Beranda blog Halaman 1500

DPRD Subang Teken MoU dengan Kejari Kabupaten Subang

DPRD-Subang.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Subang melakukan MoU terkait Perdata dan Tata Usaha Negara dengan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Subang di Ruang Bamus DPRD Kabupaten Subang, Rabu (14/9/2022).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kajari I Wayan Sumertayasa bersama rombongan, Wakil Ketua DPRD H. Aceng Kudus, dan Sekwan H. Ujang Sutrisna beserta jajaran.

“Jadi MoU ini nantinya kita akan melakukan kerjasama dibidang Perdana dan Gagal Usaha Negara,” kata Kajari Subang I Wayan Sumertayasa melakui Kasi Intel Ahmad Adi Sugiarto saat diwawancara awak media.

Ditempat yang sama Sekwan DPRD Subang, H. Ujang Sutrisna sangat menyambut baik terkait adanya kerjasama antara DPRD dan Kejari tersebut. Perjanjian ini akan berlangsung selama 2022 sampai dengan 2023.

“Alhamdulillah MoU sudah selesai dilaksanakan. Nantinya kita akan melakukan evaluasi perda-perda yang sudah kadaluwarsa atau, bisa saja terkait dengan pembentukan perda atau raperda kita minta saran dan pendapat pendampingan semua produk hukum yang dikeluarkan DPRD,” katanya.

Sekwan yang akrab disapa Ucok tersebut mengungkapkan, bahwa selama ini target produk hukum berupa perda di DPRD Kabupaten Subang adalah 10 perda.

“Semoga dengan adanya kerjasama ini, produk hukum yang dikeluarkan itu terstruktur, sistemik dan masif. Jadi membumi semua perdanya itu,” pungkasnya.

OLX Autos Kembali Bersinergi dengan GIIAS Surabaya 2022

rockomotif-giias-surabaya-2022.jpg

ROCKOMOTIF, Jakarta – Gelaran GIIAS Surabaya 2022 kembali menjadi kesempatan OLX Autos untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin melakukan jual beli mobil dengan harga yang bersahabat.

Lewat kerjasama yang terjalin ini, sebagai salah satu layanan penyedia jual beli tukar tambah mobil bekas, OLX Autos, ingin memberikan rasa peace of mind dengan kemudahan jual mobil sepanjang pameran berlangsung.

Salah satu alasan kembali bermitranya GIIAS Surabaya 2022 dengan OLX Autos adalah melihat pasar otomotif yang begitu besar di Jawa Timur ini sehingga mereka ingin memperkuat bisnis di tengah masa pemulihan kompetisi.

“Ditambah potensi car enthusiast di Surabayayang tidak diragukan lagi, membuat Jawa Timur, khususnya Surabaya menjadi salah satu fokus bisnis OLX Autos dan juga acuan perkembangan otomotif di Indonesia,” ungkap Hendri Tadjuni, COO OLX Autos Indonesia.

OLX Autos terus mempertahankan posisi untuk menjadi solusi bagi konsumen yang ingin menjual mobil secara instan dan aman hanya dengan melakukan 3C yaitu cek harga, cek kondisi mobil, dan cek rekening. Konsumen akan dipermudah dalam menjual mobil mereka di OLX Autos untuk kemudian membeli mobil impian di ajang GIIAS Surabaya 2022.

“Kami memahami kebutuhan para konsumen dalam hal jual mobil, untuk itulah kami terus berinovasi dan mengembangkan layanan kami untuk semakin mempermudah pengalaman bertransaksi bersama OLX Autos,” tambah Sandy Maulana, Director of Marketing OLX Autos Indonesia.

Selama gelaran GIIAS Surabaya 2022 yang berlangsung pada 14-18 September 2022, OLX Autos menghadirkan OLX Autos Spot yang hadir di beberapa titik, yakni di Booth Utama OLX Autos di Pre Function dan Inspection Center di Open Space Area untuk bisa memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan yang ingin menjual mobilnya di OLX Autos.

Yamaha Resmi Perkenalkan Sepeda Listrik Roda Tiga Tritown

rockomotif-yamaha-tritown.jpg

ROCKOMOTIF, Jakarta – Yamaha Tritown resmi diperkenalkan untuk konsumen yang ingin tampil beda dalam menghadapi era elektrifikasi. Tidak seperti motor listrik atau sepeda listrik pada umumnya, model ini datang dengan konsep roda tiga.

Model Yamaha Tritown ini menyerupai skuter matik Tricity yang telah diluncurkan oleh pabrikan berlogo garpu tala. Secara bentuknya, sepeda listrik ini menghadirkan dua roda di bagian depan, dan satu roda di bagian belakang.

