Beranda blog Halaman 137

Mahasiswa UIN Siap “Turun Gunung” ke Subang, Kang Akur Minta Jangan Asal Nyemplung!

KKN Orda Mitra Pemda Subang
Foto: rii.co.id


SUBANG — Ada kabar segar dan sedikit beraroma perjuangan dari Ruang Kerja Wakil Bupati Subang, Rabu (11/6/2025). Wakil Bupati Subang, Kang Akur—sapaan khas Agus Masykur Rosyadi—ditemui para pendekar muda dari Himpunan Mahasiswa Kabupaten Subang (Himkas) yang datang bukan untuk sekadar basa-basi.

Didampingi oleh Dindin Firmansyah dari jajaran fungsional hukum (yang sepertinya diam-diam jadi bodyguard legal), audiensi ini membahas topik yang hangat-hangat mendidik: Kuliah Kerja Nyata (KKN) Orda Mitra Pemda dan segala tetek-bengek tentang pembangunan daerah.

Ketua Himkas, M. Nabiel, tampil dengan semangat 45, mempresentasikan program KKN kolaborasi antara UIN Sunan Gunungjati Bandung dan Pemda Subang. Dengan gaya lugas tapi berisi, Nabiel bilang, “Program KKN Orda Mitra Pemda yang baru dikeluarkan oleh kampus UIN.”

Dan ini bukan sekadar KKN iseng-iseng. Rencananya, sebanyak 90 mahasiswa akan membanjiri dua desa pilihan di Subang, yakni Desa Ciater dan Palasari. Misi mereka? Mengabdi! Dan tentu saja, sambil membawa nama harum almamater—dan mungkin sedikit oleh-oleh khas desa.

“Ingin mewadahi putra-putri daerah, khususnya dari UIN Bandung,” ujar Nabiel penuh harap.

Lebih lanjut, Nabiel juga menyisipkan kabar bahwa Himkas sudah punya “bakti desa” yang mirip-mirip KKN, dan itu sudah jadi agenda rutin tahunan. Jadi, ini bukan proyek coba-coba. Ini semacam “season lanjutan” dari serial pengabdian mereka.

Setelah proposal resmi mendarat manis di tangan Kang Akur, sang Wabup pun menanggapi dengan gaya khas pemimpin berwawasan hukum. Ia menegaskan: “Program KKN Orda Mitra Pemda harus dilakukan secara formal.”

Maksudnya? Harus ada MoU, Bung! Memorandum of Understanding. Ini bukan cuma buat gaya-gayaan tanda tangan, tapi sebagai payung hukum biar semua sah dan tak tergelincir ke ranah “ilegalitas administratif”.

“Ada dasar hukum yang menguatkan kerjasama antara kampus dengan Pemerintah Daerah,” kata Kang Akur.

Tak berhenti sampai situ, Kang Akur juga mengingatkan: Himkas jangan jadi penonton! Harus ikut serta aktif, terutama karena program ini melibatkan mahasiswa Subang untuk membangun… ya Subang juga. Simpel tapi sarat makna.

“Peserta KKN yang ke Subang itu, mahasiswa asal Subang,” ujarnya, menegaskan nuansa “dari rakyat untuk rakyat”.

Akhirnya, Kang Akur menutup obrolan dengan harapan bahwa program KKN ini kudu nyambung—eh, tersinkronisasi—dengan rencana pembangunan daerah. Jadi bukan asal datang, bikin taman, terus pulang. Harus terarah dan tepat guna.

“Nanti disinkronkan dengan BP4D, tentang apa saja yang bisa dilakukan oleh peserta KKN,” tutupnya, mengunci pertemuan dengan nada strategis.

Berita ini dimuat berdasarkan sumber dari Rii.co.id dengan judul asli “Wabup Minta Mahasiswa Asal Subang Turut Dorong Pembangunan.”

Pedagang Protes, Kang Rey Angkat Suara: “Sabar, Uang Duduk Segera Cair!”

Demo Pedagang Jalancagak Subang
Foto: kotasubang.com

SUBANG – Di tengah panasnya terik Subang, tiba-tiba Bunderan Tugu Nanas di Jalancagak mendadak jadi pusat perhatian. Bukan karena nanas raksasanya mengeluarkan aroma, tapi karena massa Paguyuban Pedagang Mikro Kecil Menengah (PPMKM) menggelar aksi unjuk rasa, Selasa (10/6/2025).

