Beranda blog Halaman 1110

Terungkap, Ini Identitas Penanam Ganja di Cagar Wisata Situ Cangkuang Garut

Identitas-Penanam-Ganja-di-Cagar-Wisata-Situ-Cangkuang-Garut.jpg

harapanrakyat.com,- Polisi berhasil mengungkap sosok penanam ganja di area dekat Cagar Wisata Situ Cangkuang Garut, Jawa Barat.

Ternyata, ia adalah Cepi yang berprofesi sebagai dukun. Selain itu, warga sekitar juga mengenal Cepi sebagai jagoan kampung.

Sebelumnya, penemuan kebun ganja di wilayah Cagar Wisata Situ Cangkuang, Kecamatan Leles Garut, membuat geger warga sekitar.

Warga tak menyangka bahwa pengelola menanam ganja di atas tanah milik Dinas Pariwisata Garut.

“Saya kira banyak polisi pakaian preman lagi syuting atau bikin konten. Ternyata lagi mengendap pohon ganja,” kata warga sekitar yang tak mau disebut identitasnya, Rabu (1/2/2023).

Baca Juga: Geger! Polisi Temukan Kebun Ganja di Garut, 167 Ganja Ditanam di Kawasan Situ Cangkuang

Warga mengenal pelaku sebagai paranormal atau dukun. Bahkan masyarakat enggan berinteraksi, karena sifat pelaku berlaga jagoan kampung.

“Ya tahunya kaya dukun gitu. Suka kaya jagoan kampung gitu lah,” tambahnya.

Kapolres Garut AKBP Rio Wahyu Anggoro mengatakan, jumlah pohon ganja yang pelaku tanam sebanyak 167 pohon.

Sementara letak tanaman mariyuana tersebut di antara sempadan danau situ dengan kolam yang pelaku urus.

“Jumlahnya 167 pohon ganja termasuk bibit pohonnya. Sudah ada yang berusia 2 tahun, tingginya antara 1 meter hingga 2 meter. Pelaku sudah kita amankan ke mako,” kata Kapolres Garut.

Penanam ganja yang telah digelandang ke Mapolres Garut, terancam melanggar Pasal 111 junto Pasal 114 Undang-undang Narkotika, dengan ancaman 20 tahun penjara. (Pikpik/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Ular Kobra Bersarang di Bawah Kasur Dievakuasi Petugas Damkar Banjarsari Ciamis

Ular.jpg

harapanrakyat.com,- Ular kobra bersarang di bawah kasur berhasil dievakuasi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos WMK Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (01/02/2023).

Petugas Damkar Pos WMK Banjarsari Bintang mengatakan, pihaknya berhasil menangkap seekor ular jenis kobra yang bersembunyi di dalam kamar rumah warga, tepatnya di bawah kasur.

“Adanya laporan warga, kami langsung turun tangan untuk melakukan evakuasi ular kobra di rumah milik Amirah, warga Dusun Pahauran, RT 01/06, Desa Sindangsari, Kecamatan Banjarsari,” katanya.

Baca Juga: Tawon Ndas Bersarang di Garasi Mobil, Warga Ciamis Ini Minta Bantuan Damkar

Lanjut Bintang, ular kobra yang bersarang di bawah kasur itu pertama kali ditemukan oleh pemilik rumah. Saat itu pemilik rumah bermaksud akan membereskan pakaian yang bertumpuk di atas kasur.

Namun, saat tengah mengambil satu persatu tumpukan pakaian, tiba-tiba terlihat ada benda hidup yang mencurigakan. Setelah diteliti ternyata benda itu seekor ular kobra.

“Setelah saya tiba di lokasi langsung menuju kamar dan mencari ular kobra yang sempat terlihat oleh pemilik rumah. Saya cek seluruh ruang kamar, tapi ular kobra itu tidak nampak,” tutur Bintang.

Akhirnya, Bintang mencoba membuka kasur, dan ternyata ular kobra itu tengah terdiam di bawah kasur. Ia pun langsung mengamankan dan menangkapnya. (Suherman/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Geger! Temuan Jasad Bayi di Aliran Sungai Rancaekek Bandung

temuan-jasad-bayo-rancaekek-bandung.jpg

harapanrakyat.com,- Warga di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung Jawa Barat, digegerkan dengan penemuan jasad bayi mengambang di aliran Sungai Rancaekek.

Warga setempat menemukan bayi tersebut sudah dalam keadaan meninggal.

