Beranda blog Halaman 1640

Mantap! DFSK Gelora E Sudah Dibekali Teknologi Fast Charging

rockomotif-teknologi-dfsk-gelora-e.jpg

ROCKOMOTIF, Jakarta – PT Sokonindo Automobile telah membekali teknologi DFSK Gelora E dengan fitur fast charging. Hal ini mampu membuat pengeluaran untuk melakukan pengisian ulang baterai menjadi lebih murah.

Hal ini memungkinkan para pemilik kendaraan niaga listrik tersebut, lebih memangkas waktu dalam pengecasan baterai. Berdasarkan data dari PT Sokonindo Autmobile, untuk melakukan pengisian ulang baterai sampai penuh, hanya membutuhkan waktu selama 80 menit.

“Teknologi DFSK Gelora E dengan fast charging dapat membuat pengisian daya baterai kendaraan menjadi lebih singkat dan efisien, sehingga konsumen bisa mendapatkan untung yang lebih baik,” jelas PR and Media Manager PT Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi, dalam keterangan resminya.

Bukan hanya itu, melalui maraknya Stasiun Pengisian Ulang Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang ada di beberapa lokasi juga memberikan kemudahan bagi pemilik kendaraan niaga listrik tersebut.

“Terlebih SPKLU yang tersebar di berbagai daerah menawarkan pengisian daya dengan arus DC yang besar, dan ini akan memaksimalkan fast charging yang dimiliki oleh model ini,” tambah Achmad Rofiqi.

Model andalan ini telah dibekali dengan baterai berukuran 42 kWH yang memiliki kemampuan jarak tempuh hingga 300 kilometer berdasarkan NEDC (New European Driving Cycle). Pengisian daya baterai hanya membutuhkan waktu kurang dari 2 jam untuk mengisi baterai dari posisi 20 persen hingga 80 persen.

Selain itu, konsumen juga tidak perlu khawatir apabila melakukan pengecasan di rumah, karena charger yang diberikan oleh pabrikan bisa digunakan dengan listrik rumah tangga dengan kapasitas 220V 16A.

“DFSK Gelora E sekarang ini ditawarkan dengan harga mulai dari Rp490 juta (on the road DKI Jakarta) dan menjadi kendaraan listrik paling terjangkau yang ada di pasaran otomotif nasional. Kami meyakini harga yang kompetitif ini membuat konsumen bisa memiliki kendaraan listrik, untuk memaksimalkan efisiensi, dan pastinya membuat usaha para penggunanya semakin untung,” pungkas Achmad Rofiqi.

Penyelundupan 1 Ton Sabu Asal Iran, Digagalkan Polda Jabar di Pangandaran

ac51496ffb31ea2e6a2aee3abe48bf1b.jpg

KBRN, Bandung: Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat berhasil mengagalkan penyelundupan 1 ton Sabu asal Iran, di pantai Mandasari Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran, Rabu (16/3/2022).

Direktur Ditnarkoba Polda Jawa Barat Kombes Pol. Johannes R Manalu mengatakan, penyelundupan 1 ton narkoba asal Iran tersebut, merupakan hasil penyelidikan Subdit I Ditnarkoba Polda Jawa Barat yang dipimpin AKBP Hery Afandi.

“Diduga berisikan sabu dengan perhitungan kasar lebih kurang bruto (berat kotor) 1.000 kilogram,” kata Dirresnarkoba Polda Jabar Kombes Johannes R Manalu.

Johanes menyebutkan, ada empat orang yang diamankan dalam upaya penyelundupan sabu asal timur tengah ini. 

Mereka berinisial DH, HH, AH, dan NS yang berperan sebagai pengendali atau pengatur pergerakan barang. 

Sementara pelaku lainnya, berperan sebagai sopir yang mengangkut sabu dari perahu ke mobil. 

Johannes menerangkan, dalam kasus itu barang bukti sabu dikemas ke dalam kotak Tupperware oleh para pelaku. Kemudian, kotak-kotak tersebut dimasukkan ke dalam karung berjumlah 66 buah. 

Selain barang bukti sabu, polisi turut mengamankan kapal perahu motir yang diduga berasal dari Iran.

“Barang bukti kapal perahu motor nelayan SeaGipsy,” ucapnya. Johannes menuturkan, barang bukti sabu langsung dibawa ke Mapolda Jabar untuk dilakukan penghitungan.

