Beranda blog Halaman 1475

Kamtibmas Bagi Pelajar,Ini Penjelasannya

f7639de139b8e60a40f1e1d79c46ed56.jpg

KBRN, Subang: Kapolsek Cibogo AKP Ikin Sodikin SH, mengunjungi SMP Negeri 2 Cibogo, Kamis (29/9/2022), untuk menyampaikan pesan Kamtibmas.Kegiatan tersebut, lanjut Kapolsek, sebagai upaya pendekatan, sekaligus mengedukasi para pelajar SMP Negeri 2 Cibogo.

“Kegiatan ini, atas arahan dan petunjuk dari Kapolres Subang AKBP Sumarni, agar memberikan sosialisasi dan edukasi, tentang pesan Kamtibmas, terhadap pelajar SMP Negeri 2 Cibogo,” ujar AKP Ikin kepada RRI di Subang, Kamis (29/9/2022).

Ikin menyebutkan, pesan pesan Kamtibmas tersebut, larangan penggunaan kendaraan bagi yang belum cukup umur, tentang tertib berlalulintas, penggunaan dawai, menghindari miras, dan narkoba, serta bulying.

“Kepada para murid yang berkendara sepeda motor, atau pun kepada orang tuanya, yang mengantar anaknya ke sekolah, untuk selalu mentaati peraturan berkendara motor, seperti memakai helm, tidak memakai knalpot Bising, menggunakan plat nomer, spion dan lainnya,” tegasnya.

Selain itu Kapolsek juga menghimbau, khusunya kepada siswi perempuan, agar berhati-hati terhadap kekerasan pelecehan seksual. 

“Kepolisian Sektor CibogoSiap terbuka, kalau ada permasalahan apapun, dan menjadi sahabat siswa-siswi semua nya. Karena Polisi itu, bertugas melindungi, Mengayomi dan melayani semua masyarakat,” pungkas Kapolsek Cibogo.

Bansos Bagi Marbot dan Imam Masjid

ef509b8638bdb2c474098132a76911b1.jpg

KBRN, Subang: Dalam rangka memperingati Hari Jadi Karang Taruna Ke-62 Tahun, Karang Taruna Sub RW 02 Kelurahan Soklat, menggelar Bakti Sosial (Bagsos) berupa pembagian paket sembako.Ketua Karang Taruna Sub RW 02 Kelurahan Soklat Yudi Prasetya mengatakan, pada peringatan hari jadi Karang Taruna Ke-62 tahun 2022 ini, pihaknya memilih bagsos pembagian paket sembako, dengan sasaran sejumlah Marbot dan Imam mesjid.

“Hari ini kami, lebih memperhatikan nasib para marbot dan imam mesjid, untuk kami santuni,” ujar Yudi Prasetya kepada RRI di Subang, Kamis (29/9/2022).

Marbot dan Imam Mesjid yang mendapatkan paket sembako tersebut, lanjut Yudi Prasetya, yaitu Marbot dan Imam Mesjid Ukwah Islamiah RW 02 Kelurahan Soklat, dan Mesjid Agung Al-Musabaqa.

“Para Marbot dan Imam Mesjid di dua mesjid itu, kebetulan masuk wilayah RW 02 Kelurahan Soklat. Sehingga wajar, kami perhatikan,” tegasnya.

Yudi Prasetya berharap, dengan paket sembako tersebut, setidaknya dapat membantu mengurangi beban para marbot dan imam kedua mesjid tersebut. Karena para marbot dan imam mesjid juga ikut terkena dampak kenaikan harga BBM, dan pandemi covid-19.

