Beranda blog Halaman 37

Elita Budiati Resmi Didapuk Jadi Bunda Guru Subang Paling Kece

Elita Budiati

Kabar gembira datang buat dunia pendidikan di tanah nanas alias Subang.

​Teh Elita Budiati kini resmi sandang status mentereng sebagai Bunda Guru.

​Penobatan gelar kehormatan ini digelar super meriah saat perayaan HUT ke-79 PGRI.

​Ribuan guru tumpah ruah memadati Lapang Bintang dengan penuh sukacita dan haru.

​Gelar spesial ini dikasih bukan tanpa alasan yang jelas dan tegas.

​Anggota DPR RI ini dinilai paling getol pasang badan buat nasib guru.

​Beliau rajin banget teriak di pusat biar guru honorer bisa jadi PPPK.

​Ketua PGRI Subang pun mengakui dedikasi beliau yang memang nggak ada obat.

​”Ibu Elita ini nyata kerjanya, memperjuangkan nasib guru honorer K2 dan non K2 menjadi ASN PPPK,” kata Ketua PGRI Subang Dr H Nunung Suryana.

​Teh Elita sendiri mengaku kaget campur bahagia dapat amanah seberat ini.

​Dia janji bakal terus gaspol berjuang di senayan demi kesejahteraan pahlawan pendidikan.

​”Saya wakafkan diri saya untuk kepentingan masyarakat Subang,” ujar Elita dengan semangat 45.

​Semoga nasib guru di Subang makin cerah ceria ke depannya ya!

Menko PMK Pratikno Minta Subang Mode Turbo Urus Bencana

Menko PMK Pratikno

Subang – Kabar penting mendarat buat warga Subang yang lagi dilanda musibah banjir dan longsor.

​Pak Menko PMK, Pratikno, kasih titah keras biar penanganan bencana nggak pakai lama.

​Beliau ingin semua pihak main “sat-set” urus kekacauan di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak.

​Staf Ahli Budiono Subambang langsung meluncur ke TKP bawa pasukan lengkap tanpa rem.

​Mereka ogah cuma duduk manis dan pilih turun langsung memantau situasi lapangan.

​Budiono bilang kalau Pak Menteri anti banget sama koordinasi yang putus-nyambung.

​”Respons cepat ini adalah arahan langsung dari Bapak menko PMK. Beliau meminta agar seluruh kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak segera dipenuhi, dan koordinasi antarinstansi berjalan tanpa jeda,” ujar Budiono tegas.

​Semua elemen dari BNPB sampai Pemda harus lari kencang penuhi kebutuhan warga.

​Untungnya, 212 jiwa warga terdampak sudah mengungsi ke tempat aman sentosa.

​Kabar baiknya lagi, tidak ada korban jiwa yang jatuh dalam insiden ini.

​Rumah cuma rusak ringan, fasilitas sekolah dan ibadah juga masih berdiri tegak.

​Bantuan logistik pun sudah pindah tangan secara simbolis ke Pak Bupati Subang.

​Sekarang pengungsi sudah mulai balik ke rumah masing-masing dengan tenang.

​Semoga warga Desa Mayang bisa segera tidur nyenyak dan bangkit lagi ya!

Rekomendasi Laundry Subang Paling “Sat-Set” dengan Kelebihan Jawaranya

Rekomendasi Laundry Subang

​Halo wargi Subang, masih betah memandang tumpukan baju kotor yang menggunung bak prasasti masa lalu?

​Daripada pusing mikirin cucian yang tak kunjung kelar, mending simak bocoran tempat laundry paling recommended di kota nanas ini.

​Kami sudah merangkum beberapa spot cuci baju yang punya kelebihan unik, sesuai data lapangan dan rating warga lokal.

​Pertama, ada Janji Cuci Laundry yang berlokasi di Jalan Apel Raya No 23, Perumnas Karanganyar.

​Tempat ini bukan sekadar binatu biasa, tapi membawa konsep premium yang bikin baju Anda serasa baru keluar dari butik.

