Beranda blog Halaman 38

Cara Mudah Pembuatan KTP di Subang: Bisa di Kecamatan!

suarasubang.com – Layanan pembuatan KTP di Subang akan semakin mudah diakses. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Subang memastikan bahwa layanan administrasi kependudukan—mulai dari perekaman hingga pencetakan KTP, pembuatan Kartu Keluarga (KK), hingga dokumen Adminduk lainnya—akan tersedia langsung di seluruh kecamatan pada akhir Desember 2025.

Kepala Disdukcapil Subang, Nunung Suryani yang ditemui suarasubang.com di Subang (3/12) menyebut persiapan layanan sudah mencapai 60 persen dan ditargetkan rampung dalam dua pekan ke depan.

Nunung menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah menyelesaikan kebutuhan teknis seperti kesiapan alat, operator, hingga sarana pendukung agar layanan di 30 kecamatan dapat berjalan optimal.

Ia memastikan bahwa pada minggu ke-4 Desember 2025, masyarakat sudah bisa mengurus pembuatan KTP di Subang tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil kabupaten.

“Yang kita persiapkan sarana, tenaganya, operator dan lain-lainnya. Sudah 60 persen, dalam dua minggu ini insya Allah sudah selesai, termasuk alatnya,” ujar Nunung.

Ia memastikan bahwa pada minggu ke-4 Desember 2025, layanan SIAK dan Adminduk sudah dapat diakses langsung oleh masyarakat di kecamatan masing-masing.

Meski demikian, stok blangko yang masih terbatas menjadi tantangan tersendiri, dengan sekitar 10 ribu pengajuan KTP yang sedang menunggu proses pencetakan.

Selain stok blangko, ketersediaan ribbon untuk mencetak KTP juga tengah dikejar agar tidak menghambat layanan.

Nunung menargetkan waktu penyelesaian dokumen kependudukan maksimal tiga hari kerja, kecuali jika stok blangko kosong.

Saat ini, Disdukcapil melayani sekitar 1.000 permohonan Adminduk per hari, sehingga pemerataan pelayanan di kecamatan menjadi solusi penting untuk mengurangi antrean dan mempercepat waktu tunggu masyarakat.

Yang tidak kalah penting, Nunung kembali menegaskan bahwa semua layanan Adminduk, termasuk pembuatan KTP di Subang, sepenuhnya gratis.

Warga diimbau mengurus langsung ke kecamatan atau Disdukcapil tanpa melalui perantara atau calo. Ia juga meminta masyarakat tidak mudah tergiur tawaran pihak tertentu yang mengaku bisa mempercepat proses.

Dengan hadirnya layanan Adminduk di kecamatan, Disdukcapil optimistis pelayanan kependudukan di Subang akan semakin cepat, efektif, dan mudah dijangkau seluruh warga.

Nunung menegaskan bahwa seluruh layanan Adminduk gratis, selama masyarakat mengurus sendiri tanpa melalui perantara atau calo.

“Kami pastikan ketika masyarakat datang langsung ke kecamatan atau ke Disdukcapil, itu gratis. Kami tidak memungut apapun. Jangan lewat orang lain, karena kami tidak bisa menjamin,” pungkasnya.

Heri Sopandi Beri Pesan Penguatan untuk Guru Subang di Malam Anugerah Pendidikan 2025

suarasubang.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, Heri Sopandi, menyampaikan apresiasi dan pesan penguatan bagi para pendidik dalam Malam Anugerah Pendidikan untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang digelar di Hotel Laska, Subang, Selasa (2/12).

Acara ini merupakan bentuk penghargaan kepadasekolah dan guru berprestasi sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Guru Nasional.

Dalam sambutannya, Heri Sopandi menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk perhatian dan apresiasi dari Bupati Subang, Reynaldi Putra Andita yang menginginkan adanya momen khusus untuk memberikan penghormatan kepada para pendidik.

