harapanrakyat.com,- Hotel Horison Palma Pangandaran, Jabar, membuka display gerai batik dahon dan tempat khusus untuk proses membatik. Hotel tersebut juga menampilkan berbagai produk hasil UMKM Pangandaran, saung kelapa dan lainnya.
Pembukaan gerai tersebut dalam rangka menarik minat wisatawan.
General Manager Horison Palma Pangandaran, R Angga M Mudzakir mengatakan, produk-produk UMKM Pangandaran sudah tembus ke luar negeri. Seperti ecoprint batik dahon, dan juga produk UMKM saung kelapa dan lainnya.
“Displaynya sudah kita siapkan untuk pajangan produk-produk lokal asal Pangandaran di dalam hotel,†ujarnya Sabtu (21/1/2023).
Dengan adanya gerai display tersebut kata dia, para tamu bisa membikin batik dahon secara langsung, dan hasilnya bisa dibawa pulang.
“Produk lokal Pangandaran ini kita eksplore untuk mengenalkan ke pengunjung. Tujuannya yakni membangkitkan ekonomi warga sekitar dan menarik pengunjung untuk datang ke Pangandaran,” kata R Angga M Mudzakir.
Selain membuka gerai batik, pihaknya juga membuka sajian makanan khas Pangandaran, dengan tema kampung nelayan harga paket Rp 150 ribu per orang bisa makan sepuasnya.
“Pengunjung bisa makan sepuasnya, semua bahan makanannya berasal dari hasil tangkapan nelayan Pangandaran dari laut. Paket kuliner kampung nelayan ini buka seminggu sekali, setiap hari Jumat,†ungkapnya.
Tema Kampung Nelayan lanjut R Angga, dipilih sebagai Signature dari Kabupaten Pangandaran yang mayoritas masyarakat lokalnya berprofesi sebagai nelayan.
“Masyarakat nelayan Pangandaran banyak menggantungkan hidup dari hasil laut, kita bantu pemasarannya juga agar perekonomian warga sekitar mulai tumbuh dan berkembang,” jelasnya. (Madlani/R8/HR Online/Editor Jujang)
harapanrakyat.com,- Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin, SE, Msi, Pangdam I/Bukit Barisan meninjau langsung proses pembangunan venue F1H20 di Kabupaten Toba, Jumat (20/1/2023).
Pangdam lakukan pengecekan bersama Irjen Pol Drs RZ Panca Putra Simanjuntak (Kapolda Sumut), Brigjen TNI Asep Jauhari (Kabindasu), serta Kolonel Inf Hindratno Devidanto (Asops Kasdam I/BB).
Kedatangan Pangdam dan rombongan disambut Wabup Toba, Dandim 0210/TU, Kapolres Toba dan jajaran pejabat TNI lainnya.
Pada kesempatan itu Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin mengatakan, kedatangannya ke Toba untuk mengecek progres pembangunan venue F1H20 di Jalan Muliaraja, Kecamatan Balige.
“Kami juga ingin melihat langsung persiapan pengamanan kegiatan F1 Powerboat atau balap perahu super cepat yang evennya dilakukan tahun 2023 ini,†ujar Pangdam.
harapanrakyat.com,- Budidaya ikan nila di Kota Banjar, Jawa Barat masih menjanjikan. Pangsa pasar untuk ikan jenis ini pun masih terbuka lebar.
Pembudidaya ikan nila, Hendy Ruhaedy (39), warga lingkungan Randegan RT 9 Rw 5, Desa Raharja, Kota Banjar meraup omset hingga puluhan juta.
Ia menggunakan sistem bioflok dalam budidaya ikan, menurutnya sistem ini memiliki peluang bisnis dan pangsa pasar yang bagus.
Bahkan, Hendy mengaku selama ini masih belum bisa memenuhi kebutuhan pasokan ikan di pasar Banjar.
Ikan hasil budidayanya baru mampu menyuplai sekitar 2-4 kuintal kebutuhan ikan nila per hari. Sementara, untuk hasil panen ikan nila yang Ia kembangkan rata-rata sekitar 2,5-3 ton per bulan.
Belum termasuk memasok bibit untuk memenuhi kebutuhan para petani ikan nila, sehingga peluangnya masih terbuka lebar.
“Untuk kebutuhan konsumsi ikan nila saya baru bisa menyuplai pasar sekitar 2,4 kuintal per hari. Jadi, peluangnya masih besar,” kata Hendy kepada harapanrakyat.com, Sabtu (21/1/2023).
