Beranda blog Halaman 321

Makanan Khas Sumedang, Emplod hingga Asinan Sukasari

Makanan-Khas-Sumedang-Emplod-hingga-Asinan-Sukasari.jpg

Makanan khas Sumedang memiliki cita rasa yang unik. Selain disantap sebagai cemilan atau teman minum kopi dan teh, makanan khas dari Sumedang seringkali dijadikan oleh-oleh. Rasanya yang enak dan lezat, tidak jauh berbeda dengan makanan khas Sunda lainnya.

Makanan Khas Sumedang yang Wajib Anda Coba

Kabupaten Sumedang memiliki berbagai macam makanan khas yang memanjakan lidah. Berikut ini beberapa diantaranya.

1. Emplod

Makanan Khas Sumedang
Foto: Instagram @ngemil_raos

Mungkin sebagian orang masih kurang familiar dengan emplod. Padahal, emplod adalah salah satu kuliner yang wajib Anda cicipi saat berkunjung ke Sumedang.

Baca Juga: Kuliner Nasi Liwet, Asal Usul dan Cara Membuatnya yang Enak

Makanan khas ini memiliki cita rasa yang gurih dan lembut. Emplod terbuat dari bahan dasar singkong dan parutan kelapa.

Selain Anda santap sebagai cemilan pendamping secangkir teh atau kopi, emplod juga cocok untuk sarapan. Singkong sebagai bahan utamanya, bisa menjadi asupan karbohidrat untuk memenuhi kebutuhan energi.

2. Peuyeum Gantung

Foto: Youtube @Dapur Leony

Peuyeum gantung merupakan makanan khas Sumedang yang menggunakan bahan dasar singkong. Singkong yang telah berubah menjadi peuyeum melalui proses fermentasi.

Karena sedikit mengandung air, peuyeum gantung memiliki daya simpan yang cukup lama. Meskipun Anda simpan selama beberapa hari, tidak akan mudah basi alias awet.

Hal inilah yang membedakan peuyeum dengan tape. Tape cenderung lebih basah, sehingga tidak memiliki daya simpan yang lama.

Sesuai dengan namanya, makanan khas ini diperjual belikan dengan cara menggantungnya menggunakan tali rafia di balik sebuah etalase warung pinggir jalan.

Tidak sulit untuk mendapatkan peuyeum gantung, karena sudah banyak warung-warung pinggir jalan yang menjajakannya. Selain itu, harganya pun sangat terjangkau, yakni sekitar Rp 15.000.  

3. Opak Ketan

Foto: Youtube @TRANS7 OFFICIAL

Opak Ketan merupakan cemilan khas Sumedang yang memiliki banyak penggemar. Baik anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia, menyukai makanan khas yang satu ini.

Karena terbuat dari beras ketan, menghasilkan rasa gurih yang nikmat. Untuk mendapatkannya Anda bisa mengunjungi pusatnya langsung, yakni di Desa Conggeang.

Opak ketan sudah menjadi simbol kekayaan kuliner di desa tersebut. Bahkan, Anda bisa melihat tugu opak di Desa Conggeang.

4. Ubi Cilembu

Makanan Khas Sumedang
Foto: Youtube @EKPUT Channel

Salah satu makanan khas yang terkenal di Sumedang, yakni ubi Cilembu. Terkait bentuk dan ukurannya, ubi Cilembu tidak jauh berbeda dengan jenis ubi lainnya.

Namun soal rasa, ubi Cilembu memiliki rasa yang khas. Ubi ini bisa Anda olah menjadi berbagai macam makanan.

Cara masak yang paling populer adalah dengan memegangnya. Ketika ubi Cilembu dipanggang, akan mengeluarkan cairan berwarna kecoklatan seperti madu dan rasanya manis.

Selain dipanggang, Anda juga bisa merebus atau mengukusnya. Akan tetapi, cairan mirip madu yang terkandung dalam ubi Cilembu dapat berkurang.

Karena kandungan gulanya yang cukup tinggi, saat mengolah ubi Cilembu perlu kehati-hatian. Hal ini bertujuan untuk mencegahnya cepat gosong.

Baca Juga: Nasi Timbel Komplit Khas Sunda dengan Citarasa yang Menggoda

Anda bisa membeli ubi Cilembu yang sudah diolah atau masih mentah. Ubi Cilembu yang sudah matang, biasanya dijual per paket. Sedangkan ubi Cilembu yang masih mentah dijual dalam bentuk kiloan.

