Beranda blog Halaman 159

Polres Subang Dorong Ketahanan Pangan, Berikan Traktor untuk Petani

Polres Subang Dorong Ketahanan Pangan, Berikan Traktor untuk Petani
Foto: tribratanews.jabar.polri.go.id

Subang – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, Polres Subang menunjukkan kepeduliannya dengan menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani binaannya. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan hasil panen serta kesejahteraan petani di Kabupaten Subang.

Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, secara langsung menyerahkan bantuan berupa enam unit traktor R2 jenis 8.5 PK di Lapangan Tatag Trawang Tungga Polres Subang pada Jumat (14/2/2025). Ia menegaskan bahwa inisiatif ini bukan hanya soal meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga mendukung kesejahteraan masyarakat secara lebih luas.

“Semoga traktor ini dapat membantu petani meningkatkan hasil panen dan pada akhirnya memperbaiki taraf hidup mereka. Ini adalah langkah nyata dalam mendukung program ‘Asta Cita’ Presiden RI,” ujar AKBP Ariek.

Selain alsintan, Polres Subang juga aktif mengembangkan lahan ketahanan pangan di setiap Polsek. Berbagai tanaman seperti jagung dan sayuran telah ditanam sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan yang digagas pemerintah. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat sektor pertanian, tetapi juga mendorong kemandirian pangan masyarakat.

Kapolres Subang menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk institusi kepolisian. Oleh karena itu, Polres Subang juga menjalankan program pemanfaatan pekarangan rumah warga untuk bercocok tanam, sehingga masyarakat memiliki sumber pangan yang lebih mandiri.

Plt Kadis Pertanian Subang, Maman Firmansyah, turut mengapresiasi langkah Polres Subang dalam mendukung sektor pertanian. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan isu strategis yang mempengaruhi stabilitas ekonomi dan nasional. Kolaborasi antara kepolisian dan petani diharapkan mampu menciptakan sistem pertanian yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Dengan adanya bantuan alsintan ini, Polres Subang semakin menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa kepolisian bukan hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga hadir dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

Ratusan Ribu Kendaraan di Subang Menunggak Pajak, Samsat Bertindak!

Ratusan Ribu Kendaraan di Subang Menunggak Pajak, Samsat Bertindak!
Foto : Tribunjabar / Ahya Nurdin

SUBANG – Jumlah kendaraan yang menunggak pajak di Kabupaten Subang masih tergolong tinggi. Untuk menekan angka kendaraan tidak mendaftar ulang (KTMDU), Samsat Subang mengintensifkan razia pajak kendaraan bermotor pada 11-13 Februari 2025.

Operasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Dispenda Kabupaten Subang, Polres Subang, Jasa Raharja, dan Polisi Militer. Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Subang, Lovita Adriana Rosa, menegaskan bahwa razia ini bertujuan bukan hanya untuk memastikan kepatuhan pajak, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.

“Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar pajak kendaraan tepat waktu. Selain itu, pengendara yang terjaring razia bisa langsung membayar pajak di lokasi pemeriksaan,” ujar Lovita pada Jumat (14/2/2025).

Lebih dari sekadar kepatuhan, kegiatan ini juga berperan dalam optimalisasi pendapatan daerah guna mendukung pembangunan berkelanjutan di Jawa Barat, khususnya Kabupaten Subang. Samsat juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menyosialisasikan layanan e-Samsat yang memungkinkan pembayaran pajak secara digital melalui aplikasi Sapawarga, Signal, toko daring, dan BumDes.

Selama dua hari pelaksanaan razia, ratusan kendaraan terjaring. “Sebanyak 410 kendaraan kami periksa, dan 183 di antaranya terbukti menunggak pajak. Dari jumlah itu, 110 pemilik langsung melunasi pajak di tempat dengan total pembayaran mencapai lebih dari Rp 42 juta,” ungkap Lovita.

