Beranda blog Halaman 1455

Pendopo Wali Kota Banjar Terbakar, Ketua DPRD: Ada Apa dengan Satpol PP?

Pendopo-Wali-Kota-Banjar-Terbakar.jpg

harapanrakyat.com,- Aula Pendopo Wali Kota Banjar terbakar. Mendengar hal tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjar, Dadang R Kalyubi, mengaku sangat miris atas peristiwa kebakaran yang terjadi pada Jumat (21/10/2022) pagi.

Oleh karena itu, pihaknya sudah memberikan perintah melalui Komisi 1 DPRD, untuk memanggil Dinas Satpol PP Kota Banjar.

“Saya sudah perintahkan Komisi 1 supaya memanggil Dinas Satpol PP Kota Banjar, terkait dengan peristiwa kebakaran itu,” kata Dadang R Kalyubi kepada HR Online, Jumat (21/10/2022).

Baca Juga: Pendopo Wali Kota Banjar Dilalap si Jago Merah, Terbakar atau Dibakar?

Lanjutnya menambahkan, bahwa peristiwa terbakarnya rumah dinas Wali Kota tersebut akan menjadi catatan sejarah untuk Kota Banjar.

“Saya merasa sangat miris sekali. Ini sekaligus menjadi catatan sejarah untuk Kota Banjar,” ujarnya.

Menurutnya, gedung Pendopo Kota Banjar merupakan salah satu objek vital atau ring satu. Oleh karena itu harus memiliki penjaga yang ketat.

“Pendopo adalah ring satu yang harus dijaga sebagai pemersatu lambang daerah. Tapi ternyata lemah sebagai penjaga di kelembagaannya. Ada apa dengan Satpol PP?,” tukasnya.

Baca Juga: Kata Polisi tentang Pelaku yang Membakar Pendopo Kota Banjar

Diberitakan sebelumnya, gedung Pendopo Wali Kota Banjar nyaris ludes terbakar sekitar pukul 03.00 WIB.

Diduga ada orang tak dikenal dengan sengaja membakar partisi yang terbuat dari kayu, kursi, dan mimbar yang ada di bagian depan gedung.

Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, dan hanya mengalami kerugian materi kisaran puluhan juta rupiah.

Sampai saat ini, petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan, untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. (Sandi/R5/HR-Online/Editor-Adi)

Harga Anjlok, Pelaku Tambak Udang di Pangandaran Terancam Gulung Tikar

tambak-udang.jpg

harapanrakyat.com,- Harga udang di Pangandaran terus mengalami penurunan membuat para pelaku tambak udang kelimpungan. Sementara itu, harga pakan terus mengalami kenaikan.

Kondisi membuat para pelaku tambak udang vaname di Pangandaran kelimpungan, bahkan terancam gulung tikar.

Dalam waktu sebulan terakhir ini, hasil panen mereka tidak sesuai harapan, yakni harga udangnya yang begitu murah dari biasanya.

Salah seorang pembudidaya udang di Bojongsalawe Kecamatan Parigi Rudi mengatakan, harga udang saat ini sedang anjlok.

Namun, hal itu berbeda dengan harga pakan, probiotik dan obat- obatan yang terus merangkak naik.

Ia mengungkapkan, saat ini harga udang hanya Rp. 57.000 per kilogram. Sementara normalnya di harga Rp. 70.000 sampai 75.000 per kilogram.

“Jelas ini tidak seimbang, apalagi untuk mengejar ukuran 50 saja butuh waktu 90-110 hari yang mana operasionalnya bisa sampai Rp 40 ribu per kilogramnya,” kata Rudi, Jumat (21/10/22).

Baca juga: Protes Jalan Berlubang, Warga Parigi Pangandaran Tanam Pohon Pisang

Jika kondisi tersebut terus berlanjut, Rudi, maka usaha mereka bisa terancam gulung tikar alias bangkrut.

Karena itu, ia harap perlu adanya campur tangan pemerintah agar harga udang bisa kembali stabil.

“Kita tidak ingin kondisi ini berlarut-larut, kasihan para pelaku usaha tambak udangnya,” imbuhnya. (Ceng/R6/HR-Online)

Satnarkoba Polres Subang Bekuk 17 Orang yang Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

polres-subang-3.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Satu bulan terkahir belasan orang diciduk polisi lantaran terlibat dalam peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Subang. Mereka diamankan berjumlah 17 orang dari 15 kasus karena terlibat peredaran dan penyalahgunaan narkoba jenis sabu, ganja, penyalahgunaan farmasi dan minuman keras.

