Beranda blog Halaman 17

Atasi Banjir Pantura Subang, 7 Anggota DPRD Kompak Alihkan Dana Pokir

banjir Pantura Subang

Persoalan banjir Pantura Subang yang terjadi setiap tahun akhirnya mendapat perhatian serius dari kalangan legislatif. Tujuh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Daerah Pemilihan (Dapil) V secara kompak mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan masalah ini.

Para wakil rakyat tersebut sepakat untuk mengalokasikan Dana Pokok Pikiran (Pokir) mereka. Anggaran kolektif ini nantinya akan digabungkan guna membangun embung sebagai solusi penanganan banjir yang permanen.

Kesepakatan strategis ini mengemuka dalam sebuah forum audiensi baru-baru ini. Pertemuan di Ruang Rapat DPRD Subang itu melibatkan para legislator dengan komunitas Gerakan Akselerasi Antisipasi (GA’KAN) Banjir.

Sinergi Cegah Bencana

Anggota DPRD Subang dari Fraksi Nasdem, Teguh Pujianto, membeberkan alasan di balik keputusan tersebut. Menurutnya, penanganan bencana di wilayah utara tidak bisa lagi dilakukan secara setengah-setengah atau parsial.

Oleh karena itu, sinergi antar-legislator di Dapil V sangat dibutuhkan saat ini. Tujuannya agar pembangunan infrastruktur pencegah banjir dapat memberikan dampak yang benar-benar nyata bagi masyarakat sekitar.

“Kami tujuh orang anggota DPRD dari Dapil V bersepakat mengalokasikan dana Pokir demi pembangunan embung. Ini merupakan bentuk tanggung jawab moral kami dalam menjawab aspirasi warga,” jelas Teguh kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).

Fungsi Ganda Embung bagi Warga

Pembangunan embung dinilai sebagai solusi teknis yang paling strategis dan memadai. Fasilitas tersebut nantinya akan memberikan fungsi ganda bagi kelangsungan ekosistem di Pantura.

Pertama, embung bertindak sebagai area “parkir” untuk menampung debit air hujan berlebih. Langkah ini sangat efektif mencegah air langsung meluap dan merendam kawasan permukiman warga.

Kedua, infrastruktur ini mampu mengontrol aliran air menuju sungai-sungai utama. Menariknya, cadangan air yang tertampung di dalam embung juga dapat dimanfaatkan oleh para petani setempat ketika musim kemarau tiba.

Desakan Normalisasi Drainase

Rencana pengalihan dana Pokir ini tentu disambut sangat antusias oleh komunitas GA’KAN Banjir. Mereka mendesak agar komitmen politik wakil rakyat tersebut segera diwujudkan dalam bentuk fisik pembangunan.

Selain pembuatan embung, komunitas ini juga menyoroti satu hal penting lainnya. Warga meminta pemerintah segera melakukan normalisasi saluran drainase yang saat ini sudah banyak mengalami pendangkalan.

Penyatuan anggaran dari ketujuh anggota dewan diharapkan mampu menciptakan infrastruktur penangkal banjir yang mumpuni dan terintegrasi. Sebagai informasi, ketujuh legislator Dapil V (Pamanukan, Pusakanagara, Legonkulon, Sukasari, Pusakajaya) tersebut meliputi:

• H. Teguh Pujianto (Partai Nasdem)

• H. Sudi Hartono, S.H. (PKB)

• Albert Anggara (PAN)

• Rismawati (Partai Gerindra)

• H. Aming Kasmin (PDI Perjuangan)

• Hj. Juenah (PDI Perjuangan)

• Hidayat Mansyur (Partai Golkar)

Sasar Kantor Desa dan Rumah Tersangka

kasus mafia tanah VinFast

Penyidik menyasar beberapa titik krusial untuk mengamankan dokumen-dokumen terkait tindak pidana korupsi ini. Lokasi tersebut meliputi Kantor Kecamatan Cibogo, Kantor Desa Cibogo, serta kediaman pribadi lima orang tersangka.