Para pedagang ini bukan sedang liburan atau jalan-jalan sore. Mereka menuntut kejelasan nasib. Sudah hampir sebulan mereka tak punya penghasilan, sejak kios-kios mereka dibongkar. Lapar tak bisa ditunda, apalagi janji!

“Kami tidak sedang meminta-minta. Tapi ini janji yang disampaikan sendiri oleh Kang Dedi Mulyadi. Janji itu mencakup uang ganti rugi dagangan, uang tunggu dua bulan, sembako seperti beras dan telur, serta pembangunan tempat baru untuk para pedagang,” tegas Husni, salah satu koordinator aksi dengan nada yang lebih tajam dari cabe rawit.

Namun, angin dari sisi pemerintahan pun berembus. Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita—yang lebih akrab dipanggil Kang Rey—tidak tinggal diam. Lewat akun Instagram resminya, beliau menyampaikan perasaannya dengan nada yang tak kalah ‘adem panas’.

“Untuk para pedagang di Jalancagak yang saya dengar hari ini melakukan unjuk rasa ke Kantor Pak Gubernur, Saya sangat menyayangkan dan ingin mencoba memberikan pandangan dan berharap para pedagang ini jangan mau Terprovokasi, mau di hasut, mau diadu dombakan dengan Pemerintah Daerah oleh oknum-oknum tertentu,” ujar Kang Rey.

Lebih lanjut, Kang Rey menyoroti soal siapa sebenarnya ‘sutradara’ di balik demo ini.

“Kenapa saya bilang jangan mau di politisasi, karena bisa kita lihat dari izin yang mereka sampaikan ingin mendemo, itu kordinatornya sama sekali orang-orangnya tidak ada yang pedagang disitu… ada dari oknum ormas dan LSM, kita bisa sama-sama menilai itu,” katanya, sambil menyelipkan tanda tanya besar dalam benak publik.

Kang Rey kemudian mengimbau dengan penuh harap: jangan terbakar hasutan, sabar sebentar lagi, uang duduk dua bulan itu sedang disiapkan.

“Intinya Sabar, uang dagangan sudah kita ganti, sekarang tinggal uang duduk dua bulan. Jujur, uang duduk dua bulan itu akan kita berikan di minggu-minggu ini rencananya… tapi begitu ada kejadian ini, ternyata ko pedagang mau di hasut dan di provokasi, maka saya dan pak gubernur akan menunggu akan seperti apa,” jelasnya.

Tak berhenti di situ, Kang Rey juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan melayani pedagang yang mau diurus. Istilahnya, yang nyambung frekuensi.

“Jadi kalau pedagangnya tidak mau di urus, tidak mau ditata, tidak mau berkalaborasi… ya silahkan nanti uang ganti rugi, penempatan lagi berdagangnya, mintanya ke koordinator-koordintor yang mengajak para pedagang pergi ke Gedung Sate hari ini,” ungkapnya, setengah geram setengah nyindir.

Dalam penutupannya, Kang Rey menyelipkan untaian kata yang cukup dalam: “Seharusnya itu salah, tapi bayangkan, gak yang salahpun kita mencoba mencari kebaikan di dalamnya…”

Dengan gaya puitis administratif itu, Kang Rey berharap masyarakat sabar dan jangan tergoda provokasi. Pemerintah katanya tetap hadir, asal yang diurus juga mau diurus. Kalau tidak, ya jangan salahkan kalau bantuan berubah jadi wacana.

Berita ini telah dimuat berdasarkan laporan dari KOTASUBANG.com.

Operasi Palsu Regent! Polisi Subang Bongkar Dapur Rahasia Si ‘Ahli Campur’ Pestisida

pemalsuan pestisida di Subang
Foto: indometro.id

SUBANG – Ada-ada saja kelakuan manusia zaman sekarang. Kalau biasanya dapur jadi tempat ibu masak rendang, nah yang ini justru jadi “laboratorium dadakan” buat nyampur pestisida! Tapi jangan salah, ini bukan eksperimen sains—melainkan pemalsuan kelas berat yang berhasil diungkap Polres Subang.

Kejadian ini terkuak di Desa Jatimulya, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang. Dalam konferensi pers yang digelar Senin, 9 Juni 2025, Plh. Kapolres Subang, Kompol Endar Supriyatna, S.Kom., S.I.K., menyampaikan bahwa pelaku berinisial BMG (46 tahun), warga Binong, diduga mengoplos pestisida merek Regent asli dengan… tadaa!… air 20 liter, pewarna makanan, dan cairan kimia lainnya.

