Beranda blog Halaman 22

Dedi Mulyadi Minta BPK Audit PDAM Subang: “Airnya Nggak Dipakai, Uangnya Tetap Mengalir”

audit PDAM Subang

Ada yang ganjil di balik derasnya aliran air Subang—dan kali ini bukan soal banjir.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti adanya aliran dana Rp 600 juta per bulan yang diterima PDAM Kabupaten Subang dari perusahaan Aqua, padahal airnya sudah tak lagi digunakan.

Di audit, saya nanti hari Senin saya nemuin BPK dan serahkan surat permohonan audit,” ujar Dedi di Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat (31/10/2025).

Menurutnya, pembayaran rutin itu tidak memiliki dasar hukum yang jelas, karena kerja sama awal PDAM dan Aqua semestinya berbasis pemanfaatan aset air milik PDAM Subang. Kini, Aqua sudah punya sumber air sendiri di lahan milik mereka, tapi perjanjian masih berjalan seperti dulu.

Kenapa? Karena tidak ada dasar hukum. Dasar hukumnya perjanjian. Di dasar hukum perjanjian itu penggunaan aset air. Aset dan airnya tidak digunakan, ini yang jadi orientasi kita,” jelas Dedi.

Mantan Bupati Purwakarta itu mengingatkan, sejak awal PDAM seharusnya tidak sekadar menjadi “penerima uang bulanan”, tapi ikut jadi bagian dari struktur bisnis perusahaan air tersebut.

Itu nggak pintar PDAM-nya. Gini, waktu awal perusahaan ngambilnya bareng dengan PDAM dengan satu SIFA. Seharusnya PDAM memutuskan diri untuk menjadi bagian dari perusahaan itu sehingga dia harus dihitung aset debit air sebagai investasi sehingga menjadi pemegang saham di perusahaan raksasa itu seharusnya. Kemudian ini tidak dilakukan, lebih memilih mendapatkan uang setiap bulan,” tutur Dedi dengan nada satir.

Namun, di balik polemik ini, Dedi melihat hikmah besar: momentum untuk menata ulang tata kelola sumber air di Jawa Barat.

Tetapi di balik itu, saya ada hikmahnya. Hikmahnya apa? Adalah saya ingin identifikasi sumber air baik yang ada digunakan swasta. Karena orientasinya negara wajib menyediakan air bersih bagi warga,” ujarnya.

Ia menegaskan, hasil identifikasi tersebut akan menjadi dasar bagi Pemprov Jabar untuk membangun infrastruktur air bersih yang lebih merata di seluruh kabupaten dan kota.

Sehingga nanti pemerintahan provinsi Jawa Barat berorientasi untuk membangun air bersih di seluruh wilayah provinsi Jawa Barat dan infrastrukturnya nanti akan jadi penyertaan modal ke PDAM kabupaten kota,” pungkasnya.

Air boleh jernih, tapi kalau alirannya keuangan tetap keruh, ya wajar saja Gubernur turun tangan.

Musim Hujan Tiba, Tagana Subang Ingatkan: Waspada, Jangan Sampai Langit Menjebak!

waspada bencana alam Subang

Langit Subang kembali bersuara.
Deras, deras sekali—seolah bumi sedang dicuci massal tanpa jeda iklan.

Memasuki musim penghujan dengan curah tinggi dan ekstrem, warga Subang diimbau untuk waspada. Karena kalau hujan sudah berkolaborasi dengan angin, bencana bisa ikut datang tanpa undangan.

Peringatan ini datang dari Ketua Tagana Dinsos Kabupaten Subang, Jajang Abdul Muhaemin, saat berbincang dengan RRI Subang, Jumat (31/10/2025).

Ia menyebut deretan ancaman yang siap “nongol” kapan saja: pohon tumbang, angin puting beliung, longsor, banjir bandang, banjir biasa, dan pergerakan tanah.

Semua bencana alam tersebut bisa saja terjadi, karena hujan yang turun belakangan ini selain deras juga disertai angin kencang, sehingga patut diwaspadai oleh seluruh masyarakat Kabupaten Subang,” tegas Jajang.

Menurutnya, kondisi ekstrem ini membagi risiko berdasarkan wilayah.
Untuk wilayah selatan, ancamannya lengkap: angin puting beliung, pohon tumbang, longsor, dan banjir bandang.

