Beranda blog Halaman 8

Pemprov Jabar Siap Dukung Pembangunan RS di Subang Utara

Subang – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan kesiapan mendukung pembangunan rumah sakit di wilayah utara Kabupaten Subang. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai minimnya fasilitas kesehatan membuat banyak warga Subang Utara harus berobat ke Karawang dan Purwakarta.

“Kami bisa membantu pemerintah Subang untuk membangun rumah sakit,” ujar Dedi di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Jumat (15/8/2025).

Ia menilai postur APBD Subang saat ini cukup untuk merealisasikan pembangunan rumah sakit baru, mengingat layanan rumah sakit daerah belum optimal dan rumah sakit swasta masih terbatas.

“Dengan APBD saat ini kan cukup. Saya sudah minta Bupati untuk membangun satu rumah sakit di utara,” tegasnya.

Sembari menunggu pembangunan, Dedi menyarankan Pemkab Subang memperkuat pelayanan rawat inap puskesmas sebagai solusi sementara. Dengan begitu, pasien dengan kasus ringan hingga sedang bisa ditangani tanpa harus langsung dirujuk ke rumah sakit.

“Perkuat ruang rawat inap puskesmas. Kalau sakit dalam tensi rendah cukup ke puskesmas,” pungkasnya.

Sekda Subang Serahkan Rekening Bantuan untuk Pedagang Terdampak Penertiban di Ciater

bantuan pedagang Ciater

Subang – Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., meninjau sekaligus menghadiri kegiatan penyerahan rekening bantuan bagi pedagang terdampak penertiban bangunan liar di Kecamatan Ciater. Acara berlangsung di Aula Pemda Subang, Rabu (13/8/2025), dan dilaksanakan oleh Bank BJB Cabang Subang.

Bantuan ini merupakan amanat Gubernur Jawa Barat untuk penguatan ekonomi masyarakat yang terkena dampak penertiban bangunan liar. Penerima berasal dari Desa Cisaat, Desa Palasari, dan Desa Ciater.

“Ini adalah hak Bapak Ibu, dan penyaluran dilakukan dalam bentuk rekening BJB agar lebih aman,” ujar Kang Asep. Ia juga menekankan pentingnya ketertiban selama proses penyerahan rekening.

Dalam keterangannya, Kang Asep menjelaskan bahwa pendataan dilakukan secara ketat, termasuk verifikasi kepemilikan bangunan melalui KTP dan surat keterangan desa, untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Ia turut mengapresiasi masyarakat yang telah mendukung penertiban demi keindahan dan ketertiban lingkungan.

Turut hadir Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Subang, Bambang Suhendar, S.IP., Sekretaris Satpol PP, dan jajaran terkait.

Harga Gabah di Subang Tembus di Atas HET, Petani Bersyukur

harga gabah Subang

SUBANG – Kenaikan harga gabah kering giling di tingkat petani Kabupaten Subang dibenarkan oleh Sekretaris Dinas Pertanian Subang, Asep Herdyana. Saat ini, harga gabah yang sebelumnya berada di kisaran Rp4.500/kg telah sesuai bahkan melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah sebesar Rp6.500/kg.

“Dulu sebelum Presidennya Pak Prabowo, harga gabah di tingkat petani di bawah HET yaitu Rp4.500 per kilogram. Alhamdulillah, sejak Januari lalu hingga sekarang, harga gabah kering giling sudah ada yang di atas HET,” ujar Asep, Jumat (15/8/2025).

Asep menilai kenaikan harga ini membuat petani merasa lega dan bersemangat kembali menanam padi. Menurutnya, salah satu faktor pendorong adalah program serap gabah langsung dari petani yang dilakukan oleh pemerintah melalui Bulog dan TNI, sebagai bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo di bidang ketahanan pangan.

“Syukurlah jika harga gabah di tingkat petani melebihi HET, itu berkah bagi petani agar sejahtera dan semakin bersemangat menanam padi,” pungkasnya.

