ROCKOMOTIF, Jakarta – SUV baru PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) yaitu Grand Vitara mulai dikirim kepada konsumen di Indonesia yang menandakan distribusi awal Suzuki Grand Vitara ini.
Seremonial penyerahan unit perdana yang dilakukan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (3/6/2023) ini diwakilkan oleh 26 konsumen yang berasal dari wilayah Jabodetabek, sebagai konsumen yang melakukan pemesanan pertama.
“Kami berterima kasih kepada para pelanggan kami yang telah setia menantikan unit Grand Vitara hingga dapat diterima mulai hari ini. Kami berharap para pelanggan kami merasa puas, senang dan bangga setelah menggunakan Grand Vitara,” ujar Matsushita Ryohei selaku 4W Sales & Marketing Director Suzuki Indonesia.
Seluruh 26 konsumen pertama Suzuki Grand Vitara ini semuanya memilih tipe GX alias tipe tertinggi.
Mayoritas konsumen perdana Grand Vitara ini terdiri dari kalangan profesional muda di perusahaan terkemuka maupun pelaku bisnis dengan gaya hidup modern serta memiliki selera konsumsi produk yang berkualitas.
Sebagai bentuk memori yang membekas secara positif, SIS turut memberikan souvenir ekslusif kepada para perwakilan konsumen perdana yang dapat menjadi nilai tersendiri bagi kebanggaan mereka.
Bersamaan dengan terlaksananya seremoni penyerahan unit perdana tersebut, seluruh diler Suzuki di Indonesia juga telah siap mendistribusikan Grand Vitara kepada konsumen yang sebelumnya telah memesan.
“Kami juga ingin sampaikan bahwa ketersediaan stok unit Grand Vitara juga sudah mulai terdistribusi ke jaringan diler Suzuki di seluruh Indonesia,” jelas Hady Surjono Halim, Deputy Director of 4W Sales & Marketing PT SIS.
Suzuki Grand Vitara ini dibekali dengan mesin 1.500cc berkode K15C Dual Jet dan penyematan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) yang ramah lingkungan dan efisien.
SUV penantang Honda HR-V dan juga Hyundai Creta ini juga sudah dibekali dengan berbagai fitur fungsional baik di eksterior dan interior seperti Panoramic Sunroof, Automatic Transmission 6-Speed with Paddle Shift, Headunit touchscreen 9 inch dengan konektivitas smartphone, Cruise Control, Head-Up Display (HUD), Smartphone wireless charging, 6 Airbag, LED Projector Headlamp beserta Autolight with Guide Me Light, 360 Camera, serta Auto-Dimming Center Mirror sebagai standar.
Suzuki menyediakan tujuh pilihan warna untuk Grand Vitara terbaru ini dengan dua pilihan tipe yaitu GL dan GX. Harganya kini dapat dibanderol dengan harga (On The Road DKI Jakarta) Rp359.400.000 untuk tipe GL, Rp384.400.000 untuk tipe GX Single Tone, dan Rp 387.400.000 untuk tipe GX Two Tone.
harapanrakyat.com,- Aura mistis di tanjakan jalan Paricariang, Desa Mandalare, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, membuat bulu kuduk merinding. Pasalnya, di tanjakan jalan tersebut sering ada penampakan potongan kepala manusia.
Cerita mistis mengenai adanya penampakan potongan kepala manusia itu sering menjadi perbincangan warga, dan menyebar dari mulut ke mulut.
Meli, salah seorang warga RT 28/09, Dusun Paricariang, Desa Mandalare, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, mengatakan, di tanjakan jalan Paricariang kerap terjadi adanya fenomena di luar nalar manusia.
“Di lokasi tersebut aura mistisnya sangat kuat, dan sering terjadi adanya penampakan potongan kepala manusia,†katanya kepada harapanrakyat.com, Sabtu (03/06/2023).
Menurutnya, meski sudah dipasang lampu penerangan jalan umum, namun aura mistis di tanjakan jalan Paricariang tetap terasa. Sehingga, apabila berjalan pada malam hari membuat bulu kuduk merinding.
Meli mengaku memang belum pernah melihat dengan mata kepalanya sendiri, terkait adanya penampakan potongan kepala manusia.
“Tapi mengenai cerita mistis penampakan di lokasi tersebut sering menjadi pembicaraan orang dari mulut ke mulut,†ujar Meli.
