Beranda blog Halaman 131

Pabrik Mobil Listrik BYD Siap Dibangun di Subang, Dedi Mulyadi: Ini Peluang Emas Warga Lokal!

Pabrik mobil listrik BYD di Subang
Foto: tangkapan layar dari video YouTube channel Kontan TV

Subang – Angin segar datang dari Subang. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan kabar gembira tentang rencana pembangunan pabrik mobil listrik BYD Motor Indonesia di wilayah tersebut.

Dalam video unggahan terbarunya, Dedi mengungkapkan bahwa pembangunan pabrik ini akan membawa dampak besar bagi perekonomian lokal. Selain menjadi investasi besar, proyek ini juga diharapkan mampu menyerap ribuan tenaga kerja dari warga sekitar.

Dedi menegaskan komitmennya untuk mengawal proyek ini agar warga Subang mendapatkan prioritas dalam penerimaan tenaga kerja. Ia bahkan menyebutkan bahwa pembangunan ini bukan hanya tentang infrastruktur, tapi juga tentang keadilan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Pabrik mobil listrik BYD ini akan menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia. Rencananya, fasilitas tersebut tidak hanya memproduksi mobil untuk pasar domestik, tetapi juga ekspor ke luar negeri.

Menurut Dedi, keberadaan pabrik ini akan menjadikan Subang sebagai kawasan industri strategis di Jawa Barat. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, investor, dan masyarakat agar dampaknya bisa dirasakan secara menyeluruh.

Dengan perkembangan ini, Subang diprediksi akan mengalami lonjakan pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Fasilitas penunjang seperti infrastruktur jalan dan transportasi pun akan terus ditingkatkan.

Dedi Mulyadi berharap seluruh elemen masyarakat mendukung rencana besar ini. “Kesempatan besar ini harus dimanfaatkan dengan baik. Jangan sampai justru orang luar yang menikmati hasilnya,” tegasnya.



Longsor Tutup Total Jalan Cipasung–Subang: Warga Terisolasi, Alat Berat Dikerahkan

Longsor tutup jalan Cipasung–Subang
Foto: kuninganmass.com

Subang – Tebing di sepanjang Jalan Raya Cipasung–Subang, tepatnya di Dusun Belah Blok Gase RT 009 RW 004, Desa Cantilan, Kecamatan Selajambe, mengalami longsor pada Senin pagi (7/4/2025). Kejadian terjadi sekitar pukul 05.30 WIB dan membuat akses jalan tertutup total, baik untuk kendaraan roda empat maupun roda dua.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, longsor ini berdampak besar terhadap aktivitas warga. Material longsoran yang menimbun jalan utama memaksa warga untuk menunda atau mengubah rute perjalanan mereka. Laporan kejadian baru diterima oleh Pusdalops PB BPBD Kuningan pada pukul 06.36 WIB, sekitar satu jam setelah longsor terjadi.

Hujan deras yang mengguyur sejak Minggu sore hingga malam (6/4/2025) diduga kuat menjadi penyebab utama terjadinya longsor. Curah hujan yang tinggi membuat struktur tanah di tebing menjadi labil dan akhirnya runtuh.

Menanggapi kejadian tersebut, aparat Desa Cantilan bergerak cepat bersama unsur Kecamatan, TNI, Polri, dan BPBD Kabupaten Kuningan. Mereka segera melakukan koordinasi awal untuk menanggulangi dampak longsor dan membuka kembali akses jalan yang tertutup.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pimpinan daerah serta instansi terkait. Tujuannya, untuk segera menurunkan alat berat ke lokasi. “Hari ini akan dilakukan mobilisasi alat berat untuk membuka kembali jalur yang terdampak,” ujarnya pada Senin pagi.


Deskripsi Meta:

Tag:

Tragis di Jalur Pantura: Niat Baik Aldi Berujung Maut Terlindas Bus

kecelakaan maut Pantura Subang
Foto: tangkapan layar video YouTube Metro TV news

Subang – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di jalur Pantura Patok Besi, Subang, Jawa Barat, pada Minggu sore, 6 April 2025. Peristiwa ini menelan korban jiwa, seorang pemuda bernama Aldi Wijaya, warga Kertasari, Jatisari, Kabupaten Karawang.

