyut-nyutan tengah malam. Dari tambal gigi estetik sampai terapi gigi, semuanya bisa kamu konsultasikan. Jadwal praktiknya? Senin, Rabu, dan Jumat. Jadi, enggak ada alasan lagi buat menunda perawatan gigi, ya!

Langkah strategis ini bukan hanya menambah panjang daftar layanan RSUD Subang, tapi juga jadi bukti nyata bahwa fasilitas kesehatan di daerah makin siap menghadapi tantangan zaman. Dari urusan bedah anak sampai gigi bolong, kini semua bisa ditangani oleh ahlinya langsung. Subang, kamu naik level!

Tak hanya menambah layanan, RSUD Subang juga menebar kabar gembira: kedua layanan spesialis ini terbuka untuk semua jalur pembiayaan. Mau pakai BPJS Kesehatan, bayar umum, pakai asuransi swasta, atau datang sebagai pasien rujukan dari instansi lain—semuanya bisa! Ini bukan klinik eksklusif, tapi layanan inklusif. Jadi, siapa pun punya akses yang sama untuk mendapatkan perawatan dari para spesialis andal.

Manajemen RSUD Subang pun tak lupa menyampaikan rasa terima kasih yang hangat, bukan hanya dari balik meja kantor, tapi juga lewat komitmen yang tak main-main: pelayanan yang terus ditingkatkan, fasilitas yang terus dikembangkan, dan tentunya tenaga medis profesional yang siap siaga setiap saat.

Terima kasih atas kepercayaan masyarakat kepada RSUD Subang. Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik demi kesehatan warga Subang,” tutup dr. Achmad, dengan nada penuh harap dan semangat yang tak pernah surut.

FORMAL Kumpul Lagi: Mantan Legislator Subang Gaskeun Bangun Daerah!

Mantan anggota DPRD Subang

SUBANG — Bayangkan sekelompok mantan anggota dewan, yang biasanya kita lihat pakai jas dan berdiri serius di podium, kini duduk bareng sambil ngopi dan berdiskusi soal masa depan. Yup, itu bukan adegan film, tapi momen nyata yang terjadi saat Sarasehan dan Rapat Kerja FORMAL alias Forum Mantan Anggota Legislatif Kabupaten Subang 2025, Rabu kemarin (2 Juli 2025), di Hotel Laska Subang.

Dengan mengusung tema “FORMAL Bersatu dalam Kebersamaan, Berkarya untuk Masa Depan Subang,” acara ini bukan sekadar reuni tukar cerita nostalgia. Ini panggung serius tapi santai, tempat para mantan wakil rakyat menyatukan suara demi Subang yang lebih gemilang.

Ketua Pelaksana acara, Drs. Asep Setia Permana, menyampaikan bahwa FORMAL bukan tempat ngumpul-ngumpul manja. “FORMAL hadir untuk memperkuat silaturahmi dan peran aktif dalam pembangunan Subang,” ujarnya penuh semangat, seolah ingin berkata: “Kami mungkin mantan, tapi bukan mantan sembarangan!”

Senada dengan Asep, Ketua FORMAL Subang, Rohmani, S.H., tampil dengan energi positif yang menular. Ia menegaskan, “FORMAL harus hadir dan bermanfaat, bukan hanya sebagai organisasi, tetapi menjadi bagian dari solusi.” Waduh, mantan tapi solutif—boleh juga!

Agenda makin berbobot ketika FORMAL menyerahkan dokumen sikap organisasi kepada Pemerintah Daerah Subang. Dan siapa yang menerima? Tak lain dan tak bukan, Wakil Bupati Subang, H. A. Ruhimat alias Kang Akur. Ini bukan sekadar simbolik, tapi bukti FORMAL ingin ambil bagian dalam “project besar” pembangunan Subang.

Dari sisi legislatif aktif, Wakil Ketua II DPRD Subang, H. Kosim, turut memberi angin segar. “Sebagai mantan anggota legislatif sekaligus warga negara, kita tetap punya tanggung jawab membangun Subang,” katanya, menegaskan bahwa tugas negara tak kenal masa jabatan.

Kang Akur pun menambahkan dengan gaya khasnya yang bersahaja, “Kami mengedepankan gotong royong, kolaborasi pentahelix, dan partisipasi aktif masyarakat dalam membangun Subang yang unggul, maju, dan kompetitif.” Wah, bahasa keren ini cocok banget buat status WhatsApp para pejuang daerah.

