harapanrakyat.com,- Ribuan biker nusantara dan mancanegara kumpul di PantaiPangandaran, Jawa Barat pada peringatan Golden Memorial Wingday ke-150 dan Anniversary Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) ke-33.
Acara digelar selama dua hari mulai 26 Mei sampai 27 Mei 2023. Setidaknya 140 classic rally datang dari wilayah Jawa Barat dan 94 classic rally dari Jawa Tengah.
Salah seorang Biker tua asal Club HDCI Bandung Wa Ino mengaku ia mengawal motor Classic grup satu yang terdiri dari 30 motor.
Ia pun mengikuti dari belakang grup tersebut, karena FC modern dilarang masuk dalam grup clasic.
Wa Ino mengaku selalu hadir dalam acara Wingday, paling jauh ia berkendara sampai Bukit Tinggi, Sumatera Barat untuk menghadiri acara Wingday.
“Golden Memorial Wingday ini cukup meriah karena dibuat lebih spesial bersama anniversary HDCI ke-33. Wingday itu acara besar dan bersejarah di Asia dan jadi kebanggaan Indonesia dihadiri oleh para pengagum Harley Davidson Nusantara maupun Luar Negeri,” singkat Wa Ino.
Sementara ketua HDCI Bandung Glenarto mengatakan, acara ini digelar selama 2 hari Jumat dan Sabtu. Hari pertama acara internal dan selanjutnya melebar untuk umum seperti memberikan baksos kepada nelayan, rumah ibadah dan sebagainya
“Acara ini digelar bukan semata untuk HDCI saja. Tapi kita merangkul semua elemen masyarakat yang ada di Pangandaran. Khususnya juga membantu pemulihan ekonomi daerah,” kata Glenarto kepada harapanrakyat.com, Jumat (26/5/2023).
Menurut Glenarto, peserta yang hadir sebanyak 3000 biker. Setidaknya 250 motor Clasic masih eksis di Wingday.
“Event ini bersejarah, sudah digelar dari tahun 1973. Sampai 2023 ini, Golden Memorial Wingday yang akan mengenalkan Pangandaran ke dunia internasional,†katanya.
Glenarto menambahkan, Wingday dan Pangandaran punya histori sendiri.
“Memang historis Wingday itu berawal dan terbentuknya bertempat di Pangandaran. Jadi selalu kegiatannya digelarnya di Pangandaran sekaligus juga kita ikut promosikan wisatanya,” pungkas Glenarto. (Madlani/R7/HR-Online/Editor-Ndu)
suarasubang.com –Maraknya media sosial seperti Instagram dan Tiktok membuat banyak anak muda yang tertarik menjadi influencer, tiktokers atau selebgram. Adalah Yonada Valentika (21) sosok anak muda yang sukses menjadi influencer Subang berkat menjalani hobi.
Bisa dibilang influencer sosial media memiliki pengaruh signifikan terhadap orang lain dalam industri atau topik tertentu. Basis pengikut yang besar membuat mereka banyak dikenal dan popular.
Nah, terkadang popularitas tersebut bisa digunakan untuk menghasilkan uang lewat kerjasama atau endorse dengan pihak yang tertarik menggunakan jasanya untuk promosi. Hal inilah yang membuat banyak anak muda saat ini menggebu menjadi selebgram, tiktokers dan sebagainya.
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjadi tiktokers, selebgram atau influencer. Menariknya, Yonada Valentika yang akrab disapa Yona ini justru mengaku tidak sengaja terjun menjadi influencer.
Gadis cantik yang tinggal di kawasan Dangdeur ini adalah salah satu influencer muda Subang yang memiliki banyak pengikut di Instagram dan Tiktok.
Saat ini ia menikmati aktivitas sebagai influencer sekaligus menjadi mahasiswi semester 6 di jurusan Bahasa Inggris, Universitas Mandiri, Subang. Yona termasuk hobi menjalani aktivitas traveling ke curug dan nongkrong di coffee shop layaknya anak muda lain.
Berangkat Dari Hobi Fotografi
“Yona tadinya justru hanya menekuni hobi, dan tak berpikiran bakal menjadi seperti sekarang. Dari dulu senengnya foto-foto. Awalnya bisa mulai dikenal dari hobi fotografi waktu SMA,†tutur Yona saat ditemui suarasubang.com di Warung Patilele, Jalan S Parman, Subang, beberapa waktu lalu.