“Mereka kami amankan selama bulan September hingga Oktober ini dari beberapa wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Subang, “kata Kapolres Subang, AKBP Sumarni didampingi Wakilnya, Kompol Satrio,Kabag Ops dan Kasatnarkoba Iptu Ronih, Jumat (21/10/2022) sore.

Penyalahgunaan narkoba jenis ganja terdiri dari 4 kasus dengan 5 tersangka sementara sabu 9 kasus dengan 10 tersangka. TKP penangkapan para tersangka tersebar di 11 titik di berbagai kecamatan di Kabupaten Subang.

“Sedangkan penyalahgunaan sediaan farmasi sebanyak 2 tersangka dengan TKP di Pamanukan dan Subang dan 5 tersangka peredaran miras tanpa ijin dengan TKP peredaran minuman keras ada di 3 titik yaitu Pamanukan Patokbeusi dan Ciasem,” lanjut Sumarni.

Mereka yang terlibat kata Sumarni berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan. Ada yang wiraswasta, pengangguran, buruh, karyawan swasta pedagang hingga narapidana.

Untuk modus peredaran dan penyalahgunaan narkoba masih seperti sebelumnya ada dengan COD, google maps, dengan cara langsung atau disimpan ditempat tertentu dan ada pula dengan cara transfer.

 

Satgas TMMD Subang bersama Masyarakat Bahu Membahu Genjot Pengerasan Jalan di Dusun Tenjolaut

tmmd-subang-11.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Satgas TMMD Subang terus menggenjot pembangunan jalan di dusun Tenjolaut, Desa Jalupang Kecamatan Kalijati. Dalam pengerjaannya TNI bergotong royong bersama masyarakat setempat. Ini merupakan potret kemanunggalan TNI dengan Rakyat lewat balutan Program TMMD terlihat semakin nyata. Hubungan antara Satgas TMMD dengan warga pun terjalin dengan baik dan penuh kehangatan serta canda ria.

Hal ini bukti ,TNI, adalah Kita, dimana kuatnya kebersamaan TNI bersama rakyat, pada pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-155 Kodim 0605/ Subang, di Desa Jalupang, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang.

Tak terkecuali saat melaksanakan salah satu program sasaran fisik, yakni tahap pengerasan badan jalan yang berada di Dusun Tenjolaut, Jumat (20/10/2022).

Satgas TMMD dengan masyarakat bergotong royong dan saling bahu membahu, maka, pengerjaan pembangunan program TMMD akan lebih mudah dan cepat terselesaikan.

Maman (38) warga setempat, berharap semangat gotong royong ini selalu ditanamkan dan dipelihara. Karena dengan semangat kebersamaan itulah, semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan mudah.

“TNI, adalah Kita, artinya kita saudara. Apa lagi Bapak Bapak TNI yang hadir di sini, tujuannya untuk membangun desa kami, demi kesejahteraan kami juga, khususnya bagi warga desa Jalupang, ” ungkap Maman

Oknum Penjual Koyo Herbal di Ciamis Catut Nama Petugas Puskesmas

oknum-penjual-koyo.jpg

harapanrakyat.com,- Puskesmas Cieurih, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis angkat bicara soal oknum penjual koyo herbal yang mengatasnamakan petugas Puskesmas.

Petugas Kesehatan Puskesmas Cieurih Maman membenarkan adanya informasi oknum penjual koyo yang menyebut sebagai petugas Puskesmas.

Hal itu terungkap setelah adanya laporan dari warga. Oknum tersebut berdalih telah mendapat perintah dari pihaknya dan warga harus mengikuti program itu.

“Saya sangat kaget sekali. Sebab program itu tidak ada, apalagi kami menyuruhnya,” kata Maman, Jumat (21/10/22).

Baca juga: DPUPRP Ciamis Angkat Bicara Soal Pembongkaran Tembok Pabrik Tahu di Cipaku

Pihaknya tidak menerima jika ada yang menyebut koyo herbal itu bagian dari program dari Puskesmas. Apalagi oknum penjual koyo juga mencatut namanya demi jualan produknya itu.

Maka dari itu, pihaknya mengharapkan agar masyarakat lebih waspada terhadap orang yang mengatasnamakan petugas Puskesmas, apalagi jika untuk modus berjualan.