​Kelebihan utamanya ada pada packaging yang super rapi dan sistem pelayanan berbasis digital yang kekinian.

​Cocok banget buat Anda yang perfeksionis dan ingin bajunya diperlakukan bak anak raja.

​Kedua, melipir ke Jalan Pejuang 45, ada Larisa Laundry yang siap menjadi penyelamat kaum mager akut.

​Juaranya tempat ini adalah layanan antar-jemputnya yang gercep alias gerak cepat.

​Anda tinggal duduk manis di sofa, kurir mereka akan datang mengambil beban hidup (baca: baju kotor) Anda.

​Sangat solutif bagi warga Subang yang sibuk bekerja atau sekadar enggan keluar rumah saat matahari sedang terik-teriknya.

​Ketiga, bagi yang sering wara-wiri di area Rawabadak dan sekitaran akses Tol Subang, kawasan ini adalah surganya laundry ekspres.

​Berdasarkan pantauan lalu lintas pencarian Google, area ini dipenuhi deretan kios laundry yang menawarkan kecepatan kilat.

​Kelebihannya jelas pada lokasi yang strategis, cocok buat Anda yang butuh baju bersih dalam hitungan jam sebelum tancap gas ke luar kota.

​Jadi, mau pilih yang premium, yang jemput bola, atau yang super kilat di pinggir jalan utama?

​Semua kembali pada kebutuhan dan kondisi dompet Anda masing-masing, yang penting besok pakai baju wangi!

Musim Hujan Bikin Mager? Jasa Laundry Subang Jadi Primadona

Jasa Laundry Subang

Sampurasun wargi Subang yang budiman dan selalu merindukan kasur empuk!

Cung siapa yang tumpukan baju kotornya di pojok kamar sudah setinggi Gunung Tangkuban Parahu?

Tenang saja, Anda tidak sendirian dalam menghadapi tragedi pakaian kotor yang meresahkan ini.

Data lapangan menunjukkan bahwa jari-jari warga Subang sedang sibuk mengetik kata sakti di Google.

Rupanya, kata kunci “Laundry” sedang menjadi primadona pencarian di jagat maya lokal kita.

Kaum rebahan sepertinya mulai panik melihat stok kemeja kerja dan daster kebangsaan makin menipis.

Apalagi cuaca Subang belakangan ini galau parah, kadang panas tapi seringnya hujan deras.

Menjemur pakaian sendiri rasanya seperti menunggu kepastian dari gebetan, alias lama banget keringnya.

Maka dari itu, solusi paling cerdas adalah menyerahkan beban hidup ini kepada ahlinya.

Warga mulai berburu jasa cuci kilat, mulai dari kawasan Rawabadak hingga area dekat gerbang Tol Subang.

Fenomena ini jelas menjadi kabar gembira yang membawa cuan bagi para pengusaha binatu lokal.

Mesin cuci mereka kini berputar non-stop bak roda kehidupan yang tak kenal lelah.

Aroma pewangi pakaian hasil laundry kini lebih menggoda iman daripada aroma seblak pedas.

Bagi Anda yang masih gigih bertahan mencuci manual dengan tangan, kami acungkan jempol dua jari.

Namun bagi yang sudah menyerah, segera lempar handuk dan biarkan jasa laundry yang bekerja.

Ingat, penampilan kece itu berawal dari baju yang licin, rapi, dan wangi semerbak.

Jangan biarkan bau apek merusak citra elegan Anda di hadapan rekan kerja atau calon mertua.

Segera cari laundry terdekat dan selamatkan hidung orang-orang tak berdosa di sekitar Anda!

Frasa kunci utama:

Deskripsi meta:

Gunung Kembar Menangis, Cikanday Ngamuk Terjang Cibago

Banjir Bandang Subang

Subang – Langit di atas Gunung Kembar rupanya sedang galau berat pada Kamis siang kemarin.

Air matanya tumpah ruah hingga bikin Sungai Cikanday di Kampung Cibago tak sanggup menahan beban.

Sekitar pukul setengah dua siang, banjir bandang datang tanpa permisi menyapa warga Desa Mayang, Kecamatan Cisalak.

