Beranda blog Halaman 32

Kecewa Proyek Rusak dan Isu “Orang Dalam”, LSM Pemuda Siap Geruduk Rumah KDM di Subang

Demo Rumah KDM Subang

Gelombang protes mengarah ke kediaman pribadi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). LSM Pemuda bersama aliansi mahasiswa memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Lembur Pakuan, Subang, pada Kamis, 19 Februari 2026 mendatang.

Rencana aksi ini bukan tanpa alasan. Ketua Bidang Hukum LSM Pemuda, Andri, S.H., menegaskan bahwa langkah “menggeruduk” rumah pribadi Gubernur diambil sebagai bentuk kekecewaan memuncak. Sebelumnya, berbagai upaya penyampaian aspirasi—baik ke kantor dinas terkait maupun Kantor Gubernur di Bandung—dinilai buntu dan tidak mendapat tanggapan serius.

“Kami ingin suara masyarakat benar-benar sampai. Selama ini aksi di dinas terkait seolah masuk telinga kanan keluar telinga kiri,” tegas Andri.

Dua Tuntutan Utama

Dalam aksi nanti, massa akan membawa dua isu krusial yang dinilai mencoreng wajah pemerintahan Jawa Barat:

  1. Kegagalan Konstruksi Jalan ProvinsiMassa menyoroti kinerja Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jabar. Sejumlah proyek jalan yang baru saja rampung dikerjakan dilaporkan sudah mengalami kerusakan parah. LSM Pemuda menduga kuat adanya penyimpangan spesifikasi teknis yang menyebabkan umur layanan jalan (umur rencana) jauh di bawah standar. Mereka menuntut pertanggungjawaban atas dugaan kegagalan konstruksi yang merugikan uang rakyat ini.
  2. Mafia Proyek di Disdik JabarIsu kedua menyasar Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar. Beredar dugaan kuat adanya praktik pengendalian proyek oleh oknum “orang dalam” berinisial DK, H.U, dan HD. Para oknum ini dituding mengatur jatah proyek dengan mencatut nama Gubernur (KDM) untuk memuluskan aksinya. Bungkamnya Kepala Dinas Pendidikan terhadap isu liar ini semakin memicu kecurigaan publik akan adanya pembiaran.

Lembur Pakuan selama ini dikenal sebagai simbol “rumah rakyat” di mana KDM kerap menerima aduan warga secara langsung. Aksi 19 Februari nanti akan menjadi ujian: apakah keluhan terkait dugaan korupsi dan infrastruktur ini akan disambut dengan tangan terbuka, atau justru menjadi babak baru ketegangan antara elemen sipil dan pemerintah provinsi.

Soroti Wajah Kota, DPRD Subang dan GPI Bahas Penertiban Bangunan Liar

penertiban bangunan liar Subang

Komisi III DPRD Kabupaten Subang merespons aspirasi Gerakan Pemuda Islam (GPI) terkait tata letak kota. Kedua pihak menggelar audiensi strategis di Ruang Rapat Kantor Pemda, Senin (09/02/2026).

penertiban bangunan liar Subang

Fokus utama pertemuan menyasar penertiban bangunan liar yang dikelola perorangan di wilayah kota. GPI secara khusus menyoroti kondisi kawasan Jalan Atelir dan sekitarnya agar tidak terlihat kumuh.

Pemuda mendesak pemerintah daerah bersikap lebih progresif dalam mengelola lahan tersebut. Area bekas bangunan liar diharapkan dapat berubah menjadi ruang pemberdayaan pemuda dan sentra UMKM.

Wakil Ketua Komisi III, Hendra Purnawan, mengapresiasi masukan kritis dari elemen pemuda ini. Ia memandang aspirasi GPI sebagai bukti nyata rasa cinta mereka terhadap tanah kelahiran.

Forum ini turut melibatkan sejumlah pemangku kebijakan teknis di lingkungan Pemkab Subang. Jajaran TP2D, Kepala Satpol PP, serta perwakilan DPKP hadir untuk menyelaraskan langkah.

Hendra memastikan DPRD siap membuka ruang negosiasi dengan para pemilik tanah demi kesamaan visi. Semangat pembangunan ini mengacu pada Perda Nomor 3 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah.