Selain itu, lanjut Johannes, pihaknya juga terus memburu terduga pelaku lainnya dari jaringan Internasional tersebut.

“Kepada empat orang pelaku akan dilakukan penyidikan lebih lanjut,” kata Johannes.

Dinilai Pantas dan Dipercaya, Tokoh dan Olot Sunda Dukung Ganjar di Pilpres 2024

789b47cd1d4ed36d93498a6f0b98257d.jpeg

KBRN, Bandung: Masyarakat Adat Jawa Barat mendukung Ganjar Pranowo maju pada Pilpres 2024 mendatang. 

Duta Sawala Barisan Olot Masyarakat Adat Jawa Barat, Eka Santosa mengatakan, sosok Ganjar Pranowo dinilai pantas dan dipercaya untuk memimpin bangsa Indonesia ke depan.

Eka Santosa juga mengatakan, komunitas  adat yang ada di Jawa Barat, sudah sepakat untuk memberikan pengakuan sebagai warga kehormatan masyarakat adat.

“Pilihan masyarakat adat sudah final pak Ganjar. Pilihan yang akan dipertaruhkan oleh masyarakat adat untuk menjadi pimpinan negara dan bangsa ke depan,”ucap Eka Santosa kepada awak media di Alam Santosa Pasir Impun, Rabu (16/3/2022).

Eka Santosa juga menyatakan, masyarakat adat Jawa Barat menilai sosok Ganjar mempunyai ketegasan, cerdas dan pantas.

“Jadi istilah orang adat itu, eta nu buukna bodas (yang rambutnya putih), cerdas, boga (punya) tegas dan pantas. Bagi olot pilihannya sudah final,”tegasnya.

Ganjar Pranowo yang semula dijadwalkan bersilaturahmi para olot maupun tokoh Sunda di Alam Santosa, batal hadir karena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan. 

Meski demikian, Ganjar yang merupakan Gubernur Jawa Tengah ini menyapa para tokoh maupun olot masyarakat adat Sunda, melalui zoom.

Pada kesempatan itu, Ganjar mengapresiasi dukungan yang diberikan para tokoh dan olot masyarakat adat Sunda.

Ganjar pun mengundang para tokoh maupun olot masyarakat adat, untuk datang ke Jawa Tengah.

“Terima kasih untuk kawan-kawan semuanya. Semoga semuanya sehat selalu,”ucap Ganjar melalui aplikasi zoom meeting.

Sebelumnya juga, secara virtual, tokoh adat dan olot Jawa Barat memberikan pengkuan Ganjar sebagai warga kehormatan masyarakat adat, ditandai dengan penyerahan sebuah kujang.

Kasus Covid-19 Menurun, Polri Tetap Genjot Vaksinasi

363872bce6a3afa285fb3cc51d045078.jpeg

KBRN, Jakarta: Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Gatot Eddy Pramono menegaskan, kepolisian akan tetap menggenjot atau mengintensifkan vaksinasi booster Covid-19. 

Dipastikanya vaksinasi ketiga itu terus dilakukan hingga tercapai Herd Immunity atau kekebalan kelompok di Indonesia. 

“Sehingga kita bisa meminimalkan masyarakat terpapar Covid-19,” katanya usai meninjau Vaksinasi Booster di Asrama Persatuan Masyarakat Riau Jakarta (PMRJ), kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (16/3/2022).

Lebih lanjut dia pun mengaku lega dan bersyukur karena angka positif Covid-19 di seluruh Indonesia cenderung menurun.

Gatot menilai, penurunan tersebut berkat kerja sama antar pemangku kebijakan, di antaranya Pemerintah Pusat, TNI, Polri, Pemerintah Daerah dan lain sebagainya.

“Kita bersyukur, kalau kita lihat data, beberapa hari terakhir ini, ada penurunan walaupun kemarin naik sedikit, tentunya ini semua kerja dari pada rekan-rekan sekalian,” ungkapnya. 

Diyakininya penurunan angka positif Covid-19 tersebut juga berkat vaksinasi booster yang diberikan serentak kepada masyarakat di seluruh Indonesia.

“Ini (vaksinasi booster) salah satu bentuk agar masyarakat kita terhindar dari paparan Covid-19, kita melihat angka penyebaran memang menurun, tetapi angka kematian masih di angka 200 ke atas, dan kalau kita melihat datanya, nah ini pada umumnya mereka yang meninggal ini adalah mereka yang belum lengkap melaksanakan vaksinasi, atau mereka juga ada yang memiliki komorbid dan lain sebagainya,” urainya.