Kabar sedihnya, ada enam rumah warga yang harus rela babak belur dihajar terjangan air bah.

Pak Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, langsung turun gunung menjelaskan duduk perkaranya.

Rupanya kiriman air jumbo dari bukit selatan datang keroyokan melebihi kapasitas tampung sungai.

“Curah hujan tinggi di wilayah Gunung Kembar membuat sungai tidak bisa menampung air dan membawa material lumpur serta batu ke pemukiman warga. Enam rumah mengalami kerusakan cukup berat,” ujar AKBP Dony.

Gara-gara insiden basah ini, sebanyak 30 warga terpaksa angkat kaki sementara waktu.

Mereka kini harus menginap ramai-ramai di GOR Desa Mayang demi mencari tempat aman.

Tak pakai lama, tim gabungan super sigap langsung terjun ke gelanggang lumpur.

Mulai dari Polisi, TNI, BPBD, sampai warga lokal bahu-membahu jadi pasukan bersih-bersih dadakan.

Mereka bergotong royong mengusir lumpur dan batu nakal yang menyumbat aliran Sungai Cikanday.

“Saat ini situasi di lokasi tetap kondusif. Personel gabungan terus bekerja memastikan tidak ada material yang menghambat aliran sungai agar banjir susulan bisa dicegah,” jelas AKBP Dony.

Tak cuma modal otot, urusan perut pengungsi juga jadi perhatian utama Pak Polisi.

Paket sembako sedang dikebut agar segera mendarat mulus di lokasi pengungsian.

Bantuan ini diharapkan bisa jadi pelipur lara bagi warga yang sedang diuji oleh alam.

Bupati Subang OTW Bandung: Bahas Natal Hingga Game Online Perakit Bom

Forkopimda Subang

Wargi Subang tercinta, Kang Reynaldy baru saja meluncur ke Bandung demi misi penting.

Sang Bupati ditemani Pak Sekda Asep Nuroni mendarat mulus di Gedung Muhammad Toha.

Jangan salah sangka, mereka hadir demi agenda serius Pembinaan Forkopimda dari Tim Pusat.

Hajatan ini inisiasi Kemendagri demi menjaga kestabilan pemerintahan dan siap siaga bencana.

Dr. Aang Witarsa Rofik langsung tancap gas memberi wejangan soal potensi kerawanan nasional.

“Mitigasi terkait perayaan Natal, kebencanaan, dan proteksi strategis dalam melindungi anak-anak kita dari ekstremisme dan radikalisme di Indonesia.”

Ada satu hal bikin merinding disoroti beliau soal bahaya mengintai anak-anak kita.

“Saat ini kami concern terhadap banyaknya anak-anak usia 11–18 tahun yang terpapar ekstremisme dan radikalisme melalui game online, paparan kekerasan, bahkan simulasi perakitan bom melalui platform game online tersebut.”

Pak Aang lantas membocorkan kunci rahasia keamanan yaitu kekompakan Forkopimda.

“Kami berharap melalui forum ini, keterlibatan Forkopimda dan kokohnya kerja sama antaranggota dapat menghadirkan keharmonisan dalam pemerintahan daerah. Sehingga jika terjadi suatu peristiwa, dapat ditangani secara cepat dan tanggap.”

Giliran Kang Aher dari Senayan angkat bicara soal posisi strategis forum ini.

“Forkopimda dibentuk untuk menunjang kelancaran urusan pemerintahan daerah. Forum ini merupakan cerminan sinergi, kolaborasi, dan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas nasional.”

Beliau mewanti-wanti peran vital pejabat dalam menjaga ketahanan serta keamanan wilayah.

“Forkopimda juga memiliki peran utama dalam wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, pembinaan kehidupan antar suku, agama, dan ras, serta keamanan regional dan nasional.”

Ujung-ujungnya adalah soal rasa aman agar rakyat bisa hidup makin sejahtera.

“Harapannya, forum ini dapat menjamin rasa aman di masyarakat sehingga kesejahteraan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat dapat cepat tercapai.”

