Beranda blog Halaman 68

Bupati Subang Siapkan Langkah Konkret Atasi Sampah, Target Jawa Barat Bebas Sampah 2029

Bupati Subang atasi sampah

Subang – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., menghadiri Rapat Penanganan Sampah bersama Menteri Lingkungan Hidup RI dan Gubernur Jawa Barat di Kantor Bupati Cianjur, Sabtu (9/8/2025). Pertemuan ini diikuti para bupati dan wali kota se-Jawa Barat untuk membahas strategi percepatan penanganan sampah sesuai mandat Presiden RI dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029.

Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan target nasional adalah menyelesaikan 100% permasalahan sampah pada 2029 melalui kolaborasi lintas sektor. Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari rumah tangga, didukung sistem reward and punishment bagi daerah, desa, dan kelurahan.

Menanggapi arahan tersebut, Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah konkret dengan mengembangkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang dari sistem open dumping menjadi sanitary landfill.
“Dengan sistem sanitary landfill, pengolahan sampah di Subang akan lebih efektif dan ramah lingkungan. Ke depan akan ada formula khusus dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Pak Gubernur untuk menuntaskan masalah sampah di Jawa Barat, termasuk Subang,” jelas Kang Rey.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kesadaran masyarakat.
“Pemerintah bisa menyiapkan sarana, tapi tanpa kepedulian masyarakat terhadap sampah, hasilnya akan sulit optimal. Saya mengajak seluruh warga Subang untuk lebih peka dan peduli pada kebersihan lingkungan,” tegasnya.

Selain perbaikan TPA Jalupang, Pemkab Subang juga berencana mengoptimalkan pengelolaan sampah dari tingkat desa hingga sekolah, sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mengaitkan kebersihan dengan insentif pembangunan.

Dengan langkah ini, Subang diharapkan menjadi salah satu daerah yang mampu mewujudkan target Jawa Barat bebas sampah pada 2029.

Senyum Baru dari Subang: RSUD Gelar Operasi Celah Bibir dan Palatum

operasi celah bibir RSUD Subang

SUBANG – Ada pemandangan haru bercampur bahagia di RSUD Subang pada Minggu, 10 Agustus 2025. Di tengah riuh peringatan Hari Anak Nasional ke-41 dan Hari Kemerdekaan RI ke-80, rumah sakit ini menggelar bakti sosial operasi celah bibir dan palatum.

Direktur RSUD Subang, dr. Achmad Nasuhi, menyebut kegiatan ini bukan kerja sendirian. RSUD Subang berkolaborasi dengan Divisi Fasial Plastik Rekonstruksi Departemen THT-BKL FKUI–RSCM Jakarta. “Harapan kami, kegiatan ini insya Allah akan menjadi agenda rutin tahunan. Masih banyak yang belum beruntung untuk ikut acara ini. Tidak selesai dengan operasi saja, tapi ada follow up-nya,” ungkapnya penuh semangat.

Selama dua hari, 9–10 Agustus, delapan pasien menjadi penerima manfaat. Tak hanya di ruang operasi, kebaikan ini juga menular ke ruang hati semua yang hadir. Ketua Tim Bakti Sosial FKUI–RSCM, Prof. Dr. dr. Mirta Hediyati Reksodiputro, Sp.THT-BKL, memberikan apresiasi khusus. “Terima kasih atas dukungan Bupati Subang sehingga acara ini terlaksana, karena semangat Pak Bupati mewujudkan Subang bebas sumbing,” ujarnya.

Acara semakin hangat dengan penyerahan cinderamata dari RSUD Subang kepada Tim FKUI–RSCM. Bupati Subang H. Reynaldi (Kang Rey), bersama Sekda H. Asep Nuroni dan dr. Achmad, juga membagikan bingkisan kepada keluarga pasien. Suasananya? Seperti pesta kecil penuh senyum tulus.

Dalam sambutannya, Kang Rey menegaskan makna lebih dalam dari operasi ini. “Alhamdulillah, bukan hanya manfaat medis, tapi juga mengembalikan senyum, rasa percaya diri, dan harapan baru. Ini bukan sekadar tindakan bedah, tapi wujud nyata kepedulian, terutama bagi anak-anak,” ucapnya.

Setelahnya, Kang Rey menyempatkan diri menjenguk pasien di ruang perawatan. Anak-anak disapanya dengan ramah, dan keluarganya membalas dengan senyum lebar. “Mereka sangat antusias dan senang. Anak-anak dengan kondisi ini rentan dibully. Saya berharap tahun depan peserta lebih banyak dan bisa menggandeng perusahaan di Subang,” tambahnya.