Ia juga mengungkapkan berbagai alasan yang sering dikemukakan wajib pajak, seperti BPKB yang masih di leasing, faktor ekonomi, lupa, atau kesibukan yang membuat mereka tidak sempat membayar pajak.

“Kami menargetkan seluruh kendaraan yang masih menunggak pajak agar segera melunasi kewajibannya. Harapan kami, masyarakat lebih disiplin dalam membayar pajak demi kelancaran pembangunan daerah,” tegasnya.

Saat ini, dari total 435.000 kendaraan di Subang, sebanyak 132.000 di antaranya belum terdaftar ulang. Dengan angka yang masih tinggi ini, Samsat Subang akan terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kepatuhan pajak di wilayah tersebut.

Dua Kereta Api Tertahan di Cipunagara, Ini Penyebabnya!

Foto: Ilustrasi

Subang – Perjalanan dua kereta api terganggu akibat insiden pohon tumbang di petak jalan Cipunagara-Haurgeulis, Subang, pada Kamis (13/2/2025) sore. Pohon besar roboh melintang di jalur hulu dan hilir di KM 136+2, menyebabkan keterlambatan perjalanan KA 254 (Kertajaya) dan KA 259 (Tawang Jaya).

Laporan pertama datang dari masinis KA 254 relasi Pasar Senen–Surabaya Pasarturi pada pukul 16:26 WIB. Tim petugas segera berkoordinasi untuk menindaklanjuti kejadian tersebut guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api.

KA 254 terpaksa berhenti di Kilometer 136+2 pada pukul 16:27 WIB, sementara KA 259 yang melintas tak lama kemudian juga tertahan di Kilometer 136+5. Upaya pembersihan dilakukan dengan cepat, dan pada pukul 16:31 WIB, pohon tumbang berhasil disingkirkan. Petugas langsung melakukan pemeriksaan jalur untuk memastikan kondisi aman sebelum perjalanan kembali dilanjutkan.

Akibat insiden ini, KA 254 mengalami keterlambatan selama 7 menit, sedangkan KA 259 terlambat 12 menit. Meski demikian, proses evakuasi yang sigap berhasil meminimalisir dampak lebih lanjut pada jadwal perjalanan kereta lainnya.

PT KAI mengapresiasi kerja sama cepat petugas dan masyarakat sekitar dalam menangani gangguan ini.

“Kami mohon maaf atas keterlambatan yang terjadi. PT KAI terus berkomitmen menjaga keselamatan serta kelancaran operasional perjalanan kereta api,” ujar Manager Humas Daop 3 Cirebon, Rokhmad Makin Zainul.

Pj. Bupati Subang Pantau Pemasangan Water Barrier untuk Tertibkan Lalu Lintas

Foto: subang.go.id

Subang – Subang kini makin tertata! Penjabat (Pj.) Bupati Subang, Drs. Mochamad Ade Afriandi, M.M., turun langsung meninjau pemasangan water barrier di sekitar Atelir serta Museum Subang/Wisma Karya. Fasilitas ini merupakan bantuan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat dan telah dipasang pada Rabu malam (12/2).

Sebanyak 40 unit water barrier ditempatkan di lokasi strategis dengan bantuan personel dari Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), dan Pemadam Kebakaran (Damkar). Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas di kawasan dengan mobilitas tinggi.

Water barrier ini berfungsi sebagai pembatas jalan sementara yang efektif dalam mengarahkan lalu lintas, mengurangi risiko kecelakaan, serta menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat.

Pj. Bupati Subang menegaskan bahwa pemasangan water barrier merupakan langkah penting dalam menata lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan. Selain itu, hal ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib bagi seluruh pengguna jalan.

“Kami mengapresiasi bantuan dari Dishub Provinsi Jawa Barat. Pemasangan ini adalah awal dari upaya besar untuk menciptakan kawasan yang lebih tertib, terutama di area dengan aktivitas tinggi,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas ini agar tetap berfungsi dengan baik dan tidak mengalami kerusakan. Partisipasi warga sangat dibutuhkan agar manfaat dari pemasangan water barrier ini dapat dirasakan secara maksimal.