Ubi Cilembu cocok Anda sajikan bersama teh panas pahit. Kenikmatannya semakin sempurna, jika Anda mengonsumsinya selagi panas atau hangat.

5. Asinan Sukasari

Foto: Instagram @go_war

Makanan khas Sumedang lainnya yang tak boleh Anda lewatkan, yakni asinan Sukasari. Biasanya, asinan Sukasari berisikan campuran sayuran dan buah-buahan yang segar. Mulai dari kedondong, mentimun, dan aneka buah maupun sayur lainnya.

Makanan khas ini cocok Anda santap saat cuaca sedang terik-teriknya. Selain disantap untuk menunda rasa lapar, asinan Sukasari menjadi sumber vitamin dan mineral yang cukup baik.

6. Tahu Sumedang

Foto: Instagram @tahusmdrenyah

Tahu Sumedang menjadi cemilan yang sangat populer karena rasanya yang gurih dan harganya pun juga terjangkau. Pada bagian luarnya, memiliki tekstur yang garing dan renyah.

Setelah digigit, dalamnya terasa empuk dan lembut. Hal ini merupakan perpaduan rasa yang sangat sempurna.

Baca Juga: Makanan Tradisional Sunda yang Pasti Bikin Ngiler, Cek Daftarnya Di Sini!

Bahan dasar pembuatannya adalah kedelai yang dibungkus dengan anyaman bambu berlapis daun pisang. Selain Anda makan secara langsung, tahu Sumedang bisa Anda santap dengan cabe rawit, sambal, saus, hingga kecap. Anda hanya perlu menyesuaikannya dengan selera.

Itulah tadi beberapa makanan khas Sumedang yang wajib Anda cicipi saat berkunjung. Karena harganya yang terjangkau, tidak membuat kantong kering meskipun membelinya dalam porsi banyak. (R10/HR-Online)

Taman Hutan Raya Djuanda Wisata Populer di Kota Bandung

Taman-Hutan-Raya-Djuanda-Wisata-Populer-di-Kota-Bandung.jpg

Taman Hutan Raya Djuanda bisa menjadi destinasi liburan Anda. Tahura Djuanda atau Taman Hutan Raya Djuanda ini merupakan wisata alam yang berada di kota Bandung. Tempat wisata Bandung ini menjadi salah satu tujuan berlibur yang populer di daerah Jawa Barat.

Baca Juga: Kampung Adat Cireundeu, Mutiara Tersembunyi di Kota Cimahi

Selain merupakan kawasan konservasi, wisata ini juga cocok dijadikan sebagai tempat rekreasi. Bukan hanya itu, Anda juga berkesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan tentang alam dan lingkungan.

Taman Hutan Raya Djuanda, Destinasi Rekreasi Seru

Sesuai dengan namanya, wisata Bandung ini merupakan tempat wisata dengan konsep taman kota. Ukuran luasnya mencapai 590 hektar dan berada di ketinggian 770 sampai 1.330 meter di atas permukaan laut.

Tahura Djuanda berdiri pada tahun 1965 dengan luas 10 hektar saja. Kemudian, memperoleh perluasan dari kawasan Dago Pakar hingga Maribaya Lembang.

Taman hutan dengan luas 526.98 hektar berada di Desa Ciburial, Kec. Cimenyan, Kab. Bandung. Sedangkan, sebagian lainnya sudah termasuk kawasan Desa Mekarwangi, Desa Cibodas, Desa Langensari dan Desa Wangunharja, Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat.

Destinasi Wisata Taman Djuanda

Selain menawarkan suasana alam yang sejuk dan asri, taman ini turut menyediakan sejumlah destinasi wisata. Mulai dari museum, gua hingga curug.

Untuk bisa sampai ke destinasi-destinasi tersebut, Anda perlu melintasi jalan setapak beralas paving block. Jalanan ini membentang dari gerbang Selatan di Dago Pakar sampai ke gerbang Utara di Maribaya.

Berikut penjelasan lebih lengkap tentang destinasi-destinasi menarik Taman Djuanda:

Gua Belanda

Destinasi Taman Hutan Raya Djuanda yang pertama adalah Gua Belanda. Gua yang merupakan buatan manusia ini berjarak 500 m dari pintu masuk taman.

