Beranda blog Halaman 355

MTQ ke-39 Tingkat Kabupaten Subang Berakhir, Ciasem jadi Juara Umum

IMG-20231124-WA0056.jpg

 

KOTASUBANG.com, Subang – Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesra Subang, H. Rahmat Effendi, S.Sos., M.Si mewakili Bupati Subang, tutup gelaran Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXIX Tingkat Kabupaten Subang, Kamis 23 November 2023. Rangkaian kegiatan MTQ tersebut dipusatkan di Kecamatan Ciasem mulai dari 21 hingga 23 November 2023.

Kemenag Kabupaten Subang, Dr. H. Badruzzaman, S.Ag., M.Pd., menyampaikan ada enam kecabangan lomba dengan 18 golongan yang menghasilkan kejuaraan terbaik 1,2 dan 3. MTQ ini selain merupakan program Kerja Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Subang, juga dilaksanakan untuk mempersiapkan kafilah Kabupaten Subang yang akan berlaga di gelaran MTQ Tingkat Provinsi Jawa Barat 2024, yang rencananya akan digelar di Kabupaten Bekasi.

Keputusan dewan hakim terkait penetapan hasil kejuaraan MTQ ke-XXXIX Tingkat Kabupaten Subang, yang dibacakan oleh Sekretaris Umum LPTQ Kabupaten Subang, H. Eddy Mulyadi Wijaya, S.Sos., M.Si. Kecamatan Ciasem berhasil menjadi Juara umum, dan juara pembinaan diraih oleh Kecamatan Kalijati. Adapun Kejuaraan Pawai Ta’aruf diperoleh Kecamatan Ciasem, Kecamatan Legonkulon, dan Kecamatan Cisalak.

Sambutan Bupati Subang yang sekaligus menutup kegiatan MTQ ke-XXXIX Tingkat Kabupaten Subang Tahun 2023, dibacakan oleh Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesra Subang, H. Rahmat Effendi, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya Bupati Subang, berharap kegiatan MTQ ini dapat meningkatkan kesadaran dan wawasan umat Islam untuk semakin mencintai Al-Qur’an serta sebagai manifestasi dari keluhuran agama Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

“Mudah-mudahan setelah dewan hakim menyelesaikan tugas penilaiannya akan mampu melahirkan qori-qoriah, hafiz-hafizah, khathah-khatatah, yang berprestasi yang akan mewakili kabupaten Subang di tingkat Provinsi Jawa Barat”. Bupati Subang menyatakan akan terus mendukung dan mendorong kegiatan yang berbasis keagamaan dan peningkatan kualitas keumatan masyarakat. Sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Subang yang dapat terwujud ditopang oleh tingginya kualitas keagamaan dan keberagaman masyarakat Kabupaten Subang.

Hadir dalam kesempatan tersebut unsur Forkopimda, Staf Ahli Bupati Subang, para kepala perangkat daerah, unsur MUSPIKA, dan para kepala KUA se-Kabupaten Subang.

Kolaborasi dengan Himpunan Alumni IPB, Mentan akan Tanam Padi 500 Hektar dengan Benih Unggul di Subang

Menteri-pertanian-HA-IPB-Subang.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) siap melakukan percepatan tanam dan peningkatan produktivitas melalui varietas unggul IPB yang akan ditanam di lahan seluas 500 hektare di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Hai itu terungkap pada pertemuan antara menteri pertanian dengan jajaran pengurus Himpunan Alumni IPB beberapa waktu lalu di Jakarta (21/11/2023).

Menurut Amran, IPB dan alumninya memiliki kemampuan sumber daya manusia (SDM) dan pengembangan benih unggul dengan salah satu hasil panen tertinggi di Indonesia. Karenanya, mentan Amran menginginkan pembukaan lahan tersebut mampu menghasilkan produktivitas di atas 10 ton per hektare.

