Beranda blog Halaman 895

Suhu di Kota Bandung Panas pada Siang Hari dan Hujan Saat Sore, Ini Penjelasan BMKG

Gelombang-Panas-di-Indonesia.jpg

harapanrakyat.com – Suhu di Kota Bandung, Jawa Barat dan sekitarnya, belakangan ini terasa panas. Namun, pada sore hari terjadi hujan cukup lebat merata di beberapa wilayah. Bahkan derasnya hujan itu pun sesekali disertai angin kencang.

Tidak jarang orang awam berpendapat terjadinya gelombang panas di beberapa negara belakangan ini, mempengaruhi suhu di Kota Bandung. Namun, benarkah Kota Bandung terkena gelombang panas?

Sebagai informasi, di beberapa negara seperti Cina, India, Thailand, dan Bangladesh, saat ini terkena gelombang panas. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap Indonesia tidak terjadi gelombang panas.

Baca Juga : BMKG Ungkap Suhu Tertinggi di Indonesia, Berpotensi Gelombang Panas?

Lantas, kenapa suhu di Kota Bandung dan sekitarnya saat ini terasa panas?

Staf Data dan Informasi BMKG Bandung, Yuni Yulianti mengatakan, kondisi suhu di wilayah Bandung yang saat ini terasa panas dipengaruhi beberapa faktor. Yuni menjelaskan, berdasarkan pengamatan cuaca di Stasiun Geofisika Bandung, suhu Kota Bandung masih berada pada kategori normal.

“Suhu di Bandung berada pada kisaran 29 hingga 30 derajat Celcius. Masih dalam kategori normal,” ungkap Yuni di Kota Bandung, Rabu (26/4/2023).

Ia menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat suhu di wilayah Bandung terasa lebih panas belakangan ini. Beberapa faktor itu di antaranya saat ini wilayah Indonesia memasuki musim kemarau. Selain itu, akibat tutupan awan berkurang sehingga intensitas radiasi matahari lebih maksimum.

“Di Bandung saat ini masih dalam periode masa transisi musim. Jadi peralihan musim hujan ke musim kemarau. Saat ini suhu di Kota Bandung mencapai 30,6 derajat. Masih ambang normal,” ucapnya.

Warga Kota Bandung tak Perlu Panik Isu Gelombang Suhu Panas

Yuni menjelaskan, suhu di Kota Bandung saat pagi hari terasa lebih hangat dan akan terasa panas terik maksimum pada siang hari. Akan tetapi, pada sore hari intensitas hujan masih terjadi.

Baca Juga : Bupati Ingatkan Potensi Bencana di Kabupaten Bandung

Pihaknya memprediksi pada awal Mei akan memasuki musim kemarau. Untuk tahun ini, lanjut Yuni, prediksinya kemarau normal, berbeda dengan tahun lalu yang mengalami kemarau basah.

Berdasarkan data BMKG tersebut, kata Yuni, masyarakat di Kota Bandung dan sekitarnya tidak perlu panik mengenai isu gelombang suhu panas yang terjadi di sejumlah kawasan Asia. Ia juga mengimbau masyarakat menggunakan tabir surya terutama saat berkegiatan di luar rumah untuk mengurangi paparan sinar matahari. (Ecep/R13/HR Online)

Bupati Ingatkan Potensi Bencana di Kabupaten Bandung

Kesiapsiagaan-Bencana.jpeg

harapanrakyat.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna mengingatkan warganya menyadari potensi risiko bencana alam di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Beberapa potensi bencana itu di antaranya banjir, longsor, gempa bumi, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, hingga cuaca ekstrem.

“Untuk itu, kami mengimbau masyarakat yang berada di kawasan berpotensi bencana, untuk melakukan upaya mitigasi bencana,” ungkap Dadang di Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (26/4/2023).

Baca Juga : Tiga Wisatawan Pantai Santolo Keroyok Anggota Polres Garut Hingga Terluka

Menurut Dadang, kesiapan masyarakat menghadapi ancaman bencana menentukan besar kecilnya risiko dampak bencana. Penanggulangan bencana, lanjut Dadang, merupakan tanggung jawab semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga media.