Baca Juga: Forest Walk Sumedang Jadi Wisata Ramah Lingkungan Baru

Berdiri sejak tahun 1901, gua ini merupakan peninggalan Belanda yang dulunya digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga air.

Hingga kemudian gua ini terpakai sebagai markas militer, pusat informasi, bahkan penjara oleh militer Belanda.

Curug Omas

Curug Omas menyajikan pemandangan air terjun yang jernih dengan suasana alam yang asri. Area sekitar curug yang sejuk, membuatnya sebuah tempat bersantai yang paling tepat.

Anda bahkan bisa berkunjung ke curug lain yang lokasinya tidak jauh dari Curug Omas.

Tebing Keraton

Tebing Keraton menjadi destinasi Taman Hutan Raya Djuanda yang populer di kalangan anak-anak muda. Destinasi yang berada di ketinggian 1.200 mdpl ini menyuguhkan pemandangan hijaunya Tahura Djuanda dengan hamparan yang luas.

Konon katanya, waktu terbaik untuk menikmati keindahan taman dari tebing ini adalah pada saat matahari terbit dan tenggelam. Pada dua waktu tersebut Anda bisa menyaksikan suasana alam dengan lanskap cahaya matahari.

Tebing Keraton juga sering disebut dengan “Bukit Instagram”. Karena banyaknya pengguna aplikasi medsos tersebut yang mengunggah foto dengan latar belakang panorama Tebing Keraton.

Baca Juga: Kawah Wayang Pangalengan, Pesona Tersembunyi di Bandung Selatan

Itulah pembahasan seputar Taman Hutan Raya Djuanda lengkap dengan destinasi wisata yang ditawarkannya.  Taman ini menawarkan pemandangan alam yang asri sehingga sesuai untuk tempat berlibur di akhir pekan. Selain itu, Tahura Djuanda dapat Anda jadikan sebagai tempat rekreasi sekaligus edukasi ketika berlibur bersama anak-anak. (R10/HR-Online)

Siswa SMKN Karangjaya Tasikmalaya Tanam Buah Melon Golden, Sekali Panen Dapat 3 Ton

Melon.jpg

harapanrakyat.com,- Siswa SMKN Karangjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat, berhasil budidaya tanaman buah melon golden. Dalam sekali panen dapat 3 ton melon golden.

Budidaya buah melon yang ditanam pada lahan bekas persawahan di Kampung Cisarana, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya itu, para siswa bekerja sama dengan Pemuda Tani Mekarsari.

Meski begitu, dari awal penanaman, yaitu mulai pencarian bibit, cara perawatan, hingga mencari pelanggan atau konsumen, mereka lakukan secara mandiri.

Saat ini buah melon golden belum bisa dipanen, meskipun sudah terlihat besar dan menguning. Untuk bisa panennya beberapa pekan kedepan dengan cara menjualnya kepada konsumen secara petik langsung.

Baca Juga: Beli Melon Golden di Tasikmalaya Bisa Petik Langsung dari Pohonnya

“Jadi nantinya para siswa bisa memanfaatkan ketika mereka lulus sekolah. Pengembangan budidaya buah melon golden ini dikelola oleh para murid, bekerja sama dengan para pemuda setempat,” terang Asep Sahril, guru SMKN Karangjaya, Minggu (10/12/2023).

Lanjutnya mengatakan, penanaman melon tersebut sudah berlangsung 1 tahun dan sudah 3 kali panen. Dari estimasi 2 ribu pohon bisa menghasilkan 3 ton dalam sekali panen.

“Kami memilih bertanam golden melon ini karena mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Sehingga nantinya para siswa bisa termotivasi untuk mengembangkan ketika sudah lulus sekolah,” harap Asep Sahril.

Sementara itu salah seorang siswa, Heru Setiawan, mengaku mendapatkan pengalaman baru cara menanam buah melon golden. Bahkan ia sendiri sudah bisa menanam melon sendiri.

“Melon golden ini bisa panen setelah 60 hari. Kalau sekarang baru menguning, dan nanti ketika panen masyarakat yang mau beli bisa memetik langsung di kebunnya,” katanya. (Apip/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Ulama di Tasikmalaya Geram, Kontrakan Dekat Masjid Jadi Pemasok Miras

Ulama-di-Tasikmalaya-Geram-Kontrakan-Dekat-Masjid-Jadi-Pemasok-Miras.jpg

harapanrakyat.com,- Ulama di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat geram, setelah mengetahui kontrakan di dekat Masjid Jami Al Barokah menjadi pemasok minuman keras (miras).