Kelima tersangka merupakan perangkat Desa Cibogo yang diduga kuat merugikan negara. Mereka terdiri dari AM (Kepala Desa), TA (Ketua BPD), IS (Kepala Dusun), US (Bendahara Satgas), dan QK (Kasi Pemerintahan).

Tindakan curang para oknum desa ini berdampak buruk pada iklim investasi daerah. Proses pembangunan pabrik mobil listrik PT VinFast Automobile di Subang pun dilaporkan ikut terganggu akibat ulah mafia tanah tersebut.

Jamin Proses Hukum Transparan

Kepala Kejaksaan Negeri Subang, Dr. Noordien Kusumanegara, memberikan penjelasan mendalam terkait operasi ini. Pihaknya menyita dokumen semata-mata untuk memperkuat proses pembuktian di tahap penyidikan.

Tim penyidik akan menelaah seluruh barang bukti sitaan secara komprehensif. Meskipun demikian, Noordien memastikan bahwa institusinya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Selain itu, ia menjamin penanganan perkara ini berjalan transparan, akuntabel, dan patuh pada ketentuan hukum. Kejari berkomitmen penuh bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Subang untuk menumpas habis praktik mafia tanah.

Negara Rugi Miliaran Rupiah

Sebagai kilas balik, kejaksaan resmi menetapkan kelima perangkat desa tersebut sebagai tersangka pada Kamis (12/2/2026). Keputusan tegas ini diambil setelah penyidik memeriksa tidak kurang dari 70 orang saksi.

Akibat perbuatan para tersangka, negara ditaksir mengalami kerugian finansial yang sangat besar. Nominal kerugian dalam kasus rasuah ini mencapai lebih dari Rp2,4 miliar.

Terkait potensi pelebaran kasus, pihak kejaksaan tidak menutup kemungkinan munculnya nama-nama baru. Kasipidsus Kejari Subang, Bayu, menyatakan bahwa pengembangan perkara masih terus dilakukan untuk mengungkap dalang lainnya di balik kasus ini.

Menyelisik Sejarah Singa Manuk, Warisan Budaya Unik dari Anggasari Subang

kesenian Singa Manuk

Kabupaten Subang memiliki beragam kekayaan tradisi yang memukau. Salah satu warisan budaya yang paling unik adalah kesenian Singa Manuk. Seni pertunjukan tradisional ini tumbuh subur di wilayah Desa Anggasari.

Kesenian ini menampilkan perpaduan visual yang sangat khas. Wujud singa yang gagah digabungkan dengan wujud burung atau manuk. Masyarakat setempat menjadikan tradisi ini sebagai bagian penting dari identitas mereka.

Inspirasi dari Tradisi Sisingaan

Kehadiran Singa Manuk sangat erat dengan kondisi sosial budaya warga Anggasari. Muhammad Luthfi Abdul Aziz dan Didin Saripudin mencatat hal ini dalam jurnal penelitian mereka. Seni pertunjukan tersebut lahir sebagai bentuk ekspresi kolektif saat merayakan momen penting.

Awal kemunculannya sangat dipengaruhi oleh kesenian Sisingaan yang sudah lebih dulu populer. Tradisi lama ini biasanya menampilkan replika singa yang ditandu oleh empat orang dewasa. Setelah itu, seorang anak akan menaiki singa tersebut untuk diarak keliling kampung.

Berakar dari kebiasaan tersebut, warga Desa Anggasari mulai berkreasi. Mereka menciptakan bentuk kesenian baru yang memadukan karakter singa dan burung. Inovasi ini bertujuan memenuhi kebutuhan hiburan rakyat bagi semua kalangan.

Makna Filosofis dan Gotong Royong

Pertunjukan ini ternyata menawarkan lebih dari sekadar tontonan visual. Penggabungan sosok singa dan burung mengandung filosofi yang sangat mendalam. Simbol ini merepresentasikan kekuatan, perlindungan, sekaligus harapan akan masa depan yang lebih baik.

Selain itu, gerakan dan irama pengiringnya juga memiliki makna khusus. Dinamika kehidupan masyarakat desa tercermin jelas dalam setiap ketukan nadanya.