Dalam momentum Hari Kesiapsiagaan Bencana ini, lanjut Dadang, tentunya harus menjadi daya ungkit kesiapsiagaan bencana berbagai lapisan masyarakat di Kabupaten Bandung.

“Hari Kesiapsiagaan Bencana bukan perayaan satu hari saja. Tetapi harus berdampak kepada masyarakat untuk menyadarkan bahwa kesiapsiagaan itu penting. Hal itu dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi,” ungkapnya.

Sebagai informasi, tepat pada 26 April diperingati sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana. Pemerintah Kabupaten Bandung, menggelar Hari Kesiapsiagaan Bencana ini bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung.

Baca Juga : BMKG Ungkap Suhu Tertinggi di Indonesia, Berpotensi Gelombang Panas?

Dalam kesempatan itu, Bupati Bandung menyerukan masyarakat Kabupaten Bandung untuk bersama-sama meningkatkan upaya ketangguhan desa dalam mengurangi risiko potensi bencana alam di Kabupaten Bandung. (Ecep/R13/HR Online)

Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, Kehadiran ASN di Setda Ciamis 100 Persen

ASN-di-Setda-Ciamis.jpg

harapanrakyat.com,- Hari pertama kerja setelah libur Lebaran Idul Fitri 1444 H, kehadiran ASN Setda Ciamis, Jawa Barat, 100 persen. Namun, ada 10 orang pegawai yang tidak mengikuti apel karena sedang melaksanakan tugas.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, usai memimpin apel pagi pada Rabu (26/04/2023), di halaman Pendopo Bupati Ciamis.

Setelah melakukan apel pagi, para pegawai dilanjutkan dengan bersalaman antar pegawai lain dan juga Bupati Ciamis.

Pada kesempatan tersebut, Herdiat mengajak para ASN di Setda Ciamis dan juga semua pegawai lingkup Pemerintah Kabupaten Ciamis agar semangat dalam bekerja untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Baca Juga: Bupati Ciamis Sebut Rotasi Promosi Itu Biasa, Tak Ada Jabatan Basah dan Kering

“Semua ASN hari pertama kerja setelah libur Lebaran alhamdulillah hadir 100 persen. Hanya ada 10 orang yang tidak ikut apel pagi, tapi hadir. Hanya saja sedang ada tugas, baik tugas di Pendopo, rumah dinas wabup, rumah dinas sekda, dan dinas luar,” terang Herdiat.

Sementara itu, terkait adanya imbauan dari pemerintah pusat tentang menunda acara halal bihalal. Pihaknya juga merespon baik hal tersebut. Pasalnya, Pemkab Ciamis juga berencana akan menggelar halal bihalal pada Minggu ketiga setelah Idul Fitri.

“Kita sudah antisipasi hal tersebut. Kalaupun ada SKPD yang melaksanakan dalam minggu-minggu ini, itu hanya internal saja. Tidak bermewah-mewahan, hanya sebatas silaturahmi saja,” pungkasnya. (Feri/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Tiga Wisatawan Pantai Santolo Keroyok Anggota Polres Garut Hingga Terluka

Pelaku-Pengeroyokan-Anggota-Polisi.jpg

harapanrakyat.com,- Tiga orang wisatawan asal Majalaya, Bandung, mengeroyok anggota polisi Polres Garut. Insiden penganiayaan terhadap aparat itu terjadi di objek wisata Pantai Santolo, Garut, Jawa Barat, Senin (24/04/2023).

Anggota Polres Garut yang menjadi korban pengeroyokan bernama Briptu. Rangga Adi Tubagus. Ia mengalami luka cukup serius dan harus ditangani secara medis.

Tiga pemuda yang melakukan pengeroyokan itu masing-masing berinisial RE, DLS, dan AA, semuanya warga Majalaya, Bandung. Ketiga wisatawan ini nekad menganiaya anggota polisi berseragam lengkap.