Serap Aspiradi Dan Informadi Dari Rakyat, Danrem 063/SGJ Mondok Di Warga

98bd4a67bb95bf90170a7094f9ebbbe8.jpg

KBRN, Subang: Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel (Inf) Dany Rakca, S.A.P, M.Han., didampingi Dandim 0605/Subang Letkol (Inf) Bambang Raditya, M.Han., mendatangi warga  Desa Ciater Kecamatan Ciater Kabupaten Subang, Rabu (28/9/2022) malam.Kedatangan orang nomor satu di Korem 063/SGJ tersebut, bertujuan untuk bersilaturahmi, serta mengetahui situasi, dan kondisi di wilayah kodim jajaran di bawah Korem 063/SGJ.

“Saya mempunyai tanggung jawab 8 Kabupaten dan Kota, maka dari itu, kami harus mengetahui situasi, dan kondisi di wilayah masing-masing, dan meyakinkan secara langsung, menyerap informasi dan aspirasi masyarakat. Sehingga kendala yang dialami masyarakat, secara musyawarah untuk mencarikan solusinya,” ujar Kolonel Dany Rakca melalui press rillis yang diterima RRI di Subang, Kamis (29/9/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Kolonel (Inf) Dany Rakca menyampaikan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan rakyat, tidak bisa dipisahkan.

“Kita harus saling mengisi, silih asah, silih asuh dan silih asih, sehingga terwujud kemanunggalan TNI Rakyat yang tangguh, sebagai Sistem Pertahanan Rakyat Semesta,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu  Danrem menanyakan kepada warga, tentang permasalahan di Desa, termasuk adanya isu, serta keluh kesah masyarakat, terkait pengalihan lahan HGU PTPN VIII ke pembangunan villa di kawasan hutan bambu.

“Berdasarkan data, tanah HGU PTPN saat ini, sudah di bangun villa, harus memperhatikan ketersediaan lahan sebagai tanah resapan air, dengan ditanami jenis pohon atau Bambu. Kepala Desa dan Masyarakat diharapkan, berkoordinasi dengan Dandim Subang, Danramil, dan Babinsa mendiskusikan untuk mencari solusi. Inl Syaa Allah, satuan TNI AD, sesuai perintah Bapak Kasad, kami dapat memberikan solusi mengatasi permasalahannya,”tegas Kolonel Dany.

Danrem juga memerintahkan Dandim 0605/Subang, beserta Jajaran untuk berkoordinasi, dengan Bupati Subang, serta mengawal dan mendampingi permasalahan penggunaan HGU PTPN VIII, di lokasi hutan bambu yang sudah di bangun villa, termasuk adanya sewa dan jual tanah garapan.

“Pak Dandim, nanti dibantu pengawalan dan pendampingan, terkait permasalahan HGU PTPN VIII, larang penambahan bangunan di daerah HGU PTPN VIII, yang berada di tanah resapan sampai ada Perda dari Pemda Subang,” tegas Danrem.

Selain itu, Deny mengajak semua elemen masyarakat, yang ada untuk selalu mendukung semua program pemerintah antara lain, menjaga kondusifitas keamanan lingkungan, pengaruh radikalisme, atau paham ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Kebijakan Pemerintah melalui programnya, selalu melalui proses pengambilan keputusan, untuk menyejahterakan rakyat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Perwira Staf dan perwakilan Danramil jajaran Kodim 0605/Subang, wakil manager Kebun PTPN VIII, Kades Ciater, dan warga masyarakat Desa Ciater.

Selesai bersilaturahmi Danrem 063/SGJ didampingi Dandim 0605/Subang beserta rombongan, melaksanakan istirahat di rumah warga setempat.

Puluhan ODGJ di Kota Banjar Dievakuasi ke Bogor

c1_z2_IMG_20220930_044214_-1838b33a255_4_-1838b33cdee_5.jpeg

Berita Banjar (Harapanrakyat.com),- Dinas Kesehatan Kota Banjar evakuasi 23 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Banjar, Jawa Barat, untuk mendapat perawatan di Bogor.

Dalam kegiatan ini, Pemkot Banjar kerja sama dengan Pusat Kesehatan Jiwa Nasional (PJKN) RSJ dr H Maezoeki Mahdi Bogor.