Nilai-nilai sosial seperti persatuan dan semangat gotong royong juga sangat menonjol. Hal ini terbukti dari banyaknya warga yang selalu terlibat bersama-sama. Mereka bergotong royong setiap kali pertunjukan seni ini digelar di desa.

Fungsi Edukasi dan Promosi Desa

Saat ini, kesenian Singa Manuk sangat lekat dengan berbagai perayaan lokal. Warga rutin menampilkannya pada acara khitanan, syukuran, hingga pesta panen raya atau hajat bumi.

Seiring berjalannya waktu, tradisi ini terus mengalami transformasi yang positif. Kemampuan adaptasi masyarakat Anggasari patut diacungi jempol karena tidak pernah meninggalkan akar budayanya. Secara visual, bentuk replika hewan ini terus disempurnakan agar tampil semakin menarik.

Fungsinya kini sudah meluas melampaui sarana hiburan atau pelengkap upacara adat semata. Pemerintah desa dan warga memanfaatkannya sebagai media edukasi budaya. Bahkan, pertunjukan ini menjadi sarana promosi pariwisata yang efektif bagi Desa Anggasari.

Sewa Truk Miliaran Rupiah, Tumpukan Sampah di Subang Tetap Tak Teratasi

tumpukan sampah di Subang

Persoalan tumpukan sampah di Subang kawasan perkotaan masih menjadi keluhan serius bagi warga. Padahal, pemerintah daerah telah menggelontorkan dana hingga miliaran rupiah untuk menyewa armada pengangkut yang lebih besar.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang tercatat mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,6 hingga Rp1,8 miliar pada tahun 2025 dan 2026. Dana jumbo ini ditujukan untuk menyewa armada pengangkut dari pihak ketiga melalui sistem e-katalog.

Kabid Pengelolaan Sampah DLH Subang, Irwan, mengklaim skema penyewaan ini sebenarnya jauh lebih efisien. Pihaknya melakukan pembayaran berdasarkan volume muatan atau “ritasi”, bukan menggunakan sistem kontrak harian.

“Secara kalkulasi, kalau sewa itu sudah satu paket. Tidak perlu pusing memikirkan biaya supir, BBM, dan pemeliharaan,” ungkap Irwan menjelaskan keuntungan sistem tersebut.

Satu unit truk tronton sewaan diketahui mampu menampung kapasitas hingga 24 kubik sampah. Daya angkut raksasa tersebut setara dengan gabungan empat unit truk kecil milik DLH.

Terkendala Jalan Rusak Menuju TPA Jalupang

Namun, klaim efisiensi di atas kertas ternyata berbanding terbalik dengan kondisi nyata di lapangan. Tumpukan sampah masih sering terlihat menumpuk dan merusak pemandangan di berbagai sudut Kota Subang.

Menanggapi sorotan warga, pihak DLH berdalih bahwa keterlambatan pengangkutan bukan disebabkan oleh kurangnya jumlah armada. Hancurnya akses jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang dituding sebagai biang keladi utamanya.

Kerusakan infrastruktur jalan yang sudah dibiarkan sejak tahun 2021 ini menjadi kendala krusial. Truk-truk besar tersebut sering kali terjebak dan sulit melintas, terutama saat musim penghujan tiba.

“Akses jalan bisa dilihat sendiri, hancur. Apalagi kalau hujan, sudah repot. Terjadi penumpukan karena armada sering tertahan di jalan dan tidak bisa langsung pulang setelah mengirim sampah,” kata Irwan.

Pada akhirnya, anggaran miliaran rupiah yang telah dikeluarkan terkesan tidak memberikan dampak maksimal akibat buruknya infrastruktur. Di sisi lain, warga Subang terpaksa harus terus bersabar menghadapi aroma tak sedap dari sampah yang terlambat diangkut di lingkungan mereka.