Ia mengaku sering mengambil job foto dan modelling sejak SMA di Subang. Kemudian ia pun mulai meraih beberapa prestasi seperti menjadi Mojang Kewes Smanda Subang 2019.
Beberapa prestasi lain terus menyusul. Yona menjadi Putri Pinilih Universitas Mandiri Subang 2021, menjadi juara Harapan 3 Mojang Subang 2022. Hingga ia didapuk menjadi Duta Dirgantara Subang 2022.
Yona yang enggan disebut influencer ini pun berhasil membangun pengikut yang cukup banyak berkat hobi dan prestasinya. “Gak mau ah disebut influencer, pokoknya dijalanin aja. Let it flow aja lah,†ujarnya sambil tersenyum malu-malu.
Asyiknya, lewat akun Tiktok @yonadelrey_ yang memiliki 7 ribuan follower dan akun Instagram @yonadavalentika_ dengan follower 13 ribuan, ia bisa menikmati berbagai privilege sambil menghasilkan rupiah.
Berkat pengikut yang semakin banyak ia pun kian dikenal dan mulai mendapat penawaran review, endorse dan kerjasama. “Yona sering mendapat penawaran endorse atau kerjasama. Mulai dari review makanan, brand kecantikan hingga minuman,†ungkap gadis yang hobi badminton dan makan mie ayam ini.
Kendati sudah mulai menikmati aktivitasnya saat ini, awalnya ia mengaku ragu dengan diri sendiri. “Awalnya emang agak ragu, aku dilihat orang banyak, gimana ya. Awalnya banyak ketakutan. Cuma ke sini mencoba pede aja.â€
Sebagai anak pertama dari dua saudara yang lahir di Subang, Yona bercita-cita ingin menjadi pengusaha di Subang. “Yona ingin Subang semakin banyak dikenal orang, baik dari segi alam, destinasi wisata dan kuliner.â€
Lebih lanjut, sebagai warga Subang, Yona berharap kota kelahirannya semakin maju dan berkembang. “Harapannya, pemerataan jangan di kota saja, tapi fokus juga ke desa, misalnya perbaikan jalan-jalan yang rusak.â€
Penjara Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah pernah jadi sarang wabah influenza yang saat itu begitu mematikan. Karenanya, pada tahun 1918 penjara Nusakambangan mendapatkan perbaikan dari dana revitalisasi dari pemerintah kolonial.
Tujuan utama dana revitalisasi tersebut untuk memperoleh keadaan penjara yang lebih bersih dari sebelumnya.
Pasalnya keadaan penjara Nusakambangan di era wabah influenza nampak mengkhawatirkan. Puing-puing penjara hampir rusak sehingga berisiko narapidana kabur lewat jalur plafon.
Selain itu karena keadaan penjara yang kumuh wabah influenza yang mematikan memakan korban penghuni penjara berjumlah ratusan orang.
Peristiwa ini kemudian terdengar oleh pemerintah pusat kolonial di Batavia. Tak membutuhkan waktu lama pemerintah kolonial mengutus Direktur BOW –hoofdinspecteur B.G.D Jawa Tengah dan hoofdingenieur BOW dari Semarang untuk mengecek keadaan penjara sehingga segera dilakukan perbaikan.
Alhasil revitalisasi disetujui langsung oleh kepala penjara Nusakambangan. Mereka merasa senang tempat kerjanya yang menyeramkan itu akan diberikan perbaikan.
Walaupun tidak semuanya diperbaiki setidaknya proyek revitalisasi pasca pademi influenza ini sedikit banyak bisa membuat para penghuninya terbebas dari penyakit menular.
Kamar Mandi dan Tempat Tidur Narapidana di Penjara Nusakambangan Jadi Sarang Wabah Influenza
Menurut surat kabar Sin Po yang terbit pada hari Selasa, 3 Januari 1921 bertajuk, “Keadaan di Noesakambanganâ€, kamar mandi dan tempat tidur narapidana menjadi sarang wabah influenza.
Dokter penyelidik penyakit menular menemukan jaringan wabah influenza bertebaran di antara bak mandi dan kasur tidur para tahanan.