Terlihat dalam tayangan video dalam akun Instagram @info_cileunyi, jasad bayi itu tersangkut tumpukan sampah di aliran sungai tersebut.

Dalam keterangannya, warga setempat menemukan jasad itu pada Selasa (31/1/2023) sekitar pukul 14.00 WIB.

Dalam unggahan video berdurasi 53 detik tersebut, tampak seorang warga berusaha mengevakuasi jasad bayi yang tersangkut tumpukan sampah. Beberapa warga lainnya menyaksikan upaya evakuasi di pinggir sungai.

Baca Juga : Vandalisme di Kota Bandung, Kondisi Ruang Publik Taman Sungai Cidurian Rusak

Beruntung, upaya evakuasi tidak mengalami hambatan. Pasalnya, ketinggian air di aliran sungai tidak terlalu tinggi dan aliran sungai pun tidak terlalu deras. Sehingga, upaya evakuasi tidak memerlukan waktu yang cukup lama.

Meski menggunakan perlengkapan seadanya, warga yang melakukan evakuasi pun akhirnya dapat mengangkat jasad bayi ke pinggir aliran sungai.

“Upaya penyelamatan jasad bayi di aliran sungai,” ungkap seorang warga dalam video tersebut, Rabu (1/2/2023).

Terlihat juga dalam tayangan itu, sejumlah warga berkerumun di bantaran sungai yang bersiap melakukan evakuasi dari aliran sungai.

Baca Juga : Kota Bandung Terapkan Aturan Tata Ruang Baru

Namun, hingga saat ini belum ada keterangan dari instansi terkait mengenai usia dan jenis kelamin bayi tersebut. Banyaknya pihak yang menduga bayi tersebut dibuang ke aliran sungai, namun hal itu belum dapat terkonfirmasikan. (Ecep/R13/HR-Online)

Terekam CCTV, 5 Orang Hendak Ambil Paksa Mobil Sitaan Secara Arogan di Tasikmalaya

5-Orang-Hendak-Ambil-Paksa-Mobil-Sitaan-Secara-Arogan-di-Tasikmalaya.jpg

harapanrakyat.com,- Sejumlah pria terekam kamera CCTV atau pengawas berupaya mengambil paksa mobil sitaan dengan cara arogan di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Dalam rekaman tersebut, sang penagih berjumlah 5 orang itu selain menunjuk-nunjuk juga terlibat cekcok dengan penghuni rumah. Bahkan, adu mulut tersebut sampai dilerai oleh istri sang pemilik rumah.

Lima orang yang hendak mengambil mobil sitaan itu datang ke rumah Mugni Anwari, warga Perum Kacapi, Kelurahan Mangkubumi, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Rabu (25/1/2023) lalu.

Baca Juga: Tarik Paksa Motor Nasabah, Debt Collector di Tasikmalaya Diburu 8 Ormas

Terlihat dari CCTV yang ada di rumah tersebut, mereka datang untuk menyita mobil dari tangan Mugni, karena dianggap melakukan tipu gelap.

Kronologi 5 Orang Hendak Ambil Paksa Mobil Sitaan di Tasikmalaya

Mugni Anwari menceritakan awal mula 5 orang tersebut bisa datang ke rumahnya. Jadi, pada tahun 2019 lalu, ia merupakan karyawan dari AH yang merupakan bosnya saat itu.

Kemudian perusahaan AH atau tempatnya bekerja kolep, sampai debt collector mengejarnya dan akan mengambil paksa mobil sitaan. Sebab, bosnya itu tidak sanggup membayar cicilan mobil.

Kemudian, AH menitipkan salah satu mobil Mercy Seri C200 Nomor Polisi B 733 JEN kepadanya.

“Pada bulan November 2019 kemudian meminta tolong kepada saya untuk mencicil mobil Mercy itu karena sudah menunggak 3 bulan, dan dikejar-kejar oleh debt collector,” tuturnya kepada sejumlah awak media di rumahnya, Selasa (31/1/2023).

Mugni membantu bosnya untuk melunasi cicilan mobil selama 3 bulan. Singkatnya tahun 2020 dan 2021, cicilan mobil tersebut masih diteruskan olehnya hingga lunas.

Namun pada tahun 2021, AH yang merupakan mantan bosnya itu melaporkannya ke Polres Metro Bekasi.

“AH melaporkan saya karena telah menggelapkan mobil tersebut. Padahal kejadiannya, AH yang nitip minta bantuan untuk meneruskan cicilan mobil itu,” terangnya.