Lebih lanjut kata dia, meski kasus Covid-19 cenderung menurun, pandemi belumlah selesai. Untuk itu semua pihak tidak boleh lengah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19 secara ketat, serta menyukseskan program vaksinasi. 

“Mulai dari keluarga, bapak, ibu, suami-istri agar saling mengingatkan, melalui jajaran-jajaran, kalau dari kita dari Bhabinkamtibmas di bawah, Babinsa, Pak Lurah, Pak Camat, dan tokoh masyarakat untuk kita bersama melaksanakan kegiatan ini. Bagi mereka yang belum, berikan mereka pencerahan. Supaya mereka mau divaksin,” tambah Gatot.

Sekadar informasi, selain Wakapolri, hadir dalam acara vaksinasi booster tersebut Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Hendro Pandowo beserta jajaran, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto beserta jajaran, perwakilan TNI, tokoh masyarakat Riau dan juga tokoh masyarakat Jagakarsa.

Kapolresta Bandung : Jangan Khawatir, Minyak Goreng di Pasaran Masih Ada

3a251a736a704ed80b781c3a06897f1e.jpg

KBRN, Soreang :  Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo, bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Dicky Anugrah memonitor langsung persediaan dan harga minyak goreng di Pasar Soreang, Rabu 16 Maret 2022 sore.

Kusworo Wibowo mengakui, persediaan minyak goreng di Kabupaten Bandung masih ada, namun masih ditemukan selisih harga dibandingkan dengan yang lain.

“Seperti yang kita lihat tadi ada beberapa macam merk minyak dengan harga ada yang 18 ribu sampai 22 ribu rupiah per liternya,” kata Kusworo.

Dengan masih adanya persediaan minyak goreng diwilayah Kabupaten Bandung, dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak perlu panic buying atau khawatir.

“Kita lihat dari surat edaran bahwa untuk harga itu bisa ada relaksasi di propinsi masing – masing dan ketersediaan minyak goreng dipasar masih ada. Jadi tidak perlu khawatir,”ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan  Kabupaten Bandung Dicky Anugrah menjelaskan, ketersediaan minyak goreng masih tidak sesuai dengan kebutuhan masing – masing pasar.

“Saat ini kami masih menunggu kebijakan terkait dengan harga, karena harga saat kebijakan kemarin malam belum ditentukan pada saat harga pasar, ada relavasi kebijakan di daerah masing – masing,” ujar Dicky.

Dicky menambahkan, dengan penyesuaian harga di pasaran, ia berharap persediaan pasokan diwilayah Kabupaten Bandung tetap berjalan dan stabil dari pasar tradisional hingga pasar modern.

“Insya Allah menjelang bulan Ramadhan kami nanti akan melaksanakan pasar murah dari awal sampai akhir Ramadhan, lokasinya di MPP, terang Dicky Anugrah.

DPD Dipastikan Dukung RUU TPKS Jadi Undang-undang

c24d98038bb0430b459f500e0e5ef723.jpg

KBRN, Jakarta: Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti memastikan dukungannya agar Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) segera ditetapkan menjadi Undang-undang.

Hal itu disampaikan LaNyalla ketika membuka Webinar RUU PKS dengan tema Urgensi Pengesahan RUU TPKS dalam Menyikapi Tindak Kekerasan Seksual di Indonesia di Jakarta, Rabu (16/3/2022). 

“Sudah menjadi komitmen DPD RI sejak tahun 2016 mendukung RUU TPKS agar segera dibahas dan ditetapkan. Makanya kami turut prihatin dengan penundaan berkali-kali RUU ini di tengah semakin maraknya kriminalitas terhadap perempuan dan anak-anak,” kata LaNyalla.

Menurut LaNyalla, kejahatan dan kekerasan seksual bukan sekedar tindak pidana biasa, tetapi dalam Hukum Internasional dikategorikan sebagai kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat.

RUU TPKS sebelumnya bernama RUU PKS (Penghapusan Kekerasan Seksual). RUU ini sebenarnya telah diajukan sejak tahun 2016. Namun baru disahkan sebagai inisiatif DPR pada 18 Januari 2022 lalu. Padahal RUU ini sebelumnya telah memenuhi syarat filosofis, sosiologis, maupun yuridis.