Kehadiran sepeda listrik tersebut dianggap sebagai perpanjangan dari teknologi Leaning Multi-Wheel (LMW) atau teknologi roda tiga. Melalui sepeda listrik ini, pabrikan berharap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat perkotaan dengan Yamaha Tritown yang memiliki model E-Mobility dengan mengutamakan kenyamanan dan kecepatan gerak yang rendah.

Mengenai inspirasinya sendiri, kehadiran sepeda listrik roda tiga ini kabarnya dihadirkan dengan konsep seperti alam di mana hal-hal yang diambil mengadopsi seperti sayap burung, tulang ikan atau cangkang.

Hasilnya, bisa dilihat melalui karya konsep Yamaha Tritown di mana setiap lekukan desainnya hadir dengan sentuhan yang penuh perhitungan serta begitu presisi antara sisi satu dengan yang lainnya.

Pabrikan juga mengeklaim bahwa sasis sepeda listrik ini tak hanya lebih ringkas dan ringan, tetapi juga dibuat lebih kuat lantaran menggabungkan bagian melengkung dan struktur rangka bengkok dengan desain keseluruhan mobil.

Mereka juga mengungkapkan bahwa penggunaan baterai tidak memengaruhi hasil desain yang diharapkan serta tampil dengan begitu dinamis dengan segala keunggulannya.

Untuk saat ini, Yamaha Tritown memang masih sebatas konsep. Mereka belum membuka suara terkait apakah model ini bakal diproduksi secara massal di kemudian hari.

Sementara itu, untuk model Tricity sendiri juga mengusung konsep yang sama yakni roda tiga dengan menghadirkan dua di bagian depan dan satu di bagian belakang. Model ini menjadi salah satu model ikonik yang dihadirkan oleh pabrikan asal Jepang tersebut untuk menyaingi beberapa kompetitor.

Tips Buat yang Hobi Touring Berkelompok, Jangan Arogan di Jalan

touring-motor.jpeg

ROCKOMOTIF, Jakarta – Bagi para pengguna sepeda motor atau bikers, kegiatan touring jadi salah satu pelepas penat di akhir pekan. Apalagi jika Anda memang tergabung dalam satu komunitas yang gemar melakukan touring berkelompok.

Kendati menyenangkan, namun touring secara berkelompok tanpa disadari bisa mengganggu hak pengguna jalan lain dan punya potensi resiko terjadinya kecelakaan. Terutama, jika pelaku touring bersikap arogan serta tidak mengindahkan prinsip keselamatan dalam berkendara.

Maka dari itu, penting bagi para biker untuk lebih memahami tata cara berkendara yang aman ketika berkelompok, sehingga perjalanan yang dilakukan bisa berlangsung dengan lancar.

Baca juga: Panduan Touring Motor dari IMI Segera Dirilis

tips touring motor

Berikut adalah tips cara bekendara yang aman secara berkelompok dari Yamaha Riding Academy (YRA), baik dari segi persiapan maupun pada saat touring itu berlangsung.

1. Perhatikan Kondisi Fisik dan Kendaraan
Sebelum melakukan touring terutama dengan jarak tempuh yang jauh, pastikan kondisi fisik dalam keadaan yang prima. Salah satu cara yang dapat dilakukan agar badan tetap bugar adalah dengan menjaga pola tidur dan makan yang cukup. Hindari juga mengkonsumsi makanan serta minuman yang dapat mengurangi tingkat kesedaran atau konsentrasi ketika berkendara.

Selain itu, perhatikan juga kondisi sepeda motor yang akan digunakan pada saat touring. Jika memungkinkan, bawa kendaraan anda ke bengkel resmi untuk dilakukan pengecekan secara menyeluruh guna memastikan motor dalam keadaan baik dan semua komponen berfungsi dengan normal.

2. Gunakan Safety Gear Lengkap
Hal lain yang perlu dipersiapkan sebelum touring adalah kelengkapan safety gear seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, sepatu tertutup dan protector. Karena dengan mengenakan safety gear yang lengkap dan berkualitas sesuai standard, setidaknya dapat meminimalisir cedera yang diderita oleh pengendara apabila mengalami kecelakaan.

3. Briefing Sebelum Touring
Sebelum touring berkelompok dilakukan, sangat penting untuk melakukan briefing terlebih dahulu terhadap seluruh anggota peserta untuk menginformasikan segala hal terkait perjalanan. Informasi yang dapat disampaikan meliputi titik kumpul keberangkatan, informasi jalur dan kondisi medannya, lokasi istirahat, hingga penentuan formasi touring termasuk siapa yang ditugaskan untuk menjadi leader dan juga sweeper selama touring.