Baca Juga: Di Tasikmalaya, Debt Collector Dihajar Massa, Ini Penjelasan Polisi

Setelah persoalan tersebut sudah ditangani polisi, anggota Unit Ranmor Polres Metro Bekasi Kota, Kanit beserta penyidik datang ke rumahnya seperti yang terekam kamera CCTV.

“Saat datang mereka bersikeras dengan arogansi. Bahkan mereka akan mengambil yang menurut kelima orang itu mobil sitaan dengan paksa,” katanya.

“Tetapi, saya meminta untuk menghadirkan saudara AH di Polres Tasikmalaya Kota,” tambahnya.

Lanjutnya menambahkan, setelah perseteruan di rumahnya itu, pada akhirnya terjadi kesepakatan di Mapolres Tasikmalaya Kota. Dari kesepakatan itu, mobil tersebut dititipkan di Mapolres Tasikmalaya Kota jam 8 malam.

“Namun besok malamnya dapat laporan, bahwa tanpa sepengetahuan saya sudah ada yang membawa,” ucapnya.

Gugat Oknum Polisi Polres Metro Bekasi dan AH

Setelah kejadian sejumlah pria berupaya mengambil paksa mobil sitaan dengan cara arogan, Mugni melalui kuasa hukumnya, Dedi Supriadi, akan mengusut sampai tuntas.

Bukan hanya itu, pihaknya juga akan menggugat oknum anggota Polres Metro Bekasi dan mantan bosnya, AH. Sebab, sudah membawa mobil diluar kesepakatan.

Selain itu, alasan lain Mugni akan menggugat, karena ia mengaku sudah beritikad baik untuk membantu AH yang merupakan mantan bosnya.

“Saya sudah membantu bayar cicilan mobil Mercy C200 No B 733 JEN, tapi malah kebalik jadi dirugikan,” katanya.

Baca Juga: Debt Collector di Tasikmalaya Dihajar Massa, Motornya Dibuang ke Sungai

Lanjutnya menambahkan, bahwa ia memiliki bukti pembayaran cicilan mobil mewah dri awal hingga lunas. “Total yang saya keluarkan sejumlah Rp 150 juta,” terangnya.

Mugni mengaku, imbas dari kejadian oknum polisi yang akan ambil paksa mobil mewah sitaan itu sudah banyak merugikannya.

Menurutnya, tidak hanya kerugian uang dengan total ratusan juta, namun juga keluarganya sudah tercoreng. Sehingga membuat warga sekitar perumahan Kacapi Tasikmalaya menjadi resah.

“Adapun yang bikin saya dan keluarga malu, datang oknum petugas polisi dengan pakaian preman. Mereka memperlakukan saya secara tidak hormat. Bahkan saya sampai dibentak-bentak, dan itu menjadi pertanyaan warga sekitar,” ujarnya.

Karena tidak terima dengan perlakukan sejumlah orang yang akan ambil paksa mobil sitaan serta kejadian tersebut, Mugni pun menunjuk Dedi Supriadi untuk menjadi kuasa hukumnya.

“Melalui kuasa hukum, saya akan menggugat dan meminta ganti rugi uang kepada pihak terkait. Ganti rugi tersebut sesuai yang telah saya keluarkan, dengan jumlah total sampai ratusan juta rupiah,” ujarnya.

Penjelasan Kuasa Hukum Korban

Sementara itu, Dedi Supriadi menilai, bawah persoalan yang melatarbelakangi kejadian ambil paksa mobil mewah sitaan ini ada kejanggalan. Terutama yang petugas Polres Metro Bekasi lakukan.

Dedi berujar, bahwa atas kejadian tersebut membuat kliennya sudah pasti dirugikan. Pasalnya, kliennya dengan AH ada kesepakatan yakni pinjam meminjam mobil serta kesepakatan jual beli mobil.

“Jadi pihak penegak hukum harus bisa memberikan kesimpulan, apakah kasus ini tindak pidana atau perdata,” ucapnya.

Oleh karena itu, kejadian ambil paksa mobil sitaan tersebut menurutnya ada kejanggalan. “Kita akan melakukan penelusuran,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Agung Tri Poerbowo, mengaku tidak tahu menahu terkait mobil mewah tersebut.

Namun ia membenarkan bahwa kedatangan petugas dari Polres Metro Bekasi Kota. Tapi menurutnya petugas dari Polres Metro Bekasi Kota hanya numpang tempat saja.