Bupati Subang Pastikan Tidak Ada Kenaikan Tarif PBB

Subang – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menegaskan Pemerintah Kabupaten Subang tidak akan menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), membantah isu yang ramai beredar di masyarakat. Pernyataan ini disampaikan usai Sidang Paripurna Istimewa mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI, Jumat (15/8/2025).

Di saat sejumlah daerah memberlakukan kenaikan tarif PBB hingga ratusan persen, Kang Rey menilai Subang belum perlu mengambil langkah tersebut karena kondisi keuangan daerah masih aman.

“Tidak ada (kenaikan tarif PBB). Masih aman,” tegasnya.

Meski ada penurunan transfer dana dari pemerintah pusat, Kang Rey optimistis APBD Subang tetap terjaga berkat peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menekankan upaya terus dilakukan untuk mencari sumber PAD baru, termasuk optimalisasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Menurutnya, saat ini belum ada rencana menambah jumlah BUMD, melainkan memperluas divisi di PT Subang Sejahtera agar target PAD bisa terus tercapai bahkan meningkat.

Harga Beras di Subang Naik, Penjualan Turun Hingga 50%

harga beras Subang naik

SUBANG – Gencarnya operasi pasar oleh berbagai instansi belum mampu menekan harga beras di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kenaikan harga gabah di tingkat petani menjadi pemicu utama melambungnya harga beras di pasaran.

Sejumlah pedagang di pasar tradisional mengeluhkan turunnya daya beli masyarakat. Ade, pedagang beras di Pasar Pamanukan, menyebutkan penjualan berasnya turun hingga 50 persen dalam dua pekan terakhir.

“Akibat harga beras naik, pembeli di pasar tradisional Subang menurun drastis hingga 50%,” ujar Ade, Rabu (13/8/2025).

Konsumen kini banyak membeli beras secara eceran atau ngeteng dibanding per karung seperti sebelumnya. Meski pasokan masih normal, harga beras melonjak tajam. Harga premium kini berkisar Rp15.500–Rp16.000 per kilogram, naik dari Rp14.000. Beras medium mencapai Rp13.000 per kilogram, naik sekitar Rp1.000, sementara beras kualitas rendah menyentuh Rp12.000 per kilogram.

Pedagang berharap pemerintah dapat menurunkan harga gabah di tingkat petani agar harga beras kembali stabil.

UMKM Alam Sari Subang Naik Kelas, Produk Olahan Nanas Tembus Pasar Nasional

UMKM Subang

Subang – UMKM Alam Sari Serba Nanas di Kecamatan Jalancagak, Subang, terus mengukuhkan diri sebagai produsen olahan nanas unggulan. Sejak berdiri pada 1997, usaha yang dirintis Ade Patas ini tak hanya memproduksi dodol nanas, tetapi juga jus, kerupuk, cokelat dodol berisi rujak nanas, sirup, selai, hingga minuman fermentasi. Diversifikasi produk ini membuat Alam Sari mampu mengolah sekitar dua ton nanas per bulan sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.

Produk Alam Sari kini tak hanya memenuhi pasar oleh-oleh Subang, tetapi juga dipasarkan ke Bandung, Karawang, Purwakarta, Indramayu, Yogyakarta, hingga Bali.

Pengembangan usaha Alam Sari mendapat dukungan penuh dari PT Dahana melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Pada Selasa (12/8/2025), Direktur Utama PT Dahana Hary Irmawan bersama jajaran manajemen meninjau langsung proses produksi dan melihat penggunaan Kompor Si Badai yang meningkatkan efisiensi.

“Kami ingin UMKM mitra binaan seperti Alam Sari ini naik kelas, tidak hanya kuat di pasar lokal, tetapi juga siap bersaing di tingkat nasional dan global,” ujar Hary.

Dukungan ini selaras dengan komitmen PT Dahana pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 8, 12, dan 17. Ade Patas menyampaikan apresiasi atas bantuan, pelatihan, dan promosi yang diberikan, yang mendorong peningkatan kapasitas dan perluasan pasar.

Selain mengunjungi Alam Sari, rombongan Dahana juga mendatangi Urban Agro Saung Kopi Dahana untuk membahas peluang pengembangan industri kopi lokal dengan fasilitas roastery dan kedai.

