Beranda blog Halaman 88

Rayakan Ultah ke-59, Radio Benpas Dapat Kado Spesial dari Kang Rey

Ultah ke-59 Radio Benpas Subang

SUBANG – Suasana nostalgia membungkus udara hangat Studio Radio Benpas, Senin (21/7/2025). Di tengah perayaan ulang tahun Benpas ke-59, hadir tamu istimewa: Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi—atau yang akrab disapa Kang Rey. Tapi tenang, ini bukan kunjungan formal yang kaku. Talkshow ini seperti reunian akrab yang penuh cerita dan secangkir kenangan.

Dipandu Pranata Siaran Ahli Pertama, Farida Alqodariah, S.I.Kom, talkshow ini menjadi ajang bincang santai tapi bermakna. Kang Rey membuka hati dan memori masa kecilnya yang pernah ditemani suara khas Benpas.

“Benpas ini yang sempat mengisi masa kecil saya. Dulu saya sering mendengarkan, dan radio ini menjadi penyambung informasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat,” kenangnya, sambil tersenyum.

Di era digital yang makin riuh, Kang Rey justru melihat Radio Benpas sebagai oase suara. Ia berharap radio ini tetap eksis, bukan sekadar corong pemerintah, tapi juga ruang aspirasi publik.

“Di tengah digitalisasi, saya berharap Benpas tetap berdiri kokoh sebagai radionya orang Subang. Media ini bisa menjadi nafas pemerintah daerah,” ucapnya.

Menurut Kang Rey, kekuatan media lokal seperti Benpas bukan main-main. Ia bahkan menyebutnya sebagai “senjata zaman now”.

“Hari ini, senjata seseorang bukan lagi pedang atau pistol. Senjata hari ini adalah media,” katanya mantap.

Bukan cuma bicara, Kang Rey juga membuktikan komitmennya dalam membangun komunikasi publik yang terbuka. Ia menegaskan, warga bisa langsung menyampaikan aduan—bahkan lewat DM Instagram pribadinya. Gaya bupati yang kekinian dan responsif, bukan basa-basi!

“Saya membuka ruang, masyarakat bisa komunikasi langsung dengan saya,” jelasnya.

Tak hanya memberi pujian, Kang Rey juga mendorong Radio Benpas agar terus berkembang. Ia mengajak Benpas untuk ikut serta dalam berbagai program Pemkab Subang seperti “Sabtu Bersama Kang Rey”, dan menjadi jembatan suara rakyat yang makin kokoh.

Sebagai penutup, Kang Rey memberikan kado simbolis: memotong tumpeng dan menyerahkannya langsung kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. Sebuah bentuk penghormatan kepada radio legendaris yang tetap berdiri tegak di tengah gempuran zaman.

“Subang ke depan harus ngabret! Bukan cuma slogannya, tapi semangatnya juga,” seru Kang Rey, menutup sesi talkshow dengan semangat menggelora.

Gaspol Lawan Stunting! RSUD Subang Gandeng 40 Puskesmas Demi Generasi Emas 2045

penanggulangan stunting RSUD Subang

SUBANG – Ada yang beda dari obrolan santai di Studio Radio Benpas Subang, Senin (21/7). Kali ini bukan soal dangdut koplo atau gosip artis lokal, melainkan soal masa depan bangsa: stunting! Dan RSUD Subang tampil sebagai superhero kesehatan yang siap menumpasnya—dengan bekal ilmu, kolaborasi, dan semangat tiada dua.

Lewat program talkshow LEKAT, dua narasumber dari RSUD Subang tampil penuh wibawa dan kepedulian. Ada dr. Riri Andriana, Sp.A., sang dokter spesialis anak yang paham betul seluk-beluk tumbuh kembang, dan Novi Achmad, S.S., M.AP., Ketua Dharma Wanita Persatuan RSUD Subang yang tak kalah energik.

Dalam bincang-bincang hangat tapi sarat makna, dr. Riri menyampaikan bahwa stunting bukan cuma urusan gizi, tapi soal masa depan bangsa. “Usia 30 tahun adalah usia emas seseorang untuk menjadi pemimpin yang matang. Maka, pembangunan kualitas anak harus dimulai sejak sekarang,” tegasnya.

