Beranda blog Halaman 24

DPRD Subang dan Pemkab Bahas RAPBD 2026, Fokus pada Keadilan dan Kesejahteraan Rakyat

DPRD Kabupaten Subang RAPBD 2026

Subang,– Pemerintah Kabupaten Subang bersama DPRD Kabupaten Subang menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Rancangan APBD Tahun Anggaran 2026, Kamis (2/10/2025). Rapat yang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Subang ini dihadiri oleh Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M., serta Sekretaris Daerah H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si.

Dalam rapat tersebut, Kang Akur, sapaan akrab Wakil Bupati, menyampaikan apresiasi tinggi kepada pimpinan dan anggota DPRD atas pandangan, kritik, dan masukan yang disampaikan oleh fraksi-fraksi. Ia menilai dinamika pembahasan RAPBD mencerminkan semangat bersama untuk menghasilkan APBD yang realistis, adil, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

RAPBD 2026 diarahkan untuk tetap konsisten pada visi dan misi pembangunan Kabupaten Subang, meski kita menghadapi tantangan berupa penurunan Transfer ke Daerah dari pemerintah pusat. Pemerintah Daerah bersama DPRD berkomitmen agar APBD tidak sekadar teknis administrasi, tetapi menjadi instrumen nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Kang Akur.

Dalam jawaban Bupati, sejumlah langkah strategis disampaikan, antara lain optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat kecil, peningkatan kinerja BUMD, serta penguatan inovasi pelayanan publik berbasis digital. Dari sisi belanja, pemerintah menekankan prioritas pada pembangunan infrastruktur dasar, pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan.

Kang Akur juga menyoroti pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 di 165 desa dengan anggaran sebesar Rp34,3 miliar. Ia memastikan seluruh aspek pelaksanaannya disiapkan secara matang, mulai dari regulasi hingga kesiapan SDM dan infrastruktur digital.
Pilkades adalah jantung demokrasi desa, sehingga setiap langkah menuju digitalisasi harus tetap menjamin keadilan, transparansi, dan partisipasi rakyat,” tegasnya.

Sementara itu, Sekda Subang H. Asep Nuroni atau Kang Asep menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menjaga transparansi, akuntabilitas, dan gotong royong dalam penyusunan serta pelaksanaan APBD 2026.
Kami percaya bahwa dengan sinergi antara eksekutif dan legislatif, APBD Subang Tahun 2026 dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.

Bupati Subang Jadi Panglima Santri, Ajak Santri Rawat Tradisi dan Peluk Inovasi

Hari Santri Nasional 2025 Kabupaten Subang

Subang – Pemerintah Kabupaten Subang menggelar Apel Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di halaman Kantor Bupati Subang, Rabu (22/10/2025). Bertindak sebagai pembina apel, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., memimpin langsung jalannya upacara yang mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.”

Kegiatan dimulai dengan pembacaan naskah Resolusi Jihad oleh Wakil Ketua PC Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Subang, KH. Eka Munawar, dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada santri berprestasi. Bupati Subang menyerahkan penghargaan kepada Vita Aulya Sobhaniati dari Pondok Pesantren Minhajut Thalibin, peraih Juara I Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Tingkat Jawa Barat dan Juara Harapan MQK Tingkat Nasional.

Acara berlanjut dengan pengukuhan Bupati Subang sebagai Panglima Santri Kabupaten Subang, ditandai penyerahan tongkat dan sorban oleh Ketua PC NU Kabupaten Subang, KH. Satibi.

Dalam amanatnya, Kang Rey menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya 67 santri dalam musibah di Pondok Pesantren Al-Khoziyn, Sidoarjo, Jawa Timur.
Semoga seluruh korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan iman,” ucapnya.

Ia menjelaskan, tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional karena merujuk pada lahirnya Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari, yang menyerukan kewajiban berjihad mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Resolusi jihad inilah yang membakar semangat perjuangan bangsa. Dengan gagah berani, tanpa rasa takut, anak-anak bangsa dari berbagai kalangan bersatu padu melawan penjajahan,” ujar Kang Rey.

Tahun 2025, lanjutnya, menjadi satu dekade peringatan Hari Santri sejak penetapan resminya pada 2015. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat peran pesantren melalui UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren dan Perpres Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.
Semua ini bukti bahwa negara tidak menutup mata terhadap jasa besar pesantren. Negara berutang budi kepada pesantren dan para santri,” tegasnya.

