Beranda blog Halaman 17

Bursa Transfer Persib: Sukses Gaet Menalo dan Peralta

Bursa Transfer Persib

suarasubang.com — Pergerakan bursa transfer Persib Bandung menjelang musim baru langsung menghentak publik sepak bola tanah air. Maung Bandung dilaporkan sukses mengamankan tanda tangan dua penyerang asing berkelas melalui manuver yang sangat cepat. Kehadiran Luka Menalo dan Mariano Peralta diharapkan menjadi tambahan kekuatan signifikan bagi lini serang tim.

Luka Menalo Segera Merapat ke Bandung

Kabar bergabungnya winger asal Bosnia-Herzegovina, Luka Menalo, dikonfirmasi langsung oleh jurnalis internasional Lorenzo Lepore. Melalui media sosial, Lepore memberikan tanda bahwa kesepakatan personal dan nilai kontrak telah disetujui kedua pihak. Manajemen Pangeran Biru bergerak taktis karena sang pemain berstatus bebas transfer setelah meninggalkan klub FK Sarajevo.

Pemain sayap berusia 29 tahun ini diproyeksikan menjadi motor serangan baru di bawah asuhan tim pelatih. Rencananya, Menalo akan diikat kontrak berdurasi dua tahun di Kota Kembang. Jika administrasi lancar, ia dijadwalkan melakukan penandatanganan kontrak resmi pada 5 Juli 2026 mendatang.

Persib Tikung Mariano Peralta dari Persija

Kejutan bursa transfer Maung Bandung tidak berhenti sampai di situ saja. Persib dilaporkan sukses memanfaatkan situasi buntu (deadlock) antara Persija Jakarta dengan penyerang asal Argentina, Mariano Peralta. Manajemen Persib segera menggelar negosiasi kilat setelah melihat adanya celah dalam perburuan pemain tersebut.

Saat ini, peluang kepindahan Mariano Peralta ke skuad Pangeran Biru dikabarkan telah menyentuh angka 80 persen. Akun informasi transfer terpercaya menyebutkan bahwa Peralta dipastikan tidak akan bergabung dengan skuad Macan Kemayoran musim ini. Langkah cepat ini menunjukkan ambisi besar Persib untuk tetap kompetitif di papan atas kompetisi mendatang.

Penguatan Benih Tebu Unggul di Subang dan Indramayu

Benih Tebu Unggul Subang

suarasubang.com — CV Karya Amelia telah menuntaskan penanaman Kebun Benih Datar (KBD) tebu seluas 200 hektare di Kabupaten Subang dan Indramayu, Jawa Barat. Penanaman yang berlangsung pada 16—17 Juni ini merupakan bagian dari program strategis nasional. Langkah tersebut bertujuan untuk memperkuat penyediaan benih bermutu guna mendukung produktivitas tebu rakyat secara berkelanjutan.

Direktur Utama CV Karya Amelia, Iman, menjelaskan bahwa pembangunan kebun benih ini tersebar di beberapa titik lokasi yang strategis. Wilayah tersebut mencakup Kecamatan Terisi dan Bantarwaru di Indramayu, serta kawasan Jalan Cagak di Kabupaten Subang. Saat ini, total lahan yang dikelola mencapai 100 hektare di Terisi, 70 hektare di Bantarwaru, dan 80 hektare di Subang, termasuk lahan cadangan.

Selanjutnya, program ini difokuskan untuk mengembangkan varietas unggul Panjalu 1 sebagai sumber benih utama di Jawa Barat. Varietas ini memiliki keunggulan produktivitas yang mencapai 1.700 kuintal per hektare dengan rendemen gula hingga 11 persen. Selain itu, tanaman ini dikenal tahan terhadap kondisi kering serta menghasilkan anakan yang banyak pada setiap mata benihnya.

