Beranda blog Halaman 39

Jalan Blanakan–Langensari Akhirnya Mulus Setelah Hampir Satu Dekade Rusak

Subang Leucir 2027

Subang — Setelah hampir sepuluh tahun rusak, ruas jalan Desa Blanakan–Langensari sepanjang 200 meter di Dusun Karangjaya, Kecamatan Blanakan, kini resmi rampung diperbaiki. Peningkatan infrastruktur tersebut terealisasi di masa kepemimpinan Bupati Subang Reynaldi bersama Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi.

Dalam kunjungan peresmiannya pada Jumat (17/10/2025), Bupati Reynaldi menegaskan bahwa pembangunan jalan menjadi prioritas utama menuju visi Subang Leucir. Ia menargetkan seluruh jalan di Kecamatan Blanakan dapat mulus pada akhir tahun ini.

“Ini baru sebagian dari perbaikan yang kami lakukan, bulan ini giliran Langensari, dan mudah-mudahan akhir tahun semua ruas sudah leucir,” ujar Kang Rey di sela peresmian jalan.

Pemerintah Kabupaten Subang, kata Reynaldi, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp8,5 miliar untuk memperbaiki jalan di wilayah Blanakan. Ia menepis anggapan bahwa pembangunan selama ini tidak merata, dengan menegaskan bahwa kunjungannya menjadi bukti nyata pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pesisir.

“Pembangunan di Subang harus menyeluruh. Ini buktinya, hari ini saya resmikan jalan 200 meter di Blanakan dengan anggaran Rp8,5 miliar untuk wilayah ini,” tegasnya.

Kang Rey juga menegaskan bahwa tidak ada wilayah yang dianaktirikan, termasuk kawasan Pantura. Ia berkomitmen memperjuangkan pemerataan infrastruktur dan pelayanan publik di seluruh kecamatan.

“Jangan ada lagi yang berpikir Subang Pantura dilupakan, karena masyarakat Pantura adalah bagian dari Subang yang akan terus saya perjuangkan,” ujarnya.

Meski menghadapi tantangan berupa berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat, Reynaldi memastikan program pembangunan tetap berjalan. Ia menerapkan kebijakan efisiensi dengan memangkas kegiatan nonprioritas seperti perjalanan dinas dan konsumsi agar pembangunan infrastruktur tidak terganggu.

“In Syaa Allah, Subang Leucir 2027 tetap berjalan walau ada pemangkasan dana. Saya potong anggaran makan minum dan kegiatan seremonial agar dana jalan tidak terganggu,” pungkasnya.

Longsor Tutup Jalur Bandung–Sumedang–Subang, Akses Lalu Lintas Lumpuh Sembilan Jam

longsor Rancakalong

Sumedang — Jalur alternatif Bandung–Sumedang–Subang di kawasan Desa Sukasirnarasa, Kecamatan Rancakalong, tertutup material longsor berupa bebatuan besar pada Jumat (17/10/2025) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur tersebut lumpuh total selama berjam-jam.

Longsor terjadi setelah tembok penahan tanah (TPT) setinggi enam meter dan panjang sekitar 30 meter ambruk hingga menutupi seluruh badan jalan. Peristiwa ini diduga dipicu oleh intensitas hujan tinggi serta konstruksi TPT yang tidak sesuai standar teknis.

Hingga Sabtu (18/10/2025) pagi, petugas gabungan dari BPBD Sumedang, TNI–Polri, dan Dinas PUPR masih berjibaku mengevakuasi material longsor. Alat berat dikerahkan untuk memindahkan bebatuan besar yang tidak bisa diangkat secara manual.

“Kami sudah memeriksa lokasi hingga lima kali dan memastikan tidak ada korban. Akses jalan langsung kami tutup untuk pembersihan malam hari, namun karena berisiko, pekerjaan dilanjutkan pagi ini,” ujar Danramil Rancakalong, Kapten Inf Rudhi Prasetijo.