“Penetapan RUU TPKS seharusnya sudah ditetapkan sejak tahun 2020. Tetapi DPR RI lebih memilih untuk membahas dan merampungkan RUU Cipta Kerja yang hingga kini sarat dengan perdebatan,” ujar dia.

LaNyalla juga melansir data Komnas Perempuan tentang peningkatan tindak kekerasan terhadap perempuan dalam kurun waktu 12 tahun, yakni 2008 sampai 2019 meningkat sebanyak 792 persen.

“Walaupun pada tahun 2020-2021 mengalami penurunan, namun fenomena kekerasan terhadap perempuan harus tetap menjadi concern kita bersama,” jelasnya.

Yang lebih memprihatinkan lagi, tambahnya, tindak kekerasan juga marak terjadi terhadap anak-anak di bawah umur dan dunia pendidikan.

“Karena itu saya berharap implementasi UU TPKS yang akan disahkan nantinya tidak hanya dapat menggiring para pelaku ke dalam jeratan hukum. Tapi juga dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang dampak dan hukuman yang akan diterima,” papar Senator asal Jawa Timur itu.

Dijelaskannya, DPD RI sebagai pendukung RUU TPKS disahkan akan senantiasa melakukan pengawasan terhadap jalannya Undang-undang yang merupakan bagian dari fungsi DPD RI. 

“Ke depan, setiap penyerapan aspirasi yang di dalamnya terdapat laporan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak akan segera kami laporkan untuk segera diproses secara adil,” lanjutnya.

Lebih lanjut ditegaskannya lagi, kejahatan dan kekerasan seksual bukan sekedar tindak pidana biasa, kekerasan seksual dikategorikan sebagai kejahatan kemanusiaan karena korban dirusak harkat kemanusiaannya.

“Semoga kita terus semangat untuk tetap memperjuangkan hak-hak asasi perempuan dan anak dari kejahatan seksual.Saya berharap pandangan saya terhadap RUU TPKS tidak jauh berbeda dengan pandangan dari Komite III DPD RI,” tukasnya.

Korupsi Dana Insentif Daerah, Empat Saksi Diperiksa

856cc019c662d9d9bee15395a39ec43d.jpg

KBRN, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menelusuri aliran uang korupsi pengurusan dana insentif daerah (DID) di Tabanan, Bali.

Penelusuran ini salah satunya dilakukan dengan memeriksa empat saksi dari pihak swasta di Polres Tabanan pada Selasa (15/3/2022).

“Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan penggunaan dana DID untuk beberapa kegiatan proyek di Pemkab Tabanan. Di samping itu, dilakukan pendalaman dugaan ada aliran sejumlah uang untuk pihak-pihak yang terkait dengan perkara ini,” kata Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri ketika dikonfirmasi RRI.co.id, Rabu (16/3/2022).

Keempat saksi itu yang berasal dari pihak swasta itu antara lain,  I Wayan Suastama, Made Adhi Susila, I Gede Made Susanta, dan I Nyoman Yasa.

Meski demikian, Ali enggan merinci penerima uang yang diusut penyidik demi menjaga kerahasiaan proses penyidikan.

“Kasus ini sudah di tahap penyidikan. KPK sudah menentukan tersangka yang terlibat,” ungkapnya.

Sejumlah saksi sudah diperiksa KPK dalam kasus dugaan korupsi DID di Tabanan itu. Salah satunya, mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Boediarso Teguh Widodo.

Waspada Modus Rampas HP Anak Sekolah di Subang, Pelaku Ngaku Polisi

IMG-20220315-WA0016.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Waspada modus perampasan HP terhadap anak-anak sekolah marak di Kabupaten Subang.

Seperti halnya dialami oleh 5 orang anak siswa SMPN 3 Pagaden Subang yang kehilangan HP karena dirampas orang tak dikenal.

Menurut informasi, perampasan HP dilakukan seorang pengguna motor Mio berjenis kelamin laki-laki dengan perawakan tinggi besar berambut cepak mirif aparat.

Menurut Rido, teman sekolah yang menjadi korban perampasan menjelaskan, bahwa dirinya kedatangan orang yang mengaku sebagai polisi, karena takut dia bersembunyi di sela-sela pos yang ada di depan sekolah, karena orang tersebut mengaku sebagai polisi.