Dengan adanya pengaturan lalu lintas yang lebih baik, diharapkan warga Subang bisa merasakan kenyamanan saat berkendara maupun beraktivitas di ruang publik.

Museum Subang, Wisata Edukasi Sejarah yang Wajib Dikunjungi di Jawa Barat

Museum Subang, Wisata Edukasi Sejarah yang Wajib Dikunjungi di Jawa Barat
Foto: www.kotasubang.com

Subang – Subang tak hanya dikenal dengan panorama alamnya yang memukau, tetapi juga menyimpan jejak sejarah yang kaya. Salah satu destinasi edukasi yang tak boleh dilewatkan adalah Museum Subang. Museum ini menjadi gerbang bagi wisatawan yang ingin menggali lebih dalam tentang sejarah dan budaya Kabupaten Subang.

Dibangun di atas lahan seluas satu hektare, Museum Subang berdiri kokoh di lokasi strategis yang mudah dijangkau. Keberadaannya menjadi bukti nyata upaya pemerintah dalam melestarikan warisan sejarah dan kebudayaan daerah.

Beragam koleksi bersejarah tersimpan rapi di dalamnya, mulai dari fosil hingga peninggalan era kolonial Belanda. Di antara koleksi unik yang bisa ditemukan adalah sepeda ontel klasik, pakaian tradisional, patung kuno, serta fosil gajah purba. Yang paling menarik perhatian adalah bejana perunggu, artefak langka yang konon hanya ada 20 di dunia. Menurut kanal YouTube @Kota Subang, salah satu bejana tersebut ditemukan di Subang, menjadikannya aset berharga bagi museum ini.

Selain koleksi sejarahnya yang kaya, Museum Subang juga menawarkan pengalaman unik melalui skywalk yang dibangun di atas aliran air. Dikelilingi pepohonan rindang, area ini menciptakan suasana yang sejuk dan menenangkan, memberikan pengalaman wisata yang berbeda.

Menariknya, museum ini dapat dikunjungi secara gratis! Ini menjadi pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin belajar sejarah tanpa harus mengeluarkan biaya. Terletak di Jalan Ade Irma Suryani Nasution No. 2, Karanganyar, Subang, Jawa Barat, Museum Subang wajib masuk dalam daftar kunjungan bagi pecinta sejarah dan budaya.

Jalur Pantura Subang Rusak Parah, Pengendara di Ambang Bahaya

Jalur Pantura Subang Rusak Parah, Pengendara di Ambang Bahaya
Foto: www.beritasatu.com

Subang – Kondisi jalan nasional di jalur Pantura Subang, Jawa Barat, semakin memprihatinkan. Lubang-lubang besar menganga di sepanjang jalan, mengancam keselamatan pengendara yang melintas.

Dari perbatasan Karawang-Subang hingga Subang-Indramayu, ruas jalan rusak parah, membuat perjalanan penuh risiko.

Banyak pengendara menjadi korban akibat kondisi ini. Selain menyebabkan ban pecah, jalan berlubang juga memicu kecelakaan serius. Insan, seorang sopir truk boks pengangkut garam, mengalami insiden ketika bannya pecah setelah menghantam lubang besar.

“Saya dari Cilegon menuju Losarang, tapi perjalanan terganggu karena banyaknya lubang di jalur Pantura. Ban truk saya bocor. Saya berharap jalan ini segera diperbaiki,” keluh Insan.

Keluhan serupa datang dari Asep Saefulloh, warga yang rutin melintasi jalur ini. Ia menyebutkan bahwa kondisi jalan yang penuh lubang menjadi penyebab utama meningkatnya angka kecelakaan di kawasan tersebut.

“Setiap hari saya melewati jalur ini dan sekarang semakin parah. Banyak kecelakaan terjadi akibat lubang-lubang besar yang dibiarkan begitu saja. Semoga ada perbaikan segera sebelum semakin banyak korban,” ujar Asep.

