Beranda blog Halaman 137

Pabrik Mobil Listrik Dorong Lonjakan Pembuat Kartu Kuning di Subang

pabrik mobil listrik Subang
Foto: www.rri.co.id

Subang – Sejak Januari hingga pasca-Lebaran 2025, lebih dari 3.000 orang di Kabupaten Subang tercatat mengurus kartu kuning di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans). Angka ini mencerminkan lonjakan antusiasme para pencari kerja di wilayah tersebut.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Subang, Rona Mairansyah, melalui Kabid Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja, Dedi, mengonfirmasi bahwa tingginya minat tersebut berkaitan erat dengan dinamika industri di Subang.

“Meski proses pendaftarannya dilakukan secara online, pencetakan kartu kuning masih dilakukan langsung di kantor Disnakertrans,” ujar Dedi saat ditemui RRI di Subang, Senin (14/4/2025).

Salah satu pemicu membludaknya permintaan kartu kuning adalah rencana pendirian pabrik mobil listrik di Subang. Proyek ini memperkuat posisi Subang sebagai kawasan industri masa depan.

“Pabrik mobil listrik itu memang menjadi daya tarik tersendiri. Subang sedang bergerak menjadi kawasan industri, sehingga peluang kerja akan semakin terbuka,” jelas Dedi.

Dari total lebih dari 3.000 pendaftar, mayoritas berasal dari Kabupaten Subang. Meskipun ada juga pelamar dari luar daerah, jumlahnya terbilang kecil.

“Yang dari luar Subang hanya sebagian kecil. Sebagian besar tetap berasal dari warga lokal Subang,” ungkap Dedi.

Sebagai bagian dari inovasi pelayanan publik, Disnakertrans bersama Dinas Kominfo tengah menyiapkan sistem cetak mandiri kartu kuning. Nantinya, pencari kerja bisa mencetak kartu kuning di rumah setelah pendaftaran online.

“Disnakertrans hanya akan memvalidasi data. Setelah itu, kartu kuning bisa langsung dicetak oleh pemohon tanpa perlu datang ke kantor,” pungkas Dedi.




Harapan dan Tantangan: Pencarian Korban Longsor Subang Hari ke-4 Terus Dilanjutkan

pencarian korban longsor Subang
Foto: www.lampusatu.com

Subang – Memasuki hari keempat, upaya pencarian korban longsor di Kampung Babakan Randu, Desa Dayeuh Kolot, Kecamatan Sagalaherang, Subang, terus berlanjut. Tim SAR Gabungan dari Tagana, TNI/Polri, BPBD, Basarnas, bersama aparat desa, kecamatan, dan para relawan, masih berusaha menemukan satu korban yang diduga tertimbun.

Korban yang masih dicari diketahui bernama Rofik (55). Ia diduga tertimbun longsoran saat sedang memperbaiki saluran irigasi pada Jumat (11/4/2025). Bencana ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut, menyebabkan tebing setinggi 200 meter runtuh.

Kepala Operasi SAR Bandung, Mochammad Adip, mengatakan bahwa pencarian di hari ketiga telah dilakukan secara maksimal. Berbagai peralatan seperti excavator, pompa air (alkon), hingga metode manual telah digunakan untuk menelusuri titik-titik yang mencurigakan.

Salah satu temuan di lapangan sempat memberikan harapan. Tim mencium bau menyengat yang diduga berasal dari jasad korban. Namun setelah ditelusuri, ternyata bau tersebut berasal dari bangkai ular.

Pencarian tak mudah. Medan yang terjal dan material longsoran yang tebal menjadi tantangan utama. Selain itu, hujan yang kembali turun memaksa tim menghentikan operasi sementara demi keselamatan personil dan peralatan.

“Karena kondisi medan yang labil dan hujan yang mulai turun, pencarian kami hentikan sementara. Besok akan kami lanjutkan dengan strategi yang lebih aman dan terstruktur,” ujar Adip.