“Kalau ada oknum penjual koyo herbal seperti itu, kami harap warga mengabaikannya,” pungkas Maman. (Eji/R6/HR-Online)

Apotek di Ciamis Masih Ada yang Jual Obat Sirup

IMG_20221020_105901_eLhQKRiv5e_5w2SYmjl0o.jpeg

harapanrakyat.com,- Kementrian Kesehatan (Kemenkes) menghimbau kepada apotek untuk tidak menjual obat Sirup. Namun di Kabupaten Ciamis sendiri masih ada apotek yang menjual obat sirup.

Salah satunya di Apotek Galuh Inti Medika di Jalan RSU Blok Ruko Ciamis. Alasannya karena pabrik atau perusahaan obat sudah mengeluarkan pernyataan bahwa obat sirup tersebut aman. Mereka menjamin tidak ada kandungan yang berbahaya berdasarkan edaran Kemenkes.

Apoteker Apotek Galuh Inti Medika Siti Fajar mengatakan apoteknya ini masih memasarkan berbagai jenis obat sirup. Pasalnya, beberapa pabrik atau perusahaan obat yang telah mengeluarkan pernyataan aman. Perusahaan menjamin dalam obat tersebut tidak ada bahan dan kandungan EG atau DEG.

“Misalnya obat Kamolas sirup yang merupakan obat yang isinya itu ada Paracetamol. Pabrik obat tersebut mengeluarkan pernyataan bahwa obat ini tidak mengandung bahan etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG), makanya kita berani jual,” katanya, Jumat (21/10/2022).

Baca Juga: Apotek di Kota Banjar Setop Penjualan Obat Sirup

Menurutnya, pihaknya heran kepada Pemerintah Indonesia. Pasalnya, kenapa di Gambia dan India itu hanya 4 merek obat sirup saja yang mengandung zat tersebut. Tapi Indonesia itu bisa semua obat yang jenisnya cair atau sirup.

“Obat Paracetamol itu berlogo hijau, itu merupakan obat bebas,” tuturnya.

Siti pun menyebut sejauh ini belum ada imbauan dari instansi pemerintah terkait. Ia pun masih menunggu atas sikap dari Pemkab Ciamis.

“Kita pasti akan mengikuti sikap dari Dinas Kesehatan, karena kita ini pelayanan. Jadi apapun hasilnya kita harus patuh, karena ini merupakan untuk keamanan semuanya,” ucapnya.

Ada Juga Apotek yang Setop Jual Obat Sirup

Sementara itu, berbeda dari apotek sebelumya, Apotek Ratqa tidak mengeluarkan sementara segala jenis obat sirup untuk usia 18 tahun kebawah.

Wiki Darisman, salah satu pegawai apotek mengatakan, sejak hari Rabu (18/10/2022) kemarin sudah tidak menjual obat tersebut.

“Saya lihat informasi dari media sosial terkait himbauan agar apotek tidak menjual obat sirup untuk sementara ini. Saya langsung buat tulisan ini,” katanya.

Menurutnya, yang dilarang untuk dijual sementara itu untuk berbagai jenis obat sirup baik obat untuk sakit demam maupun batuk.

“Masyarakat ada juga yang beli, namun kami beri informasi tentang kondisi saat ini. Alhamdulilah masyarakat bisa mengerti dan paham,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Ciamis, Yoyo mengaku saat ini masih melakukan rapat bersama jajarannya mengenai adanya edaran dari Kemenkes terkait obat sirup yang dijual di apotek. “Lagi dirapatkan dulu,” singkatnya. (Ferry/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Ini Kelanjutan Kasus Dugaan Pembayaran Pekerja Fiktif RS Asih Husada Banjar

Pekerja-Fiktif-RS-Asih-Husada.jpg

harapanrakyat.com,- Hampir tiga bulan berlalu, kasus dugaan pembayaran gaji untuk pekerja fiktif RS Asih Husada Langensari, Kota Banjar hingga kini masih dalam penyelidikan.

Perkara dugaan pembayaran gaji pekerja fiktif tersebut mencuat ke permukaan pada awal bulan Juli 2022.

Menanggapi perkembangan kasus tersebut, Inspektur Daerah Kota Banjar Agus Muslih mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan proses audit investigasi dalam menangani kasus tersebut.

Laporan hasil pemeriksaan (LHP) audit investigasi tim Inspektorat Kota Banjar tersebut sudah diserahkan ke kepolisian Polres Banjar guna penanganan lebih lanjut.