Dari Hobi Moge Jadi Ruang Temu, Cafe 88 Society Resmi Warnai Gaya Hidup Subang

Cafe 88 Society Subang

Industri kuliner dan gaya hidup di Kabupaten Subang kembali bergairah dengan hadirnya Cafe 88 Society. Resmi diperkenalkan ke publik pada akhir pekan lalu (8/2/2026), tempat ini bukan sekadar kedai kopi biasa, melainkan manifestasi dari semangat kebebasan dan persaudaraan komunitas motor besar (moge).

Fajar Kristianto, sosok di balik berdirinya Cafe 88 Society, mengungkapkan bahwa bisnis ini lahir dari kecintaannya pada dunia roda dua. Bagi Fajar, riding bukan hanya soal memacu kendaraan, melainkan tentang refleksi, solidaritas, dan kejujuran—nilai-nilai itulah yang kini ia tuangkan ke dalam konsep kafenya.

“Di dunia motor, semua orang setara. Yang dicari bukan siapa paling cepat, tapi siapa yang bisa jalan bareng dan sampai bareng. Spirit kesetaraan dan kebersamaan itu yang kami bawa ke Cafe 88 Society,” ujar Fajar, Senin (9/2/2026).

Meskipun berangkat dari kultur otomotif, Fajar menegaskan bahwa Cafe 88 Society adalah ruang inklusif. Ia melihat Subang sebagai wilayah potensial yang membutuhkan titik temu (hub) bagi berbagai komunitas. Oleh karena itu, kafe ini dirancang modern namun hangat, terbuka bagi siapa saja—mulai dari pegiat kreatif, komunitas anak muda, hingga keluarga—untuk berjejaring dan berkarya.

Kemeriahan Grand Opening Cafe 88 Society pun terasa spesial dengan penampilan sederet musisi papan atas seperti RAN, Blackline, dan Electra Band. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa tempat ini siap menjadi pusat gaya hidup baru yang menyatukan kuliner, musik, dan semangat kolektif di Subang.

Ke depannya, Cafe 88 Society diproyeksikan menjadi oase bagi warga Subang yang merindukan ruang interaksi sosial yang sehat, produktif, dan tentu saja, fun.

Modal Softgun dan Rompi Resmob, 3 Polisi Gadungan di Subang Diciduk

polisi gadungan Subang

Polres Subang berhasil membongkar sindikat pemerasan yang mengaku sebagai anggota Resmob Polda Jawa Barat. Tiga pria ditangkap setelah terbukti memeras warga dengan tuduhan palsu terkait kasus narkoba.

Aksi kejahatan komplotan ini terjadi di kawasan Desa Palasari, Kecamatan Ciater, pada 28 Januari 2026. Pelaku menghentikan paksa korban yang sedang melintas di jalan raya.

Mereka menggiring korban masuk ke dalam mobil Honda Brio hitam di bawah ancaman senjata. Pelaku menggunakan softgun jenis FN untuk menakuti dan memaksa korban menuruti perintah.

Komplotan ini lantas menghubungi orang tua korban menggunakan ponsel rampasan. Mereka meminta sejumlah uang tebusan dengan memanfaatkan kepanikan keluarga.

“Pelaku merampas ponsel korban dan menghubungi orang tuanya untuk meminta uang tebusan. Keluarga yang ketakutan mentransfer sejumlah uang. Secara total, ada kerugian hingga jutaan rupiah dari dua korban dalam kejadian tersebut,” jelas Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, Senin (9/2/2026).

Tim Resmob Polres Subang akhirnya meringkus ketiga tersangka di area Sariater, Sabtu malam (7/2/2026). Masing-masing pelaku memiliki peran spesifik dalam melancarkan aksinya.

D.H.S. bertindak sebagai eksekutor utama yang menodongkan senjata dan menerima uang. M.I. berperan sebagai pengemudi sekaligus negosiator, sementara W.D.A. bertugas membawa motor korban.

