Beranda blog Halaman 117

Gadis Subang Hilang Hampir 2 Bulan, Keluarga Masih Harap Keajaiban

Nia Septiani hilang di Subang
Foto: Nia Septiani

Subang – Sudah hampir dua bulan sejak Nia Septiani (19) menghilang tanpa jejak. Warga Kampung Cikawali, Kelurahan Pasir Karembi, Subang, ini terakhir diketahui pada 26 Maret 2025. Namun hingga kini, kabar mengenai keberadaannya masih menjadi tanda tanya besar.

Keluarga Nia terus berjuang mencari putri mereka. Sang ayah, Ade, mengatakan bahwa Nia sempat disebut bekerja di sebuah rumah makan di daerah Subang. Namun ketika keluarga mengecek langsung ke lokasi, pemilik rumah makan tersebut menegaskan bahwa Nia tidak bekerja di sana.

“Sudah 15 kecamatan kami datangi untuk mencari anak saya, tapi belum juga ada hasil,” tutur Ade dengan suara berat, Minggu, 4 Mei 2025.

Pihak keluarga telah melaporkan kasus ini ke Polsek Subang dan berharap bantuan masyarakat bisa mempercepat pencarian. Informasi sekecil apa pun dapat menjadi petunjuk penting untuk menemukan Nia.

Jika ada yang melihat atau mengetahui keberadaan Nia Septiani, diharapkan segera menghubungi sang ayah di nomor 0831-3309-7111.

Mari bantu sebarluaskan informasi ini. Satu kabar bisa menjadi harapan untuk memulangkan Nia ke pelukan keluarganya.

Siswa SMK di Subang Bacok Ibu Gara-Gara Ponsel, Kini Diperiksa Kejiwaannya

Siswa SMK bacok ibu gara-gara ponsel
Foto: ilustrasi

Subang – Seorang siswa SMK di Subang, Jawa Barat, nekat menganiaya ibu kandungnya sendiri hanya karena masalah ponsel. Aksi brutal itu terjadi di Kalijati dan mengakibatkan sang ibu dilarikan ke rumah sakit dengan luka serius.

Korban diketahui bernama Bayinah (51), seorang ibu rumah tangga. Ia mengalami luka parah di bagian kepala akibat sabetan senjata tajam yang dilakukan oleh anaknya sendiri.

Kapolsek Kalijati, AKP Teguh Sujito, membenarkan kejadian tersebut. Pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian begitu menerima laporan. Tersangka diamankan beserta barang bukti berupa sebilah golok.

“Korban saat ini dirawat di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Luka yang diderita cukup serius, terutama di kepala,” jelas Kapolsek.

Motif penganiayaan ini diduga karena pelaku meminta dibelikan ponsel. Namun, meski permintaan sudah dituruti, pelaku tetap meluapkan amarah dan membacok ibunya.

Pelaku, yang masih berstatus sebagai siswa SMK, kini menjalani pemeriksaan intensif. Untuk memastikan kondisi kejiwaannya, pelaku dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Cisarua.

Keputusan tersebut disetujui oleh keluarga dan pihak desa. “Keluarga, termasuk kakak pelaku dan Kepala Desa, sepakat untuk membawa yang bersangkutan ke RSJ,” tambah AKP Teguh.

Polisi juga akan meminta keterangan dari teman-teman dekat pelaku untuk menggali lebih dalam keseharian dan kondisi mentalnya. Termasuk dari korban yang masih menjalani perawatan.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena melibatkan kekerasan dalam keluarga yang dipicu oleh persoalan sepele. Polisi terus mendalami kasus untuk mendapatkan gambaran utuh dari kejadian tragis ini.

Jangan Lupakan Pembangunan Mental, Ketua Granat Subang Ingatkan Bupati

pembangunan mental dan sosial Subang
Foto: www.mediajabar.com

Subang – Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kabupaten Subang, Boing Solihin Jakaria, menyampaikan kritik tajam terhadap kebijakan pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah. Ia mengingatkan bahwa pembangunan sejati tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup aspek mental dan sosial masyarakat.

Boing menyesalkan keputusan Bupati Subang, Reynaldy, yang menghapus bantuan hibah untuk organisasi sosial dan mengalihkannya sepenuhnya ke proyek infrastruktur. Padahal, menurutnya, Subang tengah menghadapi darurat narkoba yang memerlukan penanganan serius dan menyeluruh.

“Pembangunan itu tidak hanya soal jalan! Jangan abaikan pembangunan karakter dan spiritual masyarakat,” tegas Boing, Jumat (2/5/2025).

