Beranda blog Halaman 27

5 Rekomendasi Bakso Paling Hits di Subang 2026

5 Rekomendasi Bakso Paling Hits di Subang 2026
5 Rekomendasi Bakso Paling Hits di Subang 2026

suarasubang.com – Menelusuri jalanan Kabupaten Subang tak lengkap rasanya tanpa mencicipi “comfort food” sejuta umat: Bakso. Dari pusat kota hingga sudut pemukiman, Subang menyimpan permata kuliner yang konsisten mendapatkan ulasan tinggi karena kualitas daging dan gurihnya kaldu.

Di antara deretan warung bakso yang menjamur dari arah Jalancagak hingga ke pusat kota, beberapa nama berhasil mencuri perhatian warganet dengan rating tinggi dan ribuan ulasan di Google Maps.

Berikut adalah rekomendasi bakso paling enak di Subang yang wajib Anda coba, lengkap dengan detail lokasinya:

1. Bakso & Mie Ayam H. Virgo

Bagi warga pusat kota Subang, Bakso Virgo adalah destinasi utama. Kedai ini terkenal dengan tekstur baksonya yang kenyal dan sangat terasa dagingnya. Ratingnya sangat stabil karena konsistensi rasa kuahnya yang bening namun kaya kaldu.

2. Bakso Jando Mas Siswo

Jika Anda menyukai sensasi bakso urat dengan tambahan “jando” atau tetelan lemak yang melimpah, tempat ini juaranya. Meski lokasinya berada di dalam gang, para pelanggan setia rela mengantre demi menikmati gurihnya bakso urat yang autentik.

3. Bakso Tusuk Joss

Bagi Anda yang mencari variasi bakso modern dan unik, Bakso Tusuk Joss menawarkan pengalaman rasa yang berbeda. Tempat ini populer di kalangan warga lokal yang mencari porsi mantap dengan bumbu yang meresap hingga ke dalam.

4. Baso Parahyangan

Baso Parahyangan menawarkan cita rasa bakso khas Jawa Barat dengan kuah yang sangat gurih namun tetap ringan. Selain baksonya, mie ayam di sini seringkali menjadi pilihan favorit keluarga karena suasananya yang nyaman.

5. Baso Granat (Raja Baso)

Bagi Anda yang menyukai bakso dengan tekstur urat yang kasar dan ukuran yang memuaskan, Baso Granat di area Marengmang ini patut dicoba. Rasanya yang kuat dan porsinya yang royal menjadikannya salah satu favorit di kawasan tersebut.


Tips Kulineran di Subang:

Hampir semua warung bakso legendaris di atas akan mengalami lonjakan pengunjung pada jam makan siang (12.00 – 13.00) dan akhir pekan. Datanglah lebih awal atau di sore hari untuk menikmati suasana yang lebih santai.

2 SPPG di Subang Rilis Daftar Menu untuk Ibu Hamil, Balita, dan Siswa

suarasubang.com – ​Belakangan ini, perbincangan mengenai standar kelayakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Subang tengah menjadi sorotan hangat di tengah masyarakat. Banyak yang bertanya-tanya, apakah menu yang disajikan sudah benar-benar memenuhi standar gizi seimbang?

Menjawab Sorotan Publik dengan Transparansi

​Alih-alih menutup telinga dari kritik, sebuah langkah transparansi yang patut diapresiasi justru datang dari dua Satuan Pelayanan Pemberian Gizi (SPPG) di Subang, yakni SPPG Pasirkareumbi 03 dan SPPG Dangdeur 08. Secara terbuka, mereka merilis daftar menu paket gizi lengkap dengan rincian harga untuk periode 26–28 Februari 2026.

​Langkah ini bukan sekadar ajang unjuk gigi, melainkan bentuk pertanggungjawaban publik. Sasarannya pun jelas dan terukur: menyentuh kelompok paling rentan yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga anak-anak usia sekolah.

Bukan Sekadar Makanan Instan, Ini Soal Intervensi Gizi

​Bidan Tety Asriyanti, selaku pengelola SPPG Dangdeur 08 dan Pasirkareumbi 03 yang juga merupakan Mitra BGN, menegaskan bahwa ada proses panjang di balik setiap kotak makanan yang dibagikan. Ini bukan asal kenyang.

