Beranda blog Halaman 66

Klinik Khitan Robottan Hadirkan Khitan Modern Ramah Anak dengan Promo Menarik

Klinik Khitan Robottan Subang

SUBANG – Bagi banyak anak, kata “khitan” kadang terdengar menyeramkan. Tapi, Klinik Khitan Robottan hadir untuk mengubah cerita itu. Dengan metode modern yang ramah anak, cepat, dan minim trauma, Robottan siap bikin momen khitan jadi pengalaman positif.

Owner Klinik Khitan Robottan, dr. Iman Teguh Badruzzaman, menjelaskan bahwa khitan seringkali menegangkan, baik untuk anak maupun orang tua. “Di Klinik Khitan Robottan, kami menghadirkan metode modern yang ramah anak, minim rasa sakit, dan tetap sesuai dengan standar medis terbaik,” ujar dr. Iman.

Tak perlu khawatir soal keamanan. Prosedur khitan di Robottan ditangani langsung oleh dokter berpengalaman dengan standar medis ketat. Proses jadi lebih cepat, steril, dan risiko infeksi bisa ditekan. Menariknya lagi, setiap anak yang selesai dikhitan akan mendapat hadiah spesial, supaya senyum tetap terjaga.

Bukan hanya di klinik, Robottan juga membuka layanan Khitan Massal untuk sekolah, instansi, hingga komunitas dengan biaya ramah di kantong. Bagi keluarga yang ingin lebih praktis, tersedia juga layanan Home Care—khitan langsung di rumah pasien dengan standar medis yang tetap terjaga.

Kabar baiknya, September 2025 ini ada promo diskon 10% untuk semua paket khitan, plus paket khusus hanya Rp1.000.000. Jadi, bukan hanya nyaman dan aman, tapi juga hemat di dompet.

Klinik Khitan Robottan beralamat di Jl. Pejuang 45 No. 88, Kelurahan Karanganyar, Subang. Buka setiap hari pukul 08.00–17.00 WIB. Untuk info jadwal, promo terbaru, atau pendaftaran, cukup hubungi 0822-2424-2425 atau langsung datang ke klinik.

PRNU Subang Resmi Dilantik, Sekda Asep Nuroni Ajak Sinergi Wujudkan Subang Religius

Pelantikan PRNU Subang 2025–2030

SUBANG – Ada suasana hangat sekaligus khidmat di Pendopo Dharmo Diharjo (Subagio), Kelurahan Soklat, Subang, pada Sabtu, 6 September 2025. Hari itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, hadir dalam pelantikan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Subang dan Unit Pengelola Zakat, Infaq, Shadaqah NU (UPZISNU) untuk masa khidmat 2025–2030.

Tak main-main, yang melantik langsung adalah Ketua PCNU Kabupaten Subang, KH. Satibi, dengan dasar Surat Keputusan PCNU. Hadir pula jajaran penting seperti Camat Subang, Lurah Soklat, Forkopimcam, hingga barisan PCNU Subang. Benar-benar lengkap, seperti acara hajatan yang tidak boleh dilewatkan.

Dalam sambutannya, H. Asep Nuroni tidak pelit ucapan selamat. Ia menegaskan betapa pentingnya NU bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan visi Subang: masyarakat adil, sejahtera, demokratis, dan tentu saja religius.

Menurutnya, NU punya peran strategis, bukan hanya di bidang agama, tapi juga sosial dan budaya. “Saya berharap pengurus ranting Nahdlatul Ulama yang baru dapat membawa NU semakin maju, berperan aktif dalam pembangunan masyarakat, serta mendukung visi misi Kabupaten Subang,” ujar H. Asep Nuroni dengan penuh semangat.

Kang Asep—begitu beliau akrab disapa—juga mengingatkan bahwa PRNU yang baru dilantik harus jadi pilar penting bagi Subang. Ia mengajak semua pihak untuk kerja sama dan gotong royong, terutama lewat penguatan pendidikan dan dakwah. Tujuannya jelas: mencetak SDM cerdas secara intelektual, kuat secara moral, dan tangguh secara spiritual.

Dengan begitu, Subang diharapkan melesat jadi daerah unggul, maju, kompetitif, sekaligus religius. Nah, PRNU yang baru dilantik inilah yang akan jadi “mesin penggerak” menuju cita-cita besar itu.