Di hari keempat, tim merancang strategi baru. Wilayah pencarian akan diperluas, termasuk menyusuri aliran sungai di sekitar lokasi longsor. Tim juga akan dibagi lebih rapi untuk memaksimalkan area pencarian.

Satu unit helikopter akan diturunkan untuk terbang rendah. Tujuannya untuk meninjau kondisi tebing dari udara sekaligus menyatukan koordinasi antar tim yang berada di titik berbeda.

Di lapangan, tim menemukan kawanan lalat biru di salah satu titik. Namun, belum bisa dipastikan apakah lalat itu mengindikasikan keberadaan jasad korban atau hanya dari bangkai hewan lain.

Meski penuh tantangan, semangat tim pencari tetap menyala. Harapan masih menyertai upaya pencarian agar keberadaan Rofik segera ditemukan.




Kado Manis dari Bupati Subang untuk Petugas Kebersihan: Gaji Naik dan Jaminan BPJS

kenaikan honor petugas kebersihan Subang
Foto: www.lampusatu.com

Subang – Petugas kebersihan di Kabupaten Subang kini mendapat perhatian istimewa dari Bupati Reynaldy Putra Andita, yang akrab disapa Kang Rey. Dalam acara silaturahmi yang berlangsung di Pendopo Abdul Wahyan, ia membawa kabar menggembirakan bagi para pahlawan kebersihan ini.

Kang Rey memastikan seluruh petugas kebersihan di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan agar kesejahteraan dan kesehatan mereka dijamin oleh negara.

“Saya tidak ingin ada satu pun petugas kebersihan kita yang belum memiliki BPJS,” tegasnya. Menurutnya, jaminan kesehatan adalah hak dasar yang harus diberikan kepada para pekerja kebersihan yang telah berjasa menjaga kebersihan kota.

Tak hanya itu, Kang Rey juga mengumumkan peningkatan honor harian petugas kebersihan dari Rp36 ribu menjadi Rp50 ribu. Kenaikan ini menjadi hadiah ulang tahun ke-77 Kabupaten Subang sekaligus bentuk apresiasi dari pemerintah daerah atas pengabdian mereka.

“Bapak dan ibu adalah pahlawan. Karena kalian, lingkungan kita bisa bersih dan indah,” ungkapnya penuh rasa hormat.

Tak berhenti sampai di situ, Kang Rey juga mengutarakan mimpi besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan para petugas kebersihan. Ia berkomitmen, bila kebersihan terus terjaga, gaji bulanan akan ditingkatkan menjadi Rp2 juta tahun depan. Bahkan, di akhir masa jabatannya, ia menargetkan honor petugas bisa setara dengan Upah Minimum Regional (UMR) Kabupaten Subang.


Subang Target Bebas Stunting 2025, 13 Kecamatan Jadi Fokus Utama

penanganan stunting di Subang
Foto: www.rri.co.id

Subang – Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Subang menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus stunting yang masih ditemukan di sejumlah wilayah. Saat ini, tercatat ada 13 kecamatan dengan 30 desa yang masih memiliki kasus stunting yang memerlukan perhatian serius.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Subang, Yayat Sudrajat, menyampaikan bahwa penanganan kasus ini menjadi prioritas utama. Penuntasan ditargetkan rampung dalam satu tahun ke depan.

Upaya ini akan melibatkan kelembagaan masyarakat di tingkat desa serta penguatan peran kader Motekar, yang selama ini aktif mendampingi keluarga dalam isu-isu kesehatan dan ketahanan keluarga.

“Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan. Harapan Bupati Subang untuk mencapai status bebas stunting di 2025 tidak akan tercapai tanpa kolaborasi semua pihak,” jelas Yayat dalam briefing staf yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati, Senin (14/4/2025).

Selain fokus pada stunting, pihaknya juga mengidentifikasi 17 titik lokasi dengan permasalahan sosial yang berkaitan dengan keluarga bermasalah. Yayat menekankan bahwa lokasi-lokasi ini membutuhkan intervensi secara berkelanjutan.

Harapan besar disematkan pada tahun ini sebagai momen penuntasan. “Mudah-mudahan, tahun ini, kasus stunting bisa kita tuntaskan sesuai harapan dari Pak Bupati,” tutup Yayat optimistis.