Menilik Asal-Usul Subang: Dari Legenda Anjing Merah hingga Nyimas Subang Larang

asal-usul Subang

Masyarakat Jawa Barat tentu sudah tidak asing dengan Kabupaten Subang. Namun, tahukah Anda bagaimana sejarah dan asal-usul Subang terbentuk? Wilayah yang dulunya merupakan kawasan hutan belantara ini ternyata memiliki sejarah penamaan yang panjang dan sarat akan cerita rakyat.

Sebelum berdiri sendiri sebagai sebuah kabupaten pada era 1970-an, kawasan ini sempat menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Purwakarta. Kini, daerah tersebut telah berkembang pesat menjadi kabupaten dengan potensi wisata, budaya, dan agrikultur yang sangat kaya.

Berstatus Ibu Kota Karawang Timur

Menurut buku Toponimi Jawa Barat Berdasarkan Cerita Rakyat (2016) karya Yayat Sudaryat, Subang memiliki rekam jejak pemerintahan yang penting. Kota ini bahkan pernah berstatus sebagai ibu kota untuk Karawang Bagian Timur pada 2 Januari 1949.

Pada masa tersebut, wilayah Karawang Timur juga lebih dikenal oleh masyarakat luas dengan nama Kabupaten Purwakarta. Fakta sejarah ini menunjukkan betapa strategisnya kedudukan wilayah Subang sejak zaman dahulu.

Kisah Asu Abang dan Ranggawulung

Salah satu kisah paling populer mengenai asal-usul Subang berasal dari legenda “Asu Abang” atau anjing merah. Kisah legendaris ini berawal dari perjalanan seorang tokoh leluhur Sunda yang bernama Ranggawulung.

Menurut cerita yang beredar secara turun-temurun, Ranggawulung sedang mencari tahu arah aliran sebuah pusaran air. Berbagai cara telah ia coba, namun usahanya tak kunjung membuahkan hasil yang diharapkan.

Di tengah masa pencariannya, konon muncullah sosok anjing berbulu merah yang disebut Asu Abang. Perpaduan kata “Asu” dan “Abang” inilah yang kemudian pelafalannya berevolusi menjadi nama “Subang”. Hingga saat ini, makam tokoh Ranggawulung dapat Anda temukan di kawasan Hutan Kota Ranggawulung.

Versi Sejarah Nyimas Subang Larang

Selain legenda anjing merah, terdapat pula versi sejarah lain yang tak kalah menarik. Sebagian masyarakat mengaitkan penamaan daerah ini dengan tokoh penting pada masa Kerajaan Pajajaran, yakni Nyimas Subang Larang.

Beliau merupakan salah satu istri dari raja tersohor, Prabu Siliwangi. Dari pernikahan bersejarah tersebut, lahirlah tokoh-tokoh besar Nusantara seperti Raden Walangsungsang, Nyimas Rara Santang, dan Prabu Kian Santang.

Meskipun versi Nyimas Subang Larang memiliki akar historis yang cukup kuat, kisah “Asu Abang” tetap menjadi primadona. Cerita rakyat ini paling melekat di hati masyarakat dan dinilai sangat mendekati pendekatan ilmu toponimi (asal-usul penamaan tempat) di wilayah tersebut.

Rentetan Tragedi Sepekan: Ibu Bunuh Anak di Subang hingga Laka Maut Cipali

tragedi Subang Cipali Karawang

Sejumlah insiden memilukan mewarnai wilayah Subang, Purwakarta, dan Karawang dalam kurun waktu sepekan terakhir. Rentetan kejadian tragis ini mencakup kasus pembunuhan anak kandung hingga kecelakaan lalu lintas yang mengerikan di jalan raya.

Ibu Tega Habisi Nyawa Anak di Subang

Kasus pertama yang menyita perhatian publik terjadi di Kampung Pelabuan, Kabupaten Subang. Seorang ibu rumah tangga berinisial KN (28) nekat menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri yang baru berusia 6 tahun, MA.

Pelaku melaporkan tindakan kejinya tersebut ke Polsek Subang Kota pada Jumat (13/2/2026). Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, membenarkan terjadinya peristiwa maut di sebuah rumah kontrakan tersebut.