Pajak Progresif Kendaraan di Jabar, Berlaku Per NIK Bukan Per KK

Pajak progresif kendaraan Jawa Barat

Punya kendaraan lebih dari satu di rumah? Jangan buru-buru panik soal pajak progresif. Ternyata, aturan bisa berbeda di tiap daerah. Di Jawa Barat, kabar baiknya, pajak progresif tidak serta-merta berlaku untuk semua kendaraan dalam satu keluarga.

Sekretaris Bapenda Jawa Barat, Mohamad Deni Zakaria, menjelaskan bahwa aturan pajak progresif di provinsi ini dihitung berdasarkan nama, alamat, dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sama. “Misal dalam satu rumah ada 3 orang, kemudian tiga-tiganya memiliki kendaraan atas nama masing-masing, maka ketiganya tak kena pajak progresif, karena dalam Perda diatur demikian,” ujar Deni kepada Kompas.com.

Namun, jangan salah, aturan di daerah lain bisa berbeda. Ada yang menetapkan pajak progresif berdasarkan kartu keluarga (KK). Artinya, meski kendaraan dimiliki anak, istri, dan suami, tetap dihitung sebagai kendaraan pertama, kedua, dan ketiga. Nah, di sinilah letak perbedaan antarwilayah.

Bagaimana dengan Jawa Tengah? Kepala Bidang PKB Bapenda Jateng, Danang Wicaksono, menegaskan hal serupa dengan Jabar. Pajak progresif di Jateng dihitung per KTP, bukan per KK. “Masyarakat perlu tahu ini, agar tak kena pajak progresif, jadi kendaraan kedua dan seterusnya bisa diatasnamakan ke anggota keluarga berbeda-beda, itu tidak masalah karena memang aturannya demikian,” jelas Danang.

Tujuan dari pajak progresif ini tetap sama: mengendalikan jumlah kendaraan bermotor di suatu daerah. Jadi, masyarakat di Jabar dan Jateng boleh sedikit lega. Asal kepemilikan kendaraan diatur per nama dan NIK, pajak progresif tak jadi momok menakutkan.

Utara Subang Krisis Air, Sumur Bor Jadi Andalan

Krisis air bersih Subang utara

Subang bagian utara lagi-lagi masuk sorotan. Meski hujan masih turun di tengah musim kemarau, warga di kawasan Pantura tetap kelimpungan mencari air bersih. Alih-alih segar, air di sana malah bercampur dengan rasa payau khas laut.

“Permintaan dari Pantura (Pantai Utara) Subang susah air minum karena payau (tercampur) air laut,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Subang, Udin Jazudin, Jumat 5 September 2025. Kalimat ini seakan menjadi alarm betapa peliknya situasi.

Setiap musim kemarau, cerita lama selalu terulang: warga antre, tangki air datang, dan BPBD menjadi penolong darurat. Tahun lalu pun begitu, warga tak segan melapor dan meminta suplai air lewat truk tangki. Praktis, air jadi barang mewah sementara.

Karena itulah, solusi permanen sedang digali. Bukan kiasan, tapi benar-benar digali dalam bentuk sumur bor. Udin menegaskan, proyek sumur bor bukan wacana semata. Tahap pertama sudah kelar pada 2024 dengan 10 titik, berkat tangan dingin Kodim 0605/Subang.

Masuk ke tahun 2025, tahap kedua dijalankan. Targetnya 10 titik, tapi baru 5 titik yang dikerjakan oleh Pusterad. Sisanya? Masih menunggu giliran untuk dituntaskan. “Tahap kedua tahun 2025 ada 10 titik. Yang mengerjakan Pusterad (Pusat Teritorial Angkatan Darat) baru 5 titik,” jelas Udin.

Meski begitu, BPBD Subang belum bisa merinci wilayah mana saja yang benar-benar rawan krisis air. Data soal lokasi sumur yang sudah atau akan dibangun juga masih kabur. Warga pun hanya bisa berharap, sumur-sumur itu segera lahir dan menjadi penyelamat di tanah kering Pantura.

VinFast Siapkan Pabrik EV di Subang, Produksi Mulai Akhir 2025

Pabrik VinFast EV Subang mulai produksi 2025

SUBANG – Menyambut berakhirnya insentif impor mobil listrik utuh (CBU) pada 2026, VinFast mempercepat komitmen produksi lokal. Pabrikan asal Vietnam itu tengah menyiapkan pabrik di Subang, Jawa Barat, yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2025.

CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, mengungkapkan pabrik Subang dirancang fleksibel untuk ekspansi di masa depan. “Kami menargetkan SOP teknis di pabrik Subang pada akhir 2025. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi awal 50.000 kendaraan per tahun, dengan potensi peningkatan sesuai kebutuhan pasar,” jelasnya, Kamis (4/9/2025).

Sebelumnya, VinFast memanfaatkan insentif impor CBU, termasuk pembebasan PPnBM, untuk mendorong penetrasi pasar. Model VF 3, VF 6, dan VF 7 menjadi andalan distribusi lewat jaringan diler, dan menurut Kariyanto, penjualannya berjalan sesuai ekspektasi.

Memasuki era produksi lokal, VinFast menyiapkan strategi agar harga tetap kompetitif. Di antaranya program berlangganan baterai, resale value guarantee (RVG), serta fasilitas pengisian gratis. Skema berlangganan baterai, yang diluncurkan 1 Agustus lalu, memungkinkan konsumen membeli kendaraan tanpa membayar penuh baterai di awal, sekaligus menjaga nilai jual kembali.

Selain itu, VinFast menjamin pembelian kembali mobil hingga 90% dari nilai setelah enam bulan, atau 70% setelah tiga tahun. Tidak kalah menarik, pelanggan juga mendapat fasilitas pengisian gratis di jaringan V-GREEN hingga 1 Maret 2028. “Kami ingin memastikan pelanggan merasakan nilai kompetitif dan kenyamanan dalam kepemilikan jangka panjang,” tambah Kariyanto.

Tren pasar EV di Indonesia pun mendukung optimisme ini. Pangsa mobil listrik berbasis baterai (BEV) per Juli 2025 telah mencapai 9,6% (year-to-date), naik dari 5% di 2024 dan hanya 1% di 2022. Kariyanto menilai pertumbuhan tersebut sebagai bukti kesiapan konsumen beralih ke EV.

VinFast menegaskan akan terus mendukung transisi kendaraan listrik di Indonesia melalui investasi jangka panjang, termasuk pembangunan infrastruktur pengisian daya, kemitraan strategis, hingga inovasi model kepemilikan.

Kapolsek Pagaden Ubah Lahan Kosong Jadi Kebun Jagung Hibrida

Kapolsek Pagaden tanam jagung hibrida Subang

SUBANG – Kreatif dan inspiratif! Kapolsek Pagaden Polres Subang, AKP Ikin Sodikin, S.H., punya cara unik menunjukkan kepedulian terhadap ketahanan pangan. Tanah darat kosong di Desa Sumbersari, Kecamatan Pagaden, diubahnya menjadi lahan produktif jagung hibrida seluas dua hektar.

Kegiatan yang digelar Jumat (5/9/2025) ini bukan sekadar menanam, tapi juga menularkan semangat gotong royong. Bersama Kepala Desa Sumbersari dan Ketua Gapoktan Sumber Rejeki, Kapolsek dan jajaran Polsek Pagaden turun langsung ke lapangan menanam jagung.

Menurut AKP Ikin, langkah ini merupakan arahan dari Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono. “Kami memanfaatkan lahan darat kosong untuk ditanami jagung dalam rangka ketahanan pangan,” ujarnya. Selain menjaga ketersediaan pangan lokal, kegiatan ini juga menjadi contoh nyata pemanfaatan lahan tidak produktif.

Masyarakat sekitar menyambut positif inisiatif tersebut. Mereka menilai aksi Kapolsek Pagaden bukan hanya membantu menyediakan pangan, tapi juga mempererat hubungan antara polisi dan warga. “Polsek Pagaden menunjukkan bahwa Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” ucapnya.

Dengan langkah ini, harapan pun tumbuh: lahan yang tadinya terbengkalai kini menjadi sumber produktivitas, sekaligus simbol kolaborasi antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat.

Patimban Mendesak Tanggul Laut: Warga Khawatir Rumah Tenggelam

Pembangunan tanggul laut Patimban Subang

SUBANG – Ombak tinggi yang tak henti-henti menghantam pesisir Patimban, Subang, kian membuat warga cemas. Permukiman, jalan, hingga fasilitas umum di pesisir rusak parah akibat abrasi. Situasi ini membuat Pemerintah Desa (Pemdes) Patimban angkat suara, mendesak pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Barat segera membangun tanggul laut.