Bupati Subang Takziah ke Rumah Korban Kecelakaan Truk, Tegaskan Pentingnya Pembatasan Jam Operasional

Bupati Subang takziah

Subang – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, bertakziah ke rumah duka korban kecelakaan truk pengangkut tanah merah di Kampung Betok, Desa Karangwangi, Kecamatan Binong, Senin (11/8/2025). Korban, Supardi (65), meninggal dunia usai tertabrak truk pada 4 Agustus saat menjemput cucunya pulang sekolah. Sang cucu mengalami patah tulang kaki. Sopir truk diketahui dalam kondisi mabuk dan kini diamankan Polres Subang.

Sebagai wujud empati, Kang Rey menyerahkan santunan Rp10 juta dari dana pribadi kepada keluarga korban. Ia menegaskan peristiwa ini menjadi alasan kuat diterbitkannya Peraturan Bupati tentang pembatasan jam operasional truk demi keselamatan warga.

“Fakta di lapangan tidak bisa dibohongi. Ini sudah kesekian kalinya truk menabrak hingga merenggut nyawa,” tegasnya.

Kang Rey mengimbau perusahaan dan sopir truk mematuhi aturan, apalagi di jam rawan aktivitas masyarakat. Ia juga membuka kemungkinan memperketat regulasi, bekerja sama dengan Kakorlantas, dan melakukan pengecekan KIR kendaraan.

“Jangan sampai tanahnya diambil, jalan rusak, dan nyawa melayang,” pungkasnya.

Perumda Tirta Rangga Subang Terapkan Manajemen Berbasis Risiko untuk Perkuat Tata Kelola

manajemen berbasis risiko Perumda TRS

SUBANG – Perumda Tirta Rangga Subang (TRS) mulai menerapkan manajemen berbasis risiko sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG). Kebijakan ini merupakan implementasi dari amanat Undang-Undang Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD dan Permendagri Nomor 118 Tahun 2018.

Direktur Utama Perumda TRS, Lukman Nurhakim, menyampaikan bahwa penerapan manajemen risiko menjadi tahap lanjutan setelah restrukturisasi organisasi yang kini memiliki jabatan khusus penanggung jawab risiko. Peraturan Direksi (Perdir) tentang Manajemen Risiko juga telah ditetapkan sebagai pedoman di seluruh lini.

“Setiap level jabatan memiliki risiko yang harus dianalisis, dipetakan, ditangani, dan dievaluasi secara berkala. Tahun depan, penyusunan RKAP 2026 akan berbasis risiko agar penganggaran lebih efektif, tepat sasaran, dan minim risiko,” ujar Lukman saat membuka pelatihan manajemen risiko bagi para manajer dan asisten manajer cabang, Selasa (12/8/2025).

Menurutnya, Perumda TRS sejak beberapa tahun terakhir telah membenahi sistem pengawasan intern (SPI) dan tata kelola teknologi informasi. Tahun ini fokus diarahkan pada penguatan manajemen risiko dan penyusunan pedoman perilaku etika (code of conduct).

“Pekerjaan ini mungkin tidak langsung terlihat, namun jika sistem internal dan tata kelola sudah rapi, dampaknya akan terasa pada peningkatan pelayanan dan kinerja perusahaan,” tambahnya.

Setiap manajer cabang maupun divisi diwajibkan menganalisis risiko di bidangnya masing-masing. Hasilnya akan direview untuk menentukan prioritas penanganan sehingga pengambilan keputusan lebih mudah dan objektif.

Lukman juga mengapresiasi soliditas tim yang telah berkontribusi pada peningkatan kinerja. Berdasarkan hasil audit 2024, skor kinerja Perumda TRS naik dari 3,16 poin pada 2023 menjadi 3,40 poin, menempatkan perusahaan di level menengah di antara Perumda air minum di Jawa Barat.