Penemuan miras di sebuah kontrakan dekat masjid yang ada di Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung tersebut, saat razia pada Kamis (7/12/2023) malam.

Diduga 638 botol yang isinya miras berbagai merek tersebut, akan diedarkan. Namun keburu terkena razia petugas dari polisi, TNI, Satpol PP dan ormas Islam.

Sebagian miras hasil razia tersebut ditumpahkan di halaman kontrakan oleh ormas Islam yang geram. Sedangkan sebagiannya lagi petugas angkut ke markas Satpol PP Kota Tasikmalaya.

Ulama Kota Tasikmalaya, Ustaz Yanyan Albayani, mengaku geram. Lantaran rumah kontaran yang jaraknya beberapa meter dari masjid Jami Al Barokah, disulap menjadi gudang atau tempat pemasok miras.

Selain itu, pihaknya juga mengecam keras penghuni kontrakan yang sudah membuat lingkungan sekitar masjid menjadi kotor.

“Temuan itu jelas-jelas merusak kesucian dari masjid,” tegasnya kepada harapanrakyat.com, Minggu (10/12/2023).

Ustadz Yanyan pun mengimbau kepada seluruh masyarakat, jika ada tempat yang dicurigai menjadi gudang miras, untuk segera melaporkan kepada aparat.

“Kemudian kami juga meminta kepada aparat untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat,” katanya.

Bukan hanya ulama di Kota Tasikmalaya saja yang geram dengan penemuan kontrakan di dekat masjid menjadi pemasok miras. Camat Cihideung, Soni, juga sangat geram.

Ia mengaku prihatin, kontrakan yang dekat denganMasjid Jami Al Barokah menjadi gudang penyimpanan ratusan botol berisi miras.

“Kedepan, mudah-mudahan masyarakat khususnya di wilayah Kecamatan Cihideung untuk lebih waspada dengan peredaran miras. Terlebih saat ini menjelang natal serta tahun baru,” katanya. (Apip/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Curhat Pedagang Taman Surawisesa Ciamis Jualannya Sepi Pembeli

Pedagang-Taman-Surawisesa.jpeg

harapanrakyat.com,- Pengunjung Taman Surawisesa, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meningkat pada akhir pekan Sabtu-Minggu (9-10/12/2023). Namun ramainya pengunjung tak berdampak pada para pedagang sekitar Taman Surawisesa. Mereka mengaku jualannya sepi pembeli.

Dadi, warga Kawali membenarkan, sejak dua hari terakhir Taman Surawisesa ramai pengunjung. Peningkatan itu terjadi karena sedang ada event kejuaraan tinju di halaman Kantor Kecamatan Kawali tak jauh dari Taman Surawisesa Ciamis.

“Sedang ada kejuaraan tinju jadi ramai, juga kan sekarang hari libur sekolah dan cuacanya sangat mendukung, tidak hujan,” ujar Dadi, Minggu (10/12/2023).

Dadi menyebut, pengunjung yang datang tidak hanya dari wilayah Kawali saja namun juga dari luar daerah Ciamis lainnya. Namun menurut Dadi, para pedagang sekitar taman terlihat lesu karena sepinya pembeli.

“Pengunjung banyak tapi pedagang sekitar taman mengaku penjualannya sepi,” ungkapnya.

Baca Juga: Disbudpora Ciamis Gelar Kejuaraan Tinju Amatir Antar Sasana di Kawali

Sementara itu, Yani, seorang pedagang makanan membenarkan sejak dua hari terakhir terjadi peningkatan jumlah pengunjung ke Taman Surawisesa Ciamis. Hanya saja menurutnya kondisi itu tidak membuat dagangannya laris. Menurut Yana para pengunjung lebih memilih jajan di tempat lain.

“Ya, meski pengunjung meningkat pedagang tetap lesu karena sepi pembeli. Banyaknya pengunjung yang datang belum mampu mendongkrak penjualan,” ucapnya.

Yani berharap seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung yang datang dapat mendorong perekonomian masyarakat para pedagang yang berjualan di sekitar Taman Surawisesa Ciamis. (Dji/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Joget Gemoy Prabowo Subianto Jadi Inspirasi Lomba Bayi Sehat

Lomba.jpg

harapanrakyat.com,- Joget gemoy Prabowo Subianto terus menjadi inspirasi warga. Joget khas salah satu calon presiden  2024 dalam merespon segala bentuk serangan lawan politik terhadapnya itu, kini menjadi inspirasi warga Kampung Pakuan Subang, Jawa Barat, menggelar Lomba Bayi Sehat dan Gemoy.