Di wilayah tengah, warga perlu siaga terhadap angin puting beliung, pohon tumbang, dan banjir.
Sementara di wilayah utara, tambahan ancamannya adalah ROB—banjir akibat pasang air laut yang sering datang tanpa aba-aba.

Tak cukup kewaspadaan, tetapi juga masyarakat harus siap siaga penuh, agar bencana tidak menimbulkan korban jiwa,” pungkas Jajang dengan nada tegas namun penuh kepedulian.

Musim hujan memang tak bisa dihindari, tapi bisa diantisipasi. Jadi, pastikan payung bukan cuma jadi hiasan di motor—karena di Subang, awan bisa berubah jadi ujian kapan saja.

Bupati Subang Tegaskan Aturan Jam Operasional Truk Hasil Kesepakatan dengan Gubernur Jabar

Kebijakan jam operasional truk Subang

Subang – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menegaskan bahwa kebijakan jam operasional kendaraan angkutan di wilayah Subang bukan keputusan sepihak. Kebijakan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

“Saya membuat aturan jam operasional bukan keinginan saya sendiri, tetapi hasil keputusan bersama dengan Pak Gubernur juga,” ujar Kang Rey, sapaan akrabnya, saat memimpin Rapat Koordinasi Pembahasan Implementasi Kebijakan Penggunaan Pelat Nomor Kendaraan “T” Subang di Ruang Rapat Bupati I, Selasa (28/10/2025).

Menurut Kang Rey, sebagian besar laporan masyarakat yang masuk ke Pemerintah Kabupaten Subang berkaitan dengan pelanggaran jam operasional kendaraan angkutan berat.

“Hampir 80% laporan masyarakat yang saya terima itu kaitannya dengan truk yang melanggar jam operasional,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kebijakan ini dibuat untuk menjaga keselamatan masyarakat serta menciptakan ketertiban dan kelancaran lalu lintas di Kabupaten Subang.

“Jangan sampai terjadi kebijakan yang lebih ekstrem dari ini. Karena keselamatan masyarakat kami nomor satu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kang Rey menyampaikan bahwa kebijakan ini tidak hanya berlaku bagi pelaku usaha air minum dalam kemasan (AMDK), tetapi juga bagi seluruh perusahaan ekspedisi dan pengangkutan yang beroperasi di wilayah Subang.

“Bukan hanya pengangkut air saja, tetapi galian juga saya terapkan. Saya tidak pandang bulu, semua ekspedisi pengangkutan yang melewati Subang harus mentaati aturan tersebut,” pungkasnya.

LABINOV Subang Raih Hak Cipta, Bukti Nyata Ekosistem Inovasi Daerah yang Hidup

Subang – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Subang mencatat sejarah baru. Inovasi unggulan mereka, Laboratorium Inovasi Daerah Kabupaten Subang atau LABINOV Subang, resmi memperoleh pengakuan Hak Cipta pada 29 Oktober 2025.

Pengakuan tersebut tertuang dalam Surat Pencatatan Ciptaan Nomor EC002025166183 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI.

Platform Pembelajaran Inovasi yang Berdampak

LABINOV Subang diluncurkan pada 29 Juni 2021 melalui kerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI. Program ini menjadi wadah pembelajaran, pendampingan, dan fasilitasi pengembangan inovasi yang dikelola BP4D Kabupaten Subang.

Sasarannya meliputi seluruh perangkat daerah, unit kerja pemerintah, desa dan kelurahan, satuan pendidikan formal maupun nonformal, hingga masyarakat umum. Berbagai kegiatan seperti coaching clinic, workshop, pendampingan, fasilitasi, serta monitoring dan evaluasi rutin digelar. Puncaknya adalah kompetisi tahunan Subang Innovation Festival, yang telah berlangsung dua tahun berturut-turut.

Dari 221 Inovasi hingga Apresiasi Nasional

Sejak berdiri, LABINOV Subang telah melahirkan 221 inovasi yang ditetapkan melalui Keputusan Bupati. Beberapa inovasi bahkan berhasil menembus ajang Top Inovasi KIJB (Kompetisi Inovasi Jawa Barat) dan meraih penghargaan bergengsi.