Selama proses pembersihan, kendaraan roda empat tidak dapat melintas, sementara sepeda motor dialihkan melalui jalur alternatif desa.

“Sekarang tinggal sedikit lagi, kami dibantu petugas damkar membersihkan sisa lumpur di jalan. Setelah ini dua jalur bisa dibuka untuk semua kendaraan,” tambahnya.

Setelah tertutup lebih dari sembilan jam, jalur Bandung–Sumedang–Subang akhirnya kembali bisa dilalui usai petugas berhasil menyingkirkan seluruh material longsor dan membersihkan sisa lumpur dari badan jalan.

PWNU Jawa Barat Kecam Keras Tayangan Trans7 yang Dinilai Lecehkan Ulama dan Pesantren

PWNU Jabar kecam Trans7

Suarasubang.com — Tayangan program Xpose Uncensored di Trans7 yang dianggap menyinggung kehormatan ulama dan tradisi pesantren memicu kemarahan luas. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat menilai tayangan tersebut melampaui batas kepatutan dan mencederai perasaan umat Islam.

Ketua PWNU Jawa Barat, KH. Juhadi Muhammad, menegaskan bahwa tayangan itu telah menyakiti kalangan pesantren dan Nahdliyin di seluruh Indonesia. “PWNU Jawa Barat dengan tegas menilai bahwa tayangan tersebut telah melampaui batas kepatutan dan mencederai perasaan umat, khususnya kalangan pesantren dan Nahdliyin di seluruh Indonesia,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).

Menurut KH. Juhadi, kasus ini bukan sekadar kekeliruan teknis, melainkan bentuk pelecehan terhadap simbol-simbol suci umat Islam. “Kiai bukan bahan olok-olokan, dan pesantren bukan panggung satir. Mereka adalah penjaga moral bangsa, benteng ilmu, dan cahaya peradaban,” tegasnya.

Ia menyoroti narasi dalam tayangan yang menggambarkan kiai hidup bermewah-mewahan sementara santri digambarkan “ngesot” dan “memberi amplop”. Narasi seperti itu, kata KH. Juhadi, bersifat menyesatkan, tendensius, dan berpotensi merusak citra pesantren di mata publik.

PWNU Jawa Barat menuntut Trans7 untuk segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media yang sama serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tim redaksi maupun pihak yang bertanggung jawab atas tayangan tersebut. “Jangan berlindung di balik hiburan jika yang ditampilkan justru melukai hati umat. Kami mendukung kebebasan pers, tetapi pers harus beretika, beradab, dan berpihak pada kebenaran,” pungkas KH. Juhadi, mengingatkan media agar menghormati lembaga keagamaan.

Kontroversi ini bermula dari potongan video yang mencatut nama KH. Anwar Manshur Lirboyo dengan narasi yang menyinggung martabat ulama sepuh tersebut. Dalam hitungan jam, video itu viral di media sosial. Tagar #BoikotTrans7 pun langsung menjadi trending di X (Twitter), Instagram, dan TikTok.

Menanggapi gelombang protes tersebut, Trans7 akhirnya mengeluarkan surat permohonan maaf tertulis kepada Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, yang ditujukan kepada KH. Adibussholeh pada 13 Oktober 2025. Dalam surat itu, Trans7 melalui Direktur Produksi dan Kepala Departemen Programming mengakui adanya “keteledoran dan kurang ketelitian” dalam proses produksi.

Pihak Trans7 juga berkomitmen menayangkan konten yang lebih positif dan edukatif tentang dunia pesantren di masa mendatang. Meski permintaan maaf telah diterima, sejumlah tokoh pesantren menilai perlu dilakukan evaluasi total terhadap tim produksi Xpose.

Ketua LBH Ansor Kediri, Bagus Wibowo, menegaskan pentingnya evaluasi internal agar kejadian serupa tidak terulang. Selain itu, komunitas santri juga mendorong Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk memperketat pengawasan terhadap tayangan bertema keagamaan di televisi nasional.

