Beranda blog Halaman 618

Ini 2 Kecamatan di Pangandaran Penghasil Tembakau Kualitas Terbaik

Penghasil-Tembakau-Kualitas-Terbaik.jpeg

harapanrakyat.com,- Tidak hanya sebagai daerah wisata dengan pantainya yang indah, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, juga dikenal sebagai daerah penghasil tembakau kualitas terbaik.

Dua kecamatan penghasil tembakau kualitas terbaik itu ada di Kecamatan Padaherang dan Mangunjaya.

Guna meningkatkan perekonomian petani tembakau, Pemkab Pangandaran melalui Dinas Koperasi, UKM, Pedagang dan perindustrian menggelar pelatihan pembuatan saus tembakau.

Pelatihan itu didanai dari program Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2023. Kegiatan digelar di Gedung Dakwah Kecamatan Mangunjaya, Selasa (15/8/2023).

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pangandaran Tedi Garnida mengatakan, peran pemerintah membantu meningkatkan perekonomian para petani tembakau. Terutama yang ada di Kecamatan Padaherang dan Mangunjaya.

“Dua Kecamatan ini yakni Padaherang dan Mangunjaya merupakan sentra tembakau di Kabupaten Pangandaran dan penghasil tembakau terbaik. Maka kita berupaya terus mendorong peningkatan pendapatan para petani tersebut,” ungkap Tedi Garnida.

Peningkatan kapasitas petani ini perlu terus dilakukan. Para petani tembakau di dua Kecamatan tersebut jadi garda terdepan dalam peningkatan perekonomian Pangandaran.

“Para petani yang mengikuti pelatihan ini agar bisa meningkatkan kualitas produksi. Jangan sampai hanya menjual tembakau giling basah, tapi harapannya dengan memiliki ketrampilan bisa menjadi alternatif pilihan produksi yang mereka buat,” kata Tedi Garnida

Tedi Garnida menuturkan, para petani tembakau diberikan cara pembuatan saus tembakau atau bumbu untuk meracik pembuatan rokok. Kandungan di dalam rokok tersebut tidak hanya tembakau saja tetapi ada sausnya juga campuran lainnya.

Baca Juga: Cara Pemuda Mandalasari Pangandaran Pelihara Sumber Mata Air

“Diharapkan para petani tembakau ini memiliki ketrampilan dalam melakukan pengolahan tembakau keringnya bahkan sampai membuat rokok. Baik dalam wadah Industri Kecil Menengah (IKM) atau industri rumahan sebelum ke industri pabrik,” jelas Tedi Garnida.

Pertahankan Lahan Produksi Penghasil Tembakau Kualitas Terbaik di Pangandaran

Penting mempertahankan luas lahan dan produksi tembakau. Apalagi dengan para petaninya memiliki keterampilan tambahan maka otomatis perekonomian petani pun akan meningkat.

“Pemda mendukung m petani sehingga menjadi nilai tambah bagi masyarakat, cukai bertambah maka alokasi DBHCHT pun akan bertambah pula. Bukan untuk industri saja, tapi ada di kesehatan, kesejahteraan sosial, pertanian, tenaga kerja, Pol PP dan lainnya,” ujar Tedi. (Madlani/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Petani Terdampak Musim Kemarau Bisa Minta Bantuan Air ke BPBD Kota Banjar

Kekeringan.jpg

harapanrakyat.com,- Petani yang terdampak musim kemarau hingga lahan sawahnya mengalami kekeringan, bisa meminta bantuan pasokan air ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, Jawa Barat.

Seperti diketahui, musim kemarau yang terjadi akhir-akhir ini mengakibatkan lahan sawah, khususnya tadah hujan mengalami kekeringan. Bahkan hingga gagal panen.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar Kusnadi mengatakan, daerah yang dekat dengan Kota Banjar, sudah ada yang meminta bantuan pasokan air untuk lahan sawahnya karena kekeringan.

Ia menjelaskan, pihaknya akan selalu bersiap jika para petani meminta bantuan pasokan air untuk lahan sawahnya.