Pasukan lengkap Forkopimda Subang pun tampak setia mendampingi hingga acara bubar jalan.

Banjir Subang Mengamuk: Rumah Ambyar, Warga Mengungsi, Cerita pun Mengalir

banjir Subang, Kali Cikanday, pengungsian warga, banjir rob Legonkulon, berita Jawa Barat

Subang – Banjir di Subang kembali unjuk gigi dan menyapu permukiman warga hingga membuat rumah porak-poranda.
Luapan Kali Cikanday membawa ‘paket komplet’ berupa lumpur, batu, dan material liar yang menerjang Kampung Cibago RT 14 RW 04, Desa Mayang, Kecamatan Cibogo.

“Curah hujan yang tinggi dan intensitas yang cukup lama di wilayah Gunung Kembar menjadi penyebab Kali Cikanday tidak mampu menampung debit air,” ujar Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono, Kamis (4/12).
“Air kemudian membawa material lumpur dan batu hingga masuk ke pemukiman warga,” lanjutnya.

Puluhan warga terseret dalam drama pengungsian dan kini ditampung di GOR Desa Mayang sambil menunggu rumah kembali aman dihuni.
“Situasi saat ini masih kondusif, dan kami bersama instansi terkait terus melakukan upaya penanganan serta memastikan masyarakat berada dalam kondisi aman,” tambah Dony dengan tenang.

Bantuan logistik berupa sembako sedang meluncur menuju lokasi pengungsian agar kebutuhan dasar warga tidak ikut hanyut oleh keadaan.
Pemerintah setempat mengingatkan warga untuk tetap waspada karena cuaca belakangan ini lebih sulit ditebak daripada plot twist drama Korea.

Sementara itu, banjir rob di Kecamatan Legonkulon ikut masuk daftar musibah dengan menggenangi permukiman di Desa Mayangan dan Desa Legonwetan.
Di Desa Mayangan, air merambah Dusun Krajan RT 01 dan RT 02 RW 01 serta Dusun Pondok Bali RT 03 dan RT 04 RW 02.
Di Desa Legonwetan, air menyapa Dusun Krajan RT 01 hingga RT 04 RW 01 dan Dusun Tegalsari RT 05 hingga RT 09 RW 02.

Data sementara mencatat 266 rumah terendam di Desa Mayangan dengan 347 Kepala Keluarga terdampak tanpa korban jiwa.
Di Desa Legonwetan, 487 rumah ikut terendam dengan 813 Kepala Keluarga terdampak dan sama sekali tidak ada korban jiwa.

Pemkab Subang Tegaskan Pemilihan Ruas Jalan yang Diperbaiki Berbasis Prioritas Strategis

Perbaikan Jalan Subang 2025

Subang – Pemerintah Kabupaten Subang kembali menegaskan bahwa pemilihan ruas jalan yang masuk daftar perbaikan tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui pertimbangan strategis yang terukur dan selaras dengan visi “Subang Leucir 2027”.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Bidang Jalan Dinas PUPR Subang, H. Ahmad Amin, ST., M.Si., saat mendampingi peninjauan Bupati Subang Reynaldy Putra Andita pada Rabu (03/12/2025).

Ahmad Amin menjelaskan bahwa terdapat tiga kriteria utama yang menjadi dasar penentuan prioritas perbaikan ruas jalan Kabupaten, yaitu:

  1. Jalan Kabupaten lintasan antar kecamatan, yang memiliki fungsi vital sebagai penghubung mobilitas wilayah.
  2. Jalan dengan tingkat kerusakan paling tinggi namun penggunaannya sangat padat oleh masyarakat.
  3. Ruas jalan yang berpotensi mengangkat perekonomian lokal, sehingga perbaikannya dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan warga.

Penetapan kriteria tersebut memastikan bahwa setiap anggaran APBD digunakan secara efektif, dengan fokus pada ruas-ruas yang memberi manfaat paling besar bagi mobilitas, konektivitas, dan ekonomi masyarakat.