Sebelumnya, dalam pertemuan tersebut Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) IPB University, Prof Suryo Wiyono memaparkan program Kampung Inovasi yang telah dilaksanakan selama dua tahun di Desa Kiarasari, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

“Kampung Inovasi adalah program penerapan teknologi modern dalam budi daya padi pada skala kawasan. Mulai dari pengolahan tanah, penanaman, pengendalian organisme pengganggu tanaman, panen, hingga pascapanen,” ungkap Prof Suryo dikutip dari ipb.ac.id.

Selain penerapan teknologi modern, dilakukan juga penguatan kelembagaan petani. Model ini telah diuji dengan pendampingan para pakar IPB University bersama mahasiswa sejak tahun 2020.

Dalam penerapannya, program Kampung Inovasi ikut melibatkan berbagai pihak, yaitu Dinas Pertanian Kabupaten Subang, HA IPB Kabupaten Subang, SMK Negeri 1 Compreng Pemdes Kiarasari dan CV Sari Bumi Nusantara.

 

Hati-Hati Bakal Ketagihan, Sop Iga ala Rosin Resto Subang Bikin Lidah Bergoyang

IMG-20231124-WA0083.jpg

KOTASUBANG.com, Subang -Bulan November 2023 merupakan bulan yang sangat spesial, di mana Rosin Resto Subang menyajikan menu yang membuat lidah para penikmat kuliner bergoyang.

Sop Iga ala Rosin Resto Subang merupakan menu yang wajib Anda cicipi, dan hati-hati setelah mencicipinya, Anda akan ketagihan untuk terus memakannya kembali. Karena Sop Iga Rosin Resto Subang ini menggunakan daging iga sapi pilihan, dan tentu saja dengan racikan bumbu yang membuat Sop Iga ini menjadi sajian istimewa.

Cukup hanya dengan Rp 25.000,-, Anda sudah dapat menikmati lezatnya Sop Iga Rosin Resto Subang. Jadi tunggu apa lagi? Segera datang ke Rosin Resto Subang dan pesan menu Sop Iga ala Rosin Resto Subang. Karena menu tersebut merupakan menu yang sangat worth it banget dan sayang untuk dilewatkan.

Rosin Resto Subang juga menyajikan menu lain. Tidak hanya menyajikan menu makanan khas Jawa dan Padang. Rosin Resto Subang juga memiliki banyak varian menu yang dapat Anda nikmati. Mulai dari masakan Sunda, Chinese Food, Japanese Food, maupun menu makanan lain seperti Nasi Rawon, Nasi Sop Buntut, Paket Iga Bakar, Nasi Ayam Geprek, Bakso, dan masih banyak menu lainnya. Selain itu, Rosin Resto Subang juga melayani rombongan wisata untuk service makan pagi, siang, maupun malam. Bahkan Rosin Resto Subang sendiri juga melayani pemesanan Nasi Box, yang bisa digunakan untuk acara arisan, meeting, atau acara lainnya yang membutuhkan konsumsi. Dan tentu saja, untuk harga masih sangat terjangkau.

Segera mampir ke Rosin Resto Subang di Jl. Otto Iskandardinata, Kp. Bantarsema, Ds. Cisaga, Kec. Cibogo, Kab. Subang, Jawa Barat (+/- 100 m dari gerbang exit tol Subang), dan nikmati hidangan istimewa dan nikmat dari Rosin Resto Subang.

Rosin Resto Subang
Jl. Otto Iskandardinata, Kp. Bantarsema, Ds. Cisaga, Kec. Cibogo, Kab. Subang, Jawa Barat
For Reservation: 0815

Dishub Kuningan Pastikan Pungutan Retribusi Angkutan Umum di Tepi Jalan Sudah Sesuai Perda

pungutan-Retribusi-dishub-Kuningan.jpg

MEDIAJABAR.COM, KUNINGAN – Kegiatan pungutan retribusi angkutan umum yang dilakukan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kuningan berlangsung menahun lamanya, tentunya sangat tidak sedap dipandang mata publik.