Yang bikin acara makin mantap, hadir juga para tokoh hebat seperti Dewan Penasihat dan Pembina FORMAL, Danlanud Suryadi Suryadarma, Kajari Subang, Ketua Kadin Subang, para kepala OPD, hingga jajaran Forkopimda. Lengkap sudah, tinggal panggil tukang dokumentasi buat bikin vlog!

Dua Granat Aktif Nongkrong di Koper, Warga Pagaden Heboh!

granat aktif ditemukan di Subang

SUBANG – Pagi yang biasanya adem-ayem di Kampung Pagaden mendadak jadi drama aksi. Bukan karena sinetron pagi atau suara emak-emak teriak manggil anak, tapi karena… koper misterius berisi dua granat aktif! Iya, dua granat model “nanas” nongkrong manis di luar rumah Bu Iis Yunani di RT 027 RW 008, Desa Pagaden, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Rabu pagi (2/7/2025).

Tentu saja, warga langsung geger. Siapa juga yang nggak panik lihat koper isinya bukan baju, tapi granat aktif? Untungnya, warga sigap dan langsung lapor ke kepolisian. Bukan malah bikin story Instagram atau buka koper rame-rame, lho.

Kapolsek Pagaden, AKP Ikin Sodikin, sigap menangani situasi. “Setelah dilakukan pengecekan oleh tim Jibom, kedua granat tersebut diduga masih aktif. Maka sesuai prosedur, kami langsung menyerahkan kepada tim untuk dilakukan disposal atau pemusnahan,” ujar beliau dengan nada serius tapi tetap tenang. Gimana enggak, ini bukan perkara petasan, Sob, tapi granat!

Tak butuh waktu lama, Tim Penjinak Bom alias Jibom dari Satuan Brimob Mako Cikeruh, Polda Jabar, meluncur ke TKP. Mereka datang lengkap dengan peralatan canggih dan gaya ala film Mission: Impossible—minus Tom Cruise.

Lokasi pemusnahan? Bukan studio film, tapi Lapangan Bola Desa Pagaden. Serius. Dipimpin langsung oleh Danden Gegana Kompol Iyus bersama tujuh personel, proses disposal dilakukan dengan cara yang tak kalah keren: peledakan jarak jauh. Boom! Tapi jangan khawatir, prosesnya aman terkendali, tak ada rumah retak apalagi genteng beterbangan.

Sebelum granat diledakkan, ada seremoni mini: penandatanganan berita acara penyerahan barang bukti dari pihak kepolisian ke tim Jibom. Jadi, bukan hanya ledakannya yang serius, tapi prosedurnya juga sah menurut hukum.

“Alhamdulillah kegiatan disposal berjalan lancar, aman, dan tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat sekitar,” ujar AKP Ikin dengan lega.

Meski granatnya sudah “pensiun”, misterinya belum tamat. Polisi masih menyelidiki bagaimana dua granat bisa nyasar ke kampung dan nongkrong di koper tanpa undangan. Masyarakat pun diminta tetap waspada. Jangan sampai salah kira, benda aneh itu bukan artefak antik atau mainan anak-anak.

“Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap benda-benda mencurigakan yang ditemukan di sekitar lingkungan tempat tinggal,” kata Kapolsek. Ia juga menegaskan, “Jika menemukan benda mencurigakan, jangan sok jago. Segera lapor, jangan disentuh apalagi dibawa pulang.”

Semoga koper-koper di Pagaden ke depannya hanya berisi baju lebaran atau makanan ringan. Jangan sampai jadi rumah kos dadakan buat granat ya, warga!

Subang Berpesta Bhayangkara: Polri Tampil Adaptif, Kang Rey Angkat Topi

Hari Bhayangkara ke-79 Subang

SUBANG – Ada yang spesial di Halaman Kantor Bupati Subang pada Selasa pagi (1/7/2025). Bukan bazar atau konser dangdut, tapi justru momen khidmat: Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 Tingkat Kabupaten Subang.

Di bawah terik matahari yang setia menemani, Bupati Subang Kang Rey—eh, lengkapnya Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP.—berdiri tegap bersama sang Wakil, H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M. Mereka hadir bukan untuk gaya-gayaan, tapi untuk memberi hormat pada para Bhayangkara yang mengusung tema keren tahun ini: “Polri Untuk Masyarakat.”