Di tingkat daerah, Kang Rey menyoroti keterlibatan pesantren dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat pesantren.

Menutup amanatnya, Kang Rey mengajak para santri untuk terus mengembangkan diri dan beradaptasi dengan kemajuan zaman.
Jadilah santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya. Rawat tradisi pesantren, tetapi juga peluklah inovasi zaman. Bawalah semangat pesantren ke ruang publik, dunia kerja, dan ranah internasional,” pesannya.

Apel ditutup dengan penampilan kolosal Lesbumi PC NU Subang serta pengukuhan Garda Santri oleh Forum Pesantren dan Pondok (FPP) Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Subang, Sekretaris Daerah, para staf ahli, kepala perangkat daerah, camat, Ketua MUI, pimpinan ormas, kiai, pimpinan pondok pesantren, dan ribuan santri dari berbagai wilayah Kabupaten Subang.

Perumda Tirta Rangga Subang Lakukan Rotasi Besar, Perkuat Tim dan Kinerja

rotasi pegawai Perumda Tirta Rangga Subang

Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Rangga Subang melakukan langkah strategis dengan merotasi 23 pegawai di berbagai posisi. Kebijakan ini bertujuan memperkuat kekompakan tim dan memastikan penempatan sumber daya manusia sesuai kebutuhan perusahaan.

Direktur Utama Perumda Tirta Rangga Subang, Lukman Nur Hakim, menyebut rotasi ini sebagai bagian penting dari perjalanan menuju organisasi yang lebih kuat dan adaptif.
Perubahan adalah bagian dari perjalanan menuju organisasi yang lebih kuat,” ujarnya.

Rotasi tersebut meliputi tiga kategori utama. Sebanyak 15 pegawai dipindahkan ke divisi atau unit kerja berbeda, lima pegawai memperoleh promosi jabatan, dan tiga pegawai dijatuhi sanksi nonjob sebagai langkah pembinaan.

Lukman menjelaskan, rotasi ini dilakukan agar setiap pegawai dapat bekerja di posisi yang paling sesuai dengan kemampuan, keahlian, serta kebutuhan mendesak perusahaan. Menurutnya, setiap individu memiliki potensi besar untuk berkembang jika berada di lingkungan yang tepat.

Dengan semangat kebersamaan, mari kita hadapi perubahan ini sebagai momentum untuk tumbuh, beradaptasi, dan terus memberikan yang terbaik bagi pelayanan air bersih di Kabupaten Subang,” tegas Lukman.

Ia juga menyampaikan selamat kepada pegawai yang mendapatkan promosi dan tanggung jawab baru. Sementara itu, kepada pegawai yang dikenakan sanksi, Lukman memberikan pesan tegas namun membangun.
Bagi yang kena sanksi, itu adalah obat untuk perbaikan diri dan perusahaan,” katanya.

Melalui kebijakan ini, manajemen berharap seluruh jajaran dapat menjadikan perubahan sebagai energi positif untuk meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat Subang.

Polres Subang Lakukan Uji Coba SPPG untuk Dukung Peningkatan Gizi Masyarakat

SPPG Polres Subang

Subang – Polres Subang menggelar kegiatan Uji Coba dan Pengecekan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, bertempat di Gedung SPPG Polres Subang pada Selasa (kemarin).

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., Ph.D., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Subang Ny. Renny Dony E. Wicaksono. Turut hadir pula Pejabat Utama Polres Subang, Ketua Primkoppol, Direktur CV. Sutan Raya Abadi, Kepala dan PIC SPPG Polres Subang, serta Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Subang. Total peserta mencapai sekitar 45 orang.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Subang meninjau langsung sarana, prasarana, dan fasilitas Gedung SPPG, mulai dari pengecekan bahan baku makanan, proses pengolahan, penyajian, hingga pengemasan. Usai peninjauan, Kapolres bersama jajaran juga melakukan uji rasa terhadap menu Makanan Bergizi (MBG) yang disiapkan oleh tim SPPG.

Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Subang turut melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap seluruh aspek operasional pelayanan gizi. Kegiatan berlangsung dari pukul 12.30 hingga 13.35 WIB dalam kondisi aman dan tertib.