Hendy melanjutkan, selain kebutuhan pasar yang cukup tinggi, selama ini untuk pemenuhan pasokan kebutuhan ikan di Banjar masih mengandalkan pasokan dari luar daerah.
Menurutnya, para pembudidaya ikan nila di Banjar harus bisa memanfaatkan peluang tersebut, agar kebutuhan ikan bisa terpenuhi dan mengurangi pasokan dari luar daerah.
“Kebutuhan pasar cukup tinggi sementara pasokan belum terpenuhi oleh para petani. Jadi masih ada potensi untuk mengembangkannya,” kata Hendy.
Peluang Budidaya Ikan Nila, Kebutuhan Baru Terpenuhi 10 Persen
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Banjar, Yoyon Cuhyon, mengatakan, selama ini untuk produksi ikan dari para petani atau pembudidaya baru mampu menyuplai sekitar 10 persen kebutuhan ikan di Banjar.
Sedangkan 90 persen untuk memenuhi kebutuhan ikan tersebut masih mengandalkan pasokan dari luar daerah. Adapun kebutuhan ikan di Banjar rata-rata 4,5-6 ton per hari.
“Paling tinggi itu untuk kebutuhan ikan nila. Sekarang kita baru bisa memenuhi sekitar 10 persen dari kebutuhan pasar,” katanya.
Karena itu, Yoyon melanjutkan, untuk memenuhi kebutuhan pasar saat ini pihaknya tengah menggencarkan pengembangan budidaya ikan menggunakan sistem bioflok.
Ia menarget kedepan hasil pengembangan budidaya ikan para petani dapat menyuplai 30 persen kebutuhan ikan Kota Banjar, baik nila ataupun yang lain.
Selain itu, dengan mengambil ikan dari petani di daerah sendiri bisa mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
“Kita sekarang menggencarkan sistem bioflok, sudah dua tahun 2-3 tahun berjalan tapi hasilnya memang masih dibawah 5 persen untuk memenuhi kebutuhan pasar. Kita target kedepan bisa menyuplai 30 persen.” Pungkasnya. (Muhlisin/R12/HR-Online/Editor-Rizki)
harapanrakyat.com,- Tebing longsor di Jatinagara, tepatnya di Dusun Mekarsari, Desa Mulyasari, Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, saat hujan deras mengguyur pada Sabtu (21/01/2023) sore.
Bencana tebing longsor yang terjadi di wilayah tersebut mengakibatkan empat rumah milik warga rusak. Satu diantaranya rusak parah.
Kasi Pemerintahan Desa Mulyasari, Anda Sanjaya membenarkan adanya bencana tebing setinggi 15 meter yang longsor menimpa empat rumah milik warga.
Ia menyebutkan, keempat rumah itu milik Titin, Cicih, Masruri, dan rumah Aj Mamad, warga RT 03/07, Dusun Mekarsari, Desa Mulyasari, Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis.
“Dari keempat rumah tersebut, rumah milik Aj Mamad mengalami kerusakan paling parah. Bagian dinding ruangan dapur rumahnya jebol, material longsoran tebing berupa tanah masuk ke dalam ruangan,†terang Anda kepada harapanrakyat.com.
Ia juga menjelaskan, bencana tebing longsor terjadi pada Sabtu sore tadi sekitar pukul 15.30 WIB, ketika hujan deras mengguyur.
Atas peristiwa tersebut, pemerintah desa sedang menginventarisir kerugian warga yang rumahnya terdampak longsoran tebing.
Untuk mengantisipasi adanya longsor susulan, keempat keluarga terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya masing-masing yang lebih aman.
“Alhamdulillah, pasca adanya laporan bencana tebing setinggi 15 meter longsor, semua Muspika Kecamatan Jatinagara langsung mendatangi lokasi kejadian,†pungkas Anda Sanjaya. (Dji/R3/HR-Online/Editor-Eva)
Curug Dengdeng Tasikmalaya adalah objek wisata air terjun yang memiliki keindahan alam dari bentuknya yang persis mirip pahatan. Mirip dengan Curug Cileutak yang punya pesona bagai Niagara. Namun, Curug Dengdeng memiliki area yang lebih luas dan ada lesehan Sunda dengan menu hidangan lengkap.
Lokasi berada di Kampung Cirerese, Desa Tawang, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Jika mengambil rute dari pusat Kota Tasikmalaya, maka Anda akan menempuh perjalanan sekitar 2 jam lamanya.