3 Jalur Alternatif Sumedang–Subang: Lebih Cepat, Lancar, dan Penuh Pemandangan Indah

jalur alternatif Sumedang Subang

Suarasubang.com — Tiga jalur alternatif penghubung Sumedang–Subang kini menjadi sorotan para pengendara, terutama mereka yang rutin melintasi jalur lintas kabupaten di wilayah Priangan Timur, Jawa Barat. Dua daerah ini memiliki peran penting sebagai penghubung antara Bandung Raya dan kawasan Pantura. Namun, kemacetan di titik padat seperti Cadas Pangeran dan Jalan Raya Tanjungsiang kerap membuat perjalanan terasa melelahkan.

Untuk kamu yang sering bepergian antarwilayah, baik untuk bekerja, berwisata, maupun distribusi logistik, mengenal tiga jalur alternatif ini bisa menjadi solusi cerdas agar perjalanan lebih cepat, hemat bahan bakar, dan tetap nyaman. Selain lancar, ketiganya juga menawarkan panorama alam pegunungan dan pedesaan khas Jawa Barat yang memesona.


1. Jalur Tanjungmedar – Cibogo – Subang Kota

Rute ini menjadi favorit bagi pengendara yang ingin menghindari padatnya lalu lintas di Cadas Pangeran dan Jalan Raya Tomo. Dari pusat Kota Sumedang, arahkan kendaraan menuju Kecamatan Tanjungmedar, lalu lanjut ke Cibogo hingga tiba di Subang Kota.

Meski memiliki tanjakan dan turunan tajam, kondisi aspalnya sudah baik dan diperbaiki di beberapa titik sejak awal 2024. Lalu lintasnya relatif lengang, cocok untuk kendaraan pribadi dan roda dua. Jalur ini juga dikenal dengan pemandangan alamnya yang memukau — hamparan sawah, kebun teh, dan bukit hijau siap menyapa sepanjang perjalanan.

Waktu tempuh rata-rata sekitar 1,5 hingga 2 jam, tergantung kondisi jalan. Walau sedikit lebih jauh dari jalur utama, perjalanan terasa lebih tenang dan menyenangkan tanpa macet panjang.

2. Jalur Conggeang – Darmaraja – Kasomalang

Rute ini ideal bagi pengendara dari arah selatan Sumedang yang ingin menuju Subang bagian tengah, seperti Jalancagak dan Kasomalang. Dari Kota Sumedang, ambil arah Conggeang, lanjut ke Darmaraja, lalu menuju Kasomalang hingga masuk ke wilayah Subang.

Dikenal sebagai “rute indah,” jalur ini melewati Waduk Jatigede dan kawasan perbukitan dengan panorama danau yang luas dan asri. Kondisi jalan tergolong baik, meski masih terdapat beberapa lubang kecil. Waktu tempuh rata-rata sekitar 2 jam 15 menit, bergantung pada cuaca — karena beberapa bagian rawan kabut di pagi dan sore hari.

Keunggulan rute ini bukan hanya efisiensi, tetapi juga pengalaman berkendara yang menenangkan. Banyak pengendara memilih jalur ini untuk menikmati udara segar dan suasana pedesaan yang alami.

3. Jalur Tol Cisumdawu – Exit Cimalaka – Subang Barat

Inilah pilihan tercepat dan paling modern. Sejak Tol Cisumdawu (Cileunyi–Sumedang–Dawuan) beroperasi penuh, perjalanan Sumedang–Subang bisa ditempuh lebih singkat dan nyaman. Dari Sumedang, masuk melalui Gerbang Tol Cimalaka, lalu arahkan ke Dawuan dan keluar di Exit Tol Subang Barat.

