Beranda blog Halaman 67

Polres Subang All Out Dukung Tovan di ONE Championship

Dukungan Polres Subang untuk Tovan Nopian di ONE Championship

SUBANG – Ada kabar hangat dari Subang yang bikin dada ikut berdegup. Seorang putera terbaik daerah, Tovan Nopian, siap naik ring menghadapi lawan tangguh di ajang ONE Championship yang akan digelar di Lumpinee Stadium, Bangkok, Thailand, Jumat (5/9/2025).

Dukungan pun mengalir deras, salah satunya dari Polres Subang. Waka Polres Kompol Endar Supriatna, mewakili Kapolres AKBP Dony Eko Wicaksono, menyampaikan doa dan semangat penuh untuk Tovan. Dengan nada mantap, beliau berkata, “In Syaa Alloh Tovan menang besok, pokoknya kami dukung. Tovan yang merupakan putera terbaik Kabupaten Subang, akan bertanding di kejuaraan tertinggi seni bela diri muaythai di dunia internasional.”

Lawan yang akan dihadapi bukan kaleng-kaleng: Kushei Yushida, petarung muaythai asal Jepang. Tapi keyakinan tetap mengalir. Menurut Kompol Endar, kunci kemenangan ada pada ketenangan, semangat juang, dan strategi cerdas. “Fokus pada pertandingan, jangan pernah meremehkan lawan, hadapi serangan dengan tenang, jangan lengah, dan junjung tinggi nilai sportifitas,” tegasnya penuh energi.

Tovan sendiri bukan pemain baru di gelanggang tarung. Dengan jam terbang yang sudah teruji, ia dipercaya mampu mendikte lawan. Jika berhasil menang, dampaknya bukan main: nama Subang, Jawa Barat, bahkan Indonesia akan harum di pentas dunia. “Buktikan bahwa kita bisa, Indonesia bisa, Jawa Barat bisa, dan Subang juga bisa bertanding di ONE Championship, dan kita bisa menang,” pungkas Kompol Endar, penuh optimisme.

Satu hal yang pasti, Jumat ini Subang akan menahan napas, menanti sang putera daerah mengangkat tangan sebagai pemenang.

PUPR Subang Genjot Perbaikan Jalan di 271 Lokasi Tahun 2025

Perbaikan jalan Subang 2025

Subang – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Subang terus mempercepat pembangunan infrastruktur sesuai arahan Bupati Subang, Reynaldi Putra Andita, melalui tagline “Ngabret”.

Salah satu fokus utama adalah perbaikan ruas jalan di seluruh kecamatan. Kepala Bidang Jalan PUPR Subang, Ahmad Amin, menyebutkan bahwa pada tahun 2025 terdapat 271 titik perbaikan jalan yang dilaksanakan bertahap.

“271 lokasi kegiatan tersebar di seluruh kecamatan, secara bertahap akan dilaksanakan di tahun 2025 ini,” kata Ahmad Amin.

Di Kecamatan Cikaum, ada 10 ruas jalan yang mendapat prioritas dengan total anggaran Rp7,5 miliar. Proyek ini ditargetkan selesai pada tahun 2025.

“Iya, untuk di Kecamatan Cikaum ada 10 titik dengan anggaran Rp7,5 miliar, tahun ini siap leucir,” ujarnya.

Ahmad menjelaskan setiap pembangunan infrastruktur harus melalui tahapan sesuai aturan. Prosesnya meliputi perencanaan, pengadaan atau lelang, hingga pelaksanaan. Saat ini, sebagian proyek sudah berjalan, sementara lainnya masih dalam proses Unit Layanan Pengadaan (ULP).

“Untuk pelaksanaan pekerjaan kan ada prosesnya. Sumber anggaran murni sebagian sudah mulai dikerjakan, sebagian dalam proses penayangan di ULP, menyusul persiapan anggaran perubahan yang akan segera direalisasikan. Semoga semua bisa mendukung program Pak Bupati,” tambahnya.