Tak heran ada ratusan orang dalam dua hari terakhir ini yang mengeluh sakit dan berujung tewas mendadak akibat wabah influenza. Pernyataan ini sebagaimana mengutip informasi yang diberitakan oleh Sin Po (1921) berikut:
“Sebagimana orang taoe dalem tahoen 1918 Noesakambangan telah terserang oleh wabah influenza jang heibat sekali hingga banjak pendoedoeknja soedah meninggal doenia. Koemdian ketahoean jang pendjara disana ada lebih daru penoeh, sedeng orang tida terlaloe perhatiken pada keadaan kasehatan disana. Penjara Noesakambangan punya kamar mandi dan tempat tidur kotor dan koemoeh jadi sarang penjakitâ€.
Karena tidak diketahui pasti dari mana sebenarnya virus influenza yang berkembang di Nusakambangan itu berasal, petugas penjara mengkarantina sementara para narapidana baru sebelum masuk dan bercampur baur dengan para penghuni penjara di dalam.
Masih menurut berita yang terbit dalam Sin Po (1922), akibat merebaknya kasus penjara Nusakambangan jadi sarang wabah influenza.
Maka tak perlu lama menunggu ahli untuk meneliti datang ke tempat kejadian perkara –sel para narapidana di dalam penjara Nusakambangan.
Dokter yang bertugas menyelidiki wabah influenza di penjara Nusakambangan bernama dr. Vogel. Ia merupakan seorang dokter pemerintah kolonial yang sering bertugas mengurusi wabah berbahaya yang menjangkit masyarakat terisolasi. Salah satunya seperti wabah influenza yang meledak di awal tahun 1918-an.
Karena kunjungan kerja dr. Vogel ke penjara Nusakambangan mendapati pemandangan buruk, laporan negatif tentang penjara Nusakambangan untuk pemerintah pun sampai ke Batavia.
Dalam laporannya Vogel mengimbau agar Gubernur Jenderal membuatkan sesegera mungkin verslag agar kehidupan narapidana terjamin oleh negara.
Tekanan yang diberikan dr. Vogel pada pemerintah kolonial membuat suratnya sampai di meja Gubernur Jenderal.
Alhasil Gubernur Jenderal Hindia Belanda merespon laporan dr. Vogel dengan mengirimkan utusannya ke Jawa Tengah agar menindaklanjuti perbaikan fisik penjara yang mirip dengan penjara Alcatraz di San Fransisco, Amerika Serikat.
Menaruh Dokter dan Tenaga Kesehatan di Sekitar Penjara
Pasca revitalisasi oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda, dokter Vogel menyarankan agar ditaruh dokter atau tenaga kesehatan yang berjaga-jaga setiap hari di sekitar penjara Nusakambangan yang pernah jadi sarang wabah influenza.
Hal ini bertujuan supaya kondisi kesehatan para napi terpantau dengan baik, sehingga wabah influenza akan menurun setiap waktunya.
Adapun pernyataan himbauan agar pemerintah kolonial menaruh dokter dan tenaga kesehatan di sekitar penjara terlihat dari kutipan Sin Po (1921) berikut ini: “Satoe tahoen jang laloe di Noesakambangan telah diadaken satoe dokter Gouvernement, hingga dengan begitoe pertoeloengan narapidana dari tabib (dokter) ada deketâ€.
Pengadaan dokter dan tenaga kesehatan di Nusakambangan oleh pemerintah kolonial diambil dari dokter-dokter muda orang Belanda.
Mereka adalah dokter yang baru saja lulus dan mendapat gelar profesinya belum lama. Penempatan jauh di luar pulau besar menjadi tantangan dan pengalaman para dokter muda saat praktik langsung di lapangan.
Peran dokter muda di Nusakambangan ini membuat kondisi narapidana sehat. Walaupun masih ada beberapa yang belum sembuh dari penyakit influenza, paling tidak setelah dokter ini bertugas di sekitar penjara kondisi kesehatan para tahanan selalu terpantau ketat.
Dengan demikian revitalisasi penjara Nusakambangan pada tahun 1918 tidak hanya berbentuk fisik (bangunan penjaranya saja) tetapi juga pembangunan kesehatan. Pemerintah kolonial mulai memperhatikan jika faktor sanitasi penting untuk membangun masyarakat yang sehat. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)
harapanrakyat.com,- Dalam 1 bulan, polisi dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya, berhasil mengungkap 4 kasus asusila. Semua korban dalam kasus tersebut merupakan anak di bawah umur.
