Beranda blog Halaman 7

PUPR Subang Dapat Tambahan Rp5 Miliar untuk Pemeliharaan Jalan dan Drainase

PUPR Subang tambahan anggaran Rp5 miliar pemeliharaan jalan

Subang – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Subang menerima tambahan anggaran sebesar Rp5 miliar dalam Perubahan APBD Tahun 2025. Anggaran tersebut dialokasikan khusus untuk pemeliharaan infrastruktur jalan dan drainase.

Kepala Bidang Pemeliharaan Dinas PUPR Subang, David Samsi, menjelaskan tambahan dana ini terbagi untuk tiga kegiatan. “Dengan adanya tambahan anggaran pemeliharaan di Perubahan APBD sebesar Rp5 miliar, kami berharap jalan kabupaten bisa diperbaiki dengan cara bertahap. Karena anggaran tambahan ini terbagi untuk 3 kegiatan, di antaranya Rp3 miliar untuk pemeliharaan jalan dan Rp2 miliar untuk pemeliharaan drainase serta pembabadan bahu jalan,” ungkapnya.

David menambahkan, pemeliharaan jalan ditargetkan mulai awal September 2025. Program ini akan berjalan secara bertahap sejalan dengan rencana Bupati Subang untuk memperbaiki kondisi jalan kabupaten dalam periode 2025–2027.

“Insya Allah di awal bulan September tahun ini akan memulai pemeliharaan jalan semoga terlaksana secara bertahap. Karena program Bupati dari 2025 hingga 2027 jalan Kabupaten Leucir. Tentunya program pemeliharaan jalan dilaksanakan secara bertahap,” jelasnya.

Selain itu, PUPR Subang juga menyiapkan tenaga khusus untuk pemeliharaan rutin bahu jalan. Mereka akan bertugas membabat rumput di bahu jalan serta membersihkan saluran air tersumbat agar akses jalan tetap terawat dan bersih.

Kodim 0605/Subang Meriahkan HUT ke-80 RI dengan Aneka Perlombaan Penuh Kebersamaan

Kodim 0605 Subang HUT RI ke-80

Subang — Suasana penuh tawa dan semangat kebersamaan mewarnai Makodim 0605/Subang, Sabtu (16/8/2025). Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kodim 0605/Subang menggelar berbagai perlombaan yang diikuti prajurit, Persit, dan keluarga besar Kodim.

Dari lomba bola sumpit, lomba air, hingga makan kerupuk, semua dimainkan dengan penuh antusias. Tak ketinggalan, anak-anak pun turut ambil bagian lewat beragam permainan tradisional yang membuat suasana semakin meriah. Sorak sorai penonton ikut menambah semangat peserta yang berlomba dengan penuh keceriaan.

Komandan Kodim 0605/Subang, Letkol Czi Asep Saepudin, S.E., menegaskan bahwa perlombaan ini bukan hanya ajang hiburan semata. “Kegiatan ini adalah wujud syukur kita atas nikmat kemerdekaan. Dengan semangat kebersamaan, kita jadikan peringatan HUT ke-80 RI sebagai motivasi untuk terus berkarya dan mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Ketua Persit KCK Cabang XXXII Kodim 0605/Subang, Ny. Desi Asep. Ia mengapresiasi semangat prajurit dan keluarga yang berpartisipasi. Menurutnya, momentum kebersamaan ini memperkuat rasa kekeluargaan dan soliditas antara Persit dan prajurit.

Acara ditutup dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang. Senyum, tawa, dan keceriaan menjadi penutup indah, sekaligus bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan bisa diwujudkan dalam kebersamaan, kegembiraan, dan cinta tanah air.

Bupati Subang Tinjau Museum Wisma Karya, Dorong Jadi Destinasi Edukasi Sejarah

Museum Subang Wisma Karya destinasi edukasi sejarah

Subang – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, meninjau Museum Subang yang berlokasi di Gedung Wisma Karya, Sabtu (16/8/2025). Ia didampingi Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati melihat langsung berbagai koleksi museum, mulai dari replika hewan purba, peninggalan kerajaan Hindu dan Islam, Bedog King Barlen, hingga dokumentasi perjuangan kemerdekaan di Subang.