RSUD Subang Genjot Perbaikan Layanan, Bupati Subang Tegaskan Budaya Kerja dan Sosial

Peningkatan layanan RSUD Subang
Foto: www.lampusatu.com

Subang – RSUD Subang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Upaya ini dibuktikan dengan langkah-langkah konkret yang tengah ditempuh untuk mengatasi sejumlah persoalan, khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Rawat Jalan.

Direktur RSUD Subang, dr. Achmad Nasuhi, mengungkapkan beberapa penyebab utama antrean panjang di IGD. Di antaranya adalah keterbatasan kapasitas tempat tidur, ketidaksesuaian kelas rawat, minimnya fasilitas ICU, serta belum optimalnya sistem rujukan internal dan penggunaan SISRUTE ke rumah sakit lain.

Sementara itu, di layanan Rawat Jalan, hambatan terjadi karena sistem pendaftaran online yang belum maksimal, keterbatasan mesin anjungan mandiri, serta lamanya proses pengambilan obat.

“RSUD Subang tengah merancang penambahan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas SDM, sistem informasi yang lebih kuat, hingga penyusunan ulang sistem kerja di bagian farmasi. Kami juga akan menunjuk Manager On Duty untuk memantau pelayanan harian,” jelas dr. Achmad dalam kegiatan pembekalan staf Pemkab Subang, Senin (14/4/2025).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, dan Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi. Dalam arahannya, Kang Rey, sapaan akrab Bupati Subang, menekankan pentingnya membangun birokrasi yang responsif dan humanis, dimulai dari budaya gotong royong, kepedulian sosial, hingga evaluasi kinerja.

Salah satu langkah nyata yang akan diterapkan adalah program bersih-bersih lingkungan setiap Jumat pagi. Instruksi ini akan dituangkan dalam surat edaran yang wajib dilaksanakan seluruh OPD dan kecamatan.

“Lingkungan yang bersih mencerminkan pemerintahan yang sehat. Jangan ada lagi sampah berserakan atau rumput tinggi. Spanduk-spanduk yang tak terurus, termasuk yang ada nama saya, lebih baik dicopot,” tegas Kang Rey.

Selain itu, ia juga menyoroti program Subang Ngabret Nyaah Ka Indung. Setiap pimpinan OPD diminta mencatat dan memastikan seluruh ASN memiliki satu lansia binaan yang benar-benar membutuhkan bantuan.

Bupati sendiri berkomitmen membina langsung 12 lansia, salah satunya berasal dari wilayah Ciater. “Saya ingin yang diasuh itu memang benar-benar butuh. Supaya kita bisa memberi pelayanan yang maksimal,” ujarnya menutup pertemuan.



Timnas U-17 Indonesia Siap Hadapi Korea Utara di Perempat Final: Modal Kuat Menuju Semifinal

Timnas U-17 Indonesia vs Korea Utara
Foto: www.bolasport.com

suarasubang.com – Pertarungan seru akan tersaji di King Abdullah Sport City Hall Stadium, Jeddah, pada 14 April 2025. Timnas U-17 Indonesia dijadwalkan berhadapan dengan Korea Utara di babak perempat final Piala Asia U-17 2025.

Langkah Indonesia menuju fase ini terbilang gemilang. Tim Garuda Muda berhasil keluar sebagai juara Grup C, membukukan tiga kemenangan dari tiga pertandingan. Sementara itu, Korea Utara lolos dengan status runner-up Grup D.

Jika menilik performa di babak penyisihan, Indonesia unggul di hampir semua lini. Dari segi perolehan poin, Indonesia tampil sempurna dengan sembilan poin. Mereka mengalahkan Korea Selatan (1-0), Yaman (4-1), dan Afganistan (2-0).

Sebaliknya, Korea Utara hanya meraih lima poin. Kemenangan mereka tercipta saat melawan Tajikistan dengan skor 3-0. Namun, mereka ditahan imbang oleh Iran (1-1) dan Oman (2-2).