“Dari inspektorat sudah beres audit investigasinya, LHP-nya sudah kita serahkan ke polres untuk gelar perkara,” kata Agus Muslih, Jumat (21/10/22).

Ketika nantinya dari hasil pemeriksaan terdapat pelanggaran, kata Agus, pihak-pihak yang bersangkutan tentunya akan terkena sanksi administrasi.

Akan tetapi, untuk pemberian sanksi tersebut dari Dinas Kesehatan sebagai leading sektor. Termasuk evaluasi dan perbaikan tata kelola manajemen di RS Asih Husada.

Baca juga: Polres Banjar Periksa 12 Saksi Terkait Dugaan Pembayaran Pekerja Fiktif RS Asih Husada

“Untuk sanksi dari Dinas Kesehatan, termasuk pengembalian dan perbaikan tata pelaksanaan. Sanksinya berupa administrasi,” katanya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Banjar AKP Nandang Rokhmana mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan gelar perkara. Tinggal menyelesaikan kelengkapan administrasi untuk laporan ke pimpinan.

Terkait jadwal pengungkapan hasil gelar perkara, ia menyebut belum bisa dalam waktu dekat ini karena agenda tengah padat.

“Tinggal membereskan administrasi kelengkapannya untuk kita sampaikan kepada pimpinan. Nanti kami informasikan lagi perkembangannya,” katanya. (Muhlisin/R6/HR-Online)

Masyarakat Di Lokasi TMMD Subang Diberikan Pemahaman Terkait Pendidikan Paket A,B,dan C

tmmd-subang-6.jpeg

KOTASUBANG.com, Subang – Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Hal tersebut disampaikan oleh Narasumber dari Dinas Dikbud Kabupaten Subang, Bapak Sutanto, S.pd., M.AP. Kasi Keaksaraan Kesetaraan, saat memberikan penyuluhan Paket A, B dan C kepada Warga di Desa Jalupang dalam Program TMMD ke 115 Kodim 0605/Subang, Jumat, 21/10/22.

Lebih lanjut Sutanto menjelaskan bahwa Pendidikan Paket A, B dan C merupakan komponen pokok untuk dapat untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa untuk itu pemerintah menyelenggarakan sistem pengajaran dan sekolah agar tercapai kondisi masyarakat yang baik tanpa dibina oleh tenaga manusia yang cerdas.

“Di Indonesia masih banyak anak yang tidak melanjutkan pendidikan atau putus sekolah. Anak putus sekolah disebabkan oleh faktor ekonomi, faktor kerja usia dini untuk mendukung keluarga, pernikahan di usia dini dan faktor kurangnya minat belajar anak,” jelasnya.

Di tempat yang sama Dan SKK TMMD 115 Kodim Subang, Kapten Inf Alexgro Watulaga menyebutkan bahwa, dalam program TMMD ini tidak hanya kegiatan yang bersifat fisik saja tetapi ada kegiatan Non Fisik yang salah satunya adalah sosialisasi/penyuluhan dari Dinas Dikbud Kabupaten Subang.

“Program TMMD ini tidak hanya menyasar Sasaran Fisik seperti pembangunan jalan, rutilahu dan lainnya tetapi ada kegiatan Non fisik yang salah satunya sosialisasi dari Dinas Dikbud Subang”katanya.

Lebih lanjut Kapten Alexgro mengungkapkan bahwa program TMMD dilaksanakan untuk menyejahterakan warga khususnya bagi warga Desa Jalupang yang menjadi lokasi Sasaran TMMD 115 Kodim 0605/Subang.

“Mudah-mudahan bermanfaat bagi warga dan bisa meningkatkan kesejahteraan warga khususnya warga desa Jalupang. Jadi Insfratrukturnya dibangun, manusianya juga dibangun.” Pungkas Kapten Alexgro.

HUT ke-56, Awak Media Diajak Keliling Kampus Dahana

dahana-1.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – PT DAHANA menggelar kegiatan Energetic Material Center (EMC) visit bagi para awak media. Kegiatan ini digelar dalam rangkaian Puncak Apresiasi PEKAN TJSL DAHANA 2022, di Kampus DAHANA, Subang, Jum’at, 21 Oktober 2022.