Guna menjamin kualitas hasil pengembangan, Balai Sertifikasi Provinsi Jawa Barat akan melakukan pengawasan dan pengecekan rutin setiap bulan. Benih bermutu ini dijadwalkan mulai tersedia bagi para petani pada periode Oktober hingga November mendatang. Masyarakat dapat mengakses distribusi calon benih varietas Panjalu 1 ini secara gratis sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menghadapi tantangan musim kemarau panjang, pihak pengelola telah menyiapkan infrastruktur irigasi berupa pompa air dan sistem mekanisasi lahan. Strategi ini sangat krusial untuk menjaga keberlanjutan produksi benih di tengah cuaca ekstrem yang melanda. Sementara itu, para petani di wilayah Indramayu kini mulai kembali melirik komoditas tebu sebagai alternatif usaha tani yang menjanjikan.

Pemerintah melalui Direktur Perbenihan Perkebunan, Ebi Rulianti, menegaskan bahwa KBD tebu adalah strategi penting dalam introduksi varietas baru kepada petani. Selain Panjalu, varietas seperti AAS dan NXI 4 T juga diperkenalkan untuk meningkatkan daya saing industri gula nasional. Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap produksi dan rendemen tebu rakyat dapat meningkat secara signifikan di masa depan.

Nightography Galaxy S26+, Bikin Lebih Nyaman Produksi Konten Kapan Saja!

review1st.com – Menemukan smartphone yang mampu mengimbangi ritme produksi konten visual yang dinamis merupakan sebuah keharusan bagi kreator maupun jurnalis teknologi. 

Pengujian teknis di dalam studio sering kali tidak mencerminkan tantangan yang sebenarnya. Oleh karena itu, kapabilitas kamera Samsung Galaxy S26+ ini telah diuji secara komprehensif dalam berbagai skenario nyata.

Mulai dari perekaman dokumenter perjalanan atau bikin konten di pencahayaan malam,  hingga peliputan di dalam ruangan minim lighting atau kuliner malam.

Melalui penggunaan yang intensif, perangkat ini membuktikan bahwa perpaduan perangkat keras kelas atas dan kecerdasan buatan (Galaxy AI) mampu menghadirkan pengalaman fotografi harian yang konsisten. 

Berikut adalah ulasan mendalam mengapa kamera Galaxy S26+ berikut fitur Nightography-nya sangat bisa diandalkan untuk kebutuhan fotografi dan videografi profesional.

Spesifikasi Kamera S26+

Fondasi utama dari predikat kamera HP terbaik tentu berasal dari hardware yang mumpuni. Galaxy S26+ membawa peningkatan perangkat keras yang signifikan, khususnya pada lensa utama:

  • Kamera Utama (50 MP): Hadir dengan aperture super lebar f/1.4 untuk penangkapan cahaya maksimal.
  • Kamera Ultra-wide (12 MP): Menghadirkan Field of View (FOV) luas yang menjaga ketajaman hingga ke ujung bingkai.
  • Kamera Telefoto (10 MP): Mendukung 3x optical zoom yang jernih untuk menangkap detail objek jauh tanpa mengorbankan kualitas.
  • Kamera Depan (12 MP): Lensa presisi untuk perekaman vlog malam dengan tingkat noise minimal.

Fitur Unggulan untuk Profesional

Bagi kreator dan jurnalis teknologi yang sering turun ke lapangan, fitur-fitur berikut adalah nyawa dari alur kerja yang efisien dan hasil visual kelas atas.

Perekaman Low-Light Video dengan Aperture f/1.4

Kunci utama dari Nightography sejati terletak pada seberapa banyak cahaya yang bisa ditangkap oleh sensor fisik, bukan sekadar manipulasi software.

Dengan bukaan lensa f/1.4 pada kamera utamanya, Galaxy S26+ mampu menyerap cahaya jauh lebih banyak dibandingkan generasi sebelumnya.

Hasilnya adalah Low-Light Video yang terang, minim noise, dan mempertahankan depth of field (efek bokeh) yang natural secara optik, bahkan saat merekam di jalanan malam atau area minim cahaya.

Dukungan Format Pro: LOG+LUT, Expert RAW, dan APV

Perangkat ini memberikan kebebasan mutlak bagi colorist dan videografer profesional.