“Penghargaan ini diberikan kepada kepala sekolah dan guru yang berprestasi. Ini adalah apresiasi dari Bapak Bupati, bahwa di momen Hari Guru Nasional harus ada bentuk penghargaan bagi guru,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa malam penghargaan ini dihadirkan sebagai dorongan agar para guru terus meningkatkan kualitas diri dan kinerja. Menurutnya, penghargaan bukan hanya simbol, tetapi diharapkan menjadi pemicu motivasi untuk terus berprestasi dan memperbaiki tata kelola pendidikan di Subang.

Heri Sopandi juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas di berbagai aspek pendidikan, mulai dari lingkungan pembelajaran, pencapaian lulusan, hingga akses pendidikan yang berkeadilan bagi seluruh anak di Kabupaten Subang.

“Mudah-mudahan penghargaan ini menjadi pemacu untuk lebih giat melaksanakan tugas sesuai fungsi, dan memperbaiki semua tatanan pendidikan,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat baru bagi para guru untuk terus meningkatkan prestasi dan kontribusi mereka dalam dunia pendidikan.

“Dengan adanya kegiatan ini saya harapkan guru lebih memacu untuk berprestasi lagi. Terima kasih,” tutupnya.

Acara tersebut menjadi ajang penghormatan sekaligus pengingat bahwa peran pendidik sangat penting dalam memajukan kualitas pendidikan Kabupaten Subang.

Malam Apresiasi Subang: 42 Penggiat Pendidikan dan Budaya Naik Panggung Kehormatan

Malam Penganugerahan Pendidikan dan Kebudayaan Subang

Di bawah lampu-lampu hangat Laska Hotel Subang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang menggelar malam yang berbeda dari biasanya—sebuah panggung apresiasi yang dirancang khusus untuk mereka yang telah berkeringat, berkarya, dan berkisah sepanjang tahun.

Sebanyak 42 penerima penghargaan dari bidang pendidikan, seni, dan kebudayaan naik satu per satu, menerima penghormatan yang pantas mereka dapatkan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Subang, Heri Sopandi, menyampaikan bahwa penganugerahan ini adalah bentuk penghargaan pemerintah terhadap mereka yang bekerja dengan hati.

“Ini bagian dari apresiasi pemerintah kepada mereka yang sudah berdedikasi dan berprestasi di bidang pendidikan, kesenian, kebudayaan, dan lainnya,” ujarnya.

Namun Heri tidak ingin momen ini dianggap garis finis.
Ia menekankan bahwa penghargaan justru harus menjadi bahan bakar baru bagi para penerima untuk terus melaju.

“Harapannya, penghargaan ini semakin memotivasi agar terus tumbuh, bergerak, dan memberikan yang terbaik,” tambahnya.

Suasana acara pun terasa hidup dengan alunan live orchestra yang lembut, tarian tradisional yang memikat, dan penampilan Sisingaan dari siswa SLB Subang yang membuat penonton tersenyum bangga.
Perpaduan seni itu membuat malam penghargaan terasa seperti pesta budaya yang hangat dan penuh makna.

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, melalui Sekretaris Daerah Subang, Asep Nuroni, menyampaikan bahwa acara ini menjadi bukti bahwa sektor pendidikan dan kebudayaan tidak pernah berhenti bergerak.
“Ini menjadi pengingat bahwa masa depan Subang ada di tangan kita, di tangan para guru dan pelaku pendidikan yang terus berkarya dan memberi inspirasi,” kata Asep.

Malam itu ditutup dengan rasa syukur dan kebanggaan.
Acara berlangsung khidmat, meriah, dan menghadirkan penghargaan tulus bagi para tokoh yang telah menjadi bagian penting dalam memajukan pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Subang.

Tanah Merah Mengintai di Subang: Jalan Licin, Motor Terpikir Dua Kali untuk Melintas

Jalan licin Subang akibat tanah merah truk tambang

Subang kembali dibuat waspada ketika tanah merah basah menempel manis di ruas jalan provinsi Subang–Pagaden, tepat di sekitar akses kuari Desa Sukamulya.