Baca Juga: Kekeringan Dampak Musim Kemarau, Petani di Batulawang Kota Banjar Gagal Panen

“Kami siap membantu kapan saja jika diperlukan dengan kemampuan yang kita miliki. Kemarin juga kita telah melaksanakan rapat koordinasi dengan berbagai instansi terkait,” kata Kusnadi, Selasa (15/8/2023).

Selain itu, lanjut Kusnadi, sesuai instruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bahwa ada bantuan untuk para petani yang mengalami gagal panen akibat lahan pertaniannya kekeringan. Ini berlaku bagi petani yang tidak mendaftarkan asuransi.

Ia menambahkan, petani yang tidak mendaftar asuransi bisa melaporkan ke Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjar.

“Petani bisa mengajukan ke dinas terkait. Kemudian nanti didata kerugiannya,” pungkas Kusnadi. (Sandi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Fakta Baru Kasus TPPO di Kota Banjar, Tersangka KM Terima Tamu Pria Hidung Belang

Kasus-TPPO.jpg

harapanrakyat.com,- Fakta baru kasus TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) di Kota Banjar, Jawa Barat, terungkap. Selain menyediakan kamar kos-kosan, tersangka KM juga pernah menerima pria hidung belang.

Fakta itu terungkap setelah pelimpahan tersangka dan barang bukti atau tahap II dari penyidik Polres ke Kejari Banjar.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kota Banjar Trio Andi Wijaya, melalui Jaksa Penuntut Umum Candra Herawan mengungkap fakta baru kasus TPPO anak.

Berdasarkan pengakuan tersangka MH, selain kepada korban berinisial PA, MH juga sempat berhubungan dengan tersangka KM, pemilik kos-kosan.

Menurut pengakuan tersangka MH, lanjut Candra, tersangka MH harus merogoh kocek sebesar Rp 500 ribu dalam sekali berhubungan dengan tersangka KM. Sedangkan untuk korban PA hanya Rp 250 ribu sekali kencan.

Baca Juga: Tersangka Kasus TPPO di Kota Banjar Dilimpahkan ke Kejari

Ia menjelaskan, uang sebesar Rp 250 ribu untuk korban PA, diberikan kepada tersangka AT, yang merupakan pacarnya sendiri.

“Uang Rp 250 ribu itu bayarnya sebelum main. Setelah AT terima, uang tersebut diberikan kepada pemilik kos-kosan sebesar Rp 50 ribu untuk setiap tamu yang datang. Sisanya digunakan oleh tersangka AT dan korban PA,” jelas Candra.

Sebelumnya, Polres Banjar sudah melimpahkan tiga orang tersangka kasus TPPO anak di bawah umur itu ke Kejaksaan Negeri Kota Banjar, pada Kamis (10/8/2023).

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat Undang-Undang tentang TPPO. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

Kemudian, pasal tentang Undang-Undang Perlindungan Anak dengan maksimal ancaman hukuman 10 tahun penjara. (Sandi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Asda I Setda Subang Resmikan Ruang Pelayanan Paten di Kantor Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang

Asda I Setda Subang Resmikan Ruang Pelayanan Paten di Kantor Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang

Mewakili Bupati Subang H. Ruhimat, Asda 1 Kabupaten Subang, H. Rahmat Hidayat resmikan ruang Pelayanan Paten di Kantor Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang, Selasa (15/8/2023).

Peresmian Ruangan Paten tersebut tentunya di tandai dengan pelaksanaan gunting pita yang di lakukan oleh ASDA 1 Kabupaten Subang yang di dampingi langsung Camat Dawuan Yulia Merdekawati serta para Staf Kecamatan Dawuan juga para Kepala Desa se-Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang.

Hal ini, Asda 1 H. Rahmat Hidayat juga mengatakan bahwa, pelayanan Paten ini sudah lama di gulirkan ketika kepemimpemimnan Bupati Terdahulu. Sehingga hal tersebut tentunya ada ruangan khusus di seluruh Kantor Kecamatan dan salah satunya di Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang,

"Paten yang di resmikan ini tentunya untuk memudahkan pelayan kepada warga masyarakat terutama kaitan dengan kebutuhan masyarakat untuk pembuatan dokumen, seperti Surat-surat penting lainnya," ujarnya.

Sementara itu, Rahmat juga menambahkan bahwa, hampir di semua Kecamatan di Kabupaten Subang memiliki ruangan Paten, dan salah satunya di Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang.