  • Format LOG + LUT: Merekam video dengan profil warna datar (LOG) untuk menjaga rentang dinamis maksimal, lalu mengaplikasikan LUT (Look-Up Table) langsung saat preview maupun di proses editing.
  • Expert RAW: Menghasilkan file foto raw dengan data warna 16-bit yang tidak terkompresi, memberikan ruang editing yang sangat luas untuk menyelamatkan area highlight atau shadow ekstrem di foto malam.
  • Format APV: Mendukung perekaman video dengan format codec profesional terbaru (APV) yang menawarkan bitrate tinggi untuk mempertahankan detail piksel tanpa membebani penyimpanan sebesar format ProRes.

Seamless Editing via Camera Assistant

Pengalaman fotografi tidak berhenti saat tombol shutter ditekan. Melalui aplikasi Camera Assistant, alur kerja pasca-produksi menjadi sangat efisien (seamless editing). Pengguna dapat mengatur shutter speed secara manual, mematikan pergantian lensa otomatis, hingga mengatur ketajaman gambar dasar. Setelan khusus ini memastikan file mentah yang ditangkap sudah sesuai dengan visi sang kreator, sehingga proses transisi menuju tahap editing warna dan pemotongan klip berjalan jauh lebih cepat.

Perbandingan Kemampuan Fotografi: S25+ vs S26+

Untuk melihat lonjakan inovasi pada perangkat keras tahun ini, berikut perbandingannya:

Fitur / SpesifikasiGalaxy S25+Galaxy S26+
Aperture Kamera Utamaf/1.8 (Terang, namun terbatas di area sangat gelap)f/1.4 (Asupan cahaya maksimal, jagoan sejati Nightography)
Dukungan Format Video ProMendukung HDR10+ dan opsi RAW standarLOG + LUT in-camera, dan format APV ber-bitrate tinggi
Kualitas Low-Light VideoMasih terdapat sedikit noise di area shadowNoise sangat minim, detail bayangan terjaga berkat lensa f/1.4
Kontrol Camera AssistantOpsi penyesuaian dasarKontrol seamless editing lanjutan, termasuk penguncian lensa absolut

FAQ Seputar Kamera Galaxy S26+

1. Apakah aperture f/1.4 membuat area fokus menjadi terlalu sempit saat foto grup di malam hari?

Tidak perlu khawatir. Meski memiliki bukaan sangat besar, lensa Galaxy S26+ dirancang dengan elemen optik presisi yang mempertahankan ketajaman subjek. Untuk foto grup, Anda juga dapat memanfaatkan lensa ultra-wide atau mundur sedikit menggunakan kamera utama.

2. Apakah merekam video dengan format APV dan LOG menghabiskan memori dengan sangat cepat?

Format APV menawarkan keseimbangan yang jauh lebih baik antara kualitas profesional dan kompresi file dibandingkan format raw video konvensional. Meski ukurannya lebih besar dari MP4 biasa, hasilnya sangat sepadan bagi Anda yang mengejar kualitas visual Smartphone Kamera Terbaik untuk keperluan komersial atau dokumenter.

Horizontal Lock vs Gimbal: Seberapa Berguna untuk Mobile Creator?

review1st.com – Bagi para mobile creator atau jurnalis teknologi yang sering melakukan liputan lapangan, membawa gimbal memang sering kali merepotkan. Selain menambah bobot, proses kalibrasi yang memakan waktu sering kali membuat momen penting terlewatkan.

Samsung Galaxy S26+ menawarkan alternatif menarik melalui fitur Horizontal Lock yang terintegrasi di dalam sistem kamera. Namun, apakah fitur ini benar-benar bisa menggantikan fungsi gimbal eksternal untuk kebutuhan konten profesional?

Mengenal Fitur Horizontal Lock di Galaxy S26+

Horizontal Lock adalah teknologi penstabil video canggih yang bekerja langsung melalui pemrosesan ProVisual Engine. Fitur ini mengunci posisi cakrawala (horison) agar tetap lurus secara presisi, terlepas dari bagaimana posisi smartphone Anda.

  • Stabilisasi 360 Derajat: Video akan tetap tegak lurus meski ponsel diputar atau diguncang secara ekstrem.
  • Efisiensi Workflow: Tidak perlu setup tambahan, cukup aktifkan fitur ini di aplikasi kamera, dan Anda siap merekam.