​”Kami menyusun menu ini dengan mempertimbangkan kebutuhan gizi masing-masing kelompok,” tutur Tety. Ia memastikan setiap paket telah dihitung takaran karbohidrat, protein hewani dan nabati, serta tambahan energinya. Program ini murni dirancang sebagai intervensi gizi yang terukur.

Bongkar Isi Paket: Dari Abon hingga Susu UHT

​Untuk membuktikan komitmen tersebut, inilah rincian naratif dari paket menu yang disalurkan. Setiap kategori mendapatkan perlakuan berbeda, menyesuaikan dengan kebutuhan kalori tubuh mereka:

1. Paket Ibu Hamil & Menyusui (Rp30.000)

Masa kehamilan dan menyusui menguras banyak energi. Oleh karena itu, paket ini dirancang untuk memberikan tenaga ekstra. Dengan alokasi tiga puluh ribu rupiah, para ibu mendapatkan:

  • ​Roti tawar (Rp15.000) sebagai sumber karbohidrat utama.
  • ​Abon sapi 40 gram (Rp11.000) untuk asupan protein hewani.
  • ​Kacang polong (Rp2.000) sebagai pelengkap protein nabati.
  • ​4 buah kurma (Rp2.000) sebagai penambah serat dan energi instan alami.

2. Paket Tumbuh Kembang Balita (Rp24.000)

Bagi balita, fokus utamanya adalah protein dan kalori untuk mendukung masa emas pertumbuhan. Paket seharga dua puluh empat ribu rupiah ini berisi:

  • ​2 butir telur rebus (Rp6.000), sang juara protein hewani.
  • ​Biskuit Marie susu (Rp7.000) dan Alami Puff/Cheese Puffs (Rp9.000) untuk tambahan kalori yang ramah anak.
  • ​4 buah kurma (Rp2.000) sebagai pendorong energi.

3. Paket Anak Sekolah Porsi Besar (Rp30.000)

Anak sekolah dengan aktivitas fisik dan belajar yang padat membutuhkan keseimbangan makronutrien yang kuat. Komposisinya mirip dengan paket ibu hamil:

  • ​Roti tawar (Rp15.000).
  • ​Abon 40 gram (Rp11.000).
  • ​Kacang polong (Rp2.000).
  • ​4 buah kurma (Rp2.000).

4. Paket Anak Sekolah Porsi Kecil (Rp24.000)

Untuk siswa dengan kebutuhan kalori yang lebih ringan, menu disesuaikan namun tetap padat nutrisi. Keistimewaan paket ini ada pada tambahan asupan kalsium:

  • ​Roti tawar isi 6 (Rp9.000).
  • ​Abon 20 gram (Rp7.000).
  • ​Susu UHT (Rp4.000) untuk menunjang pertumbuhan tulang.
  • ​Kacang polong (Rp2.000) dan 4 buah kurma (Rp2.000).

Harapan untuk Generasi Subang yang Lebih Sehat

​Di akhir pemaparannya, Bidan Tety memastikan bahwa seluruh bahan yang digunakan telah melalui kontrol kualitas yang ketat dan sangat layak konsumsi. Harga yang tertera pun sudah selaras dengan standar anggaran program.

​Pihak pengelola tidak menutup mata, mereka justru membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat yang ingin memberikan evaluasi. Pada akhirnya, program ini memiliki satu tujuan mulia: menjaga kelompok rentan dari ancaman gizi buruk dan memastikan anak-anak Subang tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan sehat.

Paket Ibu Hamil & Menyusui (Rp30.000)

Masa kehamilan dan menyusui menguras banyak energi. Oleh karena itu, paket ini dirancang untuk memberikan tenaga ekstra. Dengan alokasi tiga puluh ribu rupiah, para ibu mendapatkan:

  • Roti tawar (Rp15.000) sebagai sumber karbohidrat utama.
  • Abon sapi 40 gram (Rp11.000) untuk asupan protein hewani.
  • Kacang polong (Rp2.000) sebagai pelengkap protein nabati.
  • 4 buah kurma (Rp2.000) sebagai penambah serat dan energi instan alami.

Paket Tumbuh Kembang Balita (Rp24.000)

Bagi balita, fokus utamanya adalah protein dan kalori untuk mendukung masa emas pertumbuhan. Paket seharga dua puluh empat ribu rupiah ini berisi:

  • 2 butir telur rebus (Rp6.000), sang juara protein hewani.
  • Biskuit Marie susu (Rp7.000) dan Alami Puff/Cheese Puffs (Rp9.000) untuk tambahan kalori yang ramah anak.
  • 4 buah kurma (Rp2.000) sebagai pendorong energi.