Aura Mistis di Tanjakan Jalan Paricariang Panjalu dan Penampakan Ular
Sementara itu, Eki, salah seorang karyawan perusahaan air minum Galsia asal Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, juga membenarkan mengenai aura mistis di tanjakan jalan Paricariang.
Meski demikian, Eki sendiri juga mengaku belum pernah melihat adanya penampakan potongan kepala manusia.
Karyawan lainnya, Agus, mengaku beberapa waktu lalu sewaktu pulang kerja sekitar pukul 01.00 WIB, ia sempat melihat ular yang membentang di tanjakan jalan Paricariang.
Karena Agus tidak punya pikiran yang bukan-bukan, maka dengan spontan ular yang membentang itu dilindasnya. Beruntung yang dilindasnya bagian ekor, sehingga tidak mencelakainya.
Menurut Agus, terlepas banyak orang yang mengaitkan dengan hal yang sifatnya mistis, mungkin adanya penampakan potongan kepala manusia hanya sebatas halusinasi saja.
“Yang jelas di lokasi itu saya hanya pernah melihat adanya ular yang berukuran besar dan panjang membentang di badan jalan. Itupun setelah terlindas bagian ekornya oleh ban sepeda motor saya, ular tersebut langsung masuk ke kawasan hutan,†tutur Agus.
Ia menambahkan, terlepas benar tidaknya mengenai adanya aura mistis di tanjakan jalan Paricariang, maupun di suatu tempat lainnya, hal itu tergantung pada keyakinan masing-masing. (Dji/R3/HR-Online/Editor: Eva)
harapanrakyat.com,- Heboh, sebuah spanduk bertuliskan himbauan kepada pemilik tuyul dipasang oleh warga Kampung Burujul, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (03/06/2023).
Dalam spanduk dengan latar warna biru dan gambar tuyul bertaring itu dilengkapi tulisan “Mohon Kesadaran Kepada Pemilik Tuyul Jangan Lagi Beraksi di Daerah Burujul Perbuatan Anda Dosa besarâ€.
Spanduk tersebut sengaja dipasang karena sejumlah warga kesal sering kehilangan uang tanpa sebab.
Tak hanya uang hasil berdagang, uang pajak titipan masyarakat juga hilang tanpa sebab. Padahal, laci lemari dalam keadaan terkunci rapat.
“Jadi karena memang uang sering hilang, baik itu uang dagangan hingga uang pajak warga. Hilangnya itu kadang 100 ribu, kadang 200 ribu. Makanya kakak saya inisiatif pasang spanduk ini. Bukan menuduh ini mah, tapi untuk menyadarkan aja,†kata Euis Karsusi, Ketua RT setempat, Sabtu (03/06/2023).
Euis menjelaskan, alasan memasang spanduk itu untuk menyadarkan pemilik tuyul agar tidak beraksi lagi di kampungnya.
“Itu supaya sadar saja, karena perbuatan itu dosa, dengan usaha mengambil uang orang lain lewat tuyul. Sekali lagi tidak menuduh siapapun yah,†tandasnya.
Euis juga mengungkapkan, uang yang hilang mulai hasil jual beras, arisan hingga uang pajak warga yang ia kumpulkan.
“Capek saya pak, hilang terus uang tiap pagi, saya harus ganti uang orang tanpa saya pakai,†ungkapnya sambil menangis.
Bahkan saking ketakutan hilang lagi, Euis mengaku selalu membawa tas berisi uang kemanapun ia pergi.
“Mandi saja saya bawa tasnya dan saya gantungin. Kalau kemana-mana saya bawa ini uang pakai tas,†pungkasnya. (Apip/R3/HR-Online/Editor: Eva)
harapanrakyat.com,- Menjelang Lebaran Idul Adha 1444 H, pengusaha dan peternak sapi di Kota Banjar, Jawa, masih was-was dengan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternaknya.
Pasalnya, penyakit yang menyerang ternak sapi itu bisa mempengaruhi omset penjualannya menurun hingga 70 persen.
Seperti yang dialami Enceng, peternak sapi asal Dusun Parung, RT 41, RW 1, Desa Balokang, Kecamatan Banjar.
Ia mengaku mendekati Lebaran Idul Adha ini omset jualannya belum ada tanda-tanda mengalami peningkatan. Bahkan menurun drastis hingga sekitar 70 persen.