“Iya, pak bener tadi sekitar jam 10.30 WIB disaat sekolah istirahat teman-teman saya yang membawa HP itu memburu warung yang ada di luar sekolah, dan pada membawa HP, pada saat itu ada orang yang mondar madir dan menghampiri teman-teman saya dan mengaku sebagai polisi, meminta HP teman-teman saya yang katanya untuk penyelidikan mengenai transaksi narkoba, dan kata orang itu akan dikembalikan lagi sesudah beres penyelidikan akan di kembalikan lagi jam 3, sore namun hingga saat ini belum kunjung di kembalikan,” terangnya, Selasa (15/3/2022).

Dikatakan Ade Jepret, orang tua Asep korban Perampasan mengatakan, bahwa kejadian tersebut tidak terjadi perlakuan dengan tindakan kekerasan oleh orang tersebut.

“Perampasan itu untung saja tidak dengan menggunakan kekerasan pak, hanya HP saja yang menjadi korban, yang ditakutkan saya itu merampas HP dan memperdaya anak saya, itu saja yang menjadi was-was saya itu, dan saya sebagai orang tua dari asep besok akan melaporkan ini ke pihak kepolisian dan mudah mudahan pelaku secepatnya tertsngkap,” ungkapnya.

Sementara itu korban anak sekolah SMPN 3 Pagaden dari Kampung Jabong RW 06 , 4 orang, bernama Ahmad, Aldi Arip dan Agil 1 orang dari RW 07 bernama Asep. HP yang dirampas paling murah seharga Rp 3 juta bermerk Vivo dan Samsung.

Tak Banyak yang Tahu, Kisah Ba Eming Petani yang Melawan Kesewenangan Tuan Tanah di Subang

ba-eming-copy.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Pernah mendengar kisah Ba Eming ? Beliau adalah tokoh perlawanan atas penindasan yang dilakukan pemerintahan kolonial terhadap para petani di Subang. Kisahnya memang belum banyak diperbincangkan diruang-ruang publik, padahal kiprahnya ketika itu bisa dibilang salah satu tonggak munculnya perlawanan terhadap kolonialisme di Subang.

Kisahnya dibahas dalam acara diskusi yang digelar bertajuk “Ba Eming: Tokoh Perlawanan Subang, yang diselenggarakan komunitas Saba Budaya Subang di saung Menak Padjadjaran, desa Jabong, Pagaden Selasa sore (15/03/2022).

Anggi Agustian Junedi narasumber utama dalam kegiatan tersebut mengungkapkan, kisah Ba Eming bermula ketika tuan tanah di Subang ketika itu menaikan cukai pertanian hingga 200%. Hal ini kemudian memicu kemarahan para petani di Subang ketika itu. Hasil penelusuaran dan penelitiannya mengenai Ba Eming ini sebelumnya dia tuliskan dalam buku Inventarisasi Potensi Kesejarahan Lokal Subang bersama timnya.

“Kiprah Bah Eming dapat ditelusuri dari aktivitas surat menyurat antara Kontrolir Subang (W.E. Rappard) dengan Asisten Residen Krawang (J.C. Bedding), J.C. Bedding dengan Residen Batavia (H. Rijfsnijder), dan H. Rijfsnijder dengan Gubernur Jendral (A.W.F. Idenburg) pada bulan Juli hingga September 1913. Adapun isi surat menyurat tersebut berkaitan dengan kekacauan yang terjadi di Tanah Partikelir Pamanoekan en Tjiassemlanden (P en T),” jelasnya.

Riak-riak perlawanan kecil mulai muncul diantara petani ketika mendengar cukai dinaikan, lama-lama riak itu semakin membuncah dan menjadi aksi massa dengan Ba Eming sebagai tokoh sentralnya.

Beberapa bulan kemudian mediasi dilakukan oleh kontroler dan wedana dengan tuan tanah, namun gagal sehingga timbul kemarahan para petani dan menyebabkan keributan dengan polisi.

Dua hari kemudian Ba Eming mendapat surat panggilan polisi. Alih-alih dia datang sendiri Ba Eming datang bersama ratusan petani dan melakukan perlawanan. Tuan tanah kemudian marah besar dan memerintahkan Ba Eming beserta pengikutnya untuk ditangkap.

Anggi mengatakan diangkatnya tokoh heroik Ba Eming merupakan hal yang sangat penting, Ba Eming melengkapi figur pahlawan asal Subang, jadi semakin banyak tokoh yang jadi role model.