Konsistensi Pemerintah Kabupaten Subang dalam menumbuhkan budaya inovasi juga mendapat apresiasi nasional. Pada tahun 2022, Pemda Subang menerima Penghargaan INAGARA (Inovasi Administrasi Negara) dari LAN RI.

Dorong Peningkatan Indeks Inovasi Daerah

Kepala BP4D Kabupaten Subang, Iwan Syahrul Anwar, S.STP, menegaskan bahwa pencapaian Hak Cipta ini menjadi bukti nyata kinerja BP4D dalam menumbuhkan ekosistem inovasi di daerah.

“Kami berharap, momentum ini menjadi pemicu untuk lebih meningkatkan capaian Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Subang yang pada tahun 2024 berada pada skor 52,65 dengan predikat Inovatif, menuju predikat yang lebih tinggi, yaitu Sangat Inovatif,” ujar Iwan.

Ia juga menyampaikan bahwa BP4D akan segera bertransformasi menjadi BAPPERIDA (Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah).

“Tentunya riset dan inovasi akan menjadi arus utama, yang memberikan warna pada perencanaan pembangunan di Kabupaten Subang,” tegasnya.

Lindungi Inovator dengan Hak Kekayaan Intelektual

BP4D berkomitmen untuk terus melindungi hasil karya inovator daerah. Ke depan, instansi ini akan memfasilitasi pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi inovasi yang lahir dari LABINOV Subang, termasuk karya dari kompetisi inovasi tahunan.

Langkah ini menjadi bentuk apresiasi terhadap para inovator lokal sekaligus dorongan agar inovasi di Kabupaten Subang terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Pemuda Subang Bergerak, Indonesia Bersatu di Peringatan Sumpah Pemuda ke-97

Sumpah Pemuda Subang 2025

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, S.IP., memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tingkat Kabupaten Subang yang digelar di Halaman Kantor Bupati Subang, Selasa (28/10/2025). Upacara berlangsung khidmat dengan tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu.”

Dalam upacara tersebut, Kurniawan, siswa SMAN 1 Purwadadi, membacakan Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Sementara itu, mahasiswa Politeknik Maritim Eka Utama Subang membacakan Teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928.

Peserta upacara terdiri dari berbagai unsur, seperti BPBD, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, Tagana, PGRI Subang, pelajar, mahasiswa, dan 100 peserta Jambore Pemuda 2025 yang sebelumnya melakukan long march dari Gedung Cadika menuju Halaman Kantor Bupati Subang.

Bupati yang akrab disapa Kang Rey membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir. Dalam amanat itu disebutkan bahwa momen Sumpah Pemuda adalah titik kesadaran nasional ketika pemuda dari berbagai daerah menyadari mereka memiliki tujuan yang sama.

“Sebuah momen bersejarah yang menandai lahirnya kesadaran nasional bahwa pemuda dari berbagai daerah, suku, dan bahasa memiliki tujuan yang sama, yaitu menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka dan bersatu,” tegasnya.

Ia menambahkan, Sumpah Pemuda bukan sekadar deretan kata, tetapi semangat persatuan yang tetap relevan hingga kini.

“Ikrar yang diucapkan pada 28 Oktober 1928 bukan sekadar kata-kata, melainkan semangat yang mengikat seluruh anak bangsa dalam satu tekad, dan semangat itu masih relevan hingga hari ini, ketika kita menghadapi berbagai tantangan baru di era globalisasi dan kemajuan teknologi,” lanjutnya.

Tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu” menegaskan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai dengan kolaborasi generasi muda.

“Kemajuan bangsa tidak akan terjadi tanpa partisipasi aktif dari generasi muda. Pemuda dan pemudi Indonesia harus terus bergerak, berkarya, serta berinovasi demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju,” sambungnya.

Menpora RI juga berpesan agar para pemuda terus menjaga persatuan untuk masa depan yang cerah, karena masa depan bangsa berada di tangan generasi muda.

Setelah upacara, dilakukan penyerahan berbagai penghargaan. Di antaranya, Genrengers Award dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga kepada Muhammad Sahlim, S.Pd., MH., Juara Lomba Pertukaran Pelajar Antarprovinsi kepada Eri Eryanto, serta Juara 1 Senam Waringkas pada Festival Senam Hari Olahraga Nasional 2025 tingkat Jawa Barat.