Kerusakan di jalur Pantura Subang tidak bisa dianggap sepele. Kedalaman lubang bervariasi antara 5 hingga 20 cm, dengan lebar mencapai dua meter persegi. Situasi ini semakin memburuk sejak musim hujan tiba, membuat jalanan semakin sulit dilalui.

Pengendara kini harus ekstra waspada saat melewati jalur ini. Desakan agar pemerintah segera turun tangan semakin menguat, mengingat jalur Pantura merupakan salah satu akses utama bagi kendaraan logistik dan masyarakat yang melintas dari Jakarta ke Cirebon maupun sebaliknya.

Mudah dan Cepat! Begini Cara Lansia Daftar PKH 2025 untuk Dapat Bantuan Rp 2,4 Juta

Mudah dan Cepat! Begini Cara Lansia Daftar PKH 2025 untuk Dapat Bantuan Rp 2,4 Juta
Foto: umsu.ac.id

Subang – Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama lansia, dengan menghadirkan akses bantuan sosial yang lebih mudah dan praktis. Mulai 2025, pendaftaran Program Keluarga Harapan (PKH) bisa dilakukan secara online hanya dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera di KTP.

Akses Lebih Cepat, Proses Lebih Mudah

Langkah baru ini bertujuan mempercepat verifikasi dan mempermudah masyarakat dalam mengakses bantuan tanpa harus mengantre di kantor pemerintahan. Dengan sistem digital, lansia yang memenuhi syarat dapat mendaftar dari mana saja, asalkan memiliki koneksi internet.

Bantuan Hingga Rp 2,4 Juta per Tahun

Bagi lansia yang lolos sebagai penerima PKH, pemerintah menyediakan bantuan sebesar Rp600.000 per kuartal atau Rp2.400.000 per tahun. Dana ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari biaya kesehatan hingga konsumsi sehari-hari. Bantuan ini sangat penting bagi lansia yang tidak memiliki penghasilan tetap atau menghadapi keterbatasan ekonomi.

Dua Cara Mudah Mendaftar PKH 2025

Pemerintah menyediakan dua jalur pendaftaran agar semua lansia yang berhak bisa mengakses bantuan ini dengan mudah:

  1. Pendaftaran Online Melalui Aplikasi Cek Bansos
    Bagi yang memiliki akses internet, pendaftaran bisa dilakukan melalui aplikasi resmi Kemensos di Google Play Store. Berikut langkah-langkahnya:
    • Unduh aplikasi Cek Bansos Kemensos.
    • Buat akun baru dengan mengisi data sesuai KTP dan Kartu Keluarga.
    • Unggah foto KTP dan swafoto dengan KTP untuk verifikasi identitas.
    • Ajukan pendaftaran PKH melalui menu yang tersedia.
    • Data akan diproses dan diverifikasi oleh Dinas Sosial setempat.
    • Jika disetujui, bantuan akan segera dicairkan setelah pengesahan Kepala Daerah.
  2. Pendaftaran Melalui RT/RW dan Musyawarah Desa
    Bagi lansia yang tidak memiliki akses internet, pendaftaran masih bisa dilakukan secara manual:
    • Ajukan permohonan ke RT/RW setempat.
    • Permohonan akan dibahas dalam musyawarah desa untuk diverifikasi.
    • Data calon penerima dikirim ke pemerintah daerah untuk persetujuan.
    • Jika lolos verifikasi, penerima akan mendapatkan pemberitahuan mengenai pencairan bantuan.

Dengan kemudahan ini, diharapkan seluruh lansia yang berhak bisa mendapatkan bantuan tanpa hambatan. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk mendaftarkan diri atau membantu kerabat yang membutuhkan!

Diskon Token Listrik 50 Persen Masih Berlaku di Februari 2025, Ini Ketentuannya!