Keunggulan Indonesia juga terlihat dalam produktivitas gol. Selama babak grup, Indonesia mencetak tujuh gol dan hanya kebobolan satu kali. Korea Utara mencetak enam gol, tetapi kebobolan tiga kali.

Nama Evandra Florasta mencuat sebagai bintang Indonesia sejauh ini. Ia berhasil mencetak tiga gol dari tiga laga. Catatan ini menempatkannya sebagai salah satu top skorer sementara turnamen, sejajar dengan tiga pemain lainnya dari Jepang, Korea Selatan, dan Uzbekistan.

Korea Utara punya dua pemain yang sama-sama mencetak dua gol, yakni Pak Kwang-song dan Ri Kang-rim. Menariknya, Indonesia juga memiliki dua pemain yang mencetak dua gol: Faldly Alberto dan Zahaby Gholy.

Dengan performa impresif dan kekompakan tim, Indonesia datang ke laga perempat final dengan kepercayaan diri tinggi. Semua statistik dan catatan positif ini menjadi modal penting untuk mengamankan tiket ke semifinal.




Misteri Sungai Tarum Timur: Pemancing Hilang Ditemukan Tak Bernyawa di Pintu 47

penemuan mayat Sungai Tarum Timur
Foto: www.genmilenial.id

Subang – Warga Kecamatan Pagaden, Subang, dikejutkan oleh penemuan mayat seorang pria bertubuh gempal yang mengambang di Pintu 47 Sungai Tarum Timur, tepatnya di Blok Situ Baeud, Desa Pagaden. Kejadian ini terjadi pada Minggu pagi, 13 April 2025, sekitar pukul 08.00 WIB.

Kapolsek Pagaden, Kompol Dede Suherman, menyatakan pihaknya segera turun ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Polisi langsung memasang garis pengaman dan menghubungi unit Identifikasi serta Inafis untuk pemeriksaan jenazah.

Setelah dilakukan identifikasi, korban diketahui bernama Anton Maulana (25), warga Kampung Betok, Desa Karangwangi, Kecamatan Binong, Subang. Anton sebelumnya diketahui pamit untuk memancing bersama temannya, Indun, pada Kamis, 10 April 2025.

Anton dan Indun memancing di Sungai Tarum Timur. Namun, sekitar pukul 18.00 WIB, Indun memutuskan pulang. Anton memilih tetap tinggal dan melanjutkan aktivitas memancingnya. Ketika malam tiba, orang tua Anton mencari tahu keberadaannya.

Indun mengatakan bahwa Anton tidak ingin pulang. Hal ini membuat ayah korban dan Indun kembali menyusuri lokasi, namun hasilnya nihil. Pencarian pun dimulai sejak malam itu hingga keesokan harinya.

Pada Sabtu, 12 April 2025, ayah Anton akhirnya melapor ke Polsek Binong tentang hilangnya sang anak. Keesokan harinya, kabar mengejutkan datang: sesosok mayat ditemukan di Pintu 47 Sungai Tarum Timur.

Pihak keluarga langsung mendatangi lokasi penemuan. Mereka memastikan identitas korban berdasarkan ciri pakaian: kaos hitam bertuliskan “trouble” dan celana jeans hitam. Tanpa ragu, mereka mengakui bahwa korban adalah Anton Maulana.

Menurut pemeriksaan medis dari Puskesmas Pagaden dan tim Inafis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Keluarga korban pun menolak otopsi dan telah menandatangani surat pernyataan bahwa mereka menerima kejadian ini sebagai musibah.




Kang Rey di Ngobras: Cerita Vespa, Mimpi Subang, dan Semangat Ngabret!

Ngobras Bersama Aa Sule

SUBANG – Sabtu malam (12/04/2025), suasana di Area SL Media Prikitiew Land Subang terasa istimewa. Acara Ngobras (Ngobrol Bareng Aa Sule) menghadirkan Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, S.IP., atau yang akrab disapa Kang Rey. Kehadirannya membawa nuansa hangat, santai, dan penuh inspirasi.