Paket Anak Sekolah Porsi Besar (Rp30.000)

Anak sekolah dengan aktivitas fisik dan belajar yang padat membutuhkan keseimbangan makronutrien yang kuat. Komposisinya mirip dengan paket ibu hamil:

  • Roti tawar (Rp15.000).
  • Abon 40 gram (Rp11.000).
  • Kacang polong (Rp2.000).
  • 4 buah kurma (Rp2.000).

Paket Anak Sekolah Porsi Kecil (Rp24.000)

Untuk siswa dengan kebutuhan kalori yang lebih ringan, menu disesuaikan namun tetap padat nutrisi. Keistimewaan paket ini ada pada tambahan asupan kalsium:

  • Roti tawar isi 6 (Rp9.000).
  • Abon 20 gram (Rp7.000).
  • Susu UHT (Rp4.000) untuk menunjang pertumbuhan tulang.
  • Kacang polong (Rp2.000) dan 4 buah kurma (Rp2.000).

Harapan untuk Generasi Subang yang Lebih Sehat

Di akhir pemaparannya, Bidan Tety memastikan bahwa seluruh bahan yang digunakan telah melalui kontrol kualitas yang ketat dan sangat layak konsumsi. Harga yang tertera pun sudah selaras dengan standar anggaran program.

Pihak pengelola tidak menutup mata, mereka justru membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat yang ingin memberikan evaluasi.

Pada akhirnya, program ini memiliki satu tujuan mulia: menjaga kelompok rentan dari ancaman gizi buruk dan memastikan anak-anak Subang tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan sehat.

Kumpulan Resep Spesial untuk Ramadhan

Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, di mana umat Muslim menjalankan ibadah puasa. Selama bulan suci ini, penting untuk menyajikan hidangan yang tidak hanya lezat tetapi juga bergizi. Dalam artikel ini, kami akan membagikan kumpulan resep yang terbagi menjadi tiga kategori utama: menu sahur yang praktis, menu takjil yang segar, dan menu berbuka puasa yang bergizi.

Menu Sahur yang Praktis

Sahur merupakan waktu yang krusial sebelum memulai puasa. Oleh karena itu, hidangan sahur sebaiknya memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi. Berikut adalah beberapa resep sahur yang praktis dan mudah disiapkan:

  • Nasi Goreng Sayur: Campurkan nasi dengan sayuran segar seperti wortel, buncis, dan telur. Tambahkan kecap manis untuk rasa yang lebih nikmat.
  • Omelet Sayur: Kocok telur dan tambahkan sayuran seperti bayam dan tomat. Masak hingga matang dan sajikan dengan roti tawar.
  • Yogurt dengan Buah: Campurkan yogurt plain dengan potongan buah-buahan segar seperti pisang dan stroberi untuk sajian yang segar dan menyehatkan.

Menu Takjil yang Segar

Takjil adalah hidangan yang disajikan untuk berbuka puasa sebagai pembuka sebelum menikmati hidangan utama. Berikut adalah beberapa pilihan takjil yang segar dan menggugah selera:

  • Es Buah Segar: Campurkan berbagai macam buah seperti melon, semangka, dan anggur dengan sirup dan es serut untuk kesegaran yang optimal.
  • Puding Cokelat: Buat puding cokelat yang lembut dan sajikan dengan saus karamel. Hidangan ini pasti disukai oleh semua anggota keluarga.
  • Kroket Kentang: Goreng kroket kentang yang diisi dengan sayuran dan rempah. Camilan ini cocok untuk mengganjal perut sebelum makan malam.

Menu Berbuka Puasa yang Bergizi

Setelah seharian berpuasa, berbuka puasa dengan hidangan bergizi sangat penting untuk mengembalikan energi. Berikut adalah beberapa resep berbuka puasa yang dapat Anda coba:

  • Sup Ayam dan Sayuran: Sup yang kaya akan protein dan vitamin dari ayam serta sayuran. Ini adalah pilihan yang sempurna untuk menghangatkan tubuh setelah berpuasa.
  • Parcel Daging Sapi: Daging sapi yang dimasak dengan bumbu rempah dan disajikan dengan nasi hangat. Menu ini penuh rasa dan gizi.
  • Salad Quinoa: Campurkan quinoa dengan sayuran segar dan dressing lemon untuk hidangan yang sehat dan menyegarkan.