Sementara, korban Briptu. Rangga Adi Tubagus berdinas di Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Garut, yang bermarkas di Pantai Santolo.

Baca Juga: Arus Balik Lebaran, KAI Daop 2 Bandung Mulai Rasakan Lonjakan Penumpang Kereta Api

AKBP. Rio Wahyu Anggoro, Kapolres Garut menjelaskan, insiden itu terjadi pada Senin tanggal 24 April 2023. Saat itu korban berniat melerai keributan para pelaku dengan pemilik toko yang ada di kawasan Pantai Santolo.

“Korban berusaha melerai keributan ketiga pria ini. Namun bukan menurut saat akan didamaikan, mereka malah menganiaya anggota kami,” kata Rio Wahyu Anggoro, Rabu (26/04/2023), di Mapolres Garut.

Ia juga menjelaskan, ketiga pelaku tersebut dalam pengaruh alkohol. Pihaknya pun tetap memproses atas penganiayaan ini dengan pasal berlapis.

“Saat kejadian ketiga pelaku mabuk dalam pengaruh alkohol. Kita jerat pasal berlapis dan melawan terhadap penegak hukum dengan ancaman 7 tahun penjara,” jelasnya.

Korban kini masih menjalani perawatan medis. Sementara ketiga pelaku mau tak mau harus bermalam di balik jeruji besi Mapolres Garut. (Pikpik/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Ini Jalur Bebas Macet Menuju Obwis Pangandaran Saat Libur Lebaran

Jalur-Bebas-Macet.jpg

harapanrakyat.com,- Untuk menghindari kepadatan kendaraan menuju objek wisata di Pangandaran saat libur Lebaran, ada beberapa jalur bebas macet yang dapat dilalui oleh wisatawan.

Setiap momen libur seperti Lebaran, beberapa objek wisata di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, selalu dipadati wisatawan. Karena itu, untuk menghindari kemacetan, wisatawan bisa menggunakan jalur alternatif.

Kasat Lantas Polres Pangandaran AKP. Asep Nugraha mengatakan, wisatawan yang datang dari Tasikmalaya, Ciamis dan Bandung bisa menggunakan jalur bebas macet melalui Jalan Raya Banjarsari.

Kemudian masuk dari pertigaan Cikohkol menuju arah Langkaplancar, Bunguraya. Lalu masuk ke Jalan Raya Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, selanjutnya masuk ke Jalan Raya Cijulang-Pangandaran.

“Dari pertigaan Cikohkol Banjarsari belok kanan ke arah Langkaplancar. Nantinya tembus ke wilayah Selasari dan masuk lagi Jalan Raya Cijulang-Pangandaran,” terang Asep Nugraha, Rabu (26/04/2023).

Baca Juga: Kebun Binatang Bandung Hadirkan Fasilitas Baru Khusus Libur Lebaran

Beberapa Jalur Bebas Macet Menuju Pangandaran

Sementara itu, salah seorang warga Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Cecep mengatakan, jalur alternatif bukan hanya jalur Banjarsari-Cikohkol saja. Namun, ada beberapa jalur bebas macet lainnya untuk menuju Kabupaten Pangandaran.

“Bisa masuk melalui Jalan Raya Manonjaya-Cineam via Gunung Singkup, Desa Bojongkondang. Lalu masuk ke Jalan Raya Cigugur dan akan tembus ke Jalan Raya Cijulang-Pangandaran nantinya,” kata Cecep.

Atau, lanjutnya, bisa juga masuk dari Kecamatan Salopa Tasikmalaya ke arah Jayasari via Desa Pangkalan. Nanti muaranya masuk ke Jalan Raya Cijulang-Pangandaran.

Menurut Cecep, ada beberapa keuntungan bagi wisatawan yang menggunakan jalur tersebut. Selain bebas macet, wisatawan atau pengendara juga bisa menikmati indahnya alam perbukitan yang masih sangat alami.

“Wisatawan yang lewat jalur alternatif atau jalur bebas macet ini bisa sekalian menikmati indahnya alam perbukitan. Selain itu, kondisi jalannya juga sudah bagus meski ukurannya tidak terlalu lebar,” imbuhnya.