Museum Subang menyimpan lebih dari 200 artefak bersejarah dari berbagai klasifikasi. Koleksi penting di antaranya fosil stegodon, naskah Alquran di atas kulit binatang, serta bejana perunggu langka yang jumlahnya hanya sekitar 20 di dunia. Fasilitas edukasi modern seperti bioskop mini, multimedia interaktif, dan koleksi 3D juga menambah pengalaman belajar sejarah di museum yang terbuka gratis untuk umum setiap hari.

Bupati yang akrab disapa Kang Rey menekankan pentingnya pelestarian sejarah serta menjadikan museum sebagai ruang edukasi masyarakat.

“Banyak sekali peninggalan bersejarah, dan cerita masa lalu yang luar biasa di Museum Wisma Karya. Ini harus terus dilestarikan, agar budaya dan sejarah kita tidak hilang ditelan zaman. Ke depan, kita akan lakukan perbaikan-perbaikan, agar museum tidak monoton, tetapi berkembang mengikuti zaman, sehingga lebih menarik, khususnya untuk anak-anak,” ungkap Kang Rey.

Menanggapi surat edaran Gubernur Jawa Barat tentang larangan study tour ke luar daerah, Bupati mendorong sekolah-sekolah di Subang untuk memanfaatkan Museum Wisma Karya. Menurutnya, museum ini dapat menjadi alternatif tujuan belajar sejarah yang lebih dekat.

“Dengan adanya surat edaran Pak Gubernur tentang larangan study tour ke luar daerah, sekolah-sekolah dapat menjadikan Wisma Karya, sebagai tujuan. Anak-anak tidak hanya belajar sejarah, tetapi juga mengenal panjangnya perjalanan Kabupaten Subang dari masa ke masa,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa meskipun banyak warga Subang mengenal Wisma Karya, tidak semuanya mengetahui koleksi di dalamnya.

“Banyak warga Subang mungkin tahu Wisma Karya, tetapi belum mengetahui isinya. Saya ajak masyarakat untuk sesekali masuk dan melihat peninggalan sejarah, dari masa Hindu, Islam, hingga kemerdekaan, termasuk dokumentasi video. Museum ini adalah ruang edukasi bersama, yang bisa memperkuat kecintaan kita terhadap sejarah Subang,” pesannya.

Dengan peninjauan ini, Bupati berharap Museum Subang semakin dikenal, serta mampu menjadi destinasi edukasi yang memperkuat identitas dan kebanggaan masyarakat terhadap sejarah dan budaya Kabupaten Subang.

Dedi Mulyadi Siapkan 600 Hektare Sawah Baru Gantikan Lahan Terdampak Investasi di Subang

Suarasubang.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berkomitmen menyiapkan 600 hektare sawah baru untuk menggantikan lahan yang terdampak proyek investasi di Kabupaten Subang. Hal tersebut disampaikan saat bertemu Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam rangka kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Dalam pertemuan itu, Dedi juga mengungkapkan adanya investasi besar yang akan masuk ke Subang dari dua perusahaan otomotif, VinFast dan BYD. Diperkirakan, investasi tersebut mampu menyerap sekitar 23.000 tenaga kerja.

Meski demikian, Dedi menyoroti keberadaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di kawasan yang terdampak. Menurutnya, meski status LP2B masih tercantum dalam peta tata ruang, kenyataannya lahan sawah di lokasi tersebut sudah tidak ada.

Untuk memastikan investasi tidak mengurangi luas lahan pertanian, pemerintah menyiapkan 600 hektare sawah baru sebagai pengganti 200 hektare LP2B yang terdampak. “Lahan pengganti kemungkinan berada di Indramayu karena dekat dengan Subang. Di sana banyak areal yang sudah ditanami padi, tetapi belum terbentuk cetak sawah,” ucap Dedi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (14/8/2025).

Mantan Bupati Purwakarta itu menegaskan lahan pengganti memang akan berada di Indramayu. “Di Indramayu itu banyak areal yang sudah ditanami padi, tetapi belum terbentuk cetak sawah, masih tadah hujan, mengandalkan gogoranca dan sejenisnya,” katanya.