“Memang benar sempat ada yang menitipkan mobil mewah itu, tapi mobil itu diambil lagi. Karena bukan hak kita, jadi tidak bisa mempertahankan mobil tersebut,” ucapnya.

Selain itu, untuk mediasi antara pihak terkait ia mengaku tidak ikut serta. Karena menurutnya itu bukan ranah dari Polres Tasikmalaya Kota.

“Memang setelah itu dari yang dikorbankan juga datang ke kita, dan itu sudah ditanggapi oleh anggota kita,” ungkapnya.

Pihaknya pun akan membantu menyampaikan keluhan Mughni dengan menghubungi anggota Polres Metro Bekasi Kota, yang diduga melakukan ambil paksa mobil sitaan tersebut.

Agung juga tidak mempermasalahkan, jika Mugni akan menggugat Polres Tasikmalaya Kota terkait penitipan mobil mewah.

“Ya silahkan. Lagian saya gak tahu apa-apa. Saya tidak ada tendensi apa-apa dan tidak ikut campur. Kalau mau digugat ya harusnya Polres Metro Bekasi Kota,” ujar Agung.

Hingga berita ini ditayangkan, harapanrakyat.com belum berhasil mengkonfirmasi pihak Polres Metro Bekasi Kota. (Apip/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Lazada Terus Perkuat Ekonomi Digital yang Berkelanjutan

wp-1675220787423.jpg

review1st.com – Tahun 2023 merupakan awal yang penting bagi Lazada untuk terus mendukung dan memperkuat ekonomi berkelanjutan.

Sebagai salah satu eCommerce terdepan di Asia Tenggara, operasional layanan logistik Lazada, yaitu Lazada Logistics memberikan kesempatan bagi para penjual di Lazada merasakan manfaat dari layanan logistik, khususnya terkait efisiensi berbasis teknologi dan penggunaan kemasan ramah lingkungan turut berkontribusi dalam mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi sampah, serta penerapan konsep ekonomi keberlanjutan.  

Chief Logistics Officer, Lazada Logistics Indonesia, Philippe Auberger menjelaskan untuk mewujudkan pengelolaan ekosistem Lazada yang bertanggung jawab (responsible stewardship), penjual di Lazada dapat ikut berkontribusi dengan memanfaatkan ekosistem yang dapat mengurangi dampak lingkungan dengan mengedepankan tiga pendekatan utama oleh unit bisnis Lazada Logistics.

Pertama adalah melalui penggunaan kemasan ramah lingkungan dalam Layanan FBL (Fulfilment by Lazada) yang menggunakan kardus karton bersertifikasi Forest Stewardship Council (FSC) serta kertas serut daur ulang sebagai pengganti plastik bagi pengiriman penjual Lazada.  

Kedua, Lazada meningkatkan efisiensi berbasis teknologi canggih agar operasional bisnis lebih efektif dan efisien, dengan menggunakan smart routing untuk frontliner (mitra kurir)dan internet of things (IoT) agar pengiriman barang lebih cepat.

Ketiga, melalui transisi energi yang diwujudkan Lazada melalui kegiatan operasional yang rendah jejak karbon dengan mengaktifkan armada berbasis listrik dan sepeda #BlueVehicle untuk pengiriman paket yang lebih ramah lingkungan.

#BlueVehicle juga merupakan salah satu topik yang disorot dalam Laporan Dampak Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dirilis oleh Lazada Group. 

“Lazada memiliki semangat dalam upaya keberlanjutan untuk kelestarian alam. Beragam inisiatif telah dilakukan untuk mendukung operasional yang lebih ramah lingkungan bagi semua ekosistemnya termasuk penjual, salah satunya adalah melalui jasa FBL dari Lazada Logistics yang menggunakan material paket yang lebih ramah lingkungan.

“Lazada Logistics juga baru terpilih sebagai pemenang kategori Responsible Consumption and Production (Plastic)” pada ajang Business 20 (B20) Sustainability 4.0 Awards,” ujar Philippe.  

FBL adalah layanan pemenuhan menyeluruh, mulai dari penyimpanan produk (warehousing) mitra brand ataupenjual di gudang milik Lazada, pengemasan, hingga pengiriman produk ke pelanggan.

Layanan dan teknologi FBL dapat menjadi andalan penjual untuk mengelola inventori produk di gudang Lazada sehingga operasional penjual lebih lancar dan efektif.

Dengan mengandalkan layanan FBL, para penjual bisa lebih fokus ke strategi pengembangan bisnisnya. 