Modusnya? Aduh, jangan ditiru. Campuran cairan itu dikemas ulang ke dalam botol bekas aneka merek pestisida, disegel ulang dengan lem dan solder (iya, solder!), lalu ditempeli label palsu. Kalau dilihat sekilas, mungkin lebih rapi dari kemasan asli. Tapi ingat, cantik di luar belum tentu aman di ladang!

“Campuran tersebut dikemas ulang ke dalam botol bekas pestisida berbagai merek yang disegel ulang menggunakan lem dan solder, lalu ditempeli label palsu,” katanya, dengan nada tegas.

Dari dapur mini si pelaku, polisi mengamankan 198 botol Regent palsu (500 ml) yang sudah siap edar, 95 botol Virtako (50 ml) dalam tahap produksi, plus satu jerigen cairan kimia yang entah berasal dari planet mana. Tak ketinggalan, 316 botol kosong, 430 tutup botol, dua bundel stiker palsu, dan satu set alat produksi lengkap mulai dari setrika sampai lakban. Duh, lengkap banget kayak lagi mau buka stan pameran.

Tapi ya, sepintar-pintarnya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Kini BMG harus berhadapan dengan Pasal 123 Jo Pasal 77 Ayat (1) UU No. 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan dan/atau Pasal 62 Ayat (1) Jo Pasal 8 Ayat (1) huruf e UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ancaman hukumannya? Penjara maksimal 7 tahun atau denda sampai Rp5 miliar! Gagal panen, gagal kaya.

Berita ini telah tayang di portal berita indometro.id dengan judul asli “Polres Subang Ringkus Pelaku Pemalsuan Obat-obatan Pertanian, Regent dan Virtako.”

Belajar Digital Bareng! DAHANA ‘Ngintip’ Dapur Canggih Pelindo

Suarasubang.com – Di era serba digital ini, ngopi doang sama teknologi nggak cukup. Harus benar-benar paham cara kerja si teknologi biar bisnis nggak cuma jalan, tapi juga ngebut di jalur tol digital. Itulah yang dilakukan PT DAHANA saat menyambangi markas Pelindo untuk ‘ngintip’ resep sukses mereka dalam mengaduk-aduk proses bisnis pakai teknologi canggih.

Kamis kemarin (5/6), suasana di Pelindo Tower, Jakarta, mendadak jadi lebih ramai. Bukan karena flash mob mendadak, tapi karena kedatangan rombongan dari PT DAHANA yang dipimpin langsung oleh Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM-nya, Mohamad Nur Sodiq. Mereka datang bukan buat piknik, tapi untuk belajar—secara serius—tentang digitalisasi yang sudah sukses diterapkan Pelindo.

Dalam sambutan hangatnya, Sodiq memperkenalkan DAHANA sebagai BUMN yang tergabung dalam holding pertahanan DEFEND ID. Perusahaan ini spesialis dalam urusan bahan peledak dan layanan peledakan. Tapi jangan salah, meskipun ‘kerjanya meledak-ledakkan’, mereka tetap ingin menjalankan bisnis yang tertib, rapi, dan tentunya… digital!

“DAHANA terus berupaya mengembangkan proses bisnis dan memperkuat kemampuan operasional melalui transformasi digital. Kami berterima kasih kepada Pelindo atas kesempatan untuk belajar langsung dari pengalaman implementasi digitalisasi yang telah dijalankan,” ucap Sodiq, dengan nada semangat bak mahasiswa semester akhir yang baru paham skripsinya sendiri.

Lalu, apa sih yang bikin Pelindo keren banget sampai dikunjungi DAHANA? Rahasianya ada di sistem bernama SAP HANA. Bukan, ini bukan nama selebgram. Ini sistem ERP canggih yang dipakai Pelindo untuk mengurus segala tetek bengek non-operasional: keuangan, anggaran, SDM, pengadaan barang, sampai risiko. Semua dijalankan dalam satu platform yang dibantu oleh 400 pasukan IT internal. Canggih, kan?

Dengan sistem ini, Pelindo bisa mengambil keputusan bisnis secara kilat. Real-time. Tanpa harus nunggu wangsit dari spreadsheet yang berlembar-lembar. DAHANA pun kepincut, ingin belajar agar bisa menghindari jebakan digitalisasi yang asal-asalan.