Lomba yang berlangsung pada Minggu (10/12/2023) pagi itu diikuti tak kurang dari 800 peserta. Suasana acara terasa begitu meriah dengan membludaknya pengunjung.

Karena setiap peserta lomba rata-rata diantar minimal tiga orang. Panitia pun tampak mengalami kerepotan menyediakan konsumsi.

“Sebetulnya untuk konsumsi sudah kita antisipasi. Misalnya, karena peserta terdaftar ada 800 orang, maka kita siapkan konsumsi makan itu untuk 1000 orang. Eh ternyata yang datang membludak. Karena tiap peserta diantar minimalnya oleh 3 orang,” kata Pap Godo dari pihak panitia penyelenggara.

Kehadiran pengunjung yang diluar dugaan itu juga mendapat respon oleh salah satu tokoh Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, berkat kesigapan panitia semua bisa teratasi. Tidak ada pengunjung yang tak kebagian konsumsi,” katanya.

Dedi yang kini menjadi caleg DPR RI dari Partai Gerindra itu mengungkapkan rasa senangnya ketika melihat respon masyarakat dari berbagai wilayah di Jawa Barat, antusias datang. Baik sebagai peserta lomba maupun sekedar hadir.

Baca Juga: Capres 2024 Prabowo Subianto Goyang Gemoy Saat Kampanye Perdana di Tasikmalaya

Mereka yang datang diantaranya dari Tasikmalaya, Bandung,  Cirebon, Cikarang, Bekasi dan daerah lainnya.

Dedi Mulyadi Soal Joget Gemoy Prabowo Subianto

Menurut Dedi Mulyadi, banyaknya warga yang hadir dan daftar sebagai peserta salah satunya mungkin karena faktor untuk dapat hadiah besar yang totalnya mencapai Rp 100 juta. Atau mungkin juga sebagian warga ingin liburan sekalian hiburan.

Saat ditanya awak media apakah mungkin tingginya antusiasme warga itu sebagai bentuk dukungan kepada Prabowo karena ada kata gemoynya? Mantan bupati Purwakarta dua periode ini mengaku tak mau berspekulasi terlalu jauh.

“Yang pasti kegiatan ini bukan kampanye capres. Sebagian warga mendaftar karena tertarik ada kata gemoynya yang nota bene identik dengan Prabowo, itu soal lain. Masa orang suka ke Pak Prabowo karena ada gemoynya harus kita larang,” tegasnya.

Baca Juga: Gelar Joget Gemoy, Dedi Mulyadi Sosialisasi Politik Riang Gembira

Lanjut Dedi, jika pun ada unsur kampanyenya, maka yang dimaksud adalah kampanye untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap ancaman gizi buruk buat anak-anaknya. Makanya, yang dilombakan itu adalah Bayi Sehat dan Gemoy.

Menurut Dedi, bisa saja, anak itu gemoy tapi tidak sehat. Atau tak apa-apa gemoy yang penting sehat. “Nah, bagaimana caranya agar anak kita itu sehat, itulah misi utamanya.

Salah satunya dengan mengampanyekan ancaman gizi buruk. Dalam pandangan Dedi, gizi buruk itu bisa macam-macam penyebabnya,

Bisa karena faktor ekonomi, sehingga tak mampu membeli makanan sebagai bahan asupan gizi yang baik. Atau, secara ekonomi mampu, tapi tak mengerti cara mengelola pemberian asupan gizi tersebut. (Eva/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Pengendara Mohon Sabar, Ada Perbaikan Gorong-gorong Jembatan Cikunir Tasikmalaya

Jembatan-Cikunir.jpeg

harapanrakyat.com,- Bagi pengendara yang melintas dari arah Kabupaten Tasikmalaya menuju Kota Tasikmalaya, dan sebaliknya, harap bersabar. Hal itu karena sedang ada perbaikan gorong-gorong di area Jembatan Cikunir, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (10/12/2023).

Meski tidak d tutup total, pengendara roda dua dan empat bisa melintasi jalan raya tersebut secara bergantian. Namun untuk bus dan truk tidak bisa lantaran akan terjebak. Perbaikan direncanakan dilaksanakan dalam 10 hari.