Inspektur Upacara kali ini bukan sembarang orang. Beliau adalah Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H., sosok tegas namun kalem. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan bahwa peran Polri kini makin luas, tidak lagi sekadar “jaga malam” atau “tilang motor.”

“Polri saat ini harus mampu menjadi peneduh di tengah kompleksitas zaman,” kata Kapolres dengan mantap. Ia menambahkan bahwa Polri dituntut lincah, adaptif, dan tetap profesional. Pokoknya kayak pemain sepak bola, tapi berseragam cokelat.

Peringatan ini, kata Kapolres, juga jadi semacam kaca rias buat Polri—bukan buat dandan, tapi untuk berkaca: “Apa yang perlu diperbaiki, ditingkatkan, dan dikomunikasikan lebih baik lagi dengan masyarakat,” ujarnya lugas.

Tak mau kalah, Kang Rey pun menyampaikan pesan bernas—plus bonus pujian buat jajaran Polres. Katanya, keamanan bukan cuma soal menangkap maling, tapi juga fondasi penting buat Subang yang lagi ngebut jadi kota industri.

“Visi industrialisasi Subang tidak akan tercapai tanpa dukungan penuh dari jajaran Polri,” ujar Kang Rey sambil tersenyum bangga.

Lebih lanjut, beliau menyentil isu premanisme yang selama ini seperti duri di tengah proyek. Tapi tenang, berkat langkah tegas Polres, preman pun kini tak lagi sembarangan nampang. Bahkan menurut Pak Gubernur, Subang jadi salah satu yang terbaik se-Jawa Barat. Mantap betul!

Di akhir pidatonya, Kang Rey mengajak generasi muda Subang—yang mungkin lagi ngopi di warkop saat ini—untuk meneladani semangat Bhayangkara. “Masa depan Subang bergantung pada karakter generasi mudanya,” tandasnya.

Upacara ini juga diramaikan oleh kehadiran tokoh penting: dari Danlanud Suryadarma, Ketua DPRD, hingga para Kepala OPD. Singkatnya, ini bukan acara sembarangan—ini selebrasi dedikasi!

Bupati Subang “Ngabret”! Tolak Titipan Proyek, Fokus Infrastuktur Leucir 2027

Bupati Subang tolak titipan proyek

SUBANG — Ada yang lagi “ngabret” dari kursi panas pemerintahan, tapi bukan sembarang kebut-kebutan! Kang Rey—sapaan akrab Bupati Subang Reynaldy Putra Andita—mendadak jadi “rem tangan” untuk para pemburu proyek titipan. Ia menegaskan: jangan sekali-sekali bawa-bawa namanya untuk urusan proyek pemerintah. Titip salam boleh, titip proyek? Eh, minggir dulu, Bos!

Dalam briefing staf Pemkab Subang yang digelar campuran daring dan luring (karena Subang selalu hybrid, dong), Kang Rey tampil seperti pemimpin drama Korea yang sedang menasihati anak buahnya—tenang tapi tajam. “Saya tidak pernah nitip proyek. Camat yang tegas justru akan saya hargai. Jika ada yang mencatut nama saya, tolong langsung ditolak,” katanya. Wah, ini baru pemimpin, anti titipan club!

Briefing yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati pada Senin, 30 Juni 2025 itu terasa seperti siraman rohani anti-korupsi. Camat-camat yang hadir langsung disiram peringatan segar dari Bupati baru. Siap-siap jadi pahlawan anti-‘pencatut’!

Ngomong-ngomong soal pembangunan, Subang lagi panas—bukan karena cuaca, tapi karena semangatnya! Di awal masa jabatannya bersama Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi, Kang Rey sudah pasang gigi lima. Prioritas utamanya: infrastruktur yang bukan kaleng-kaleng.

Bukan cuma janji manis kayak bumbu mie instan. Dana infrastruktur yang tadinya ‘cuma’ Rp80 miliar di APBD 2025, langsung naik drastis di anggaran perubahan jadi Rp250 miliar! Jebret! Tiba-tiba anggaran melonjak kayak harga cabai saat musim hujan.

Misi besar ini dibungkus dalam nama yang tak kalah keren: Ngabret! (Ngawangun Bareng Rakyat). Nah, ini dia. Program pembangunan yang berkonsep kolaboratif, bukan main sendiri kayak anak kos makan mi tiga kali sehari.