Tak hanya berhenti pada acara ini, Kang Rey juga menegaskan komitmennya memperkuat pelayanan kesehatan di Subang. Ia menargetkan 144 jenis penyakit tuntas ditangani di Puskesmas dan RSUD Pantura berdiri pada 2028. “Mohon doa agar semua bisa tercapai,” pungkasnya.

Acara ini dihadiri jajaran Dinas Kesehatan, Tim FKUI–RSCM, pegawai RSUD Subang, dan para tamu undangan. Semua pulang dengan satu kesamaan: hati yang lebih hangat, dan keyakinan bahwa senyum memang bisa diselamatkan.

Ledakan Pipa Gas Pertamina EP di Subang, DPR Desak Audit Menyeluruh Keselamatan Migas

Ledakan pipa gas Pertamina EP Subang

Subang — Ledakan pipa gas milik Pertamina EP di Dusun Cikaret, Desa Cidahu, Kecamatan Pagaden Barat, Selasa (5/8) dini hari, kembali memicu kekhawatiran publik terkait lemahnya pengawasan dan pemeliharaan keselamatan operasional di sektor migas.

Anggota Komisi XII DPR RI, Ateng Sutisna, menilai insiden ini mencerminkan persoalan struktural yang belum terselesaikan secara serius, meski Pertamina dikenal memiliki sistem HSE (Health, Safety, Environment) yang mumpuni. “Ledakan seperti ini menunjukkan ada yang salah dalam sistem keselamatan operasional kita. Jangan sampai nyawa warga terus dipertaruhkan karena pelanggaran teknis yang bisa dicegah,” tegasnya.

Ateng menyoroti pola berulang insiden migas yang mengindikasikan lemahnya deteksi dini, prosedur pemeliharaan infrastruktur, serta minimnya transparansi penyebab kejadian. Ia menuntut audit menyeluruh terhadap seluruh instalasi migas nasional, terutama yang berada dekat permukiman padat penduduk.

Politisi dapil Subang–Majalengka–Sumedang itu juga mendorong pembentukan tim investigasi independen yang melibatkan lembaga pengawas, akademisi, dan masyarakat sipil, serta modernisasi teknologi pemantauan seperti sensor tekanan dan sistem peringatan dini untuk mencegah potensi kebocoran atau ledakan sejak awal.

“Ini bukan hanya tentang kerusakan fasilitas. Ini tentang keselamatan manusia, ketahanan energi, dan kredibilitas negara. Jangan biarkan tragedi menjadi rutinitas,” pungkasnya.

Bupati Subang Hadiri Rapat Penanganan Sampah Bersama Menteri LH dan Gubernur Jabar

Bupati Subang rapat penanganan sampah

Subang — Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., menghadiri rapat penanganan sampah bersama Menteri Lingkungan Hidup RI dan Gubernur Jawa Barat di Kantor Bupati Cianjur, Sabtu (9/8/2025). Rapat tersebut membahas percepatan penyelesaian permasalahan sampah sebagai tindak lanjut Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029.

Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan target penyelesaian masalah sampah di Jawa Barat 100% pada 2029 membutuhkan kerja sama erat seluruh pihak. “Banyak kendala, tetapi dengan kerja keras bersama, kita bisa menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan penanganan sampah harus dimulai dari rumah tangga dengan sistem reward dan punishment. Ia juga memaparkan berbagai program, termasuk lomba kebersihan desa berhadiah Rp9 miliar, gerakan kebersihan serentak mulai 20 Agustus, serta penghargaan Mahkota Binokasih bagi kabupaten/kota terbersih senilai Rp15 miliar untuk pembangunan.

Menanggapi rapat tersebut, Bupati Subang mengatakan pihaknya tengah menyiapkan perbaikan TPA Jalupang dari sistem open dumping menjadi sanitary landfill. “Ada formula khusus dari Kementerian dan Pak Gubernur untuk menuntaskan masalah sampah di Jawa Barat, termasuk Subang,” ungkapnya.

Kang Rey juga mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran lingkungan. “Pemerintah menyiapkan sarana, tapi kunci keberhasilan ada pada kepedulian warga,” pungkasnya.

Elita Budiarti Apresiasi Dedikasi Guru Subang di Konferensi PGRI

Elita Budiarti apresiasi guru Subang

Subang – Anggota DPR RI Komisi I, Hj. Elita Budiarti, S.K.M., M.Si., memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh guru di Kabupaten Subang atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam mencerdaskan generasi bangsa. Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri Konferensi Kabupaten (Konkab) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Subang di Rosin Ballroom, Sukamelang, Sabtu (9/8/2025).

Dalam sambutannya, Hj. Elita menegaskan pencapaian yang diraihnya tidak lepas dari peran besar para guru. Ia juga menyebut PGRI kuat karena dukungan dan soliditas anggotanya.