Kegiatan ditutup dengan refleksi Sumpah Pemuda oleh Bidang Kepemudaan Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Subang. Turut hadir Forkopimda Kabupaten Subang, para Asisten Daerah, Kepala OPD, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, serta tamu undangan lainnya.

Subang Wajib “Ngapak T”, Bupati Tegaskan Kendaraan Usaha Harus Gunakan Plat Nomor Asli Subang

plat nomor T Subang

Kabupaten Subang kini lagi tegas-tegasnya.

Semua kendaraan usaha yang beroperasi di wilayahnya wajib pakai plat nomor “T” Subang, bukan plat dari daerah tetangga.

Langkah ini bukan sekadar urusan pelat besi di bemper, tapi tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 151/PM.06/PEREK tertanggal 23 Oktober 2025 yang ditandatangani langsung oleh Gubernur Dedi Mulyadi.

Dalam surat itu, ditegaskan adanya masalah serius: truk angkutan barang, terutama air minum dalam kemasan (AMDK), sering kelebihan muatan. Dampaknya? Jalan rusak, udara kotor, dan macet yang bikin warga Subang geleng kepala.

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita BR menegaskan bahwa perusahaan dan ekspedisi harus segera menyesuaikan aturan itu.

Surat edaran Gubernur, dalam waktu dekat harus segera dievaluasi oleh PT. Tirta Investama, dan pihak ekspedisinya, untuk segera menyesuaikan surat edaran tersebut,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (29/10/2025).

Ia menambahkan, kebijakan soal jam operasional kendaraan angkutan juga bukan keputusan sepihak.
Saya membuat aturan jam operasional, bukan keinginan saya sendiri, tetapi hasil keputusan bersama dengan Pak Gubernur juga,” tegasnya.

Dalam aturan itu, ada ketentuan jelas: lebar kendaraan maksimal 2.100 mm, berat total 8 ton, dan muatan sumbu terberat (MST) juga 8 ton.

Namun ternyata, laporan masyarakat justru menunjukkan banyak pelanggaran jam operasional oleh kendaraan berat.
Hampir 80 persen laporan masyarakat yang saya terima itu, kaitannya dengan truk yang melanggar jam operasional,” ungkapnya.

Reynaldy pun menegaskan bahwa keselamatan warga Subang adalah prioritas.
Jangan sampai terjadi kebijakan yang lebih ekstrem dari ini. Karena keselamatan masyarakat kami nomor satu,” ujarnya mantap.

Tak cuma untuk truk air minum, kebijakan ini juga berlaku bagi semua jenis angkutan berat—termasuk pengangkut galian.
Bukan hanya pengangkut air saja, tetapi galian juga saya terapkan. Saya tidak pandang bulu, semua ekspedisi pengangkutan yang melewati Subang, harus mentaati aturan tersebut,” katanya tegas.

Sebagai penutup, ia mengingatkan seluruh perusahaan agar segera mengganti plat kendaraannya dengan “T” khas Subang.
Tolong perhatikan juga plat nomornya. Jangan sampai perusahaan bapak di Subang, ambil airnya di Subang, tetapi plat nomornya diregistrasikan di Bekasi. Tolong plat nomornya dialihkan ke plat Subang,” tandasnya.

Langit Subang kini tak hanya diawasi dari cuaca, tapi juga dari nomor kendaraan. Karena buat Bupati, taat aturan bukan sekadar formalitas, tapi bentuk cinta pada tanah kelahiran.

Awan Hitam Terbang di Langit Subang, Eh… Ternyata Busa Misterius!

busa hitam di langit Subang

Langit Patokbeusi, Subang, mendadak jadi bahan gosip nasional.

Bukan karena hujan deras atau pelangi ganda, tapi karena ada busa hitam yang melayang di udara—mirip awan gelap yang sedang kebingungan mencari hujan.

Warga awalnya cuek, mengira itu sekadar awan mendung. Tapi begitu “awan” itu jatuh ke tanah dan menyapa hidung, semua langsung sadar: ini bukan awan, ini aroma “pabrik edition”.