Namun hal itu sudah menjadi kegiatan rutinitas dan sebuah kewajiban pihak Dishub Kuningan dalam melaksanakan tugas selaku kolektor pungutan retribusi angkutan umum.

Hal tersebut berlandaskan payung hukum yang sudah jelas ketetapan dan peruntukannya. Pihak Dishub menjamin pungutan angkutan di tepi jalan itu sudah sesuai Peraturan Daerah nomor 20 tahun 2010.

Kepala Dishub Kabupaten Kuningan, Benni mengatakan, bahwa apa yang dilakukan Dishub sudah sesuai regulasi.

“Dasarnya tentang Pemungutan Retribusi Terminal Peraturan Daerah nomor 20 tahun 2010,” katanya, Senin (27/11/2023).

Mengenai perihal Terminal Sadamantra pihak Dishub mengatakan, bahwa alasan pemungutan Retribusi Terminal Sadamantra ditepi jalan raya, pertama karena fasilitas Terminal Sadamantra yang belum optimal.
“Yang kedua karena lokasi terminal yang jauh dari jalan raya sehingga terpaksa pemungutan retribusi dilaksanakan dipinggir jalan raya,” katanya.

“Karena kalau pihak petugas tidak melakukan tindakan jemput bola, maka retribusi terminal tidak akan terpungut,” tambahnya.

Kemudian ke empat mengikuti pengaturan arus lalu lintas di daerah sekitar terminal dan jalan raya.

“Abdi tos (saya sudah) koordinasi sareung (dengan) Sekretaris Dinas dan Kepala UPTD Terminal,” pungkas Benni.

Sementara Dedi Saedi selaku Kasi Angkutan Umum Dishub Kabupaten Kuningan tidak menanggapi saat awak media menghubungi guna konfirmasi perihal pungutan tepi jalan raya.

Muncul Spanduk Penolakan Simpang Lima Garut Jadi Titik Kumpul Aksi, Siapa Pasang?

Spanduk.jpg

harapanrakyat.com,- Spanduk penolakan Simpang Lima Garut dijadikan titik kumpul aksi tiba-tiba muncul di Bundaran Simpang Lima, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Belum diketahui siapa yang sengaja memasangnya. Sejumlah warga menduga spanduk tersebut dipasang pada Sabtu (25/11/2023) malam. Karena saat siang hingga sore harinya spanduk itu belum terlihat.

Bundaran Simpang Lima merupakan muara arus lalu lintas dari arah Jalan Cimanun, Jalan Pembangunan, Jalan Terusan Pembangunan, Jalan Otista, dan Jalan Pahlawan, Kabupaten Garut.

Bunderan ini adalah akses vital dan kerap dijadikan titik kumpul para peserta aksi demonstrasi dari berbagai elemen. Baik kalangan mahasiswa, ormas, aktivis, hingga komunitas masyarakat lainnya.

Selain itu, Bundaran Simpang Lima Garut juga kerap menjadi tempat kongkow anak-anak muda, termasuk komunitas kendaraan.

“Saya nggak tahu tiba-tiba ada spanduk itu. Ya, biasa saya malam Minggu nongkrong, kopdar di sini rame-rame sama anak motor. Komunitas yang lainnya juga sering,” kata Kakan, salah seorang pemotor, Minggu (26/11/2023).

Wilayah Simpang Lima memang cukup jauh dari pemukiman warga. Meski ada, namun jumlahnya tak sepadat pemukiman di Jalan Otista yang memiliki sejumlah perumahan elit, hingga cluster.