Sebagai petunjuk, ambil arah ke Desa Cikawung Gading, kemudian masuk ke area Kampung Caringin. Selanjutnya Anda akan menemukan petunjuk menuju Curug Dengdeng Tasikmalaya. Berikut poin-poin menarik yang perlu Anda ketahui sebelum berkunjung.
Pesona Objek Wisata Curug Dengdeng Tasikmalaya
Nama “dengdeng” berasal dari Bahasa Sunda artinya “memahat”. Benar saja, karena apabila kita melihat dari kejauhan, bentuk air terjunnya mirip seperti hasil pahatan dengan ketinggian yang sama di kedua sisi. Oleh karena itu, banyak wisatawan memberi julukan Niagara-nya Jawa Barat.
Ada Lesehan Masakan Sunda
Untuk memasuki objek wisata Curug Dengdeng Tasikmalaya, pengunjung perlu membayar tiket sebesar Rp 5.000 per orang. Rute menuju area parkir bisa diakses oleh mobil ataupun motor, meski medannya cukup terjal. Kebanyakan pengunjung lebih suka datang menggunakan motor agar mudah melewati jalan yang sempit.
Di dekat air terjun, ada lesehan atau rumah makan tradisional dengan menu masakan yang lumayan lengkap. Pengunjung bisa pesan nasi liwet, ikan bakar, mendoan, sambal, hingga lalapan. Saat pesanan datang, pengunjung bisa menikmati hidangan dengan view curug.
Menurut cerita sejarah, umat Muslim meyakini bahwa Nabi Daud pernah singgah ke Curug Dengdeng untuk berwudhu sebelum mengumandangkan adzan. Karena suara lantunan yang sangat merdu, maka alam sekitar curug menjadi lebih indah dari sebelumnya.
Oleh karena itu, warga sekitar pun percaya apabila ada orang yang mandi atau berendam di curug tingkatan pertama, maka suaranya akan menjadi lebih merdu.
Selain itu, ada juga yang mengatakan bahwa curug tingkatan paling atas adalah tempat bertarung dua pangeran.
Kedua pangeran yang dimaksud adalah Jaya Laksana dan Jaya Nalangsa. Mereka bertarung hingga salah satunya wafat, dan dimakamkan di curug tingkatan paling bawah. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)
Kofchi Korean Fried Chicken Tasikmalaya adalah tempat makan cepat saji yang menyediakan olahan ayam goreng dengan tepung khas Korea. Tempat ini juga menjadi rekomendasi bagi penggiat kuliner yang hobi menyantap makanan pedas.
Nama ‘Kofchi’ merupakan kependekan dari Korean Fried Chicken, sehingga masyarakat sudah bisa membayangkan menu andalan dari brand tersebut.
Lokasi kedai Kofchi beralamat di Jalan Cilolohan nomor 7, Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Agar lebih mudah mencarinya, orang-orang bisa menemukan kedai yang berada di depan SDN Cilolohan 2.
Jika Anda sering menonton drama Korea, pasti selalu ada adegan di salah satu episode yang memperlihatkan karakter utamanya makan ayam goreng.
Oleh karena itu, fried chicken khas Korea menjadi jenis kuliner yang tren di kalangan pecinta drakor. Berikut adalah rekomendasi menu terenak yang bisa kita temukan di Kofchi.
Menu Best Seller Kofchi Korean Fried Chicken Tasikmalaya
Ayam goreng selalu menjadi teman nasi yang pas untuk makan siang dan makan malam. Namun, ayam goreng produk Kofchi menyajikan rasa yang unik berkat resep khas Korea sehingga punya keunggulan tersendiri.
Chicken Bulgogi
Di Korea, bulgogi adalah olahan daging sapi yang menggunakan bumbu campuran kecap asin, gula, dan rempah-rempah. Akan tetapi, Anda bisa menikmati bulgogi versi ekonomis dengan ayam goreng. Taburan biji wijen di atasnya membuat Chicken Bulgogi selalu berhasil membangkitkan selera.
Sementara itu, Kofchi Korean Fried Chicken Tasikmalaya juga menyediakan varian lain untuk ayam goreng. Ada varian original, geprek, black pepper, barbeque, yang-nyeom dan buldak. Pelanggan juga bisa minta tambah saus keju untuk menambahkan rasa asin dan creamy pada chicken yang pedas.
Hidangan mie sudah menjadi makanan favorit di segala kondisi, karena proses penyajiannya yang cepat dan terasa kenyal di lidah. Di Kofchi Korean Fried Chicken Tasikmalaya, Anda bisa mencoba kombinasi ramen dan chicken buldak.