Baca juga: Komunitas Journalist Max Community Touring Tipis-Tipis Bersama Motul

yamaha maxi day 2022

4. Pengelompokan Peserta (Grouping)
Kondisi yang sering timbul pada saat melakukan touring secara berkelompok adalah rombongan peserta yang mengular di sepanjang perjalanan. Hal ini tentu sangat mengganggu para pengguna jalan lain dan riskan menimbulkan kemacetan. Oleh karena itu, cara mengatasinya bisa dengan melakukan pembagian group terhadap peserta touring dengan jumlah peserta maksimal 5 – 10 orang. Selain memecah kepadatan rombongan, cara ini juga memudahkan leader dan sweeper dalam mengkontrol peserta.

5. Jaga Jarak dan Kecepatan
Poin penting lainya dari sisi cara berkendara yang benar ketika melakukan touring secara berkelompok adalah dengan tetap menjaga jarak yang aman, beri ruang leluasa bagi pengendara di depan untuk berakselerasi dan melakukan pengereman. Selain itu, pastikan formasi setiap pengendara yang ada di belakang sedikit melebar ke kanan ataupun ke kiri guna mendapatkan pandangan jalan yang lebih luas (tidak terhalang peserta touring yang ada di depan).

Tidak hanya itu, tingkat kecepatan saat touring juga perlu diperhatikan. Karena selain mempertimbangkan resiko kecelakaan, jika terlalu cepat maka rombongan yang mengikuti dibelakang sangat mungkin tertinggal. Pada poin ini, leader yang bertugas memimpin rombongan memainkan peran penting dalam menentukan ritme kecepatan para peserta touring.

Baca juga: Tanggapan Komunitas Motor Atas Panduan Touring New Normal

yamaha maxi day

6. Dilarang Saling Mendahului
Saling mendahului diantara para peserta touring sangat tidak dianjurkan, karena selain berbahaya juga dapat menyebabkan rombongan menjadi terpecah. Tetap ikuti formasi touring yang sudah ditentukan pada saat briefing, ikuti ritme kecepatan leader yang memimpin di depan dan jangan melepaskan diri dari rombongan.

7. Patuhi Peraturan Lalu Lintas
Terakhir, selalu patuhi setiap aturan dan rambu-rambu lalu lintas yang berlaku di jalan. Jangan sampai menerobos lampu merah hanya karena takut terputus dari rombongan touring dan kemudian mempertaruhkan keselamatan diri sendiri serta pengguna jalan lain.

Biarkan peserta touring yang ada di depan menepi sejenak dan menunggu peserta yang tertinggal dibelakang menyusul. Selain itu, hindari juga menyalakan lampu hazard selama perjalanan kecuali dalam kondisi darurat.

Pemda Subang Sampaikan Alasan Sering Defisit, Ternyata Sangat Tergantung Dana Transfer Pusat

IMG-20220915-WA0015.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni S.Sos, M.Si menerima kunjungan kerja tim pusat kajian anggaran badan keahlian DPR RI dalam rangka pengumpulan data, bertempat di Aula BP4D, Rabu (14/9/2022).

Kepala Pusat Kajian Anggaran, Drs. Helmizar M.E bersama jajarannya dalam kunjungan tersebut menjadikan Kabupaten Subang sebagai sampling atau locus dalam penelitian data anggaran serta berdiskusi ingin mendapatkan pandangan dan masukan terkait beberapa hal.

“Kita minta pandangan dan masukan, mulai dari kondisi infrastruktur, APBD, pelaksanaan DAK, dan tentangan pengelolaan dana tranfer,” katanya.

Dalam pemaparannya, Drs. Helmizar menyampaikan tentang dukungan transfer ke daerah dan dana desa terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Subang.

Dia juga menyampaikan beberapa poin diantaranya tugas dan fungsi pusat kajian anggaran, produk-produk PKA, tentang pembangunan infrastruktur, permasalahan infrastruktur di daerah, mengenai mekanisme penyaluran aspirasi, perkembangan alokasi DAK fisik berdasarkan daerah pemilihan, DAK Fisik Kabupaten Subang, proporsi DAK fisik reguler Kabupaten Subang tahun 2022, tentang dana transfer umum, dan dashboard TKDD dan indikator pembangunan berdasarkan daerah pemilihan.

Kemudian Kepala BP4D Kabupaten Subang Hari Rubiyanto S.STP, M.Si menyampaikan empat bagian penting dalam pembangunan di Kabupaten Subang.