"Untuk di Kecamatan Dawuan ini hanya sekedar untuk melengkapi menyempurnakan kebutuhan untuk masyarakat, yang memang Kecamatan Dawuan ini baru berumur 15 Tahun," ucapnya.

Namun Rahmat juga menyayangkan bahwa, Paten ini salah satunya masih adanya kekurangan yaitu, plikasi pelayanan yang belum tersedia. "Kita kedepannya akan mengusulkan adanya aplikasi yang terpadu yang berbasis NIK di sediakan di seluruh Paten di Kecamatan se-Kabupaten Subang.

"Hal ini tentunya masyarakat yang datang ke Paten di Kecamatan tersebut, hanya cukup memasukan NIK nya saja, dan mereka akan di berikan pilihan saja, yang memang dalam jangka waktu semua yang dibutuhkan masyarakat dalam jangka waktu lima menit dapat terselesaikan," ungkapnya.

Selanjutnya, Rahmat juga menjelaskan bahwa, hal ini tentunya sangat di butuhkan oleh masyarakat terkait pelayanan masyarakat yang baik dan maksimal, sehingga masyarakat dapat merasakan pelayanan di pemerintahan tingkat kecamatan.

"Saat ini masyarakat menuntut pelayanan yang cepat tepat, tentunya untuk memudahkan pelayanan terhadap masyarakat dari setiap Pemerintahan tingkat Kecamatan," jelasnya.

Memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke 78, Pemcam Dawuan Gelar Berbagai Perlombaan Tradisional

Memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke 78, Pemcam Dawuan Gelar Berbagai Perlombaan Tradisional

Peringati HUT ke 78 RI, Pemcam Dawuan gelar kegiatan gerak jalan santai bersama ribuan warga masyarakat Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang, Selasa (15/8/2023).

Sementara itu, tak hanya menggelar gerak jalan saja, dalam memperingati HUT ke 78 RI ini pun pihak Pemcam Dawuan Kabupaten Subang juga menggelar berbagai macam perlombaan tradisional diantaranya, tarik tambang, balam karung, lomba panco, dan lain sebagainya.

Camat Dawuan Yuli Merdekawati yang langsung memimpin kegiatan tersebut mengatakan bahwa, kegiatan ini sebagai salah satu bentuk kecintaannya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang sudah 78 Tahun merayakan kemerdekaan nya.

"Sebagai bentuk kecintaan kami terhadap NKRI, dan kami juga menggelar berbagai macam perlombaan tradisional," ujarnya.

Yuli juga menambahkan bahwa, dalam kegiatan peringatan HUT ke 78 RI ini juga sekaligus memperingati HUT ke 15 Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang.

"Kami juga tak hanya menggelar kegiatan peringatan HUT RI saja, melainkan kami juga peringati hari lahirnya Kecamatan Dawuan yang ke 15, hal ini tentunya semakin kesini, kami pun memprioritaskan pelayanan terhadap masyarakat di Lingkungan Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang," ungkapnya.

Hal ini Yuli Merdekawati juga mengungkapkan bahwa, di umur yang baru saja menginjak 15 tahun ini, Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang lebih dewasa lagi, sehinga hal ini di terapkan dalam pelayanan terhadap masyarakat berbasis dengan aplikasi Whatspapp.

"Di umur yang ke 15 Tahun ini, semoga kami dapat meningkatkan lagi pelayanan terhadap masyarakat," jelasnya.

Sejarah Peristiwa 17 Agustus 1945, Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI

Sejarah Peristiwa 17 Agustus 1945, Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI

Semarak Kemerdekaan Indonesia ada di depan mata yang prosesnya tentu melalui berbagai perjuangan para pahlawan serta pemimpin. Untuk melestarikan sejarah bermakna tersebut, terdapat Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang juga berperan membuat para generasi muda tetap mencintai Tanah Air.

Untuk membangun semangat kemerdekaan di hati masing-masing orang, telah hadir dalam talkshow Lekat (Lebih Dekat) yaitu Ridwan Lesmana, M.Pd selaku Ketua MGMP PPKN SMP se-Kabupaten Subang pada Senin (14/8) di Radio Benpas Subang.