Aldi tewas setelah terlindas bus saat berusaha membantu temannya yang sepeda motornya mogok. Ia mendorong motor tersebut dengan cara menyetut menggunakan kaki di bahu jalan arah Jakarta menuju Cirebon.

Menurut keterangan saksi mata, Apud, insiden terjadi begitu cepat. Saat mendorong motor, Aldi melihat bus melaju kencang dari belakang. Sontak ia panik. Motor yang didorong berbelok ke kiri, namun Aldi justru bergerak ke arah kanan.

Tanpa sempat menghindar, Aldi terjatuh dan langsung terlindas bus. Ia meninggal seketika di lokasi kejadian. “Dia lihat di belakang ada mobil, terus kaget. Pas kaget dia malah ke kanan, lalu jatuh, dan kena mobil,” jelas Apud, dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Senin 7 April 2025.

Petugas kepolisian langsung turun tangan melakukan evakuasi jenazah korban. Hingga saat ini, proses penyelidikan terhadap kecelakaan tersebut masih berlangsung untuk mengungkap lebih lanjut kronologi dan pihak yang bertanggung jawab.




Dedi Mulyadi Ungkap Alasan Investor Lari ke Vietnam: Gangguan Kecil, Serakah, dan Pamer Kekayaan

Investor lari ke Vietnam karena gangguan ormas
Foto: radarbogor.jawapos.com

Subang – Fenomena investor yang hengkang dari Jawa Barat menuju negara lain seperti Vietnam tengah menjadi perhatian serius Dedi Mulyadi. Gubernur Jawa Barat ini mengaku terus memikirkan penyebab mundurnya para penanam modal dari tanah Pasundan.

“Saya ngotot untuk investasi. Tapi ya kita tahu sendiri, sekarang banyak investor yang malah lari ke Vietnam,” kata Dedi dalam sebuah pernyataan.

Menurutnya, kepindahan investor bukan disebabkan hal besar, melainkan gangguan kecil yang terus-menerus terjadi di lapangan.

“Gangguan dari ormas, LSM, bahkan dari desa sendiri,” ucapnya.

Ia menyayangkan sikap sebagian oknum di desa yang justru menjadi penghalang masuknya investasi. “Banyak Karang Taruna, kepala desa, yang justru ganggu. Padahal, mereka enggak sadar, harga tanah di kampungnya bisa naik karena ada investasi,” tambah Dedi.

Dedi menegaskan bahwa investasi punya efek domino yang besar bagi daerah. Ketika investor datang, nilai tanah ikut melonjak. Namun jika tidak dijaga, semuanya bisa hilang begitu saja.

Lebih jauh, ia mengingatkan agar masyarakat tidak bersikap serakah, terutama dalam urusan jual beli tanah. “Jangan pasang harga tinggi. Banyak kepala desa kaya mendadak karena calo tanah,” ujar Dedi.

Fenomena kaya mendadak inilah yang menurutnya kerap menimbulkan masalah baru. Ia menyebut banyak kepala desa yang bingung mengelola kekayaan hingga akhirnya terjerat utang dan penyakit.

“Saya punya banyak teman kepala desa. Tiba-tiba banyak duit, langsung beli Alphard, Rubicon, truk, bahkan bus. Ada juga yang nambah istri. Tapi ujungnya? Stroke, meninggal, utangnya banyak,” ceritanya blak-blakan.

Dedi menyarankan, jika ingin menjadi kaya, seseorang harus terbiasa dulu memegang uang. Ia menekankan pentingnya menahan diri dan hidup sederhana.

“Kalau pegang duit, jangan pamer. Sembunyiin. Pakai sepeda aja cukup,” ucap Dedi.

Ia pun menceritakan seorang temannya yang pernah tajir mendadak namun kini hidup sengsara. “Sekarang bahkan minta uang Rp500 ribu ke saya,” pungkasnya.

Menapaki Jejak Sejarah Menuju Masa Depan Gemilang

Sejarah dan perkembangan Kabupaten Subang
Foto: www.inijabar.com

Subang – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan 77 tahun Kabupaten Subang. Ia mengajak seluruh warga untuk terus berkarya demi kemajuan daerah tercinta.