Bagian pertama gambaran umum Kabupaten Subang, bagian dua penyampaian tentang Pengelolaan Dana Transfer Daerah pada infrastruktur, kesehatan, dan pendidikanx bagian tiga pembahasan proporsi alokasi APBN dan APBD, dan bagian empat Subang dalam Perpres 87 Tahun 2021

Menurutnya permasalahan utama dalam pengelolaan transfer antara lain terkait transfer dana bagi hasil dan DTU dan DBH serta bantuan keuangan Provinsi yang dinilai dalam pengalokasiannya belum transparan dan dalam penyalurannya mewajibkan adanya pensyaratan penyaluran pada tiap tahapan penyalurannya baik DBH maupun DTU, maka dalam hal ini Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan pembangunan mendapatkan masalah karena apabila pemerintah daerah telat atau tidak menyampaikan persyaratan akan ditunda bahkan pemotongan penyaluran dan akan berpengaruh pada penyerapannya.

“Pemda berharap dana transfer saat ini agar ketentuan yang mewajibkan laporan persyaratan penyaluran tidak diberlakukan kepada dana yang bersifat blockgrand dimana transfer tersebut akan membantu dalam pemenuhan penyerapan pembangunan secara tepat waktu,” ucap Hari Rubiyanto.

Sekretaris Daerah Kabupaten Subang atau yang biasa di sapa Kang Asep Nuroni yang hadir pada acara tersebut, menyampaikan beberapa hal tentang pertumbuhan dana transfer daerah Kabupaten Subang dari tahun 2020-2022 terjadi fluktuasi, DAK Fisik Kabupaten Subang dari tahun 2020-2022 terjadi kenaikan setiap tahunnya, dan pertumbuhan pendapatan 4 tahun terakhir dari tahun 2018-2021 terjadi peningkatan sebesar 2,96%

“Pemerintah Kabupaten Subang masih tergantung pada dana transfer pusat, dikarenakan masih terbatasnya kemampuan keuangan daerah Kabupaten Subang, oleh sebab itu agar menjadi bahan pertimbangan untuk tim kajian anggaran badan keahlian DPR RI untuk memberikan dukungan terhadap keberlangsungan pembangunan di Kabupaten Subang,” ujar Kang Asep Nuroni.

Agenda selanjutnya dilakukan diskusi antara tim pusat kajian anggaran dengan jajaran BP4D serta dinas terkait.

Dalam rapat tersebut turut hadir jajaran analis APBN PKA, Jajaran BP4D, Kepala Dinas DP2KBP3A, Sekdis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, serta para tamu undangan yang hadir.

HUT Pramuka ke-61, Bupati Subang Terima Penghargaan Lencana Melati

Bupati-Subang-dan-gubernur.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Bupati Subang yang juga sebagai Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) gerakan Pramuka Kabupaten Subang H. Ruhimat menghadiri peringatan Hari Pramuka ke 61 tingkat Provinsi Jawa Barat, bertempat di Halaman Gedung Sate. Rabu (14/9/2022).

Pada kesempatan tersebut, Kak Jimat sapaan akrab Bupati Subang H. Ruhimat, menerima penghargaan Lencana Melati dari Kwarnas yang diserahkan langsung oleh Ka Mabida Jawa Barat Ridwan Kamil. Kak Jimat mendapatkan Penghargaan Lencana Melati atas wujud dedikasi dan kontribusinya serta jasa dan pengabdian yang besar terhadap gerakan Pramuka.

Selain itu, Gerakan Pramuka Kabupaten Subang juga mendapatkan berbagai penghargaan pada Jambore Nasional tahun 2022 di Cibubur. Penghargaan tersebut diantaranya adalah Penghargaan Apresiasi terhadap Penampil Kesenian Tradisional serta Juara Favorit Kuliner Nusantara di Jambore Nasional.

Ketua Kwartir Daerah Jawa Barat Kak Atalia Praratya dalam laporannya mengharapkan dengan dirayakannya HUT Pramuka ke 61, mampu menjadi momentum kemajuan dalam gerakan Pramuka.

Dirinya juga menyampaikan bahwa HUT Pramuka adalah salah sayu upaya untuk menggelorakan semangat Pramuka sebagai salah satu wadah dalam pembentukan karakter.

“Perayaan HUT pramuka tingkat Jawa Barat pada hari ini adalah suatu upaya untuk terus menggelorakan semangat kepramukaan di masyarakat, dengan tujuan untuk mengembangkan dan melestarikan nilai nilai kepramukaan, serta meningkatkan peran serta pramuka dalam membina generasi muda yang berkualitas, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan eksistensi pramuka di Jawa Barat sebagai wadah pembinaan generasi muda dalam rangka pembentukan karakter,” katanya.