Polisi menyita barang bukti berupa rompi bertuliskan “Resmob Polda Jabar” dan topi polisi. Pendalaman kasus mengungkap bahwa mereka telah beraksi di tiga lokasi berbeda di wilayah Subang.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menegaskan para pelaku dijerat Pasal 482 KUHP. Ancaman hukuman penjara menanti mereka akibat tindak pidana pemerasan ini.

“Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama 9 tahun. Kami akan terus mengembangkan kasus ini bekerja sama dengan Ditreskrimum Polda Jabar untuk mengungkap kemungkinan adanya lokasi kejadian lain,” tegas Kombes Hendra.

Kapolres meminta warga berani menanyakan kartu anggota jika bertemu aparat yang mencurigakan. Ia memastikan penindakan tegas terhadap segala bentuk kriminalitas di wilayahnya.

“Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan di Subang. Kami bertindak tegas, profesional, dan transparan,” pungkasnya.

Masjid Tak Sekadar Tempat Ibadah, Wabup Subang Dukung Penuh Gerakan KOMPAK

KOMPAK Subang

Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, memberikan apresiasi tinggi terhadap lahirnya inisiatif KOMPAK (Komunitas Penggerak Masjid) sebagai motor penggerak transformasi masjid di Kabupaten Subang. Hal ini disampaikannya saat menghadiri kegiatan yang mengusung tema “Gerakan Transformasi Masjid Berdampak”.

Dalam sambutannya, Kang Akur—sapaan akrab Wakil Bupati—menekankan bahwa fungsi masjid di era modern harus dikembalikan seperti zaman Rasulullah SAW, yakni sebagai pusat peradaban. Ia menyambut baik visi KOMPAK yang ingin menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ritual ibadah mahdhah (shalat) semata, melainkan juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi jamaahnya.

“Hadirnya KOMPAK ini menjadi angin segar. Kita ingin masjid tidak hanya megah bangunannya, tetapi juga makmur kegiatannya dan mampu memakmurkan masyarakat di sekitarnya. Masjid harus menjadi solusi atas permasalahan umat, baik itu kemiskinan, pendidikan, maupun kesehatan,” ujar Kang Akur.

Gerakan transformasi ini dinilai sejalan dengan visi Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dalam membangun sumber daya manusia yang berkarakter dan berdaya saing. Wabup berharap sinergi antara KOMPAK, DKM (Dewan Kemakmuran Masjid), dan pemerintah dapat terus terjalin untuk menciptakan ekosistem masjid yang mandiri dan memberdayakan.

Penyegaran Organisasi, Kompol Asep Agustoni Resmi Jabat Wakapolres Subang

Wakapolres Subang baru

Rotasi kepemimpinan kembali bergulir di tubuh Polres Subang. Jabatan strategis orang nomor dua di Korps Bhayangkara Subang, yakni Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres), resmi diserahterimakan dari Kompol Endar Supriyatna kepada penggantinya, Kompol Asep Agustoni.

Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) berlangsung khidmat di halaman Mapolres Subang, dipimpin langsung oleh Kapolres Subang sebagai inspektur upacara. Momen ini menandai babak baru dalam struktur manajerial Polres Subang di awal tahun 2026.

Dalam amanatnya, Kapolres Subang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kompol Endar Supriyatna atas dedikasi, loyalitas, dan kinerja gemilang yang telah ditunjukkan selama bertugas menjaga kondusivitas wilayah Subang. Kontribusinya dinilai sangat vital dalam mendukung operasional kepolisian selama ini.

Sementara itu, kepada pejabat baru Kompol Asep Agustoni, Kapolres mengucapkan selamat datang dan bergabung di keluarga besar Polres Subang. Ia diinstruksikan untuk segera melakukan adaptasi cepat (tancap gas), mengenali karakteristik wilayah, serta membangun sinergi internal maupun eksternal guna menghadapi tantangan Kamtibmas yang semakin dinamis.

Rotasi jabatan ini ditegaskan sebagai hal yang lumrah dalam institusi Polri. Tujuannya adalah untuk penyegaran organisasi, pengembangan karir personel, serta peningkatan kualitas pelayanan publik agar semakin Presisi.