Kepala Desa Patimban, Ibnu Al Mahdi, menegaskan bahwa kondisi sudah sangat kritis. “Pembangunan tanggul laut bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, tapi ini menyangkut kelangsungan hidup warga pesisir,” ujar pria yang akrab disapa Kang Inu, Jumat (5/9/2025). Ia menambahkan, tanpa siring penahan abrasi, bibir pantai terus mendekati rumah warga, bahkan mengancam Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Dusun Trungtum.

Kang Inu menekankan bahwa perbaikan infrastruktur rusak serta penanganan bencana harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, solusi konkret dari pemerintah sangat dibutuhkan agar masyarakat pesisir bisa tetap hidup aman dan mempertahankan mata pencaharian.

Kekhawatiran serupa datang dari Rinto, warga Dusun Trungtum. Ia menyebut, abrasi semakin parah sejak pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban. “Gelombang tinggi sudah terjadi sejak beberapa hari belakangan dan masih terus berlangsung. Kami khawatir jika tidak ada tindakan segera, rumah dan jalan kami akan tenggelam,” tuturnya.

Warga pun mendukung penuh langkah Pemdes untuk meminta bantuan pemerintah pusat, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Harapannya, tanggul laut dapat segera dibangun sebagai perlindungan permanen dari abrasi yang terus menggerus kehidupan pesisir Patimban.

Babinsa Kalijati Tanamkan Wawasan Kebangsaan di SDN Sukamulya

Wawasan kebangsaan Babinsa Subang

Subang – Dalam rangka menumbuhkan cinta tanah air sejak dini, Babinsa Koramil 0503/Kalijati Kodim 0605/Subang, Serda Peri, memberikan materi Wawasan Kebangsaan sekaligus bimbingan belajar kepada siswa-siswi SDN Sukamulya, Desa Banggalamulya, Kecamatan Kalijati, pada Kamis (4/9/2025).

Kegiatan ini bertujuan menanamkan semangat nasionalisme dan disiplin kepada generasi muda, khususnya pelajar sekolah dasar. Dengan pendekatan sederhana dan interaktif, Serda Peri mengajarkan pentingnya menjaga persatuan serta menghormati simbol-simbol negara.

Serda Peri menegaskan bahwa pembentukan karakter bangsa harus dimulai dari pendidikan dasar.
“Anak-anak, adalah generasi penerus bangsa. Sejak dini mereka harus dibekali nilai kebangsaan, disiplin, dan semangat gotong-royong,” ujar Serda Peri.

Selain memberikan materi kebangsaan, kegiatan juga diisi dengan bimbingan belajar. Hal ini menjadi wujud kepedulian Babinsa dalam mendukung program pendidikan sekaligus mendorong siswa agar lebih giat belajar.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi SDN Sukamulya, tidak hanya semakin rajin belajar, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, disiplin, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat,” tandasnya.

PT Dahana Tanam 1.000 Mangrove di Pesisir Subang

PT Dahana tanam mangrove Subang

Subang – PT Dahana kembali menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan menanam 1.000 bibit mangrove di pesisir Blok Kampung Empang, Dusun Mulyasari, Desa Anggarsari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang, pada Selasa, 2 September 2025.

Acara penanaman ini dihadiri oleh Direktur Utama PT Dahana, Hary Irmawan, Sekretaris Perusahaan Erwin Cipta Mulyana, GM K3LH Sudirjo Heru, serta jajaran manajemen lainnya. Program tersebut menjadi bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk mendukung rehabilitasi ekosistem mangrove di pesisir Pantai Utara Subang.

Direktur Utama PT Dahana, Hary Irmawan, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya seremoni, tetapi bukti nyata komitmen perusahaan.
“Bagi kami di PT Dahana, hari ini adalah hari istimewa. Kehadiran kami untuk kedua kalinya di Anggarsari menunjukkan bahwa kepedulian Dahana terhadap lingkungan bukanlah sesaat, melainkan upaya berkelanjutan. Kami melihat semangat yang sama dari masyarakat di sini untuk menjaga alamnya,” ujar Hary.

Ia menambahkan, sebagai perusahaan industri berteknologi tinggi, Dahana memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan kemajuan industri tetap sejalan dengan kelestarian alam.
“Kami ingin tumbuh bersama masyarakat, tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi keberlanjutan lingkungan,” imbuhnya.

Hutan mangrove memiliki peran penting sebagai benteng alami pesisir. Mangrove melindungi daratan dari abrasi, menjadi habitat biota laut, mendukung kehidupan nelayan, sekaligus berfungsi sebagai penyerap karbon dioksida yang membantu melawan dampak perubahan iklim.