“Kami ingin meminimalkan risiko kegagalan, menghindari pemborosan anggaran, dan memastikan sistem yang kami adopsi benar-benar sesuai dengan kebutuhan bisnis perusahaan,” lanjut Sodiq, kali ini dengan wajah serius dan alis agak mengerut.

Sementara itu, tuan rumah kita, Mega Satria, Direktur Keuangan Pelindo, menyambut DAHANA dengan senyum lebar dan niat tulus untuk berbagi.

“Pelindo berterima kasih dan merasa senang atas kunjungan dari PT DAHANA ini. Tim dari Pelindo akan siap membantu proses implementasi digitalisasi yang sedang dilakukan oleh Tim DAHANA. Saya rasa ini suatu program yang sangat bagus sebagai wujud kolaborasi dan sinergi antar BUMN untuk kemajuan bangsa,” ujar Mega dengan gaya diplomat yang bersahabat.

Benchmarking ini bukan sekadar silaturahmi sambil ngopi. Ini adalah aksi nyata dari nilai AKHLAK yang digadang-gadang BUMN—terutama nilai Kolaborasi. Sodiq pun menegaskan harapannya agar sinergi ini bisa jadi awal dari banyak hal keren lainnya.

“Semoga sinergi ini dapat membawa kontribusi positif demi pelayanan yang lebih baik untuk negeri,” tutupnya, dengan nada seperti narrator film dokumenter, tapi yang lebih hangat.

Berita ini sudah dimuat berdasarkan sumber resmi dari Siaran Pers PT DAHANA No. 084/DHN/VI/2025.

DEFEND ID Unjuk Gigi di Indo Defence 2024: Becak Listrik Sampai Rudal, Semua Ada!

DEFEND ID Indo Defence 2024

Suarasubang.com – Awas! Jangan kaget kalau selama 11–14 Juni ini kawasan JIExpo Kemayoran jadi arena unjuk kekuatan teknologi mutakhir—bukan alien, tapi pameran Indo Defence 2024 Expo & Forum!

DEFEND ID, sang raksasa pertahanan Indonesia, hadir gagah membawa semangat “Strong, Independent, Competitive.” Bukan cuma jargon, tapi bukti nyata bahwa negeri ini tak main-main soal kemandirian pertahanan.

Booth mereka nongkrong di Hall A279. Eits, jangan lewatkan! Karena Presiden Prabowo Subianto sendiri yang meresmikan pameran ini.

“Bersama, kami membawa satu visi besar yaitu mengantar Indonesia masuk dalam jajaran 50 besar industri pertahanan dunia,” ucap Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D, bos besar PT Len Industri dan Holding DEFEND ID. Wah, visi-nya selangit, tapi tetap membumi!

PT Len Industri tampil sebagai otak di balik sistem tempur yang nggak cuma keren, tapi juga pintar. Mulai dari Len Navysys Intercom M2 sampai UAV yang bisa mengudara diam-diam bak ninja.

Eh, jangan salah! Becak Listrik juga jadi primadona. Bukan becak biasa, tapi simbol ketahanan rakyat—disorot langsung oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. Becak lokal rasa teknologi tinggi!

PT Pindad? Si jago darat! Mereka bawa senapan serbu SS3-M1, senjata anti-drone SPS-1, sampai monster listrik 4×4 bernama Pandu. Serius, ini kendaraan militer tapi tenaganya full listrik—ramah lingkungan, tapi galak di medan perang.

Sementara itu, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) nggak mau kalah. Mereka pamerin kekuatan udara, dari CN235-220 Anti-Submarine, pesawat N219, sampai UAV Wulung dan MALE. Jangan dikira drone biasa—ini mata-mata digital dengan ketahanan super dan sudah bersertifikasi!

Di sisi maritim, PT PAL Indonesia tampil sebagai galangan kapal sekaligus integrator teknologi kapal tempur. Dari Frigate, KCR, kapal rumah sakit, sampai kapal selam Scorpene—semuanya hasil tangan-tangan anak negeri.

Terakhir, si spesialis ledakan PT Dahana meledakkan ekspektasi pengunjung lewat Bomb P Series, drone kamikaze RAJATA, sampai Rudal Merapi dan motor roket RHAN 450. Nama-namanya saja sudah bikin deg-degan!

Namun bukan cuma soal pamer, ini juga ajang menjajaki kolaborasi global dan modernisasi alat tempur nasional. DEFEND ID melangkah mantap menuju panggung industri pertahanan dunia, dan pastinya tetap dengan gaya khas Indonesia—serius tapi santai, berteknologi tinggi tapi penuh kearifan lokal.

