Beranda blog Halaman 83

Kang Akur Tegaskan Komitmen Efisiensi dan Peningkatan Pendapatan Daerah dalam Rapat Paripurna DPRD Subang

Perubahan APBD Subang 2025

Subang, 31 Juli 2025 — Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M., atau yang akrab disapa Kang Akur, menyampaikan jawaban resmi Bupati Subang atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025. Jawaban tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Subang yang digelar pada Kamis (31/07/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Kang Akur mengapresiasi pimpinan dan seluruh anggota DPRD Subang atas kontribusi pandangan yang konstruktif melalui masing-masing fraksi. Ia menyampaikan terima kasih atas sinergi yang terus terjalin dalam proses penganggaran daerah.

Kang Akur menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Subang berkomitmen untuk terus meningkatkan pendapatan daerah melalui langkah-langkah terukur dan strategis. Optimalisasi pencapaian target pendapatan menjadi salah satu fokus utama dalam perubahan APBD 2025.

“Terkait efisiensi penggunaan anggaran, efisiensi bukan hanya soal pemangkasan, tetapi bagaimana anggaran digunakan secara hemat, efektif, tepat sasaran, dan menghasilkan dampak nyata,” jelas Kang Akur.

Ia juga menanggapi arah kebijakan belanja modal, yang akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur strategis. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pemerintah Daerah, lanjut Kang Akur, akan menyusun daftar prioritas belanja modal berdasarkan analisis kebutuhan riil di lapangan. Dengan pendekatan ini, pembangunan tidak hanya merata, tetapi juga berorientasi pada manfaat jangka panjang.

Rapat paripurna ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, para Asisten Daerah lingkup Setda Subang, kepala OPD, serta kepala bagian di lingkungan Setda Kabupaten Subang.

Tag:

Argo Bromo Anggrek Anjlok di Subang, Penumpang Selamat, Jadwal Kereta Muter-Muter

argo bromo anggrek anjlok

Subang – Jumat sore (1 Agustus 2025), langit Subang mungkin sedang cerah, tapi rel kereta di Stasiun Pegadenbaru malah kena drama. Kereta Argo Bromo Anggrek (KA 1) tiba-tiba anjlok. Untungnya, bukan cerita sedih yang tercipta—seluruh penumpang selamat tanpa luka. Bisa dibilang, keretanya oleng, tapi penumpangnya kalem.

Anne Purba, sang VP Public Relations KAI, cepat angkat bicara. Dalam siaran persnya, beliau menegaskan bahwa penumpang telah dievakuasi dengan selamat.
“Kami memastikan keselamatan penumpang menjadi prioritas utama kami, dan segera melakukan tindakan untuk menghindari potensi bahaya lebih lanjut,” ujarnya.

Insiden ini, yang dilaporkan pada pukul 15:47 WIB, membuat jalur hulu dan hilir jadi macet versi rel. Tapi tenang, bukan KAI namanya kalau nggak siap dengan strategi belok sana-sini alias rekayasa pola operasi.

“Insiden ini menyebabkan gangguan sementara pada jalur hulu dan hilir, namun kami memastikan bahwa upaya perbaikan segera dilakukan dengan estimasi waktu perbaikan sekitar 8–10 jam. Kami juga menyampaikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, KAI akan melakukan upaya rekayasa pola operasi memastikan perjalanan kereta lainnya tetap terlayani,” jelas Anne.

Tentu saja, yang bikin pusing bukan cuma jalurnya yang terganggu. Para penumpang juga harus siap-siap untuk jadwal yang mungkin melenceng dari rencana awal. Tapi jangan khawatir, KAI berjanji tetap rajin mengabari.

“Untuk perjalanan kereta api kami akan terus memberikan informasi pembaruan terkini kepada pelanggan,” lanjut Anne.

Dan seperti penutup drama yang penuh tanggung jawab, Anne menyampaikan permohonan maaf.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh pelanggan yang terdampak. Keselamatan dan kenyamanan pelanggan tetap menjadi prioritas utama kami, dan kami akan terus berupaya untuk memberikan layanan terbaik.”