Horizontal Lock vs Gimbal: Perbandingan untuk Kebutuhan Konten

Untuk menentukan mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan Anda, berikut adalah analisis perbandingan antara fitur Horizontal Lock pada S26+ dan gimbal eksternal:

Aspek KomparasiFitur Horizontal Lock (S26+)Gimbal Eksternal
MobilitasSangat tinggi, tidak butuh tambahan alat.Rendah, menambah bobot dan memakan ruang.
PersiapanInstan, tidak perlu kalibrasi.Membutuhkan waktu untuk balancing dan setup.
Kapasitas BateraiMenggunakan baterai ponsel (4.900 mAh).Memerlukan pengisian daya terpisah.
Kegunaan IdealWalking footage, travel content, aksi cepat.Cinematic pan, time-lapse kompleks, tracking subjek jarak jauh.

Skenario Kapan Anda Memerlukan Horizontal Lock

Fitur ini bukan hanya sekadar pelengkap, melainkan solusi bagi kreator dalam kondisi berikut:

  • Travel Content: Saat Anda harus merekam sambil berjalan cepat atau berlari di medan yang tidak rata, fitur ini menjaga footage tetap steady.
  • Handheld Video: Untuk kebutuhan vlogging santai namun tetap ingin memberikan kesan video yang rapi dan profesional.
  • Liputan Aksi: Sangat membantu saat merekam momen di kerumunan, di mana Anda tidak mungkin membawa alat tambahan yang memakan tempat.

Kesimpulan

Bagi kreator yang mengutamakan kecepatan dan efisiensi, Horizontal Lock pada Galaxy S26+ adalah game changer. Fitur ini memangkas ketergantungan pada gimbal eksternal untuk skenario perekaman handheld yang dinamis. Meskipun gimbal masih memiliki keunggulan untuk teknik sinematik yang sangat spesifik, untuk kebutuhan harian dan mobilitas tinggi, Galaxy S26+ sudah lebih dari cukup untuk menghasilkan footage yang stabil dan sinematik.

FAQ Seputar Fitur Horizontal Lock di Galaxy S26+

1. Apakah fitur Horizontal Lock pada S26+ dapat digunakan pada resolusi video 4K?
Ya, Horizontal Lock pada Galaxy S26+ mampu berjalan pada resolusi tinggi, termasuk 4K, tanpa penurunan performa yang berarti. 

2. Bagaimana perbandingan daya tahan baterai saat fitur Horizontal Lock aktif dibandingkan saat tidak digunakan?
Penggunaan fitur Horizontal Lock akan sedikit meningkatkan beban kerja Neural Processing Unit (NPU). Namun berkat efisiensi chipset fabrikasi 2nm, dampaknya terhadap konsumsi baterai 4.900 mAh tergolong sangat minim.

3. Kapan saya harus tetap menggunakan gimbal eksternal meski sudah memiliki Horizontal Lock?
Horizontal Lock sangat ideal untuk kebutuhan handheld dan mobilitas tinggi. 

Upgrade dari Galaxy S25+ ke Galaxy S26+? Ini Perbedaan yang Paling Terasa

review1st.com – Setiap tahun, pertanyaan langganan yang selalu muncul saat Samsung merilis lini flagship baru adalah: “Apakah worth upgrade dari generasi sebelumnya?”

Apalagi buat kita yang butuh smartphone tangguh untuk daily driver—mulai dari ngedit konten dadakan, memantau workflow liputan, sampai nemenin aktivitas ekstrem atau sekadar rekam footage pas rutinitas jalan pagi.

Perbedaan performa antar generasi sering kali jadi penentu batas kenyamanan kita bekerja. Nah, kali ini kita akan bedah tuntas apa beda S26+ dan S25+, serta melihat apakah Galaxy S26+ benar-benar membawa peningkatan fungsional yang signifikan.