“Kalau bermimpi, bermimpilah setinggi langit, karena kalaupun jatuh kita akan tetap berada di antara bintang-bintang. Kita bisa menjadi apa pun selama Allah meridai dan orang tua merestui. Saya berharap guru-guru di Subang terus bersemangat, meningkatkan profesionalitas, dan menjaga solidaritas,” ungkap Hj. Elita.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan PGRI dan pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan serta kesejahteraan guru, demi tercapainya tujuan nasional mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kegiatan lima tahunan PGRI Subang ini mengusung tema “Guru Bermutu Indonesia Maju, Guru Hebat Indonesia Kuat, PGRI Subang Ngabret.” Agenda utama meliputi laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2020–2025, pengesahan program kerja 2025–2030, dan pemilihan pengurus baru.

Konferensi dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., mewakili Bupati Subang. Turut hadir Ketua PGRI Kabupaten Subang Dr. H. Aep Sapudin, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, Ketua PGRI Jawa Barat, Dewan Penasehat PGRI, serta pengurus PGRI tingkat kecamatan se-Kabupaten Subang.

Babinsa Kodim 0605/Subang Dikerahkan Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Babinsa Kodim 0605/Subang ketahanan pangan

Subang — Dalam rangka memperkuat Program Ketahanan Pangan Nasional, Kodim 0605/Subang mengerahkan seluruh Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk terjun langsung membantu para petani di desa dan kelurahan. Langkah ini diambil untuk memastikan program ketahanan pangan di Kabupaten Subang berjalan optimal.

Komandan Kodim 0605/Subang, Letkol (Czi) Asep Saepudin, menegaskan bahwa Babinsa harus sigap dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi petani. “Mulai dari mengatasi kekurangan pasokan air, membantu penanaman, mengendalikan hama, hingga mendukung serapan gabah saat panen, Babinsa harus hadir menjadi solusi,” ujarnya kepada RRI Subang, Sabtu (9/8/2024).

Menurutnya, keberadaan Babinsa di tengah masyarakat bukan sekadar pendamping, tetapi juga mitra kerja petani dalam memastikan hasil pertanian tetap optimal. Dengan peran aktif ini, diharapkan hubungan kemanunggalan TNI dengan rakyat semakin kuat.

“Kami lahir dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Tugas kami menjaga kedaulatan serta membantu pemerintah dan masyarakat,” tegas Letkol Asep.

Upaya ini menjadi wujud nyata dukungan TNI terhadap kesejahteraan petani, sekaligus memastikan ketahanan pangan daerah dapat menopang kebutuhan nasional.

Konkab PGRI Subang 2025, Ajang Pemilihan Ketua Baru dan Penguatan Peran Guru

Konferensi Kabupaten PGRI Subang

Subang — Ratusan guru dari berbagai penjuru Kabupaten Subang memadati Rosin Ballroom, Sukamelang, Sabtu (9/8/2025), untuk mengikuti Konferensi Kabupaten (Konkab) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Subang. Agenda lima tahunan ini menjadi momen penting bagi organisasi guru terbesar di Indonesia, salah satunya memilih Ketua PGRI Subang periode 2025–2030.

Dengan tema “Guru Bermutu Indonesia Maju, Guru Hebat Indonesia Kuat, PGRI Subang Ngabret”, Konkab tahun ini juga membahas tiga agenda inti: laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2020–2025, pengesahan program kerja lima tahun ke depan, dan pemilihan pengurus baru. Ketua PGRI Subang, Dr. H. Aep Sapudin, M.Pd., menjelaskan bahwa PGRI Subang membawahi 32 cabang, terdiri dari 30 cabang tingkat kecamatan dan dua cabang khusus SMA serta SMK.

Mewakili Bupati Subang, Sekretaris Daerah yang juga Dewan Pembina PGRI menyampaikan apresiasi atas dedikasi guru yang menjadi garda terdepan peningkatan kualitas pendidikan. “Maju mundurnya suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya, dan kualitas pendidikan ada di tangan guru,” ujarnya. Ia menegaskan komitmen Pemkab Subang memperkuat sektor pendidikan, mulai dari mutu pembelajaran hingga kesejahteraan guru.

Anggota DPR RI Komisi I, Hj. Elita Budiarti, S.K.M., M.Si., yang turut hadir, memberikan apresiasi khusus kepada para guru Subang. “Kalau bermimpi, bermimpilah setinggi langit, karena kalaupun jatuh kita tetap berada di antara bintang-bintang,” pesannya, sambil mendorong guru untuk terus meningkatkan profesionalitas dan solidaritas.

Acara ini juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Subang, Ketua PGRI Jawa Barat, Dewan Penasehat PGRI, serta pengurus PGRI tingkat kecamatan, menandai komitmen bersama dalam membangun pendidikan Subang yang unggul dan kompetitif.