Kadinkes Kota Banjar Andi Bastian melalui Kabid P2P Ika Rika mengatakan awalnya sebanyak 25 ODJG itu mengikuti tahap skrining. Proses skrining tersebut digelar di Lapang Tenis Pendopo Kota Banjar.

“Ada 25 ODGJ yang mengikuti skrining dan pemeriksaan administrasi,” ujar Ika Rika, Kamis (29/9/2022).

Dari hasil skrining dan pengecekan administrasi, 2 ODGJ tidak bisa dikirim ke Bogor. Kendalanya belum terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan.

“2 orang tidak memenuhi syarat administrasi, belum terdaftar jadi peserta BPJS. Hanya 23 orang yang kami evakuasi ke Bogor,” ungkapnya.

Baca Juga: Sempat Meresahkan, Satpol PP Kota Banjar Amankan ODGJ Bawa Sajam

Ia menjelaskan, ODGJ di Kota Banjar yang dievakuasi itu memiliki kategori berat. Sehingga harus segera mendapat penanganan secara serius dan bertahap oleh dokter spesialis jiwa.

“Tidak bisa dirawat di Banjar karena keterbatasan tempat,” jelasnya.

Ika Rika menjelaskan saat ini Banjar sudah memiliki 2 dokter spesialis jiwa. Hanya saja tidak seimbang dengan jumlah bed atau tempat tidur.

“Ruang perawatan jiwa yang tersedia pada RSUD Kota Banjar hanya 9 bed,” katanya.

Perwakilan PKJN RSJ dr Marzoeki Mahdi Iyef Yudiana mengatakan pasien ODGJ dengan kategori berat sudah seharusnya mendapat perawatan intensif.

“Karena bisa saja menjadi sebuah ancaman bagi keluarga dan juga yang bersangkutan itu sendiri jika dalam kondisi mengamuk,” katanya.

Setelah kembali pulih, pasien dengan gangguan jiwa harus tetap melakukan kontrol secara teratur untuk mengetahui perkembangannya.

“Kemudian jika nantinya sudah kembali pulih juga harus tetap melakukan kontrol secara berkala,” pungkasnya. (Sandi/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Begini Kisah Asmara Lesti Kejora dan Rizky Billar Hingga Isu KDRT Mencuat

Leslar.jpg

Kisah asmara Lesti Kejora dan Rizky Billar yang sebelumnya selalu terlihat mesra, kini diterpa badai masalah. Pasalnya, Lesti telah melaporkan suaminya, Rizky Billar ke Polres Metro Jakarta Selatan, terkait adanya dugaan KDRT oleh suaminya pada hari Rabu (28/9/2022).

Kabar itu dengan cepat berhembus hingga menjadi trending topik di media sosial Twitter pada Kamis (29/09/2022). Meski demikian, belum ada keterangan lebih lanjut dari keduanya, terkait adanya dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Awal Mula Kisah Asmara Lesti Kejora dan Billar Bertemu di Acara Talkshow

Merangkum dari berbagai sumber, jalinan asmara antara Lesti Kejora dengan Rizky Billar bermula ketika keduanya bertemu dalam sebuah program talkshow Tv swasta.

Pertemuan tersebut merupakan kali pertama keduanya untuk saling mengenal dan merebut hati satu sama lain. Gombalan dan candaan yang mereka lontarkan menjadi bahan paling ampuh untuk saling mencuri perhatian.

Melihat kemesraan itu, para penggemar Lesti Kejora pun ikut senang dan bisa tersenyum lebar. Pada saat itu, host acara televisi, Tukul Arwana, sempat bertanya kepada Lesti soal jalinan persahabatan dengan Rizky Billar.

Baca Juga : Kronologi KDRT Lesti Kejora, Dicekik Hingga Dibanting Rizky Billar

“Apakah Lesti bersedia jika menjalin persahabatan dengan Rizky Billar,” tanya Tukul Arwana.