MGMP sendiri merupakan Musyawarah Guru Mata Pelajaran PPKn yang didalamnya terdapat para guru PPKn se-Kabupaten Subang. Diadakannya organisasi ini sebagai wadah untuk silaturahmi, sharing, saling komunikasi, support

hingga menyamakan persepsi. Di Kabupaten Subang, tercatat ada 180 orang anggotanya termasuk sekolah swasta. 

Ridwan menjelaskan MGMP PPKn sedang disibukan dengan kebijakan Kabupaten Subang, ada juga beberapa kegiatan komisariat di enam kecamatan. MGMP juga masih memantau penyamaan perangkat pembelajaran terutama pada kurikulum, karena ada beberapa sekolah yang belum memakai kurikulum merdeka.

Di samping itu mengenai proklamasi, ia menjelaskan maksudnya adalah penyebaran informasi secara luas kepada khalayak publik. Proklamasi memang singkat hanya mencantumkan beberapa kalimat tetapi maknanya begitu menggema pada dunia. 

Proklamasi sangat berarti bagi Indonesia sebagai puncak perjuangan bangsa usai dijajah oleh Jepang dan Belanda sehingga dapat setara dengan negara lain.

"Akhirnya kita bisa menyamakan diri sederajat dengan bangsa-bangsa lain. kita sekarang mempunyai hak dan kewajiban yang sama sebagai bangsa yang merdeka," ucap Ridwan.

Isi dari proklamasi hanya dua kalimat, pertama diusulkan oleh Achmad Soebardjo kalimat kedua oleh Mohammad Hatta. Soekarno hanya menulis, lalu diserahkan kepada Sayuti Melik untuk diketik.

Proklamasi diawali kronologis penjajahan Belanda yang menyerah kepada Jepang pada 8 Maret 1942 di Kalijati. Kini, tempatnya dijadikan museum di Lanud Suryadarma karena peristiwanya sangat bersejarah menentukan keberadaan Indonesia.

Kemudian, pada 17 Agustus 1945 dibacakanlah Proklamasi oleh Soekarno yang diusulkan Achmad Soebardjo dan Moh. Hatta. Setelah itu terdapat pengibaran bendera dan lagu Indonesia Raya.

Pada saat itu informasi kepada masyarakat disampaikan melalui surat kabar, kantor berita Antara, radio, pamflet dan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) ke daerah-daerah seluruh Indonesia.

Dalam talkshow Ridwan menyebutkan dua kata terkenal dari Soekarno yang masih terngiang hingga sekarang. Bahkan menjadi sumbu api semangat untuk para generasi muda lebih mencintai sejarah bangsa, yaitu 'Jas Merah' atau singkatan dari 'jangan sekali-kali meninggalkan sejarah'. Sebagai penutup ia menambahkan pula makna kemerdekaan menurutnya dari pandangan guru.

"Kita harus mengisi kemerdekaan dengan hal yang positif. Setiap orang punya kemerdekaan, punya kebebasan untuk melakukan apapun. Tapi apapun kebebasan yang menuntutnya untuk bertanggung jawab. Sesuai dengan porsinya masing-masing seperti saya guru fokus mengajar dengan betul," tambahnya.***(VAN/Radio Benpas Subang)

Cegah Kekerasan Anak, Wali Kota Banjar Ingatkan 8 Fungsi Keluarga

cegah-kekerasan-anak.jpeg

harapanrakyat.com,- Dalam upaya cegah kekerasan pada anak, Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih mengingatkan masyarakat akan pentingnya 8 fungsi keluarga.

Hal tersebut Wali Kota Banjar sampaikan saat memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi Pencegahan Kekerasan pada Anak dan memperingati Hari Anak Nasional ke 39 tingkat Kota Banjar. Kegiatan tersebut digelar Selasa (15/8/2023).

Ade Uu Sukaesih menjelaskan, delapan fungsi keluarga itu. Pertama fungsi agama yang menjadi tempat ditanamkan nilai-nilai keagamaan.

“Terus fungsi cinta kasih, keluarga tempat menyalurkan cinta dan juga kasih sayang. Fungsi reproduksi adalah tempat pendidikan seksual pada anak untuk seksualitas yang sehat dan berkualitas,” ujar Ade Uu.