Saat ini, investigasi masih berlangsung. Apakah ini karena rel capek? Atau roda kereta sedang mager? Yang pasti, KAI berusaha mengurai teka-teki ini secepat mungkin.

Deskripsi Meta:

Tag:

Wamen LH Ajak Warga Subang Jaga Pesisir Lewat Penanaman Mangrove dan Stop Buang Sampah

penanaman mangrove Subang

Subang, 31 Juli 2025 — Dalam peringatan World Mangrove Day bertajuk “Jaga Mangrove Jaga Kehidupan”, Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Perlindungan Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, menegaskan pentingnya menjaga ekosistem pesisir dengan menanam mangrove dan menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Acara yang digelar di Desa Anggasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang, menjadi bagian dari upaya menghadapi abrasi dan banjir rob yang kerap terjadi di kawasan pesisir Jawa Barat.

“Kenapa kita harus menanam mangrove? Untuk mencegah banjir rob, melindungi tambak dari kerusakan akibat abrasi pesisir, melindungi ikan di tambak, pengamanan rumah dari banjir, dan juga menyerap karbon dioksida serta polutan,” jelas Wamen Diaz dalam sambutannya.

Diaz juga menekankan bahwa upaya rehabilitasi pesisir tidak akan efektif tanpa disertai perubahan perilaku. Ia menyayangkan masih banyaknya sampah plastik yang menghambat pertumbuhan akar napas (pneumatophore) mangrove.

“Menanam mangrove akan menjadi percuma jika masih membuang sampah sembarangan, jadi kita harus sepakat untuk menanam mangrove dan berhenti buang sampah sembarangan,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, KLH/BPLH akan memberikan fasilitas seperti perahu, mesin pencacah, penyerok, dan gerobak sampah roda dua untuk mendukung pengelolaan sampah di Subang.

“Mohon jaga Subang, Jawa Barat, dan Indonesia dari sampah juga abrasi akibat banjir rob,” lanjut Diaz.

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan bahwa banjir rob sudah menjadi masalah rutin di pesisir Subang. Ia menyambut baik gerakan penanaman mangrove sebagai langkah strategis yang tidak bisa ditunda.

“Kami sudah menanam 26.000 mangrove dan ada CSR yang akan menanam juga di Legonkulon,” ungkap Kang Akur, sapaan akrab Wakil Bupati Subang.

Ia berharap kegiatan ini dapat mendorong perubahan pola hidup masyarakat, terutama dalam menjaga kebersihan sungai dan pesisir. “Efek agenda penanaman ini menjadikan sungai di sekitar lokasi menjadi bersih dan lebih tertata, harapannya kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan bisa dikurangi dan diubah,” jelasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), Rasio Ridho Sani. Acara ditutup dengan aksi simbolik penanaman mangrove oleh para tamu undangan dan warga sekitar.

Tag:

Kang Akur Dukung Penuh Program UMKM Naik Kelas 2025 di Kabupaten Subang

UMKM Naik Kelas Subang 2025

Subang, 30 Juli 2025 — Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M. (Kang Akur), menerima audiensi Tim Pendamping UMKM Naik Kelas Tahun 2025 di ruang kerjanya. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen pendampingan berkelanjutan bagi pelaku UMKM di Kabupaten Subang.

Audiensi turut dihadiri oleh Kepala Bidang Koperasi dan UMKM DKUPP Subang, Dadan Erwansyah, S.Ag., S.T., beserta jajaran pembina, koordinator daerah, dan para pendamping lapangan. Tim menyampaikan berbagai langkah yang telah dilakukan serta rencana peluncuran resmi Program UMKM Naik Kelas 2025, yang akan melibatkan 132 pelaku UMKM binaan.

Kang Akur menyampaikan apresiasi atas semangat dan perencanaan yang matang dari tim pendamping. Ia menekankan bahwa pendampingan harus berdampak nyata, bukan sekadar administratif. “Ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah bahwa pelaku UMKM di Kabupaten Subang terus bertambah. Maka, pendampingannya juga harus makin maksimal,” ujarnya.