Kesimpulan

Selama bulan Ramadhan, penting untuk memperhatikan asupan makanan agar tetap sehat dan bertenaga. Dengan memanfaatkan resep-resep praktis untuk sahur, takjil yang menyegarkan, dan hidangan berbuka puasa yang bergizi, Anda dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih baik. Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga Ramadan ini membawa berkah dan kebahagiaan.

Mudik Gratis PT Dahana 2026: Panduan Lengkap Rute Subang ke Jawa Timur

Mudik Gratis PT Dahana 2026

Mudik Gratis PT Dahana 2026 kembali hadir sebagai wujud nyata kepedulian BUMN kepada masyarakat yang ingin merayakan Lebaran di kampung halaman. Program ini merupakan bagian dari inisiatif “Mudik Asyik bersama BUMN 2026” yang dikelola oleh PT Dahana sebagai anggota Holding Industri Pertahanan (DEFEND ID). Melalui fasilitas ini, pemudik dapat menikmati perjalanan ke berbagai kota tujuan tanpa perlu memikirkan biaya transportasi.

Syarat dan Ketentuan Pendaftaran Mudik

Setiap pendaftar harus mematuhi aturan kuota yang telah ditetapkan oleh panitia agar distribusi kursi berjalan adil. Batas maksimal kuota keluarga adalah empat orang yang terdaftar dalam satu Kartu Keluarga (KK) yang sama. Selain itu, orang tua wajib mendaftarkan anak berusia di atas 5 tahun sebagai penumpang dewasa karena mereka akan mendapatkan alokasi kursi sendiri.

Peserta juga perlu memperhatikan konsekuensi dari setiap pendaftaran yang telah masuk. Sanksi pembatalan akan diberlakukan bagi peserta yang mengundurkan diri setelah mengisi formulir dengan alasan apa pun. Pelanggar aturan ini akan masuk ke dalam daftar hitam (blacklist) untuk program mudik pada tahun-tahun mendatang. Sebagai penunjang kenyamanan, panitia menyediakan bus ber-AC dan kaos mudik khusus untuk penumpang dewasa.

Jadwal dan Titik Keberangkatan Khusus Subang

Panitia telah menetapkan Bale PT Dahana, Subang, sebagai titik kumpul utama bagi para peserta mudik rute Jawa Timur. Keberangkatan bus dijadwalkan pada pukul 07.00 WIB, sehingga pemudik diimbau untuk datang lebih awal guna menghindari keterlambatan. Selama perjalanan, peserta dilarang keras berpindah bus atau menaiki armada selain yang sudah ditentukan oleh pihak panitia.

Prosedur Pendaftaran dan Registrasi Ulang

Proses pendaftaran Mudik Gratis PT Dahana 2026 dilakukan sepenuhnya secara digital guna mempermudah akses masyarakat. Berikut adalah tahapan yang harus dilalui oleh calon peserta:

1. Pendaftaran Online: Calon pemudik hanya dapat mendaftar melalui tautan resmi (Google Form) yang dibagikan oleh PT Dahana selama kuota masih tersedia. Panitia tidak melayani pendaftaran secara langsung atau offline di kantor.

2. Registrasi Ulang (Verifikasi Berkas): Peserta yang lolos seleksi daring wajib melakukan verifikasi berkas secara langsung pada 9-10 Maret 2026 di Kantor Unit TJSL PT Dahana, Subang. Proses ini tidak boleh diwakilkan, kecuali oleh anggota keluarga yang namanya tercantum dalam daftar pendaftaran.

Saat melakukan registrasi ulang antara pukul 09.00 hingga 16.30 WIB, pendaftar wajib membawa fotokopi KK, KTP, atau Kartu Pelajar. Setelah verifikasi selesai, peserta akan menerima tiket bus resmi serta paket merchandise menarik.

Kontak Informasi Panitia Resmi

Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan kursi rute Subang–Malang dapat menghubungi narahubung resmi. Anda dapat menghubungi Chindy Nabilla Fitriani (0895-6061-14051) atau Rangga Sanjaya (0838-1607-2410) melalui pesan WhatsApp. Seluruh keputusan panitia bersifat final dan program ini 100% gratis tanpa dipungut biaya apa pun.