Kepala Satuan Pelayanan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (KSPPJ) 1 Wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya Wawan Hermawan mengatakan, gorong-gorong itu kondisinya sudah lama. Sehingga perlu ada perbaikan.

“Memang sekarang di bawahnya sudah ada longsor. Takutnya menjelang menghadapi liburan natal dan tahun baru (Nataru) banyak dilalui kendaran tiba-tiba ambrol,” katanya.

Menurut Wawan, pelaksanaan perbaikan hanya pada satu titik gorong-gorong Jembatan Cikunir. Mengingat saat melakukan pemantauan, terlihat pada bagian tengah jalan ada bagian yang longsor akibat tergerus air.

“Untuk kondisi Jembatan Cikunir masih dalam keadaan baik. Hanya saja bagian oprit jembatan sudah ada yang mengalami longsor. Perbaikan selesai sampai diaspal kembali, membutuhkan 10 hari,” jelasnya.

Baca Juga: Heboh Aksi Sejoli Mesum di Taman Dadaha Tasikmalaya

Wawan mengatakan dalam proses berbaikan, pihaknya tidak menutup jalan total. Kendaraan roda dua dan mobil kecil masih bisa melintas secara bergantian. Sedangkan truk dan bus sementara tidak bisa, karena kalau memaksakan akan terjebak.

“Untuk pengalihan arus kendaraan berat seperti bus dan truk bisa melewati jalur Cisinga atau jalan alternatif lainnya,” pungkasnya. (Apip/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Doa dan Dukungan Fery Farhati Ganis untuk Rina Saadah

Fery-Farhati-Ganis-1.jpeg

harapanrakyat.com,- Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI dari PKB Dapil Jawa Barat X, Rina Saadah mendapatkan dukungan dan doa dari Isteri Calon Presiden Anies Baswedan yakni Fery Farhati Ganis, supaya bisa melenggang mulus ke Senayan.

Hal tersebut diungkapkan saat kunjungan Calon Presiden, Anies Rasyid Baswedan pada kegiatan Napak Tilas Eyang Hasan Maolani di Desa Lengkong, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (09/12/2023).

Pada kesempatan tersebut, Rina Saadah turut mendampingi, Anies Baswedan beserta Istrinya pada kegiatan kunjungan di beberapa tempat di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Terlihat saat kunjungan di Rumah Patilasan Eyang Hasan Maolani, Rina Saadah selalu menemani Istri Anies Baswedan yakni Fery Farhati Ganis. Seperti saat bertemu relawan dan pertemuan tokoh serta partai koalisi.

“Alhamdulilah tadi berkesempatan menemani Istri dari Calon Presiden Indonesia, Anies Baswedan yaitu Ibu Fery Farhati Ganis. Beliau orangnya sangat ramah sekali,” ujar Rina Saadah.

Selain itu, kata dia, tadi Ibu Fery Farhati Ganis juga mendukung dan mendoakan Rina Saadah agar menang dalam kontestasi Pemilihan Legislatif (Pileg) dan duduk di kursi DPR RI di Senayan.

“Alhamdulilah, dapat doa dan dukungan juga dari Ibu Fery Farhati Ganis, terimakasih banyak, memang beliau sosok yang baik sekali,” ucapnya.

Baca Juga: Rina Saadah AMIN-kan Kuningan!

Sebelumnya, dalam kunjungan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Rina Saadah selalu mendampingi Calon Presiden Indonesia dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan di beberapa tempat.

Seperti di Pasar Kepuh, kemudian silaturahmi dengan para tokoh, relawan, serta koalisi partai di Eyang Hasan Maolani lalu dalam kegiatan orasi pada acara pemuda Kuningan di salah satu GOR di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. (Ferry/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Duh! KPU Cimahi tak Matang Lakukan Sosialisasi Tahapan Kampanye Pemilu

Bawaslu-Kota-Cimahi.jpg

harapanrakyat.com – Bawaslu Kota Cimahi, Jawa Barat, menilai alur sosialisasi kampanye Pemilu dari KPU Kota Cimahi tidak matang. Akibatnya, banyak peserta Pemilu tidak memahami mekanisme pelaksanaan kampanye.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu Kota Cimahi Zaenal Ginan kepada awak media, Minggu (10/12/2023).