Spesifikasi: Komparasi Galaxy S25+ vs Galaxy S26+

Fitur UtamaGalaxy S25+Galaxy S26+
Layar6.7 inci QHD+ Dynamic AMOLED 2X6.7 inci QHD+ Dynamic AMOLED 2X (Gorilla Glass Armor 2)
ChipsetExynos 2400Exynos 2600 (Fabrikasi 2nm)
Baterai & Daya4.900 mAh (45W Fast Charging)4.900 mAh (45W Fast Charging) dengan efisiensi daya superior
Pendekatan AIReaktif (menunggu perintah)Proaktif (Agentic AI, dukungan input makin beragam)
Dukungan OS7 Tahun (Sejak rilis)7 Tahun (Berjalan di Android 16 / One UI 8.5 terbaru)

Fitur Unggulan: Peningkatan yang Paling Terasa di Keseharian

Angka di atas kertas mungkin sekilas mirip, tetapi pengalaman pemakaian One UI 8.5 dipadukan dengan perangkat keras baru membawa lompatan experience yang besar. Berikut adalah aspek pembeda utamanya.

1. Galaxy AI yang Makin Proaktif, Bukan Sekadar Fitur Pasif

Di generasi sebelumnya, Galaxy AI sangat membantu, tetapi pengguna sering kali harus menginisiasi perintah secara manual. Di S26+, kehadiran AI sudah masuk ke tahap proaktif. Input kini makin beragam, bisa melalui teks atau suara yang lebih santai. Sistem bisa membaca konteks layar Anda dan langsung menyarankan aksi. Misalnya, saat ada pesan masuk tentang brief klien, AI bisa menyarankan untuk langsung memasukkannya ke jadwal kalender tanpa harus buka-tutup aplikasi.

2. Baterai Tangguh Berkat Chipset Fabrikasi 2nm

Kapasitas baterai S26+ sama dengan pendahulunya di angka 4.900 mAh. Bedanya? Otaknya kini ditenagai chipset Exynos 2600 dengan fabrikasi 2nm. Ini membuat manajemen termal dan efisiensi dayanya jauh lebih baik. Dipakai kerja dari beres mandi heula di pagi hari sampai malam, grafik penurunan baterainya sangat stabil. Kecepatan fast charging 45W juga terasa optimal berkat suhu perangkat yang lebih terjaga saat diisi daya.

3. Peningkatan Nightography yang Signifikan

Kamera selalu menjadi daya tarik lini flagship Samsung. Di S26+, kemampuan Nightography mendapatkan penyempurnaan besar di sisi perangkat lunak. Pemrosesan gambar malam hari, khususnya untuk perekaman video, kini minim noise dengan dynamic range yang lebih luas, sangat memanjakan para kreator visual.

Perbandingan Experience: Mengapa Harus Beralih ke S26+?

Jika Anda masih menimbang-nimbang untuk melakukan upgrade, perhatikan beberapa keuntungan operasional dari varian Plus terbaru ini:

  • Workflow Terotomatisasi: Smartphone mengerti rutinitas harian Anda dan memangkas interaksi manual yang repetitif.
  • Durabilitas Layar Ekstra: Kaca pelindung Gorilla Glass Armor 2 di S26+ lebih tahan terhadap goresan ekstrem, cocok untuk penggunaan luar ruangan yang intensif.
  • Long-Term Usability: Kepastian software support yang konsisten hingga tahun 2033 memberikan peace of mind bagi investasi perangkat harian Anda.

Kesimpulan

Melihat fungsionalitasnya, upgrade dari S25 ke S26+ bukanlah sekadar pembaruan gawai biasa. Ini adalah transisi menuju penggunaan AI smartphone yang nyata dan praktis. Bagi Anda yang mencari daily driver tangguh untuk mempermudah hidup, perangkat ini sangat pantas menemani saku Anda seharian.

FAQ Seputar Upgrade S26 Series

Q: S26 vs S25, mending mana untuk penggunaan jangka panjang?
A: Mengingat lompatan kecerdasan on-device AI dan efisiensi cip 2nm, Galaxy S26+ adalah pilihan yang jauh lebih future-proof jika Anda berniat menggunakannya lebih dari 3 tahun ke depan.

Q: Apakah beda S26 dan S25 di sektor kamera sangat mencolok?
A: Untuk foto siang hari, kualitasnya seimbang. Namun, untuk pemrosesan Low-Light, AI Retouching, dan kecepatan aplikasi kamera, S26+ terasa satu langkah di depan.