Berdasarkan keterangan polisi, KN diduga kuat membekap wajah buah hatinya menggunakan bantal berkali-kali hingga korban tewas. Ironisnya, sang adik yang baru berusia lima tahun tengah berada di rumah saat kejadian berlangsung.

Sementara itu, kakak korban sedang berada di sekolah dan suami pelaku tengah bekerja di Cirebon. Motif pembunuhan ini diduga kuat dipicu oleh emosi pelaku usai bertengkar dengan suaminya melalui telepon.

Kecelakaan Bus Rombongan Wisata di Tol Cipali

Peristiwa nahas selanjutnya terjadi di ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Sebuah bus pariwisata asal Banten mengalami kecelakaan hebat pada pukul 04.00 WIB pagi.

Rombongan bus tersebut rencananya hendak berlibur menuju kawasan wisata Ciater, Subang. Namun, perjalanan mereka terhenti seketika akibat insiden tabrakan di jalur bebas hambatan.

Pihak kepolisian menduga bus menabrak bagian belakang sebuah truk yang melaju searah di depannya. Benturan keras itu menyebabkan bus terpental ke kiri hingga akhirnya menabrak pembatas jalan tol.

Truk Kontainer Timpa Sedan Keluarga di Karawang

Di wilayah Karawang, musibah lain terjadi pada Minggu malam (15/2/2026). Sebuah truk kontainer kehilangan kendali saat melewati jalan menanjak dan menurun, lalu terguling menimpa sebuah mobil sedan.

Mobil sedan nahas tersebut kebetulan sedang ditumpangi oleh enam orang yang masih satu keluarga. Kasat Lantas Polres Karawang, AKP Sudirianto, menyampaikan bahwa tiga orang penumpang di dalamnya dilaporkan mengalami luka ringan.

Buntut dari insiden mengerikan ini, kepolisian telah menaikkan status perkara ke tahap penyidikan. Sopir truk berinisial HW (37) kini resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 311 atau Pasal 310 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). Ia kini harus menghadapi ancaman hukuman maksimal hingga 12 tahun penjara.

Cara Mengatur Ponsel Agar Tidak Mengganggu Ibadah Selama Bulan Puasa

Ponsel cerdas telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, namun penggunaannya yang berlebihan kadang dapat mengganggu aktivitas penting seperti ibadah. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengatur ponsel agar tidak mengganggu momen-momen spiritual kita. Berikut adalah beberapa langkah praktis yang dapat Anda terapkan untuk memastikan ibadah Anda berlangsung dengan tenang.

1. Aktifkan Mode DND (Do Not Disturb)

Fitur Mode DND, atau Jangan Ganggu, memungkinkan Anda untuk menonaktifkan semua pemberitahuan selama waktu ibadah. Sebagian besar ponsel memiliki fitur ini yang dapat diakses dengan mudah. Anda dapat mengatur waktu tertentu di mana ponsel tidak akan mengeluarkan bunyi atau getaran.

  • Pengaturan cepat: Akses pengaturan cepat dengan menggesek layar dari atas, kemudian pilih ikon DND.
  • Pengaturan waktu: Sesuaikan durasi Mode DND sesuai dengan waktu ibadah Anda.

2. Sesuaikan Notifikasi Aplikasi

Selain menggunakan Mode DND, Anda juga dapat menyesuaikan pemberitahuan dari aplikasi tertentu. Beberapa aplikasi, terutama media sosial, dapat mengeluarkan notifikasi yang mengganggu konsentrasi saat beribadah.

  • Masuk ke pengaturan aplikasi: Buka pengaturan ponsel dan temukan bagian aplikasi.
  • Matikan notifikasi: Pilih aplikasi yang ingin Anda nonaktifkan notifikasinya dan matikan opsi pemberitahuan.

3. Gunakan Aplikasi Pemblokir Gangguan

Anda juga dapat mempertimbangkan untuk menginstal aplikasi pihak ketiga yang dirancang khusus untuk memblokir gangguan. Aplikasi ini dapat membantu Anda untuk membatasi akses ke aplikasi tertentu selama waktu ibadah.