Namun, kata Cecep, yang bisa menggunakan jalur ini hanya kendaraan kecil dan sedang saja. Sedangkan untuk kendaraan ukuran besar seperti bis belum bisa lewat. Jika tidak mau antri atau kena macet, bisa coba lewat jalur alternatif tersebut. (Ceng/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Soal PTSL di Ciamis, Oih; Jika Dipungut Lebih dari Rp 150 Ribu, Laporkan! 

Oih-Burhanudin.jpg

Anggota Komisi A DPRD Ciamis, Oih Burhanudin, mengaku siap menampung aspirasi dari warga jika ada pungutan biaya program PTSL di Ciamis lebih dari Rp. 150 ribu.

“Kalau ada, kami siap menampung aspirasi masyarakat, memanggil pemerintah desa ataupun Kantor ATR/ BPN Ciamis untuk melakukan klarifikasi,” katanya.

Oih menjelaskan, PTSL merupakan program sertifikasi tanah gratis dari pemerintah. Akan tetapi, berdasarkan SKB tiga menteri, ada batas maksimal biaya yang dipatok untuk pengurusan Pra-PTSL.

“Sesuai SKB tiga menteri, untuk Jawa-Bali memang sudah paling murah, yakni Rp. 150 ribu,” katanya, Rabu (26/04/2023). 

Sebelumnya, Oih Kantor ATR/ BPN atau Pemerintah Desa atau panitia sebagai pelaksana di lapangan, harus melakukan sosialisasi terlebih dahulu. 

Menurut Oih, panitia pelaksana juga harus memberikan informasi yang jelas dan detail kepada warga pemohon tentang penggunaan uang Rp. 150 ribu tersebut.

“Panitia wajib mensosialisasikan secara rinci, uang Rp. 150 ribu itu dipake kegiatan apa saja, sehingga tidak ada miskomunikasi,” tuturnya. 

Merujuk pada ketentuan yang ada, Oih menambahkan, uang Rp. 150 ribu tersebut digunakan untuk membiayai panitia dalam proses penyiapan atau Pra-PTSL.

“Mulai dari pengadaan patok, dokumen dan operasional petugas di desa atau kelurahan. Biaya selain itu, ditanggung pemerintah,” katanya. (Fahmi/R4/HR-Online)

Bupati dan Wakil Bupati Laksanakan Salat Idul Fitri Tingkat Kabupaten Subang Bersama Ratusan Warga

Bupati dan Wakil Bupati Laksanakan Salat Idul Fitri Tingkat Kabupaten Subang Bersama Ratusan Warga

Pemerintah Kabupaten Subang menyelenggarakan sholat Idul Fitri 1444 H Tingkat Kabupaten Subang pada Sabtu (22/4) bertempat di Lapang Sepak Bola Rosela Indah Kelurahan Cigadung. Sholat idul fitri dihadiri langsung oleh Bupati Subang, H. Ruhimat yang didampingi oleh Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi dan Sekretari Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si.

Rangkaian kegiatan sholat idul fitri diawali dengan mengumandangkan takbir yang diiringi rampak bedug dari Kecamatan Purwadadi. Sebelumnya telah diselenggarakan lomba festival rampak bedug di Kecamatan Purwadadi yang diikuti oleh 14 kelompok peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Subang.

Tak hanya itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang menyampaikan laporan pengelolaan sementara zakat, infak dan sedekah BAZNAS Kabupaten Subang periode Januari sampai dengan April tahun 2023.

Selanjutnya Bupati Subang memberikan sambutan sebelum dilaksanakan sholat idul fitri. Diawal sambutannya ia menyampaikan permohonan maaf atas nama pribadi dan pemerintah daerah Kabupaten Subang terkait hal-hal yang belum sepenuhnya tuntas.