Pemprov Jabar Salurkan Bantuan bagi Pedagang Terdampak Penertiban Bangunan Liar di Ciater

bantuan pedagang terdampak penertiban Ciater

SUBANG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyalurkan bantuan kepada pedagang yang terdampak penertiban bangunan liar di Kecamatan Ciater. Penyerahan dilakukan melalui pembukaan rekening di Bank BJB Cabang Subang, Rabu (13/8/2025), dan dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., di Aula Pemda Subang.

Dalam sambutannya, Asep Nuroni menyampaikan terima kasih kepada warga dari Desa Cisaat, Palasari, dan Ciater yang hadir. Ia menegaskan bantuan ini merupakan hak masyarakat yang bersumber dari program Gubernur Jawa Barat untuk penguatan ekonomi warga terdampak.

“Ini amanat dari Pak Gubernur. Penyaluran dilakukan melalui rekening BJB agar lebih aman dan terukur,” ujarnya.

Asep meminta penerima bantuan menjaga ketertiban selama proses penyerahan dan langsung pulang setelah kegiatan. Ia menegaskan verifikasi penerima dilakukan oleh Dinas Perkebunan Kabupaten Subang bersama Bank BJB dengan mencocokkan KTP dan keterangan desa, agar bantuan benar-benar diterima pemilik bangunan, bukan penyewa.

Selain itu, Asep mengapresiasi dukungan warga Ciater terhadap penertiban bangunan liar demi keindahan dan ketertiban lingkungan. Ia berharap bantuan ini tidak hanya digunakan untuk konsumsi, tetapi juga menjadi modal usaha atau membuka peluang ekonomi baru.

Acara ini turut dihadiri Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Subang, Bambang Suhendar, S.IP., Sekretaris Satpol PP Kabupaten Subang, dan pejabat terkait lainnya.

Pemprov Jabar Bongkar 978 Bangunan Pedagang di Jalur Wisata, DPRD Soroti Dugaan Tebang Pilih

pembongkaran bangunan liar Ciater

Subang – Ratusan bangunan milik pedagang di sepanjang Jalan Raya Bandung–Subang mulai rata tanah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengerahkan petugas gabungan dari Satpol PP Jabar dan Satpol PP Kabupaten Subang untuk melakukan pembongkaran sejak beberapa hari terakhir. Tujuannya: menata ulang jalur wisata dan mengembalikan fungsi kawasan.

Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman, memastikan penertiban ini masih berlangsung. “Saat ini pembongkaran masih sedang berproses,” ujarnya, Selasa (12/8/2025). Berdasarkan data, ada 978 bangunan yang masuk daftar pembongkaran di jalur Cagak–Ciater–Tangkuban Parahu. Rinciannya, 233 pedagang di Desa Ciater, 202 di Desa Cisaat, 113 di Desa Palasari, dan 430 di Kecamatan Jalancagak.

Herman mengatakan, para pedagang terdampak akan mendapat kompensasi berupa uang tunggu dari pemerintah. Namun, baru 416 pedagang di Jalancagak yang menerima. Sisanya, 548 pedagang, masih menunggu pencairan yang dijanjikan akan segera direalisasikan.

Namun, langkah penertiban ini menuai kritik. Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Rafael Situmorang, menilai pemerintah tebang pilih. Menurutnya, ada bangunan besar milik perusahaan di kawasan wisata yang diduga tak berizin namun dibiarkan berdiri, seperti di Lembang dan Ciater. “Satu sisi ada bangunan yang dihabisi tapi satu sisi ada bangunan megah padahal berdekatan itu dibiarkan,” ujarnya dalam rapat paripurna DPRD Jabar, Senin (11/8/2025).

Rafael bahkan menyoroti keberadaan Florawisata D’Castello di Jalan Cagak yang menurutnya masuk dalam kawasan Pengendalian Bandung Utara (KBU) dan diatur dalam Perda Nomor 2 Tahun 2016 tentang pembangunan dan alih fungsi lahan. Ia meminta Pemprov Jabar berani menindak tegas bukan hanya masyarakat, tapi juga perusahaan swasta, jika terbukti melanggar.

“Jangan tebang pilih gitu loh,” tegasnya.

Recent Posts