Kemarau Ekstrem Paksa Petambak Blanakan “Gantung Karang”

Petambak Blanakan Subang
Oplus_16908288

suarasubang.com — Musim kemarau ekstrem yang melanda wilayah pesisir utara (Pantura) membawa dampak buruk bagi para petambak Blanakan Subang. Akibat minimnya pasokan air, tambak di Kecamatan Blanakan kini terpaksa berhenti beroperasi atau “gantung karang” hingga akhir tahun 2026.

Kekeringan parah ini mengakibatkan pasokan air tawar hilang sepenuhnya dari area budidaya. Selain itu, air pasang laut pun sudah tidak mampu lagi mengalir ke area tambak milik warga. Kondisi sulit tersebut memaksa Sutarno (54), seorang petambak asal Desa Muara, untuk meninggalkan lahan tambaknya yang kini mengering.

Dampak Ekonomi dan Alih Profesi Sementara

Fenomena alam ini secara praktis telah memutus mata pencaharian utama masyarakat pesisir. Sutarno mengungkapkan bahwa dalam enam bulan terakhir, ia biasanya mampu mengantongi pendapatan sekitar Rp7 juta dari hasil panen udang dan bandeng. Namun, saat ini ia harus memutar otak agar kebutuhan dapur rumah tangganya tetap terpenuhi.

Demi menyambung hidup selama masa sulit, Sutarno beserta sejumlah rekan petambak lainnya memilih beralih profesi menjadi nelayan musiman. Langkah ini diambil sebagai satu-satunya cara untuk bertahan di tengah ketiadaan aktivitas di lahan tambak mereka.

Peninjauan dan Saran dari Dinas Perikanan

Menanggapi keluhan tersebut, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Subang segera melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Kepala Bidang Perikanan Air Payau, Udin Saepudin, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai dampak kemarau ekstrem ini. Saat ini, tim pemerintah sedang memetakan kondisi para petambak untuk menentukan langkah penanganan.

Pemerintah mengakui bahwa produktivitas ikan dan udang memang mustahil dijalankan karena ekosistem air payau yang tidak mendukung. Oleh karena itu, Udin menyarankan agar para petambak mencari alternatif pendapatan sementara. Misalnya, mereka dapat mencoba mengolah produk hasil laut atau membuat usaha kerajinan agar tetap berdaya selama masa “gantung karang” berlangsung.

Puncak Milangkala ke-58 Ciasem Berlangsung Meriah

Milangkala ke-58 Ciasem

suarasubang.com — Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, secara resmi menghadiri puncak perayaan Milangkala ke-58 Kecamatan Ciasem. Perhelatan syukur tersebut digelar di Alun-Alun Kecamatan Ciasem pada Senin (29/06/2026).

Acara tahun ini mengusung tema “SIKOPER” yang merupakan singkatan dari Membangun Sinergi, Menjalin Kolaborasi, dan Menjaga Persatuan. Momentum ini diawali dengan pembacaan sejarah penetapan hari jadi oleh tim peneliti untuk memberikan wawasan historis kepada masyarakat.

Semangat Kolaborasi dan Geliat Ekonomi

Camat Ciasem, Eza Zaithon Thowi Anshari, menyatakan bahwa perayaan ini merupakan bukti nyata kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Beliau menekankan pentingnya persatuan di tengah keberagaman latar belakang profesi demi kepentingan pembangunan yang lebih besar.

Selain sebagai ajang silaturahmi, berbagai kegiatan pendukung juga memberikan dampak positif bagi perekonomian warga lokal. Selain itu, sebagai bentuk kepedulian sosial, pihak kecamatan bersama Wakil Bupati menyerahkan santunan secara simbolis kepada masyarakat yang membutuhkan.

Potensi Ciasem sebagai Lumbung Padi

Wakil Bupati Subang yang akrab disapa Kang Akur memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan aktif masyarakat dalam perayaan ini. Menurut beliau, Milangkala merupakan saat yang tepat untuk merefleksikan hasil pembangunan serta memperkuat rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Beliau juga mengingatkan bahwa Ciasem memiliki potensi luar biasa, terutama sebagai sentra produksi padi terbesar di Kabupaten Subang. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan penduduk yang padat sangat diperlukan agar kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat secara berkelanjutan.