Dalam bahasa Korea, buldak artinya “ayam berapi” atau sajian ayam dengan bumbu pedas yang biasanya menggunakan pasta cabai gochujang. Ayam pedas ini akan lebih enak apabila Anda menyantapnya bersama ramen bumbu keju. Perpaduan rasa pedas, manis, gurih, dan sedikit asin ini membuat lidah bergoyang.
Rate harga makanan di Kofchi berkisar antara Rp 9.000 hingga Rp 21.000 per item. Mengingat kisaran harga yang terjangkau, kedai ini menjadi tempat tujuan bagi anak kost untuk makan sehari-hari. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)
Gildak Asia Plaza Tasikmalaya merupakan outlet yang menyediakan Korean Street Food atau makanan pinggir jalan khas Korea. Saat ini, Gildak telah memiliki lebih dari 91 ribu pengikut Instagram dan sekitar 100 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia.
Lokasi outlet beralamat di Ruko C-04 Asia Plaza, Jalan HZ Mustofa nomor 326, Tuguraja, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.
Kawasan mall Asia Plaza sangat luas, namun orang-orang bisa menemukan outlet Gildak di samping Malatang Hotpot Golden Monkey.
Korean street food atau makanan pinggir jalan khas Korea biasanya ada di pasar malam. Namun, Gildak buka dari pukul 10 pagi sehingga penggemar drama korea dan kpop bisa datang berkunjung lebih awal.
Rate harga menu makanan dan minuman berkisar antara Rp 18.000 hingga Rp 66.000 per item. Berikut ini adalah menu best seller yang bisa kita temukan di outlet.
Ayam Goreng Bumbu Pedas
Menu andalan Gildak Asia Plaza Tasikmalaya adalah olahan ayam goreng tepung dengan berbagai varian rasa. Setiap rasa menggunakan nama-nama kota yang ada di Korea, yaitu Gimpo, Itaewon, Seoul, dan Busan.
Gimpo Chicken punya rasa manis pedas, sedangkan Itaewon Chicken lebih crispy dan gurih. Ayam goreng dari outlet ini juga bisa menjadi teman makan nasi agar lebih kenyang.
Tteokbokki dan Odeng
Sementara itu, tteokbokki sudah menjadi jajanan yang populer di Korea. Cemilan yang terbuat dari tepung beras ini memiliki bentuk bulat memanjang dan menggunakan bumbu saus gochujang.
Gildak Asia Plaza Tasikmalaya kemudian menyajikan tteokbokki sepaket dengan odeng, olahan ikan yang gurih. Menu ini disebut Busan Obokki (odeng tteokbokki). Selain enak sebagai camilan, orang-orang jugabisa menyantap Obokki dengan ramen.
Generasi milenial dan Gen Z sudah tidak asing lagi dengan minuman boba kekinian. Untungnya, Gildak Asia Plaza Tasikmalaya juga berkolaborasi dengan Street Boba.
Campuran susu segar dan gula aren pada Shibuya Fresh Milk memberikan kesegaran yang tidak ada duanya.
Apabila mencari minuman pembangkit mood, ada Hokkaido Choco yang merupakan olahan coklat dengan gula aren. Sensasi kenyal dari boba pun menambah kenikmatan dari minuman yang membuat Street Boba semakin banyak dikenal. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)
review1st.com – Lazada Indonesia (Lazada) baru-baru ini memperkenalkan KeLaz Belajar (18/1), sebuah pusat pelatihan bagi para penjual di Lazada.
Kehadiran KeLaz Belajar yang berlokasi di Tamansari, Bandung, Jawa Barat ini ditujukan untuk mendukung para penjual di Lazada terus belajar dan mengembangkan kemampuannya dalam membangun bisnis online yang berkelanjutan di Lazada dan bisa #NaikKelaz.
Berbagai fasilitas dihadirkan di KeLaz Belajar ini untuk mendorong peningkatan cuan yang bisa diraih penjual.Â
Pemberdayaan penjual sejak lama menjadi salah satu fokus Lazada seiring dengan komitmen perusahaan untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
“Dinamisnya industri digital ditambah dengan kompetisi bisnis yang semakin ketat membuat pelaku bisnis harus terus meningkatkan ilmu dan kemampuan kewirausahaan digitalnya agar bisa selalu bertumbuh.
