Beranda blog Halaman 35

BPR Subang Raih Bintang 5 di TOP BUMD Awards 2026

TOP BUMD Awards 2026 Subang

Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, menghadiri acara puncak TOP BUMD Awards 2026 Subang yang digelar di Hotel Raffles, Jakarta. Kehadiran beliau merupakan bentuk dukungan nyata Pemerintah Daerah terhadap peningkatan kinerja perusahaan daerah sebagai pilar ekonomi. Melalui ajang ini, Kabupaten Subang menunjukkan taringnya dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah secara profesional dan transparan.

Pencapaian Tertinggi BPR Subang Gemi Nastiti

PT BPR Subang Gemi Nastiti sukses mencetak sejarah dengan meraih penghargaan kategori Bintang 5 dalam ajang bergengsi tersebut. Sebelumnya, lembaga keuangan ini telah konsisten mempertahankan predikat Bintang 4 selama lima tahun berturut-turut sejak 2021. Keberhasilan naik kelas ke level tertinggi ini membuktikan adanya inovasi yang berkelanjutan dalam manajemen perbankan daerah.

Selain prestasi korporasi, penghargaan individu juga diberikan kepada Direktur Utama PT BPR Subang Gemi Nastiti sebagai TOP CEO BUMD 2026. Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, turut dianugerahi gelar sebagai TOP Pembina BUMD atas dedikasi dan visinya. Kemenangan ganda ini mempertegas sinergi yang kuat antara kepemimpinan daerah dengan operasional teknis perusahaan.

Kontribusi BUMD Bagi Pembangunan Daerah

Capaian luar biasa ini diharapkan menjadi motivasi besar bagi seluruh instansi di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Subang. Oleh karena itu, BUMD kini diposisikan sebagai instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kontribusi yang nyata dari sektor bisnis lokal akan sangat berdampak pada pemerataan infrastruktur dan kesejahteraan warga.

Acara yang diinisiasi oleh Majalah Top Business bersama Institut Otonomi Daerah (i-Otda) ini telah rutin digelar sejak tahun 2016. Kemudian, momen ini menjadi wadah apresiasi nasional bagi perusahaan daerah yang berhasil memberikan manfaat luas bagi pembangunan. Sinergi yang terjalin dalam acara tersebut juga mempertemukan berbagai kepala daerah sukses dari seluruh wilayah Indonesia.

Wakil Bupati menerima penghargaan tersebut didampingi oleh Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Subang. Ke depannya, seluruh pihak berkomitmen untuk mempertahankan standar kualitas pelayanan prima demi kemajuan Subang yang lebih baik. Dengan semangat kolaborasi, target-target ekonomi baru optimis dapat dicapai melalui performa BUMD yang semakin gemilang.

Angin Puting Beliung Jalancagak Rusak Ratusan Rumah di Subang

Angin Puting Beliung Jalancagak

Bencana angin puting beliung Jalancagak menerjang tiga desa di wilayah Kabupaten Subang pada Jumat (10/4) sore hari. Akibat peristiwa ini, ratusan bangunan dilaporkan mengalami kerusakan mulai dari tingkat ringan hingga berat. Pemerintah Kecamatan Jalancagak segera melakukan pendataan untuk memastikan jumlah warga yang terdampak oleh cuaca ekstrem tersebut.

Dampak Kerusakan di Tiga Desa

Camat Jalancagak, Sepudin, menjelaskan bahwa Desa Bunihayu menjadi wilayah yang paling parah terdampak bencana. Tercatat sebanyak 138 rumah di desa tersebut mengalami kerusakan, dengan 21 unit di antaranya dalam kondisi rusak berat. Selain itu, terjangan angin kencang juga merusak 19 rumah di Desa Kumpay serta sekitar 7 rumah di wilayah Jalancagak.