Selanjutnya fungsi ekonomi, di mana orang tua bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Fungsi lingkungan mengajarkan anak tentang menjaga keharmonisan keluarga.

“Kemudian fungsi pendidikan. Keluarga merupakan tempat pertama seorang anak belajar tentang nilai-nilai kehidupan. Fungsi sosial budaya keluarga harus menjadi contoh dalam bertutur kata dan bertindak dengan baik,” terangnya.

Baca Juga: Kwarcab Pramuka Kota Banjar Punya Kantor Sekretariat, Dilengkapi Fasilitas Club Station 

Lalu fungsi keluarga yang tidak kalah penting adalah memberi perlindungan dan harus menumbuhkan rasa aman, nyaman dan hangat dalam keluarga.

Ade Uu berpesan, jangan sampai anak menjadi korban kekerasan atau pelaku tindak pidana dengan alasan delapan fungsi keluarga itu tidak berjalan.

“Jadi anak itu harus didampingi tapi mungkin karena keadaan orang tua harus bekerja akhirnya anak tidak terpantau dan bisa bergaul dengan lingkungan yang negatif,” pesannya. (Sandi/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Tenggak Alkohol 70 Persen dan Obat-obatan, Remaja Perempuan di Pangandaran Meninggal di Emperan Toko

Remaja-Meninggal.jpg

harapanrakyat.com,- Diduga konsumsi alkohol 70 persen dengan obat-obatan, seorang remaja perempuan ditemukan meninggal di teras emperan toko di daerah Pananjung, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Remaja perempuan berinisial AW (19), ditemukan meninggal di emperan toko pada Selasa (15/8/2023) pagi, sekitar pukul 05.30 WIB.

AKBP. Imara Utama, Kapolres Pangandaran, membenarkan adanya kejadian itu. Pihaknya mendapat laporan dari salah satu saksi yang mengatakan bahwa, temannya berinisial AW itu tidak merespon saat saksi membangunkannya.

“Kemudian petugas melakukan pengecekan dan olah TKP. Ternyata benar, korban AW sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi telungkup, dan ada muntahan di pakaiannya. Lalu petugas membawa korban dan rekan korban ke RSUD Pandega,” terang Imara Utama kepada wartawan saat konfirmasi, Selasa(15/8/2023).

Lanjutnya mengatakan, atas pengakuan saksi bahwa malamnya mereka merasakan sesak nafas akibat dari penyalahgunaan obat-obatan yang mereka campur dengan alkohol 70 persen.

Baca Juga: Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Warga Pangandaran Masih Rendah

Kemudian mereka tidur di teras depan toko yang berada di Dusun Karangsalam, Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran.

Saat pagi hari, salah satu saksi membangunkan korban, tetapi tidak ada respon. Lalu sekitar pukul 05.30 WIB, saksi yang merupakan rekan korban itu melaporkan hal tersebut ke Polsek Pangandaran.

Imara Utama menyebutkan, untuk sementara pihaknya menduga korban meninggal dunia karena overdosis akibat penyalahgunaan obat-obatan dengan alkohol 70 persen.

“Kita berharap kejadian ini menjadi edukasi bagi Masyarakat, bahwa penyalahgunaan obat-obatan apalagi mencampurnya dengan alkohol sangat berbahaya,” tandasnya.

Pihaknya juga mengimbau untuk apotek atau warung yang menjual obat, apabila ada konsumen yang membeli dalam jumlah banyak agar menanyakan terlebih dahulu peruntukannya.

Hal itu untuk menghindari penyalahgunaan obat-obatan. Apalagi jika pembelinya anak-anak berusia remaja. (Madlani/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Cara Pemuda Mandalasari Pangandaran Pelihara Sumber Mata Air

Pemuda-Mandalasari.jpeg

harapanrakyat.com,- Cerita inspiratif datang dari sekelompok pemuda yang tergabung dalam Forum Pemuda Mandalasari, Desa Pangkalan, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Mereka melakukan penanaman ratusan pohon picung di Gunung Wates wilayah Desa Pangkalan, Selasa (15/8/2023).