“Kami menghadirkan KeLaz Belajar beserta berbagai fasilitas pendukungnya untuk bisa membantu para penjual yang ingin berkembang di dunia digital dan mendapatkan lebih banyak penjualan,†ujar Head of Business Development & Seller Engagement Lazada Indonesia Fitri Karnadi, yang akrab disapa Riri.Â
Untuk mendukung proses pembelajaran, KeLaz Belajar menyediakan berbagai fasilitas yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan para penjual.
Kelas pengembangan bisnis, misalnya, akan dilaksanakan secara rutin di KeLaz Belajar dan menyediakan berbagai materi pembelajaran seperti kiat berjualan di e-commerce untuk pemula, kiat foto produk yang menarik, cara live streaming untuk menarik pelanggan, mengenal fitur Lazada untuk tingkatkan cuan, dan masih banyak lagi materi lainnya.
Pelatihan inkubasi untuk penjual baru di Lazada serta pelatihan persiapan menghadapi festival belanja juga akan dilakukan di KeLaz Belajar ini.Â
Selain itu, Kelaz Belajar juga menyediakan photo product corner dan livestream corner yang dilengkapi dengan studio mini lengkap dengan maneken (boneka peraga), sistem pencahayaan, serta tripod yang bisa langsung digunakan penjual untuk belajar memfoto produk yang baik serta mencoba melakukan livestream yang bisa menarik perhatian pembeli.
Semua fasilitas tersebut dapat digunakan secara gratis oleh para penjual di Lazada, setiap hari Senin hingga Jumat, pukul 12.00 -18.00 WIB.Â
“Kehadiran KeLaz Belajar membantu kami para penjual untuk menambah pengetahuan dan wawasan kami mengenai bisnis online. Kami juga bisa memanfaatkan KeLaz Belajar bila ingin berkumpul dan mengadakan acara komunitas bersama Lazada Club Bandung, untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman.
“Harapannya, saya dan teman-teman penjual lainnya bisa makin semangat belajar bersama dan semakin berkembang di platform digital,†ujar Nuraeni, salah seorang pemilik toko di Lazada.Â
Lazada memang berkomitmen menyediakan ekosistem yang menyeluruh serta mudah diakses dan digunakan para penjual. “KeLaz Belajar memang menjadi sarana yang melengkapi ekosistem pembelajaran kami di Lazada dan diharapkan menjadi solusi yang bisa mendorong penjual #TambahYakin untuk terus belajar dan bertumbuh bersama Lazada.
“Kami memang berfokus untuk memberdayakan para penjual yang memang serius ingin berkembang di platform digital,†tambah Riri.Â
Berbagai komitmen pemberdayaan penjual dilakukan Lazada di bawah payung Gerakan Akselerasi Karya Rakyat Digital Indonesia (Gerakan AKAR Digital Indonesia) melalui program edukasi di dalam Lazada University ataupun pembelajaran berbasis komunitas Lazada Club.
Tersedia di 34 kota di Indonesia, termasuk kota Bandung, anggota Lazada Club aktif berbagi pengetahuan dan informasi kepada sesama anggota dengan harapan bisa saling mendorong pertumbuhan bisnis masing-masing, baik melalui kelas pelatihan maupun sesi ngobrol santai.Â
“Kami berharap bisa terus berkontribusi kepada pengembangan para penjual lokal dan akan terus menghadirkan program dan fasilitas yang bisa menjadi penyemangat mereka untuk terus belajar dan mengembangkan bisnis.
“Untuk yang berdomisili di Bandung dan sekitarnya, silakan datang ke KeLaz Belajar Bandung dan manfaatkan seluruh fasilitas yang ada. Mari belajar dan tumbuh bersama Lazada!†ajak Riri.Â
Informasi lebih lanjut mengenai cara menjadi penjual di Lazada dapat ditemukan di link Yuk Jualan Online. Sementara bagi penjual di Lazada yang ingin mengikuti kelas pengembangan bisnis, daftar segera di link Kelaz Belajar.
harapanrakyat.com,- Kisah inspiratif datang dari seorang warga lingkungan Randegan, Desa Raharja, Kota Banjar, Jawa Barat, Hendy Ruhaedy (39) yang sukses budi daya ikan nila dengan sistem bioflok jumbo.
Ukuran bioflok yang digunakan berukuran 6 meter sampai 15 meter. Hendy mampu menghasilkan omzet hingga puluhan juta rupiah setiap bulannya dari hasil budi daya tersebut.