Berita ini telah dimuat berdasarkan Siaran Pers PT DAHANA No. 085/DHN/VI/2025.

Subang Bergerak! Aksi Bela Palestina dan Konser Amal Siap Guncang Alun-Alun

Aksi Bela Palestina Subang 2025

Subang – Subang, bersiaplah! Bukan untuk konser biasa, bukan pula untuk demo biasa. Tapi keduanya: dalam satu momen, satu semangat, satu suara — untuk Palestina!

Yup, tepat di hari Ahad, 22 Juni 2025, langit Alun-Alun Subang bakal bersenandung beda. Yayasan Bina Masyarakat Berdaya (BMB) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turun tangan, bukan sekadar jalan-jalan, tapi jalan bersama untuk keadilan. Acaranya? Aksi Bela Palestina dan Konser Amal. Mulai dari pukul 06.00 pagi sampai 13.00 siang — pastikan sarapan dulu, biar semangat sampai akhir!

Ketua Yayasan BMB, Ustadz Cecep Muhrom Mubarok, menyampaikan kabar bahagia: persiapan acara ini berjalan mulus bak jalan tol di dini hari. “Kami mendapat dukungan dari pemerintah daerah, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Subang, serta dari berbagai organisasi Islam seperti MUI, NU, Muhammadiyah, Persis, dan lainnya. Perizinan juga sudah kami tempuh dengan baik,” jelas beliau dengan senyum semangat.

Targetnya bukan kaleng-kaleng: 10.000 peserta! Dan bukan hanya berkumpul, tapi juga berdonasi. Panitia berharap dana yang terkumpul bisa menyentuh angka Rp3 miliar. Kalau ini bukan solidaritas, kita nggak tahu lagi apa namanya. Dan hebatnya, pengumpulan dana ini sudah dimulai sejak awal Juni lho. Mulai dari lembaga sosial hingga CFD-an sambil bawa kotak amal.

“Dana yang terkumpul akan disalurkan melalui Assyifa Peduli, lembaga resmi dan terpercaya. InsyaAllah amanah,” tambah Ustadz Cecep, memastikan bahwa setiap rupiah sampai ke tujuan dengan selamat sentosa.

Oh iya, ini bukan acara yang bikin kering kerongkongan. Selain aksi damai dan tausiyah kebangsaan, masyarakat juga bakal disuguhi alunan lembut dari Band Wali! Yup, konser amal bukan hanya urusan kantong, tapi juga hati. “Selain berdonasi, masyarakat juga akan mendapatkan hiburan yang menyejukkan hati,” ujar Ustadz Cecep.

Panitia mengajak semua — dari emak-emak pejuang dapur, bapak-bapak pecinta kopi pagi, sampai anak muda pencari WiFi — untuk hadir dan turut menyuarakan kepedulian. “Kehadiran Anda bukan hanya soal donasi, tapi juga sebagai pesan kepada dunia bahwa masyarakat Indonesia terus bersama Palestina hingga kemerdekaannya terwujud,” tegas panitia.

Mau bantu tapi belum bisa datang? Tenang, donasi tetap bisa disalurkan lewat rekening resmi berikut:

Rekening Donasi Resmi:
a.n. Assyifa Peduli Palestina
BSI (Bank Syariah Indonesia): 7301652032
Konfirmasi Donasi: Ressa – 0853 2059 5056

📞 Informasi dan Kontak Panitia:
Panitia Aksi Peduli Palestina dan Konser Amal
Yayasan Bina Masyarakat Berdaya (BMB):
• Kodar – 0858 6109 2922
• Amar – 0851 4126 5465
• Juli – 0859 4094 1357

Acara ini bukan hanya soal panggung dan suara. Ini panggilan nurani. Sampai jumpa di sana, Subang!

Berita ini telah dimuat berdasarkan siaran pers resmi dari Yayasan Bina Masyarakat Berdaya No. 04/VI/2025/BMB, tertanggal 10 Juni 2025.

Subang Siaga! Dinkes Kembali Angkat Masker demi Lawan Varian Baru

Dinkes Subang antisipasi Covid varian baru
Foto: rii.co.id

SUBANG – Halo, warga Subang dan sekitarnya! Kalau Anda merasa déjà vu dengan berita soal Covid-19, tenang, Anda tidak sendiri. Tapi jangan buru-buru panik atau borong masker kayak dulu. Dinas Kesehatan Kabupaten Subang punya strategi jitu menghadapi si virus yang hobi muncul dengan gaya baru: varian terbaru!