Sementara itu, Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Jawa Barat yang juga Gubernur Jawa Barat Kak Ridwan Kamil menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka harus mampu merespon perubahan yang terjadi di dunia.

“Barangsiapa bisa beradaptasi terhadap perubahan, insya Allah umur eksistensi nya akan panjang, demikian pula dengan gerakan pramuka akan harus membaca dan mampu melihat perubahan perubahan yang terjadi di sekitar kita, ” katanya.

Selain itu, Kak Emil juga menyampaikan bahwa dunia saat ini mengalami 3 guncangan badai, yaitu guncangan badai Pandemi, Guncangan badai Revolusi digital, serta Guncangan Badai Global Warming.

“Dunia ini mengalami tiga guncangan badai, itu sedang hadir menyertai kita, satu adalah guncangan Pandemi memporak-porandakan kesehatan dan ekonomi juga sosial, kita pramuka dengan perahu besarnya, harus mampu memperbaiki dan menyempurnakan kapal besar yang namanya pramuka dan bertahan dari Badai yang bernama Pandemi. Yang kedua badai itu bernama revolusi digital, siapa yang punya skill digital, pasti umurnya panjang. Yang ketiga, dunia makin panas, krisis BBM ini adalah tanda tanda bahwa bahan bakar yang terus menggerus perut bumi, akan habis, dan harga makin mahal, maka pesan saya kepada gerakan pramuka tunjukkan Responnya terhadap perubahan atas pemanasan global ini, ” jelasnya.

Menutup sambutannya, Kak Emil mengajak gerakan Pramuka untuk mampu menghadapi guncangan guncangan badai yang menerpa, demi Indonesia Emas tahun 2045, dengan Dasa Dharma sebagai Karakter Kepribadian.

“Mari kita jadikan gerakan pramuka sebagai benteng pertahanan menghadapi guncangan guncangan tadi, kita sambut Indonesia 2045 sebagai Indonesia emas, di mana adik adik peserta upacara lah yang nanti akan memimpin republik ini, memimpin jaman keemasan dengan kualitas Dasa Dharma sebagai pasar dari kepribadian karakter yang kita banggakan,” katanya.

Sementara itu, ditemui selepas upacara, Ketua Kwarcab Subang yang juga sekaligus Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang Kak Tatang Komara menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka Kabupaten Subang mendapatkan berbagai penghargaan di tingkat Nasional, sehingga dengan diraihnya penghargaan tersebut diharapkan mampu menjadi sebuah motivasi untuk kemajuan gerakan Pramuka.

“Dengan penghargaan yang diterima oleh peserta didik maupun kita sebagai pembina, maupun Mabica saat ini, mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi kemajuan gerakan Pramuka di Kabupaten Subang, ” katanya.

Ka Kwarcab juga berharap semua pihak yang tergabung dalam gerakan Pramuka untuk selalu semangat demi terwujudnya generasi muda Subang yang lebih baik. “Tetap semangat berjuang untuk kemajuan Kabupaten Subang, untuk membangun generasi muda yang lebih aktif karena ternyata kita memperoleh apresiasi dari berbagai pihak, dan alhamdulillah tadi Pak Emil langsung secara pribadi pada saya beliau akan langsung mendesain sebuah desain pakaian untuk sisingaan sekaligus sisingaannya, yang akan ditampilkan pada saat HUT Kabupaten Subang, ” katanya.

Sementara itu, Kak Jimat menyampaikan bahwa dirinya pada kesempatan tersebut menerima penghargaan Lencana Melati. Kak Jimat berharap dengan diraihnya penghargaan tersebut, mampu menjadi motivasi bagi dirinya untuk selalu mendukung gerakan Pramuka, khususnya gerakan Pramuka Kabupaten Subang.

“Hari ini saya mendapatkan penghargaan melati dari Kwarnas, dengan penghargaan ini mudah-mudahan saya mampu untuk meningkatkan dan memotivasi lagi terkait kepramukaan di Kabupaten Subang, ” katanya.

Kak Jimat pun mengapresiasi dan berterima kasih kepada semua pihak yang selalu mendukung gerakan Pramuka Kabupaten Subang, sehingga mampu meraih berbagai penghargaan. Dirinya berharap, gerakan Pramuka di Kabupaten Subang mampu lebih baik dan lebih berprestasi lagi kedepannya.

“Terima kasih dan tentunya kerjasama semua pihak dalam hal ini pak Tatang, pak Kabid, demikian juga para wakil ketua harian, mudah-mudahan kepramukaan di Kabupaten Subang Saya yakin akan maju lagi, ” pungkasnya.