Kang Rey pun menargetkan, pada tahun 2027, jalan-jalan di Subang bakal leucir alias mulus kayak pipi bayi. Warga tak perlu lagi jadi pembalap MotoGP dadakan di jalan berlubang. Dengan semangat Ngabret, Subang siap tancap gas menuju infrastruktur yang manusiawi dan merata!

Bhayangkara ke-79: Upacara Penuh Semangat, Humor, dan Harapan di Tanah Subang

Hari Bhayangkara ke-79 Subang

SUBANG — Matahari belum terlalu galak ketika Halaman Kantor Bupati Subang berubah jadi panggung patriotik penuh semangat pada Selasa (1/7/2025) pagi. Di sinilah Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 digelar dengan nuansa khidmat, tapi tetap segar. Tema yang diusung? “Polri Untuk Masyarakat.” Simpel, tapi dalem!

Acara ini tentu nggak nanggung. Hadir langsung Bupati Subang, Kang Rey—nama keren dari Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP.—yang ditemani sang tandem setia, Wakil Bupati H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M. Semua tampak gagah dan anggun, kecuali angin pagi yang usil meniup jas para tamu undangan.

Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, tampil sebagai Inspektur Upacara. Beliau tak hanya berdiri tegap bak pahlawan film laga, tapi juga menyampaikan amanat penuh makna dan strategi. “Polri saat ini harus mampu menjadi peneduh di tengah kompleksitas zaman,” katanya, seperti kopi hangat yang mengingatkan: dingin itu pilihan, bukan keharusan.

Ia juga menegaskan bahwa tugas Polri zaman now bukan cuma soal keamanan. Tapi juga jadi mitra masyarakat dalam isu-isu strategis. “Kami dituntut lincah, adaptif, berpandangan strategis, menjadi cooling system, dan tetap profesional tanpa pandang bulu dalam penegakan hukum.” Ya, kira-kira seperti AC ruangan: sejuk, tapi tetap on point!

Tak cukup sampai di situ, AKBP Ariek mengibaratkan Hari Bhayangkara sebagai cermin raksasa. Bukan buat ngaca gaya rambut, tapi buat refleksi. “Kami menjadikan momen ini sebagai cermin—untuk melihat apa yang perlu diperbaiki, ditingkatkan, dan dikomunikasikan lebih baik lagi dengan masyarakat.”

Gantian Kang Rey yang bersuara. Dengan nada bangga dan gaya khasnya yang karismatik tapi santai, beliau memuji kinerja Polres Subang yang dianggap mampu menjaga kondusivitas wilayah. “Keamanan adalah prasyarat utama pembangunan,” ujarnya, sambil menyelipkan harapan besar untuk masa depan industrialisasi Subang.

Tak lupa, beliau menyentil prestasi keren Polres Subang yang sukses memberantas premanisme. “Alhamdulillah, langkah-langkah tegas pemberantasan premanisme membawa dampak nyata. Kita bahkan dinilai sebagai salah satu yang terbaik di Jawa Barat oleh Pak Gubernur,” bebernya, seolah sedang membacakan nilai raport dengan bangga.

Di akhir pidatonya, Kang Rey menyulut semangat para pemuda Subang. “Masa depan Subang bergantung pada karakter generasi mudanya. Mari kita warisi semangat Bhayangkara untuk membangun daerah yang unggul dan berdaya saing,” katanya. Ajakannya bukan sekadar kalimat, tapi kayak alarm pagi yang membangunkan semangat perubahan.

Acara ini makin lengkap dengan hadirnya jajaran penting seperti Danlanud Suryadarma, Ketua DPRD Kabupaten Subang, Ketua TP PKK, Forkopimda, para Kepala OPD, dan para tamu undangan. Semua tampak kompak dan seirama, seperti orkestra simfoni nasional yang memainkan nada Bhayangkara.

Kang Rey dan Misi Subang Unggul: Paripurna, WTP, dan Rencana Besar hingga 2029!

RPJMD Subang 2025-2029

SUBANG – Senin pagi (30/6/2025), suasana Ruang Rapat DPRD Kabupaten Subang bukan seperti biasanya. Bukan karena ada aroma kopi gratis, tapi karena hadirnya sosok yang selalu tampil santuy tapi serius: Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, atau yang lebih akrab disapa Kang Rey.

Dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Victor Wirabuana Abdurachman, rapat paripurna hari itu mengusung dua topik utama. Pertama, tanggapan Kang Rey terhadap pandangan fraksi-fraksi terkait Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024. Kedua, soal RPJMD Kabupaten Subang 2025–2029 yang tampaknya akan jadi “blueprint” masa depan Subang.

Sambil menyunggingkan senyum khas pemimpin yang baru dapat raport bagus, Kang Rey menyampaikan terima kasih kepada seluruh fraksi DPRD atas apresiasinya. Bukan tanpa alasan, Subang kembali sukses menyabet opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ketujuh kalinya berturut-turut. Ibaratnya, ini seperti langganan ranking satu di kelas keuangan daerah.

Namun, Kang Rey tak mau cepat jumawa. Ia menegaskan evaluasi dan pembenahan akan terus dilakukan. “Prestasi WTP ini jangan cuma jadi piagam dinding. Harus bisa jadi motivasi untuk kinerja yang makin sip di bidang lainnya,” begitu kira-kira pesan Kang Rey.

Ngomong-ngomong soal kinerja, Kang Rey juga menyinggung pentingnya menambah pundi-pundi pendapatan daerah. Mulai dari yang dikelola langsung oleh pemda, hingga yang diurus BUMD, semua harus naik kelas demi pembangunan yang lebih nendang dan rakyat yang makin sejahtera.

Pendapatan penting, tapi belanja daerah juga tak kalah vital. Kang Rey paham betul soal tantangan anggaran yang ketat. Tapi, dengan strategi skala prioritas yang tepat, harapannya kebutuhan masyarakat tetap bisa terpenuhi. Pokoknya, belanja harus tepat sasaran—nggak asal jajan!

Soal RPJMD 2025–2029, Kang Rey menekankan bahwa semua indikator disusun dengan pendekatan SMART. Bukan cuma pintar, tapi juga Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-Bound. Ditambah data dari BPS dan instansi teknis, rencana ini bukan sekadar wacana, tapi roadmap yang matang.

Menariknya lagi, RPJMD Subang bukan jalan sendiri. Sinkronisasi vertikal jadi kuncinya. Mulai dari arah Perpres RPJMN, hingga rancangan RPJMD Provinsi Jabar, semua dikolaborasikan. Bahkan proyek-proyek besar dan target SDGs sudah dikunci dalam rencana, dengan komunikasi intensif bareng Bappeda Jabar dan kementerian terkait.

“Visi Subang Unggul, Maju, dan Kompetitif telah diturunkan ke delapan misi pembangunan yang solutif,” tegas Kang Rey. Misi ini katanya bukan sekadar kata-kata manis, tapi respons konkret terhadap masalah yang ada.

Hadir juga dalam rapat ini para Asisten Daerah, Kepala OPD, Camat se-Kabupaten Subang, serta tamu undangan lainnya. Kalau kata orang Subang: ini bukan cuma rapat, tapi rapat yang penuh harapan.

Kang Rey Virtual Briefing: Dari Aduan Netizen sampai Trik “Tolak Titipan Proyek”

briefing Bupati Subang

Subang — Di balik layar komputer dan koneksi internet yang kadang ngambek, Senin pagi (30/6/2025) jadi momen penting bagi Pemerintah Kabupaten Subang. Bupati Subang, Kang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, tampil gaya dari dunia virtual, memimpin briefing staf dengan semangat membara—walau sinyal mungkin kadang meredup.

Briefing ini juga terasa hangat secara luring di Ruang Rapat Bupati II, di mana Wakil Bupati H. Agus Masykur Rosyadi dan Sekda H. Asep Nuroni duduk manis menyimak setiap titah dari Kang Rey yang mengudara.

Salah satu sorotan utamanya: truk-truk nakal! Yup, Kang Rey jujur—beliau mengaku melihat sendiri masih banyak kendaraan barang yang melanggar jam operasional. “Ini harus segera dievaluasi. Kamis nanti, kita akan adakan rapat lintas sektoral bersama Kasatlantas yang baru,” ujar beliau dengan suara tegas yang bisa bikin pelanggar langsung minggir sendiri.

Tapi bukan Kang Rey namanya kalau tak merambah dunia maya. Ia menggarisbawahi pentingnya kehadiran pemerintah di media sosial. Bukan untuk sekadar show off atau adu estetik feed, tapi sebagai bentuk nyata keterbukaan publik. “Bukan untuk pamer, tapi masyarakat perlu tahu bahwa pemerintah bekerja,” katanya. Nah loh, jadi jangan cuma upload filter kucing, upload juga laporan tindak lanjut aduan warga ya!