Tindakan asusila itu terjadi di 3 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. 2 kasus terjadi di Kecamatan Cigalontang, kemudian di Sukaraja dan Cikatomas.
Selain korban merupakan anak di bawah umur, pelaku dalam keempat kasus tersebut merupakan orang terdekat, yakni paman, kakak ipar dan ayah tiri korban.
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Suhardi Hery Haryanto mengatakan, selama bulan Mei 2023 pihaknya berhasil mengungkap 4 kasus dan semua korban masih di bawah umur.
“Usia korban masih usia sekolah, umurnya 10, 13, 14 dan 15 tahun, ada yang masih SD dan SMP. Pelaku anggota keluarga korban,†kata Hery di Mako Polres Tasikmalaya, Jumat (26/5/2023).
4 Kasus Asusila yang Berhasil Diungkap Polisi
Hery mengungkapkan, di Kecamatan Cigalontan terjadi dua kasus. Kasus pertama, pelaku adalah kakak ipar korban berinisial DN, bahkan korban sampai hamil dan melahirkan.
“Tersangka melakukan perbuatan bejat itu saat istrinya sedang tidur. Ia masuk ke kamar adik Iparnya lalu menyetubuhi korban,†ungkapnya.
Kasus selanjutnya masih di Kecamatan Cigalontang, pelaku kali ini merupakan paman korban berinisial SY, korban masih berusia 13 tahun.
“Pelaku melancarkan aksinya saat kondisi rumah sedang sepi,†lanjut Hery.
Sementara itu, kasus yang terjadi di Kecamatan Sukaraja, pelaku adalah ayah tiri korban berinisial AB dan korban masih berusia 10 tahun.
Selain melakukan tindakan asusila, menurut Hery, pelaku terungkap melakukan tindak kekerasan terhadap korban.
“Pelaku melakukannya di malam hari. Saat kejadian, ibu atau istri pelaku sedang tidur,†jelasnya.
Terakhir tindakan asusila yang terjadi di Kecamatan Cikatomas, pelaku juga merupakan ayah tiri korban berinisial HR. Ia melakukan tindakan bejatnya saat ibu korban berkegiatan di luar rumah.
“Pelaku beraksi saat ibu korban ada kegiatan di luar rumah, korban masih berusia 14 tahun,†katanya.
Saat ini, korban tengah dalam pendampingan oleh Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAID) dan P2TP2A. Pendampingan tersebut bertujuan untuk pemulihan psikologi anak.
Akibat perbuatannya, 4 pelaku kasus asusila yang berhasil polisi ungkap dijerat dengan pasal 81 dan atau 82 UU RI No.35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. “Ancaman dengan kurungan 15 tahun penjara.” Pungkasnya. (Apip/R12/HR-Online/Editor: Rizki)
review1st.com – Telin Timor-Leste, juga dikenal sebagai Telkomcel, dan ZTE Corporation telah menandatangani Nota Kesepahaman untuk memodernisasi MNO Virtual Core, BSS, dan VAS Solutions Telkomcel.
Nota Kesepahaman ini ditandatangani oleh Benedictus Ardiyanto Priyo, Direktur Utama Telkomcel, Dedy Edward Ambarita, Wakil Presiden Mitra Bisnis Keuangan Telkomcel, Wu Wei, Direktur Komersial ZTE Corporation, dan Richard Liang, Direktur Utama ZTE Indonesia di Jakarta, Indonesia. Penandatanganan tersebut disaksikan dan dihadiri oleh Widjajanto Budi S, Ketua Dewan Direktur Telkomcel, dan Hernani Teotonio Barros Magno, serta Sekretaris Kedua Kedutaan Besar Timor-Leste.
Tujuan utama kesepakatan ini adalah memodernisasi MNO Virtual Core, BSS, dan VAS Solutions pada kuartal ke-4 2023. Harga pengembangan TCO dan harga unit telah ditetapkan untuk 5 tahun mendatang.
Modernisasi MNO Virtual Core, BSS, dan VAS Solutions memberikan teknologi terkini, termasuk jaringan 5G, dengan manfaat signifikan bagi masyarakat Timor-Leste. Peningkatan ini meningkatkan kinerja jaringan dan pengalaman pelanggan di segmen ritel dan perusahaan, seperti pemerintah, LSM, perusahaan swasta, dan lainnya.