Rute ini langsung terhubung dengan kawasan industri Subang, Kalijati, dan jalur Pantura. Waktu tempuh hanya sekitar 1 jam — jauh lebih cepat dibandingkan jalur konvensional. Meski berbayar, efisiensi waktu dan kenyamanan sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

Tol Cisumdawu juga menyuguhkan pemandangan memukau. Jalan ini melintasi Terowongan Cileunyi–Sumedang, terowongan kembar terpanjang di Indonesia, dan melewati perbukitan hijau yang indah. Jika kamu menuju kawasan industri atau bisnis di Subang, jalur ini sangat direkomendasikan karena terkoneksi langsung dengan Tol Cipali (Cikopo–Palimanan).

Dengan kombinasi dua tol ini, perjalanan Bandung–Sumedang–Subang kini bisa ditempuh kurang dari dua jam.

Wabup Subang Tekankan Kolaborasi Daerah untuk Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

program makan bergizi gratis

Subang — Wakil Bupati Subang menghadiri Rapat Konsolidasi Regional di Bogor pada Senin lalu, yang membahas peningkatan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas daerah dalam mengimplementasikan program strategis nasional tersebut.

Menurut Wabup Subang, program MBG merupakan salah satu prioritas utama pemerintah pusat yang memerlukan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan. “Maka dari itu, untuk mensukseskan program MBG ini, diperlukan dukungan dan pentungannya kolaborasi seluruh pihak,” tegas Agus Masykur.

Ia juga menyoroti peran penting Satuan Pelaksana Program Pangan dan Gizi (SPPG) sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan program MBG di daerah. “Sehingga mereka memiliki peran strategi dalam menjalankan program MBG, untuk memastikan setiap anak mendapatkan makanan yang sehat, dan aman dikonsumsi,” imbuhnya.

Selain itu, Wabup menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan keamanan pangan di setiap tahapan pelaksanaan program. Ia mengingatkan agar seluruh pihak memberikan pelayanan terbaik dan memastikan makanan yang disajikan memiliki standar gizi yang baik.

“Kita harus menghasilkan menu yang sehat, dan bergizi seimbang, dan aman dikonsumsi. Agar kejadian keracunan tidak terjadi lagi di Kabupaten Subang,” tandasnya.

Bupati Subang Hadiri Rakor Karya Bakti TNI, Dorong Kolaborasi untuk Kesejahteraan Masyarakat

Bupati Subang menghadiri Rakor Karya Bakti TNI di Purwakarta bersama Gubernur Jawa Barat dan jajaran TNI. Kegiatan ini memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., menghadiri Rapat Koordinasi Pelaksanaan Karya Bakti TNI yang digelar di Bale Sri Baduga, Kabupaten Purwakarta, Selasa (14/10).

Rakor yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dihadiri oleh Komandan Kodim 0605/Subang Letkol Czi Asep Saepudin, S.E., serta para kepala daerah dan komandan kodim dari Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, dan Kota Bekasi.

Pertemuan tersebut membahas strategi pelaksanaan Karya Bakti TNI, sebuah program kolaboratif antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam arahannya, Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Karya Bakti TNI bukan sekadar program pembangunan fisik, tetapi juga sarana memperkuat nilai-nilai sosial dan gotong royong di tengah masyarakat. Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi pondasi penting dalam menjaga ketahanan daerah dan mempercepat kemajuan Jawa Barat.

Pelaksanaan Karya Bakti TNI tahun ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 TNI. Program ini mengusung semangat kolaborasi lintas sektor antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, dan jajaran TNI di berbagai wilayah.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Subang turut didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Subang serta Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Subang. Kehadiran mereka menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Subang untuk mendukung sinergi antara pemerintah dan TNI dalam membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera.


Frasa kunci utama:

Deskripsi meta:
Bupati Subang menghadiri Rakor Karya Bakti TNI di Purwakarta bersama Gubernur Jawa Barat dan jajaran TNI. Kegiatan ini memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tag:
Bupati Subang, Karya Bakti TNI, Dedi Mulyadi, kolaborasi pembangunan, kesejahteraan masyarakat

Revitalisasi Sekolah Luar Biasa di Subang, Hadirkan Semangat Baru untuk Pendidikan Inklusif

revitalisasi sekolah luar biasa

Subang — Pemerintah terus memperkuat pemerataan pendidikan bermutu melalui program revitalisasi satuan pendidikan. Langkah ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diluncurkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Tujuannya jelas: menghadirkan fasilitas pendidikan yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh anak Indonesia, termasuk penyandang disabilitas.