Dan RSUD Subang tak cuma jago omong. Mereka sudah on the move lewat kerja sama solid bersama 40 puskesmas se-Kabupaten Subang. Misinya? Edukasi masyarakat dan deteksi dini stunting. Kalau ada gejala yang mencurigakan, langsung disikat—dengan intervensi gizi, bukan emosi.

Lima fokus utama jadi senjata mereka:

  1. Penurunan angka stunting
  2. Layanan inklusif untuk anak berkebutuhan khusus
  3. Pencegahan kekerasan terhadap anak
  4. Penurunan angka pernikahan dini
  5. Literasi dan kecerdasan digital sejak dini

Angka stunting di RSUD Subang kini sudah ditekan sampai 12 persen. Targetnya? Turun sampai 15 persen tahun depan. Tunggu, itu bukan typo—mereka memang ingin lebih turun dari sekarang!

“Gizi yang tidak tercukupi jadi penyebab utama stunting. Maka, edukasi adalah kunci,” ucap dr. Riri penuh semangat.

Sementara itu, Novi Achmad menyoroti bahwa isu stunting tak bisa ditangani secara medis semata. “Kesehatan anak bukan hanya urusan medis, tapi juga sosial dan kultural. Maka perlu pendekatan lintas sektor,” jelasnya.

Karena itu, kolaborasi lintas instansi, edukasi masif, dan pendekatan yang menyentuh hati masyarakat jadi strategi andalan mereka. Nggak cukup hanya kasih tahu soal isi piring sehat, tapi juga menyadarkan bahwa tumbuh kembang anak itu investasi masa depan—bukan pengeluaran.

Stunting, FYI, adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Bukan cuma bikin tubuh anak pendek, tapi juga bisa menghambat perkembangan otak dan melemahkan daya tahan tubuh.

Maka dari itu, baik pemerintah pusat maupun daerah terus gaspol dalam program percepatan penurunan stunting. Subang pun siap menyambut generasi Indonesia Emas 2045—yang bukan cuma tinggi badan, tapi juga tinggi wawasan dan daya saing.

Subang Darurat DBD: 601 Kasus, 6 Nyawa Melayang, 1 Balita Jadi Korban

kasus DBD Subang 2025

SUBANG – Cuaca galau antara hujan dan panas ternyata bukan hanya bikin cucian lama kering, tapi juga jadi panggung ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berpesta. Hasilnya? Kabupaten Subang dihantam lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) yang bikin waswas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Maxi, mengonfirmasi kabar tak mengenakkan ini. “Iya benar, kasus DBD di Subang terus meningkat. Selama Januari hingga pertengahan Juli 2025 tercatat ada 601 kasus suspek DBD,” ungkapnya, Selasa (21/7/2025).

Dan ini bukan sekadar angka di atas kertas. Mei dan Juni menjadi bulan paling mencekam dengan masing-masing 152 dan 147 kasus. Sementara hingga pertengahan Juli, sudah tercatat 54 kasus.

Empat kecamatan paling terdampak adalah Cipunagara, Tambakdahan, Pusakanagara, dan Patokbeusi. Dari wilayah ini saja, ada 471 kasus suspek DBD. Bisa dibilang, nyamuknya seperti tahu lokasi hotspot yang empuk.

Yang lebih menyayat, dari total 601 kasus, sudah ada 6 warga Subang yang meninggal dunia. “Keenam orang yang meninggal rata-usianya di bawah 40 tahun, bahkan satu di antaranya masih balita usia 2,5 tahun,” ujar dr. Maxi.

Penyebabnya? Lagi-lagi klasik tapi fatal: keterlambatan penanganan. Banyak pasien dibawa ke rumah sakit saat kondisinya sudah parah. Dan saat itu, penyesalan datangnya lebih cepat dari ambulans.

Untuk mengantisipasi agar nyawa tak melayang sia-sia, Dinas Kesehatan Subang kembali menggencarkan kampanye 3M—Menguras, Menutup, dan Mengubur. Tak cukup itu, fogging pun dilakukan secara rutin.