Diskon Token Listrik 50 Persen Masih Berlaku di Februari 2025, Ini Ketentuannya!
Foto: Ilustrasi meteran listrik. Diskon token listrik 50 persen. Token listrik tarif diskon. Diskon token listrik. Batas maksimal beli token listrik diskon 50 persen. © Shutterstock/Kwangmoozaa

SUBANG – Kabar baik bagi pelanggan listrik prabayar! PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan bahwa diskon token listrik sebesar 50 persen masih dapat dinikmati sepanjang Februari 2025. Pelanggan dengan daya 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA bisa memanfaatkan potongan harga ini hingga 28 Februari mendatang.

Melalui akun resmi Instagramnya, @pln_id, pada 31 Januari 2025, PLN mengumumkan bahwa diskon ini akan diberikan secara otomatis tanpa perlu registrasi. “Diskon ini diberikan otomatis tanpa registrasi. Kamu bisa menggunakannya kapan saja dalam periode yang ditentukan,” tulis PLN dalam unggahannya.

Batas Maksimal Pembelian Token Listrik Diskon

Meskipun diskon 50 persen ini menarik, pelanggan perlu mengetahui batas maksimal pembelian token listrik yang berlaku. Artinya, tidak semua pelanggan bisa membeli token dalam jumlah tak terbatas dengan tarif diskon. Berikut adalah batasan maksimalnya:

1. Pelanggan Daya 450 VA

  • Maksimal pembelian: 324 kWh
  • Harga per kWh: Rp 415
  • Total maksimal pembelian: Rp 134.460
  • Diskon maksimal: Rp 67.230

2. Pelanggan Daya 900 VA

  • Maksimal pembelian: 648 kWh
  • Harga per kWh: Rp 1.352
  • Total maksimal pembelian: Rp 876.096
  • Diskon maksimal: Rp 438.048

3. Pelanggan Daya 1.300 VA

  • Maksimal pembelian: 936 kWh
  • Harga per kWh: Rp 1.444,70
  • Total maksimal pembelian: Rp 1,35 juta
  • Diskon maksimal: Rp 676.119

4. Pelanggan Daya 2.200 VA

  • Maksimal pembelian: 1.584 kWh
  • Harga per kWh: Rp 1.444,70
  • Total maksimal pembelian: Rp 2,28 juta
  • Diskon maksimal: Rp 1,14 juta

Manfaat Diskon Token Listrik 50 Persen

Adanya diskon ini memungkinkan pelanggan untuk membeli token listrik dengan setengah dari harga normal untuk mendapatkan jumlah daya listrik (kWh) yang sama. Alternatif lainnya, pelanggan bisa membeli token dengan nominal biasa namun mendapatkan jumlah kWh dua kali lipat dari biasanya.

Dengan memahami batas maksimal pembelian token listrik diskon ini, pelanggan bisa lebih bijak dalam mengatur kebutuhan listriknya. Manfaatkan promo ini sebelum berakhir pada 28 Februari 2025!

Perpusda Subang Kian Bersinar, Strategi Baru Bikin Pengunjung Membludak!

Perpusda Subang Kian Bersinar, Strategi Baru Bikin Pengunjung Membludak!
Istimewa

Subang – Perpustakaan Daerah (Perpusda) Subang semakin menunjukkan eksistensinya di awal 2025. Sejak menempati gedung baru yang diresmikan pada 18 Desember 2023, jumlah kunjungan masyarakat melonjak drastis.

Setiap bulan, angka pengunjung terus meningkat, mencerminkan antusiasme warga terhadap literasi.

Berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 12, Kelurahan Pasirkareumbi, Perpusda Subang kini hadir dengan fasilitas lengkap. Mulai dari ruang baca anak, ruang visual, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), aula, mushala, kantin, hingga toilet yang nyaman. Didukung oleh sembilan pustakawan profesional, pengunjung dilayani dengan ramah dan sigap.

“Pada Januari 2025, jumlah kunjungan mencapai 6.000 orang,” ungkap Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Subang, Yeni Nuraini, S.Sos., M.AP., saat ditemui di Perpusda, Kamis (13/2/2025).