Lazada Dukung Ekonomi Sirkular 

Dalam konsep ekonomi berkelanjutan, Lazada melakukan inisiatif yang mendukung ekonomi sirkular, sebuah model industri yang berfokus pada reducing, reusing, recycling produk yang bertujuan untuk pengurangan konsumsi serta produksi limbah demi efisiensi sumber daya. 

“Salah satu bentuk dukungan Lazada terhadap ekonomi sirkular adalah kerja sama dengan Eiger sebuah fashion brand yang berasal dari Indonesia, yang memproduksi pakaian dan peralatan rekreasi alam untuk meluncurkan produk EIGER Upcycling Collection Vol.1. dengan setidaknya 35 produk yang dihasilkan dari ratusan produk tidak layak jual.

“Kerja sama itu dilakukan dengan memperkenalkan kemasan kardus bersertifikasi Forest Stewardship Council (FSC) atau kertas serut daur ulang dan lebih ramah lingkungan khusus untuk pelanggan Eiger yang berbelanja melalui platform Lazada,” ujar Adiputra Wiharja, SVP Logistics Lazada Indonesia. 

Rangkaian produk upcycling kedepannya akan dijual secara terbatas mengikuti ketersediaan bahan baku dan eksklusif hanya di Eiger Adventure Official Store di platform Lazada.

Kolaborasi Lazada bersama EIGER menjadi langkah awal kami untuk mempromosikan gaya hidup lebih ramah lingkungan.

Dan semoga dapat memberikan dorongan bagi brand lainnya di ada di platform Lazada untuk ikut bergerak ke arah bisnis dan operasional yang keberlanjutan. 

“Dalam perjalanan Lazada mendukung inisiatif berkelanjutan, kami berharap dapat menjalin kerja sama dengan berbagai mitra sekaligus pemangku kepentingan sehingga ekosistem digital keberlanjutan dapat terus berkembang.

“Dan Lazada dapat memberikan pengalaman berbelanja online yang lebih ‘hijau’ sehingga kita semua dapat menjaga kelestarian lingkungan.” tutup Adi.

Vandalisme di Kota Bandung, Kondisi Ruang Publik Taman Sungai Cidurian Rusak

vandalisme-kota-bandung.jpeg

harapanrakyat.com,- Aksi vandalisme di Kota Bandung, Jawa Barat, kembali terjadi. Kali ini yang menjadi objek vandalisme adalah Taman Sungai Cidurian yang terletak di Desa Antapani Kidul, Kecamatan Antapani.

Terlihat juga tayangan video yang memperlihatkan kondisi terkini di sekitar lokasi. Akun Instagram @infobandungkota membagikan rekaman video tersebut pada Selasa (31/01/2023).

Dalam video unggahan tersebut, tampak Taman Sungai Cidurian yang diresmikan akhir tahun 2021 lalu, mengalami kerusakan cukup parah. Beberapa spot foto terlihat rusak, bahkan terlihat serpihan-serpihan material menumpuk pada bagian dalam bangunan.

Taman yang berdampingan dengan sirkuit mobil remote ini, menjadi objek aksi vandalisme sekelompok oknum yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga : Kotor, Sejumlah Fasilitas Umum di Ciamis Jadi Sasaran Vandalisme

Salah satu pengunjung saat berada di lokasi, turut menyayangkan aksi vandalisme di Taman Sungai Cidurian. Ia mengatakan bahwa taman tersebut dulunya terlihat bagus dan cocok untuk berfoto-foto.

“Ya sangat menyayangkan. Padahal ini spot bagus banget buat foto-foto,” kata Andini, salah satu pengunjung Taman Sungai Cidurian, Selasa, 31 Januari 2023.

Dekorasi bernuansa Eropa Taman Sungai Cidurian sepanjang 1,3 kilometer yang berada di sub-10 sektor 22 Sungai Citarum Harum itu, rusak pada beberapa bagian. Kerusakan itu mulai dari jendela, pintu hingga atapnya.

Tidak hanya itu, beberapa bagian ornamen bangunan tampak berserakan di sepanjang trotoar lokasi tersebut.

Baca Juga : BNPB: Percepat Pembangunan Rumah Insitu Warga Terdampak Gempa Cianjur

Bahkan pada akhir tahun 2021, kawasan yang semula merupakan pemukiman padat penduduk disulap Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Sumber Daya Air dan Jalan Tol (SDABM) agar bisa menjadi ruang publik.

Hanya berselang satu tahun, ruang publik yang sengaja diperindah ini harus rusak parah akibat aksi vandalisme.