Upaya Penanganan dan Bantuan Darurat

Sejak Sabtu (11/4) pagi, petugas gabungan dari BPBD, Tagana, TNI, dan Polri bersama warga bahu-membahu memperbaiki bangunan yang rusak. Mereka juga mengevakuasi ratusan pohon duren yang tumbang hingga sempat menutup akses jalan umum. Meskipun proses pembersihan memakan waktu, semangat gotong royong terus berlanjut demi mempercepat pemulihan kondisi lingkungan.

Kepala Pelaksana BPBD Subang, Udin Jazudin, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan asesmen menyeluruh untuk memetakan tingkat kerugian material. BPBD juga telah berkoordinasi dengan pihak PLN untuk segera memulihkan aliran listrik yang terputus. Kemudian, Dinas Sosial Kabupaten Subang telah mendistribusikan bantuan darurat berupa terpal sebagai penanganan sementara bagi warga terdampak.

Kepala Desa Bunihayu, Edang, mengapresiasi kesigapan para petugas dalam membantu proses evakuasi dan penyaluran bantuan. Beliau berharap proses perbaikan dapat selesai dengan cepat agar warga bisa kembali beraktivitas secara normal. Sebagai hasilnya, sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menangani dampak bencana alam ini secara efektif dan transparan.

Inovasi WTP Subang: Solusi Air Jernih dengan Anggaran Efisien.

Inovasi WTP Subang

Perumda Tirta Rangga Subang (TRS) menghadirkan Inovasi WTP Subang untuk mengatasi krisis distribusi air bersih akibat kekeringan ekstrem. Langkah strategis ini mengandalkan modifikasi teknologi pada instalasi pengolahan air di Cijambe demi menjaga kejernihan pasokan bagi masyarakat. Melalui cara kreatif tersebut, perusahaan tetap mampu memberikan layanan berkualitas tanpa harus membebani anggaran daerah secara berlebihan.

Lukman Nurhakim selaku Direktur Utama memilih jalur modifikasi karena harga unit baru di pasaran mencapai Rp20 miliar. Selain itu, tim ahli hanya menyerap anggaran sebesar Rp1,2 miliar dari APBD 2025 untuk menyempurnakan infrastruktur yang sudah ada. Hasilnya, penghematan biaya mencapai 90 persen sehingga dana publik dapat dialihkan untuk pembangunan sektor penting lainnya.

Sistem modifikasi ini memiliki kapasitas impresif sebesar 120 liter per detik untuk melayani pelanggan di Cijambe hingga kawasan industri VinFast. Meskipun masih dalam tahap uji coba, tingkat kejernihan air sudah meningkat signifikan hingga 60 persen dibandingkan kondisi sebelumnya. Keberhasilan efisiensi ini mengundang minat daerah lain seperti Karawang dan Rembang untuk mempelajari inovasi tersebut sebagai standar baru pelayanan publik.

Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah Tanpa KTP Pemilik Lama

kemudahan pajak kendaraan

Korlantas Polri dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), resmi menyepakati kemudahan pajak kendaraan melalui penguatan koordinasi antarlembaga. Pertemuan strategis ini berlangsung di Lembur Pakuan, Subang, pada Senin (13/4/2026). Selain itu, sinergi tersebut bertujuan memberikan solusi praktis atas keluhan masyarakat mengenai rumitnya prosedur administrasi di Samsat.

Penghapusan Syarat KTP Pemilik Lama untuk Efisiensi

Salah satu terobosan utama adalah penghapusan syarat KTP pemilik asli saat warga memperpanjang pajak tahunan kendaraan bekas. Gubernur Dedi Mulyadi menekankan bahwa layanan publik harus berjalan cepat dan murah bagi seluruh lapisan masyarakat. Oleh sebab itu, warga tidak perlu lagi terbebani oleh birokrasi yang mewajibkan identitas pemilik awal yang sering kali sulit ditemukan.