Kepala Dinas Kesehatan Subang, dr. Maxi, menyampaikan bahwa pemerintah pusat hingga daerah sudah menerbitkan surat edaran resmi. Isinya? Peringatan keras agar kita semua waspada. Ya, benar, Covid-19 lagi-lagi bikin “tur” regional, dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia yang sudah duluan kedatangan tamunya.

“Semua itu merupakan perilaku hidup bersih dan sehat yang harus dilakukan masyarakat, jika tidak ingin tertular Covid-19 varian baru, yang saat ini merebak kembali di sejumlah negara tetangga kita,” ujar dr. Maxi kepada RRI Subang, Senin (9/6/2025).

Jangan malas jaga badan, kata dr. Maxi. Tubuh kita ini bukan powerbank yang bisa dicas sembarangan, tapi butuh sentuhan sehat. Makan buah dan sayur, tidur cukup, olahraga rutin, dan stop merokok—itu resep imun ala Kadinkes. Jangan lupa juga untuk rutin periksa ke puskesmas, bukan cuma ke warung!

Nah, untuk langkah kedua, masker kembali jadi fashion statement. “Sering cuci tangan dengan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menggunakan masker, dan menjaga jarak, serta menghindari kerumunan,” jelasnya dengan gaya khas “ingat tapi tak panik”.

Eits, tapi tak semua harus bermasker, kok. Maxi menjelaskan, masker direkomendasikan bagi mereka yang sedang flu, batuk-batuk manja, sesak napas, atau tenggorokannya sedang ngambek. Petugas medis di puskesmas, klinik, dan rumah sakit juga wajib tampil dengan gaya bermasker—bukan demi gaya, tapi demi nyawa.

Yang lebih keren lagi, Dinkes Subang bersiap melakukan screening bagi pasien yang datang berobat. Rapid test sedang disiapkan, tinggal nunggu lampu hijau dari atas: “Terkait persiapan test, kami masih menunggu koordinasi, terkait rapid test, apa itu dibiayai dari APBN, atau APBD provinsi,” ujar Maxi sambil menegaskan tes akan dilakukan pada yang bergejala.

Jadi, mari kita sambut varian baru ini bukan dengan ketakutan, tapi dengan gaya hidup sehat dan disiplin prokes. Karena kita sudah punya pengalaman. Dan seperti kata pepatah: yang siap, tak akan kaget!

Berita ini telah dimuat berdasarkan sumber dari rii.co.id dengan judul asli “Beberapa Upaya Dinkes Subang, Antisipasi Covid Varian Baru”.

Kang Rey Ngamuk di Jalur Wisata! Truk Galon Masih Nekat Ngegas di Hari Libur

Truk melanggar jam operasional di Subang
Foto: lampusatu.com

SUBANG – Di hari libur yang harusnya penuh senyuman dan selfie di kebun teh, suasana mendadak berubah jadi panas membara! Bukan karena cuaca, tapi karena Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita alias Kang Rey, ngamuk saat blusukan naik motor ke Jalur Lingkar Selatan, Jalancagak, Minggu (8/6/2025).

Di tengah aroma semilir khas pegunungan, Kang Rey malah disambut pemandangan tak sedap—deretan truk galon besar lalu lalang dengan cueknya. “Masih saja ada truk besar yang nekat beroperasi di luar jam. Ini jelas melanggar aturan dan mengganggu masyarakat serta wisatawan. Saya tidak akan biarkan ini terus terjadi,” semprot Kang Rey dengan nada yang bikin angin gunung pun terdiam.

Truk-truk pengangkut galon AQUA itu rupanya sedang asyik keluyuran di luar jam operasional yang seharusnya dipatuhi. Padahal, aturan sudah jelas tertulis di Peraturan Bupati Subang Nomor 28 Tahun 2023. Untuk hari kerja, jam operasional truk tambang hanya boleh dari pukul 06.00 sampai 08.00 WIB. Sementara Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional, boleh ngaspal dari jam 06.00 sampai 20.00 WIB. Tapi ya itu tadi, masih banyak yang nekat main tabrak aturan.

Tak mau buang waktu, Kang Rey langsung menelpon Plt Kadishub Subang Aep Saepudin. Perintahnya tegas: perketat pengawasan! “Saya minta pengawasan diperketat. Jangan sampai aturan hanya jadi formalitas. Kita serius, dan pelanggaran seperti ini tidak bisa ditoleransi,” tegasnya, kali ini tanpa basa-basi.