PT Dahana Edukasi Ratusan Siswa SMK Subang Cegah HIV dan TBC

sosialisasi HIV dan TBC

PT Dahana menggelar sosialisasi kesehatan bagi ratusan pelajar di SMKS Riyadhul Jannah Cibogo, Kabupaten Subang. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (5/2/2026) ini berfokus pada upaya pencegahan HIV dan Tuberkulosis (TBC).

Sebanyak 200 siswa dan siswi antusias mengikuti edukasi yang menjadi bagian dari peringatan Bulan K3 Nasional Tahun 2026. PT Dahana berkomitmen membangun kesadaran kesehatan generasi muda secara komprehensif sejak bangku sekolah.

Manager K3L PT DAHANA, Safira Aulia Rinanda, hadir langsung bersama tim untuk memberikan pemahaman kepada para siswa. Ia menekankan bahwa edukasi kesehatan merupakan fondasi penting dalam membentuk budaya keselamatan berkelanjutan.

“Keselamatan dan kesehatan tidak hanya berlaku di lingkungan kerja, tetapi juga harus dipahami sejak dini. Melalui sosialisasi ini, kami berharap para siswa memiliki pemahaman yang benar mengenai HIV dan TBC serta mampu menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Safira.

Kepala SMKS Riyadhul Jannah Cibogo, Nana Sumarna, turut mengapresiasi kolaborasi positif lintas sektor ini. Sinergi terjalin apik antara perusahaan, Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dan Puskesmas Cibogo.

Materi teknis dipaparkan langsung oleh dua narasumber ahli dari Dinas Kesehatan Kabupaten Subang. Mereka adalah dr. Indiati Oetama selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit serta Suwata selaku Pengelola Program HIV AIDS.

Para siswa mendapatkan informasi mendalam seputar cara penularan hingga langkah pencegahan penyakit menular tersebut. Pentingnya deteksi dini dan metode pengobatan yang tepat juga menjadi sorotan utama dalam paparan narasumber.

PT Dahana berharap inisiatif ini dapat mencetak generasi muda yang sehat dan sadar akan risiko penyakit. Langkah ini sekaligus memperkuat implementasi budaya K3 secara menyeluruh di tengah masyarakat.

Status Tanggap Darurat Banjir Subang Resmi Dicabut, Fokus Beralih ke Pemulihan

status tanggap darurat banjir Subang

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang resmi mencabut status tanggap darurat banjir untuk wilayah Pantai Utara (Pantura). Kebijakan ini berlaku efektif mulai hari ini, Sabtu (7/2/2026).

Keputusan tersebut diambil setelah debit air di lapangan menunjukkan penurunan signifikan. Aktivitas masyarakat di lokasi terdampak juga dilaporkan mulai berangsur normal.

Ketua DPRD Subang, Victor Wirabuana, memberikan respons positif atas langkah penanganan bencana ini. Ia menilai pemerintah daerah sangat tanggap dalam proses evakuasi hingga distribusi logistik.

“Kami mengapresiasi gerak cepat Pemda, khususnya Pak Bupati yang turun langsung ke lapangan. Sinergi antara pemerintah, TNI/Polri, dan relawan sangat terlihat sehingga dampak yang lebih buruk bisa diminimalisir,” ujar Victor.

Fase penanganan kini resmi bergeser menuju transisi pemulihan atau recovery. Pemerintah daerah langsung menetapkan tiga sektor utama yang menjadi prioritas pengerjaan.

Rehabilitasi infrastruktur akan menyasar perbaikan tanggul-tanggul yang jebol. Perbaikan jalan yang rusak akibat tergerus arus air juga masuk dalam agenda mendesak.

Sektor kesehatan fokus pada pembersihan fasilitas umum dan pemeriksaan fisik warga. Langkah ini bertujuan mencegah munculnya wabah penyakit kulit dan diare pasca-banjir.

Pemerintah juga menyiapkan bantuan benih padi dan bibit ikan bagi warga terdampak. Pendataan lahan sawah maupun tambak sedang dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

DPRD Subang mendorong Pemkab untuk terus mengawal koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Solusi jangka panjang seperti normalisasi sungai dan pembangunan embung mutlak diperlukan.