DPRD Subang Lakukan MoU dengan Kejari, Terkait Perdata dan Tata Usaha Negara

mou-kejari-dan-drpd.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Subang melakukan MoU terkait Perdata dan Tata Usaha Negara dengan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Subang di Ruang Bamus DPRD Kabupaten Subang, Rabu (14/9/2022).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kajari I Wayan Sumertayasa bersama rombongan, Wakil Ketua DPRD H. Aceng Kudus, dan Sekwan H. Ujang Sutrisna beserta jajaran.

“Jadi MoU ini nantinya kita akan melakukan kerjasama dibidang Perdata dan Tata Usaha Negara,” kata Kajari Subang I Wayan Sumertayasa melakui Kasi Intel Ahmad Adi Sugiarto saat diwawancara awak media.

Ditempat yang sama Sekwan DPRD Subang, H. Ujang Sutrisna sangat menyambut baik terkait adanya kerjasama antara DPRD dan Kejari tersebut. Perjanjian ini akan berlangsung selama 2022 sampai dengan 2023.

“Alhamdulillah MoU sudah selesai dilaksanakan. Nantinya kita akan melakukan evaluasi perda-perda yang sudah kadaluwarsa atau, bisa saja terkait dengan pembentukan perda atau raperda kita minta saran dan pendapat pendampingan semua produk hukum yang dikeluarkan DPRD,” katanya.

Sekwan yang akrab disapa Ucok tersebut mengungkapkan, bahwa selama ini target produk hukum berupa perda di DPRD Kabupaten Subang adalah 10 perda.

“Semoga dengan adanya kerjasama ini, produk hukum yang dikeluarkan itu terstruktur, sistemik dan masif. Jadi membumi semua perdanya itu,” pungkasnya.

Tolak Kenaikan BBM Bersubsidi, Ratusan Massa Demo DPRD Ciamis

Kenaikan-BBM-Bersubsidi.jpeg

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Ratusan massa yang tergabung ke dalam Gerakan Rakyat Peduli Rakyat (GRPR) Kabupaten Ciamis Jawa Barat melakukan demonstrasi menolak kenaikan BBM bersubsidi di Gedung DPRD Ciamis, Kamis (15/08/2022).

H.Wawan Korlap Aksi mengungkapkan, dari berbagai elemen masyarakat Tatar Galuh Ciamis dari mulai santri, mahasiswa,organisasi kepemudaan bersama menyuarakan aspirasi masyarakat.

Hal itu seiring adanya kenaikan harga BBM bersubsidi yang sangat mencekik rakyat.

Ia menyebut karena kenaikan berimbas terhadap harga kebutuhan pokok lainnya.

“Inilah yang membuat kita harus turun ke jalan untuk menyuarakan keluhan masyarakat kepada wakil rakyat kita yang berada di DPRD Ciamis,” katanya.

Baca juga: Fraksi PKS Tolak Kenaikan Harga BBM saat Rapat Paripurna DPRD Ciamis

Selain ke mendorong wakil rakyat Ciamis untuk menyuarakan keresahan itu, mereka juga meminta agar DPRD Ciamis menyampaikan langsung ke DPR RI dan Presiden Jokowi.

H.wawan berharap penyampaian aspirasi masyarakat Tatar Galuh Ciamis bisa langsung tersampaikan ke pemerintah pusat.

“Kita ingin mereka tahu betapa menderitanya rakyat dengan naiknya harga kebutuhan pokok gara-gara kenaikan harga BBM bersubsidi ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menegaskan akan mengawal terus aspirasi masyarakat tersebut sampai ke pusat.

“Saya bersama wakil bupati Ciamis akan ikut mengawal apa yang menjadi aspirasi masyarakat kabupaten Ciamis,” ucapnya.

Di lokasi yang sama, Ketua DPRD Ciamis Nanang Permana juga akan melakukan hal serupa. Bahkan nanti malam pihaknya akan bersurat ke pusat.

“Kita akan sampaikan pada malam hari ini langsung ke pemerintahan di tingkat pusat,” kata Nanang. (Fahmi/R6/HR-Online)

Dampak Sungai Citanduy Meluap, TPT Ambruk dan Tiang Pancang Jembatan Baru Banjar Patah

Sungai-Citanduy-Meluap.jpg

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-Tembok penahan tebing (TPT) di belakang RSUD Kota Banjar ambruk pada hari Rabu (14/9/2022) kemarin. Hal itu setelah Sungai Citanduy meluap beberapa hari lalu.

Salah seorang warga, Irwan mengatakan, tembok penahan tebing itu ambruk sekitar pukul 05.00 WIB.