Busa, bau, awas beracun. Busa ini!” seru seorang warga, sambil menjauh setengah langkah tapi tetap merekam—karena, tentu saja, kamera HP harus tetap on.

Video itu pun langsung melesat ke media sosial, menari-nari di timeline warganet. Dalam rekaman, terlihat gumpalan busa hitam keabu-abuan bergerak acak di langit, seperti kapas gosong yang tersesat.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat pun tak tinggal diam. Kepala DLH, Ai Saadiyah Dwidaningsih, mengonfirmasi bahwa timnya sudah turun tangan.

Masih dicek oleh Tim Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup (PPLH),” ujar Ai dengan nada tegas namun tetap penuh tanda tanya, Rabu (29/10/2025).

Kini publik menanti: apakah ini ulah pabrik nakal, fenomena langka, atau busa sabun yang kehilangan arah? Yang jelas, langit Patokbeusi sedang jadi panggung drama paling “berbusa” minggu ini.

Ega Anjani Pantau Pemeriksaan Mata Pelajar Subang, Bagikan 1000 Kacamata Gratis

pemeriksaan mata pelajar Subang

Kabupaten Subang — Suasana Puskesmas Cikalapa, Senin (27/10/2025), tampak lebih semarak dari biasanya.
Bukan karena ada bazar atau lomba, tapi karena ratusan siswa dari berbagai sekolah tampak antre dengan senyum malu-malu untuk diperiksa matanya.

Ya, hari itu Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy, S.IP, turun langsung memantau kegiatan pemeriksaan mata bagi pelajar.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif TP PKK Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten dan kota se-Jabar.

Tujuannya sederhana tapi berdampak besar: mendeteksi dini gangguan penglihatan pada siswa SD, SMP, dan SMA, sekaligus membagikan 1000 kacamata gratis bagi mereka yang membutuhkan.
Langkah kecil dengan pandangan besar — agar anak-anak bisa melihat masa depannya dengan lebih jelas, bukan buram karena rabun.

Di Subang sendiri, kegiatan ini digelar berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dan Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (IROPIN).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Subang, dr. Indriati Utama, menjelaskan bahwa screening hari itu diikuti sekitar 140 siswa dari tujuh wilayah kerja puskesmas: Cikalapa, Sukarahayu, Tanjungwangi, Cibogo, Rawalele, Ciasem, dan satu wilayah tambahan di sekitarnya.

“Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara PKK, Dinas Kesehatan, dan IROPIN. Kami men-screening anak-anak untuk mendeteksi gangguan penglihatan. Nantinya, siswa yang memerlukan alat bantu akan difasilitasi kacamata oleh TP PKK Provinsi Jawa Barat,” ujar dr. Indriati.

Tak berhenti di Cikalapa, program ini juga akan menyambangi lima titik lainnya: Puskesmas Patokbeusi, Pagaden, Pamanukan, Kalijati, dan Purwadadi.
Mata sehat, belajar pun semangat!

Sementara itu, Ega Anjani Reynaldy tampak menyapa dan berbincang hangat dengan para siswa yang tengah diperiksa.
Beliau tidak hanya datang untuk memantau, tapi juga memberi motivasi dengan gaya khasnya yang lembut namun tegas.

“Jagalah mata kalian, jangan terlalu lama menatap layar handphone, dan biasakan membaca dengan pencahayaan yang cukup. Kesehatan mata penting agar kalian bisa terus belajar dengan semangat dan nyaman,” tutur Ega Anjani dengan penuh perhatian.

Hari itu, Subang tidak hanya berbicara soal visi, tapi benar-benar melihat masa depan — lewat sepasang mata anak-anak yang kini bisa menatap dunia dengan lebih terang.

Media Patriot Nasional Buka Lowongan Wartawan Lokal di Subang

lowongan wartawan lokal Subang

Kabupaten Subang, Jawa Barat — Ada kabar menggembirakan bagi warga Subang yang gemar menulis dan punya jiwa kepo terhadap isu publik!
Media Patriot Nasional resmi membuka pintu lebar-lebar bagi calon wartawan daerah yang ingin menjadi bagian dari jantung informasi di Subang dan sekitarnya.