——————————————————————————–

Frasa kunci utama:

Meta deskripsi:

Tag berita:

Tekan Inflasi, Gerakan Pangan Murah Polres Subang Diserbu Ratusan Warga

Gerakan Pangan Murah Polres Subang

Jajaran kepolisian kembali hadir membantu masyarakat melalui program Gerakan Pangan Murah Polres Subang. Langkah strategis ini bertujuan menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Selain itu, inisiatif ini menjadi upaya nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Kegiatan tersebut berlangsung meriah di Alun-alun Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, pada Selasa (24/2/2026) sore.

Sinergi Lintas Sektor

Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, memimpin langsung jalannya acara tersebut. Sejumlah pejabat penting turut hadir mendampingi, termasuk Wakapolres Subang Kompol Asep Agustoni beserta unsur Muspika Kecamatan Kalijati.

Selanjutnya, berbagai instansi pemerintah daerah juga ikut ambil bagian secara aktif. Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, DKUPP, hingga Bulog berkolaborasi menyukseskan acara ini.

Bahkan, pelaku retail modern dan UMKM lokal turut berpartisipasi membuka stan. Antusiasme warga terlihat sangat tinggi, terbukti dari kehadiran sekitar 550 orang di lokasi acara.

Arahan Kapolda Jabar via Zoom

Sebelum meninjau lokasi, rangkaian acara diawali dengan pertemuan virtual (Zoom Meeting). Kapolda Jawa Barat memimpin langsung rapat koordinasi ini bersama jajaran kapolres dari Subang, Sumedang, Cimahi, Indramayu, dan Purwakarta.

Dalam arahannya, Kapolda menekankan pentingnya pelaksanaan pasar murah ini secara konsisten. Program tersebut dinilai sangat krusial untuk menjaga ketahanan pangan dan membantu perekonomian warga di tengah fluktuasi harga.

Tinjau Langsung Distribusi Pangan

Setelah pertemuan virtual selesai, Kapolres beserta rombongan langsung meninjau stan-stan yang tersedia. Mereka ingin memastikan proses distribusi bahan pokok kepada warga berjalan lancar tanpa hambatan.

Oleh karena itu, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan sangat mudah. Harga yang ditawarkan di lokasi pun dipastikan jauh lebih miring dibandingkan harga normal di pasaran.

Pada akhirnya, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan ini sukses menekan risiko inflasi daerah. Situasi di lapangan juga dilaporkan berjalan aman, tertib, dan sangat kondusif hingga seluruh rangkaian acara selesai.

Atasi Banjir Pantura Subang, 7 Anggota DPRD Kompak Alihkan Dana Pokir

banjir Pantura Subang

Persoalan banjir Pantura Subang yang terjadi setiap tahun akhirnya mendapat perhatian serius dari kalangan legislatif. Tujuh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Daerah Pemilihan (Dapil) V secara kompak mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan masalah ini.

Para wakil rakyat tersebut sepakat untuk mengalokasikan Dana Pokok Pikiran (Pokir) mereka. Anggaran kolektif ini nantinya akan digabungkan guna membangun embung sebagai solusi penanganan banjir yang permanen.

Kesepakatan strategis ini mengemuka dalam sebuah forum audiensi baru-baru ini. Pertemuan di Ruang Rapat DPRD Subang itu melibatkan para legislator dengan komunitas Gerakan Akselerasi Antisipasi (GA’KAN) Banjir.

Sinergi Cegah Bencana

Anggota DPRD Subang dari Fraksi Nasdem, Teguh Pujianto, membeberkan alasan di balik keputusan tersebut. Menurutnya, penanganan bencana di wilayah utara tidak bisa lagi dilakukan secara setengah-setengah atau parsial.

Oleh karena itu, sinergi antar-legislator di Dapil V sangat dibutuhkan saat ini. Tujuannya agar pembangunan infrastruktur pencegah banjir dapat memberikan dampak yang benar-benar nyata bagi masyarakat sekitar.

“Kami tujuh orang anggota DPRD dari Dapil V bersepakat mengalokasikan dana Pokir demi pembangunan embung. Ini merupakan bentuk tanggung jawab moral kami dalam menjawab aspirasi warga,” jelas Teguh kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).

Fungsi Ganda Embung bagi Warga

Pembangunan embung dinilai sebagai solusi teknis yang paling strategis dan memadai. Fasilitas tersebut nantinya akan memberikan fungsi ganda bagi kelangsungan ekosistem di Pantura.