Ia juga menyoroti potensi besar Kabupaten Subang dalam pengembangan UMKM. Sektor pertanian, kuliner, dan wisata menjadi kekuatan lokal yang bisa dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Menurut Kang Akur, Pemerintah Daerah akan terus hadir dalam memperluas akses pasar, mendorong kolaborasi strategis, dan menyinergikan program daerah dengan program nasional. Salah satunya adalah keterlibatan UMKM dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program unggulan pemerintah pusat.

“Perlu dipetakan, produk UMKM apa saja yang bisa disambungkan dengan kebutuhan dapur MBG. Ini peluang riil untuk UMKM kita berdaya dan berkontribusi,” tegas Kang Akur.

Audiensi ditutup dengan harapan besar agar launching UMKM Naik Kelas 2025 tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga momentum strategis untuk mengangkat potensi lokal dan memperkuat jejaring kerja sama lintas sektor.

Tag:

156.617 Keluarga di Subang Terima Bantuan Beras, Pengawalan Ketat dari TNI-Polri

bantuan beras Subang 2025

Subang, 30 Juli 2025 — Bantuan pangan nasional menyasar lebih dari 150.000 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Subang. Penyaluran bantuan tersebut mendapat pengawalan ketat dari personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya demi memastikan distribusi berjalan aman dan tepat sasaran.

Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, menjelaskan bahwa bantuan diberikan kepada masyarakat yang telah terverifikasi dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). “Bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang datanya telah terverifikasi melalui DTSEN,” ujarnya.

Pengawalan dilakukan oleh masing-masing polisi sektor (polsek) di wilayahnya. Di Kecamatan Cibogo, Kapolsek Iptu Geeta Sonjaya memastikan bahwa distribusi dilakukan langsung kepada KPM. Bantuan berupa 20 kilogram beras per KPM untuk periode Juni–Juli 2025.

Kepala Bulog Subang, Djoko Purnomo, mengonfirmasi bahwa penyaluran dimulai sejak Senin, 28 Juli 2025. Pemerintah pusat telah menetapkan jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Subang sebanyak 156.617 KPM, berdasarkan data terbaru.

“Sasarannya sudah ditentukan oleh pusat. Totalnya PBP ada 156.617 untuk Subang. Kita upayakan penyaluran di desa-desa, agar lebih dekat dengan masyarakat,” kata Djoko.

Ia menjelaskan bahwa beras yang dibagikan merupakan beras medium, sesuai dengan pengadaan dari pemerintah pusat dan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Penyaluran ditargetkan selesai pada Kamis, 31 Juli 2025.

Sementara itu di Kabupaten Pangandaran, penyaluran bantuan beras juga tengah berlangsung. Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, secara simbolis menyerahkan bantuan kepada warga di sejumlah kecamatan, termasuk Desa Cibuluh, Kecamatan Kalipucang.

Bantuan di Pangandaran merupakan hasil kerja sama dengan Bulog setempat. Ribuan warga dari dua desa menerima masing-masing 20 kilogram beras. “Karena kondisi kita lagi paceklik. Lagi enggak ada uang. Jadi, masyarakat harus bersyukur dan senang hari ini mendapat bantuan,” kata Citra.

Ia berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak krisis ekonomi. “Semoga bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. Awas, jangan sampai beras ini dijual untuk beli skincare,” tutupnya.

Frasa kunci utama:Deskripsi meta: .

Tag:

Perumda TRS Uji Coba Layanan Air Bersih ke Pabrik Mobil Listrik Vinfast di Subang

coba air bersih Vinfast Subang

Subang, 31 Juli 2025 — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Tangga Subang (TRS) mulai melakukan uji coba layanan sambungan air bersih ke PT Vinfast, pabrik mobil listrik asal Vietnam yang berinvestasi di kawasan industri Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang.