Omset penjualan ternak sapi miliknya tersebut menurun jika dibandingkan tahun lalu. Saat itu sebanyak 60 ekor lebih laku terjual. Namun, menjelang Idul Adha tahun ini baru beberapa ekor yang sudah terjual.
Menurutnya, penyebab omset penjualan menurun lantaran masih adanya wabah penyakit mulut dan kuku, serta dampak ekonomi pasca pandemi Covid-19. Belum lagi sekarang ada penyakit benjolan pada kulit sapi (Lumpy Skin Disease).
“Penjualan sekarang merosot. Tahun lalu saya 60 ekor lebih, sekarang mah 30 ekor juga belum laku. Baru beberapa yang sudah pesan,†ungkap Enceng kepada wartawan, Sabtu (03/06/2023).
Lanjutnya menyebutkan, untuk menghindari penyakit mulut dan kuku dan antisipasi kerugian, tahun ini ia hanya menjual sapi dari peternak lokal.
“Punya saya sapi lokal semua. Nggak ambil dari Jawa takut kena PMK, kayak tahun kemarin sapi saya ada yang mati kena virus,†katanya.
Enceng juga menjelaskan, jenis sapi lokal yang ia stok dan sudah dalam kondisi siap jual yaitu sapi silangan Limousin, Simental, dan Sapi Ongole.
Adapun bobot satu ekor sapi mencapai rata-rata 8 kuintal. Harga jual untuk satu ekor sapi berkisar Rp 35 jutaan, dan pembelinya kebanyakan dari Banjar.
Semua ternak sapinya itu dalam kondisi sehat, bebas dari penyakit, dan sudah menjalani pemeriksaan petugas kesehatan hewan.
“Sekarang stok yang ada 30 ekor. Belum ada penambahan stok kecuali ada pesanan lagi dari pembeli,†pungkas Enceng, salah seorang peternak sapi di Kota Banjar. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor: Eva)
harapanrakyat.com,- Kasus pencurian BH yang terjadi di lingkungan Perum Kota Galuh, Desa Mekarjadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, telah diselesaikan dengan cara kekeluargaan.
Kapolsek Ciamis Kompol. Ismet Inono mengatakan, pihak keluarga korban tidak menginginkan kasus tersebut diperpanjang. Sehingga untuk penyelesaiannya dilakukan dengan perdamaian dari kedua belah pihak.
“Iya betul sudah clear kasusnya waktu itu juga. Keluarga pelaku sudah meminta maaf kepada korban. Jadi, kedua belah pihak sudah melakukan pernyataan berdamai. Harapannya kejadian ini jangan terulang lagi,†terang Ismet, Sabtu (03/06/2023).
Sebelumnya pencurian BH membuat geger warga lingkungan Perum Kota Galuh, Desa Mekarjadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis.
Dalam video yang diunggah oleh akun @ciamis.info itu terlihat seorang pria sedang mengambil pakaian dalam wanita yakni BH yang sedang dijemur di salah satu rumah warga.
Rekaman video CCTV itu terlihat tanggal kejadiannya pada 31 Mei 2023, sekitar jam 04.21 WIB.
Kapolsek Ciamis Kompol Ismet Inono membenarkan adanya kasus pencurian BH. Pelakunya berinisial TN, sedangkan motif pelaku untuk masturbasi. (Feri/R3/HR-Online/Editor: Eva)
harapanrakyat.com,- Pelaku pencurian BH terekam CCTV gegerkan warga lingkungan Perum Kota Galuh, Desa Mekarjadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Sebelumnya warga di lingkungan tersebut sempat heboh dengan hilangnya pakaian dalam wanita yakni bra atau BH saat dijemur.
Namun, misteri hilangnya BH itu terungkap setelah adanya rekaman kamera CCTV di salah satu rumah warga.
Dalam rekaman yang diunggah akun @ciamis info itu memperlihatkan seorang pria sedang mengambil BH yang dijemur di luar rumah.Â
Rekaman video CCTV itu terlihat tanggal kejadian pada 31 Mei 2023, sekitar pukul 04.21 WIB lalu. Atas adanya kejadian tersebut, korban pun langsung melaporkan kepada pihak kepolisian.
Kapolsek Ciamis Kompol. Ismet Inono membenarkan adanya pencurian BH yang terekam CCTV. Pencurian itu terjadi di salah satu perumahan di daerah Desa Mekarjadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis.
“Iya betul ada kejadian pencurian BH. Pelakunya berinisial TN, motifnya untuk masturbasi,†terangnya, Sabtu (03/06/2023).