Pertama, embung bertindak sebagai area “parkir” untuk menampung debit air hujan berlebih. Langkah ini sangat efektif mencegah air langsung meluap dan merendam kawasan permukiman warga.

Kedua, infrastruktur ini mampu mengontrol aliran air menuju sungai-sungai utama. Menariknya, cadangan air yang tertampung di dalam embung juga dapat dimanfaatkan oleh para petani setempat ketika musim kemarau tiba.

Desakan Normalisasi Drainase

Rencana pengalihan dana Pokir ini tentu disambut sangat antusias oleh komunitas GA’KAN Banjir. Mereka mendesak agar komitmen politik wakil rakyat tersebut segera diwujudkan dalam bentuk fisik pembangunan.

Selain pembuatan embung, komunitas ini juga menyoroti satu hal penting lainnya. Warga meminta pemerintah segera melakukan normalisasi saluran drainase yang saat ini sudah banyak mengalami pendangkalan.

Penyatuan anggaran dari ketujuh anggota dewan diharapkan mampu menciptakan infrastruktur penangkal banjir yang mumpuni dan terintegrasi. Sebagai informasi, ketujuh legislator Dapil V (Pamanukan, Pusakanagara, Legonkulon, Sukasari, Pusakajaya) tersebut meliputi:

• H. Teguh Pujianto (Partai Nasdem)

• H. Sudi Hartono, S.H. (PKB)

• Albert Anggara (PAN)

• Rismawati (Partai Gerindra)

• H. Aming Kasmin (PDI Perjuangan)

• Hj. Juenah (PDI Perjuangan)

• Hidayat Mansyur (Partai Golkar)

Sasar Kantor Desa dan Rumah Tersangka

kasus mafia tanah VinFast

Penyidik menyasar beberapa titik krusial untuk mengamankan dokumen-dokumen terkait tindak pidana korupsi ini. Lokasi tersebut meliputi Kantor Kecamatan Cibogo, Kantor Desa Cibogo, serta kediaman pribadi lima orang tersangka.

Kelima tersangka merupakan perangkat Desa Cibogo yang diduga kuat merugikan negara. Mereka terdiri dari AM (Kepala Desa), TA (Ketua BPD), IS (Kepala Dusun), US (Bendahara Satgas), dan QK (Kasi Pemerintahan).

Tindakan curang para oknum desa ini berdampak buruk pada iklim investasi daerah. Proses pembangunan pabrik mobil listrik PT VinFast Automobile di Subang pun dilaporkan ikut terganggu akibat ulah mafia tanah tersebut.

Jamin Proses Hukum Transparan

Kepala Kejaksaan Negeri Subang, Dr. Noordien Kusumanegara, memberikan penjelasan mendalam terkait operasi ini. Pihaknya menyita dokumen semata-mata untuk memperkuat proses pembuktian di tahap penyidikan.

Tim penyidik akan menelaah seluruh barang bukti sitaan secara komprehensif. Meskipun demikian, Noordien memastikan bahwa institusinya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Selain itu, ia menjamin penanganan perkara ini berjalan transparan, akuntabel, dan patuh pada ketentuan hukum. Kejari berkomitmen penuh bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Subang untuk menumpas habis praktik mafia tanah.

Negara Rugi Miliaran Rupiah

Sebagai kilas balik, kejaksaan resmi menetapkan kelima perangkat desa tersebut sebagai tersangka pada Kamis (12/2/2026). Keputusan tegas ini diambil setelah penyidik memeriksa tidak kurang dari 70 orang saksi.

Akibat perbuatan para tersangka, negara ditaksir mengalami kerugian finansial yang sangat besar. Nominal kerugian dalam kasus rasuah ini mencapai lebih dari Rp2,4 miliar.

Terkait potensi pelebaran kasus, pihak kejaksaan tidak menutup kemungkinan munculnya nama-nama baru. Kasipidsus Kejari Subang, Bayu, menyatakan bahwa pengembangan perkara masih terus dilakukan untuk mengungkap dalang lainnya di balik kasus ini.

Menyelisik Sejarah Singa Manuk, Warisan Budaya Unik dari Anggasari Subang

kesenian Singa Manuk

Kabupaten Subang memiliki beragam kekayaan tradisi yang memukau. Salah satu warisan budaya yang paling unik adalah kesenian Singa Manuk. Seni pertunjukan tradisional ini tumbuh subur di wilayah Desa Anggasari.