Ternyata ini bukan amarah dadakan. Pada akhir Mei lalu, Kang Rey juga sudah menggelar sidak serupa. Namun, pelanggaran tetap terjadi seperti déjà vu yang menyebalkan. “Ini bukan soal aturan saja, tapi soal keselamatan, kenyamanan, dan hak masyarakat. Jangan sampai kepentingan bisnis mengorbankan kepentingan umum,” lanjutnya dengan nada yang bikin ciut nyali pelanggar.

Tak cukup dengan menindak truk nakal, Kang Rey juga sempat menengok kondisi jalan dan jembatan di sepanjang rute tersebut. Beberapa ruas terlihat memprihatinkan. Tapi tenang, katanya akan segera diperbaiki lewat perubahan anggaran tahun ini. “Kita tak hanya membangun jalan, tapi juga menunjukkan komitmen untuk hadir, bekerja, dan menyelesaikan masalah bersama rakyat,” ujarnya sambil melihat langsung kondisi infrastruktur.

Sementara itu, di jalur utama Cagak–Ciater yang terkenal padat wisatawan setiap akhir pekan, jajaran Polsek Jalancagak juga tak tinggal diam. Mereka menindak tegas kendaraan angkutan barang yang nekat berkeliaran di luar jadwal. Tak ada ampun bagi yang melanggar.

Langkah serentak Bupati Subang dan aparat kepolisian ini jelas jadi sinyal kuat: aturan bukan buat dipajang, tapi untuk ditegakkan. Subang bukan hanya ingin jadi destinasi wisata, tapi juga jadi daerah yang aman, nyaman, dan berdaya saing. Dan semua itu dimulai dari satu langkah: jangan ngelawan aturan kalau tak mau kena semprot Kang Rey!

Berita ini telah dimuat berdasarkan sumber: Lampusatu.com dengan judul “Ultimatum Mobil Truk Pengangkut Galon Langgar Jam Operasional di Jalur Wisata, Bupati Subang : Jangan Sampai Kepentingan Bisnis Mengorbankan Kepentingan Umum !”

Adnan Si Penakluk Pedal: Gowes Brebes-Subang Demi Sekolah Lagi

Remaja Brebes gowes ke Subang demi sekolah
Foto: tintahijau.com

SUBANG – Bersiaplah, kisah ini bisa bikin mata sedikit berkabut, tapi juga bikin dada penuh semangat.

Seorang remaja tangguh bernama Adnan Prasetyo (15), warga Kampung Baru, Bumiayu, Brebes, bikin geger dunia maya. Bukan karena challenge TikTok atau prank iseng, tapi karena nekat gowes sendirian dari Brebes ke Subang. Tujuannya? Bukan jalan-jalan, tapi demi satu hal yang bikin haru: ingin bertemu Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan minta tolong supaya bisa sekolah lagi!

Video aksi heroik Adnan pertama kali muncul di akun X (Twitter) @InfoJateng. Dalam video itu, Adnan menyapa dunia dengan suara pelan tapi tekad membara. Ia memperkenalkan diri dan menyatakan ingin sekali bertatap muka langsung dengan sang gubernur.

“Assalamualaikum Pak Dedi, nama saya Adnan dari Bumiayu, Brebes. Saya ingin bertemu bapak,” katanya lirih tapi jelas. Sederhana, namun menohok jantung nurani.

Adnan bercerita bahwa ia sudah tidak melanjutkan sekolah sejak duduk di kelas 2 MA. Bukan karena malas atau bolos, tapi karena kantong kosong alias tak ada biaya.

“Sekolah keluar waktu kelas dua. Harusnya sekarang kelas dua MA. Enggak ada uangnya,” ungkap Adnan saat ditemui warga Subang.

Seperti judul film yang belum difilmkan, Adnan adalah remaja yatim piatu. Orang tuanya telah tiada. Ia memang punya saudara di Jakarta, tapi… alamatnya entah di mana. Tak ada pegangan, tak ada sandaran. Yang ada hanya sepeda ontel dan segenggam harapan.

“Orang tua sudah enggak ada. Saudara ada, tapi di Jakarta. Enggak tahu alamatnya,” ujarnya, polos tapi menyayat.

Saat ditanya di mana tidur semalam, jawaban Adnan mencetak rekor kesedihan tercepat.