Ketua Forum pemuda Mandalasari Bunyamin mengatakan, penanaman pohon tersebut sebagai upaya menjaga dan melestarikan alam. Kegiatan penanaman pohon tersebut diikuti juga oleh masyarakat. Gunung Wates merupakan salah satu daerah resapan air.

Menurutnya, saat ini merupakan momentum yang sangat pas berkampanye mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan melestarikan alam. Mengingat sekarang musim kemarau dan masyarakat banyak yang merasakan dampak dari kemarau saat ini.

“Masyarakat sudah banyak yang merasakan dampak dari kemarau. Tak sedikit lahan-lahan sawah milik masyarakat yang sudah tidak teraliri air, bahkan banyak yang gagal panen akibat kemarau,” katanya.

Kemarau pada waktu dulu, meski berlangsung sampai 6 bulan namun sumber mata air masih berfungsi dengan baik. Namun sekarang, kemarau baru berjalan 2 bulan, tapi sejumlah sumber mata air sudah mengering.

Baca Juga: Cara Pemuda Langkaplancar Pangandaran Lestarikan Tradisi Lokal saat HUT RI

“Ini jelas akibat dari hutan resapan air yang semakin berkurang. Hutan warga yang dulunya menjadi daerah resapan air, hari ini banyak yang sudah berubah menjadi tempat-tempat pemukiman,” paparnya.

Untuk meminimalisasi kekurangan air saat musim kemarau, Forum Pemuda Mandalasari mengajak semua elemen masyarakat untuk menjaga dan melestarikan alam. Salah satunya dengan melakukan penanaman pohon di hutan.

Bunyamin berharap program penanaman pohon seperti ini mendapat dukungan dari pihak pemerintah desa setempat. Pihak desa menganggarkan anggaran untuk program berikutnya.

“Jika pihak desa mendukung akan program ini, insya alloh 5 atau 10 tahun ke depan, masyarakat tidak lagi kekurangan air jika datang musim kemarau. Kita harus mewariskan mata air kepada anak cucu,” pungkasnya. (Enceng/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Merayakan 5 Tahun Perjalanan, POCO Menghadirkan POCO Carnival

IMG-20230815-WA0012_copy_800x600-1.jpg

review1st.com – POCO nggak pernah berhenti menginspirasi anak muda untuk terus berani beraksi. Dan sebagai bagian dari perayaan 5 tahun kesuksesan POCO mendobrak dan mengguncang skena smartphone global.

Pada bulan Agustus ini POCO menggelar POCO Carnival yang menghadirkan banyak banget aktivitas yang nggak boleh terlewat oleh anak muda. Salah satu yang nggak boleh terlewatkan adalah Go LOCO for POCO, sebuah showcase yang ngasih unjuk kegokilan POCO selama 5 tahun belakangan.

Merayakan 5 Tahun Perjalanan, POCO Menghadirkan POCO Carnival

Andi Renreng, Head of Marketing POCO Indonesia, mengatakan, “Dengan semangat #POCOnyaBeraksi! Go LOCO for POCO dapat menjadi inspirasi yang menularkan keberanian kepada anak muda buat beraksi mewujudkan ide-ide gokil yang dimiliki.

Nggak cuma ini saja lho! Dalam POCO Carnival ini, POCO juga menghadirkan berbagai kolaborasi dengan para penggiat subculture, mulai dari skena fashion/apparel, gaming, hingga otomotif, pastinya keren semua! Ini membuat POCO konsisten jadi brand yang mendobrak!”

Penasaran dengan apa saja kolaborasi keren POCO? Simak beberapa contohnya:

POCO x FYC Footwear

Kolaborasi superkeren ini melahirkan sneaker bernama POCO Young Crew. Punya desain kasual, POCO Young Crew pas banget buat diajak beraksi di atas papan skate, serta tetap fashionable buat dikenakan sehari-hari, dong.

Skateboarding sendiri merupakan sebuah subculture yang dekat dengan FYC Footwear. Lewat kolaborasi dengan POCO, sneaker-nya tampil makin keren berkat balutan kombinasi tiga material: suede, corduroy, dan canvas; juga pilihan warna yang lekat dengan semangat muda khas POCO: kuning, hitam, dan satu opsi warna lagi yaitu cokelat. 