Adapun rencana pendistribusian Makanan Bergizi (MBG) SPPG Polres Subang yang telah melalui proses MoU mencakup total 3.232 porsi, dengan rincian:

  • SMPN 4 Subang – 1.147 porsi
  • SMPN 1 Subang – 904 porsi
  • TK Bhayangkari – 48 porsi
  • SDN Sukamenak – 223 porsi
  • SDN Sukamaju – 256 porsi
  • SMP Muhammadiyah – 135 porsi
  • SMP Yosudarso – 161 porsi
  • SMPIT Alamy – 333 porsi

Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono menyampaikan bahwa keberadaan SPPG merupakan bentuk nyata dukungan Polres Subang dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak sekolah dan ibu menyusui.

“Melalui program SPPG ini, kami berharap Polri dapat berkontribusi langsung dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat, terutama generasi muda,” ujar Kapolres.

Kegiatan uji coba dan pengecekan SPPG Polres Subang berlangsung lancar, aman, dan kondusif.

Pemdes Rangdu Canangkan Tradisi Pagi Bersih untuk Wujudkan Desa Sehat

Desa Sehat Rangdu Subang

Subang – Dalam rangka menggalakkan kebersihan lingkungan, Pemerintah Desa (Pemdes) Rangdu, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, memulai tradisi baru yang bertujuan mewujudkan Program Desa Sehat. Kegiatan ini dilakukan setiap pagi sebelum memulai aktivitas kerja, diawali dengan aksi perdana pada Kamis (23/10/2025).

Gotong royong pagi tersebut dihadiri oleh Camat Pusakajaya Dadang Kosasih, Kepala Desa Rangdu Dunengsih, Bhabinkamtibmas, Sekretaris Desa, perangkat desa, lembaga desa, serta kader posyandu. Kepala Desa Rangdu, Dunengsih, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata menjaga kebersihan sekaligus menciptakan lingkungan desa yang sehat dan nyaman.

“Kegiatan ini tidak hanya sebagai upaya menjaga kebersihan, tetapi juga sebagai bentuk gotong royong yang selalu menjadi tradisi kuat di desa kita. Mari kita terus bersama-sama menjaga desa kita tetap bersih dan asri,” ujar Dunengsih.

Ia menambahkan, rutinitas bersih-bersih lingkungan memiliki manfaat ganda — tidak hanya menjaga kebersihan desa, tetapi juga mempererat hubungan antara aparat desa, masyarakat, dan seluruh pihak yang terlibat. “Kami akan pastikan gerakan ini menjadi program rutin, agar tercipta lingkungan kerja yang bersih dan nyaman,” tegasnya.

Dunengsih berharap, dengan kebersamaan semua pihak, Desa Rangdu akan menjadi desa yang bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali.

Sementara itu, Camat Pusakajaya Dadang Kosasih menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai gerakan ini dapat mendorong aparatur desa menjadi teladan dalam menjaga kebersihan lingkungan kerja dan memotivasi warga untuk ikut berpartisipasi.

“Kami berharap, dengan adanya gerakan bersih-bersih lingkungan yang dilakukan perangkat desa ini bisa memotivasi warga sekitar untuk melakukan hal yang sama,” ujar Dadang. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. “Ini harus menjadi budaya agar terciptanya lingkungan kerja yang bersih dan sehat, khususnya di wilayah Kecamatan Pusakajaya,” pungkasnya.

Polres Subang Luncurkan Dua Tim Patroli Presisi untuk Pelayanan Lebih Humanis

Tim Patroli Presisi Polres Subang

Subang — Dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat citra Polri yang presisi dan humanis, Polres Subang meluncurkan dua tim andalan baru, yakni Tim Patroli Mojang Lodaya Presisi dan Tim Patroli Serbu (Setia Haprabu) Presisi, pada Kamis (23/10/2025).

Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, menyebut peluncuran ini sebagai momentum bersejarah sekaligus simbol kebangkitan Polres Subang. “Hari ini kita tidak hanya meluncurkan tim baru, tetapi juga menegaskan tekad, bahwa Polres Subang tidak akan diam. Kita terus berbenah, bergerak, dan berinovasi menuju Polri yang presisi dan humanis,” tegasnya.

Ia menjelaskan, Tim Patroli Mojang Lodaya Presisi merupakan representasi wajah Polri yang lembut namun berwibawa, tegas namun beretika. “Tim ini bertugas sebagai duta Polri humanis, yang siap menyapa masyarakat dengan empati, dan memberikan edukasi dengan ketulusan,” jelas Kapolres.