Sejak berdiri pada 5 April 1948, Subang telah melalui perjalanan panjang yang sarat sejarah dan budaya. Pembentukan kabupaten ini ditetapkan dalam rapat di Cimanggu, Desa Cimenteng, yang mengangkat Danta Gandawikarma sebagai bupati pertama.

Namun, jejak historis Subang jauh lebih tua. Antara abad ke-7 hingga ke-15, wilayah ini menjadi jalur perdagangan maritim penting. Penemuan pecahan keramik Tiongkok di Patenggeng, Kalijati, menjadi bukti nyata peran strategis tersebut.

Di era Kerajaan Sunda, Subang dikenal sebagai kawasan vital di pesisir utara Jawa Barat. Penyebaran Islam juga berkembang pesat sejak abad ke-16 melalui peran ulama Wangsa Goparana dari Sagalaherang.

Kini, Subang terdiri dari 30 kecamatan, 245 desa, dan 8 kelurahan. Pembangunan infrastruktur seperti Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Pelabuhan Patimban, dan konektivitas ke Bandara Kertajati semakin memperkuat posisi Subang dalam kawasan Rebana Metropolitan.

Sektor pariwisata pun berkembang pesat. Pemandian air panas Ciater, dengan suhu air mencapai 43-46 derajat Celsius, menjadi destinasi favorit wisatawan. Selain itu, berbagai curug (air terjun) menambah daya tarik alam Subang.

Dalam bidang kuliner, Subang dikenal sebagai Kota Nanas. Nanas Si Madu, dengan rasa manis dan segar, menjadi ikon buah lokal yang diminati banyak orang.

Dengan warisan sejarah dan potensi yang dimiliki, Subang terus melangkah maju menuju masa depan yang gemilang.

Jangan Pulang dari Subang Sebelum Belanja di 3 Pusat Oleh-Oleh Favorit Ini!

: pusat oleh-oleh Subang
Foto: ilustrasi

Subang – Berkunjung ke Subang tak akan lengkap tanpa membawa pulang buah tangan khas daerah ini. Selain dikenal sebagai penghasil nanas terbaik di Jawa Barat, Subang juga punya beragam oleh-oleh menarik yang sayang untuk dilewatkan.

Mulai dari camilan khas hingga kerajinan tangan unik, semua bisa ditemukan dengan mudah. Tidak hanya sebagai kenang-kenangan, oleh-oleh dari Subang juga bisa jadi cara manis untuk berbagi kebahagiaan dengan orang-orang tercinta di rumah.

Berikut tiga pusat oleh-oleh populer di Subang yang wajib kamu kunjungi:

1. Pusat Oleh-Oleh Al Barokah

Tempat ini menjadi pilihan favorit wisatawan yang ingin membawa pulang oleh-oleh dengan kualitas terbaik.
Beragam camilan seperti keripik, sirup nanas, dan souvenir khas Subang tersedia di sini. Produk-produk yang dijual juga mencerminkan kekayaan budaya lokal yang menarik.

  • Alamat: Jl. Otto Iskandardinata, Sukamelang, Kec. Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat
  • Kontak: 0821-2240-4511

2. Oleh-Oleh Priangan Rifki Alamsyah 2

Tidak kalah populer, toko oleh-oleh yang satu ini dikenal dengan pelayanannya yang ramah dan suasana belanja yang menyenangkan.
Toko ini memiliki rating tinggi di Google Maps, yakni 4,7 bintang—bukti banyak pelanggan merasa puas dengan pilihan produknya.

  • Alamat: Sukamelang, Kec. Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat
  • Kontak: 0823-1951-4119

3. Lampu Satu Resto & Bakery

Gabungan antara restoran, toko roti, dan pusat oleh-oleh, Lampu Satu Resto & Bakery jadi tempat favorit warga lokal dan wisatawan.
Selain menikmati makanan lezat, pengunjung bisa sekaligus berbelanja oleh-oleh khas Subang di satu tempat yang nyaman.