Mendengar pertanyaan itu, Lesti pun sempat bingung dan akhirnya mengeluarkan jawaban yang cukup mengejutkan. Lesti menjawab bahwa ia tidak ingin menjadi sahabat dari Rizky Billar.

Namun beberapa saat kemudian, Lesti pun angkat bicara lagi dengan nada gombalan soal keinginannya menjadi istri Rizky Billar.

“Istri aja,” canda Lesti. Sontak jawaban itu membuat para penonton yang hadir tertawa dan senang.

Dari pertemuan yang hangat itulah, kisah asmara Lesti Kejora dan Rizky Billar mulai terjalin. Keduanya mulai sering kerja bareng dan kedekatannya makin erat.

Lesti Kejora dan Rizky Billar Pernah Ditinggal Nikah Kekasihnya

Jauh sebelum saling mengenal lebih jauh, Lesti Kejora dan Rizky Billar sama-sama pernah mengalami kisah cinta masa lalu yang cukup pahit.

Baca Juga : Lesti dan Billar Menikah, Mas Kawinnya Rp 1 Miliar

Lesti terpaksa harus menanggung rasa sakit hati setelah ditinggal menikah oleh kekasihnya waktu itu, Rizky D’Academy.

Begitu pula Billar, ia terpaksa harus merelakan kekasih pujaannya, Dinda Hauw menikah dengan lelaki lain.

Pengalaman pahit itulah yang membuat Lesti Kejora dan Rizky Billar sangat cocok untuk saling mengobati kisah pahit masa lalunya.

Lesti Kejora dan Rizky Billar Mengenalkan Keluarganya

Tak lama berselang setelah Lesti dan Rizky Billar cukup dekat, kisah asmara keduanya kemudian mulai berjalan pada fase yang lebih serius.

Lesti mulai mengenalkan Rizky Billar kepada keluarganya. Begitupun Rizky Billar melakukan hal yang sama.

Baca Juga : Lesti Kejora Laporkan Rizky Billar atas Dugaan KDRT, Polisi: Kami Sudah Lakukan Visum

Keduanya akhirnya saling mengenal keluarga satu sama lain. Bahkan kedekatan antar keluarga pun mereka abadikan lewat unggahan-unggahan video dalam channel YouTube milik Rizky Billar.

Pesta Pernikahan Lesti dan Billar Meriah

Kebahagiaan terus menyelimuti kisah asmara Lesti Kejora dan Rizky Billar setelah keduanya saling mengenal satu sama lain.

Tak tanggung-tanggung, mereka pun akhirnya menggelar acara pesta pernikahan pada bulan Agustus 2021 lalu.

Kedua artis papan atas Indonesia itu menikmati kehidupan barunya sebagai pasangan suami istri hingga dikaruniai buah hati. Mereka kemudian memberikan nama pada buah hati pertamanya, Muhammad Leslar Al-Fatih Billar.

Baca Juga : Ussy Sulistiawaty Bongkar Sifat Suami Setelah 10 Tahun Menikah

Mencuatnya Isu KDRT Lesti Kejora

Setahun berjalan kehidupannya sebagai pasangan suami istri, kisah asmara Lesti Kejora dan Rizky Billar kini berada di ujung tanduk.

Saat ini Lesti menjadi korban KDRT oleh suaminya sendiri, Rizky Billar. Tak tanggung-tanggung, perlakuan kasar Billar pun berujung ke ranah hukum. Lesti melaporkan sang suami ke Polres Metro Jakarta Selatan atas tindakan KDRT.

AKP. Nurma Dewi, Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan membenarkan adanya laporan tersebut. Hingga kini pihak kepolisian masih mendalami laporan yang Lesty Kejora.