  • Contoh aplikasi: Beberapa aplikasi populer seperti Forest atau Stay Focused dapat membantu Anda tetap fokus.
  • Atur waktu pemblokiran: Sesuaikan waktu pemblokiran sesuai dengan kebutuhan ibadah Anda.

4. Matikan Suara dan Getaran

Langkah sederhana namun efektif adalah dengan mematikan suara dan getaran ponsel Anda. Ini akan memastikan bahwa tidak ada gangguan saat Anda sedang beribadah.

  • Pengaturan suara: Masuk ke pengaturan suara dan pilih opsi untuk mematikan suara serta getaran.
  • Mode senyap: Aktifkan mode senyap untuk memastikan tidak ada gangguan dari panggilan telepon atau pesan.

Kesimpulan

Mengatur ponsel agar tidak mengganggu ibadah adalah langkah penting untuk meningkatkan pengalaman spiritual kita. Dengan memanfaatkan fitur-fitur yang tersedia seperti Mode DND, penyesuaian notifikasi, aplikasi pemblokir, serta mematikan suara dan getaran, Anda dapat menciptakan suasana yang lebih tenang dan fokus saat beribadah. Dengan demikian, Anda dapat lebih khusyuk dan bermakna dalam menjalani aktivitas spiritual Anda.

Cara Melakukan Transfer dari BCA ke DANA: Solusi Praktis untuk Transaksi Digital

Di era digital saat ini, kemudahan dalam melakukan transaksi keuangan menjadi salah satu faktor utama yang mendukung aktivitas bisnis dan kehidupan sehari-hari. Salah satu metode transfer yang banyak digunakan adalah dari rekening Bank Central Asia (BCA) ke aplikasi dompet digital DANA. Artikel ini akan menjelaskan langkah-langkah yang perlu Anda ikuti untuk melakukan transfer tersebut dengan mudah dan cepat, sehingga masalah yang sering dihadapi dalam transaksi keuangan dapat teratasi.

Langkah-langkah Transfer BCA ke DANA

Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda ikuti untuk melakukan transfer dari BCA ke DANA:

  • Pastikan Anda Memiliki Aplikasi DANA: Pertama, unduh dan instal aplikasi DANA di perangkat mobile Anda. Pastikan akun DANA Anda sudah terdaftar dan aktif.
  • Catat Nomor Virtual Account DANA: Sebelum melakukan transfer, Anda perlu mendapatkan nomor virtual account DANA Anda. Caranya, buka aplikasi DANA, pilih menu ‘Isi Saldo’, dan pilih metode transfer melalui bank. Nomor virtual account akan ditampilkan di layar.
  • Buka Aplikasi BCA: Selanjutnya, buka aplikasi BCA di smartphone Anda dan masuk ke akun Anda menggunakan username dan password yang telah terdaftar.
  • Pilih Menu Transfer: Di dalam aplikasi BCA, pilih menu ‘Transfer’ dan kemudian pilih ‘Ke Rekening Bank Lain’.
  • Masukkan Nomor Virtual Account: Masukkan nomor virtual account DANA yang telah Anda catat sebelumnya. Pastikan nomor yang dimasukkan benar agar tidak terjadi kesalahan dalam pengiriman dana.
  • Masukkan Jumlah yang Akan Ditransfer: Setelah itu, masukkan jumlah uang yang ingin Anda transfer ke DANA. Periksa kembali untuk memastikan jumlah yang dimasukkan sudah sesuai.
  • Konfirmasi Transaksi: Lakukan konfirmasi untuk menyelesaikan transaksi. Anda akan menerima notifikasi jika transfer berhasil dilakukan.

Kesimpulan

Transfer dari BCA ke DANA adalah proses yang cukup mudah dan cepat jika Anda mengikuti langkah-langkah yang telah dijelaskan. Dengan memanfaatkan fitur digital ini, Anda dapat menikmati kemudahan dalam bertransaksi tanpa harus mengunjungi bank secara fisik. Selalu pastikan untuk memeriksa kembali semua informasi yang Anda masukkan untuk menghindari kesalahan. Dengan demikian, Anda dapat mengatasi masalah transaksi keuangan dengan lebih efisien dan efektif.