Peningkatan infrastruktur jaringan ini akan efektif memenuhi kebutuhan yang semakin tinggi akan layanan suara dan data berkualitas tinggi. Hal ini memungkinkan Telin Timor-Leste untuk meningkatkan kemampuan layanan pelanggan.
Nota Kesepahaman antara Telin Timor-Leste dan ZTE Corporation menyoroti kemitraan yang kuat, termasuk transfer pengetahuan ke karyawan lokal. Lebih dari 90% karyawan adalah tenaga kerja lokal, dengan 70% lebih menempati posisi manajerial.
Telin Timor-Leste bermitra dengan ZTE, memanfaatkan keahlian dan teknologi terdepan untuk transformasi digital di Timor-Leste.
review1st.com – Peran penting air dalam kehidupan manusia, mengancam krisis air bersih di Indonesia menurut BMKG dan DSDAN. Studi BPS menunjukkan 3,28% rumah tangga mengalami krisis air di 2022, termasuk provinsi-provinsi di Sulawesi. Keanekaragaman hayati berpengaruh pada ketersediaan dan kualitas air.
Diikuti oleh sejumlah sekolah peserta program “Mizuiku” dan perwakilan Pemerintah daerah, Suntory Garuda Beverage (SGB) memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia pada 22 Mei.
Mereka mengadakan program “Mizuiku Outdoor Class” di Rumah Hijau Denassa, Gowa, Sulawesi Selatan. Rumah Hijau Denassa merupakan taman literasi keanekaragaman hayati terbesar di Gowa. SGB juga meluncurkan Video MTG untuk mendukung guru dalam menyampaikan edukasi lingkungan dengan menarik.
Neeraj Goyal, Chief Executive Officer PT Suntory Garuda Beverage, mengatakan, “Seiring dengan peringatan International Day for Biological Diversity, disertai dukungan dari Pemerintah dan Sekolah, kami bersyukur dapat menggelar Program “Mizuiku Outdoor Class†di Gowa dan meluncurkan Video MTG untuk melengkapi Set Buku MTG yang diluncurkan bersama KLHK RI dan Kemendikbud RI pada Desember lalu. Hadirnya program “Mizuiku Outdoor Class†dan Video MTG menjadi wujud nyata dari komitmen kami untuk terus mengembangkan Program Mizuiku di Indonesia terkait pengembangan masyarakat dan pelestarian lingkungan, khususnya dalam menjaga konservasi air bersih.â€
“Kami pun mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah, baik tingkat pusat maupun daerah, dalam mendukung kegiatan dari Program “Mizuikuâ€. Kami optimis dapat terus meneruskan upaya kolaboratif dengan pemerintah dan pihak-pihak terkait demi memperluas dampak sosial (CSR) perusahaan di lebih banyak daerah di Indonesia,†ujar Neeraj.Â
Dukungan Program “Mizuiku” dalam Peningkatan Pendidikan Lingkungan Hidup di Sekolah Dasar.
Ir. Sinta Saptarina Soemiarno, M.Sc., Kepala PPGLHK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, menyatakan bahwa edukasi penting dimulai sejak sekolah dasar.
Melalui Sekolah Adiwiyata atau GPBLHS, PPGLHK mendukung perubahan perilaku ramah lingkungan hidup.
Gerakan PBLHS menilai upaya konservasi air di sekolah sebagai salah satu indikator penilaian.
Kerjasama antara SGB dan PPGLHK mendukung peningkatan wawasan siswa SD tentang pelestarian air dan lingkungan.
Program “Mizuiku” menyediakan modul pembelajaran, Video MTG, dan aktivitas “Mizuiku Outdoor Class”.
Pada tahun 2021, Suntory Garuda Beverage (SGB) bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan (KLHK).
Tujuan kerja sama ini adalah pembinaan dan pengajaran konservasi air kepada generasi muda di sekolah, lembaga masyarakat, dan komunitas di sekitarnya.
“Mizuiku Outdoor Class†ajak anak-anak melestarikan alam dan air dengan edukasi mengenai flora endemik
Program “Mizuiku Outdoor Class” menyediakan edukasi holistik dan menyenangkan tentang pelestarian lingkungan.