Namun, lanjut Ismet, kasus pencurian itu telah diselesaikan secara kekeluargaan dari kedua belah pihak. Karena, keluarga dari pihak korban juga tidak ingin memperpanjang kasus tersebut.
“Waktu itu juga sudah clear kasusnya. Keluarga pelaku juga sudah minta maaf kepada korban, dan kedua belah pihak telah melakukan pernyataan untuk berdamai dengan harapan kejadian tersebut tidak terulang lagi,†pungkasnya. (Feri/R3/HR-Online/Editor: Eva)
harapanrakyat.com – Di Kabupaten Ciamis ternyata masih terdapat bangunan rumah kuno, salah satunya di Desa Cimari, Kecamatan Cikoneng. Ada 5 bangunan rumah kuno yang usianya lebih dari 100 tahun, namun kontruksi bangunan masih kokoh dan sangat terawat.
Tidak hanya itu, ada salah satu rumah di Dusun Desa Kulon, Desa Cimari ini yang pernah menjadi markas tentara Belanda pada zaman penjajahan.
Kepala Desa Cimari, Ricy Aryana mengatakan, di Desa Cimari ini terdapat 5 bangunan rumah kuno yang memiliki arsitektur dengan motif seperti bangunan Eropa. Kondisinya masih terawat, bahkan konstruksi bangunannya juga sejak dulu masih tetap sama, hanya ada perawatan pada bagian warna catnya saja.
“Iya ada 5 rumah kuno, itu usianya ada yang lebih dari 100 tahun. Namun untuk konstruksinya masih sama seperti dulu tidak ada perubahan. Paling yang berubah itu cuma catnya saja yang lainnya masih tetap sama,” katanya, Sabtu (3/6/2023).
Rumah Kuno di Cimari Ciamis Milik Pribadi
Menurut Riky, kelima rumah kuno tersebut rinciannya, satu rumah milik pasangan H. Mh Machdi dan Hj Juhana yang ditandai dengan tulisan pada dinding dengan tahun 1901.
Kemudian tiga rumah kuno lainnya milik anak dan cucu H. Mh Machdi dan Hj Jugana di Dusun Desa Kulon. Terakhir, satu rumah lagi milik Juragan Demang Karnabrata di Dusun Ranjirata.
Salah satu rumah kuno di Desa Cimari, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis yang masih kokoh berdiri. Foto: Feri/HR
“Kalau H. Mh Machdi itu merupakan warga biasa, itu rumahnya dulu pernah dijadikan markas tentara Belanda. Kini rumahnya kosong karena keluarganya berada di Bandung. Tapi kalau hari raya Lebaran mereka suka datang dan mengisi rumah tersebut,” tuturnya.
“Sedangkan untuk rumah milik Juragan Demang Karnabrata ini adalah rumah yang paling pertama berdiri di Desa Cimari jadi paling tua. Juragan Demang ini juga adalah Kepala Desa Cimari pertama. Kini rumahnya masih kokoh, keluarganya juga masih ada, tapi hanya setahun sekali datang ke rumah tersebut,” tambahnya.
Ricy menambahkan, untuk pemeliharaannya itu masih sama keluarga. Ini menjadi motivasi bagi pihak desa Cimari Ciamis untuk mengelola dan mendata secara detail tentang sejarah rumah kuno peninggalan Belanda tersebut.
“Karena ini merupakan warisan leluhur, warisan budaya, mudah-mudahan saja ini bisa bertahan dan diketahui khalayak. Bagaimana sih bangunan ini? Karena sampai sekarang belum ada renovasi dan sebagainya terhadap rumah-rumah kuno tersebut,” terangnya.
Penggiat Budaya: Banyak Rumah Kuno di Ciamis
Sementara itu, Penggiat Budaya Ciamis, Ilham Purwa mengatakan, keberadaan rumah kuno yang dibangun pada masa kolonial di Kabupaten Ciamis itu terbilang banyak. Rumah kuno yang terdata sekitar 20 rumah lebih. Pendataan rumah kuno tersebut mulai dari spesifikasi bangunan hingga status rumah apakah milik pribadi atau umum.
“Bangunan pribadi itu yang berbentuk bangunan rumah yang sekarang fungsionalnya sebagai rumah pribadi, sedangkan bangunan publish biasanya itu merupakan gedung atau pabrik. Sekarang rata-rata yang bangunannya publish itu terbengkalai atau kurang perhatian, tapi yang statusnya pribadi rata-rata terpelihara karena ada penghuninya yang memelihara,” katanya.