Sementara itu, Tim Patroli Serbu (Setia Haprabu) Presisi berperan sebagai garda terdepan dalam penanganan cepat terhadap berbagai situasi di lapangan. Tim ini dibentuk dengan semangat SETIA yang berarti Sinergi, Empati, Tegas, Integritas, dan Amanah.

“Berlarilah tanpa arogan, cepatlah tanpa ceroboh, dan profesional tanpa pamrih. Di pundak kalian ada kepercayaan institusi, dan di dada kalian ada kehormatan Polres Subang,” pesan AKBP Dony kepada seluruh personel.

Melalui kedua tim ini, Polres Subang menegaskan komitmennya untuk menjadi pelopor perubahan positif dalam pelayanan kepolisian yang modern, tanggap, dan berorientasi pada kepercayaan publik. “Dengan semangat Presisi dan Setia, Polres Subang bertekad terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi terciptanya keamanan, ketertiban, dan kepercayaan publik yang berkelanjutan,” pungkas Kapolres.

Frasa kunci utama:

Deskripsi meta:
Polres Subang meluncurkan dua tim baru, Mojang Lodaya dan Serbu Presisi, untuk meningkatkan pelayanan yang profesional dan humanis. Kapolres AKBP Dony Eko menegaskan semangat inovasi dan komitmen menuju Polri Presisi.

Tag:
Polres Subang, Tim Patroli Presisi, AKBP Dony Eko Wicaksono, Polri Humanis, pelayanan publik

Polres Subang Segera Tetapkan Tersangka Kasus Tabrakan Beruntun di Cijambe

kasus tabrakan beruntun Cijambe

Subang – Kepolisian Resor (Polres) Subang segera menetapkan tersangka dalam kasus tabrakan beruntun yang melibatkan enam kendaraan di Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, pada Kamis, 9 Oktober 2025. Kecelakaan yang diduga disebabkan oleh truk bermuatan air mineral mengalami rem blong ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Subang, Ajun Komisaris Asep Saepudin, menyatakan bahwa pihaknya telah menggelar perkara untuk meningkatkan status kasus ke tahap penyidikan. “Saya sudah gelar perkara untuk naik sidik sambil mengumpulkan data-data sambil proses penyidikan, sambil mengumpulkan data saksi, barang bukti, dan hasil pemeriksaan kendaraan,” kata AKP Asep Saepudin, Jumat belum lama ini.

Meski begitu, AKP Asep Saepudin belum dapat mengungkapkan identitas tersangka karena proses pemeriksaan masih berlangsung. Namun, ia mengindikasikan bahwa sopir truk berpotensi menjadi tersangka utama, mengingat bukti-bukti yang ada mengarah padanya sebagai pemicu kecelakaan.

Kasus ini terus didalami oleh Polres Subang untuk memastikan keadilan bagi seluruh pihak yang terlibat.

Subang Perkuat Strategi PAD 2026, Kang Rey Tekankan Kolaborasi dan Aksi Nyata

Subang 2026 PAD strategy

Subang – Pemerintah Kabupaten Subang menegaskan komitmennya untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026. Langkah ini ditempuh melalui strategi intensifikasi di seluruh lini perangkat daerah. Penegasan itu disampaikan Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, dalam rapat staf di Ruang Rapat Bupati 2, Senin (20/10/2025).

Bupati yang akrab disapa Kang Rey menekankan pentingnya target PAD yang realistis, progresif, dan berbasis potensi riil. Ia meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menyusun langkah konkret untuk menutup kekurangan anggaran, dengan tetap menjunjung prinsip akuntabilitas dan transparansi.

“Target tidak boleh stagnan. Pemerintah daerah akan memberikan dukungan kebijakan agar langkah peningkatan pendapatan bisa berjalan cepat dan terukur,” ujar Kang Rey.

Dalam arahannya, Kang Rey juga menyoroti perlunya evaluasi terhadap kecamatan dan desa yang capaian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)-nya masih di bawah 50 persen. Ia meminta Bapenda melakukan pembinaan dan pendekatan intensif kepada para lurah, kepala desa, serta perangkat wilayah agar realisasi pajak dapat meningkat signifikan di akhir tahun.

“Kolaborasi lintas sektor sangat penting. Peningkatan PAD bukan hanya tugas Bapenda, tetapi tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah,” tambahnya.

Menutup rapat, Kang Rey menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan dan pengadaan sebelum akhir bulan. Sekretaris Daerah diminta mengawasi langsung agar proses berjalan efisien.