“Pihak Dinkes Subang hingga hari ini masih terus melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk untuk membasmi DBD agar kasusnya tidak terus meningkat,” tegasnya.

Warga diimbau untuk tak lengah. DBD bukan sekadar demam biasa—ini penyakit yang bisa jadi tragis kalau disepelekan. Kalau nyamuk bisa bicara, mungkin dia akan bilang, “Cuma butuh setetes air dan sedikit kelengahan, bro.”

Jadi, jangan kasih ruang! Warga harus kompak, rumah bersih, selokan lancar, dan air tergenang? Harus auto musnah!

Janji Seragam Gratis di Subang Masih “Ngendap”: Bupati Minta Bersabar, Ruang Kelas Masih Luka

seragam gratis Subang 2025

SUBANG – Bagi para pelajar SD dan SMP di Subang, tahun ajaran baru 2025 ini terasa seperti menunggu gebetan yang belum tentu datang. Seragam sekolah gratis yang dijanjikan saat kampanye Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, ternyata belum bisa dibagikan.

Alasannya? Anggarannya belum turun lapangan. Seragam idaman itu baru akan dibelanjakan setelah perubahan APBD 2025 diketok palu.

“Saya sampaikan, pembagian seragam menunggu dari anggaran perubahan, dan tolong siapkan teknisnya,” kata Bupati Reynaldy saat rapat bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Subang, Senin (21/7/2025).

Janji ini bukan sekadar basa-basi. Seragam gratis ini masuk dalam program unggulan yang dulu dibawa saat kampanye Pemilihan Bupati Subang 2024. Targetnya: semua siswa SD hingga SMP dapat seragam nasional dan pramuka secara cuma-cuma.

Tapi sabar dulu, ya. Seragam olahraga dan batik khas sekolah belum termasuk. Mungkin itu masuk wishlist tahun depan.

Meski belum digelontorkan dananya, pendataan ukuran seragam siswa sudah dilakukan. Bupati berharap distribusinya bisa dimulai akhir Agustus atau awal September 2025. Total anggaran yang dibutuhkan? Antara Rp7 miliar hingga Rp15 miliar. Ini bukan sekadar proyek seragam, melainkan usaha nyata meringankan beban pendidikan masyarakat.

Namun, seragam bukan satu-satunya PR dunia pendidikan Subang. Ternyata, lebih dari 3.000 ruang kelas di kabupaten ini masuk kategori rusak. Miris, bukan?

Menurut Kadisdikbud Nunung, “Terdapat 2.713 ruang kelas SD dan 410 ruang kelas SMP yang masuk dalam kategori rusak.” Tahun ini, hanya 335 ruang yang bisa diperbaiki.

Biayanya? Siapkan tisu! Kebutuhan anggaran mencapai Rp51 miliar, dengan rincian Rp15 miliar dari APBD dan sisanya—Rp36 miliar—mengandalkan APBN.

Proyek perbaikan dijadwalkan mulai semester kedua 2025. Semoga saja tak molor seperti seragam tadi. Karena mau belajar sambil pakai seragam baru, tapi kalau atap kelasnya bocor, itu tetap bukan pengalaman yang menyenangkan.

Koperasi Makin Gagah! Subang Rayakan Hari Koperasi ke-78 dengan Meriah dan Berkah

Peringatan Hari Koperasi Subang ke-78

SUBANG – Ada yang spesial di halaman Kantor DKUPP Subang, Selasa pagi (22/7/2025). Bukan pasar kaget, apalagi konser dangdut—melainkan peringatan Hari Koperasi ke-78 yang disulap jadi ajang penuh semangat, senyuman, dan sedikit haru.

Dengan tema yang menggelitik rasa nasionalisme, “Koperasi Maju, Indonesia Adil Makmur”, acara ini jadi panggung istimewa bagi koperasi—si jagoan ekonomi rakyat yang terus bertumbuh meski kadang diguyur gerimis regulasi.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian Subang, Bambang Suhendar, S.IP., tampil di podium seperti orator kawakan. Dengan data di tangan, ia menyebut jumlah koperasi di Subang telah mencapai 1.565 unit. Bukan angka sembarangan, karena di antaranya ada 450 koperasi yang dinyatakan aktif.