Salah satu realisasi dari pendekatan ini terlihat pada perbaikan Ruas Jalan Veteran Pamanukan, yang pada hari ini telah resmi selesai dikerjakan dan menjadi contoh nyata implementasi pembangunan berbasis prioritas strategis.

Air Sungai Meluap di Cisalak, Warga Subang Sempat Panik: Polisi Pastikan Bukan Banjir Bandang

Air Sungai Meluap Subang

Subang – Sejumlah video beredar di media sosial memperlihatkan aliran sungai di Kampung Samoga, Desa Gardusayang, Kecamatan Cisalak, Subang, yang tiba-tiba meluap dan menerjang permukiman warga pada Kamis (4/12/2025).

Dalam rekaman warga, terlihat arus air berwarna cokelat yang cukup deras membawa lumpur hingga masuk ke teras-teras rumah. Beberapa warga terdengar panik saat air dari sungai mulai merayap ke area permukiman.

Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa yang terjadi adalah luapan sungai, bukan banjir bandang seperti yang sempat dikhawatirkan sebagian warga.
“Itu sungai meluap tapi masuk ke rumah warga. Anggota lagi di sana,” katanya melalui sambungan telepon.

Ia menekankan kembali bahwa tidak ada indikasi banjir bandang.
“Bukan banjir bandang, nggak ada. Itu air sungai meluap,” ujarnya memastikan.

Saat ini kapolsek bersama anggota Samapta berada di lokasi, melakukan pengecekan sekaligus memastikan kondisi warga tetap aman.
“Datanya nanti dikasih tahu,” tambah Dony.

Situasi di lapangan masih dipantau aparat sambil menunggu laporan lengkap terkait kondisi dan dampak dari luapan air tersebut. Pemeriksaan lanjutan bertujuan memastikan apakah ada kerusakan ataupun warga yang terdampak lebih jauh.

Ratusan Rumah di Subang Terendam, Sungai Meluap dan Rob Menyapa Warga

Banjir Subang 2025

Subang – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Subang sejak Kamis siang membuat air sungai tak mampu menahan amukannya dan melimpas ke permukiman warga.
Sejumlah rekaman rumah terendam pun beredar cepat di berbagai grup percakapan dan membuat warga saling bertanya-tanya.

Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono menjelaskan bahwa yang terjadi adalah luapan air sungai yang menyusup masuk ke rumah-rumah warga.
“Itu sungai meluap tapi masuk ke rumah warga. Anggota lagi di sana. Bukan banjir, nggak ada. Itu air sungai meluap,” kata Dony.

Ia memastikan jajarannya, dari kapolsek hingga personel Samapta, sudah berada di lokasi sejak sore untuk mengecek kondisi dan membantu warga.
Aparat masih mendata jumlah rumah yang terdampak dan memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga.

“Nanti dicek ya yang masuk ke rumah warga berapa,” ujar Dony menegaskan.

Dari sisi kebencanaan, pernyataan berbeda datang dari BPBD.
Pranata Humas BPBD Jabar, Hadi Rahmat, mengatakan bahwa ratusan rumah di Subang tercatat terendam banjir.
“Hingga saat ini, kondisi banjir masih berlangsung dan berpotensi mengalami peningkatan. Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan,” katanya.

Tidak hanya sungai yang meluap, Subang juga disapa banjir rob pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WIB di Kecamatan Legonkulon.
Air pasang naik hingga menggenangi dua desa sekaligus: Mayangan dan Legonwetan.

Di Desa Mayangan, air rob merendam 266 rumah dengan 347 Kepala Keluarga terdampak tanpa laporan korban jiwa.
Di Desa Legonwetan, genangan lebih besar—487 rumah dan 813 Kepala Keluarga ikut terdampak namun tetap tanpa korban jiwa.

BPBD Provinsi Jawa Barat langsung berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Subang untuk penanganan cepat.
Tim BPBD Kabupaten Subang juga turun melakukan asesmen dan memastikan kebutuhan warga terpenuhi serta langkah lanjutan dapat segera dilaksanakan.

Recent Posts