Itulah sekelumit kisah asmara Lesti Kejora dan Rizky Billar sebelum akhirnya hubungan mereka terancam badai perceraian. (Aji/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Kronologi KDRT Lesti Kejora, Dicekik Hingga Dibanting Rizky Billar

rizkybillar.jpg

Kronologi KDRT Lesti Kejora akhirnya terungkap setelah Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Endra Zulpan membeberkan kejadian tindak kekerasan tersebut, Kamis (29/09/2022).

Zulpan mengungkapkan, peristiwa tindak kekerasan yang Lesti alami berawal dari Rizky Billar yang ketahuan selingkuh bersama perempuan lain.

Mengetahui suaminya selingkuh, Lesti kemudian meminta kepada Rizky Billar untuk dipulangkan saja ke rumah orang tuanya.

Hal itu kemudian membuat Rizky emosi, sehingga terjadi kekerasan. Ibu dari Leslar Al-Fatih ini mengaku mengalami kekerasan secara fisik.

Kronologi KDRT Lesti Kejora yaitu, kejadian pertama berlangsung di kamar, yang mana suaminya itu mendorong dan membanting korban ke kasur. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (08/09/2022), pukul 01.51 WIB.

“Korban mengetahui terlapor selingkuh di belakangnya. Karena itu korban meminta pulang ke rumah orang tuanya sehingga membuat pelaku emosi dan terjadilah KDRT,” ungkap Zulpan.

Baca Juga : Lesti Kejora Laporkan Rizky Billar atas Dugaan KDRT, Polisi: Kami Sudah Lakukan Visum

Kronologi KDRT Lesti Kejora Terjadi Dua Kali

Kepada polisi korban mengaku suaminya itu membanting hingga mencekik lehernya tidak hanya sekali.

“Selain mendorong, terlapor juga mencekik korban hingga terjatuh ke lantai, terlapor melakukannya berulang-ulang,” terang Zulpan.

Emosi Rizky Billar tak berhenti di situ. Lesti kembali mengalami kekerasan yang kedua kalinya. Pada hari yang sama sekitar pukul 09.47 WIB, korban mengaku suaminya kembali melakukan kekerasan dengan membanting tubuhnya dalam kamar mandi.

“Suaminya menarik, kemudian membanting korban. Kekerasan kedua ini terjadi di kamar mandi sehingga mengakibatkan tangan kanan, kiri, leher serta tubuh lesti terasa sakit,” ungkap Zulpan.

Lesti Kejora Laporkan Rizky Billar ke Polisi

Baca Juga : Tiara Andini Foto Bareng Billar Kena Nyinyir, Netizen: Fans Leslar Barbar

Setelah peristiwa itu, korban kemudian melaporkan suaminya ke Polres Metro Jakarta Selatan bersama dengan pengacaranya.

Ia pun telah menjalani pemeriksaan dan visum sebagai barang bukti bahwa telah terjadi kekerasan secara fisik.

Rizky billar terancam hukuman maksimal penjara 15 tahun jika terbukti telah melakukan KDRT, sesuai UU Nomor 23/2004 tentang KDRT.

Seperti pemberitaan sebelumnya, perjalanan asmara mereka berdua yang merupakan artis Indonesia itu tampak harmonis. Sontak kejadian ini pun membuat publik kaget.

Terlebih setelah polisi mengungkap kronologi KDRT Lesti Kejora. Hingga saat ini kedua belah pihak belum menyampaikan keterangan resminya. (Rizki/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni, Warga Kota Banjar Ini Tak Tersentuh Bantuan

Polres-Banjar-1.jpg

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Tinggal di rumah tidak layak huni, Didi, warga Lingkungan Bojong, RT 11, RW 3, Kelurahan Situbatu, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, tidak pernah tersentuh bantuan.

Bahkan, di tengah ramainya penyaluran berbagai bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat saat ini. Namun Didi tetap saja tidak kebagian.

Dengan hidup yang serba terbatas itu, ia mengaku selama ini belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.