Gumpalan tanah yang jatuh dari ban truk tronton tambang itu berubah menjadi jebakan yang siap membuat pengendara jungkir balik pada Selasa (2/12/2025).

Dalam kondisi usai hujan, tanah merah itu makin manja dan mudah berceceran di badan jalan.
Akibatnya, permukaan aspal menjadi kotor dan licin seperti lantai yang baru dipel lantai tujuh belas kali.
Risikonya melambung tinggi, terutama bagi pengendara motor yang melintas tanpa curiga.

Tokoh masyarakat, Ajo, mengangguk saat mengingat peristiwa serupa yang dulu membuat banyak motor menyerah sebelum sampai tujuan.

“Waktu itu banyak motor terjatuh akibat jalan kotor dan licin yang disebabkan tanah yang tercecer truk tambang, kejadiannya sering,” kenangnya.

Iwan, warga lainnya, pun membenarkan cerita suram itu.
Ia menyebut empat warganya pernah menjadi korban jatuh akibat kondisi jalan licin di ruas yang sama.

Kondisi ini membuat warga Desa Sukamulya dan sekitarnya gerah bukan main.
Mereka mendesak pemerintah dan aparat untuk segera melakukan penertiban dengan tindakan yang tegas dan tidak sekadar imbauan lewat pengeras suara.

Terlalu banyak truk tambang yang melintas tanpa mempedulikan keselamatan pengguna jalan maupun dampak lingkungannya.

Desakan ini ditujukan agar kesewenangan truk tambang segera dihentikan dan keselamatan publik kembali menjadi prioritas utama di Subang.

Tiga Jalur Subang Siap Dijaga Ketat Jelang Nataru

Pengamanan tiga jalur Subang saat Nataru

Subang pagi itu tampak sibuk ketika Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan datang sambil membawa angin berita akhir tahun.

Ia menebar pandang, lalu menegaskan bahwa tiga jalur di Subang bakal jadi panggung utama saat Nataru.
“Di Kabupaten Subang itu ada tiga jalur. Dari utara, tengah hingga selatan,” ujarnya.

Di jalur utara yang membentang di Pantura, ia mengingatkan potensi keramaian yang bisa bikin arus lalu lintas ikut senam jantung.
“Jalur utara dari pasar sampai Jembatan Sewo. Termasuk (kalau) ada perayaan tahun baru di beberapa lokasi, nanti dipindahkan ke kecamatan,” tuturnya.

Masuk ke jalur tengah, fokusnya bergeser ke rest area di sepanjang tol yang biasanya jadi tempat pelarian para pemudik yang lapar dan lelah.
Sementara jalur selatan, dari Tangkuban Parahu hingga Ciater, jadi rute cantik yang rawan padat sekaligus rawan tantangan.

Rudi memastikan semua sudah diracik dengan konsep matang oleh Kapolres Subang.
“Tadi sudah disampaikan persoalannya apa dan ini saya yakin sudah dikonsepkan Pak Kapolres, nanti akan maksimal,” katanya.

Untuk pengamanan, 500 personel Polres Subang akan disebar seperti pasukan pionir, dan Polda Jabar siap turun tangan jika bala bantuan diperlukan.
“Kita juga rencanakan minta bantuan masyarakat dari organisasi keagamaan untuk pengamanan tempat ibadah dan juga dari Pramuka yang nanti membantu pihak kepolisian dan tidak lupa personel TNI dan pemerintah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan soal keselamatan berkendara yang sering kali dilupakan ketika semangat liburan menanjak seperti harga cabai.
Polres diminta terus menegur agar masyarakat tetap disiplin meski suasana hati sedang meriah.