Ia mengungkapkan bahwa peredaran narkoba di Subang sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Sayangnya, alih-alih memperkuat dukungan terhadap upaya pemberantasan, pemerintah justru memotong anggaran penting untuk penanganan masalah tersebut.

Upaya dialog antara pihak Granat dan Bupati Subang pun belum membuahkan hasil. Boing menyebut, audiensi yang dijadwalkan pada 14 Maret 2025 batal karena alasan kesibukan, dan permintaan penjadwalan ulang juga belum ditanggapi hingga kini.

“Kami paham jalan penting bagi masyarakat. Tapi pembangunan manusia jauh lebih krusial dan tidak bisa dikesampingkan,” ujarnya.

Pemberdayaan masyarakat, penyuluhan bahaya narkoba, hingga penguatan nilai spiritual, menurut Boing, adalah bentuk pembangunan non-fisik yang harus mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Saya tidak menolak pembangunan jalan. Tapi tolong jangan abaikan pembangunan manusia. Bahaya narkoba itu nyata dan mengancam generasi kita,” tutupnya.

Hingga Jumat malam (2/5/2025), belum ada tanggapan resmi dari Bupati Reynaldy terkait penghapusan bantuan hibah untuk organisasi sosial seperti Granat.

Polsek Patokbeusi Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Rancabango

penggerebekan judi sabung ayam Subang
Foto: www.jabarpress.com

Subang – Upaya tegas dalam memberantas praktik perjudian terus dilakukan oleh jajaran Kepolisian. Kali ini, Polsek Patokbeusi Polres Subang berhasil menggerebek dan membongkar arena judi sabung ayam yang berada di Dusun Mayasuta, Desa Rancabango, Kecamatan Patokbeusi, Subang.

Penggerebekan dilakukan pada Sabtu, 3 Mei 2025. Kapolsek Patokbeusi, Kompol Anton Indra, menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan komitmen Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, dalam memberantas segala bentuk perjudian di wilayah hukum Subang.

“Personel piket siaga Polsek Patokbeusi berhasil menggerebek dan membongkar lokasi sabung ayam yang dibuat secara ilegal,” ujar Kompol Anton.

Lokasi yang digerebek diketahui menjadi tempat berkumpulnya sejumlah warga yang diduga hendak melakukan aktivitas perjudian sabung ayam. Namun, saat petugas tiba di lokasi, para pelaku langsung melarikan diri meninggalkan arena tersebut.

Meski pelaku utama berhasil kabur, polisi tetap mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Di antaranya, satu kalangan adu ayam, satu jam dinding, tiga kurungan ayam, dan seekor ayam adu.

Selain itu, seorang warga berinisial M alias Irek, yang berada di lokasi saat penggerebekan berlangsung, turut diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Pihak kepolisian hingga kini masih terus melakukan penyelidikan terkait dugaan aktivitas perjudian tersebut. Masyarakat pun diminta untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk segera melapor jika menemukan tindak pidana atau gangguan kamtibmas lainnya,” tegas Kapolsek.

Subang Smartpolitan Diserbu Investasi Raksasa China: Pusat Industri Hijau Masa Depan

Investasi China di Subang Smartpolitan
Foto: www.kompas.com (Kawasan Subang Smartpolitan yang dimiliki oleh PT Suryacipta Swadaya (PT Suryacipta Swadaya)

Subang – Subang Smartpolitan semakin bersinar di peta industri Indonesia. Dua raksasa asal China, Build Your Dreams (BYD) dan PT Xinfung Industry Indonesia, resmi menanamkan investasi besar di kawasan industri canggih ini.

BYD Motor Indonesia menyuntikkan dana fantastis senilai Rp 16 triliun untuk membangun pabrik mobil listrik. Pabrik ini akan memproduksi 150.000 unit per tahun, termasuk SUV dan sedan premium.

Tak kalah menarik, PT Xinfung Industry Indonesia menginvestasikan Rp 450 miliar untuk pabrik tekstil fancy yarn berbahan alami yang ramah lingkungan. Target utama mereka adalah pasar ekspor di kawasan Asia Tenggara.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menjelaskan alasan kuat di balik pilihan lokasi. Menurutnya, Subang Smartpolitan memenuhi semua kriteria utama: luas lahan memadai, infrastruktur unggul, lingkungan mendukung, serta lokasi strategis.

“Ini bukan hanya investasi bisnis, tapi juga langkah nyata menuju transisi energi bersih dan pendorong ekonomi daerah,” ujarnya dalam ajang PEVS 2024. Pabrik BYD akan berdiri di atas lahan seluas 108 hektar, dengan target beroperasi penuh pada Januari 2026.