“Enggak tidur,” katanya pelan. Rupanya sepanjang malam ia terus mengayuh pedal, tanpa tempat istirahat, tanpa atap, tanpa kasur empuk.

Namun, anak ini bukan hanya kuat otot tapi juga kokoh cita-cita. Ia tidak datang untuk minta uang jajan, melainkan ingin mengenyam pendidikan seperti remaja lainnya. Kembali duduk di bangku sekolah adalah mimpi yang ia kayuh sejauh ratusan kilometer.

Meski datang tanpa rombongan, tanpa tas ransel penuh logistik, dan tentu saja tanpa Google Maps, Adnan memantapkan niatnya. Warganet pun sontak terenyuh, banyak yang membagikan video perjalanannya, berharap kisah ini menyentuh hati Pak Dedi.

Kini, nama Adnan tidak hanya viral, tapi juga jadi simbol semangat dan harapan. Ia membawa pesan besar dalam tubuh kecil: pendidikan adalah hak semua anak Indonesia, tanpa kecuali, tanpa kompromi.

Berita ini telah dimuat berdasarkan sumber dari tintahijau.com dengan judul asli “Viral! Remaja dari Brebes Gowes ke Subang Demi Bertemu Gubernur Dedi Mulyadi”

Heboh KB Vasektomi di Subang! Pria Berbondong-bondong Demi Rp500 Ribu dan Keluarga Sejahtera

Vasektomi Subang
Foto: jabarpress.com

Subang – Siapa bilang pria takut jarum? Di Subang, justru puluhan pria datang ramai-ramai bukan untuk demo, tapi untuk… vasektomi!

Ya, Anda tidak salah dengar. Program KB Metode Operasi Pria alias MOP ini sukses bikin heboh Kecamatan Ciasem, Subang. Pasalnya, saat Dinas DP2KBP3A Subang menggelar layanan ini, warga—terutama kaum bapak—langsung menyambutnya dengan antusias luar biasa. Ada yang demi keluarga, ada juga yang demi… bantuan sosial!

“Saya kasihan sama keluarga, mudah-mudahan kesejahteraan saya meningkat,” ujar Naman, salah satu peserta dengan semangat yang bikin melting. Eh, jangan salah, beliau juga menyebut ingin mendukung KDM—alias Kang Dedi Mulyadi, sang Gubernur Jabar yang dulu menganjurkan program ini.

Bonus Rp500 ribu per peserta? Wah, siapa yang nggak tertarik? Ternyata selain menjanjikan keluarga kecil bahagia, program ini juga menawarkan uang saku segar setelah tindakan medis. Jadi, selain “dibekukan”, dompet juga jadi lebih “cair”. Win-win!

Tapi saking ramainya, petugas sampai kewalahan.
Bayangkan, dari target awal hanya 15 peserta, tiba-tiba yang daftar… 200 orang! Kepala Bidang KB DP2KBP3A Subang, Hj Rosmayati, sampai harus geleng-geleng kepala.

“Sekarang saya hanya membuka layanan 60 orang… karena keterbatasan tenaga medis dan anggaran,” keluhnya.
Padahal layanan ini cuma buka beberapa jam saja, lho. Tim medis sampai harus pasang rem darurat agar tak jebol oleh antusiasme warga yang seperti banjir bandang di musim hujan.

Semua peserta juga wajib periksa kesehatan dulu sebelum tindakan. Jadi, ini bukan operasi sembarangan. Ada proses medis yang tetap harus diikuti demi keselamatan bersama.

Lalu siapa dalang di balik ramainya vasektomi ini? Ternyata sang ‘Bapak Aing’!
Ya, mantan Gubernur Dedi Mulyadi alias KDM. Beliau yang dulu menyerukan agar penerima bansos turut dalam program vasektomi demi kesejahteraan. Sekaligus, menjanjikan insentif Rp500 ribu sebagai bentuk perhatian.

“Ternyata masyarakat kita sangat mencintai Pak KDM ‘Bapak Aing’ ya,” ucap Hj Rosmayati sambil tertawa kecil.
Pesan moralnya? Pria Subang ternyata bukan hanya sayang istri dan anak, tapi juga siap pasang badan (eh, pasang niat) demi masa depan cerah dan… bansos ceria.

Berita ini telah dimuat berdasarkan artikel dari portal Duta jabarpress.com berjudul asli “Alasan Tingginya Animo Warga Ikuti Pelayanan KB MOP Atau Vasektomi”, ditulis oleh Admin pada 9 Juni 2025.

Recent Posts