Kesenian ini menampilkan perpaduan visual yang sangat khas. Wujud singa yang gagah digabungkan dengan wujud burung atau manuk. Masyarakat setempat menjadikan tradisi ini sebagai bagian penting dari identitas mereka.

Inspirasi dari Tradisi Sisingaan

Kehadiran Singa Manuk sangat erat dengan kondisi sosial budaya warga Anggasari. Muhammad Luthfi Abdul Aziz dan Didin Saripudin mencatat hal ini dalam jurnal penelitian mereka. Seni pertunjukan tersebut lahir sebagai bentuk ekspresi kolektif saat merayakan momen penting.

Awal kemunculannya sangat dipengaruhi oleh kesenian Sisingaan yang sudah lebih dulu populer. Tradisi lama ini biasanya menampilkan replika singa yang ditandu oleh empat orang dewasa. Setelah itu, seorang anak akan menaiki singa tersebut untuk diarak keliling kampung.

Berakar dari kebiasaan tersebut, warga Desa Anggasari mulai berkreasi. Mereka menciptakan bentuk kesenian baru yang memadukan karakter singa dan burung. Inovasi ini bertujuan memenuhi kebutuhan hiburan rakyat bagi semua kalangan.

Makna Filosofis dan Gotong Royong

Pertunjukan ini ternyata menawarkan lebih dari sekadar tontonan visual. Penggabungan sosok singa dan burung mengandung filosofi yang sangat mendalam. Simbol ini merepresentasikan kekuatan, perlindungan, sekaligus harapan akan masa depan yang lebih baik.

Selain itu, gerakan dan irama pengiringnya juga memiliki makna khusus. Dinamika kehidupan masyarakat desa tercermin jelas dalam setiap ketukan nadanya.

Nilai-nilai sosial seperti persatuan dan semangat gotong royong juga sangat menonjol. Hal ini terbukti dari banyaknya warga yang selalu terlibat bersama-sama. Mereka bergotong royong setiap kali pertunjukan seni ini digelar di desa.

Fungsi Edukasi dan Promosi Desa

Saat ini, kesenian Singa Manuk sangat lekat dengan berbagai perayaan lokal. Warga rutin menampilkannya pada acara khitanan, syukuran, hingga pesta panen raya atau hajat bumi.

Seiring berjalannya waktu, tradisi ini terus mengalami transformasi yang positif. Kemampuan adaptasi masyarakat Anggasari patut diacungi jempol karena tidak pernah meninggalkan akar budayanya. Secara visual, bentuk replika hewan ini terus disempurnakan agar tampil semakin menarik.

Fungsinya kini sudah meluas melampaui sarana hiburan atau pelengkap upacara adat semata. Pemerintah desa dan warga memanfaatkannya sebagai media edukasi budaya. Bahkan, pertunjukan ini menjadi sarana promosi pariwisata yang efektif bagi Desa Anggasari.

Sewa Truk Miliaran Rupiah, Tumpukan Sampah di Subang Tetap Tak Teratasi

tumpukan sampah di Subang

Persoalan tumpukan sampah di Subang kawasan perkotaan masih menjadi keluhan serius bagi warga. Padahal, pemerintah daerah telah menggelontorkan dana hingga miliaran rupiah untuk menyewa armada pengangkut yang lebih besar.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang tercatat mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,6 hingga Rp1,8 miliar pada tahun 2025 dan 2026. Dana jumbo ini ditujukan untuk menyewa armada pengangkut dari pihak ketiga melalui sistem e-katalog.

Kabid Pengelolaan Sampah DLH Subang, Irwan, mengklaim skema penyewaan ini sebenarnya jauh lebih efisien. Pihaknya melakukan pembayaran berdasarkan volume muatan atau “ritasi”, bukan menggunakan sistem kontrak harian.

“Secara kalkulasi, kalau sewa itu sudah satu paket. Tidak perlu pusing memikirkan biaya supir, BBM, dan pemeliharaan,” ungkap Irwan menjelaskan keuntungan sistem tersebut.

Satu unit truk tronton sewaan diketahui mampu menampung kapasitas hingga 24 kubik sampah. Daya angkut raksasa tersebut setara dengan gabungan empat unit truk kecil milik DLH.

Terkendala Jalan Rusak Menuju TPA Jalupang

Namun, klaim efisiensi di atas kertas ternyata berbanding terbalik dengan kondisi nyata di lapangan. Tumpukan sampah masih sering terlihat menumpuk dan merusak pemandangan di berbagai sudut Kota Subang.