“Belum pernah dapat bantuan apapun dari pemerintah sampai sekarang juga,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (29/09/2022).

Saat ini, ia tinggal bersama seorang istri dan 3 orang anaknya dalam sebuah rumah bilik yang sudah tidak layak huni. Untuk makan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya, ia hanya mengandalkan hasil dari buruh tani atau kerja serabutan.

“Untuk sehari-hari saya bekerja sebagai buruh tani. Itu juga kalau ada yang membutuhkan,” katanya.

Baca Juga : Rumah Warga Kota Banjar Ini Akhirnya dapat Bantuan Perbaikan Rutilahu

Didi mengaku baru pertama kali mendapat bantuan sembako dari personel Polres Banjar, Polda Jabar. Ia pun berharap kedepannya pemerintah bisa lebih memperhatikan masyarakat yang betul-betul membutuhkan bantuan.

“Baru pertama kali mendapat bantuan seperti ini. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada bapak polisi yang sudah datang dan memberikan bantuan kepada saya dan keluarga,” ucap Didi.

Sementara itu, Kapolres Banjar AKBP. Bayu Catur Prabowo, melalui Kasat Intelkam Polres Banjar, Iptu. Aep Nano mengatakan, pihaknya menyalurkan bantuan sembako menyasar masyarakat yang betul-betul membutuhkan.

“Kami menyasar masyarakat yang betul-betul membutuhkan. Mungkin ada sebagian masyarakat yang tidak tersentuh bantuan dari pemerintah. Sehingga kami terpanggil untuk membantu mereka,” kata Aep Nano.

Pihaknya berharap, dengan bantuan sembako itu setidaknya dapat membantu meringankan kebutuhan hidup masyarakat tidak mampu.

“Masyarakat yang kita temui ini memang sangat membutuhkan bantuan,” pungkasnya. (Sandi/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Ray Wagiu Basrowi: Kasus Stunting Ancaman Generasi Bangsa

Ray-Wagiu-Basrowi-Kasus-Stunting-Ancaman-Generasi-Bangsa.jpg

Medical Science Director Danone Indonesia, Ray Wagiu Basrowi, menyatakan bahwa kasus stunting bisa jadi ancaman terhadap masa depan Indonesia.

Hal itu ia ungkapkan saat menjadi pembicara di workshop Cyber Media Forum secara virtual yang diikuti harapanrakyat.com, pada Kamis (29/9/2022).

Dalam lokakarya kerja sama antara AMSI dengan Danone Indonesia ini, Ray mengambil topik “Stunting, Nutrisi dan Dampak bagi Kesehatan Anak di Indonesia.

“Bukan cuma warning lagi, tapi sudah menjadi ancaman terhadap public health, ancaman terhadap masa depan Indonesia,” katanya.

Itu sebabnya, sambung Ray Wagiu Basrowi, kenapa pemerintah memasukkan itu di dalam Renstra. Bahkan ada tim khusus BKKBN dan Wakil Presiden yang mengerjakan itu.

“Kenapa? karena kasus stunting ini bisa membuat potensi kehilangan masa depan generasi bangsa,” ujarnya.

Lanjut menambahkan, berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia, Indonesia pada tahun 2021 sebesar 24 persen.

“Meskipun, pemerintah mengklaim kemarin kasus stunting turun. Tapi intinya masih tinggi, karena target pemerintah pada tahun 2024 sebesar 14 persen,” kata Ray Wagiu Basrowi.

Baca Juga: Pemkab Pangandaran Targetkan 2023 Zero Stunting

Namun ia mengingatkan, bahwa ada studi dari WHO dan UNICEF, bahwa kalau satu negara itu persentasi stuntingnya masih di atas 20%, itu masalah kesehatan masyarakat yang sangat besar suatu negara.

“Karena, 1 dari 3 anak yang nanti akan menjadi sumber daya manusia di usia produktifnya itu akan mengalami gangguan kognitif. Karena kurang makan yang baik, atau kurang asupan nutrisi,” jelasnya.