Adapun 10 ruas jalan di Kecamatan Cikaum yang akan diperbaiki meliputi:

  • Peningkatan Ruas Jalan Cikaum Barat – Tanjungsari Barat, Desa Cikaum Barat.
  • Peningkatan Jalan Kabupaten Tanjungsari – Cikaum Barat, Desa Tanjungsari Barat.
  • Peningkatan Jalan Kaligambir – Pangadungan, Dusun Kaligambir RT 23 RW 07, Desa Sindangsari.
  • Peningkatan Jalan Kabupaten Sindangsari – Pagon, Desa Sindangsari.
  • Peningkatan Jalan Mekarwangi – Cikaum Timur.
  • Peningkatan Jalan Cikaum Barat – Tanjungsari.
  • Peningkatan Jalan Kabupaten Tanjungsari – Cikaum Barat, Desa Cikaum Barat.
  • Peningkatan Jalan Kawunganten – Pangadungan.
  • Peningkatan Jalan Kalijati Timur – Kawunganten.
  • Peningkatan Jalan Sindangsari – Kawunganten.

Dengan proyek tersebut, pemerintah daerah berharap infrastruktur jalan di Subang semakin baik dan mendukung aktivitas masyarakat.

Lonjakan Kasus DBD dan Chikungunya di Ciasem, Warga Diminta Waspada

DBD, chikungunya, Kasus DBD dan chikungunya di Ciasem Subang

Subang – Kasus demam berdarah dengue (DBD) dan chikungunya di Kecamatan Ciasem, Subang, meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir. Warga diminta lebih waspada dan melakukan langkah pencegahan agar penyebaran penyakit bisa ditekan.

Kepala Puskesmas Ciasem, dr. Iwan Hernawan, menyebutkan bahwa puluhan warga sudah terinfeksi sejak awal tahun. “Pada Februari dan Mei 2025, masing-masing ada sekitar 15 orang warga yang terkena DBD dan chikungunya. Sementara di bulan-bulan lainnya, rata-rata ada lima kasus per bulan,” jelas dr. Iwan, Rabu (3/9/2025).

Untuk mencegah penyebaran lebih luas, Puskesmas Ciasem mendorong masyarakat aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus. “3M itu adalah Menguras, Menutup, dan Mengubur tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, seperti bak mandi dan penampungan air,” ujarnya.

Lebih lanjut, langkah tambahan dalam program “Plus” dapat berupa penggunaan obat antinyamuk atau memelihara ikan pemakan jentik, seperti ikan cupang dan ikan gapi, di penampungan air. Cara ini terbukti dapat menekan populasi nyamuk karena jentik dimangsa ikan.

Mengenai fogging, dr. Iwan menegaskan metode ini tidak sepenuhnya efektif. “Fogging tidak mematikan jentik nyamuk yang ada di dalam air. Meskipun begitu, kami tetap menyediakan obat fogging jika sewaktu-waktu dibutuhkan oleh warga,” pungkasnya.

Bupati Subang Tinjau Pelabuhan Patimban: Siapkan Subang Jadi Pusat Industrialisasi

Pelabuhan Patimban Subang

SUBANG – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban untuk melihat progres pembangunan Pelabuhan Patimban sekaligus memastikan kesiapan ekspor-impor. Kehadiran pelabuhan strategis ini digadang-gadang menjadi instrumen utama transformasi ekonomi Kabupaten Subang menuju zona industri.

Dalam kunjungan yang didampingi Sekretaris Daerah Asep Nuroni dan sejumlah kepala OPD, Bupati diterima oleh Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal, Capt. Guntur Fitrah Phahensa, beserta jajarannya.

Patimban sebagai Motor Ekonomi Baru

Bupati menegaskan bahwa Pelabuhan Patimban akan mempermudah industri di Subang dalam melakukan ekspor-impor, sekaligus menjadikan daerah ini destinasi investasi baru.
“Subang saat ini sedang berada di zona peralihan, di mana nantinya Pelabuhan Patimban akan mempermudah industri-industri di Kabupaten Subang untuk ekspor-impor, sehingga Subang bisa menjadi salah satu tujuan industri bagi investor,” ujarnya.