Serah terima lahan akan dilakukan pada Agustus 2024 bersama PT Suryacipta Swadaya. Proyek ini diprediksi membuka ribuan lapangan kerja, dengan BYD sendiri akan menyerap lebih dari 18.000 tenaga kerja.

Sementara itu, General Manager Jiangsu Xinfang, James Chen, menilai Indonesia sebagai lokasi manufaktur ideal. Ia menyebut ketersediaan tenaga kerja, budaya kerja yang kondusif, serta kestabilan bisnis sebagai faktor utama.

Subang Smartpolitan juga unggul dalam hal konektivitas. Letaknya dekat dengan Jalan Tol Trans Jawa, Pelabuhan Patimban, dan Bandara Kertajati. Ini menjadi nilai tambah bagi efisiensi distribusi dan ekspor produk ke Vietnam, China, Thailand, hingga pasar global lainnya.

Pada 30 April 2025, PT Xinfung resmi memulai pembangunan pabriknya dengan seremoni peletakan batu pertama. Pabrik ini akan menghasilkan benang rajut berkelas tinggi untuk kebutuhan ekspor.

BYD dan Xinfung merupakan dua dari enam perusahaan asal China yang menjadikan Subang Smartpolitan rumah baru industri mereka. Empat lainnya adalah PT Easthope Agriculture Indonesia, PT Yangtze Optics Indonesia, PT Yangtze Optikal Fiber Indonesia, dan ZTT Kabel Indonesia—semuanya bergerak di sektor bahan bangunan dan consumer goods.

Kehadiran para investor ini menjadi sinyal kuat bahwa Subang siap menjadi pusat industri hijau dan inovatif di Asia Tenggara.

Bantuan Korban Puting Beliung: Pemkab Subang Tunjukkan Kepedulian Nyata

Bantuan Korban Puting Beliung Subang
Wabup Subang saat menyerahkan bantuan kepada korban bencana angin puting beliung di Desa Tambakan Kecamatan Jalancagak (Foto : RRI/Ruslan Effendi).

Subang – Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, menyerahkan bantuan bagi korban bencana puting beliung di Desa Tambakan, Kecamatan Jalancagak, Sabtu (3/5/2025). Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Tambakan sebagai bentuk kepedulian nyata dari Pemerintah Daerah Kabupaten Subang.

Bencana angin kencang yang terjadi pada Sabtu sore (22/3/2025) telah mengakibatkan kerusakan puluhan rumah warga. Pemerintah daerah terus memberikan perhatian terhadap pemulihan kondisi warga terdampak, termasuk lewat penyaluran bantuan secara langsung.

Camat Jalancagak, Yuli Merdekawati, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu. Ia menyebutkan bahwa bantuan diberikan kepada 58 penerima manfaat, terdiri dari 39 rumah dengan kategori rusak sedang, serta 19 rumah yang mengalami kerusakan parah.

Wakil Bupati Agus Masykur berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban para korban. Ia juga menekankan pentingnya penggunaan santunan tersebut untuk memperbaiki rumah yang terdampak. “Semoga santunan ini bisa membantu memperbaiki rumah warga yang rusak akibat angin puting beliung,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar bantuan fisik, Agus Masykur juga mengajak warga untuk bangkit dan membangun kembali kehidupan yang sempat terguncang. Ia berharap sinergi dari semua unsur terus terjaga demi mempercepat pemulihan warga.

Turut hadir dalam penyerahan bantuan ini, Asisten Daerah I, Kepala BPBD Subang, Kabag Kesra Setda Subang, Baznas Subang, jajaran TNI/Polri, serta Pemerintahan Kecamatan dan Desa Tambakan.

Juni 2025, Jalan Rusak di Subang Mulai Diperbaiki: “Pokokna Bakal Leucir!”

Perbaikan jalan rusak Subang
Foto: jabar.tribunnews.com

Subang – Program perbaikan jalan rusak di Kabupaten Subang akan segera direalisasikan. Pemerintah Kabupaten Subang menargetkan pertengahan Juni 2025 sebagai awal pengerjaan fisik infrastruktur tersebut.

Langkah ini diumumkan langsung oleh Bupati Subang Reynaldy Putra Andita saat kegiatan Saba Desa di Kecamatan Cipunagara, Sabtu (3/5/2025). Ia didampingi oleh Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi.