Hingga berita ini terbit, konfirmasi dari pemerintah daerah setempat dan SDABM belum mendapat titik terang. Kerusakan akibat aksi vandalisme di Taman Sungai Cidurian ini pun, pemerintah setempat belum berupaya melakukan perbaikan. (Revi/R13/HR-Online/Editor-Ecep)

BNPB: Percepat Pembangunan Rumah Insitu Warga Terdampak Gempa Cianjur

Data-Terkini-Korban-Gempa-Cianjur.jpeg

harapanrakyat.com,- Pembangunan rumah Insitu kepada warga terdampak gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, harus dipercepat. Hingga saat ini, hampir 200 rumah warga terdampak gempa masih dalam tahap pembangunan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menegaskan, harus ada peningkatan proses pembangunan rumah Insitu bagi warga terdampak gempa Cianjur.

Suharyanto khawatir, jika pembangunan rumah warga terdampak gempa terlalu lama, maka akan semakin lama pula penanganan kepada warga terdampak lainnya.

“199 unit rumah Insitu dalam proses pembangunan kembali, sementara pembersihan puing-puing mencapai 7.000 rumah,” tutur Suharyanto dalam keterangan resminya, Rabu, (1/2/2023).

Baca Juga : Tiga Anak di Bogor Jadi Korban Asusila Tetangganya

Danrem 061/Surya Kencana, lanjut Suharyanto, akan mengomandoi pembangunan rumah Insitu oleh pihak ketiga.

“Aplikator (pihak ketiga) yang sudah memenuhi syarat adalah Rumbako dan Domus. PUPR saat ini masih menguji beberapa aplikator lainnya,” ucapnya.

Suharyanto juga menegaskan, dari sekian banyak warga terdampak yang rumahnya mengalami kerusakan namun belum terdata, warga tidak perlu khawatir.

“Jika masih ada warga yang belum ada nama dalam data penerima bantuan, tidak perlu khawatir, ada pendataan lagi untuk usulan tahap berikutnya,” kata Suharyanto.

Sebagai pembanding, pemberian dana bantuan pemerintah bagi korban terdampak gempa di NTB beberapa waktu lalu, sebanyak 25 tahap. Sedangkan di Cianjur, saat ini baru mencapai 3 tahap. Pihaknya pun akan melakukan penyisiran kembali.

“Penyisiran ini jika ada yang kurang (tidak terdata), maka akan masuk tahap keempat. Dalam pendataan aka nada perubahan. Apalagi beberapa waktu lalu ada gempa susulan,” ungkapnya.

Pembaruan Data Rumah Warga Terdampak Gempa

Pihaknya pun akan terus memperbarui data kerusakan rumah warga pasca gempa susulan beberapa waktu lalu yang cukup berdampak.

“Kemarin ada gempa magnitudo 4,3. Yang tadinya rumah rusak ringan menjadi rusak berat. Kami akan melakukan pendataan lagi,” tutur Suharyanto.

Suharyanto juga tidak melarang masyarakat yang hendak membangun rumahnya secara pribadi. Akan tetapi, hal itu harus tetap mematuhi syarat yang telah ditentukan.

Baca Juga : Presiden Joko Widodo Tinjau Lokasi Relokasi Pengungsi Gempa Cianjur

“Masyarakat yang mengalami rumah rusak ringan dan sedang, kami perbolehkan memperbaiki sendiri. Namun, tidak boleh asal bangun dan dananya tidak bisa diberikan secara sekaligus sesuai peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Sebagai informasi, pemerintah melakukan pembangunan kembali rumah warga, yaitu pembangunan rumah Insitu. Yakni, rumah warga akan dibangun kembali di lokasi yang sama dengan dana yang telah ditentukan pemerintah.

Selain itu, bagi warga yang berada di zona merah terdampak gempa, pemerintah akan memberikan rumah baru di daerah relokasi yang lebih aman. Untuk tahap pertama relokasi yakni di Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku dan Desa Murnisari Kecamatan Mande, Cianjur. (Ecep/R13/HR-Online)

Viral Video Pemotor Bawa Karung Berisi 6 Kucing di Bogor, Begini Faktanya

Pemotor-Bawa-Karung-Berisi-6-Kucing-di-Bogor-Viral.jpeg

Beredar video yang memperlihatkan pemotor di Bogor, Jawa Barat, bawa karung transparan berisi 6 ekor kucing. Polisi turun tangan mengecek kejadian dalam video yang viral pada Selasa (31/01/2023).