“Luhur cita-cita kami untuk dapat mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Kami sadari begitu banyak harapan yang belum terwujud, tugas menanti untuk dituntaskan dan mimpi yang igin digapai. Atas nama Pemerintah Kabupaten Subang kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas hal yang belum tercapai di masa kepemimpinan kami,” ujarnya.

Ia pun mengapresiasi masyarakat Kabupaten Subang yang turut memajukan serta mewujudkan Subang Jaya, Istimewa, Sejahtera kepada seluruh pihak yang turut mewujudkan pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadhan yang aman dan nyaman.

Pada kesempatan tersebut bertindak selaku khatib idul fitri Ketua MUI Kabupaten Subang KH. Abdu Manaf, S.Ag., selaku imam sholat yakni Penyuluh Agaman Kemenag Subang Saepul Malik, S.Ag., dan bertindak selaku bilal H. Dede Rohaedi, S.An yang merupakan pengurus DKM Masjid Agung Al-Musabaqoh Subang.

Hadiri Lomba Bedug Ke-21 Masjid Besar Baiturrohman, Bupati Subang: Jadikan Sebagai Sarana Syiar Islam

Hadiri Lomba Bedug Ke-21 Masjid Besar Baiturrohman, Bupati Subang: Jadikan Sebagai Sarana Syiar Islam

Bupati Subang H. Ruhimat, menghadiri Grand Final Lomba Bedug ke-21 Masjid Besar Baiturrohman, bertempat di Masjid Besar Baiturrohman, Kecamatan Purwadadi. Selasa, (18/4).

Lomba Bedug ke-21 Masjid Besar Baiturrohman, diikuti oleh 14 Kelompok Peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Subang, dan terbagi dalam 2 kategori, yaitu 5 Kelompok peserta kategori anak-anak, dan 9 Kelompok peserta kategori Dewasa. Untuk Grand Final ini sendiri, telah lolos 4 kelompok peserta dari kedua kategori, sehingga total peserta berjumlah 8 kelompok peserta.

Camat Purwadadi Andri Darmawan, S.STP., MM. dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bahagianya, karena kegiatan Lomba Bedug tersebut didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Subang, terbukti dengan hadirnya Bupati pada Grand Final dan Wakil Bupati pada pembukaan.

Andri juga menyatakan rasa syukur atas terlaksananya Lomba Bedug, dimana warga Purwadadi merindukan kegiatan tersebut, terbukti dengan ramainya warga yang menyaksikan Grand Final Lomba Bedug tersebut.

Agenda dilanjutkan dengan Penyerahan secara simbolis hadiah tambahan sejumlah Rp. 8.000.000, dari Bupati Subang, sebagai wujud dukungan dari dirinya terhadap pelaksanaan lomba.

Selanjutnya Bupati Subang H. Ruhimat mengungkapkan rasa bangga atas berlangsungnya kegiatan lomba bedug tersebut.

"Saya betul betul bangga terkait kegiatan lomba ketangkasan menabuh bedug ini." Ungkapnya.

Ia juga berterima kasih kepada seluruh panitia dan semua unsur yang mendukung terselenggaranya kegiatan Lomba Bedug tersebut.

"Saya atas nama pribadi dan pemerintah kabupaten Subang, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada panitia, kemudian pengurus DKM serta muspika Kecamatan purwadadi yang bisa menyelenggarakan kegiatan seperti ini." Ujar Bupati Subang.

Selanjutnya, Kang Jimat pun menyatakan bahwa kegiatan Lomba Bedug ini merupakan kegiatan yang positif serta dapat menjadi salah satu sarana syiar agama.

"Tentunya bagi anak-anak maupun yang dewasa, ini sebuah kegiatan yang sangat positif, yang tadinya mungkin tidak karuan dengan adanya kegiatan seperti ini akan melakukan latihan untuk syiar islam." Ujarnya.

Obwis di Kota Banjar Belum Jadi Wisata Alternatif Saat Libur Lebaran, Kenapa?

Objek-Wisata-Lembah-Pajamben-1.jpg

harapanrakyat.com,- Sejumlah objek wisata di Kota Banjar, Jawa Barat, rupanya belum menjadi destinasi wisata alternatif bagi para pengunjung atau wisatawan yang tengah melakukan aktivitas mudik menikmati suasana libur Lebaran Idulfitri 1444 H. 