Aktivitas seperti menanam pohon membantu siswa SD memahami konservasi air.
Dalam tema “Build Back Biodiversity”, program ini memperkenalkan tanaman endemik Gowa kepada siswa.
Tanaman seperti Kayu Hitam Sulawesi, Kayu Kuku, dan jambu-jambuan diajarkan kepada siswa.
Mereka juga belajar bagaimana berperan dalam melestarikan tanaman-tanaman tersebut.
Azhari Aziz, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa, mengapresiasi inisiatif SGB dalam edukasi pelestarian air dan lingkungan.
Program “Mizuiku Outdoor Class” di Gowa diharapkan mengedukasi siswa/i SD dan masyarakat tentang tanaman endemik dan pentingnya pelestarian air.
Inisiatif ini penting untuk menjaga kekayaan flora dan fauna Gowa dan Sulawesi. Semoga inisiatif serupa terus berjalan di daerah lain untuk pelestarian lingkungan dan air di Indonesia.
Dermawan Denassa, Pendiri Rumah Hijau Denassa, menekankan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati Sulawesi Selatan. Siswa SD perlu dilibatkan sejak dini dalam menjaga flora dan fauna endemik yang langka.
Melalui “Mizuiku Outdoor Class”, pendekatan eksploratif akan mendorong rasa ingin tahu siswa terhadap ekosistem. Partisipasi siswa SD diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam menjaga kelestarian alam Indonesia.
Komitmen berkelanjutan Suntory Garuda Beverage melalui Program Mizuiku
“Mizuiku Outdoor Class†merupakan salah satu program berkelanjutan Suntory Garuda Beverage (SGB) untuk mengembangkan Program “Mizuiku†di Indonesia. Dalam bahasa Jepang, “Mizu†berarti “Air†dan “Iku†berarti “Pendidikanâ€. Program Mizuiku “I Love Clean Water†adalah program berkelanjutan dari perusahaan Suntory di Jepang dengan tujuan untuk membangun kesadaran pada anak-anak sejak usia dini akan pentingnya pelestarian air bersih dan menjaga hutan bagi pemeliharaan air.
Program “Mizuiku†memiliki empat area pelestarian air yang menjadi desain khusus pembelajaran bagi anak-anak dan guru, yaitu:
Menjaga Daur Air
Mencegah Pencemaran air
Mengkonservasi air
Menjaga Air Tetap Bersih dengan Memilah Sampah
Berawal dari tahun 2004 di Jepang dan mulai dikembangkan di Indonesia pada tahun 2019 saat peringatan Hari Anak Nasional.
Hingga tahun 2022, atau tahun keempat penyelenggaraan program Mizuiku, hampir 30.000 murid dan 1.500 kepala sekolah serta guru di sekolah sekolah di seluruh Indonesia telah berpartisipasi dalam program ini.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai program “Mizuikuâ€, silahkan kunjungi situs resmi Suntory Garuda Beverage pada tautan berikut: www.suntorygaruda.com/mizuiku
harapanrakyat.com,- Terdakwa YS, pelaku penggelapan voucher dan saldo Tri Sakti di Kota Banjar, Jawa Barat dituntut 1 tahun 6 bulan penjara setelah terbukti bersalah.
Jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Kota Banjar, menuntut pelaku setelah YS terbukti melakukan tindak pidana penggelapan. Terdakwa menjalani sidang tuntutan tersebut pada Rabu (17/5/2023).
Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Banjar Trio Andi Wijaya, melalui Jaksa Penuntut Umum Mia Andina mengatakan, karena penggelapan voucher dan saldo terdakwa telah merugikan PT. SKB sebagai distributor provider kartu Tri Sakti.
“Sebagaimana tuntutan kami itu hal yang memberatkan bahwa perbuatan terdakwa YS ini telah merugikan pihak PT. SKB sebesar Rp 74.260.000,” kata Mia, Jumat (26/5/2023).
Kemudian, menurut Mia, terdapat hal-hal yang meringankan YS dalam proses persidangan dan menjadi pertimbangan jaksa penuntut umum.
Saat persidangan, YS menyesali perbuatannya dan Ia juga belum pernah mendapat hukuman sebelumnya.
“Jadi terdakwa ini kurang lebih sudah menjalani 5 kali persidangan, dan yang terakhir kemarin persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan dari kami,” terangnya.