Bupati menargetkan pada tahun 2029, Pelabuhan Patimban dapat beroperasi maksimal. Saat ini, pengiriman kontainer sudah mulai berjalan dan ke depan akan terus ditingkatkan.

Investor Global Mulai Melirik

Beberapa perusahaan besar dunia seperti BYD dan Vinfast disebut sudah tertarik berinvestasi di Subang. Pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi investor dengan pelayanan tanpa diskriminasi.
“Kami mendukung penuh setiap tahapan investasi, mensupport terus tanpa pandang bulu, karena pada prinsipnya kami menerima investor untuk kesejahteraan masyarakat Subang,” tegasnya.

Dukungan Masyarakat Jadi Kunci

Bupati juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan transformasi industri. Menurutnya, kehadiran pelabuhan dan kawasan industri harus berdampak nyata pada penyerapan tenaga kerja lokal.
“Tidak mudah bagi sebuah daerah memiliki pelabuhan dan kawasan industri selengkap Subang. Kombinasi pelabuhan strategis, kawasan industri, dan potensi pertanian yang tetap terjaga harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.

Dengan sinergi pemerintah, investor, dan masyarakat, Pelabuhan Patimban diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi Subang, sekaligus membuka peluang kerja luas bagi generasi muda daerah.

PT Dahana Tanam 1.000 Mangrove di Pantura Subang, Teguhkan Komitmen Hijau

SUBANG – PT Dahana kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan menanam 1.000 bibit mangrove di pesisir Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Subang. Aksi hijau ini berlangsung di Blok Kampung Empang, Dusun Mulyasari, Desa Anggarsari, Kecamatan Sukasari, pada Selasa (2/9/2025).

Direktur Utama PT Dahana, Hary Irmawan, hadir langsung bersama jajaran manajemen, Forkopimcam, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan nelayan. “Bagi kami di PT Dahana, hari ini adalah hari istimewa. Kehadiran kami untuk kedua kalinya di Anggarsari menunjukkan bahwa kepedulian Dahana terhadap lingkungan bukanlah sesaat, melainkan upaya berkelanjutan. Kami melihat semangat yang sama dari masyarakat di sini untuk menjaga alamnya,” ujarnya.

Sebagai perusahaan industri berteknologi tinggi di bidang bahan peledak, Hary menegaskan Dahana memiliki tanggung jawab moral agar kemajuan industri tetap sejalan dengan kelestarian alam. “Kami ingin tumbuh bersama masyarakat, tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi keberlanjutan lingkungan. Inilah komitmen hijau Dahana,” tambahnya.

Mangrove: Benteng Pesisir dan Penyerap Karbon

Hutan mangrove memiliki peran penting sebagai benteng alami dari abrasi, habitat biota laut, sekaligus penyerap karbon. Menurut KLHK, hutan mangrove Indonesia mampu menyerap 3,14 miliar ton karbon, menjadikan Indonesia salah satu negara dengan cadangan karbon biru terbesar di dunia.

Kolaborasi Multipihak

Kegiatan ini melibatkan masyarakat Dusun Mulyasari, perangkat Desa Anggarsari, serta pemerintah Kecamatan Sukasari. Camat Sukasari, Drs. AET Rudiatna, mengapresiasi langkah Dahana. “Atas nama warga, kami berterima kasih kepada PT Dahana. Semoga bibit mangrove yang ditanam hari ini tumbuh subur dan memberi manfaat besar bagi masyarakat pesisir,” ujarnya.

Selain penanaman, dilakukan observasi lingkungan, deklarasi dukungan SDGs, dan diskusi strategi pengelolaan pesisir berbasis partisipasi masyarakat. Program ini sejalan dengan SDG’s poin 13, 14, dan 15.

Dampak Ekonomi untuk Nelayan

Mangrove diyakini meningkatkan hasil tangkapan nelayan sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Buah mangrove bahkan sudah dimanfaatkan menjadi sirup, dodol, hingga keripik, yang menambah sumber penghasilan warga pesisir.