Subang Krisis Dokter, Kebutuhan Ideal Masih Jauh dari Terpenuhi

kekurangan dokter di Subang

Subang — Rasio ideal satu dokter untuk melayani 5.000 penduduk masih menjadi mimpi bagi Kabupaten Subang. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,2 juta jiwa, daerah ini seharusnya memiliki 245 dokter untuk memenuhi standar pelayanan kesehatan.

“Jumlah penduduk kita saat ini tidak kurang dari 1,2 juta jiwa. Jadi jumlah dokter yang kita perlukan di Kabupaten Subang saat ini sebanyak 245 orang dokter. Itu untuk memenuhi standar kebutuhan ideal pelayanan kesehatan,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Maxi, kepada RRI, Jumat (8/8/2025).

Sayangnya, kenyataan jauh dari harapan. Saat ini, Subang hanya memiliki sekitar 100 dokter. Angka itu berarti masih ada defisit 145 dokter yang seharusnya ada di berbagai fasilitas kesehatan. “Jumlah dokter di Subang saat ini hanya ada sekitar 100 orang, sehingga jauh dari kata ideal,” ujarnya.

Dr. Maxi berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis ini, agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat Subang bisa optimal.

Eni Garyani Serap Aspirasi Warga Sukasari dalam Reses DPRD Subang

reses DPRD Subang Eni Garyani

Subang – Anggota DPRD Kabupaten Subang dari Fraksi PDIP, Hj. Eni Garyani, kembali menggelar reses masa persidangan III Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di RW 05 Kampung Sukasari, Kelurahan Soklat, Kecamatan Subang, pada Jumat (9/8/2025).

Reses tersebut menjadi ajang bagi Eni Garyani untuk mendengarkan langsung keluhan dan aspirasi masyarakat, khususnya warga Kampung Sukasari. Dalam sambutannya, ia mengucapkan terima kasih atas partisipasi warga yang hadir dan berjanji menyampaikan setiap masukan dalam rapat paripurna DPRD.

Sejumlah masalah disampaikan warga, mulai dari perbaikan pengaspalan jalan lingkungan, kebutuhan soundsystem, pengadaan seragam untuk ibu-ibu majelis taklim, hingga penyediaan makanan tambahan bagi balita yang mengalami gizi buruk.

“Sebagai tindak lanjut, saya akan berusaha mendorong Pemerintah Kabupaten Subang untuk mengalokasikan anggaran bagi pembangunan di kampung dan yang lainnya di Kampung Sukasari,” pungkasnya.

Siswa SMP di Subang Dikeroyok Teman Sekelas, Orang Tua Murka dan Siap Lapor Polisi

pengeroyokan siswa SMP Subang

Subang — Dunia pendidikan kembali tercoreng. Seorang siswa SMP Negeri di Kecamatan Tambakdahan, Subang, berinisial BG (13), harus menelan pahitnya perlakuan kasar dari tiga teman sekelasnya. Kejadian terjadi di lingkungan sekolah sendiri, meninggalkan luka memar di kepala dan tubuh korban.

Insiden ini berlangsung Rabu (6/8/2025), tapi baru terungkap keesokan harinya ketika orang tua BG melihat kondisi anaknya yang memar dan jatuh sakit. Sang ayah, Morpin (43), bercerita bahwa anaknya sempat bungkam karena takut dikeroyok lagi dan khawatir dimarahi guru.

Semua bermula dari perebutan kursi antara BG dan empat teman lain, termasuk To, Ho, dan He. Perdebatan makin panas setelah pelaku melontarkan ejekan bernada SARA yang menyinggung keyakinan. Seusai jam istirahat, BG dipanggil ke belakang kelas oleh para pelaku. Di sanalah pengeroyokan pertama terjadi. Tak hanya sekali, Morpin menyebut anaknya kembali dikeroyok pada hari berbeda.

“Anak saya memar di kepala dan tangan akibat pukulan. Bahkan badannya sampai panas,” kata Morpin, Jumat (8/8/2025) sore. Awalnya ia mengira sang anak hanya sakit biasa. Namun setelah diperiksa di Klinik dr Maxi, barulah BG bercerita tentang kejadian yang dialaminya.

Pihak sekolah disebut sudah melakukan mediasi antara korban dan pelaku. Namun, Morpin menolak begitu saja memaafkan. Ia bahkan berencana memindahkan anaknya ke sekolah lain demi keamanan. “Kalau tetap sekolah di sana, saya takut kejadian terulang,” tegasnya.

Tak ingin kasus ini menguap, Morpin berencana melapor ke pihak kepolisian agar pelaku mendapat efek jera. Harapannya, tindakan seperti ini tidak kembali menimpa siswa lain.

Recent Posts