  • Alamat: Jl. Otto Iskandardinata No. 2, Karanganyar, Kec. Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41211
  • Jam Operasional: Setiap hari, pukul 07.00–22.00 WIB
  • Kontak: 0260-7605222

Oleh-oleh khas Subang tak hanya menggoda lidah, tapi juga membawa cerita dan kesan dari perjalananmu. Jadi, pastikan untuk mampir ke salah satu tempat di atas sebelum pulang dari Subang, ya!

Misteri Kematian Napi Narkoba di Lapas Subang, Keluarga Merasa Ada Kejanggalan

kematian mendadak napi narkoba Subang
Foto: peraknew.com

Subang – Kematian mendadak narapidana kasus narkoba, Agung Purnama Rosadi (32), mengejutkan banyak pihak. Ia mengembuskan napas terakhir pada Jumat pagi, 4 April 2025, saat masih menjalani masa tahanan titipan dari Pengadilan Negeri Subang di Lapas Kelas IIA Subang.

Yang membuat keluarga merasa janggal, sehari sebelumnya Agung terlihat dalam kondisi sehat saat dijenguk. “Dia tidak mengeluh sakit, cuma bilang gatal-gatal dan minta dibawakan obat,” ujar sang adik, Aditya Pratama, mengenang kunjungan terakhirnya.

Kabar mengejutkan datang keesokan harinya. Menurut informasi dari tetangga yang bekerja di lapas, Agung ditemukan tidak sadarkan diri di dalam sel saat Subuh. Ia segera dilarikan ke RSUD Ciereng Subang, namun pihak IGD menyatakan ia sudah meninggal saat tiba di rumah sakit.

Aditya juga menuturkan bahwa hasil visum tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan. Hanya ada perubahan warna membiru di ujung kuku almarhum. “Dokter bilang tidak ada hal mencurigakan. Hanya kukunya yang membiru,” jelasnya.

Menanggapi kasus ini, Kalapas Subang, Gatot Harisaputro, memastikan telah dilakukan penyelidikan internal. Rekaman CCTV telah diperiksa, dan tidak ditemukan adanya unsur kekerasan atau kejadian mencurigakan. “Kami sudah menjalankan prosedur. Hasil visum pun tidak menunjukkan kekerasan,” ujar Gatot.

Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah Agung. Dengan demikian, kasus ini dinyatakan ditutup oleh pihak berwenang, meski rasa tanya masih menggelayuti pihak keluarga.

Gubernur Dedi Mulyadi Lunasi Utang Keluarga Taryana dan Perdamaikan Dua Kubu Pasca Tragedi Subang

Gubernur Dedi Mulyadi bantu keluarga Taryana
Foto: Tangkapan layar video Dedi Mulyadi

Subang – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menunjukkan kepedulian luar biasa terhadap keluarga Taryana, pria yang tewas setelah diduga mencuri ayam di sebuah perusahaan peternakan di Kabupaten Subang.

Dalam kunjungannya ke rumah duka di Desa Sirap, Kecamatan Tanjungsiang, Jumat (4/4/2025), Dedi mengungkapkan bahwa keluarga almarhum Taryana tengah dibelit utang sebesar Rp30 juta. Utang tersebut berasal dari “bank emok” atau rentenir, yang digunakan untuk membangun rumah.

Sebagai bentuk empati, Dedi turut membantu melunasi utang tersebut. Ia menyampaikan bahwa keikhlasan keluarga korban sangat penting agar mereka bisa melanjutkan hidup tanpa beban berat.

“Problemnya sudah saya bantu selesaikan, dari utang sampai urusan lainnya. Walau tetap saja, hikmah yang diambil masih kalah besar dibanding peristiwanya,” ujarnya dalam rekaman video yang diterima Kompas.com, Sabtu (5/4/2025).

Tak berhenti di situ, Dedi juga menginisiasi pertemuan penting antara keluarga Taryana dan keluarga para pelaku penganiayaan. Pertemuan berlangsung di kediaman Dedi di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang.

Dalam suasana haru, kedua pihak akhirnya saling memaafkan. Tujuan Dedi jelas: agar tidak muncul dendam berkepanjangan yang bisa memicu konflik sosial di kemudian hari.

“Ini saya sudah pertemukan. Keluarga korban yang meninggal dan keluarga para pelaku, yang saat ini sedang ditahan di Polres,” kata Dedi.