Direktur Registrasi dan Identifikasi Korlantas Polri, Brigjen Wibowo, mendukung penuh langkah ini sebagai jawaban atas aspirasi publik. Beliau menyatakan bahwa kebijakan baru ini memungkinkan masyarakat untuk langsung melaksanakan proses Bea Balik Nama (BBN) dengan lebih sederhana. Kemudian, personel Korlantas akan diterjunkan langsung ke lapangan guna mendampingi warga agar tidak terjadi kebingungan saat mengurus dokumen kendaraan.

Fokus Pengabdian Rakyat dan Infrastruktur Jalan

Kebijakan pro-rakyat ini berakar pada filosofi pengabdian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata. KDM menegaskan bahwa prioritas pemerintah saat ini bukanlah sekadar mengejar angka pendapatan daerah semata. Sebaliknya, hasil dari kepatuhan pajak akan difokuskan untuk memperbanyak akses jalan yang mulus di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat.

Kolaborasi transparan ini diharapkan menjadi standar baru dalam pelayanan publik yang lebih efisien dan modern. Dengan prosedur yang lebih ringkas, tingkat kepatuhan pajak kendaraan bermotor di Jawa Barat diprediksi akan meningkat signifikan. Pada akhirnya, kepastian hukum bagi pemilik kendaraan pun menjadi lebih terjamin berkat pemangkasan birokrasi tersebut.

Meriahnya Tradisi Ngarak Budak Sunat di Lembur Pakuan Subang

Tradisi Ngarak Budak Sunat

Tradisi Ngarak Budak Sunat mewarnai perayaan ulang tahun ke-55 Kang Dedi Mulyadi (KDM) di kawasan Lembur Pakuan, Kabupaten Subang. Ribuan pengunjung dari berbagai daerah berkumpul untuk menyaksikan festival budaya bertajuk “Nyuhun Buhun” tersebut pada Sabtu (11/4/2026). Oleh karena itu, kehadiran lautan manusia ini menjadi bukti nyata tingginya antusiasme masyarakat dalam menjaga kearifan lokal.

Iring-iringan Kesenian Sunda yang Memukau

Festival ini menampilkan iring-iringan kesenian tradisional dan kereta kencana yang sangat meriah. Selain itu, anak-anak yang akan dikhitan tampak bahagia saat diarak keliling kawasan oleh masyarakat setempat. Penggunaan subjudul seperti ini bertujuan untuk memudahkan pembaca dalam memindai informasi penting serta meningkatkan struktur konten.

Masyarakat dari berbagai kalangan sangat menikmati suasana budaya Sunda yang kental di sepanjang jalur festival. Meskipun arus modernisasi semakin deras, acara ini membuktikan bahwa identitas budaya tetap memiliki tempat di hati warga. Kemudian, setiap paragraf dijaga agar tetap ringkas agar pembaca dapat memahami pesan utama dengan lebih nyaman dan cepat.

Nilai Kebersamaan dan Bakti Sosial

Perhelatan di Lembur Pakuan ini sebenarnya mengandung nilai-nilai kebersamaan yang sangat mendalam. Selain pesta rakyat, agenda ulang tahun ini juga mencakup pagelaran wayang golek yang menghadirkan dua dalang sekaligus. Puncaknya, panitia menyelenggarakan kegiatan sunatan massal sebagai bentuk aksi sosial bagi warga yang membutuhkan pada keesokan harinya.

Kang Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk terus menjadikan tradisi sebagai sarana mempererat tali silaturahmi. Beliau percaya bahwa merawat budaya lokal adalah cara terbaik untuk merayakan kebahagiaan bersama rakyat. Sebagai hasilnya, penggunaan kalimat aktif dan kata transisi dalam tulisan ini memastikan alur narasi tetap logis serta mudah dipahami oleh pembaca maupun mesin pencari.