Sejak dimulai pada Mei 2025, program ini telah menjangkau ratusan sekolah di berbagai daerah. Secara nasional, sebanyak 382 Sekolah Luar Biasa (SLB) mendapatkan bantuan perbaikan infrastruktur. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan seluruh proyek revitalisasi SLB rampung pada akhir Desember 2025.

“Dari 382 SLB yang ada, pada bulan Oktober ini kami menargetkan sekitar 216 sekolah sudah mencapai kemajuan fisik minimal 50 persen,” ujar Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, Saryadi, di Subang, Jawa Barat, Senin (13/10).

Di Kabupaten Subang, dua sekolah menjadi penerima manfaat program ini, yaitu SLB Negeri Trituna Subang dan SLB Al-Islah Purwadadi. Revitalisasi di SLB Negeri Trituna Subang telah berjalan selama dua bulan dengan progres mencapai 70 persen. Sekolah tersebut menerima bantuan sebesar Rp390 juta untuk memperbaiki empat ruang kelas, satu ruang pembelajaran khusus, satu ruang administrasi, dan satu toilet.

Kepala Sekolah SLB Negeri Trituna Subang, Lela Latifah, mengungkapkan bahwa revitalisasi memberi dampak besar terhadap semangat belajar siswa dan kinerja guru. “Sebelum revitalisasi, sebagian kelas memang sangat kumuh karena hujan dan banyak yang bocor, sebagian atap pun plafonnya juga ada yang jatuh. Sehingga ketika ada program revitalisasi bisa kami ajukan. Jadi kelas-kelas yang tadinya memang membutuhkan perbaikan, dengan revitalisasi ini kita perbaiki,” ujarnya.

Sekolah dengan 146 siswa dari jenjang SD hingga SMA serta 22 tenaga pendidik ini juga memperhatikan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Dengan fasilitas yang lebih layak, siswa dapat belajar dengan lebih mudah dan mandiri.

Program ini turut memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Baisnu, mandor proyek di SLB Negeri Trituna Subang, menyebutkan bahwa sekitar 40 pekerja dilibatkan dalam pembangunan, dan 60 persen di antaranya adalah warga sekitar.

Salah satu siswa, Raka, juga merasakan perubahan positif di sekolahnya. “Senang karena lebih terbantu untuk akses jalur ke kelas dan musholla. Sekolahnya jadi lebih bagus dan baik,” tuturnya dengan semangat.

Dukungan datang pula dari para orang tua. Dini, salah satu wali murid, menyampaikan rasa syukurnya. “Saya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam untuk Bapak Presiden, Pak Menteri, dan semua yang peduli kepada sekolah anak-anak kami. Semoga ke depannya semakin sukses, dan sekolah-sekolah yang memang memerlukan bantuan segera terealisasi,” ucapnya.

Program revitalisasi satuan pendidikan menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan inklusif dan bermutu untuk semua. Subang kini menjadi contoh bagaimana pembangunan sekolah tidak hanya memperkuat infrastruktur, tetapi juga membangkitkan semangat belajar, mempererat hubungan sosial, dan menyalakan harapan baru bagi masa depan anak-anak Indonesia.

Desa Wisata Subang Raih Anugerah ADWI 2025, Bupati: Wisata Milik Masyarakat, Bukan Investor

Anugerah Desa Wisata Subang 2025

Subang – Sebanyak 15 desa wisata di Kabupaten Subang mengikuti seleksi dan visitasi dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Subang 2025. Setelah melalui proses selama dua minggu, delapan desa wisata terbaik berhasil meraih penghargaan bergengsi tersebut.