“Dari yang aktif itu, sekitar 50 menjalankan usaha sektor riil. Sisanya, lebih dari 400 bergerak di usaha simpan pinjam,” papar Bambang dengan gaya kalem tapi mantap. Wah, kalau koperasi bisa bicara, pasti mereka akan bilang, “Kami bukan hanya simpan pinjam doang, ya!”

Tapi tunggu dulu, acara ini nggak cuma soal angka dan pidato. Ada juga momen haru saat 50 anak yatim piatu menerima santunan. Sambil tersenyum malu-malu, mereka menerima bingkisan sebagai bentuk kepedulian sosial yang bukan basa-basi.

Tak lupa, penghargaan juga dibagikan kepada para koperasi jawara. Siapa saja mereka?

  • Koperasi Konsumen Primkoppol Resort Subang, dengan SHU terbesar tahun buku 2024.
  • Koperasi Konsumen Primer Kartika 0605 Subang, jago revitalisasi koperasi.
  • Kantor Cabang KSPPS Benteng Mikro Indonesia, yang aktif menebar manfaat ke masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Subang, Kang Asep Nuroni, datang mewakili Bupati. Ia membacakan sambutan dari Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, yang mengangkat peran koperasi dalam mencapai cita-cita besar Presiden Prabowo: swasembada pangan dan pembangunan desa berbasis koperasi.

“Koperasi Indonesia terus menunjukkan geliat positif. Tahun lalu, tercatat ada 131.617 koperasi aktif dengan anggota hampir 30 juta orang. Artinya, satu dari sepuluh warga Indonesia adalah bagian dari koperasi. Mari jadikan koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat,” tegas Menkop dalam sambutan tertulisnya.

Acara ini makin semarak karena hadir pula Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, pimpinan BJB Subang, Kepala UPTD PLUT, serta para pengurus koperasi se-Kabupaten Subang.

Kang Asep pun tak lupa menyisipkan pesan manis, “Mari kita jadikan koperasi bukan sekadar formalitas, tapi motor penggerak ekonomi rakyat yang nyata.”

Begitulah, Hari Koperasi ke-78 di Subang tidak hanya jadi seremoni, tapi selebrasi ekonomi berbasis gotong royong. Kalau koperasi bisa bersorak, mungkin mereka akan bilang, “Koperasi? Gaskeun!”

Kang Rey Sambut Koperasi Merah Putih: Ekonomi Desa Bangkit, Layanan Publik Dipermudah!

Koperasi Merah Putih Subang

SUBANG – Peluncuran nasional 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih resmi dimulai! Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI menggagas program raksasa ini melalui Zoom Meeting, dan Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi alias Kang Rey pun turut serta dari Ruang Rapat Bupati 2, Senin (21/7/2025).

Dengan didampingi Sekda Subang H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si, serta jajaran perangkat daerah, Kang Rey menyatakan dukungannya atas gebrakan ekonomi berbasis komunitas lokal. “Koperasi adalah pilar penting dalam membangun ekonomi kerakyatan,” tegasnya.

Program Koperasi Merah Putih ini bukan sekadar simbol, tapi strategi konkret: membentuk koperasi di tiap desa dan kelurahan se-Indonesia. Di Subang sendiri, sudah terbentuk 253 koperasi yang mendapat pengesahan Kemenkumham hingga akhir Juni 2025. Kini koperasi-koperasi ini tengah bersiap menanti akses pembiayaan dari BNI, BRI, dan Mandiri. Tinggal menunggu lampu hijau dari pusat!

Tak hanya itu, Kang Rey juga menggelar agenda Briefing Staf Pemkab Subang sebelum peluncuran koperasi. Isu-isu strategis seperti pengembangan Sekolah Rakyat, ketenagakerjaan, dan pelayanan publik jadi topik utama.

Asisten Daerah II H. Hidayat menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemkab, perguruan tinggi, dan Pemprov Jabar untuk memperkuat pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri. Sementara Inspektur Daerah Memet Hikmat menyampaikan pujian dari KPK RI atas Roadshow KPK di Subang yang dinilai sangat aktif dan berdampak.