Selain itu, Dedi juga berencana mengembalikan fungsi lahan kosong milik PTPN sesuai dengan peruntukannya. “Kami akan kembalikan fungsinya menjadi fungsi perkebunan. Teh kembali teh, kopi kembali kopi, kemudian karet kembali karet. Semua akan diintegrasikan dengan kepentingan pertanian,” ujarnya.

Jalur Wisata Ciater Subang Gelap Gulita, Warga Was-Was Melintas

Jalur wisata Ciater Subang gelap gulita

Subang — Jalur wisata Ciater, Subang, kini berubah drastis. Setelah ratusan warung kaki lima ditertibkan, jalan yang dulu ramai dan terang benderang kini gelap gulita. Warga lokal pun mengaku ngeri setiap kali melewati jalur yang berbatasan dengan kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat ini.

Biasanya, lampu-lampu dari warung jagung bakar, mie instan hangat, dan deretan kendaraan yang berhenti sejenak menjadi penawar lelah di sepanjang jalan. Namun, kini yang tersisa hanya jalanan sepi dengan hawa dingin khas pegunungan, tanpa cahaya.

Perjalanan sejauh 19 kilometer dari Cimahi ke Ciater yang biasanya ditempuh dalam 1 jam 12 menit pun jadi terasa mendebarkan. Terutama bagi pengendara motor yang melintas di tengah kebun teh sunyi, ditemani bayangan Gunung Tangkuban Parahu yang menjulang gelap.

Rizaldi, pengendara asal Cimahi, mengaku kini merasa was-was. “Ya jadi seram lewat sini, soalnya biasa ada warung 24 jam sekarang sudah dibongkar. Jadinya kan gelap,” katanya, Selasa (12/8/2025). Menurutnya, dulu warung-warung ini jadi penyelamat pengendara saat hujan atau lelah di perjalanan.

Tak hanya itu, warung-warung sederhana ini juga jadi destinasi murah meriah bagi keluarga. “Kadang sengaja juga dari rumah sama keluarga ke sini cuma mau makan mie, karena kan suasananya sejuk, lihat kebun teh, liburan murah lah istilahnya. Sekarang enggak bisa lagi,” tambah Rizaldi.

Bagi warga Subang, kondisi ini bukan hanya kehilangan tempat istirahat, tetapi juga menambah risiko bahaya. Deni, warga lokal, menilai jalur gelap ini rawan kriminalitas dan kecelakaan. “Jelas takut nanti lewat sini, risiko ada begal semakin besar. Kemudian kecelakaan, waktu warung ada saja kan sering ada kecelakaan, apalagi sekarang kalau malam hari jalan sepi terus gelap. Makanya enggak kebayang sama kami,” ujarnya.

Ribuan warung yang dianggap ilegal karena berdiri di atas lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) telah dibongkar oleh Satpol PP Jabar dan Kabupaten Subang beberapa hari lalu. Kini, puing-puing bangunan itu masih berserakan, menyisakan cerita dan nasib pedagang kecil yang entah akan ke mana setelah penggusuran.

Kadinkes Subang Jenguk Pasien di Purwakarta, Respons Cepat Aduan Warga

Subang kembali punya kabar hangat. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Subang, dr Maxi, S.H, M.H.Kes, yang juga Ketua IDI Cabang Subang, kemarin langsung tancap gas menuju RSUD Bayu Asih Purwakarta. Beliau menjenguk Samsul, warga Desa Batangsari, Kecamatan Sukasari, yang tengah dirawat setelah kecelakaan pada 3 Juli 2025 lalu.

Aksi cepat ini berawal dari pesan warganet. Keluarga pasien, lewat media sosial, melayangkan aduan kepada Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita. Mereka khawatir operasi Samsul tak kunjung dilakukan. Aduan itu pun viral dan sampai ke telinga Kadinkes. Tanpa banyak basa-basi, dr Maxi bergegas memastikan kondisi pasien langsung ke rumah sakit.

Di RSUD Bayu Asih, dr Maxi bertemu dokter penangan, pasien, dan keluarga. Dari penjelasan medis terungkap bahwa Samsul sebelumnya sempat dirawat di RS Santosa. Setelah pulang, ia mengalami kejang-kejang hingga harus dirujuk ke Purwakarta. Catatan medis menunjukkan Samsul mengalami patah tulang iga kanan dan penyumbatan di otak yang memicu kejang. Maka, prioritas perawatan difokuskan pada penanganan kejang, bukan langsung operasi.