Hendy mulai menekuni budi daya ikan nila menggunakan sistem bioflok sejak 2017 lalu. Namun baru sekarang ini menggunakan bioflok berukuran jumbo. Budi daya ikan nila yang Hendy kembangkan berjumlah sekitar 29 unit yang terbagi di dua titik lokasi.
“Semuanya ada 29 bioflok. Untuk yang ukuran jumbo itu ada 8 unit,” kata Hendy kepada harapanrakyat.com, Sabtu (21/1/2023).
Budi daya yang Hendy lakukan mulai dari pembibitan hingga pembesaran atau konsumsi. Adapun ikan nila yang ia budi daya, jenis sultana, nirwana dan kekar. Tiga jenis ikan nila tersebut menurutnya merupakan jenis yang paling banyak dikembangkan. Pertumbuhannya lebih cepat besar dan juga lebih tahan dari serangan penyakit.
“Saya nggak cuma buat konsumsi atau pembesaran saja tapi juga untuk pembibitan juga ada. Dan saya pilih tiga jenis ikan nila ini karena lebih cepat besar dan lebih tahan dari serangan penyakit sehingga bisa meminimalisir resiko kerugian,” katanya.
Budi Daya Ikan Nila Bioflok Jumbo Hasilkan 3 Ton Ikan
Satu bioflok berukuran jumbo mampu menampung sekitar 15 ribu ekor bibit ikan nila dengan ukuran sebesar dua jari tangan. Dari satu bioflok tersebut, Hendy mampu menghasilkan 2,5-3 ton saat panen. Adapun jarak antara masa pembesaran dengan masa panen yaitu 2-3 bulan.
“Masa panen dari proses pembesaran itu 2-3 bulan. Kebetulan sudah simultan setiap bulan sekitar 2,5-3 ton per bulan,” kata Hendy yang juga guru Olahraga SDN 2 Mekarharja.
Selama ini hasil panen ikan nila milik Hendy untuk memenuhi kebutuhan ikan di Pasar Banjar. Sedangkan untuk bibit ikan, Hendy biasa menjualnya kepada sesama petani ikan. Harga jual ikan nila yaitu berkisar antara Rp 25 ribu sampai Rp 26 ribu per kilogram.
Meski begitu, Hendy mengaku dalam budi daya ikan nila dengan sistem bioflok ini juga tak lepas dari mengalami kendala. Salah satunya harga pakan ikan yang cukup mahal dan memangkas biaya produksi.
“Saya masih ada kendala terutama untuk pakan,” katanya. (Muhlisin/R9/HR-Online/Editor-Dadang)
harapanrakyat.com,- Operasi gabungan pencarian orang korban tenggelam di Sungai Citanduy, Kota Banjar, Jawa Barat, resmi ditutup. Penutupan operasi gabungan dilakukan setelah apel dan evaluasi di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, Sabtu (21/01/2023).
Koordinasi Pos SAR Tasikmalaya Bagus Prayogo mengatakan, penutupan operasi pencarian dilakukan setelah kedua jenazah korban tenggelam berhasil ditemukan.
“Hari ini pukul 09.15 WIB operasi gabungan pencarian korban tenggelam resmi kita akhiri setelah kedua korban berhasil ditemukan,†kata Bagus Prayogo, saat apel penutupan Opsar.
Petugas gabungan berhasil menemukan kedua korban dalam keadaan meninggal dunia di Bendungan Manganti, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tadi.
“Pertama kita mendapat informasi penemuan korban bernama Eris Sanjaya. Kemudian selang beberapa jam korban bernama Ade Mulyana juga ditemukan,†terangnya.
Bagus menjelaskan, berdasarkan evaluasi pencarian korban tenggelam di Sungai Citanduy, petugas mengalami beberapa kendala.
Salah satu kendalanya adalah cuaca, karena beberapa hari terakhir terjadi hujan. Kemudian arus sungai yang tidak bisa diprediksi.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar Kusnadi, menyampaikan apresiasi kepada petugas yang terlibat dalam operasi gabungan pencarian korban tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak dan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pencarian korban. Semoga menjadi amal kebaikan,†ucapnya.
Kusnadi menambahkan, pihaknya sudah menyerahkan kedua jenazah korban kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan.
“Tadi kita sudah menyerahkan kedua jenazah kepada masing-masing keluarga untuk dimakamkan. Kami seluruh petugas memohon maaf apabila ada kekurangan atau perilaku yang kurang berkenan selama proses pencarian,†pungkasnya. (Sandi/R3/HR-Online/Editor-Eva)