Selain soal pengamanan, Rudi menyinggung potensi bencana yang tidak boleh diremehkan.
“Ini (potensi bencana) juga jadi salah satu bahasan. Prasarana nanti disiapkan. Karena di sini potensi longsor. Nanti disiapkan backhoe, kami Polda dan teman-teman lainnya juga siap droping alat-alat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa polisi tidak bisa berdiri sendirian seperti kursi lipat di tengah lapangan.
“Polisi tidak bisa kerja sendirian harus dapat dukungan dari bupati dan stakeholder lain,” kata Rudi.

Dalam kunjungan itu, Rudi juga membagikan bingkisan kepada petugas gabungan sembari memberikan arahan mulai dari Harkamtibmas hingga prosedur penggunaan teknologi.
Semua dilakukan untuk memastikan Subang tidak hanya aman, tapi juga siap menghadapi cuaca ekstrem yang mungkin datang tanpa undangan.

Subang Rayakan Tiga Momentum Besar dalam Satu Upacara Khidmat di Alun-alun

Peringatan KORPRI Guru dan Kesehatan Subang

Pemerintah Kabupaten Subang menggelar Upacara Peringatan ke-54 KORPRI, ke-80 Hari Guru Nasional, dan ke-61 Hari Kesehatan Nasional di Alun-alun Subang pada Senin, 1 Desember.

Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.I.P., yang bertindak sebagai pembina upacara.

Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian peringatan tiga momentum nasional yang sebelumnya diramaikan dengan berbagai perlombaan antar-ASN.

Rangkaian tersebut akan ditutup dengan malam penganugerahan bagi para pemenang.

ASN, guru, tenaga kesehatan, dan unsur perangkat daerah mengikuti jalannya upacara dengan penuh khidmat.

Suasana terasa hangat oleh penghormatan terhadap profesi dan pengabdian masing-masing.

Dalam sambutannya, Bupati Reynaldy menyampaikan apresiasi dan harapan agar ASN, guru, dan tenaga kesehatan terus meningkatkan kualitas pelayanan.

“Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Daerah, saya mengucapkan selamat kepada PGRI, insan kesehatan, dan seluruh keluarga besar KORPRI. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus berbenah dan memberikan pelayanan yang lebih baik, sehingga Kabupaten Subang benar-benar mampu menghadirkan yang terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak.

“Bersama, berkolaborasi, bekerja sama, kita wujudkan yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Subang.”

Bupati Reynaldy juga berpesan kepada para guru agar mantap dalam menjalankan tugas mendidik.

“Jangan pernah takut mendidik siswa. Jika terjadi sesuatu, saya bersama Gubernur akan berada di garis terdepan. Jika ada anak yang membutuhkan tindakan tegas, lakukan dengan bijak tanpa emosi. Siswa perlu dididik secara maksimal,” tutupnya.

Upacara turut dihadiri Sekretaris Daerah Subang, unsur Forkopimda, Ketua Dewan Pengurus Korpri, Ketua PGRI Subang, organisasi wanita, dan berbagai organisasi masyarakat.

Masih di rangkaian acara puncak, pagi itu juga dilakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Cidongkol sebagai bentuk penghormatan bagi para pahlawan bangsa.

Peringatan tiga hari besar nasional ini menjadi momentum penguatan semangat pengabdian ASN Subang untuk masyarakat.

Dahana Kirim Bantuan ke Sumbar, Sandang-Pangan Meluncur Cepat ke Posko Agam

Dahana bantu bencana Sumatera Barat

PT Dahana kembali menebar kepedulian dengan mengirim bantuan kemanusiaan untuk korban bencana di Sumatera Barat.

Bantuan berupa bahan makanan dan kebutuhan bayi itu diterima di Posko BNPB di rumah dinas Bupati Agam, Lubuk Basung, pada Senin, 1 Desember 2025.

GM Divisi Kuari dan Konstruksi PT Dahana, Ryan Noverie Pasoreh, menyebut pengiriman ini sebagai respon cepat terhadap kondisi darurat di Sumatera Barat.