Peningkatan ini bukan tanpa alasan. Berbagai inovasi dan strategi promosi diterapkan untuk menarik minat masyarakat. Perpusda Subang aktif memanfaatkan platform digital, mulai dari Instagram, Facebook, hingga TikTok. Selain itu, tim khusus juga melakukan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah, memperkenalkan beragam program literasi yang menarik bagi pelajar dan mahasiswa.

“Promosi digital terbukti sangat efektif. Banyak yang tertarik datang setelah melihat konten menarik yang kami buat di media sosial,” jelas Yeni.

Kepala Bidang Layanan Perpustakaan Disarpus Subang, Yati Herdiyati, menambahkan bahwa kenyamanan fasilitas menjadi faktor utama yang membuat pengunjung betah berlama-lama. Dengan suasana sejuk dan koleksi yang terus bertambah, perpustakaan ini kian menjadi destinasi favorit para pencinta buku.

Perpusda Subang kini memiliki 41.229 koleksi buku dan telah menerapkan sistem digitalisasi untuk memudahkan pencarian informasi. Namun, jumlah ini masih jauh dari ideal.

“Idealnya, koleksi buku harus mencapai 600 ribu eksemplar. Oleh karena itu, kami berencana mengajukan bantuan CSR dari berbagai perusahaan di Subang,” ungkap Yati.

Bukan hanya koleksi buku yang menarik perhatian. Perpusda juga menyediakan ruangan gratis bagi komunitas untuk mendukung kegiatan literasi. Salah satu pengunjung, Cecep Muhamad Yusuf, mengaku puas dengan fasilitas yang tersedia.

“Perpusda Subang benar-benar menjadi motor penggerak literasi di kota ini. Fasilitasnya sangat lengkap dan mendukung berbagai kegiatan,” ujarnya.

Dengan berbagai terobosan yang terus dilakukan, Perpusda Subang tak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga pusat pengembangan literasi yang modern dan inklusif.

Pj. Bupati Subang Sidak DLH: Evaluasi Pengelolaan Sampah dan Kebersihan Kota

Pj. Bupati Subang Sidak DLH: Evaluasi Pengelolaan Sampah dan Kebersihan Kota
Foto: www.subang.go.id

Subang – Penjabat (Pj.) Bupati Subang, Drs. M. Ade Afriandi, MT., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang pada Rabu (12/02).

Langkah ini diambil untuk mengevaluasi langsung pengelolaan lingkungan serta tantangan yang dihadapi DLH dalam menjaga kebersihan kota.

Dalam kunjungannya, Pj. Bupati berdialog dengan jajaran DLH mengenai berbagai aspek pengelolaan lingkungan. Fokus utama pembahasan mencakup sistem pengelolaan sampah dan optimalisasi sarana yang telah disediakan untuk masyarakat.

Selain itu, ia juga memantau langkah-langkah konkret yang telah dilakukan DLH dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan di Subang.

Salah satu perhatian utama dalam sidak ini adalah peningkatan kualitas layanan publik di bidang lingkungan hidup. Pj. Bupati menegaskan bahwa setiap keluhan masyarakat harus ditanggapi dengan serius dan ditindaklanjuti secara efektif.

Blusukan ini juga dilakukan sebagai respons atas aspirasi warga yang disampaikan melalui media sosial, khususnya terkait pengadaan kendaraan cator untuk mengangkut sampah.

Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Kesadaran masyarakat yang semakin tinggi dalam menjaga kebersihan pun mendapat apresiasi, terutama dalam pemanfaatan fasilitas yang telah disediakan, seperti kontainer sampah yang kini lebih optimal untuk memilah sampah organik dan non-organik.

Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Pj. Bupati dalam memastikan efektivitas kebijakan lingkungan serta mencari solusi atas berbagai kendala dalam pengelolaannya. Dengan pemantauan langsung seperti ini, diharapkan program-program DLH dapat berjalan lebih optimal demi menciptakan Kabupaten Subang yang lebih hijau, bersih, dan sehat.

Recent Posts