Samsul pun dipasang trakeostomi untuk membantu pernapasannya. “Belum dioperasi tidak ada hubungannya dengan kepesertaan BPJS Kesehatan, tapi dokter sedang fokus penyembuhan kejangnya,” jelas dr Maxi.

Penjelasan ini akhirnya membuat keluarga memahami situasi. Mereka mengaku cemas hingga mengirim pesan ke Bupati. Kadinkes Subang pun tidak mempermasalahkan hal tersebut. Menurutnya, justru dengan adanya laporan itu, persoalan bisa cepat mendapat perhatian.

“Kami sangat mengapresiasi dan terima kasih kepada para dokter serta pihak RSUD Bayu Asih Purwakarta yang merawat Samsul dengan sangat baik. Semoga Samsul bisa cepat sembuh,” ucap dr Maxi.

Polwan Polres Subang Tanam Jagung untuk Ketahanan Pangan

Polwan Polres Subang tanam jagung ketahanan pangan

Subang punya cerita unik di Hari Jumat, 15 Agustus 2025. Dalam rangka merayakan HUT Polwan ke-77, para srikandi berseragam biru dari Polres Subang memilih cara yang berbeda: bukan potong tumpeng atau konvoi motor, tapi… menanam jagung di Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang. Ya, jagung, si biji kuning yang bisa jadi pakan ternak sampai pengganti nasi.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kabagren Polres Subang, AKP Dedeh Rochayati. Beliau tak sendiri, hadir pula IPDA Masnoah dari Bag SDM, IPDA Herlina Swandy dari Satlantas, serta deretan Polwan lainnya yang tampak penuh semangat—seakan ladang jagung itu catwalk dadakan mereka.

IPDA Herlina Swandy, Kanit Kamsel Satlantas Polres Subang, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar gaya-gayaan di ladang. Ada misi besar yang diusung: mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Penanaman jagung tersebut sebagai bukti Polwan Polres Subang turut berperan dalam program ketahanan pangan yang dicanangkan bapak Presiden RI Prabowo Subianto,” ujarnya.

Lebih lanjut, Herlina menyampaikan harapan agar gerakan sederhana ini bisa berdampak nyata. Ia ingin Polwan Polres Subang tidak hanya hadir di jalanan dengan peluit, tetapi juga di tengah masyarakat sebagai penopang kebutuhan pangan.
“Kami pun mengajak masyarakat untuk menanam jagung hibrida, karena Bulog siap menerima hasil panen jagung dari masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku dan harga yang ditetapkan,” tambahnya.

Bayangkan, satu ladang jagung bisa jadi solusi dua sisi: perut ternak kenyang, dapur rumah pun aman. Dari pakan hingga tepung pengganti beras, jagung benar-benar multifungsi. Dan siapa sangka, di balik seragam tegas Polwan, tersimpan tangan-tangan yang piawai bukan hanya mengatur lalu lintas, tapi juga menanam harapan lewat biji jagung.

DPRD Subang Gelar Rapat Paripurna, Prabowo Tekankan Kedaulatan dan Pemberantasan Korupsi

Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto HUT ke-80 RI

Subang – DPRD Kabupaten Subang menggelar Rapat Paripurna untuk mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan RI. Rapat yang berlangsung pada 15 Agustus 2025 di ruang rapat gedung DPRD Subang itu dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Subang, Victor Wirabuana Abdurrachman, S.H., serta dihadiri Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., bersama Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPR RI, Puan Maharani, menegaskan pentingnya peran partai politik sebagai wadah perjuangan yang melahirkan pemimpin berpihak pada rakyat. Ia juga mengingatkan perlunya kehadiran nyata pemerintah di tengah masyarakat.

Membuka pidatonya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengajak seluruh rakyat untuk mengingat kembali perjuangan para pendiri bangsa. Ia menegaskan bahwa kemerdekaan saat ini adalah hasil kerja keras para presiden sebelumnya.

“Delapan puluh tahun sudah para pendiri bangsa mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia. Seluruh presiden bekerja keras membangun Indonesia menjadi bangsa yang adil dan makmur,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menekankan tujuan utama kemerdekaan adalah membebaskan rakyat dari kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan, serta menjadikan Indonesia berdaulat dalam memenuhi kebutuhan pangan.