“Itu ambruknya kemarin karena sebelumnya hari Senin air sungai Citanduy meluap,” kata Irwan kepada wartawan, Kamis (15/9/2022).

Ia menjelaskan, tembok yang ambruk itu sekitar sepanjang 30 meter. Ia menduga karena tidak kuat menahan debit air yang cukup tinggi.

“Mudah-mudahan ada perbaikan secepatnya karena khawatir kalau ada luapan air lagi bisa tergerus,” jelasnya.

Baca juga: Puluhan Tahun Berdiri, Jembatan Callender Hamilton Kota Banjar Segera Diperbaiki

Selain tembok penahan tebing ambruk, dampak dari luapan air sungai Citanduy juga membuat 3 tiang pancang Jembatan Baru (Jembar) patah.

Hal tersebut tentunya berpotensi membahayakan para pengendara yang melintas di atas jembatan tersebut jika tidak segera mendapat penanganan.

Jembatan Baru (Jembar) patah pertama kali yang mengetahui adalah seorang warga bernama Entis Sutisna. Saat itu ia sedang berolahraga di area Jogging Track Pusdai Kota Banjar.

“Saya melihat ada tiga tiang itu patah hari Rabu kemarin, karena kebetulan lagi olahraga di belakang Pusdai,” katanya.

Menurutnya, ia menduga tiang tersebut patah akibat tertabrak pohon besar yang terbawa arus air sungai Citanduy.

“Mungkin itu karena ada pohon menabrak tiang waktu air sungai Citanduy meluap, jadi patah,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Banjar Tommy Subagja melalui Kabid Bina Marga Agus Saparudin menyampaikan, pihaknya telah melakukan koordinasi untuk menindaklanjuti kondisi jembatan tersebut.

“Kita sudah koordinasi dengan Polres Banjar dan Dishub untuk melakukan pemasangan tiang pembatas kendaraan yang bertonase besar tidak lewat ke situ,” pungkasnya. (Sandi/R6/HR-Online)

Wacana Perluasan Wilkum Polres Banjar ‘Caplok’ Wilayah Ciamis Kembali Mencuat

Wacana-Perluasan-Wilkum-Polres-Banjar-Caplok-Wilayah-Ciamis.jpg

Wacana perluasan Wilkum (wilayah hukum) Polres Kota Banjar, Jawa Barat, yang akan mengambil beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Ciamis, diantaranya Kecamatan Pamarican, Lakbok, Banjarsari dan sekitarnya, kini kembali mencuat.

Sebelumnya atau sekitar tahun 2015 lalu wacana tersebut pernah menggelinding dan sempat memanaskan tensi politik kedua daerah yang bertetangga tersebut.

Pro dan kontra pun muncul. Sejumlah stakeholder di Banjarsari, Pamarican dan sekitarnya waktu itu ramai-ramai melakukan penolakan. Namun ada juga stakeholder yang mendukung. Pasca terjadi pro dan kontra dan menimbulkan kegaduhan akhirnya wacana itu pun menghilang dengan sendirinya.

Baca juga: Wacana Pindah Wilkum ke Banjar, Kapolres Ciamis Tunggu Arahan Mabes

Kini, wacana perluasan wilayah hukum Polres Banjar yang mengambil beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Ciamis, mencuat kembali. Lagi-lagi sejumlah stakeholder menyuarakan penolakan. Namun bedanya kali ini belum muncul kelompok masyarakat yang terang-terangan melakukan pergerakan mendukung.

Wacana Perluasan Wilkum Polres Banjar yang ‘Caplok’ Wilayah Ciamis Ditolak Kepala Desa

Dari informasi yang dihimpun harapanrakyat.com, dikabarkan ada pihak yang melakukan pendekatan kepada sejumlah kepala desa di wilayah Ciamis Selatan (Banjarsari dan sekitarnya) agar menandatangani persetujuan wilayah administrasi desanya bersedia bergabung ke wilkum Polres Banjar.

Pengakuan itu diungkapkan Kepala Desa Ciulu, Kecamatan Banjarsari, Ramli Mahmud, saat ditemui Rabu (14/09/2022). Dia mengaku kedatangan orang yang mengatasnamakan utusan dari Polres Kota Banjar. Kemudian orang itu menyodorkan berkas yang isinya mengenai dukungan wilayah desanya bersedia bergabung dengan Wilkum Polres Banjar.

“Terus terang saya waktu itu menandatangani persetujuan. Tapi setelah dipikir saya merasa ditodong harus menandatangani berkas yang sudah disiapkan. Untuk itu saya akan mencabut surat dukungan tersebut,” kata Ramli.