Kabar gembira juga datang dari pelayanan publik. Mulai November 2025, perekaman dan pencetakan KTP bisa dilakukan di seluruh kecamatan. “Disdukcapil akan kami evaluasi, semua pelayanan dipindahkan agar lebih dekat ke masyarakat dan tanpa pungli,” ujar Kang Rey.

Terkait program seragam sekolah gratis, Kang Rey meminta agar teknisnya segera disiapkan meski masih menunggu anggaran perubahan. Tak lupa, beliau mengingatkan OPD yang masih “malu-malu menyerap anggaran” agar segera tancap gas demi kepentingan rakyat.

Hadir dalam kegiatan ini para Asisten Daerah, Staf Ahli, Kepala OPD, Kabag, dan Camat se-Kabupaten Subang—semua dengan satu tujuan: membangun Subang dari desa, dari akar, dengan langkah nyata.

Islam Kaffah, Jawa Barat Berkah: Diskusi Buku yang Hangat dan Penuh Rempah Ilmu

Islam Kaffah Jawa Barat

SUBANG – Apa jadinya kalau gagasan strategis dibumbui liwet kastrol dan cita rasa ukhuwah? Itulah yang terjadi di RM Rempah Warisan, Subang, Ahad siang (20 Juli 2025), saat digelarnya Diskusi Buku “Islam Kaffah untuk Jawa Barat Berkah”—sebuah pertemuan ide dan iman yang menyegarkan pikiran, sekaligus perut.

Diskusi ini digelar hasil kolaborasi antara LPPM STIESA, ICMI Orda Subang, dan Lingkar Kajian Strategis (LINKS) Jawa Barat, dengan menghadirkan langsung para penulis buku sebagai narasumber utama.

Acara dimulai pukul 14.00 WIB, dibuka dengan sambutan dari Asep Kurniawan, SE., MM., M.Sc yang sekaligus merangkap MC dan moderator. Tanpa jeda iklan, diskusi langsung masuk ke bab utama: menyelami bagaimana Islam kaffah bisa dihadirkan dalam kehidupan masyarakat, demi Jawa Barat yang lebih berkah.

Satu per satu para pemikir tampil memukau:

  • Dr. Riyan
  • Ust. Salman Iskandar, S.S
  • Dr. Waluyo Sakarsono
  • Dr. Gugyh Susandy
  • Dr. Indra Fajar Alamsyah
  • Dr. Ferly Septi Irwansyah
  • Apt. Ilman Silanas, M.Kes., M.Farm.Klin

Mereka memaparkan dengan penuh semangat bagaimana nilai-nilai Islam tidak hanya relevan, tapi justru menjadi solusi nyata untuk persoalan bangsa—mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga kepemimpinan.

Diskusi berlangsung hangat, bahkan panas dalam artian positif. Sesi tanya jawab berjalan interaktif, membuktikan bahwa meski dibatasi ruang, ide tetap bisa meluas. Pertanyaan dari peserta mengalir seperti sungai Cimanuk habis hujan—deras, kritis, dan menggugah.

Sebagai penutup, acara ditutup dengan doa bersama dan… tentu saja makan liwet khas Kastrol Rempah Warisan! Karena selain menyatukan pikiran, diskusi juga menyatukan rasa di atas daun pisang.

Meski hanya diikuti kalangan terbatas, forum ini membuktikan bahwa sinergi antara akademisi, praktisi, dan tokoh masyarakat bisa melahirkan arah baru bagi pembangunan Jawa Barat. Dan bukan arah sembarang arah—ini arah yang kaffah, berkah, dan penuh harapan.

Frasa Kunci Utama:
, diskusi buku Islam Kaffah

Deskripsi Meta:
Diskusi Buku “Islam Kaffah untuk Jawa Barat Berkah” digelar di Subang bersama para penulis. Bahas strategi membangun Jawa Barat melalui pendekatan Islam kaffah.

Tag:
Islam kaffah, diskusi buku Subang, pembangunan Jawa Barat, ICMI Subang, sinergi akademisi Islam

Mulai November, Urus KTP di Subang Tak Perlu ke Disdukcapil Lagi!