Dalam video yang baru-baru ini viral, terlihat dua orang sedang mengendarai sepeda motor. Penumpang terlihat menenteng karung i tangan kanan dan kirinya yang berisi 6 ekor kucing.

Video itu tidak memperlihatkan wajah pengendara atau penumpangnya. Rekaman video tersebut kemudian diposting oleh akun komunitas pecinta kucing. Tak sedikit warganet mengira orang yang membawa kucing tersebut akan menjualnya bahkan mengkonsumsinya.

Pemotor Bawa Karung Berisi 6 Kucing Videonya Viral, Polisi Bogor Turun Tangan!

Polisi turun tangan untuk menyelidiki kejadian tersebut. Alhasil, video pembonceng motor yang membawa karung berisi kucing terekam di kawasan Bogor Barat, Kota Bogor.

“Semalam Kapolres dan Reserse Kriminal Bogor Barat menindaklanjuti dan mengunjungi pemilik kendaraan yang berinisial D,” kata Kapolres Bogor Kota, Teguh Prakoso pada Selasa (31/1/2023) kemarin.

Baca Juga: Viral Seorang Wanita Gagalkan Aksi Penculikan Dua Orang Anak di Depok

Informasi yang didapat Polres Bogor Kota, kucing dalam karung yang dibawa pemotor tersebut akan dilepasliarkan. “Kucing itu dilepasliarkan di hutan Cifor, Bogor Barat. Dilepaskan hidup-hidup,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Bogor Barat, Kompol Sri Marheni mengatakan, dari STNK pemilik kendaraan berdomisili di Bojonggede, Kabupaten Bogor.

“Kami dan Bareskrim mendatangi rumah tersebut dan orang-orang itu mengaku, dan membenarkan apa yang ada dalam video tersebut. Kami juga menunjukkan video viral itu,” kata Sri.

“Dia (D) bilang ‘benar saya yang bawa motor, dan menumpang yang namanya Pak Ukar dan bawa kucing’,” lanjutnya.

Menurut D, kucing tersebut dilepasliarkan ke hutan Cifor dalam keadaan hidup. Kucing tersebut ditangkap dari dalam sebuah institut kawasan Bubulak, Kota Bogor, karena seringkali merusak sofa dan perlengkapan belajar.

“Beliau (berinisial D) adalah seorang guru atau dosen di sebuah lembaga Bubulak, Bogor. Jadi ditegaskan bahwa kucing tersebut aman, dan D melepaskannya secara hidup-hidup, ” kata Sri. (Revi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Viral Pria Berseragam ASN Pamer Kemaluan, Kini Diburu Polisi

Viral-Pria-Berseragam-ASN-Pamer-Kemaluan.jpeg

Seorang pria berseragam Aparatur Sipil Negara (ASN) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan melakukan perbuatan asusila dengan memamerkan kemaluannya di depan perempuan. Pria tersebut kini menjadi buronan Polisi setelah aksinya viral pada Selasa (31/01/2023).

Dalam video berdurasi 25 detik yang beredar di media sosial, pria berseragam ASN  membuka resleting celananya. Pria itu kemudian menunjukkan alat kelaminnya kepada para wanita yang ada di sekitarnya.

Satuan Reserse Kriminal Polres Banjarmasin, Kompol Thomas Afrian juga membenarkan terkait kejadian tersebut. Aksi pria berseragam ASN itu terjadi di Jalan Brigjen Hasan Basri Kota Banjarmasin, lokasinya dekat kampus Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

“Dari hasil penyelidikan anggota lapangan, memang benar video TKP berada di kawasan Banjarmasin sekitar Jalan Hasan Basri,” kata Thomas, mengutip dari berbagai sumber, Rabu (31/1/2023).

Thomas mengaku pihaknya belum mengetahui kapan peristiwa itu terjadi. Ia pun mengatakan pihaknya masih mendalami dan menunggu laporan dari masyarakat setempat.

“Sampai saat ini belum ada laporan langsung dari masyarakat,” jelasnya. Ia mengatakan, keberadaan pria berbaju ASN itu hingga pihaknya mencoba menelusuri nomor plat kendaraan untuk mengungkap identitas pria tersebut.

Baca Juga: Viral Penculikan Siswi SD di Padang, Ibu Korban: Maafkan Anak Saya Mengarang Cerita

“Benar atau tidaknya dia ASN, masih kami selidiki. Anggota tim lapangan juga masih melakukan penyelidikan terkait video tersebut,” pungkasnya.