“Negara kita harus bisa berdiri di atas kaki sendiri, berdaulat, dan mampu memenuhi kebutuhan pangan dengan anugerah yang diberikan Allah SWT,” tegasnya.

Terkait korupsi, Presiden Prabowo menyatakan tekadnya menindak tegas praktik korupsi di semua tingkatan. Ia menyebut kebijakan efisiensi pemerintah pada 2025 berhasil menyelamatkan Rp300 triliun dari potensi penyalahgunaan anggaran.

“Korupsi adalah masalah besar bangsa kita. Saya memimpin upaya pemberantasan korupsi, dan di tahun ini kami telah menyelamatkan Rp300 triliun yang kami lihat rawan diselewengkan,” ungkapnya.

Presiden juga menyampaikan keyakinannya bahwa konsistensi dalam menjiwai UUD 1945 serta rancangan negara dari para pendiri bangsa akan membawa Indonesia selamat dari berbagai tantangan.

“Kalau kita konsekuen atas apa yang telah dirancang oleh para founding fathers, saya yakin bangsa kita akan selamat,” ujarnya.

Selain itu, Presiden Prabowo turut memaparkan program-program yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Beberapa di antaranya adalah pembentukan Danantara, Koperasi Merah Putih, serta program Makan Bergizi Gratis.

Acara ini juga dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Subang, anggota DPRD, Sekretaris Daerah, para Kepala OPD, camat, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ketua DWP Kabupaten Subang, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Komplotan Curanmor Indramayu–Subang Gasak 17 Motor di Sleman

komplotan Indramayu–Subang

Suarasubang.com – Polresta Sleman mengungkap 14 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan mengamankan 12 tersangka. Delapan di antaranya merupakan komplotan asal Indramayu–Subang yang dalam dua bulan terakhir berhasil mencuri 17 unit sepeda motor di wilayah Sleman.

Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, menyebutkan kasus tersebut tersebar di empat wilayah hukum: Polresta Sleman (4 kasus), Polsek Depok Timur (2), Depok Barat (3), Bulaksumur (3), Godean (1), dan Ngemplak (1).

Barang bukti yang diamankan meliputi tujuh motor hasil curian serta satu mobil yang digunakan sebagai sarana kejahatan. Modus pelaku yakni memakai kunci T atau kunci palsu dengan tambahan magnet untuk membuka penutup rumah kunci.

“Komplotan ini datang ke Sleman dengan mobil, lalu menyewa motor untuk mencari sasaran. Motor yang dicuri rata-rata jenis matic dan dijual seharga Rp2,5–4 juta,” ungkap Wiwit, Jumat (15/8/2025).

Aksi mereka dilakukan dini hari, terutama di area kos di Kapanewon Depok. Dari total 17 motor yang dicuri, polisi baru mengamankan sembilan unit. Satu pelaku masih buron dengan TKP di Maguwoharjo.

Pemprov Jabar Siap Dukung Pembangunan RS di Subang Utara

Subang – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan kesiapan mendukung pembangunan rumah sakit di wilayah utara Kabupaten Subang. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai minimnya fasilitas kesehatan membuat banyak warga Subang Utara harus berobat ke Karawang dan Purwakarta.

“Kami bisa membantu pemerintah Subang untuk membangun rumah sakit,” ujar Dedi di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Jumat (15/8/2025).

Ia menilai postur APBD Subang saat ini cukup untuk merealisasikan pembangunan rumah sakit baru, mengingat layanan rumah sakit daerah belum optimal dan rumah sakit swasta masih terbatas.

“Dengan APBD saat ini kan cukup. Saya sudah minta Bupati untuk membangun satu rumah sakit di utara,” tegasnya.

Sembari menunggu pembangunan, Dedi menyarankan Pemkab Subang memperkuat pelayanan rawat inap puskesmas sebagai solusi sementara. Dengan begitu, pasien dengan kasus ringan hingga sedang bisa ditangani tanpa harus langsung dirujuk ke rumah sakit.

“Perkuat ruang rawat inap puskesmas. Kalau sakit dalam tensi rendah cukup ke puskesmas,” pungkasnya.

Recent Posts