Ingatlah bahwa kemudahan dalam bertransaksi adalah kunci untuk mendukung aktivitas sehari-hari Anda. Selamat mencoba!

Jaga Kamtibmas, Patroli Malam Polsek Sagalaherang Sisir Wilayah Rawan

patroli malam Polsek Sagalaherang

Jajaran kepolisian kembali menggencarkan patroli malam Polsek Sagalaherang demi menjaga keamanan dan ketertiban warga. Langkah proaktif ini merupakan bagian dari Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di wilayah hukum Polres Subang.

Kapolsek Sagalaherang, AKP H. Irpan Taufik Firmansyah, memimpin langsung jalannya operasi keamanan tersebut. Sejumlah personel kepolisian turut mendampingi pimpinan mereka saat menyisir berbagai area publik.

Kegiatan penjagaan ini mulai dilaksanakan pada Sabtu malam (21/2/2026). Setelah itu, petugas terus bersiaga memantau kondisi lapangan hingga Minggu dini hari (22/2/2026).

Sesuai Arahan Kapolres Subang

Pelaksanaan KRYD ini sejalan dengan instruksi langsung dari Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono. Tujuannya sangat jelas, yakni memastikan wilayah Kabupaten Subang senantiasa aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga.

Hasilnya, operasi pengamanan tersebut berjalan lancar tanpa hambatan. Melalui rilis resminya, Kapolsek menyampaikan rasa syukur karena situasi dilaporkan aman terkendali selama kegiatan berlangsung.

Petugas sama sekali tidak menemukan adanya potensi gangguan keamanan yang menonjol. Selain itu, aksi kriminalitas di lapangan juga terpantau nihil.

Imbauan Partisipasi Warga

Lebih lanjut, pihak kepolisian terus mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk ikut ambil bagian. Warga diharapkan bisa berperan aktif menjaga ketertiban serta keamanan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Sinergi yang kuat antara polisi dan masyarakat sangat dibutuhkan saat ini. Oleh karena itu, kolaborasi ini diyakini mampu menciptakan kehidupan bermasyarakat yang damai serta tenteram ke depannya.

Pererat Sinergi Warga, Jumat Curhat Polsek Sagalaherang Digelar di Dayeuhkolot

Jumat Curhat Polsek Sagalaherang

Polsek Sagalaherang menggelar program Jumat Curhat Polsek Sagalaherang untuk mempererat sinergi dengan masyarakat. Kegiatan dialog interaktif ini berlangsung di Masjid Jami Nauroh Al Hison, Desa Dayeuhkolot, Kabupaten Subang, pada Jumat (20/02/2026).

Langkah strategis tersebut bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tingkat desa. Antusiasme warga terlihat sangat positif menyambut kehadiran aparat kepolisian di lingkungan mereka.

Kapolsek Sagalaherang, AKP H. Irpan Taufik Firmansyah, memimpin langsung jalannya acara. Unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Sagalaherang turut hadir mendampingi pihak kepolisian dalam pertemuan penting ini.

Menurut AKP Irpan, inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono. Aparat berupaya hadir lebih dekat untuk mendengarkan langsung keluh kesah masyarakat.

“Program ini bertujuan untuk mempererat sinergi antara Polri dan masyarakat. Di samping itu, ini adalah kesempatan kami untuk mendengarkan serta menyerap langsung aspirasi dari warga,” ungkap AKP Irpan.

Selain menampung aspirasi, petugas juga memanfaatkan momen tersebut untuk memberikan imbauan kamtibmas. Polisi mengajak seluruh elemen masyarakat agar terus berperan aktif menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

Sebagai penutup, Kapolsek menyampaikan apresiasi tinggi kepada warga yang telah membantu tugas kepolisian. Ia berharap kondisi lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif dapat terus dipertahankan demi kepentingan bersama.

Recent Posts