Menjaga Kondusivitas Jelang Pilkades

Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026, Kang Akur mengimbau warga untuk selalu menjaga keamanan lingkungan. Beliau berharap masyarakat dapat memilih pemimpin terbaik dengan tetap mengedepankan semangat persatuan agar situasi daerah tetap kondusif.

Acara kemudian ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Camat Ciasem yang diserahkan langsung kepada Wakil Bupati. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, para kepala desa, tokoh agama, serta ribuan masyarakat yang antusias memadati lokasi perayaan.

Subang Festival Vol. 12: Hiburan Musik dan Aksi Lingkungan

Subang Festival Vol. 12

suarasubang.com — Gelaran Subang Festival Vol. 12 baru saja sukses menyedot perhatian ribuan masyarakat di Sari Ater Campervan Park, Ciater, Sabtu (27/6/2026). Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, hadir langsung untuk membuka acara yang memadukan hiburan dengan kampanye lingkungan ini. Kehadiran jajaran Forkopimda turut menambah semarak festival yang berlangsung di wilayah Subang bagian selatan tersebut.

Konsep Tiket Unik dari Botol Plastik

Acara kali ini tampil berbeda dengan menerapkan syarat masuk yang sangat inovatif bagi para pengunjung. Alih-alih menggunakan tiket konvensional, penonton cukup membawa botol plastik bekas sebagai syarat masuk ke area festival. Konsep ini sengaja diusung sebagai bentuk edukasi nyata untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan hidup.

Selain menikmati udara pegunungan yang sejuk, pengunjung disuguhkan penampilan memukau dari musisi nasional, Raim Laode. Penembang lagu hits “Komang” tersebut berhasil menghipnotis penonton yang hadir dari berbagai daerah. Panggung Subang Fest juga diramaikan oleh deretan band lokal sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap kreativitas generasi muda Subang.

Tantangan Bupati dan Pengembangan Wisata

Bupati Subang, yang akrab disapa Kang Rey, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan acara ini. Beliau juga memberikan tantangan menarik kepada para penonton terkait kesadaran lingkungan. Jika sampah plastik yang terkumpul mencapai 5 ton, Pemkab Subang berjanji akan menghadirkan bintang tamu spesial sesuai permintaan masyarakat pada edisi Desember mendatang.

Kang Rey menegaskan komitmennya bahwa kegiatan hiburan dan kebudayaan harus dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat secara merata. Beliau juga memproyeksikan festival ini sebagai motor penggerak ekonomi kreatif serta ajang promosi wisata daerah. Di akhir acara, Bupati mengajak para wisatawan untuk mengeksplorasi berbagai destinasi eksotis yang ada di Kabupaten Subang.

Ke depan, pemerintah daerah berencana menjadikan Subang Fest sebagai agenda rutin setiap bulan selama masa jabatan Bupati. Dengan struktur yang rapi dan kalimat yang ringkas, informasi ini diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih luas serta memberikan dampak positif bagi pariwisata Subang.

Disdikbud Subang Respon Cepat Kerusakan SDN Tanjungrasa Kidul

Perbaikan SDN Tanjungrasa Kidul Subang

suarasubang.com — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang kini tengah memprioritaskan perbaikan SDN Tanjungrasa Kidul. Langkah sigap ini diambil sebagai respons atas viralnya video yang menunjukkan kondisi memprihatinkan sekolah di Kecamatan Patokbeusi tersebut.

Kepala Disdikbud Subang, Heri Sopandi, segera menginstruksikan tim Seksi Sarana dan Prasarana SD untuk terjun langsung ke lapangan. Beliau menegaskan bahwa tim teknis harus segera melakukan pengecekan mendalam. Hal ini dilakukan agar langkah penanganan darurat dapat diputuskan secepat mungkin demi keselamatan siswa.