Patroli Polsek Jalan Cagak Jaga Keamanan Malam Minggu

Patroli Polsek Jalan Cagak

Jajaran kepolisian memastikan situasi malam minggu di wilayah Subang tetap kondusif melalui aksi patroli Polsek Jalan Cagak yang intensif. Kapolsek Jalan Cagak, Kompol Dede Suherman, memimpin langsung tim untuk menyisir jalur lingkar hingga wilayah perbatasan Ciater. Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Sabtu malam ini bertujuan untuk menghapus potensi gangguan keamanan yang sering muncul di akhir pekan.

Sasaran Utama Penertiban Geng Motor dan Miras

Petugas memfokuskan pengawasan pada berbagai titik rawan yang sering menjadi tempat berkumpulnya para remaja. Selain itu, tim berupaya keras membubarkan potensi tawuran, balap liar, serta pesta minuman keras yang kerap meresahkan masyarakat. Kapolsek menekankan pentingnya pendekatan persuasif dengan memberikan imbauan agar para pemuda bekerja sama menjaga ketertiban lingkungan.

Lebih lanjut, patroli ini juga menyasar zona merah kriminalitas, khususnya untuk mengantisipasi tindak pidana Curat, Curas, dan Curanmor (C3). Oleh sebab itu, jangkauan operasi dilakukan secara mobile mulai dari Jalan Lingkar Cagak hingga titik perbatasan Kabupaten Bandung. Langkah preventif tersebut terbukti sangat efektif dalam memberikan rasa aman bagi pengguna jalan dan warga lokal yang melintas di jalur wisata.

Hasil Evaluasi Kondisi Keamanan Wilayah

Hingga saat ini, situasi di seluruh wilayah hukum Polsek Jalan Cagak terpantau sangat aman dan terkendali. Kehadiran personel kepolisian di lapangan secara konsisten mampu menekan angka gangguan ketertiban secara signifikan. Sebagai penutup, jajaran Polsek berkomitmen untuk terus menjaga kenyamanan publik agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar tanpa hambatan keamanan.

Upaya menjaga kondusivitas ini merupakan bagian dari pelayanan prima Polri kepada masyarakat Subang. Dengan struktur pengamanan yang jelas, diharapkan angka kriminalitas di titik-titik rawan dapat terus diminimalisir di masa mendatang. Keamanan wilayah adalah kunci utama dalam mendukung kenyamanan sektor wisata yang menjadi unggulan di daerah Ciater dan sekitarnya.

Kang Akur Pimpin Aksi Subang Resik Ngahiji di Masjid Agung

Subang Resik Ngahiji

Gerakan Subang Resik Ngahiji mewarnai suasana Sabtu pagi di Masjid Agung Al-Musabaqoh pada 11 April 2026. Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi yang akrab disapa Kang Akur, memimpin langsung aksi pembersihan area rumah ibadah tersebut. Langkah nyata ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan publik secara kolaboratif.

Kebersihan Sebagai Cermin Kualitas Iman

Aksi gotong royong ini menyasar area utama masjid, Gedung Dakwah, hingga jalur protokol di sekitarnya. Menurut Kang Akur, merawat rumah ibadah bukan sekadar urusan estetika, melainkan cerminan kualitas iman warga Subang. Selain itu, kegiatan ini memperkuat tali silaturahmi antar masyarakat yang terlibat aktif.

Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Subang menginisiasi gerakan ini sebagai kado pembuka Hari Jadi Kabupaten Subang ke-78. Ketua DMI Subang, Kang Dadhe Alfath, berambisi menjadikan Masjid Agung sebagai pusat syiar yang memikat bagi umat. Beliau berencana menggelar rangkaian kajian lintas organisasi secara rutin setiap akhir pekan setelah kondisi masjid tetap bersih dan nyaman.