Sidang Putusan Pelaku Penggelapan Voucher dan Saldo Tri
Mia melanjutkan, terdakwa akan menjalani proses persidangan dengan agenda putusan atau vonis dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Banjar, pada pekan depan.
“Setelah tuntutan, pekan depan kita tinggal nunggu putusan dari hakim Pengadilan Negeri Kota Banjar,” paparnya.
Sementara itu, terkait perkara penipuan terhadap provider Telkomsel, pihaknya masih melakukan pemeriksaan dan meneliti apakah ada tersangka lainnya atau tidak.
“Untuk yang Telkomsel masih dalam penelitian berkas perkara, jadi ada nggak tersangka lain yang terlibat kasus ini selain YS.” Pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, terdakwa YS melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan saldo dan voucher terhadap provider Tri Sakti dan Telkomsel. Korban mengalami kerugian hingga ratusan juta.
Korban distributor provider kartu Tri Sakti mengalami kerugian sebesar Rp 74.260.000. Kemudian, korban distributor provider kartu Telkomsel mengalami kerugian sebesar Rp 860 juta. (Sandi/R12/HR-Online/Editor: Rizki)
harapanrakyat com,- Sistem pembayaran parkir non tunai di Kota Banjar, Jawa Barat terkendala karena belum ada peraturan daerah (Perda) terbaru tentang retribusi parkir.
Padahal, sektor retribusi parkir di gadang-gadang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Banjar, namun tak kunjung terealisasi.
Oleh sebab itu, Dinas Perhubungan Kota Banjar pun merencanakan pemberlakuan tarif berlangganan, tujuannya untuk meminimalisir kebocoran dan meningkatkan PAD retribusi parkir tersebut.
Rencana Parkir Non Tunai Terkendala Perda
Kadishub Kota Banjar, Asep Sutarno mengatakan, saat ini untuk pembayaran retribusi parkir masih menggunakan sistem penarikan konvensional.Â
Pihaknya belum bisa menggunakan sistem pembayaran non tunai seperti yang telah direncanakan, karena terdapat perubahan peraturan terkait undang-undang nomor 1 tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah.
Sehingga, untuk penerapan pembayaran parkir non tunai tersebut harus menunggu adanya perubahan perda terkait retribusi parkir. Setelah terbit perda dan perwal baru rencana pengelolaan parkir bisa terealisasi.
“Retribusi parkir masih menggunakan sistem konvensional karena ada perubahan regulasi. Jadi, kami juga menunggu perubahan Perda terkait retribusi parkir,” kata Asep kepada harapanrakyat.com, Jumat (26/5/23).
Lanjutnya menyebutkan, setelah ada perubahan perda retribusi yang baru, Dinas Perhubungan baru bisa menerapkan parkir dengan sistem pembayaran non tunai. Pihaknya juga berencana untuk menerapkan sistem pembayaran parkir berlangganan.
Parkir Non Tunai Lebih Terkontrol dan Murah
Menurut Asep, dari hasil studi banding yang pihaknya lakukan, pembayaran retribusi parkir menggunakan sistem berlangganan akan lebih efektif, karena target pendapatan yang masuk lebih terukur dan terkontrol.
Selain itu, ketika menggunakan sistem parkir berlangganan biayanya juga akan lebih murah. Pelanggan tidak perlu bayar retribusi lagi ketika pindah lokasi parkir.Â
Meski begitu, kata Asep, kendalanya untuk penerapan sistem pembayaran retribusi parkir non tunai tersebut, pihaknya menunggu perda retribusi terbaru yang saat ini masih dalam proses.
“Rencananya nanti untuk parkir berlangganan itu kita akan ujicoba dulu untuk ASN. Kemudian masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan, terkait target pendapatan asli daerah dari sektor retribusi parkir pada tahun ini sekitar Rp 860 juta. Meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 760 juta.
Dari hasil evaluasi dan koordinasi, lanjutnya, untuk progres realisasi capaian target PAD yang sedang berjalan sekarang, terdapat peningkatan cukup signifikan dibanding tahun 2022 lalu.