“Kita ingin menepis stigma pelaksanaan yang lambat. Buktikan bahwa Subang bisa bergerak cepat dan efisien,” tegasnya.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah atas kerja keras dan capaian kinerja sejauh ini. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat kolaborasi dan inovasi untuk kemajuan Kabupaten Subang.

Judul: Kecamatan Subang Catat Jumlah RT dan RW Terbanyak di Kabupaten Subang

Kecamatan Subang

Kabupaten Subang terdiri atas 30 kecamatan dengan total 245 desa dan 8 kelurahan. Dari seluruh wilayah tersebut, Kecamatan Subang menempati posisi teratas sebagai kecamatan dengan jumlah RT dan RW terbanyak di Kabupaten Subang.

Kecamatan Subang memiliki luas wilayah mencapai 60,22 km² dan total 535 RT serta 162 RW. Secara geografis, wilayah ini berbatasan dengan Kecamatan Pagaden dan Pagaden Barat di utara, Kecamatan Cijambe di selatan, Kecamatan Cibogo di timur, serta Kecamatan Dawuan di sebelah barat.

Berikut rincian jumlah RT dan RW di delapan kelurahan yang ada di Kecamatan Subang:

  • Kelurahan Parung: 14 RW, 35 RT
  • Kelurahan Pasirkareumbi: 21 RW, 61 RT
  • Kelurahan Soklat: 18 RW, 60 RT
  • Kelurahan Karanganyar: 33 RW, 121 RT
  • Kelurahan Cigadung: 29 RW, 98 RT
  • Kelurahan Dangdeur: 21 RW, 65 RT
  • Kelurahan Sukamelang: 18 RW, 70 RT
  • Kelurahan Wanareja: 8 RW, 25 RT

Dari data tersebut, Kelurahan Karanganyar tercatat sebagai wilayah dengan jumlah RT terbanyak, yaitu 121 RT. Sementara itu, jumlah RT paling sedikit terdapat di Kelurahan Wanareja dengan 25 RT.

Informasi ini bersumber dari Kecamatan Subang dalam Angka, Volume XVIII Tahun 2025, yang memuat data terkini mengenai struktur wilayah dan pemerintahan di Kabupaten Subang.

Judul: Aduan Warga di Lapor Kang Rey Berbuah Hasil, Karyawan PT Sungai Budi Grup Akan Segera Terlindungi BPJS

Lapor Kang Rey

Keberadaan kanal pengaduan media sosial Lapor Kang Rey milik Bupati Subang kembali menunjukkan efektivitasnya dalam menangani persoalan warga. Kali ini, aduan datang dari masyarakat Patokbeusi yang menyoroti status perlindungan kerja di salah satu perusahaan besar di wilayah utara Subang.

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, merespons cepat laporan tersebut. Aduan warga mengungkap bahwa sejumlah karyawan PT Sungai Budi Grup Cabang Patokbeusi belum terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan, padahal perlindungan ini merupakan kewajiban bagi setiap pekerja formal.

Menindaklanjuti laporan yang diterima melalui akun media sosialnya, Bupati Reynaldy segera menginstruksikan Pemerintah Kecamatan Patokbeusi untuk menangani persoalan ini. Tim dari kecamatan—terdiri dari Kasi Kesos, Kasi Trantib, dan Staf Kesos—bergerak cepat mengadakan konfirmasi dan musyawarah bersama pihak manajemen PT Sungai Budi Grup.

Hasil musyawarah yang dikutip pada Senin (20/10/2025) menghasilkan kesepakatan yang berpihak pada pekerja. “Setelah dikonfirmasi, pihak perusahaan mengakui bahwa mereka belum mendaftarkan karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan,” tulis laporan tersebut.

Sebagai tindak lanjut, pihak PT Sungai Budi Grup berjanji akan segera memproses pendaftaran seluruh karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan tanpa penundaan. Langkah cepat Pemerintah Kecamatan Patokbeusi ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Subang dalam melindungi hak-hak normatif pekerja, terutama di tengah pesatnya pertumbuhan industri di kawasan Pantura.

Bupati Reynaldy juga mengimbau masyarakat Subang untuk terus memanfaatkan kanal Lapor Kang Rey melalui akun media sosialnya. Kanal ini terbukti efektif sebagai jembatan komunikasi antara warga dan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.

Recent Posts