Kegiatan puncak digelar di Hotel Laska Subang, Rabu (8/10), dihadiri langsung oleh Bupati Subang Reynaldy Putra Andita dan Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi. Dewan juri terdiri dari akademisi, budayawan, birokrat, dan praktisi pariwisata, dengan ketua juri Dr. Dewi Turgarini, S.S., MM.Par dari Universitas Pendidikan Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Subang, Nenden Setiawati, menjelaskan bahwa ADWI bukan sekadar ajang penilaian, tetapi wadah kolaborasi antar pelaku wisata untuk memperkuat promosi desa wisata Subang hingga tingkat nasional.
“Dari 27 desa wisata yang mendaftar, diseleksi menjadi 15, lalu tersisa 8 yang mendapat anugerah. Ke depan hasil ADWI Subang akan kami usulkan ke tingkat provinsi dan nasional,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai ajang ini menjadi simbol semangat gotong royong dalam membangun pariwisata berkelanjutan di daerah.
“Momen ini bukan sekadar penghargaan, tapi cermin kerja keras kita bersama dalam mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan. Mari kita kembangkan potensi wisata Subang lewat desa wisata sebagai kekuatan ekonomi rakyat,” tutur Kang Rey.

Bupati menegaskan, Subang tidak hanya harus dikenal karena pertanian dan industrinya, tetapi juga karena potensi wisatanya yang luar biasa. Ia mengingatkan bahwa desa wisata adalah wajah sejati Kabupaten Subang, mencerminkan keindahan alam, kearifan lokal, dan keramahan masyarakat.
“Wisata di Subang harus menjadi motor ekonomi rakyat. Wisata bukan milik investor, tapi milik masyarakat Subang sepenuhnya,” tegasnya.

Meski bangga atas capaian tersebut, Bupati mengakui masih ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, terutama soal infrastruktur menuju kawasan wisata. Pemerintah daerah berkomitmen memperbaiki akses secara bertahap.
“Subang punya potensi wisata luar biasa, tapi memang belum semuanya mendapat sentuhan terbaik. Pelan-pelan kita benahi. Akses Kumpay–Kasomalang dan Kasomalang–Cibuluh sudah kita buka. Ini bukti nyata komitmen kita membangun akses wisata yang baik,” jelasnya.

Sebagai bentuk apresiasi pribadi, Kang Rey memberikan hadiah tambahan sebesar Rp5 juta kepada tiga desa wisata terbaik dan Rp2 juta untuk setiap pemenang kategori khusus. Ia juga menegaskan komitmen Pemkab Subang untuk terus berinovasi memperkenalkan potensi wisata daerah, salah satunya lewat Subangfest yang digelar rutin setiap akhir bulan.
“Satu hari Subangfest saja bisa menggerakkan ekonomi ratusan juta rupiah. Ini cara kami menarik orang datang ke Subang dan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.

Delapan Desa Wisata Penerima ADWI Subang 2025:

  1. Juara 1: Desa Wisata Sukamandi (Kec. Sagalaherang)
  2. Juara 2: Desa Wisata Kasomalang Kulon (Kec. Kasomalang)
  3. Juara 3: Desa Wisata Tambak Mekar (Kec. Jalancagak)
    Kategori Khusus:
  • Ekonomi Terngabret: Desa Wisata Bunihayu (Kec. Jalancagak)
  • Sosial Budaya Terngabret: Desa Wisata Dayeuh Kolot (Kec. Sagalaherang)
  • Inovasi Terngabret: Desa Wisata Sidajaya (Kec. Cipunagara)
  • Lingkungan Terngabret: Desa Wisata Sukasari (Kec. Dawuan)
  • Desa Wisata Terfavorit: Desa Wisata Sanca (Kec. Ciater)

Remaja di Subang Jadi Korban Penusukan, Diduga Aksi Geng Motor

penusukan remaja Subang

Aksi kekerasan jalanan kembali mengguncang warga Subang. Seorang remaja bernama Ridho Permana (15) menjadi korban penusukan hingga kritis di Jalan Raya Cibogo, tepatnya di depan SMPN 1 Cibogo, pada Sabtu (11/10/2025) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Ridho ditemukan tergeletak dengan senjata tajam masih menancap di dada hingga tembus ke punggung, membuat warga sekitar panik dan segera meminta pertolongan.