Dalam kegiatan ini, keduanya meninjau kondisi jalan rusak menggunakan sepeda motor. Mereka menyusuri sejumlah ruas jalan kabupaten yang tersebar di beberapa desa di wilayah tersebut.

Rute yang dilewati mencakup Desa Padaasih Cibogo, Wanasari, Manyingsal, Padamulya, Jati, Parigi, Tanjung, dan Sidajaya. Seluruh rute tersebut termasuk jalur strategis yang vital bagi konektivitas warga.

Beberapa ruas jalan yang ditinjau di antaranya Wanasari–Manyingsal (650 meter), Manyingsal–Parigimulya (250 meter), Wanasari (150 meter), Wanasari–Padamulya (150 meter), dan Parigimulya (250 meter).

Menurut Bupati yang akrab disapa Kang Rey, kegiatan Saba Desa penting untuk melihat langsung kondisi lapangan. Ia ingin memastikan bahwa penanganan dilakukan secara objektif dan tepat sasaran.

“Insyallah bulan Juni kita cor,” ujar Kang Rey, menandakan bahwa proses pengecoran jalan dimulai pertengahan tahun ini.

Ia menegaskan bahwa seluruh infrastruktur strategis, khususnya jalan kabupaten, ditargetkan rampung pada tahun kedua masa kepemimpinannya. Untuk itu, kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan.

“Pokokna bakal leucir!” seru Kang Rey dengan penuh semangat. Ia optimistis bahwa perbaikan ini akan memperlancar mobilitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Subang.

Hadir dalam kegiatan ini antara lain Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, para kepala OPD, Forkopimcam Cipunagara, dan perangkat desa.

Karang Taruna Subang Siap Gelar Temu Karya, Formulir Calon Ketua Masih Sepi Peminat

Temu Karya Karang Taruna Subang
Foto: www.jabarpress.com

Subang – Karang Taruna Kabupaten Subang tengah bersiap menggelar Temu Karya Tingkat Kabupaten. Agenda penting ini bertujuan memilih ketua umum dan jajaran pengurus baru untuk periode selanjutnya.

Heri Susanto, Sekretaris Umum Karang Taruna Provinsi Jawa Barat sekaligus Ketua Karang Taruna Subang 2019–2024, mengonfirmasi kesiapan acara. Ia menyatakan, panitia pengarah (SC) dan pelaksana (OC) telah dibentuk. Jadwal tahapan kegiatan pun sudah dirancang dengan matang.

Menurut Heri, tahapan Temu Karya telah dimulai sejak April. Saat ini, prosesnya memasuki tahap pendaftaran bakal calon ketua umum. Pendaftaran berlangsung sejak 25 hingga 30 April 2025.

Memasuki awal Mei, tahapan berlanjut ke pengambilan formulir calon ketua umum. Namun, hingga hari kedua pada 2 Mei 2025, belum ada satu pun pendaftar yang mengambil formulir.

“Sudah hari ke-2, belum ada yang mengambil formulir pendaftaran bakal calon ketua,” ungkap Heri.

Selanjutnya, pengembalian formulir dan kelengkapan berkas dijadwalkan pada 6–8 Mei 2025. Setelah itu, proses verifikasi dan validasi calon akan berlangsung pada 16–17 Mei. Para calon akan menyampaikan visi dan misi mereka pada 24–25 Mei 2025.

Hardiknas Subang 2025: Komitmen Bersama Wujudkan Pendidikan Bermutu

Upacara Hardiknas Subang 2025
Foto: www.mediajabar.com

Subang – Alun-alun Subang diselimuti suasana khidmat pada Jumat pagi, 2 Mei 2025. Ribuan peserta hadir mengikuti Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kabupaten Subang.

Momentum ini menjadi ruang refleksi sekaligus bentuk nyata komitmen dalam membangun pendidikan yang berkualitas demi masa depan generasi penerus bangsa.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Dra. Nunung Suryani, M.Si., bertindak sebagai Penjabat Upacara. Sementara itu, Kepala SDN Dangdeur I, Wawan Suryana, S.Pd., M.Si., memimpin jalannya upacara.

Rangkaian upacara dimulai dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Subang. Pembacaan Pancasila dilakukan oleh Sandi Mas Adilangu, S.AP., dan pembukaan UUD 1945 oleh Fera Maulidya Sukarno, M.Pd.

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, S.IP., menjadi Pembina Upacara. Dalam amanatnya, ia menyampaikan pesan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Ia menegaskan, Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, ini adalah momentum strategis untuk memperkuat dedikasi dan semangat seluruh elemen bangsa dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat.