Mewujudkan Subang yang Religius Melalui Kuliah Dhuha

Kang Akur juga menaruh perhatian besar pada penguatan karakter generasi muda melalui kegiatan religius. Beliau mengusulkan agar tradisi Sholat Dhuha berjamaah dan kuliah subuh bagi anak sekolah kembali dihidupkan di Masjid Agung. Gagasan ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan positif generasi terdahulu kepada para pelajar masa kini.

Prinsip “Subang Ngabret” atau bergerak cepat dan tepat menjadi landasan dalam menjalankan setiap perubahan di daerah. Wakil Bupati menekankan pentingnya memulai langkah kecil yang konsisten untuk menyelesaikan tumpukan pekerjaan rumah yang ada. Beliau mengajak semua pihak untuk tidak meninggalkan tanggung jawab meskipun belum mampu menyelesaikan semuanya sekaligus.

Gotong royong ini terasa unik karena berhasil menyatukan berbagai elemen masyarakat yang berbeda latar belakang. Aktivis lingkungan, organisasi Islam, hingga komunitas motor bersatu demi visi Subang yang lebih bersih dan bertakwa. Kolaborasi lintas komunitas ini diharapkan terus berlanjut demi kemajuan dan keberkahan Kabupaten Subang di masa depan.

Sinergi Investasi di Subang: PT Meiloon Serap 800 Tenaga Kerja

Investasi di Subang

PT Meiloon Technology Indonesia merayakan lima tahun operasionalnya sebagai bukti nyata kesuksesan investasi di Subang. Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi atau Kang Akur, menghadiri Gala Dinner di kawasan industri Taifa pada Jumat malam. Acara ini menandai kolaborasi harmonis yang terjalin erat antara pemerintah daerah dan sektor industri manufaktur global.

Dampak Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Perusahaan manufaktur ini telah berhasil menyerap sekitar 800 tenaga kerja lokal selama setengah dekade terakhir. Oleh karena itu, kehadiran PT Meiloon memberikan efek domino yang signifikan bagi ekonomi riil masyarakat di sekitar Pagaden. Presiden Direktur Wu Wei Chung mengapresiasi dedikasi karyawan yang menjadi kunci perkembangan utama perusahaan di wilayah ini.

Staf Ahli Kementerian Investasi, Imam Soejoedi, menilai investasi semacam ini sangat efektif menggerakkan roda ekonomi daerah. Selain itu, sinergi yang baik antara tenaga kerja dan manajemen menciptakan iklim industri yang sangat stabil. Hal ini membuktikan bahwa kualitas sumber daya manusia lokal mampu bersaing dalam standar industri internasional.

Keunggulan Infrastruktur Menunjang Investasi di Subang

Kang Akur menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menyediakan “karpet merah” bagi para investor global. Selain itu, kekuatan utama wilayah ini terletak pada konektivitas infrastruktur yang sudah sangat terintegrasi. Akses menuju Pelabuhan Patimban dan jaringan jalan tol memudahkan distribusi produk ke pasar global secara lebih efisien.

Meskipun sempat menghadapi tantangan besar saat pandemi pada tahun 2020, perusahaan tersebut tetap berdiri kokoh hingga saat ini. Sebagai hasilnya, Pemerintah Kabupaten Subang mengajak para investor lain untuk tidak ragu menanamkan modal di wilayah strategis ini. Mereka memastikan lingkungan usaha tetap aman, kompetitif, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.

Cuaca Ekstrem Subang: Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah Warga

Cuaca Ekstrem Subang

Cuaca ekstrem Subang berupa hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Subang sejak Jumat (10/4/2026) siang hingga malam hari. Fenomena alam ini mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan serius serta memicu tumbangnya sejumlah pohon besar di berbagai titik strategis. Ketua Tagana Subang, Jajang Abdul Muhaemin, memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut meskipun dampak kerusakan bangunan tergolong cukup masif.