Ia menegaskan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah dilakukan agar bantuan tepat sasaran.

“Kami mewakili manajemen dan seluruh karyawan PT Dahana turut berduka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera. Kami menyadari betapa berat ujian ini, dan kehadiran kami di sini adalah untuk memberikan dukungan moral serta materil agar warga tidak merasa sendirian dalam menghadapi masa sulit ini,” ujar Ryan.

Wilayah Sumatera diketahui sedang dilanda bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi selama beberapa hari terakhir.

Kondisi ekstrem itu memicu banjir bandang dan tanah longsor di berbagai titik vital.

Kabupaten Agam menjadi wilayah terdampak parah karena akses jalan putus dan aktivitas masyarakat lumpuh.

Bencana mengakibatkan kerusakan infrastruktur, lahan pertanian, hingga pemukiman warga.

Banyak keluarga terpaksa mengungsi karena rumah terendam air atau terancam longsor.

Bantuan Dahana mencakup beras, mie instan, air mineral, minyak goreng, telur, dan popok bayi.

Perusahaan juga menurunkan Nanjar Nuryana dari site project PT Semen Padang sebagai tim penyelamat.

Ryan menegaskan semangat saling membantu adalah jati diri masyarakat Indonesia.

Ia mengajak semua pihak ikut serta membantu korban bencana di Sumatera.

“Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak. Kami berharap kondisi segera membaik, air segera surut, dan masyarakat korban bencana diberikan ketabahan serta kekuatan untuk bangkit kembali menata kehidupan pasca bencana ini,” tutup Ryan.

PDAM Subang Suguhkan Promo Akhir Tahun yang Bikin Warga Senyum Sampai Keran

Promo Akhir Tahun PDAM Subang

Subang – PDAM Subang atau PERUMDA Tirta Rangga Kabupaten Subang menghembuskan angin segar menjelang tutup tahun 2025.

Berbarengan dengan Hari Jadi ke-44, perusahaan meluncurkan program “Promo Akhir Tahun, Harga Khusus”.

Perumda TRS mengajak warga memanfaatkan kesempatan langka ini karena promo hanya berlaku sepanjang Desember 2025.

Inisiatif ini diracik untuk memudahkan masyarakat mendapatkan akses air bersih dengan biaya yang lebih bersahabat.

Program diskon sepanjang Desember itu menjadi bentuk terima kasih bagi pelanggan yang sudah setia bertahun-tahun.

Promo tersebut juga menjadi seruan halus namun mantap bagi warga yang belum berlangganan PDAM agar segera bergabung.

Fokus utama promo ini hanya berlaku pada jaringan eksisting yang sudah tersedia.

Harga Spesial Pasang Baru dibanderol cukup Rp750.000,- sebagai peluang emas bagi warga yang ingin memasang sambungan air bersih.

Biaya Penyambungan Kembali atau reaktivasi hanya dikenakan Rp75.000,- bagi mantan pelanggan yang ingin menghidupkan kembali sambungannya.

Dalam keterangan resminya, PERUMDA Tirta Rangga menyebut program ini sebagai bentuk penghargaan atas kepercayaan masyarakat selama puluhan tahun.

Mereka menamai promo ini “Hadiah Akhir Tahun untuk Pelanggan Setia” sebagai bagian dari strategi peningkatan layanan menuju 2026.

Lebih dari sekadar diskon, PERUMDA Tirta Rangga kembali menegaskan komitmen mereka memperbaiki infrastruktur jaringan air bersih.

Perbaikan itu ditujukan untuk memastikan distribusi air yang lebih stabil, lebih berkualitas, dan menjangkau kawasan Subang yang terus berkembang.

Untuk informasi lanjutan, warga dapat mengunjungi kantor cabang PERUMDA Tirta Rangga terdekat.

Layanan pelanggan juga siap membantu proses pendaftaran Pasang Baru maupun Penyambungan Kembali.