Itu sebabnya, kata Ray, pemerintah saat ini investasi besar-besaran. Bahkan, Presiden Jokowi sudah jelas menyampaikan, bahwa saat ini ada budget alokasi khusus untuk percepatan penanggulangan stunting.

Menurutnya saat ini pemerintah memfokuskan dan memprioritaskan dalam aspek nutrisi untuk penanganan stunting.

“Karena memang masalahnya stunting itu pasti kurang gizi, yang kronis selama bertahun-tahun,” tuturnya.

Kasus Stunting di Indonesia Tinggi, Ray Wagiu Basrowi Ungkap Penyebab Utamanya

Ray mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai tengkes atau stunting. Pasalnya, dampak stunting bisa menurunkan kecerdasan otak pada anak. Hal tersebut menurutnya karena kurang nutrisi atau gizi.

Ia menjelaskan, bahwa dampak dari kekurangan gizi bukan cuma penurunan berat badan. Namun melainkan juga bisa membuat kurangnya asupan energi ke otak.

“Pembentukan otak mulai dari 2 tahun pertama, yang tumbuh sekitar 80%. Setelah itu, ketika mencapai 95% berhenti berkembang hingga usia balita. Itulah yang dinamakan periode emas,” jelasnya.

Ray Wagiu Basrowi mengungkapkan, bahwa ada 3 poin yang menjadi faktor penyebab stunting. “Antara lain pertama pola makan, pola asuh serta ketiga sanitasi,” ungkapnya.

Baca Juga: Seorang Anak Alami Stunting Butuh Biaya RS, Kader PKK Ciakar Ciamis Cari Donasi

Lanjutnya menambahkan, untuk pola makan tidak teratur bisa membuat berkurangnya asupan protein serta sumber energi pada anak.

“Begitu juga untuk pola asuh. Jika praktik serta perilaku pemberian makan pada anak yang kurang baik, maka itu juga menjadi penyebab utama stunting,” jelasnya.

Sementara terkait dengan sanitasi, menurutnya, poin tersebut juga memiliki peranan yang penting untuk mencegah kasus stunting.

“Sebab, sanitasi yang baik dapat membebaskan anak-anak dari penyakit infeksi,” imbuhnya.

Dampak Stunting

Ray Wagiu Basrowi menjelaskan, bahwa stunting adalah kondisi yang ditandai saat panjang atau tinggi badan anak kurang, apabila dibandingkan dengan umurnya.

“Penyebab utamanya gangguan pertumbuhan karena malnutrisi kronis atau kurang gizi menahun,” jelasnya.

Kondisi gangguan itulah yang akhirnya memberikan dampak terhadap anak. Apa saja dampaknya?

Ray menjelaskan untuk dampak jangka pendek, apabila stunting tidak segera ditangani maka akan membuat terganggunya perkembangan otak. Kemudian kecerdasan, lalu gangguan pertumbuhan fisik, Serta gangguan metabolisme dalam tubuh.

Baca Juga: Pelajar di Pangandaran Jadi Sasaran Kampanye Cegah Stunting

Sedangkan untuk jangka panjang untuk dewasa yang pernah mengalami malnutrisi, maka akan memiliki IQ dan kemampuan akademik yang lebih rendah.

“Jika dibandingkan dengan orang dewasa yang tidak pernah mengalami malnutrisi,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar bayi 0 sampai 6 bulan diberi asupan air susu ibu (ASI) eksklusif. Sebab, katanya, studi literatur, clinical trial dan meta analisis membuktikan dampak ASI eksklusif terhadap pencegahan kasus stunting sangat efektif.