Sementara ini belum ada yang mengklaim soal pemasangan spanduk penolakan Simpang Lima Garut jadi titik kumpul aksi. Tak ada tulisan yang jelas warga mana yang keberatan Simpang Lima menjadi lokasi titik kumpul massa aksi. (Pikpik/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Lomba MTQ Tingkat Kabupaten Subang, Ciasem Raih Juara Umum

Lomba MTQ Tingkat Kabupaten Subang, Ciasem Raih Juara Umum

Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-XXXIX Tingkat Kabupaten Subang Tahun 2023 resmi berakhir pada Kamis, (23/11). Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan di Kecamatan Ciasem mulai tanggal 21-23 November 2023.

Disampaikan oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Subang, Dr. H. Badruzzaman, S.Ag., M.Pd., bahwa terdapat enam cabang lomba dengan 18 golongan yang telah menghasilkan kejuaraan terbaik 1, 2 dan 3. Selain melaksanakan program kerja Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Subang, kegiatan MTQ dilaksanakan untuk mempersiapkan Kafilah Kabupaten Subang di MTQ Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2024 yang akan digelar di Kabupaten Bekasi.

Selanjutnya, keputusan dewan hakim tentang penetapan hasil kejuaraan MTQ ke-XXXIX Tingkat Kabupaten Subang dibacakan oleh Sekretaris Umum LPTQ Kabupaten Subang, H. Eddy Mulyadi Wijaya, S.Sos., M.Si. Juara umum berhasil diraih oleh Kecamatan Ciasem, dan juara pembinaan diraih oleh Kecamatan Kalijati. Adapun Kejuaraan Pawai Ta'aruf diraih oleh Kecamatan Ciasem, Kecamatan Legonkulon, dan Kecamatan Cisalak.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan Sambutan Bupati Subang sekaligus menutup kegiatan MTQ ke-XXXIX Tingkat Kabupaten Subang Tahun 2023 yang diwakili oleh Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesra Subang, H. Rahmat Effendi, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya Bupati Subang, H. Ruhimat berharap kegiatan MTQ ini dapat meningkatkan kesadaran dan wawasan umat Islam untuk semakin mencintai Al-Qur'an sebagai manifestasi dari keluhuran agama Islam yang rahmatan lil 'alamin.

"Mudah-mudahan setelah dewan hakim yang telah menyelesaikan tugas penilaiannya akan mampu melahirkan qori-qoriah, hafiz-hafizah, khathah-khatatah, yang berprestasi yang akan mewakili kabupaten Subang di tingkat Provinsi Jawa Barat," ungkapnya.

Bupati Subang menyatakan akan terus mendukung dan mendorong kegiatan yang berbasis keagamaan dan peningkatan kualitas keumatan masyarakat. Sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Subang yang dapat terwujud ditopang oleh tingginya kualitas keagamaan dan keberagaman masyarakat Kabupaten Subang.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut unsur Forkopimda, Staf Ahli Bupati Subang, para kepala perangkat daerah, unsur MUSPIKA, dan para kepala KUA se-Kabupaten Subang.*(HSM/Radio Benpas Subang)

Agrowisata Belimbing Dewa Depok, Wisata Edukasi yang Menarik

Agrowisata-Belimbing-Dewa-Depok-Wisata-Edukasi-yang-Menarik.jpg

Agrowisata Belimbing Dewa Depok memang sangat unik. Pasalnya, Agrowisata Belimbing yang berada di Depok ini adalah wisata edukasi yang menarik. Wisata Depok ini wajib para pecinta belimbing kunjungi.

Kota Depok adalah wilayah yang dekat dengan pusat Kota Jakarta. Meski tidak kalah modern, Depok juga memiliki wisata alam yang menarik.

Baca Juga: Wisata Kampung Budaya Padi Pandanwangi Cianjur Cocok untuk Keluarga

Salah satunya adalah Agrowisata Belimbing. Di sini, Anda akan belajar lebih dekat dengan alam.

Agrowisata Belimbing Dewa Depok, Jawa Barat

Anda berencana untuk berekreasi dengan akomodasi yang nyaman dan hotel murah? Jika iya, maka Agrowisata Belimbing Dewa menjadi pilihan yang tepat.