Edukasi Generasi Muda dan Resonansi Publik

Penanaman juga melibatkan pelajar dan mahasiswa sebagai bagian dari edukasi lingkungan. GM K3LH PT Dahana, Sudirjo Heru, menegaskan pentingnya pewarisan kesadaran lingkungan kepada generasi muda. Kegiatan ini pun menuai respon positif di media sosial, dengan banyak warganet mengapresiasi langkah hijau Dahana.

Harapan ke Depan

Hary Irmawan berharap lebih banyak pihak ikut serta dalam gerakan rehabilitasi mangrove. “Kalau ribuan perusahaan di Indonesia melakukan hal yang sama, kita akan menciptakan sabuk hijau pesisir yang kuat dari Sabang sampai Merauke,” tegasnya.

Subang Waspada, Sesar Balibis Melintas di Kecamatan Cipunegara

Sesar Balibis Subang potensi gempa

Subang – Kabupaten Subang tidak hanya dilintasi Sesar Lembang di wilayah selatan, tetapi juga Sesar Balibis yang dikenal sebagai sesar terpanjang di Pulau Jawa. Fakta ini disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Subang, Enda, kepada RRI, Rabu (3/9/2025).

Sesar Balibis terbentang dari timur hingga barat Pulau Jawa dan melintas di Kecamatan Cipunegara, Subang. Patahan ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu gempa bumi.

“Kalau di Subang, Sesar Balibis ini berada di sekitar Kecamatan Cipunegara,” jelas Enda. Ia menambahkan, jalur sesar tersebut juga melintasi selatan Indramayu, barat Subang, Purwakarta, Cirebon, Karawang, Depok, hingga Jakarta.

Untuk meminimalkan risiko bencana, BPBD Kabupaten Subang terus melakukan langkah antisipasi. Upaya yang ditempuh antara lain melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), serta sosialisasi kepada masyarakat di wilayah rawan.

“Selain dengan KIE dan sosialisasi terhadap masyarakat, kami juga memiliki Desa Tangguh Bencana atau Destana,” kata Enda. Desa tersebut ditempatkan di wilayah rawan, termasuk Kecamatan Cipunegara.

Masyarakat yang tinggal di jalur Sesar Balibis diminta meningkatkan kewaspadaan. Mereka diimbau mengikuti jalur evakuasi yang sudah dipetakan agar dapat segera menyelamatkan diri jika gempa terjadi.

“Kami juga sudah memetakan jalur evakuasi, agar masyarakat dapat segera mengungsi ke tempat yang aman saat bencana terjadi,” tandasnya.

Bupati Subang Gelar Shalat Ghaib untuk Korban Demo, Serukan Kondusivitas Daerah

Shalat ghaib Subang untuk korban demo

Subang – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita bersama Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi melaksanakan shalat ghaib di Masjid Al-Musabaqoh Kabupaten Subang, Selasa (02/09).

Shalat ghaib tersebut ditujukan bagi tujuh orang yang gugur dalam demonstrasi. Sebelum ibadah dimulai, Kang Rey menyampaikan doa bersama digelar agar Kabupaten Subang tetap aman dan kondusif.

“Doa bersama dan shalat ghaib untuk keluarga kita, rekan kita yang gugur kemarin ketika aksi tanggal 28-31 Agustus. Ini menjadi pengingat bagi kita semua dan bekal bagi kita,” ujar Kang Rey.

Bupati Subang itu berharap daerahnya tetap terjaga dari gangguan. Ia menegaskan, tidak boleh ada pihak yang mencoba mengganggu ketertiban masyarakat.

“Terima kasih kepada Forkopimda Kabupaten Subang yang sudah betul-betul bersama kompak menjaga keamanan situasi di Kabupaten Subang sehingga hingga hari ini Kabupaten Subang masih sangat kondusif,” lanjutnya.

Kang Rey juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa, driver ojek online, serta pihak lain yang melakukan aksi dengan tertib. Menurutnya, hal ini menunjukkan kedewasaan masyarakat Subang.

Ia menilai pelaksanaan demonstrasi di Subang bisa menjadi contoh bagi daerah lain. “Ini menjadi contoh bagi daerah lain, menyampaikan pendapat itu boleh tapi dilakukan dengan tenteram. Kalau terjadi kerusuhan di Kabupaten Subang, yang rugi bukan hanya saya atau Forkopimda, tapi elemen masyarakat itu sendiri,” ungkapnya.