Rumah kuno di Cimari Ciamis yang dibangun pada masa kolonial Belanda. Foto: Feri/HR
Menurut Ilham, sebaran bangunan-bangunan rumah kuno itu berada di titik-titik sentral ketika masa kolonial, contohnya di wilayah Maleber, Cimari dan pusat Kota Ciamis.
“Kenapa di Maleber, karena dulu pada masa tahun 1800 awal, era Bupati Adipati Adikusuma Ciamis Utara itu masuk pada residenan Cirebon. Nah barulah kesini-kesininya masuk Ciamis dan notabane dulu itu masih Kabupaten Galuh,” tuturnya.
Ilham menambahkan, Cimari, Wanasigra dan Cikoneng itu dulunya adalah wilayah perindustrian. Dulu sentralnya batik, rempah-rempah dan bahkan sampai sekarang identik dengan perindustrian seperti kerupuk dan komoditi lainnya. Maka di titik-titik itulah banyak ditemui bangunan kolonial.
“Saya berharap bangunan kolonial ini dapat terpelihara baik oleh pribadi maupun pemerintah. Karena beberapa bangunan kolonial memiliki nilai sejarah yang memang tidak bisa diukur oleh finansial. Oleh karena itu harus bisa dilestarikan dan dirawat untuk menyampaikan sejarah ke generasi selanjutnya,” tegasnya.
Rumah Kuno di Cimari Ciamis Aset yang Harus Dipelihara
Muharam Ahmad Zajuli selaku Kabid Kebudayaan pada Disbudpora Ciamis mengatakan, keberadaan bangunan-bangunan rumah kuno di Cimari merupakan aset yang tetap terpelihara dan bisa dipelihara.
“Artinya dari sisi struktur tidak membahayakan, kemudian dari sisi struktur juga bisa kita pertahankan keberadaannya dimana itu merupakan salah satu langkah-langkah kami dalam amanat UU nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya,” katanya.
Menurutnya, selama ini Pemerintah Kabupaten Ciamis sedang melakukan inventarisasi tentang benda-benda atau situs cagar budaya.
Salah satunya Disbudpora Ciamis telah menginventarisir jumlah situs. Selanjutnya Disbudpora Ciamis akan menginventarisir benda cagar budaya atau benda yang diduga cagar budaya.
“Karena ini merupakan tanggung jawab kita, tanggung jawab pemerintah dan negara. Bahwa bangunan kuno atau situs yang ada di kita itu perlu dikelola oleh masyarakat untuk dilindungi, untuk dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai benda cagar budaya,” tuturnya.
Terkait banyaknya rumah kuno di Ciamis, Muharam mengajak kepada masyarakat untuk sama-sama menjaga dan memelihara bangunan tersebut.
“Kepemilikan memang milik mereka, mau digimana kan itu tergantung yang punya. Namun kita mengajak untuk menjaga, melindungi dan memeliharanya dengan baik,” terangnya.
“Karena nantinya juga bisa dikembangkan seperti pengetahuan seperti sejarahnya atau heritage, dan untuk bisnis juga bisa seperti cafe, dan foto prewedding dan lain-lainnya,” pungkasnya. (Feri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)
Erick Thohir janjikan Kurnia Meiga jadi pengusaha usai bantu pengobatan. Menteri BUMN sekaligus Ketua Umum PSSI tersebut akan membantu perekonomian sang mantan kiper Timnas Indonesia. Ia akan menjadikannya pengusaha dalam bidang franchise.
Hal itu ia sampaikan langsung oleh Erick Thohir saat bertemu dengan mantan kiper sepak bola Timnas, sebagaimana unggahan dari akun pribadi @erickthohir.
Kurnia Meiga adalah salah satu pahlawan yang pernah membela Timnas Indonesia. Sayangnya mantan kiper tersebut terpaksa berhenti di puncak karirnya sebab memiliki gangguan di matanya.
Bahkan, belum lama ini pahlawan Timnas itu berniat untuk menjual medali yang pernah dia dapatkan semasa karirnya di dunia sepak bola. Hal itu demi biaya pengobatanya.
Tidak berselang lama dari berita tersebut beredar, Erick Thohir selaku ketua PSSI langsung bertindak untuk membantu pengobatan Kurnia Meiga.