Destinasi wisata satu ini berlokasi di Kelurahan pasir Putih, Depok, Jawa Barat. Di dalam wisata ini Anda bisa melihat banyak buah khas Depok, yakni belimbing dewa.

Ketika berwisata di Agrowisata Belimbing ini, Anda akan melihat keindahan alam dan juga keunikan budaya masyarakat setempat.

Aktivitas Wisata

Ketika berkunjung ke Agrowisata Belimbing Dewa, Anda tidak akan pernah merasakan bosan. Sebab, di kawasan agrowisata ini menghadirkan pengalaman yang tak hanya nikmat, tetapi juga menakjubkan.

Saat menjelajahi perkebunan belimbing, pengunjung akan disuguhi dengan pemandangan yang luar biasa.

Menghirup udara segar di tengah hijaunya perkebunan belimbing akan memberikan rasa dekat dengan alam yang begitu mengesankan.

Di sini juga merupakan tempat yang ideal untuk mempelajari lebih dalam tentang buah belimbing dan memahami nilai besar buah ini bagi masyarakat Depok.

Memetik buah belimbing segar langsung dari pohon adalah salah satu atraksi utama di objek wisata ini.

Pasalnya, pengalaman memetik buah segar yang baru dipanen merupakan sesuatu yang langka di kota-kota besar.

Selain mendapatkan buah berkualitas terbaik, pengunjung juga bisa belajar bagaimana memilih buah belimbing yang matang dan unggul.

Nah, pengalaman ini akan memberikan wawasan kepada pengunjung untuk menjadi ahli dalam memilih buah belimbing terbaik di pasar.

Belimbing dewa ini adalah satu dari jenis belimbing yang paling banyak diminati. Buah ini memiliki ciri khas warna kuning-orange.

Baca Juga: Pesona Pulau Panaitan Ujung Kulon, Pantai Misterius dengan Laut Eksotis

Kandungan vitamin C dan A yang tinggi membuat belimbing dewa membuat rasanya enak dan manis. Bahkan, belimbing ini juga menjadi obat herbal untuk berbagai masalah kesehatan.

Anda akan belajar lebih dalam mengenai belimbing dewa ini. Tidak hanya itu, ada juga suguhan berbagai kuliner lezat yang berasal dari belimbing.

Misalnya saja seperti dodol belimbing, sirup, manisan, dan berbagai makanan lain yang lezat dan memanjakan lidah.

Akomodasi dan Transportasi

Perjalanan untuk menuju Agrowisata Belimbing Dewa sangatlah mudah. Anda bisa menemukan berbagai moda transportasi di sini.

Jalan raya yang mudah dijangkau membuat mobil maupun kendaraan lainnya bisa masuk dengan mudah ke wisata satu ini.

Jika berkunjung ke Agrowisata Belimbing Dewa, Anda tidak perlu khawatir akan keberadaan fasilitas penunjangnya.

Sebab, ada berbagai fasilitas yang memadai di destinasi wisata edukasi satu ini. Mulai dari minimarket, warung kedai, money changer, ATM, Bank BRI, BCA, BNI, Mandiri, BPTN Nagari BJB, supermarket dan restoran.

Jadi, Anda tidak akan merasa kelaparan atau kekurangan kebutuhan lainnya ketika berkunjung ke wisata satu ini.

Bahkan jika Anda tiba-tiba sakit, di sana ada klinik, apotek, dokter praktek, rumah sakit, dan bahkan puskesmas yang lokasinya berada di sekitar wisata tersebut.

Baca Juga: New Marigold Garden di Karawang, Destinasi Alam Buatan yang Mempesona

Ada banyak akomodasi, seperti hotel maupun motel di sekitar wisata ini. Jadi, Anda bisa menginap dengan bebas.