POCO x NIION

Nggak kalah berani, dari hasil kolaborasi antara POCO dengan NIION tercipta sling bag kece POCO NALA, yang pas banget buat menemani aktivitas anak muda dinamis, serta tas mungil POCO RUNA buat menyimpan gadget seperti smartphone.

Seperti kita pahami, smartphone sudah jadi perangkat – sekaligus aksesori – wajib zaman modern, sehingga kehadiran fashion item yang satu ini begitu esensial.

POCO x AURA Esports

Bareng tim AURA Esports, POCO menggali potensi anak muda Indonesia dengan menggelar AURA x POCO Pro Hunt 2023 buat mencari kandidat pro-player Mobile Legends Bang Bang (MLBB).

Peserta memperoleh coaching clinic untuk mempersiapkan diri menghadapi turnamen Pro Hunt Program, dan para pemenang berhak berkompetisi di Pro League sebagai pro-player Mobile Legends bersama Aura Esports.

Asyik banget! Nggak ketinggalan, dalam ajang ini ada event eksklusif berupa meet & greet dengan tim AURAFIRE.

POCO x Bang Fayad

Melihat potensi para pemain esports Indonesia, POCO bersama Super Coach game Free Fire, Muslih Wahyudi Rachman (akrab disapa Bang Fayad) menghelat POCO Extreme League 2023 dan coaching clinic di 6 kota Indonesia, yakni Solo, Semarang, Lampung, Banjarmasin, Manado, dan Ambon.

MVP dari tiap kota kemudian diundang ke Jakarta buat dilatih dan mendapat treatment layaknya seorang pro-player. Termasuk memperoleh jersey tim hingga smartphone POCO sebagai gaming gear sehari-hari. Wuih!

POCO x Rainbow Moto Builder

POCO men-challenge Rainbow Moto Builder buat menciptakan sepeda motor yang menggambarkan salah satu hape POCO seri X yang bakal dirilis. Yamaha RX-King dipilih sebagai ‘bahan’ untuk direstorasi sekaligus dikustomisasi, dengan 90% part baru dan orisinal, pastinya.

Untuk knalpot, menggunakan model kolong produksi RNBW Exhaust. Hasilnya adalah sebuah sepeda motor bernama Robotrex-5, dengan gaya futuristik yang cool abis!

“POCO percaya anak muda punya segudang ide kreatif, gokil, yang mesti diwujudkan – nggak cuma tersimpan di kepala atau dalam catatan-catatan di hape belaka.

Dan kolaborasi-kolaborasi ini juga sekaligus merupakan bukti kalau POCO nggak cuma sekedar menjual teknologi, tapi terus konsisten mendekatkan diri dan nge-blend menjadi satu bagian kehidupan dengan berbagai komunitas subculture di Indonesia,” tambah Bung Andi.

Sebagai trendsetting lifestyle technology brand yang nggak cuma memenuhi kebutuhan teknologi anak muda tapi juga merepresentasikan personality-nya, kegokilan POCO selama 5 tahun terakhir nampak nyata pada pencapaian penjualan POCO di Indonesia.

Dimulai dari POCOPHONE F1 pada tahun 2018, sebuah hape mid-range yang punya spek kelas flagship dengan harga ekstrem. Sang debutan ini sukses berat dan habis terjual pada 10 detik pertama penjualan perdananya, dan menjadi penanda dimulainya era POCO di anak muda.

Kesuksesan POCOPHONE F1 diteruskan oleh generasi-generasi berikutnya. Sebut saja POCO M3 Series yang berhasil terjual 50 ribu unit hanya dalam waktu 5 menit setelah peluncuran.

POCO X3 NFC yang terjual 15 ribu unit juga dalam waktu 5 menit, serta POCO F3 dan POCO X3 Pro yang berhasil mencatatkan 25 ribu unit penjualan dalam periode penjualan perdana.

Kesuksesan tersebut diikuti POCO F4 Series dengan peningkatan penjualan hingga 314% lebih tinggi daripada seri pendahulunya. Bahkan di tahun 2023 ini, smartphone teranyar POCO F5 berhasil terjual lebih dari 10 ribu unit hanya dalam 24 jam.

Recent Posts