“Melalui tokoh-tokoh heroik ini tentunya akan membangkitkan spirit bagi orang Subang itu sendiri, bahwa orang Subang itu adalah pejuang,” ujarnya.

Selama ini lanjut Anggi belum ada tokoh Subang yang diangkat jadi pahlawan nasional. Dengan adanya tokoh Ba Eming ini mungkin ada harapan lain untuk diajukan menjadi pahlawan nasional.

Pamong kebudayaan Yayan Suryanata mengungkapkan, perlawanan yang dilakukan Ba Eming ketika itu kemungkinan memicu spirit perlawanan lainnya di Subang. Tak terlampau jauh dari peristiwa itu kemudian muncul beberapa gerakan-gerakan perlawanan lainnya di Subang seperti yang dilakukan Odeng Jayawisastra, Darmodihardjo dan Mei Kartawinata.

Diskusi terkait kepahlawanan Ba Eming dalam memperjuangkan para petani ini rencananya akan kembali digelar untuk menggali lebih jauh sosok kepahlawanan Ba Eming.

 

 

Dipercaya PSN, DAHANA Percepat Pembangunan Bendungan Leuwikeris

a92d009ee60057988730f69d9999cecd.jpg

KBRN, Subang: PT DAHANA (Persero) kembali dipercaya untuk mempercepat pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN), salah satunya adalah Bendungan Leuwikeris yang dibangun untuk ketahanan pangan, dan air di Kabupaten Ciamis, dan Tasikmalaya, Jawa Barat.

Pembangunan Bendungan Leuwikeris tersebut, ditargetkan pemerintah selesai pada tahun 2023 mendatang.

Direktur Operasi PT DAHANA, Bambang Agung menyampaikan, pihaknya optimis dapat memenuhi target yang diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pihaknya juga telah menyiapkan tim berpengalaman untuk mempercepat pembangunan proyek tersebut.

“Dengan segala pengalaman yang dimiliki oleh insan DAHANA di berbagai proyek bendungan, kami optimis, dapat menyelesaikan seluruh tugas tepat waktu,” ujar Bambang Agung melalui press rillis yang diterima RRI di Subang, Rabu (16/3/2022) sore.

Melalui Peraturan Presiden (Perpres) No 109 Tahun 2020. Bendungan Leuwikeris lanjut Bambang Agung, masuk sebagai salah satu Program Strategis Nasional Bidang Sumber Daya Air. 

“Bendungan ini ditargetkan mampu menampung air sebanyak 45,35 juta meter kubik untuk memberikan suplai irigasi seluas 11,216 hektar di Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, dan Cilacap,” terangnya.

Selain itu kata Bambang Agung, Bendungan Leuwikeris juga dapat membantu menyediakan air baku sebesar 845 liter per-detiknya, mengurangi potensi banjir hingga 450,02 meter kubik/detik. 

“Bendungan Leuwikeris juga diklaim dapat menjadi sumber potensi listrik untuk PLTA, serta destinasi pariwisata baru, konservasi air tanah, dan perikanan,” jelas Bambang Agung.

Dijelaskan dia, DAHANA sebagai perusahaan plat merah, yang bergerak di industri bahan peledak, mendapatkan berkah dari Proyek Strategis Nasional. Selain beroperasi di Bendungan Leuwikeris, DAHANA tercatat, juga terlibat dalam percepatan pembangunan bendungan Pamukkulu Sulawesi Selatan, Bendungan Sadawarna Subang, Bendungan Cipanas Sumedang, di Jawa Barat, Bendungan Tugu Trenggalek, Jawa Timur.

“DAHANA rupanya mendapat berkah, untuk selalu terlibat dalam PSN bendungan di Indonesia,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berharap saat didatangi oleh jajaran direksi DAHANA bulan Januari lalu, agar metode dan teknologi pengeboran dan peledakan milik Dahana bisa mempercepat proses pembangunan infrastruktur, khususnya yang dikerjakan oleh BUMN Karya, sehingga hasil pembangunan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

Selain itu, Basuki juga menjelaskan, kerjasama antara Pemerintah dan BUMN merupakan amanah Presiden Joko Widodo, untuk mengoptimalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), pihaknya juga akan terus mendukung perusahaan konstruksi dalam Negeri yang membutuhkan layanan peledakan untuk menggunakan jasa DAHANA.

Recent Posts