Sorotan publik tertuju pada segmen Sangkuriang, saat Kang Rey berbincang langsung bersama Kang Sule, Parto, dan Anton Abox. Sesi tersebut dibuka dengan sapaan hangat dan tepuk tangan meriah dari para Baraya Ngobras.

Kang Rey menjawab berbagai pertanyaan seputar kiprahnya sebagai Bupati, visi pembangunan Subang, serta alasan memilih motor vespa sebagai kendaraan dinas. Menurutnya, vespa bukan sekadar moda transportasi, melainkan ruang kontemplasi yang membuatnya lebih dekat dengan alam dan masyarakat.

“Kalau naik motor tuh bener-bener fokus, lebih menyerahkan diri ke alam,” ungkapnya.

Dalam perbincangan itu, Kang Rey menyampaikan bahwa masih ada sekitar 320 km jalan rusak yang menjadi prioritas perbaikan dalam dua tahun ke depan. Tahun ini, anggaran infrastruktur pun melonjak menjadi Rp250 miliar, jauh lebih besar dibandingkan Rp80 miliar tahun sebelumnya.

Saat mengulas masa lalunya, Kang Rey mengenang pengalamannya sebagai aktivis kampus dan anggota DPRD Jawa Barat termuda periode 2019–2024. Ia memutuskan mundur demi Subang, karena ingin memberi dampak lebih nyata melalui jabatan eksekutif.

“Saya tinggalkan demi Kabupaten Subang,” tegasnya.

Bupati muda ini juga memperkenalkan program Ngabret Nyaah Ka Indung, di mana setiap ASN diminta memiliki satu lansia binaan. Program ini merupakan wujud kepedulian sosial dan penghormatan pada orang tua.

Ngabret sendiri merupakan singkatan dari Ngawangun Bareng Rakyat, semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk membangun Subang.

Kang Rey juga mengapresiasi hadirnya Prikitiew Land Subang yang dinilainya turut meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat. Ia berharap tempat ini terus berkembang dan menjadi wadah kegiatan positif bagi warga.

Menutup perbincangan, Kang Rey mengungkapkan mimpi besarnya untuk Subang. Ia ingin menyelesaikan pembangunan infrastruktur, membangun rumah sakit di wilayah Pantura, menjaga lingkungan, memberantas pungli, serta melestarikan seni dan budaya lokal.

“Jauh lebih bermanfaat untuk Kabupaten Subang,” tuturnya mantap.

Acara Ngobras malam itu juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Camat Pagaden Barat, Ketua TP PKK Kecamatan Pagaden Barat, unsur Forkopimcam Pagaden Barat, serta para kepala desa dari wilayah setempat.

Bogel Kembali Masuk Bui, Aksi Tipu Motor Kandas di Tangan Polisi

Penipuan motor Subang
Foto: www.tintahijau.com

Subang – Bogel, pria berusia 38 tahun asal Blok Walahar, Kelurahan Dangdeur, Kecamatan Subang, kembali harus berurusan dengan hukum. Meski sudah empat kali masuk penjara, tampaknya jeruji besi belum mampu membuatnya jera.

Pria yang dikenal dengan inisial W itu tercatat sebagai residivis kambuhan. Ia pernah merasakan dinginnya lantai penjara di Lapas Kebun Waru pada 2012, serta Lapas Subang pada 2017, 2020, dan 2021. Semuanya terkait kasus yang sama: penipuan dan penggelapan.

Baru saja menghirup udara bebas, Bogel kembali melakukan aksinya. Kali ini, ia menipu temannya sendiri dan membawa kabur sepeda motor korban.

Peristiwa itu terjadi di Kampung Gardu, Desa Bendungan, Kecamatan Pagaden Barat. Dengan dalih ingin meminjam sepeda motor untuk mengambil baju, pelaku justru tidak pernah kembali.

Setelah motor berada di tangannya, Bogel langsung menuju Desa Cijambe, Kecamatan Cijambe. Di sana, sepeda motor itu digadaikan tanpa seizin pemiliknya.