Agrowisata Belimbing di Depok ini buka setiap hari dari pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB. Untuk memasuki kawasan Agrowisata Belimbing Dewa, Anda tidak perlu membayar tiket masuk. (R10/HR-Online)

Adu Banteng Motor vs Mobil di Garut, Pemotor Luka Berat

Adu-Banteng-Motor-vs-Mobil-di-Garut-Pemotor-Luka-Berat.jpg

harapanrakyat.com,- Kecelakaan adu banteng motor vs mobil terjadi di Garut, Jawa Barat, Minggu (26/11/2023). Pengendara motor dilaporkan mengalami luka berat.

Kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi di Jalan Raya Malangbong Garut, tepatnya di Kampung Cangkudu, Desa Cihaurkuning, Kecamatan Malangbong.

Kendaraan roda dua nomor polisi D 2906 FH yang dikendarai Iman Nursoleh, menabrak sebuah mobil pick up yang datang dari arah berlawanan.

Kasi Humas Polres Garut, Ipda Adi Susilo mengatakan, adu banteng motor vs mobil bermula saat Mio yang dikendarai Iman datang dari Malangbong ke arah Kersamanah.

Baca Juga: Dua Pengendara Motor Tabrakan di Kota Banjar, Satu Orang Tewas

Namun saat melintasi tempat kejadian perkara dengan kondisi jalan yang lurus, diduga pengendara motor kurang mengantisipasi kendaraannya.

“Sehingga menyenggol kendaraan lainnya yang ada di depan,” katanya Minggu (26/11/2023).

Setelah menyenggol, motor tersebut pun oleng dan hilang kendali ke arah kanan. Dari arah berlawanan, ada mobil pick up yang kemudian menabrak sepeda motor tersebut.

Akibat adu banteng motor vs mobil itu, pemotor mengalami luka berat.

“Sementara untuk kendaraan Mio juga mengalami kerusakan cukup parah,” tuturnya.

Anggota Polsek Malangbong, Polres Garut sudah membantu mengevakuasi korban adu banteng motor vs mobil.

Sementara untuk kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut, diamankan di Mapolsek Malangbong, guna pengembangan penyelidikan lebih lanjut. Kasus ini ditangani unit laka lantas Polres Garut. (Pikpik/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Mengenal Kata Hageuy, Ungkapan Unik Khas Warga Rancah Ciamis 

Kata-Hageuy.jpg

harapanrakyat.com,- Kata Hageuy yang merupakan bagian dari Bahasa Sunda di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat memiliki keunikan sendiri. Pasalnya, kata tersebut hanya ada di wilayah Kecamatan Rancah dan sekitarnya. 

Kabupaten Ciamis merupakan salah satu Daerah di Jawa Barat. Secara umum, penduduk Ciamis memakai bahasa Sunda ketika saat berkomunikasi sehari-harinya.

Daerah yang berbatasan dengan Jawa Tengah itu memiliki banyak logat, kosa kata dalam bahasa Sunda. Hal tersebut menjadi sesuatu yang unik. 

Hal itu seperti halnya kata Hageuy yang merupakan kata ungkapan yang hanya dipakai oleh warga Kecamatan Rancah dan sekitarnya saja.

Keunikan Kata Hageuy

Berdasarkan informasi, kata tersebut mempunyai beberapa arti, bisa bermakna persetujuan, kemudian kepastian dan membenarkan pertanyaan. 

Kata tersebut mirip seperti halnya kata uhun ataupun atos yang artinya iya maupun sudah. 

Misalnya, orang sunda ketika bertanya soal makan, “tadi dahar huela teu? (tadi makan dulu nggak?), biasanya akan menjawab atos atau sudah. Namun, orang Rancah akan menjawab Hageuy. 

Sementara itu, ungkapan tersebut kerap ditemukan di wilayah Kecamatan Tambaksari dan Rajadesa. 