Pelayanan KTP Subang

SUBANG – Kabar gembira datang dari Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, yang kembali membuat gebrakan baru. Dalam briefing staf di Ruang Rapat Bupati 2 pada Senin (21/7/2025), Kang Rey—sapaan akrab beliau—mengumumkan sebuah langkah yang bikin masyarakat bisa senyum lega: mulai November 2025, pengurusan KTP bisa langsung dilakukan di kecamatan!

Tak perlu lagi naik ojek online, nunggu antrean panjang, atau bawa bekal nasi bungkus ke Disdukcapil. Semua bisa diselesaikan di kecamatan terdekat. Kang Rey bahkan menegaskan, “Nanti pelayanan KTP di Disdukcapil akan saya tutup. Kita evaluasi selama satu bulan. Fasilitas sudah kami siapkan di kecamatan, jangan sampai ada pungli.”

Langkah ini bukan cuma soal kemudahan, tapi juga efisiensi waktu dan transparansi pelayanan. Masyarakat tidak lagi dibuat repot, dan pungutan liar bisa ditekan. Asal jangan sampai kecamatan jadi tempat baru untuk ‘main mata’, ya!

Tak hanya itu, dalam briefing tersebut Kang Rey juga menyentil soal pembagian seragam sekolah gratis yang sempat ditunggu-tunggu banyak orang tua murid. Tapi tenang, katanya, “Pembagian seragam menunggu dari anggaran perubahan, dan tolong siapkan teknisnya,” begitu instruksinya kepada Kepala Disdikbud. Jadi, harap sabar, ini ujian.

Beranjak ke topik anggaran, Kang Rey kembali mengetuk pintu nurani dinas-dinas yang serapan anggarannya masih mager alias malas gerak. “Segera tindak lanjuti dan percepat pelaksanaan,” ujarnya sambil menutup sesi briefing dengan gaya khas pemimpin yang ogah bertele-tele.

Sebagai penutup acara, Kang Rey dan jajaran Pemkab Subang ikut serta dalam peluncuran nasional kelembagaan 80.000 Koperasi Merah Putih, gagasan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, yang dilakukan secara virtual.

Turut hadir dalam momen ini para Asisten Daerah, Staf Ahli, Kepala OPD, Kabag, dan para Camat se-Kabupaten Subang—semua menyimak dengan seksama, sambil diam-diam mencatat: “Siap-siap, November KTP pindah kecamatan!”

Subang Fest Vol.4: Kolaborasi Seni, Edukasi Antikorupsi, dan Harapan Baru dari Kang Rey

Subang Fest 2025

SUBANG – Sabtu malam (19/07), alun-alun Kabupaten Subang mendadak jadi panggung penuh warna! Amphitheater Tugu Benteng Pancasila kembali memanas, bukan karena cuaca, tapi karena gelaran Subang Fest Vol.4 yang kali ini hadir lebih wah dari biasanya.

Sudah keempat kalinya masyarakat Subang tumpah ruah di alun-alun, seolah tak ingin melewatkan satu detik pun dari pesta budaya dan hiburan yang kini jadi agenda bulanan wajib tonton. Tapi tunggu dulu, edisi kali ini beda! Subang Fest Vol.4 digabungkan dengan Roadshow KPK RI: Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi—kombinasi unik antara seni, tradisi, dan edukasi sosial.

Acara dibuka meriah oleh seniman jalanan lokal dan grup Toleatter Subang yang meniupkan harmoni dari alat musik tradisional toleat. Sontak suasana berubah syahdu. Lalu disusul dengan Tari Subang Ngabret dari Sanggar Sekar Wiwitan SMK Kesenian Subang yang bikin penonton makin terhipnotis oleh keindahan budaya sendiri.

Bupati Subang, Kang Reynaldy Putra Andita, tampil gagah membuka acara. Dalam sambutannya yang hangat, beliau berkata, “Mudah-mudahan acara ini selalu menyuguhkan pentas terbaik. Saya ingin merangkul setiap elemen di masyarakat dan membangkitkan ekonomi kreatif di Kabupaten Subang.”