Direktur Utama Perumda TRS, Lukman Nurhakim, menyampaikan bahwa pihaknya telah siap memberikan layanan air bersih untuk kebutuhan industri maupun hunian di kawasan tersebut. Hal ini menjadi bagian dari dukungan Perumda TRS terhadap perkembangan kawasan industri dan perumahan di Cibogo.

“Hari ini kami sedang uji coba sambungan air bersih ke PT. Vinfast yang ada di Cibogo, termasuk kedepannya untuk kebutuhan air bersih ke perumahan-perumahan, yang ada di Kecamatan Cibogo, dan selanjutnya air sudah bisa dimanfaatkan,” ujar Lukman kepada RRI di Subang, Kamis (31/7/2025).

Lukman menjelaskan bahwa sumber air bersih berasal dari Kecamatan Blanakan dengan kapasitas debit awal sebesar 5 liter per detik. Ke depan, kapasitas ini ditargetkan meningkat secara signifikan untuk memenuhi kebutuhan kawasan industri.

“Kedepan perlu dikembangkan lagi, agar targetnya bisa mencapai 100 liter perdetik,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa untuk membangun sambungan pipa baru menuju kawasan industri Cibogo, dibutuhkan investasi yang cukup besar. “Untuk membangun sambungan pipa air bersih ke kawasan industri di wilayah Kecamatan Cibogo, kami membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, yaitu antara Rp 50 hingga 80 miliar,” ungkap Lukman.

Uji coba ini menandai langkah awal penguatan infrastruktur air bersih yang strategis bagi mendukung pertumbuhan industri hijau dan pemukiman baru di Subang, khususnya dalam mendukung investasi dari perusahaan besar seperti Vinfast.

Tag:

DAHANA Raih Penghargaan Indonesia’s Best Business Transformation 2025

transformasi bisnis PT DAHANA

Subang – PT DAHANA mencatatkan prestasi membanggakan dengan menyabet penghargaan Indonesia’s Best Business Transformation 2025 dari SWA Media Group. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan perusahaan dalam melakukan transformasi bisnis secara strategis dan berdampak nyata di tengah era disrupsi. DAHANA meraih penilaian kategori “Very Good”.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Chief Editor SWA, Kemal E. Gani, dalam malam penganugerahan yang berlangsung Selasa, 29 Juli 2025, di Hotel Shangri-La, Jakarta. Mengusung tema “Enhancing Business Performance and Competitiveness through Corporate Transformation”, ajang ini menjadi bentuk apresiasi bagi perusahaan yang mampu mempertahankan daya saing melalui transformasi berkelanjutan.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM PT DAHANA, Mohamad Nur Sodiq, menyampaikan bahwa dalam satu dekade terakhir, dunia bisnis menghadapi berbagai tantangan besar seperti kemajuan teknologi digital, otomasi, kecerdasan buatan, perubahan perilaku konsumen, tekanan geopolitik, hingga pandemi global.

“Kita harus melakukan langkah-langkah konkret agar performa perusahaan terus meningkat. Saya kira sebagai sebuah perusahaan, transformasi dibutuhkan, karena kita memang harus mengikuti dinamika bisnis yang semakin turbulence dan harus mampu selalu beradaptasi dengan perubahan-perubahan,” ujar Sodiq.

Menurut Sodiq, transformasi DAHANA difokuskan pada tiga pilar utama: penguatan proses bisnis, penetrasi pasar, dan digitalisasi operasional. Ketiga langkah ini diperkuat oleh sumber daya manusia profesional agar proses transformasi berjalan efektif dan berkelanjutan.

Penguatan proses bisnis terlihat dari komitmen perusahaan dalam membangun sistem kerja yang efisien dan cepat. Hal ini mencakup pengembangan teknologi serta peningkatan kompetensi karyawan sesuai kebutuhan industri masa depan.

“Alhamdulillah PT DAHANA berkembang cukup pesat. Misalnya, di tengah disrupsi Covid-19, DAHANA berhasil melaluinya dengan baik, dan bahkan menorehkan catatan berharga yang dapat dilihat dari peningkatan pendapatan perusahaan,” tambah Sodiq.