Lebih jauh, Kang Rey menjelaskan bahwa Polres Subang berhasil mengamankan 129 pelajar yang diduga hendak membuat kericuhan saat aksi. “Malam tadi Forkopimda mengamankan 129 orang yang didominasi pelajar SMA, anak-anak kita. Jadi bukan mahasiswa yang berdemo, tapi oknum pelajar yang mencoba membuat chaos ketika demo berlangsung,” tuturnya.

Ia menegaskan pemerintah daerah sangat terbuka terhadap kritik, saran, maupun aspirasi masyarakat. “Kita sangat terbuka pada aspirasi dan alhamdulillah kemarin sudah berlangsung damai sampai hari ini Kabupaten Subang aman, kondusif,” tegasnya.

Kang Rey menambahkan, dirinya percaya mahasiswa, driver ojek online, dan masyarakat tidak mungkin bertindak anarkis kecuali jika ada pihak luar yang mencoba menyusupi aksi.

Shalat ghaib dan doa bersama dipimpin Ustaz Yadi Suban ZA. Kegiatan ini juga diikuti Anggota DPRD Jawa Barat, Forkopimda Kabupaten Subang, Asisten Daerah, Staf Ahli, Kepala OPD, camat, serta driver ojek online.

DPRD Subang Apresiasi Aksi Mahasiswa dan Siap Kawal Aspirasi

DPRD Subang kawal aspirasi mahasiswa

Subang – Ketua DPRD Subang, Victor Wirabuana, bersama unsur pimpinan dan anggota DPRD lainnya memberikan apresiasi terhadap aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Subang (ABM) di depan kantor DPRD Subang, Senin (1/9/2025).

Victor menegaskan bahwa DPRD Subang akan mendukung serta mengawal aspirasi mahasiswa yang disampaikan dalam aksi tersebut.

“Alhamdulillah hari ini, hari Senin, tanggal 1 September 2025, kami telah kedatangan dari BEM Mahasiswa. Mereka menyampaikan aspirasi, tuntutan-tuntutan. Kami menyikapinya akan memversamai, akan mengawal apa yang menjadi tuntutan teman-teman mahasiswa. Alhamdulillah, hari ini aksinya berjalan dengan baik dan kondusif,” kata Victor kepada awak media.

Pada kesempatan itu, Victor juga menandatangani berita acara kesepakatan untuk meneruskan tuntutan mahasiswa ke pemerintah pusat.
“Ada lima tuntutan yang disampaikan, dan kami sepakat untuk meneruskannya ke pusat,” ujarnya.

Victor menambahkan, DPRD Subang akan selalu membuka ruang dialog dengan mahasiswa maupun masyarakat agar aspirasi rakyat dapat tersalurkan dengan baik.

Adapun lima tuntutan hasil konsolidasi Aliansi Mahasiswa Kabupaten Subang, yaitu:

  1. Mengaji ulang penyesuaian tunjangan DPR serta memperluas transparansi publik agar kebijakan dan anggaran berpihak pada rakyat.
  2. Mewujudkan proses legislasi inklusif dan terbuka terkait RUU Polri, RUU KUHAP, dan RUU TNI dengan melibatkan publik, civil society, dan ahli hukum.
  3. Menghormati aspirasi rakyat dengan merespons cepat unjuk rasa melalui dialog dan perbaikan nyata, bukan sekadar pernyataan permintaan maaf.
  4. Menuntut sanksi bagi anggota DPR yang dianggap tidak patut dan memicu kemarahan publik.
  5. Mendorong pembahasan dan pengesahan RUU Perampasan Aset serta regulasi lain yang mengutamakan kepentingan masyarakat.

Aksi mahasiswa tersebut berlangsung tertib dan kondusif dengan penjagaan ketat aparat TNI/Polri. Tidak ada aksi bakar ban, vandalisme, maupun tindakan anarkis lainnya.