Pendidikan yang setara dan inklusif, menurut Bupati Subang, merupakan amanah konstitusi. UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 menjamin hak setiap warga negara atas pendidikan bermutu tanpa diskriminasi.

“Pendidikan adalah hak asasi sekaligus hak sipil. Ini menjadi jembatan mobilitas sosial dan pengangkat martabat bangsa,” ujarnya membacakan amanat menteri.

Ia juga menyoroti komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menjadikan pembangunan SDM unggul sebagai prioritas nasional melalui Asta Cita keempat.

Berbagai reformasi terus didorong, mulai dari revitalisasi sarana, transformasi digital, hingga peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru.

Guru tak lagi sekadar fasilitator, tetapi juga mentor, konselor, dan agen perubahan. Pemerintah mendorong pembelajaran mendalam, pengenalan AI, serta implementasi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Karakter peserta didik juga menjadi perhatian, salah satunya lewat program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Kebiasaan ini mencakup bangun pagi, beribadah, olahraga, makan sehat, belajar, bermasyarakat, dan tidur teratur.

Untuk membangun semangat nasionalisme sejak dini, diterapkan pula program Pagi Ceria. Kegiatan ini berisi senam bersama, menyanyikan lagu kebangsaan, dan doa pagi bersama.

Upacara juga menjadi ajang penghargaan bagi tenaga pendidik. Presiden RI menganugerahkan Satya Lencana Karya Satya kepada Pepen Ependi, Guru SMKN 1 Subang, atas pengabdiannya di dunia pendidikan.

Usai upacara, dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama SPMB Tahun Ajaran 2025/2026 untuk jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Subang.

Tak hanya itu, juga ditegaskan sinergi dalam pembangunan pendidikan berbasis kedisiplinan dan bela negara. Pemukulan gong oleh Bupati menjadi simbol dimulainya proses tersebut.

Kegiatan ini diikuti lebih dari 3.700 peserta, termasuk ASN, kepala sekolah, guru, siswa, dan masyarakat pendidikan.

Kebersamaan lintas sektor menjadi wujud nyata tema Hardiknas 2025: Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Subang, Sekda, Forkopimda, Ketua TP PKK, dan berbagai unsur penting lainnya, memperkuat semangat gotong royong membangun pendidikan.

Subang Kukuhkan Dewan Pendidikan Baru, Tegaskan Komitmen Pendidikan Bebas Celah

Pelantikan Dewan Pendidikan Kabupaten Subang
Foto: Bupati Subang Reynaldy Putra Andita melantik Dewan Pendidikan Kabupaten Subang di Aula Pemda Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Jumat (02/05/2025). FOTO: ISTIMEWA/LAMPU HIJAU

Subang – Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Kabupaten Subang resmi melantik jajaran baru Dewan Pendidikan dan Komite Etik Pendidikan. Acara pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati Reynaldy Putra Andita di lingkungan Pemda Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat (2/5/2025).

Ellys Langi kini memegang amanah sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Subang untuk periode 2025–2030. Ia dilantik bersama 10 anggota lainnya serta tiga orang dari Komite Etik Pendidikan.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Kang Rey menegaskan pentingnya kolaborasi serta pengawasan ketat terhadap dunia pendidikan di Subang. Ia menaruh perhatian khusus pada tata kelola sekolah yang transparan dan akuntabel.

“Saya sangat miris, Bapak Ibu. Hari ini, temuan BPK justru muncul di sekolah-sekolah, bukan di dinas atau kadisnya,” ungkap Kang Rey dengan nada prihatin.

Menurutnya, sistem pengawasan dan pembinaan sekolah perlu ditata ulang. Selain itu, pembentukan karakter siswa juga harus menjadi prioritas utama.

Ia juga menyinggung tekanan yang sering dihadapi kepala sekolah dari oknum-oknum tertentu. Karena itu, ia mendorong agar Dewan Pendidikan menjadi mitra strategis bagi sekolah dalam menyikapi berbagai persoalan.

Kang Rey menekankan bahwa pendidikan adalah prioritas tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga menjadi agenda strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta cita-cita nasional yang dipimpin Presiden RI, Prabowo Subianto.

Pelantikan Dewan Pendidikan ini diharapkan menjadi tonggak penguatan sistem pendidikan di Subang—sebuah sistem yang berkarakter, kompetitif, transparan, dan bebas dari penyimpangan.

Dengan kepengurusan baru ini, Subang menatap masa depan pendidikan yang lebih disiplin dan berintegritas tinggi.

Recent Posts