“Sampai bulan Mei ini ada progres untuk capaian target. Per hari tahun lalu itu hanya Rp1,5 juta, tapi sekarang setelah evaluasi menjadi Rp2 juta per hari.” Pungkasnya. (Muhlisin/R12/HR-Online/Editor: Rizki)
Sebelum penangkapan, terduga pelaku sempat kabur dan lari ke arah eskalator keluar. Namun, eskalatornya saat itu sedang mati dan akhirnya petugas pun menangkapnya.
Melansir berbagai sumber, kManager External Relations & Corporate Image Care KAI Commuter, Leza Arlan membenarkan peristiwa tersebut.
Ia menjelaskan, Polsek Metro Tanah Abang telah mengamankan seorang wanita terduga pelaku pencopetan.
Berdasarkan keterangan, terduga pelaku melakukan aksinya mencuri HP milik salah seorang penumpang di dalam kereta itu.
“Pelaku sudah mengaku. Kejadian itu terjadi pada Kamis 25 Mei malam, sekitar pukul 19.15 WIB di dalam Commuter Line 2136, jurusan Tanahabang-Parungpanjang),” kata Arlan kepada awak media.
Copet Wanita Tertangkap Tuai Pro dan Kontra dari Netizen
Kejadian tertangkapnya seorang wanita terduga copet tersebut memantik beragam komentar dari netizen di media sosial.
Terjadi pro dan kontra mengenai cara petugas keamanan di video tersebut saat mengamankan pelaku copet karena ia seorang wanita.
“Gak boleh main hakim sendiri pak satpam,” ujar akun @whitepa***.
“gak manusiawi banget, itu perempuan loh,” kata @_bunga***.
“Emang tu copet tapi nggak harus Kel gitu juga x dia juga wanita,” ucap @syariah_***. (Gumilang/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)
Viral di media sosial, warga Depok, Jawa Barat geger oleh video rekaman CCTV dari rumah warga yang memperlihatkan penampakan diduga babi ngepet berkeliaran di sebuah jalanan gang.
Dalam video akun media sosial @depok24jam pada Selasa 23 Mei 2023 lalu itu viral. Bahkan penontonnya mencapai lebih dari 349 ribu kali, 12 ribu lebih likes dan 1500 lebih komentar dari netizen.
Dari video tersebut menjelaskan, awal mula peristiwa tersebut dari grup RW yang mana seorang tetangga melihat hewan yang mirip babi. Karena itu, orang tersebut langsung meminta rekaman CCTV rumah warga sekitar.
Meski begitu, karena masih praduga lantaran peristiwanya sekitar pukul 03.00 WIB, sehingga masih simpang siur.
Sementara itu, di video tersebut, terlihat seekor babi berwarna hitam terlihat dalam rekaman CCTV sedang berjalan-jalan dan berkeliaran di sekitaran depan rumah warga.
Babi itu juga tampak menghampiri salah satu rumah dan berdiri di depan rumah tersebut selama beberapa detik.
Menurut informasi warga sekitar, penampakan babi yang berkeliaran itu terjadi sekitar pukul 03.40 WIB dini hari.
Awalnya, seorang warga mengaku melihat babi, dan kemudian meminta warga yang rumahnya memiliki CCTV untuk mengecek dan memastikan apakah yang ia lihat benar-benar babi atau bukan.
Babi Ngepet Kembali Teror Warga Depok, Polisi Turun
Hingga artikel ini tayang, Polres Depok sedang menginvestigasi kebenaran dugaan adanya penampakan babi ngepet yang berkeliaran tersebut.
Pihak Polres Depok telah mengirimkan anggota mereka untuk mencari tahu apakah ada warga yang kehilangan uang atau tidak.
Hal ini mengingat dua tahun yang lalu, sebelumnya terjadi kejadian viral tentang dugaan babi ngepet di wilayah Kecamatan Sawangan, Kota Depok.
Namun kemudian terungkap, bahwa ada pelaku yang mencoba memanfaatkan kekhawatiran warga tentang mitos babi ngepet untuk keuntungan pribadi sang pelaku.
Netizen: Babi Ngepet Jilid 2, Lagi-lagi Depok!
Video viral diduga penampakan babi ngepet di Depok ini sontak memantik berbagai komentar dari para netizen di media sosial.
“Lagi dan lagi depok yah,” tulis akun @folk***.
“Sekali2 ke pondok indah atw gak kemang,, menteng,, rumah2 org tajir… Ngapa di depok mulu.. Sekali2 main yg jauh,” ujar @queen_n***.