Menanggapi sorotan warga, pihak DLH berdalih bahwa keterlambatan pengangkutan bukan disebabkan oleh kurangnya jumlah armada. Hancurnya akses jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang dituding sebagai biang keladi utamanya.

Kerusakan infrastruktur jalan yang sudah dibiarkan sejak tahun 2021 ini menjadi kendala krusial. Truk-truk besar tersebut sering kali terjebak dan sulit melintas, terutama saat musim penghujan tiba.

“Akses jalan bisa dilihat sendiri, hancur. Apalagi kalau hujan, sudah repot. Terjadi penumpukan karena armada sering tertahan di jalan dan tidak bisa langsung pulang setelah mengirim sampah,” kata Irwan.

Pada akhirnya, anggaran miliaran rupiah yang telah dikeluarkan terkesan tidak memberikan dampak maksimal akibat buruknya infrastruktur. Di sisi lain, warga Subang terpaksa harus terus bersabar menghadapi aroma tak sedap dari sampah yang terlambat diangkut di lingkungan mereka.

Menilik Asal-Usul Subang: Dari Legenda Anjing Merah hingga Nyimas Subang Larang

asal-usul Subang

Masyarakat Jawa Barat tentu sudah tidak asing dengan Kabupaten Subang. Namun, tahukah Anda bagaimana sejarah dan asal-usul Subang terbentuk? Wilayah yang dulunya merupakan kawasan hutan belantara ini ternyata memiliki sejarah penamaan yang panjang dan sarat akan cerita rakyat.

Sebelum berdiri sendiri sebagai sebuah kabupaten pada era 1970-an, kawasan ini sempat menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Purwakarta. Kini, daerah tersebut telah berkembang pesat menjadi kabupaten dengan potensi wisata, budaya, dan agrikultur yang sangat kaya.

Berstatus Ibu Kota Karawang Timur

Menurut buku Toponimi Jawa Barat Berdasarkan Cerita Rakyat (2016) karya Yayat Sudaryat, Subang memiliki rekam jejak pemerintahan yang penting. Kota ini bahkan pernah berstatus sebagai ibu kota untuk Karawang Bagian Timur pada 2 Januari 1949.

Pada masa tersebut, wilayah Karawang Timur juga lebih dikenal oleh masyarakat luas dengan nama Kabupaten Purwakarta. Fakta sejarah ini menunjukkan betapa strategisnya kedudukan wilayah Subang sejak zaman dahulu.

Kisah Asu Abang dan Ranggawulung

Salah satu kisah paling populer mengenai asal-usul Subang berasal dari legenda “Asu Abang” atau anjing merah. Kisah legendaris ini berawal dari perjalanan seorang tokoh leluhur Sunda yang bernama Ranggawulung.

Menurut cerita yang beredar secara turun-temurun, Ranggawulung sedang mencari tahu arah aliran sebuah pusaran air. Berbagai cara telah ia coba, namun usahanya tak kunjung membuahkan hasil yang diharapkan.

Di tengah masa pencariannya, konon muncullah sosok anjing berbulu merah yang disebut Asu Abang. Perpaduan kata “Asu” dan “Abang” inilah yang kemudian pelafalannya berevolusi menjadi nama “Subang”. Hingga saat ini, makam tokoh Ranggawulung dapat Anda temukan di kawasan Hutan Kota Ranggawulung.

Versi Sejarah Nyimas Subang Larang

Selain legenda anjing merah, terdapat pula versi sejarah lain yang tak kalah menarik. Sebagian masyarakat mengaitkan penamaan daerah ini dengan tokoh penting pada masa Kerajaan Pajajaran, yakni Nyimas Subang Larang.

Beliau merupakan salah satu istri dari raja tersohor, Prabu Siliwangi. Dari pernikahan bersejarah tersebut, lahirlah tokoh-tokoh besar Nusantara seperti Raden Walangsungsang, Nyimas Rara Santang, dan Prabu Kian Santang.

Meskipun versi Nyimas Subang Larang memiliki akar historis yang cukup kuat, kisah “Asu Abang” tetap menjadi primadona. Cerita rakyat ini paling melekat di hati masyarakat dan dinilai sangat mendekati pendekatan ilmu toponimi (asal-usul penamaan tempat) di wilayah tersebut.

Recent Posts