Ia menjelaskan bahwa tindakan para pelaku lebih didorong oleh emosi sesaat dan bukan rencana jahat. Delapan karyawan peternakan bereaksi spontan saat memergoki pencurian, dan amarah massa pun berujung pada tragedi.

“Semua dilakukan karena emosi, karena kekhilafan, karena jumlah massa yang banyak. Pada akhirnya, satu orang kehilangan nyawa karena mencuri,” ujarnya.

Meski proses hukum tetap berjalan di Polres Subang, Dedi berharap upaya saling memaafkan bisa sedikit meringankan beban batin semua pihak. “Pengakuannya beragam, ada yang memukul sekali, ada yang pertama memukul. Biarlah hukum yang membuktikan semuanya,” pungkasnya.


Pungli di PT SPS Subang: Polisi Tangkap Lagi, Total 7 Tersangka Termasuk Oknum Bendahara Karang Taruna

Pungli PT SPS Subang
Foto: peraknew.com

Subang – Polres Subang kembali mengungkap perkembangan baru dalam kasus pungutan liar (pungli) yang terjadi di PT Superior Porcelain Sukses (SPS). Pada Kamis, 3 April 2025, satu tersangka tambahan berhasil diamankan.

Tersangka terbaru berinisial WW, yang diketahui merupakan oknum Bendahara Karang Taruna Desa Kadawung, Kecamatan Pabuaran. Penangkapan ini menjadi bukti bahwa praktik pungli tersebut dilakukan secara terstruktur dan melibatkan lebih dari satu pihak.

Penahanan WW dilakukan setelah penyidik Polres Subang melakukan pengembangan atas kasus yang sebelumnya sudah lebih dulu diungkap. Kasus ini melibatkan pemungutan liar terhadap para sopir angkutan yang keluar-masuk kawasan PT SPS Subang.

Sebelumnya, pada Sabtu, 22 Maret 2025, aparat berhasil mengamankan enam tersangka di depan pabrik PT SPS Desa Kadawung. Keenam tersangka itu adalah oknum Karang Taruna dan preman dengan inisial ER, D, S, B, U, dan K.

Modus pungli yang dijalankan cukup rapi. Para sopir kendaraan besar seperti truk Fuso dikenai biaya sebesar Rp30 ribu per ritasi. Sementara sopir truk biasa dimintai pungutan sebesar Rp10 ribu per ritasi.

Polres Subang menegaskan bahwa penindakan terhadap pelaku pungli akan terus dilakukan tanpa pandang bulu. Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan praktik-praktik serupa demi terciptanya iklim usaha yang sehat dan bebas pungli.


Kapolres Subang Tinjau Langsung Jalur Wisata: Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Libur Lebaran

Patroli Mobile Operasi Ketupat Lodaya Subang
Foto: BeritaSatu.com

Subang – Dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2025, Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu memimpin langsung kegiatan Patroli Mobile R4 pada Jumat (4/4/2025). Patroli ini dimulai sejak pukul 10.00 WIB dan menyasar sejumlah titik strategis di sepanjang jalur selatan wilayah Subang.

Patroli yang berlangsung ini melibatkan jajaran pejabat utama Polres Subang. Hadir mendampingi Wakapolres, para Kepala Satuan (Kasat), Kepala Bagian (Kabag), Kepala Seksi (Kasi), serta sejumlah personel kepolisian lainnya.

Fokus pemantauan diarahkan pada beberapa lokasi penting. Di antaranya Pos Pengamanan Cijambe dan Jalancagak, serta kawasan wisata populer seperti The Ranch dan Asstro Highland Ciater. Kehadiran polisi di tempat-tempat ini menjadi bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapsiagaan petugas, kelengkapan sarana prasarana, serta terjaminnya keamanan dan kenyamanan para pengunjung yang memadati jalur wisata saat libur Lebaran.

Berdasarkan hasil pemantauan langsung, seluruh titik yang dikunjungi berada dalam kondisi aman dan tertib. Situasi dinyatakan kondusif, menunjukkan kerja sama yang baik antara aparat dan masyarakat dalam menjaga ketertiban umum.



Recent Posts