Awal Mula Pria Berseragam ASN di Banjarmasin Viral di Media Sosial

Aksi pelaku terekam oleh korban yang kemudian beredar di media sosial Instagram. Seperti salah satu akun bernama @kalseltoday yang membagikan momen tersebut pada Senin (30/1/2023).

Terlihat dari rekaman pelaku yang mengenakan helm dan masker duduk di atas motor Yamaha Vixion sengaja memperlihatkan kemaluannya kepada korban perekam video.

Mirisnya, para pelaku tampak mengenakan seragam Aparatur Sipil Negara (ASN) saat melakukan aksinya.

Sejumlah komentar netizen pun langsung membanjiri laman Instagram yang mengunggah aksi pelaku, tak sedikit netizen yang geram dengan ulah tak senonoh pria berseragam ASN tersebut.

“Ini orangnya saya tadi malam juga gitu, orang ini makian (mengikuti) dari jalan Flamboyan sampai jalan Unlam, pas saya sempat ketangkap video oleng pas di jalan,” kata akun @hasyal***.

Hingga kini belum diketahui secara pasti apakah terduga pelaku asli merupakan ASN atau hanya warga biasa yang mencoreng nama baik ASN? (Revi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Pria di Pangandaran Babak Belur Ngaku Disekap dan Dianiaya OTK

IMG_20230201_103212_dDhE7fat4l.jpeg

harapanrakyat.com,- Seorang pria di Pangandaran ngaku jadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh sekolompok orang tidak dikenal (OTK) hingga babak belur. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (29/1/2023).

Pria bernama Andi Kurniawan warga blok Cicaruy Desa Karangsari, Kecamatan padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pun berhasil kabur. Kini Andi mendapat penanganan medis Puskesmas Padaherang.

Peristiwa itu bermula ketika Andi membeli rokok ke warung yang tidak jauh dari rumahnya pada sore hari.

Menurut informasi, penyekapan dan pengeroyokan itu disinyalir gegara mobil yang dibeli Andi. Namun pemilik pertama kendaraan tersebut menawar mobilnya kembali dengan harga rendah. Andi pun tidak mau menjualnya kembali karena merasa rugi.

Novan Cahya, seorang saksi mata menuturkan, pada Minggu (29/1/2023) pukul 17.00 WIB ia melihat ada orang yang dipukuli lalu diangkat paksa ke dalam mobil warna putih.

“Orang yang membawa Andi itu mengaku sebagai petugas, soalnya terdengar suara saya petugas nanti kamu jelasin di kantor,” ucap Novan Cahya.

Pengakuan Pria Pangandaran Korban Penyekapan dan Penganiayaan

Sementara itu, Korban Andi Kurniawan yang kini menjalani perawatan medis mengaku ia dibawa oleh 6 orang tak dikenal setelah membeli rokok. Tiba-tiba sebuah mini bus warna putih menghampirinya.

“Satu orang turun dan membawa pistol saya pun lari, karena dengan tiba-tiba menghajar saya,” ungkap Andi Kurniawan

Setelah itu, dua temannya yang lain turun dari mobil lalu memukul Andi. Akibat kejadian ini, Andi mengalami luka memar pada sejumlah bagian tubuhnya.

“Saya lari tapi ketangkep terus saya dipukuli oleh 3 sampai 4 orang dengan benda yang mirip pistol. Tangan saya sampai diikat pakai tali plastik, mata ditutup kain,” jelas Andi.

Baca Juga: Warga Hakimi Seorang Pria Muda Diduga Penculik Anak di Pangandaran

Andi mengaku dibawa ke Tangerang. Pelaku meminta agar mengembalikan mobil yang pernah ia beli. Ketika di lokasi transit, Andi pun ke pura-pura ke kamar kecil lalu melarikan diri.

“Saya lari lalu naik taksi dan setelah itu menaiki bis menuju ke tempat bus jurusan kota Tasik, lalu naik lagi bus jurusan Banjar dan terakhir naik yang jurusan Pangandaran. Sampai rumah Rabu jam 02.00 WIB. Saya muntah-muntah lalu ke Puskesmas Padaherang,” terangnya.

Kasat Reskrim Polres Pangandaran AKP Luhut Sitorus mengaku baru menerima laporan dugaan penganiayaan dan penyekapan.

“Baru kami terima laporannya, saat ini masih pendalaman,” singkatnya. (Madlani/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Recent Posts