Antisipasi Unjuk Rasa, Dinas Pendidikan Subang Terapkan Belajar Daring Sementara

Belajar daring Subang unjuk rasa

SUBANG – Dinas Pendidikan Kabupaten Subang mengambil langkah cepat menghadapi rencana unjuk rasa pada Senin, 1 September 2025. Seluruh sekolah, khususnya jenjang SD dan SMP, diminta melaksanakan kegiatan belajar mengajar dari rumah secara daring.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Kepolisian Resor Subang Nomor: B/975/VIII/PAM.3.2/2025/Res tertanggal 30 Agustus 2025. Isinya meminta dukungan pihak sekolah untuk menjaga keamanan serta kelancaran aktivitas masyarakat selama aksi berlangsung.

“Peserta didik dari SD hingga SMP belajar dari rumah secara daring. Guru tetap memberikan tugas dan materi pembelajaran secara online agar proses pendidikan tetap berjalan,” bunyi imbauan yang diterima para orang tua siswa.

Contohnya, surat yang diterima orang tua siswa MTsN 1 Subang menegaskan, tenaga pendidik tetap wajib mengajar dengan sistem daring. Sementara guru dan tenaga kependidikan (tendik) laki-laki dipersilakan hadir ke sekolah dengan ketentuan berpakaian bebas.

Ada pula kelonggaran bagi guru yang tinggal jauh dari sekolah, agar tidak terkendala mobilitas di tengah situasi yang berpotensi ramai. Langkah ini diambil untuk meminimalisasi risiko sekaligus memastikan proses belajar tetap berjalan.

Dinas Pendidikan menegaskan, kebijakan belajar dari rumah ini hanya bersifat sementara. Penyesuaian akan dilakukan sesuai dengan perkembangan situasi keamanan di Subang. Prioritas utama tetap sama: keselamatan peserta didik dan kelancaran pembelajaran.

Subang Siaga Satu: TNI, Polri, dan Pemkab Kompak Amankan Unjuk Rasa

Apel Gabungan Subang Siaga 1

SUBANG – Minggu (31/8), Pemerintah Kabupaten Subang bersama TNI dan Polri menggelar apel gabungan dalam rangka sistem pengamanan unjuk rasa sekaligus penetapan Siaga 1 Sistem Pengamanan Markas (Sispam Mako). Suasananya tegas, rapi, dan penuh makna.

Apel yang dipimpin Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, dihadiri unsur Forkopimda. Hadir di barisan depan Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, Dandim 0605/Subang Letkol CZI Asep Saepudin, Kajari Subang Bambang Winarno, hingga perwakilan Lanud Suryadarma, Satpol PP, BPBD, dan instansi lainnya.

Kapolres menegaskan, apel siaga ini bukan sekadar seremoni. “Kita antisipasi dini jangan sampai kejadian di kota-kota lain dalam 3 hari terakhir ini terjadi di Subang,” ujarnya. Ia menekankan tujuan apel adalah menyusun rencana kontinjensi, membagi tugas terstruktur, dan memastikan personel paham tanggung jawab di lapangan.

Dalam strategi pengamanan, Kapolres mengingatkan sistem tiga ring. Ring 1 mengamankan objek utama seperti Polres, Pemda, dan DPRD. Ring 2 mengawal jalur akses menuju lokasi, sementara Ring 3 menjaga jalur luar guna mengantisipasi pergerakan massa susulan. “Seluruh tindakan personil harus sesuai prosedur, profesional, serta mengedepankan pendekatan humanis,” tegasnya.

Senada dengan itu, Dandim 0605/Subang menekankan pentingnya sinergi TNI, Polri, dan pemerintah daerah. “Sinergi kita adalah kunci agar Subang tetap aman dan terkendali di tengah dinamika situasi nasional,” ungkapnya.

Menariknya, di tengah suasana siaga ini, sejumlah ulama dan organisasi masyarakat justru memilih jalan sejuk: menggelar doa bersama di Alun-alun Subang dan Wisma Karya. Sebuah pesan bahwa kondusivitas bisa dijaga bukan hanya dengan aparat, tetapi juga dengan doa dan kebersamaan.

Recent Posts