Kang Rey juga menyampaikan apresiasi kepada KPK RI yang ikut meramaikan Subang Fest kali ini. Ia berharap semangat antikorupsi tumbuh dari panggung rakyat, bukan sekadar dari ruang sidang. Ia pun menegaskan, “Di bawah komando saya, masyarakat Kabupaten Subang akan segera merasakan jalan leucir dan pelayanan prima.”

Tak main-main, Kang Rey berjanji akan mengalihkan sebagian besar anggaran hibah untuk memperbaiki jalan-jalan rusak di Kabupaten Subang. Harapannya, Subang Fest bisa menjadi pemantik transformasi ekonomi kreatif dan wisata yang berkelanjutan di bumi Sundanese ini.

Amir Arif, SST., SH., M.Si., CA., CFE, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK RI, mengaku terpukau dengan gelaran malam itu. “Ini acara luar biasa. Saya tidak menyangka ada acara demikian meriah di Kabupaten Subang. Korupsi tidak bisa selesai hanya dengan tangkap menangkap. Harus dilakukan pendidikan dan ini salah satu wadahnya,” tuturnya dengan penuh semangat.

Malam pun ditutup dengan penampilan kocak nan khas dari Koboy Subang alias Endakombet, serta suara merdu Putri Jamila, penyanyi dangdut asli Subang yang sukses di ajang Dangdut Academy Asia dan Bintang Pantura 5.

Turut hadir dalam pesta rakyat ini: Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, para Kepala OPD, dan tentu saja warga Subang yang makin cinta pada budaya, jujur pada nilai, dan optimis menyongsong masa depan 🌟

Subang Panas! Turnamen Mobile Legends Digelar, Tiket PORPROV Jadi Rebutan

Turnamen Mobile Legends Subang

SUBANG – Siapkan jempol dan mental baja, karena di Nalendra Hotel pagi ini, suasana mendadak jadi gaming zone! Tepat pukul 08.00 WIB, joystick virtual mulai berdenting, menandai dimulainya Playoff Mobile Legends Bang Bang yang digelar oleh E-Sports Indonesia (ESI) Kabupaten Subang, Sabtu, 20 Juli 2025.

Tapi ini bukan sekadar main game sambil nyantai. Turnamen ini adalah bagian dari program serius bertajuk “Road to PORPROV”—alias jalan panjang menuju Pekan Olahraga Provinsi. Siapa sangka, game yang biasa dimainkan sambil rebahan ini ternyata jadi pintu masuk menuju panggung olahraga resmi.

Tak tanggung-tanggung, enam cabang e-sport ikut dipanaskan: Lokapala, Mobile Legends, Free Fire, FIFA, E-Football, dan PUBG. Masing-masing membawa pasukan dari berbagai penjuru kecamatan di Subang. Dan percaya atau tidak, semangatnya bukan main. Lebih panas dari gorengan baru angkat dari penggorengan.

Muhammad Riefky Alfathan, SH, Ketua Bidang Kompetisi ESI Subang sekaligus dalang di balik gegap gempita ini, menyampaikan, “Kami ingin memberikan ruang bagi talenta muda Subang untuk berkembang dan berprestasi di kancah e-sport. Turnamen ini adalah langkah nyata untuk mencetak atlet e-sport yang berdaya saing tinggi, dan mampu bersaing di kanca provinsi maupun nasional nantinya.”

Sementara itu, Kang Fernando Manggala Yudha, SH yang mewakili Ketua ESI Subang, memantau jalannya pertandingan dengan mata tajam layaknya analis taktik perang. Ia mengakui, suasana kompetisi sejak pagi sudah menyala. “Peserta menunjukkan kemampuan strategi, kerja sama tim, dan kecepatan berpikir yang luar biasa dalam permainan Mobile Legends,” tuturnya sambil mengangguk mantap.

Turnamen ini bukan hanya adu jempol dan strategi, tapi juga panggung harapan. Harapan bahwa e-sport bukan lagi sekadar hiburan digital, melainkan jalur prestasi yang nyata. Dan ESI Subang memelopori langkah itu, membuktikan bahwa game bisa jadi gerbang menuju masa depan cerah—asal dimainkan dengan semangat juang dan niat bertanding, bukan cuma mabar iseng.

Recent Posts