Dampak Kerusakan Rumah di Jalancagak dan Kasomalang

Bencana ini menyebabkan kerusakan bangunan yang cukup parah di Desa Bunihayu dan Desa Kumpay, Kecamatan Jalancagak. Selain itu, tercatat sekitar 70 rumah di Desa Bunihayu mengalami kerusakan pada bagian atap setelah tersapu oleh hembusan angin kencang. Sebagian besar rumah yang terdampak menggunakan material atap baja ringan, bahkan terdapat satu kejadian di mana atap bangunan terlepas sepenuhnya dan terbang terbawa angin.

Selanjutnya, sebanyak 11 rumah di Desa Kumpay juga dilaporkan mengalami kerusakan serupa, tepatnya di wilayah Kampung Babakan. Personel gabungan dari Tagana, BPBD, serta TNI-Polri segera bergerak cepat untuk melakukan evakuasi terhadap pohon-pohon besar yang menutupi akses jalan provinsi. Berkat kerja sama yang baik dengan masyarakat setempat, arus lalu lintas di jalur Kasomalang dan Jalancagak yang sempat mengalami kemacetan kini sudah kembali normal sejak Sabtu pagi.

Imbauan Keselamatan Menghadapi Cuaca Buruk

Masyarakat Subang sangat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan karena cuaca ekstrem masih berpotensi melanda wilayah tersebut dalam waktu dekat. Oleh karena itu, para pengendara disarankan untuk segera mencari tempat berteduh yang aman dan tidak berlindung di bawah pohon saat terjadi hujan lebat disertai angin. Pihak Tagana juga mengingatkan warga agar segera keluar dari dalam rumah jika terjadi angin kencang demi meminimalisir risiko tertimpa material bangunan yang roboh.

Pada akhirnya, kesadaran kolektif dalam menjaga keselamatan diri menjadi kunci utama dalam menghadapi risiko bencana alam di tengah musim penghujan ini. Tetaplah memantau informasi cuaca terkini dari pihak berwenang agar dapat melakukan langkah antisipasi yang diperlukan secara tepat waktu.

Langkah Strategis Jawa Barat Menuju Zero New Stunting: Komitmen Subang di Rapat Evaluasi

Penanganan Stunting Jawa Barat

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, menghadiri Rapat Evaluasi Penanganan Stunting di Aula Rapih Repeh, Gedung Sate, Bandung, pada Selasa (07/04/2026). Selain itu, pertemuan penting ini bertujuan untuk memetakan kondisi gizi serta potensi kekuatan setiap daerah di seluruh Jawa Barat.

Prestasi Jawa Barat dalam Menurunkan Prevalensi Stunting

Provinsi Jawa Barat berhasil mencatatkan penurunan angka prevalensi stunting yang sangat signifikan, yakni dari 21,7% di tahun 2023 menjadi 15,9% pada tahun 2024. Oleh karena itu, Jawa Barat dinobatkan sebagai provinsi terbaik dalam penanganan stunting secara nasional di tahun tersebut. Wakil Gubernur Erwan Setiawan menegaskan bahwa pencapaian luar biasa ini merupakan hasil kerja keras kolektif dari seluruh pemerintah kota dan kabupaten, bukan sekadar hasil kerja tingkat provinsi semata.

Komitmen Kabupaten Subang Menuju Target 5 Persen

Kabupaten Subang saat ini masuk dalam empat besar daerah dengan angka prevalensi stunting terkecil di Jawa Barat, yaitu sebesar 12,4%. Meskipun demikian, Kang Akur selaku Ketua TP3S Subang tetap berkomitmen penuh untuk mencapai target ambisius di masa depan sebesar 5%. Selanjutnya, pemerintah daerah akan memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN) melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah-langkah taktis ini diambil guna memastikan target zero new stunting di masa kepemimpinan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan dapat segera terwujud.

Optimisme Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul melalui penanganan gizi yang tepat menjadi pondasi utama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Pada akhirnya, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat diyakini mampu menekan angka stunting secara berkelanjutan.

Recent Posts