Langkah ini bukan sekadar rekrutmen, tapi misi memperkuat jaringan redaksi daerah agar setiap denyut peristiwa—dari sosial, ekonomi, budaya, hingga pemerintahan—bisa tersampaikan secara aktual dan berimbang kepada masyarakat.
Ya, kehadiran jurnalis lokal ibarat mata elang dan telinga tajam publik di lapangan.

Calon wartawan yang bergabung akan memegang peran penting: meliput kegiatan pemerintahan, sosial, pendidikan, dan budaya di wilayah Subang.
Tentu saja, semua tulisan wajib berdasarkan fakta lapangan dan mengikuti kaidah jurnalistik yang benar.

Integritas dan objektivitas jadi harga mati!
Para wartawan juga akan berkoordinasi dengan redaksi pusat untuk proses verifikasi berita sebelum tayang ke publik.

Bagaimana dengan kriterianya?
Cukup sederhana—domisili di Subang atau sekitarnya, punya ketertarikan di dunia jurnalistik, mampu menggunakan ponsel pintar, aktif di media sosial, serta disiplin dan komunikatif.
Pengalaman menulis boleh jadi nilai tambah, tapi tidak wajib kok!

Media Patriot Nasional juga menyiapkan pembekalan dasar tentang teknik peliputan, penulisan berita, dan etika jurnalistik.
Sistem kerjanya fleksibel, dengan pola kontribusi sesuai kemampuan dan wilayah liputan masing-masing.

Program ini bukan sekadar lowongan, tapi gerakan: menghidupkan jurnalisme lokal di Subang.
Media Patriot Nasional berkomitmen menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan mendidik, sekaligus menumbuhkan semangat warga untuk menjadi penyambung suara masyarakat Jawa Barat.

Bagi yang merasa terpanggil, segera hubungi redaksi melalui tautan WhatsApp di bawah untuk mendapatkan panduan pendaftaran dan tahapan seleksinya.
Siapa tahu, pena dan ponselmu jadi alat perubahan di kampung halaman!

BYD Bangun Pabrik Raksasa di Subang, Siap Guncang Industri Mobil Listrik Indonesia

pabrik mobil listrik BYD Subang

Subang, bersiaplah jadi pusat gebrakan otomotif masa depan!
Pabrikan mobil listrik asal China, BYD, tengah menyiapkan pabrik perakitan superbesar yang ditargetkan mulai beroperasi awal 2026.

Fasilitas anyar ini bukan sekadar pabrik—ini bakal jadi dapur utama produksi kendaraan listrik BYD di Indonesia.
Head of Marketing Communication PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan, mengungkap bahwa pembangunan sudah mencapai lebih dari 75 persen.

“Target sesuai komitmen (akhir tahun rampung). Sesuai dengan target bisnis kita tentunya di momen di saat kita sudah diharapkan berkomitmen produksi, ya kita harus produksi, karena ini soal menjaga kepercayaan dari customer,” kata Luther saat ditemui di Jakarta Selatan, Senin (27/10/2025).

Bayangkan, Subang bakal jadi arena tempat lahirnya mobil-mobil listrik keren seperti M6, Dolphin, Seal, Atto 3, dan Atto 1.
Meski model pertama yang akan dirakit belum diumumkan, BYD berharap semuanya bisa diproduksi di tanah air.

“Belum secara pasti kita tentukan (model pertama yang diproduksi), namun yang pasti produk yang kita bawa kita harapkan bisa diproduksi di Indonesia,” ujar Luther, sembari tersenyum penuh optimisme.

Tak tanggung-tanggung, pabrik BYD di Kawasan Industri Subang Smartpolitan ini akan merekrut hingga 18.000 tenaga kerja!
Bayangkan, satu kota kecil penuh tenaga ahli baru, semua sibuk merakit masa depan yang ramah lingkungan.

Luas lahannya pun bikin tercengang—lebih dari 108 hektar!
Ini bukan sekadar investasi besar, tapi juga suntikan energi baru untuk perekonomian lokal dan peluang teknologi hijau di Indonesia.

Keberadaan pabrik ini diyakini akan membawa efek domino: lapangan kerja meningkat, ekonomi sekitar menggeliat, dan pengetahuan tentang mobil listrik pun mengalir deras.
Ya, Subang tak lagi hanya dikenal dengan nanas manisnya—tapi juga mobil listrik canggih buatan BYD!

Recent Posts