DPRD Subang Andrew Mandala Ajak PPPK Paruh Waktu Wujudkan Syukur Lewat Pelayanan Terbaik

pelantikan PPPK Subang

Anggota DPRD Kabupaten Subang dari Fraksi Gerindra, Andrew Mandala S.H., menghadiri Pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Alun-alun Kabupaten Subang, Kamis (28/11/2025).

Wakil rakyat dari Dapil II—meliputi Jalancagak, Cisalak, Tanjungsiang, Sagalaherang, Kasomalang, Serangpanjang, dan Ciater—itu menekankan pentingnya rasa syukur bagi seluruh PPPK paruh waktu yang telah lolos seleksi dan resmi dilantik.

Dalam keterangannya, Andrew menitipkan pesan agar amanah baru tersebut diiringi komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Bagi teman-teman yang telah masuk PPPK paruh waktu harus bersyukur. Sebagai implementasi dari rasa syukur tersebut, kalian harus memberikan pelayanan terbaik buat masyarakat. Harus dengan ikhlas menjalani tugas, karena pada hakikatnya kita semua adalah pelayan masyarakat,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi media, politikus muda Partai Gerindra itu menyampaikan bahwa total PPPK yang dilantik dan diambil sumpah jabatannya hari itu mencapai 5.931 orang.

Andrew juga menegaskan perlunya memaknai syukur melalui tindakan nyata. Ia mendorong para pegawai untuk meningkatkan kinerja seiring perubahan status kepegawaian.

“Seiring dengan bergantinya status pegawai, hal itu harus diikuti dengan peningkatan kinerja yang lebih optimal serta pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Kolaborasi Lintas Lembaga Dorong Pemulihan Sungai dan Mangrove di Anggasari

kolaborasi lingkungan Anggasari

Subang – Kolaborasi berbagai lembaga kembali terlihat di Desa Anggasari, Kecamatan Sukasari. DLH Subang, YLNI, PT Waskita Abipraya, PJT II Subang, dan Pemerintah Desa Anggasari melaksanakan bersih sungai dan penanaman mangrove sebagai langkah pemulihan ekosistem pesisir.

Kegiatan dimulai di Rumah Pembibitan Mangrove YLNI Anggasari. Hadir mewakili Waskita Abipraya, Manager HSE Proyek Akses Tol Cipali–Patimban Paket 2, Syarif, yang memberikan apresiasi atas aksi bersama ini.

“Setiap tahun kami diwajibkan melakukan penanaman pohon sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan. Kami juga berkomitmen menjadi perusahaan konstruksi yang hijau,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Waskita Abipraya menerima sertifikat apresiasi dari Dishut Jabar yang diserahkan oleh Cece Rahman mewakili DLH Subang.

YLNI juga memberikan sertifikat ucapan terima kasih atas donasi 30 unit tong sampah untuk warga Anggasari. Bantuan ini diharapkan memudahkan masyarakat menyimpan sampah agar tidak dibuang sembarangan.

Penyerahan tong sampah dilakukan langsung oleh Syarif kepada Kepala Desa Anggasari dan disaksikan peserta kegiatan.

Kepala Desa Anggasari menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. “Kami, perangkat desa, dan Karang Taruna Anggasari sangat terbantu dengan kegiatan ini. Ini menjadi motivasi bagi kami dalam menjaga lingkungan hidup,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan diperluas ke 11 desa pesisir lainnya di Subang.

Aksi ini mencakup pembersihan bantaran sungai sepanjang 2 kilometer di sekitar SP Kamal yang dipenuhi gulma dan sampah plastik. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit mangrove sebagai bagian dari pemulihan ekosistem pesisir.

Pemulihan mangrove dipandang sebagai “infrastruktur hijau” yang perlu terus diperkuat untuk menjaga keseimbangan alam, terutama di pesisir utara Subang yang rentan abrasi.

Recent Posts