Transformasi yang dilakukan juga menyentuh aspek budaya kerja dan tata kelola. DAHANA aktif menerapkan digitalisasi dalam sistem manajemen kinerja, K3, serta memperkuat struktur organisasi agar lebih adaptif terhadap perubahan pasar.

Ketua Dewan Juri SWA Award, Dr. Toto Pranoto, dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi organisasi di era disrupsi harus dilakukan secara cepat dan menyeluruh. Hal ini harus dipimpin langsung oleh pemimpin tertinggi yang berani mengambil keputusan besar.

“Kunci keberhasilan transformasi bukan hanya pada strategi, tetapi pada bagaimana strategi itu dijalankan. Dibutuhkan keberanian dari pemimpin tertinggi dan komitmen kolektif dari seluruh organisasi agar transformasi benar-benar menjadi budaya kerja yang hidup,” kata Dr. Toto.

Sebagai bagian dari BUMN pertahanan dalam holding DEFEND ID, DAHANA menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah akhir. Sebaliknya, pencapaian ini menjadi pemicu untuk terus melangkah lebih jauh sebagai perusahaan yang inovatif, tangguh, dan berdampak bagi bangsa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada SWA atas penghargaan ini, serta kepada seluruh pemangku kepentingan—dari pemegang saham, dewan komisaris, jajaran direksi, hingga seluruh karyawan dan pelanggan—yang telah menjadi bagian dari perjalanan transformasi ini. Penghargaan ini adalah milik kita semua,” tutup Sodiq.

57,6 Ton Kopi Robusta Subang Diekspor ke Tiongkok Lewat Skema SRG

ekspor kopi Robusta Subang

Subang – Sebanyak 57,6 ton kopi Robusta dari Kabupaten Subang, Jawa Barat, resmi diekspor ke Republik Rakyat Tiongkok. Ekspor ini menggunakan skema Sistem Resi Gudang (SRG), dengan nilai transaksi diperkirakan mencapai USD 264,96 ribu atau sekitar Rp 4,31 miliar.

Ekspor dilepas langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri pada Senin, 28 Juli 2025. Kopi tersebut dikirim dalam tiga kontainer 20 feet oleh perusahaan eksportir asal Tiongkok, Zhanjiang Fruit Home Trading Co. Ltd.

Menurut Wamendag Roro, SRG merupakan instrumen strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai tunda-jual atau sarana pembiayaan, tetapi juga sebagai alat pemberdayaan pelaku usaha dan peningkatan daya saing perdagangan komoditas Indonesia.

“SRG bukan hanya sekadar instrumen tunda-jual dan pembiayaan, tetapi juga pemberdayaan dan penguatan daya saing perdagangan komoditas Indonesia di pasar global,” ujar Dyah Roro Esti.

Ekspor ini berasal dari gudang SRG yang dikelola oleh Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah (KPGLB), yang sebelumnya telah menjalin kerja sama ekspor kopi ke sejumlah negara seperti Mesir, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Lebanon, dan Vietnam. Tiongkok menjadi pasar terbaru dalam jaringan ekspor mereka.

Wamendag menyebutkan bahwa di tengah tantangan ekonomi global dan krisis pasokan akibat perubahan iklim, Indonesia tetap mampu mempertahankan posisi strategis sebagai produsen kopi global.

“Kami optimistis Indonesia mampu menangkap peluang yang ada karena neraca perdagangan kita berhasil mempertahankan tren surplus pada Semester I-2025,” ucapnya.

Pada Mei 2025, total nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar USD 24,61 miliar, tumbuh 9,68 persen secara tahunan (year-on-year), ditopang oleh kinerja ekspor nonmigas.

SRG dinilai menjadi solusi dalam menjaga kontinuitas dan kualitas pasokan ekspor. “Yaitu melalui SRG karena kuantitasnya yang terukur, kualitasnya yang teruji, dan kontinuitas pasokan yang terjaga,” tegas Wamendag Roro.