Korban langsung dilarikan ke RSUD Subang, namun karena lukanya sangat parah, ia kemudian dirujuk ke RS Welas Asih untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.

Menurut Humas RSUD Subang, Wawan, kondisi korban saat tiba di rumah sakit sudah sangat kritis.
“Korban datang sekitar jam 03.10 WIB. Sudah kami konsulkan ke dokter bedah. Saran dari tim kami adalah dirujuk karena membutuhkan pemeriksaan lanjutan seperti CT Scan serta penanganan dari berbagai dokter spesialis—bedah toraks, bedah vaskuler, bedah umum, dan bedah saraf,” jelas Wawan.

Ironisnya, selain menjadi korban penusukan, sepeda motor milik Ridho juga dibawa kabur oleh pelaku yang diduga merupakan anggota geng motor. Keluarga berharap pelaku segera ditangkap dan Ridho dapat pulih dari luka serius yang dideritanya.

Pihak Kepolisian Polres Subang kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas pelaku dan motif di balik aksi kekerasan tersebut. Masyarakat pun diminta untuk tetap waspada, terutama saat beraktivitas di malam hari.

Ayah Tega Bunuh Anak di Subang, Berawal dari Cekcok Rumah Tangga

Ayah bunuh anak di Subang

Subang – Warga Kampung Majasari, Desa Majasari, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, dikejutkan oleh tragedi berdarah yang terjadi pada Jumat (10/10/2025) sekitar pukul 00.30 WIB.

Korban, Cepi Puji Lesmana (35), ditemukan tewas di rumahnya dengan luka parah akibat benda tajam. Pelakunya diduga ayah kandung korban sendiri, MM (54), yang tinggal di alamat yang sama.

Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., Ph.D., menjelaskan bahwa laporan pertama datang dari warga yang segera diteruskan ke Polsek Cibogo. Petugas bersama Pawas Polres Subang langsung menuju lokasi kejadian.

“Setibanya di TKP, petugas menemukan korban dalam posisi terlentang di dalam rumah, bersimbah darah dan sudah meninggal dunia. Berdasarkan hasil olah TKP, korban mengalami luka sayatan benda tajam di bagian wajah, hidung, dan punggung,” ungkap Kapolres, Sabtu (11/10/2025).

Saksi Yeyet Sumarni (56), kakak pelaku yang tinggal serumah, menyebut kejadian berawal dari pertengkaran antara pelaku dan korban di ruang tengah rumah. “Pelaku membacok korban di bagian wajah dan punggung hingga korban tak berdaya,” ujarnya.

Usai kejadian, pelaku sempat meminta saksi untuk mengantarnya ke kantor polisi guna menyerahkan diri. Namun, ia akhirnya berjalan kaki meninggalkan rumah sebelum berhasil diamankan petugas sekitar pukul 01.00 WIB dan dibawa ke Mapolres Subang.

Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengaku tersulut emosi karena korban sering melawan saat dinasihati. “Pelaku mengayunkan golok ke arah wajah dua kali dan ke arah punggung dua kali hingga korban meninggal dunia di tempat,” jelas Kapolres.

Pelaku diketahui telah lama bercerai dengan istrinya. Korban tinggal bersama nenek dan bibinya di rumah tersebut. Sementara jenazah korban kini dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu (RSBI) untuk diautopsi.

“Polsek Cibogo bersama Satreskrim Polres Subang terus melakukan penyidikan lebih lanjut,” tegas AKBP Dony.

Kapolres juga meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak membuat spekulasi. “Kasus ini masih dalam proses penyidikan. Kami akan mengusut secara profesional dan transparan demi memastikan keadilan bagi semua pihak,” pungkasnya.

Recent Posts