Solusinya? Tiap perangkat daerah dan kecamatan harus punya satu admin medsos. Bukan sembarang admin, tapi yang nanti akan dilatih oleh tim media Kang Rey sendiri. “Saya akan umumkan OPD dan kecamatan mana yang paling aktif dan tidak aktif,” ujarnya—yang berarti, siap-siap masuk papan peringkat medsos!

Tak sampai di situ, Kang Rey kembali menegaskan bahwa suara rakyat bukan hanya “sumber keresahan,” tapi justru bahan baku utama kebijakan. “Saya tidak minta laporan indah-indah,” katanya, “cukup rekap yang jujur dan bukti bahwa kita betul-betul hadir.” Jleb.

Di bagian akhir briefing, Bupati dengan gaya blak-blakan juga mengingatkan soal anggaran. Dengan sistem SIPD yang sudah dikunci sejak Jumat, percepatan program wajib hukumnya. Jangan sampai “telat upload” jadi alasan program mangkrak.

Dan yang paling hot: pesan Kang Rey kepada para camat. “Saya tidak pernah nitip proyek,” tegasnya. Kalau ada yang ngaku-ngaku utusan beliau, jawabannya cuma satu: TOLAK! “Camat yang tegas justru akan saya hargai,” imbuhnya. Cakep, Kang!

Dengan gaya bertutur yang tegas namun membumi, briefing pagi itu mengingatkan kita semua—baik warga, pejabat, maupun truk—bahwa Subang sedang serius menuju tata kelola yang transparan, cepat, dan tak bisa disuap oleh drama proyek titipan.

Subang Ngebut! 253 Koperasi Merah Putih Melejit 100 Persen Berkat ‘Operasi Hemat Waktu’

percepatan koperasi merah putih Subang

SUBANG – Di tengah hembusan angin musim kemarau dan keribetan administratif yang kadang bikin pusing kepala, ada kabar segar dari Kabupaten Subang, Jawa Barat. Bayangkan, 253 desa dan kelurahan di sana kini resmi punya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih alias KD/KMP. Dan yang lebih wow: capaiannya 100 persen, tuntas semua, sebelum matahari tenggelam tanggal 30 Juni 2025!

Lho, kok bisa? Ternyata ada pasukan super cepat dari Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat yang turun langsung. Dipimpin Kadivyankum Jabar, Hemawati Br. Pandia, bersama Analis Hukum Ahli Muda Zaki Fauzi Ridwan, tim ini melakukan aksi monitoring yang bukan kaleng-kaleng. Mereka menyambangi Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Subang dengan misi: “Koperasi harus sah hari ini juga!”

Nah, awalnya memang masih ada 16 desa dan kelurahan yang belum beres pengesahannya. Tapi jangan salah, ini bukan karena malas, melainkan karena koordinasi yang tersendat antara notaris dan Dinas Koperasi. Makanya, Bu Hemawati dan tim langsung turun tangan. “Sudah menjadi kewajiban kami untuk mengawasi pelaksanaan tugas notaris, apalagi ini adalah program yang diperintahkan langsung oleh Presiden Prabowo melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025,” tegasnya mantap.

Bukan hanya sekadar datang lalu foto-foto dan pulang. Di ruang pertemuan yang mungkin sudah diselimuti aura tegang bercampur kopi sachet, Bu Hemawati menegaskan satu hal: sekarang giliran notaris yang harus tancap gas! Soalnya, semua dokumen musyawarah desa sudah diserahkan. Jadi kalau sampai molor, bisa-bisa disemprit oleh waktu. Apalagi deadline-nya meledak hari itu juga—30 Juni 2025.

Acara pemantauan yang padat merayap ini juga dihadiri tokoh-tokoh penting, lho. Ada Ketua MPD Notaris Subang, Yoyon Karyono yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Hukum Pemda. Lalu ada Iwan Dermawan dari Ikatan Notaris Indonesia Subang, para notaris yang sudah kebanjiran akta, dan perwakilan Dinas Koperasi yang tampaknya hari itu nggak sempat ngopi dulu pagi-pagi.