“Tidak hanya mencegah stunting. Namun pemberian ASI dari 0-6 bulan yang merupakan sumber nutrisi utama, juga bisa membuat anak tumbuh menjadi individu yang prima dengan kualitas fisik dan mental yang baik,” kata Ray Wagiu Basrowi. (Adi/R5/HR-Online/Editor-Adi)

Ketua KONI Kab Bandung Sikapi Pertemuan Para Ketua Pengprov Cabor

93042daf43420c37cc6e61ea0db52c20.jpg

KBRN, Bandung: Menyikapi pemberitaan ramai atas adanya undangan kepada para Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga (Cabor) untuk bersilaturahmi dalam rangka mensukseskan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Ketua KONI Kabupaten Bandung, Herda M Gani menilai, hal itu merupakan kegiatan yang mengundang tanda tanya.

“Saya rasa kalau silaturahmi boleh saja tapi jika menyerempet Porprov kan sudah ada wadahnya yaitu KONI. Kalau memang untuk mensukseskan Porprov harus ada konsep, ide dan gagasan yang bisa membuat Porprov lebih sukses kenapa tidak?. Kenapa tidak disampaikan secara resmi, kenapa tidak disampaikan pada raker kemarin,” kata Herda, di Bandung, Kamis (29/9/2022).

“Jadi menurut saya KONI Daerah (KONIDA) akan mengerti silaturahmi ini arahnya kemana. “kita on the track” saja, karena sebetulnya KONIDA ini ujung tombak suksesnya penyelenggaran Porprov,” imbuhnya.

“Sebetulnya bukan Pengprov sumber anggarannya, anggarannya itu ada di pemerintah daerah dari APBD. Lebih baik kita fokus bersama ke Porprov, jangan sampai Porprov yang tinggal beberapa hari ini ternodai. Kalau ada konsep dan ide ya sampaikan saja ke panitia pusat Porprov,” katanya.

Sementara itu, hasil evaluasi ke daerah, segala persiapan sudan selesai, dan siap untuk pelaksanaam Porprov. 

“Misalnya Kabupaten Subang sudah 90 persen, semua sudah siap, artinya sudah tidak ada persoalan tentang Porprov,” pungkasnya. (Rep. Adi Renaldi

Aliansi BEM Kota Tasikmalaya Pimpinan Rapat Paripurna Hingga Usir Anggota DPRD

DPRD.jpg

Berita Tasikmalaya (harapanrakyat.com),- Aliansi BEM Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, memimpin rapat atau audiensi dengan Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, dan beberapa Ketua Fraksi.

Hal itu mereka lakukan usai menduduki ruangan rapat paripurna DPRD Kota Tasikmalaya, saat aksi menolak kenaikan harga BBM bersubsidi, Kamis (29/09/2022).

Menurut mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Kota Tasikmalaya, DPRD Kota Tasikmalaya sudah tidak mampu. Juga tidak mau mendengarkan aspirasi mahasiswa.

Bahkan pihak DPRD yang sempat ikut hadir dalam audiensi tersebut diusir oleh massa aksi. Karena jawabannya dianggap normatif dan tidak memuaskan.

Baca Juga : Mahasiswa Duduki Ruang Rapat DPRD Kota Tasikmalaya, Tolak BBM Naik

“Tadi kita mengkudeta rapat paripurna. Tujuannya jelas bahwa DPRD Kota Tasikmalaya sudah tidak mau mendengarkan aspirasi kita,” kata Rendi Rizki Sutisna, korlap aksi Aliansi BEM Tasikmalaya.

Dari 45 Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, lanjutnya, hanya beberapa orang saja yang hadir menemui para mahasiswa. Oleh sebab itu, pihaknya mengambil alih memimpin rapat paripurna dengan beberapa anggota DPRD.

“Karena tadi pun ada salah seorang Anggota DPRD yang tidak menjawab secara lengkap. Bahkan tidak mengetahui tujuan dari Perda. Ini bentuk kekecewaan kami, apalagi Ketua DPRD Kota Tasikmalaya tidak hadiri,” pungkas Rendi. (Apip/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Recent Posts