Operasi Gabungan KTMDU di Subang: 74 Pelanggaran Terjaring di Hari Pertama

operasi KTMDU Subang

Subang – Polres Subang menggelar operasi gabungan penertiban kendaraan bermotor yang akan berlangsung selama tiga hari ke depan. Operasi ini melibatkan berbagai instansi, di antaranya PM Subdenpom Subang, P3DW/Samsat Subang, Bapenda, dan PT Jasa Raharja.

Tujuan utama dari operasi ini adalah menekan angka Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU) yang berdampak pada berkurangnya potensi pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan.

Kasat Lantas Polres Subang AKP Asep Saepudin melalui Kanit Turjawali IPDA Hari Santoso, S.Ap. menyampaikan bahwa operasi KTMDU menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban membayar pajak kendaraan.

“Dalam operasi ini Satlantas Polres Subang bersama Bapenda melaksanakan operasi KTMDU guna menyasar kendaraan yang pajaknya sudah habis,” ungkap Hari pada Rabu, 30 Juli 2025 di Rest Area Carimanis 7, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang.

Penindakan dilakukan secara manual melalui pemeriksaan langsung di lapangan. Polisi hanya memberikan teguran, imbauan, serta penindakan berupa tilang bagi pelanggar.

Dalam operasi di hari pertama, tercatat 74 pelanggaran, terdiri dari satu kendaraan roda empat dan 12 kendaraan roda dua. Rincian pelanggaran meliputi 58 pelanggaran STNK dan 3 pelanggaran SIM.

Hari menambahkan, pendekatan dalam operasi dilakukan secara humanis. “Kami pihak kepolisian hanya melakukan teguran secara humanis, secara lisan, dan juga mengingatkan kepada masyarakat agar selalu menaati aturan, baik itu administratif, maupun secara kasat mata, supaya terhindar dari kelalaian ataupun pelanggaran lalu lintas,” ujarnya.

Operasi KTMDU ini akan terus dilaksanakan di titik-titik strategis dan jalur utama Kabupaten Subang. Masyarakat diimbau memastikan kelengkapan surat kendaraan untuk menghindari sanksi serta mendukung tertib berlalu lintas.

Polres Subang Kawal Penyaluran 20 Kg Beras untuk 156.617 Keluarga

penyaluran bantuan beras Subang

Subang – Polres Subang menurunkan personel untuk mengawal dan membantu penyaluran bantuan beras dari Badan Urusan Logistik (Bulog) kepada masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Subang. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 30 Juli 2025, dan terpantau di sejumlah kecamatan, termasuk Kecamatan Cibogo.

Di wilayah Cibogo, anggota Bhabinkamtibmas tampak aktif mendampingi warga dalam proses pengambilan bantuan beras sebanyak 20 kilogram per keluarga.

Kapolsek Cibogo, Iptu Geeta Sonjaya, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bantuan diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) berdasarkan data terverifikasi dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang datanya telah terverifikasi melalui DTSEN. Kami dari Polsek Cibogo akan terus melakukan pengawasan dan monitoring untuk memastikan bantuan ini tersalurkan dengan aman, tertib, dan tepat sasaran,” kata Iptu Geeta Sonjaya.

Penyaluran bantuan juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk Ketua PSM, Karang Taruna, serta RT dan RW setempat. Sinergi ini diharapkan menciptakan distribusi yang lebih efektif dan akuntabel.

“Melalui kegiatan monitoring dan pengamanan penyaluran bantuan pangan ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan bantuan tersebut juga dapat diterima langsung bagi para penerima bansos serta juga dapat terjalin kemitraan antara Bhabinkamtibmas dengan warga masyarakat binaan di kelurahan binaan untuk bersama-sama menjaga kondusifitas,” ungkap Geeta.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat bertujuan membangun kepercayaan dan kemitraan.

“Partisipasi semua pihak dalam menjaga kondusifitas kamtibmas, sangat terasa manfaatnya, sehingga Kamtibmas di wilayah Kecamatan Tamansari tetap kondusif,” ujarnya.

Recent Posts