Skema Anggaran Pemeliharaan Sekolah

Pemerintah sebenarnya telah menyediakan skema pemeliharaan bangunan melalui alokasi 20 persen Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Heri menekankan agar setiap sekolah di Kabupaten Subang tidak membiarkan bangunan rusak tanpa penanganan. Anggaran tersebut harus digunakan secara efektif untuk perbaikan yang bersifat mendesak.

Namun, Disdikbud akan mengupayakan sumber dana lain apabila anggaran BOS tidak mencukupi. Pihaknya berencana mengusulkan pendanaan melalui perubahan APBD dalam waktu dekat. Jika belum memungkinkan, rencana rehabilitasi akan dimasukkan ke dalam perencanaan APBD tahun 2027 mendatang.

Kondisi Fasilitas yang Memprihatinkan

Kerusakan pada bangunan sekolah tersebut memang tergolong cukup berat. Video berdurasi hampir empat menit memperlihatkan ruang kelas yang kehilangan jendela serta pintu. Selain itu, kondisi plafon yang jebol di berbagai sisi membuat suasana belajar menjadi tidak kondusif bagi para santri dan siswa.

Fasilitas sanitasi seperti toilet siswa juga dilaporkan mengalami kerusakan total sehingga tidak dapat digunakan. Akibatnya, para siswa terpaksa menggunakan area terbuka di belakang sekolah untuk keperluan buang air. Oleh karena itu, masyarakat sangat berharap pemerintah segera memberikan solusi agar kegiatan belajar kembali layak dan aman.

Keseruan Rally Offroad RAOR ke-14 di Subang

suarasubang.com — Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, resmi melepas ratusan peserta Rally Offroad RAOR ke-14. Acara tersebut berlangsung meriah di halaman Kantor Bupati Subang pada Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan tahunan ini mengusung tema “Back to Basic” sebagai ajang promosi wisata alam yang potensial. Selain meningkatkan pariwisata, penyelenggara juga berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi bagi para pelaku UMKM lokal.

Promosi Alam dan Potensi Daerah Subang

Para offroader dari berbagai penjuru daerah berkumpul untuk menjelajahi keindahan lintasan Pasirheulang. Mereka tidak hanya beradu ketangkasan kendaraan, tetapi juga menikmati panorama alam serta sajian kuliner khas Kabupaten Subang.

Ahmad Sobari, selaku Ketua Jeep Urang Subang (JUS), menjelaskan bahwa tema “Back to Basic” bertujuan mengembalikan esensi offroad. Kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk menikmati alam sekaligus mempererat tali persaudaraan antar-anggota komunitas.

Aksi Sosial di Tengah Petualangan Offroad

Komunitas Jeep Urang Subang ternyata memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap lingkungan sekitar. Ahmad Sobari menegaskan bahwa offroad bukan sekadar aktivitas melintasi jalanan yang sulit atau menantang.

Para anggota komunitas juga aktif dalam kegiatan reboisasi dengan menanam pohon di area tertentu. Terlebih lagi, mereka rutin memberikan bantuan bagi anak sekolah dan sigap membantu saat terjadi bencana alam. Sebagai aksi nyata, panitia menyerahkan bantuan alat tulis dan Al-Qur’an kepada santri Pondok Pesantren Siti Nurhalimah.

Sambutan Hangat Bupati Subang

Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey merasa bangga atas kehadiran para peserta dari luar daerah. Beliau mengajak semua orang untuk mengeksplorasi pesona alam Subang yang memiliki bentang alam sangat lengkap.

Kabupaten Subang memiliki segalanya, mulai dari pegunungan hijau hingga hamparan kawasan pantai yang indah. Selain itu, daerah ini kini mulai dikenal luas sebagai lokasi investasi besar, termasuk pabrik mobil listrik. Beliau berharap para offroader dapat menjadi duta promosi wisata setelah menikmati pengalaman luar biasa di Subang.

Acara pelepasan tersebut turut dihadiri oleh pejabat penting, termasuk perwakilan Indonesia Offroad Federation (IOF) serta tamu dari Kota Prabumulih. Setelah seremoni pembukaan dan penyerahan plakat, ratusan peserta langsung menuju lintasan offroad yang telah disiapkan oleh panitia.

Recent Posts