Sidak Taman Pemda, Dedi Mulyadi Kritik Keras Bupati Subang

sidak Dedi Mulyadi di Subang

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meluapkan kekecewaannya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kabupaten Subang. Ia menyoroti kondisi Taman Pemerintah Daerah (Pemda) yang terlihat kumuh dan dipenuhi sampah.

Dedi menilai wajah pusat pemerintahan daerah tersebut sangat tidak terawat. Ia lantas memanggil Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, langsung ke lokasi kejadian.

Bupati muda kelahiran 1996 itu menerima kritik tajam terkait prioritas kerjanya sebagai kepala daerah. Dedi melontarkan sindiran keras mengenai fokus kerja sang bupati.

“Jangan ngecek janda terus, cek lingkungan kebersihan! Taman Subang ini enggak pernah diurus,” sindir Dedi di hadapan Reynaldy.

Sorotan utama tertuju pada keberadaan tiang listrik yang menghalangi trotoar selama bertahun-tahun. Fasilitas umum yang rusak di sekitar kawasan tersebut juga tak luput dari perhatian Gubernur.

Dedi menyatakan akan turun tangan langsung untuk membereskan masalah tata kota ini. Ia berjanji membantu pembangunan trotoar, penyediaan kursi taman, hingga penerangan jalan pada tahun ini.

Momen ini sekaligus dimanfaatkan Dedi untuk memberikan peringatan keras kepada kepala daerah lain. Ia menegaskan tidak akan segan melakukan sidak serupa ke berbagai wilayah di Jawa Barat.

“Bagi para Bupati/Wali Kota seluruh Jawa Barat, hati-hati. Nanti saya datang sidak. Kalau saya lihat sampah, langsung bupatinya dipanggil,” tegas Dedi.

Bupati Reynaldy merespons teguran tersebut dengan komitmen perbaikan segera. Ia berjanji akan menata kota menjadi lebih bersih dan rapi sesuai instruksi pimpinan.

DPRD Subang Kebut Pemulihan Pasca-Banjir, Fokus Benih dan Tanggul

penanganan pasca-banjir Subang

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Subang bergerak cepat menangani dampak bencana yang melanda wilayahnya. Gabungan komisi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) strategis pada Kamis (5/2/2026).

Agenda ini melibatkan berbagai dinas terkait untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi. Ketua DPRD Subang, Viktor Wirabuana, memimpin langsung pembahasan mengenai langkah pemulihan tersebut.

Viktor mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah dalam menanggulangi situasi darurat. Kesiapsiagaan dinas terkait dinilai efektif dalam menangani banjir di beberapa titik krusial.

“Alhamdulillah, kami ucapkan terima kasih kepada Pak Bupati dan dinas terkait yang telah siap siaga mengatasi banjir di beberapa wilayah di Subang,” ujar Viktor.

Distribusi kebutuhan pokok seperti beras dipastikan terus berjalan lancar. Layanan kesehatan juga tetap bersiaga penuh dengan dukungan pasokan obat-obatan dari kementerian.

Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan melalui bantuan stimulan uang tunai bagi lansia. Viktor juga berterima kasih atas partisipasi donatur swasta, termasuk Rans Entertainment, yang turut meringankan beban warga.

Dinas Pertanian dan Kelautan mendapat tugas khusus untuk memulihkan ekonomi warga. Bantuan benih padi dan bibit ikan segera disalurkan kepada petani serta petambak yang merugi.

DPRD mendesak Dinas PUPR menyusun peta jalan pencegahan banjir untuk jangka panjang. Pembangunan tanggul dan normalisasi sungai menjadi prioritas infrastruktur yang tidak bisa ditunda.

Sinergi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) menjadi kunci karena kewenangan pengelolaan sungai besar ada di pusat. Koordinasi intensif antara Pemda dan pemerintah pusat terus diperkuat.

“Dari penyampaian Asda 1, pihak BBWS sudah turun untuk menambal tanggul yang rusak dan berdiskusi dengan Gubernur serta Bupati terkait upaya penanganan jangka panjang,” jelas Viktor.

Pemerintah daerah berencana mengirim surat resmi ke Kementerian PUPR untuk pengajuan pembangunan embung. Langkah ini diharapkan menjadi solusi permanen agar bencana banjir tidak terus berulang di masa depan.

Recent Posts