“Hal ini mengakibatkan banyak dari peserta Pemilu tidak memahami mekanisme pelaksanaan kampanye,” kata Zaenal.

Baca Juga : Peserta Pemilu 2024 di Cimahi Mayoritas Langgar Aturan Kampanye

Zaenal pun menegaskan, jika pendapatnya tidak bermaksud menghakimi KPU. Akan tetapi, sebagai kritik saja agar ke depan KPU bisa lebih baik dalam melaksanakan melaksanakan penyelenggaraan teknis.

“Kami bukan menghakimi KPU, tapi lebih kepada kritik. Agar ke depan, khususnya sosialisasi terkait regulasi dan mekanisme kampanye bagi para peserta Pemilu, bisa lebih baik,” ucap Zaenal.

Bawaslu, kata Zaenal, memiliki kewajiban melakukan pencegahan dan pengawasan pada setiap tahapan kampanye atau tahapan apapun dalam Pemilu.

Oleh karenanya, untuk sosialisasi aturan kampanye Pemilu ini, seharusnya KPU Cimahi memiliki tanggung jawab memberikan pemahaman kelengkapan administrasi peserta Pemilu. Hal itu lantaran KPU sebagai penyelenggara teknis Pemilu.

“Kalau saya ditanya ada persepsi kampanye itu brutal, bahwa ada tumpang tindih aturan, kami mensinyalir karena memang sosialisasi dari KPU belum maksimal,” ucap Zaenal.

Baca Juga : Angkot di Bandung Jadi Sarana APK, Bawaslu tak Bisa Bertindak

Zaenal juga menambahkan, jika Bawaslu Kota Cimahi mendapat getahnya. Tidak sedikit peserta Pemilu yang berkonsultasi ke Bawaslu Cimahi menanyakan aturan kampanye Pemilu agar tidak melanggar regulasi PKPU.

“Ini membuat kami kewalahan dan kelelahan, bahkan, seolah-olah kami mengambil alih peran KPU untuk melakukan sosialisasi. Harusnya tugas kami mengawasi saja, ataupun mengimbau, bukan lagi ikut campur dalam mensosialisasikan aturan teknis, termasuk soal kampanye Pemilu,” ujar salah satu Kordiv Bawaslu Cimahi itu. (Eri/R13/HR Online/Editor-Ecep)

Ada 87 Kasus Baru Covid-19 di Jawa Barat, Dinkes Siagakan Faskes dan RS

Pasien-Covid-19-Meningkat-RS-Asih-Husada-Banjar-Tambah-Tempat-Tidur.jpg

harapanrakyat.com – Dengan munculnya kasus baru Covid-19 di Indonesia, maka menjadi perhatian bagi sejumlah pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Barat tercatat ada 87 kasus aktif baru Covid-19 di Jawa Barat selama periode November 2023 kemarin.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi mengatakan, pihaknya akan mengumpulkan seluruh dinas kesehatan di 27 kota/kabupaten untuk bersiap melakukan antisipasi penyebaran Covid-19.

Baca Juga : Sub Varian Baru Covid-19 Terdeteksi di Indonesia, Dinkes Kota Bandung Jaga-jaga

“Oleh karena itu, kami akan bersiap kembali. Daripada nanti keterlanjuran, lebih baik mencegah. Jadi kita akan kembali ke adaptasi kebiasaan baru,” ungkapnya di Kota Bandung, Minggu (10/12/2023).

Menurutnya, langkah antisipasi munculnya kasus baru Covid-19 ini lainnya yakni menginstruksikan fasilitas kesehatan maupun rumah sakit di wilayah Jawa Barat mempersiapkan ruang isolasi.

“Untuk Covid-19, maka harus 10 persen ruang isolasi harus ada. Termasuk tenaga kesehatan di lapangan juga sudah siap, karena sisa saat pandemi kemarin,” katanya.

Vini menjelaskan dengan adanya langkah tersebut, dinas kesehatan akan kembali bersiap siaga dan melakukan antisipasi dari penyebaran kasus baru Covid-19.

“Dalam kondisi apapun, kita harus siap siaga selama 24 jam, baik itu Covid-19 atau apapun itu. Kami di fasilitas pelayanan kesehatan serta IGD, harus selalu siap melayani,” ucapnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Bandung, Jawa Barat, mulai mewaspadai kemunculan kasus Covid-19 sub varian baru. (Rio/R13/HR Online/Editor-Ecep)

Recent Posts