Ungkapan Turun Temurun

Warga asli Rancah yang juga Kepala Desa Cisontrol Yoyo mengaku sejak kecil ia sudah mengenal dengan kata tersebut. 

Jadi, kata Yoyo, Hageuy adalah kata ungkapan yang mana mengisyaratkan tentang persetujuan ataupun pembenaran.

“Usia saya sekarang sudah menginjak 54 tahun, dari saya kecil kata Hageuy itu sudah ada. Kalau untuk asal usulnya saya juga tidak tahu, tapi semua warga Rancah itu sudah terbiasa mengungkapkan kata tersebut, jadi sudah ciri khas,” katanya, Minggu (26/11/2023).

Yoyo menambahkan, sepengetahuannya itu kata tersebut hanya ada di Kecamatan Rancah dan juga Kecamatan Tambaksari yang mana merupakan pemekaran dari Rancah.

Sementara itu, Fajar salah satu warga Rancah menyebut kata Hageuy sejak dulu memang sudah ada. Bahkan, menurutnya Hageuy adalah kekayaan bahasa yang tidak ada di daerah lain.

“Saya juga kalau ngobrol bersama teman dari daerah Ciamis lainnya suka pakai kata Hageuy. Teman saya juga sudah paham maksud dan artinya. Intinya kata Hageuy itu ungkapan persetujuan atau membenarkan,” pungkasnya. (Feri/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)

Fakta Terbaru Kasus Bayi Meninggal Dunia di Klinik Tasikmalaya

Kasus-Bayi-Meninggal.jpg

harapanrakyat.com,- Klinik yang berada di Jalan Bantar, Kota Tasikmalaya terus menjadi sorotan banyak pihak. Hal itu lantaran adanya kasus bayi meninggal dunia dan diduga menjadi korban malpraktik. 

Meski sudah menjadi sorotan, namun hingga saat ini pihak klinik belum memberikan keterangan ke harapanrakyat.com soal bayi prematur yang meninggal dunia itu. 

Bahkan, ketika harapanrakyat.com mengonfirmasi hal tersebut, pihak klinik enggan memberikan pers terkait hal tersebut. 

Sementara itu, di hari selanjutnya, salah satu karyawan mengungkapkan jika pemilik klinik tengah di luar. 

“Lagi di luar yang punya kliniknya, Pak,” kata salah seorang karyawan klinik. 

Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Murjani mengungkapkan, setelah pihaknya melakukan sidak bersama Dinas Kesehatan menemukan fakta baru, yakni pemilik klinik merupakan ASN di salah satu Puskesmas di Tasikmalaya. Sementara itu, istri pemilik klinik merupakan bidan.

“Hasil sidak Jumat kemarin, memang pemiliknya adalah ASN di salah satu Puskesmas dan istrinya adalah Bidan. Saya belum tahu detailnya, tapi yang jelas begitu,” ujarnya, Minggu (26/11/23).

Dalam sidak tersebut, kata Murjani, pihaknya mengaku tidak memiliki posisi untuk membandingkan. Namun, saat bertemu dengan pemilik ia lebih banyak mendengarkan.

“Kalau pengakuan pihak klinik pas kita tanya pelayanan, mereka mengklaim sudah sesuai SOP,” imbuhnya. 

Walaupun begitu, Komisi 4 tetap akan menunggu hasil dari majelis ad hoc bentukan Dinkes, yakni tim pencari fakta yang akan bekerja selama 14 hari.

“Kita tunggu hasilnya. Sebenarnya ini ranah komisi 1, makanya kita posisinya tidak ke mana-mana,” ujarnya. 

Karena itu, pihaknya pun mengimbau untuk menunggu hasil tim pencari fakta yang kini tengah bekerja. 

“Nanti Dinkes akan menyampaikan langsung ke masyarakat soal kasus bayi meninggal dunia tersebut,” pungkasnya. (Apip/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)

Recent Posts