Berbekal laporan dari korban, Unit Reskrim Polsek Pagaden segera bergerak. Mereka berkoordinasi dengan Polsek Cijambe untuk melakukan pengejaran. Akhirnya, Bogel berhasil ditangkap pada Jumat malam, 11 April 2025 sekitar pukul 20.00 WIB.

Penangkapan dilakukan di wilayah Cijambe. Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat yang sempat digadaikan pelaku.

Kini, pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polsek Pagaden untuk keperluan penyidikan lebih lanjut. Bogel dijerat dengan Pasal 378 dan/atau 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Ia terancam hukuman penjara maksimal empat tahun.




RSUD Subang Terus Berbenah, Bukti Nyata Pelayanan Kesehatan Semakin Berkualitas

RSUD Subang tingkatkan pelayanan
Foto: www.lampusatu.com

Subang – RSUD Subang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan, meskipun di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi. Sejumlah inovasi pun mulai terlihat nyata, mulai dari pelayanan yang lebih cepat, kehadiran manager on duty, ruang tunggu yang sejuk dan nyaman, hingga fasilitas rawat inap yang lebih manusiawi.

Perubahan ini mendapatkan apresiasi luas dari berbagai kalangan, baik dari masyarakat, pejabat daerah, hingga wakil rakyat. Salah satu yang menyoroti peningkatan signifikan tersebut adalah Anggota DPRD Subang, Beni Rudiono.

Dalam sebuah unggahan di akun Facebook miliknya, Beni menceritakan pengalamannya sebagai pasien RSUD Subang. Ia menyatakan bahwa sejak lima periode menjadi anggota dewan, dirinya tetap memilih RSUD Subang sebagai tempat berobat.

“Saya kalau sakit, sejak 5 periode jadi Dewan tidak pernah keluar dari RSUD. Ngasih contoh, jangan wakilnya dirawat di rumah sakit wah, rakyatnya disuruh ke sini,” tulis Beni dalam unggahannya pada Senin (17/3/2025).

Ia pun menyoroti perubahan besar yang dirasakan selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, pelayanan kini jauh lebih baik, dan kenyamanan pasien menjadi prioritas.

“Saya hafal betul kondisi rumah sakit ini. Alhamdulillah sekarang banyak perubahan. Ruang tunggu AC makin dingin, pelayanannya makin bagus,” ungkapnya.

Meski menyadari bahwa tantangan masih ada, terutama dalam menangani sekitar 145 ribu pasien setiap tahunnya, Beni tetap optimis bahwa RSUD Subang mampu terus melakukan perbaikan dari waktu ke waktu.

“Pelayanan terbaik itu tidak mudah, tapi kita harus terus berbenah. Dan alhamdulillah sekarang pelayanannya semakin bagus,” tambahnya.

Tak hanya soal pelayanan, RSUD Subang juga menunjukkan prestasi yang membanggakan. Di bawah kepemimpinan Dirut Achmad Nasuhi, rumah sakit ini berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi.

Salah satu prestasi membanggakan adalah penghargaan sebagai BLUD dengan capaian kinerja terbaik dari BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Barat. Ini menjadi bukti nyata bahwa RSUD Subang tak hanya unggul dalam pelayanan, tetapi juga dalam pengelolaan keuangan.

Prestasi lainnya datang dari ajang Pemilihan Duta Korpri 2024. Dua perwakilan RSUD Subang, Dian Hermawati dan Budi Santoso, dinobatkan sebagai Duta Visioner dan Duta Inovator, menandakan semangat inovasi yang terus menyala di lingkungan rumah sakit.

RSUD Subang juga turut berpartisipasi dalam ajang budaya lokal. Melalui penampilan di Fashion Show Batik Subang, tim RSUD berhasil menyabet gelar Best Couple, menunjukkan kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.

Dengan deretan prestasi dan semangat terus berbenah, RSUD Subang tak hanya menjadi harapan baru bagi masyarakat Subang, tapi juga teladan dalam pengelolaan layanan kesehatan publik di daerah.


Recent Posts