Kegiatan ini melibatkan masyarakat, perangkat desa, dan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa upaya pelestarian lingkungan akan lebih efektif jika dilakukan bersama.

Camat Sukasari, Drs. AET Rudiatna, S.Ip., M.Si., menyampaikan apresiasi atas langkah PT Dahana. Menurutnya, program TJSL perusahaan tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.
“Atas nama warga, kami berterima kasih kepada PT Dahana. Semoga bibit mangrove yang ditanam hari ini tumbuh subur dan memberi manfaat besar bagi masyarakat pesisir,” ungkap Rudiatna.

Selain penanaman mangrove, kegiatan ini juga mencakup observasi lingkungan, penandatanganan deklarasi dukungan Sustainable Development Goals (SDGs), serta diskusi bersama warga mengenai pengelolaan ekosistem pesisir. Dahana berharap program ini menginspirasi lebih banyak pihak untuk aktif menjaga kelestarian alam.

Desi Diana, Eks TKW yang Jadi Guru Bahasa Asing dan Perajin Makrame di Subang

Desi Diana mantan TKI Subang guru bahasa asing dan pengrajin makrame

SUBANG – Dari Taiwan kembali ke tanah kelahiran, Desi Diana, mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kecamatan Compreng, membuktikan bahwa pulang kampung bukan berarti berhenti berkarya. Justru, dari desa kecil di Jatireja, ia membuka jalan baru: mengajarkan bahasa asing sekaligus merintis usaha kerajinan makrame berbahan serat daun nanas.

Perjalanan Desi cukup unik. Ia pernah enam tahun bekerja di Taiwan, meski latar belakang pendidikannya adalah bidan. Dari pengalaman itulah ia menguasai Bahasa Mandarin dan Inggris. “Alhamdulillah saya menguasai Bahasa Mandarin dan Inggris sebagai bekal bekerja di luar negeri,” ujarnya kepada Jabarpress.com saat kegiatan Visit Media Pertamina EP Zona 7 Subang, Kamis (4/9/2025).

Ketekunan Desi berawal ketika ia bergabung dengan Sekolah Kreatif Anak dan Remaja (SEKAR) Purna Migran Indonesia Berdaya Bersama Subang atau Sekar Purnama Subang, kelompok binaan Pertamina EP. Awalnya ia ikut belajar membuat pot dari limbah popok bayi, hingga akhirnya seorang perwakilan Pertamina bertanya soal keahliannya. “Saya bilang, saya bisa bahasa Mandarin dan Inggris. Pihak Pertamina menyarankan agar saya membagikan keahlian itu. Saya pun lalu mulai membuka pengajaran bahasa asing di tahun 2024,” kisahnya.

Kini, kursus yang ia kelola semakin berkembang. Bersama sejumlah mantan pekerja migran lain, Desi mengajarkan tiga bahasa sekaligus: Inggris, Mandarin, dan Jepang. Animo masyarakat cukup tinggi, terutama karena banyak warga setempat bekerja sebagai PMI. “Saya juga kebetulan mengajarkan bahasa Mandarin ini di sekolah, peminatnya banyak, sampai 30-an orang,” ungkapnya.

Tak berhenti di kelas bahasa, Desi bersama rekannya di Sekar Purnama juga melahirkan inovasi kerajinan makrame berbahan serat daun nanas. Produk mereka bervariasi, mulai dari tas rajut besar, dompet, hingga tas handphone. Brand yang mereka usung, “Pelita” atau Pemuda Literasi, semakin dikenal publik. “Selain makrame serat daun nanas, kita juga mengembangkan makrame tali benang. Saat ini ada lima pelatih makrame, produknya kita pasarkan online maupun langsung,” katanya.

Head of Comrel & CID PT Pertamina EP Zona 7 Regional 2 Jawa, Wazirul Luthfi, menegaskan dukungan perusahaan terhadap program pemberdayaan masyarakat. Melalui tanggung jawab sosial (CSR), Pertamina EP Subang telah menjalankan tujuh program, salah satunya Purnama Subang yang fokus pada peningkatan kualitas hidup mantan pekerja migran di Compreng.

Kisah Desi menjadi bukti nyata bahwa pengalaman bekerja di luar negeri bisa berubah menjadi modal emas di tanah air. Dari PMI menjadi pengajar bahasa asing dan perajin makrame, Desi menunjukkan bahwa semangat berbagi ilmu dan berdaya tak pernah berhenti di perantauan.

Recent Posts