Mereka duduk bareng, mencocokkan data, dan mengecek apakah ada desa yang masih main petak umpet dengan akta pendirian. Dan… beneran, ada yang baru tanda tangan akad di hari-H. Seperti mahasiswa yang baru nyicil skripsi malam sebelum sidang, mereka akhirnya beres juga.

Dengan irama cepat nan kompak, ke-16 desa yang tadinya tertinggal akhirnya finish juga di garis waktu. “Kita all out hari ini,” mungkin begitu batin para notaris sambil lap keringat. Maka, jadilah: Kabupaten Subang resmi menoreh sejarah sebagai daerah dengan 253 KD/KMP aktif dari total 253 desa/kelurahan. Nggak ada yang ketinggalan kereta, semua ikut konvoi keberhasilan!

Pencapaian ini bukan sekadar angka. Ini bukti konkret kalau Kemenkum Jabar nggak hanya serius, tapi juga lincah dan taktis dalam mendukung program nasional. Jadi, kalau nanti ada lomba percepatan koperasi tingkat nasional, Subang boleh maju duluan. Karena mereka sudah membuktikan: dengan sinergi, deadline pun bisa jadi tantangan yang menyenangkan.

Tarif Listrik Juli-September 2025 Tetap, Dompet Aman, Hati Nyaman!

Tarif listrik Juli 2025 tetap
Foto: ilustrasi

Suarasubang.com – Kabar baik datang dari langit-langit dunia kelistrikan! Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya mengumumkan tarif listrik untuk Triwulan III 2025. Dan tebak apa? Nggak naik! Iya, betulan—tarif listrik tetap adem ayem, seperti kipas angin yang dinyalakan di siang bolong.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman P. Hutajulu, memberikan klarifikasi dengan gaya serius namun menenangkan. “Untuk mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional, dan meningkatkan daya beli masyarakat, serta daya saing industri, Triwulan III 2025 diputuskan tarif tetap, sepanjang tidak ditetapkan lain oleh pemerintah,” katanya, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM. Kita doakan saja semoga “tidak ditetapkan lain oleh pemerintah” itu tidak berubah pikiran mendadak.

Jadi, mulai bulan Juli sampai September 2025 nanti, tarif listrik untuk 13 golongan pelanggan non-subsidi masih konsisten. Tak terguncang inflasi, tak tergoda rayuan wacana perubahan. Termasuk juga 24 golongan pelanggan bersubsidi seperti rumah tangga kecil, bisnis mungil, hingga UMKM pejuang ekonomi lokal—semuanya aman sentosa.

Mari kita intip angka-angka tarif listrik yang akan jadi teman setia setiap tagihan bulan Anda. Untuk pelanggan rumah tangga:

  • Daya 900 VA golongan RTM, cukup bayar Rp 1.352 per kWh
  • Daya 1.300 dan 2.200 VA? Sama rata Rp 1.444,70 per kWh
  • Yang pakai 3.500–5.500 VA dan di atas 6.600 VA? Siapkan Rp 1.699,53 per kWh

Untuk dunia bisnis, siapkan kalkulator dan secangkir kopi:

  • Bisnis kecil (B-2), daya 6.600 VA–200 kVA: Rp 1.444,70 per kWh
  • Bisnis menengah (B-3) dengan daya jumbo di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh

Lanjut ke industri. Yang suka pabrik berdengung dan mesin berbunyi merdu:

  • Industri menengah I-3: Rp 1.114,74 per kWh
  • Industri besar I-4: cukup Rp 996,74 per kWh saja. Lebih murah dari kopi susu di kafe!

Listrik untuk pemerintah juga tidak kena badai anggaran:

  • Penerangan jalan umum dan pelayanan pemerintahan bisa senyum tipis dengan tarif antara Rp 1.522,88 hingga Rp 1.699,53 per kWh, tergantung golongan dan tegangan.

Layanan sosial seperti sekolah dan rumah ibadah tetap mendapat pelukan hangat dari negara. Tarifnya mulai dari Rp 325 hingga Rp 925 per kWh. Sementara itu, untuk pelanggan rumah tangga subsidi? Jangan khawatir:

  • 450 VA tetap di Rp 415 per kWh
  • 900 VA di angka Rp 605 per kWh

Jadi, buat Anda yang sempat deg-degan tiap awal bulan, tenang saja. Tagihan listrik tak akan bikin jantung berdebar macam nonton horor tengah malam. Nikmati cahaya lampu tanpa drama—karena tarif tetap, dompet pun selamat.

Recent Posts