Senior Manajer Legal & Komunikasi Perusahaan DAHANA, Juli Jajuli menerangkan bahwa acara ini merupakan bagian dari mengenalkan industri bahan peledak yang berada di Kabupaten Subang.

“Acara ini juga untuk mengedukasi awak media terkait kemampuan industri bahan peledak DAHANA yang memiliki dual use technology di bidang komersial maupun militer. Awak media dapat melihat langsung pabrik bahan peladak yang berada di Kawasan Energetic Material Center,” terang Juli Jajuli.

Juli juga menambahkan, di kawasan EMC terdapat banyak fasilitas produksi bahan peledak, seperti Pabrik Non Electric Detonator dan Elemented Detonator, DANFO, Dabex dan fasilitas pendukung lainnya seperti workshop, laboratorium, perkantoran dan perumahan dinas yang terhampar di lahan seluas lebih dari 500 hektar.

Selain produk bahan peledak komersial, DAHANA juga menyediakan bahan peledak untuk kepentingan pertahanan seperti Bomb P Series, roket pertahanan, Roket Smokeless, Senjata Lawan Tank, dan inovasi terbaru yaitu Loitering Munition dengan nama produk Rajata.

“Kawasan ini menjadi pusat penelitian, pengembangan dan produksi bahan peledak terintegrasi. Kami menyebutnya juga sebagai Kiblat Bahan Peledak Indonesia,” tambah Juli Jajuli.

Produk-produk bahan peledak yang dihasilkan dari Subang ini tidak hanya digunakan secara domestik, namun sudah diekspor ke berbagai negara. Terbaru, tahun ini produk bahan peledak berbasis cartridge emulsion dikirim ke Australia untuk digunakan di tambang bawah tanah (underground).

Usai mendapatkan pemaparan, awak media kemudian difasilitasi untuk mengunjungi Pabrik Non Electric Detonator serta melakukan uji mutu produk. Sepanjang perjalanan awak media melakukan tanya jawab tentang fasilitas-fasilitas yang tersedia di kawasan 600 hektar tersebut.

Brigif Raider 13 Galuh Tasikmalaya Renovasi Ruangan Kelas SDN Sinagar

Brigif-Raider-13-Galuh.jpg

harapanrakyat.com,- Brigif Raider 13 Galuh Tasikmalaya renovasi ruangan kelas SDN Sinagar yang berada di Desa Sindangasih, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (21/10/22).

Sebelumnya, ratusan siswa di sekolah tersebut selain belajar di gubuk yang dibangun warga beberapa pekan lalu.

Saat belajar, mereka sebelumnya juga merasa khawatir karena ruangan kelasnya ambruk lantaran hanya pakai penopang kayu.

Brigjen TNI Joko Hadi Susilo mengatakan, pembangunan sekolah tersebut merupakan sinergitas Kostrad Brigif 13, Kodim Garut, Dinas Pendidikan Kab Tasikmalaya dan Polsek Cikatomas untuk bersama-sama memperbaiki SDN Sinagar.

“Kita berharap untuk fasilitas pendidikan di SDN Sinagar ini bisa lebih baik. Sehingga ke depan mereka lebih nyaman belajarnya,” kata Joko.

Baca juga: Bangunan SDN yang Rusak di Kabupaten Tasikmalaya Capai 300 Sekolah

Menurutnya, semua pihak sudah tentu harus bersama-sama mendukung proses belajar para siswa, baik dari sarana dan prasarana maupun lainnya.

“Apalagi mereka adalah generasi yang bakal menjadi bagian untuk mewujudkan Indonesia menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Kepala SDN Sinagar Yayat Supriatna mengapresiasi sinergitas Brigif Raider 13 Galuh Tasikmalaya dan berbagai pihak yang telah peduli terhadap kondisi bangunan di sekolahnya.

Apalagi kondisi ruangan di sekolahnya itu kondisinya rusak sudah belasan tahun, namun baru kali ini bisa dibangun lagi.

“Kami sangat berterimakasih sekali, semoga Allah SWT membalas kebaikannya. Mudah mudahan siswa SDN Sinagar ke depanya lagi bisa nyaman saat kegiatan belajar mengajar,” katanya.

Dalam pembangunan  bagian atap dan lantai sebanyak 8 kelas itu targetnya akhir tahun ini bisa selesai.

Sementara itu, untuk belajar siswa yang berjumlah 127 itu sementara melaksanakannya di gubuk, musala dan ruangan lainnya. (Apip/R6/HR-Online)

Recent Posts