Ketua PSSI itu juga mendatangkan sejumlah dokter untuk pemeriksaan awal Kurnia Meiga di kediamannya beberapa minggu yang lalu.
Belum lama ini, Erick Thohir juga telah bertemu secara langsung dengan Kurnia Meiga usai pemeriksaan di salah satu rumah sakit.
Komitmen Erick Thohir Janjikan Kurnia Meiga
Ketua umum PSSI, Erick Thohir memang telah memberikan bantuan pada salah satu pahlawan Timnas Indonesia itu.
Bahkan, ia mendatangkan dokter ke kediaman Kurnia Meiga, membawanya ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan. Tak hanya itu, ia juga mencarikan alat bantu untuk penglihatan Kurnia Meiga.
Bahkan, Erick Thohir juga akan membantu perekonomian sang mantan kiper Timnas tersebut dengan menjanjikan Kurnia Meiga jadi pengusaha dengan bantuan modal darinya.
“Saya bersepakat Insya Allah kita bantu jadi pengusaha,†janji Erick Thohir.
Sebagai gantinya, Erick Thohir meminta bantuan kepada mantan kiper Arema FC serta Timnas itu untuk memberi motivasi pada pemain-pemain muda sepak bola.
“Sekali-kali Meiga janjikan bantu saya, ketemu pemain-pemain muda, memberikan motivasi dan kisah hidup baik yang bagus maupun yang buruk,†Ujar Erick Thohir.
Selain menjanjikan Kurnia Meiga menjadi pengusaha, Erick Thohir juga akan tetap membantu sang pahlawan Timnas tersebut untuk mencari alat bantu penglihatannya. (Fatmawati/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)
harapanrakyat.com,- Polisi dari Unit Gakkum Satlantas Polres Kota Banjar masih mencari sopir mobil pickup yang tabrak lari pengendara sepeda motor Honda Beat di Jalan Nasional Siliwangi, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat.
Kasat Lantas Polres Banjar AKP Yudiono, melalui Kanit Gakkum Iptu. Eko mengatakan, saat ini pihaknya mencari data pendukung untuk menemukan pelaku tabrak lari itu.
“Untuk perkembangan, kami dari Unit Gakkum masih mencari data pendukung kamera CCTV yang ada di sekitar Kota Banjar,” kata Eko, Jumat (2/6/2023).
Ia menyebutkan, pihaknya juga masih mencari informasi dari pengurus kendaraan angkutan. Namun, sampai saat ini belum ada titik terang.
“Kami juga mencari informasi dari pengurus-pengurus kendaraan angkutan. Tetapi belum ada titik terang identitas kendaraan yang melarikan diri itu,” terangnya.
Lanjut Eko, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan hingga sopir mobil pickup pelaku tabrak lari itu bisa ditemukan.
Sebelumnya diberitakan, peristiwa kecelakaan itu terjadi di Jalan Nasional Siliwangi, pada (25/5/2023), dan menewaskan pria bernama Odih, seorang pengendara sepeda motor Honda Beat.
Sampai saat ini, pengemudi mobil pickup yang menyenggol korban melarikan diri dan belum ditemukan. (Sandi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)
harapanrakyat.com,- Berbagai fasilitas penginapan di Pangandaran dalam momentum long weekend dan libur sekolah mengalami peningkatan pengunjung. Bahkan tingkat kenaikan okupansi hotel di Pangandaran mencapai 40 persen dari hari biasanya.
Iwan Krisna, salah satu manajer hotel mengaku saat ini pengunjung banyak yang menggunakan penginapan selama berlibur di lokasi wisata Pangandaran.
Bahkan, kata Krisna, yang menginap di hotelnya meningkat hingga 40 persen dari biasanya.
“Alhamdulillah momen libur anak sekolah dan long weekend ada peningkatan dari hari biasanya. Kalau soal harga kamar masih relatif terjangkau,†ujarnya, Jumat (2/6/23).
Senada juga diungkapkan Heri, salah seorang pegawai hotel Pantai Indah Timur. Ia menyebut banyak pengunjung yang sudah memesan penginapan jauh-jauh hari.
Meski harga penginapan di Pangandaran terjangkau, lanjutnya, namun pihaknya akan memberikan pelayanan maksimal ke tamu. Hal tersebut agar mereka betah dan bisa kembali lagi ke Pangandaran. (Entang/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)