Beberapa destinasi wisata yang ada di Kota Banjar seperti Situ Leutik di Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, dan Lembah Pajamben di Desa Binangun, Kecamatan Pataruman masih sepi pengunjung. Baik wisatawan lokal maupun dari luar daerah.

Pantauan harapanrakyat.com, Selasa (25/04/2023), hanya terdapat beberapa pengunjung yang masuk ke obyek wisata Situ Leutik. Begitupun dengan obyek wisata Lembah Pajamben, belum ada lonjakan wisatawan yang signifikan.

Kepala Desa Binangun Bubun Sabyan Farid mengatakan, saat libur Lebaran ini belum ada peningkatan signifikan untuk jumlah pengunjung di obyek wisata Lembah Pajamben.

Baca Juga: Terbatas Anggaran, Obwis Situ Leutik Banjar Belum Bisa Tambah Fasilitas Baru

Hanya sekitar 200 pengunjung yang menikmati liburan di lokasi wisata tersebut. Kebanyakan wisatawan yang datang dari lokal daerah. Tempat wisata di Kota Banjar belum menjadi destinasi wisata alternatif bagi pengunjung luar daerah.

“Pengunjung belum begitu signifikan. Paling sekitar 200 orang, rata-rata pengunjung lokal Banjar,” kata Bubun kepada harapanrakyat.com, Selasa (25/04/2023).

Lanjutnya menyebutkan, untuk tiket masuk ke wisata Lembah Pajamben belum ada perubahan dari tarif sebelumnya, yaitu Rp 2.000 untuk anak-anak, dan Rp 3.000 untuk dewasa.

Selain itu, kata Bubun, untuk saat ini juga belum ada penambahan spot wisata terbaru. Hanya penambahan kawasan wisata agro berupa tanaman dan buah.

“Sementara belum ada penambahan spot wahana wisata. Paling penambahan wisata agro atau pertanian seperti buah alpukat dan durian,” jelasnya. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Perahu Pesiar Wisata di Pangandaran Karam Dihantam Ombak, 10 Warga Tasikmalaya Jadi Korban

Perahu-Pesiar-Wisata-di-Pangandaran.jpg

harapanrakyat.com,- Perahu Pesiar Wisata di Pangandaran, Jawa Barat, karam dihantam ombak. Sebanyak 10 orang penumpang asal Tasikmalaya syok.

Peristiwa kecelakaan laut (laka laut) itu terjadi di sekitar perairan objek wisata Pantai Barat Pangandaran, tepatnya Pos 4, Selasa (25/04/2023), sekitar pukul 11.15 WIB.

Kapolres Pangandaran AKBP. Hidayat mengatakan, kronologis kejadiannya sewaktu Perahu Pesiar Sari Laut yang membawa wisatawan dari arah Pantai Pasir Putih menuju pesisir Pantai Barat Pangandaran.

Baca Juga: Puluhan Anak Tersesat di Pantai Barat Pangandaran

“Ketika sekitar kurang lebih 50 meter akan tiba di pesisir, tiba-tiba dari arah belakang perahu datang ombak setinggi kurang lebih 2 meter menghantam bagian belakang perahu. Akibatnya perahu karam dan 10 orang penumpangnya panik,” terang AKBP. Hidayat di Pos Terpadu Poslantas Pangandaran.

Beruntung semua penumpang Perahu Pesiar Wisata di Pangandaran yang karam itu selamat. Petugas gabungan dari Satpolairud Polres Pangandaran, Basarnas, BKO Dit Polairud Polda Jawa Barat, Balawista, nelayan. Serta masyarakat pesisir Pantai Barat Pangandaran berhasil mengevakuasi semua korban.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian laka laut tersebut. Korban yang terdiri dari 4 orang dewasa dan 6 anak-anak kembali ke penginapannya,” jelas AKBP. Hidayat. (Madlani/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Recent Posts