Baca juga: Wacana Pindah Wilkum ke Banjar, Bupati Ciamis Enggan Berpolemik

Ramli juga mengatakan saat menandatangani dirinya tidak mengetahui bahwa surat dukungan tersebut menyangkut persetujuan perpindahan Wilkum dari Polres Ciamis ke Polres Banjar. Karena orang yang mengaku utusan dari Polres Banjar itu hanya menyampaikan bahwa dukungan tersebut hanya berkaitan soal pelayanan administrasi seperti SKCK dan pembuatan SIM.

“Kalau waktu itu disampaikan bahwa akan memindahkan wilayah hukum dari Polres Ciamis ke Polres Banjar, dipastikan saya tidak mau menandatangani. Karena alasan itulah saya akan mencabut surat dukungan tersebut,” tegasnya.

Pertimbangan Pajak Kendaraan Akan Berpindah ke Pemkot Banjar

Berbeda dengan kepala desa di Kecamatan Pamarican. Saat mereka kedatangan orang yang mengaku dari Polres Banjar tidak langsung menandatangani surat tersebut. Namun mereka melakukan musyawarah dengan seluruh kepala desa di Kecamatan Pamarican.

“Dari hasil musyawarah seluruh kepala desa di Kecamatan Pamarican memutuskan menolak wilayah kami masuk ke Wilkum Polres Banjar,” kata Ketua APDESI Kecamatan Pamarican, Subhan Hadi Suroso, saat dihubungi, Selasa (13/09/2022).

Menurut Subhan, penolakan tersebut bukan tanpa alasan. Namun sudah dikaji dari berbagai aspek. Terutama aspek kepentingan masyarakat dan lainnya. Selain itu, kata dia, perpindahan wilayah hukum belum mendesak dan juga belum menjadi aspirasi sebagian besar masyarakat.

“Karena pelayanan dari Polres Ciamis dengan dibantu Polsek masih dirasakan nyaman dan tidak ada kendala,” ujarnya.

Baca juga: Usulan Zona 4 Ciamis Pindah Wilkum ke Polresta Banjar Berawal dari Lakbok

Hal lain yang menjadi pemikiran bersama, lanjut Subhan, yaitu mengenai pajak kendaraan. Apabila wilayah Pamarican masuk ke Wilkum Polres Banjar maka dengan otomatis pemasukan pendapatan pajak kendaraan akan masuk ke Pemkot Banjar.

“Jika hal itu terjadi tentu tidak bisa diterima oleh akal. Masa kami mendapat anggaran pembangunan dari Pemkab Ciamis, tetapi memberikan pendapatan pajak kendaraan ke Pemkot Banjar,” tegasnya.

Dengan begitu, Subhan meminta agar wacana perluasan Wilkum Polres Banjar ini segera dihentikan dan jangan sampai membuat kegaduhan. “Sudahlah, kami sudah nyaman dengan pelayanan Polres Ciamis. Kenapa harus disuruh pindah ke Wilkum Polres Banjar,” tegasnya.

Kepala Desa Malah Minta Pembentukan Polres Kawasen

Pendapat berbeda datang dari Ketua APDESI Kecamatan Banjaranyar, Egi Suprayoga Samsu. Dia menegaskan kalau tujuannya untuk mendekatkan pelayanan, kenapa tidak sekalian mengusulkan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Kawasen yang sebelumnya sudah diwacanakan oleh masyarakat Ciamis Selatan.

“Kalau benar kepentingannya untuk masyarakat, ya jangan setengah-setengah. Jangan hanya urusan administrasi yang menyangkut di kepolisian saja. Tetapi harus menyangkut semua pelayanan dengan menawarkan pembentukan DOB Kabupaten Kawasen. Kalau DOB terbentuk, otomatis Polres-nya pun terbentuk,” ujar Egi.

Baca juga: DPRD: Zona 4 Pindah Wilkum ke Polresta Banjar, Ciamis Rugi

Egi menegaskan kalau hanya berpindah Wilkum ke Polres Banjar pihaknya dengan tegas menolak. Karena menurutnya hal itu tidak urgensi. Pelayanan dari Polres Ciamis yang dibantu Polsek masih berjalan baik dan tidak ada kendala.

“Bagini saja, kalau wacananya membentuk Polres Kawasen, dipastikan kami setuju dan akan mendukung,” tegas Egi.

Hingga berita ini ditulis, harapanrakyat.com belum berhasil menghubungi pihak Polres Kota Banjar untuk mengkonfirmasi kebenaran terkait pengakuan kepala desa yang didatangi orang yang mengatasnamakan utusan Polres Banjar. (Suherman/R2/Editor: Subagja Hamara)

Recent Posts