Beranda blog Halaman 110

Subang Menyongsong Masa Depan: Dari Lumbung Padi ke Magnet Industri

Subang kawasan industri baru

Subang – Kabupaten Subang kini tampil dengan wajah baru. Tak lagi sekadar dikenal sebagai lumbung padi nasional, wilayah ini menjelma menjadi kawasan industri strategis yang menarik perhatian investor asing.

Dalam forum detikcom Regional Summit 2025 yang digelar di Bandara Kertajati, Majalengka, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menegaskan komitmennya menjaga iklim usaha tetap kondusif. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah menindak tegas aksi premanisme yang sempat meresahkan investor.

“Premanisme sudah kami tekan. Sekarang tidak ada lagi gangguan bagi para pelaku usaha,” tegas Reynaldy dalam paparannya, Senin (19/5/2025).

Meski iklim investasi mulai sehat, tantangan baru muncul dari persoalan pembebasan lahan. Kenaikan harga tanah yang drastis menjadi hambatan dalam pengembangan kawasan industri Subang.

“Masyarakat mulai sadar bahwa Subang adalah kawasan industri. Akibatnya, harga lahan melonjak tinggi,” ungkapnya.

Namun, Reynaldy tidak hanya menyoroti sektor industri. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan. Subang Selatan disebutnya memiliki potensi kekayaan alam yang besar, mulai dari pegunungan hingga pesisir laut.

“Kita punya kawasan industri dan juga kekayaan alam yang harus dijaga. Ini bisa jadi penggerak ekonomi yang berkelanjutan,” tuturnya.

Forum bergengsi ini mengusung tema “Investasi dan Pengembangan Berkelanjutan di Jantung Jawa Barat.” Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh penting nasional dan daerah, termasuk Mendagri Tito Karnavian, Sekjen Kemenhub Antoni Arif Priadi, dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

Tujuh kepala daerah dari kawasan Rebana turut hadir, termasuk Bupati Subang. Mereka membahas potensi besar kawasan Rebana sebagai pusat pertumbuhan dan investasi baru di Jawa Barat.

Acara ini didukung oleh berbagai pihak strategis seperti PT Pertamina (Persero), Patimban Industrial Estate a Barito Pacific Company, dan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Barat.

Jawa Barat Perkuat Sinergi Pengamanan Wilayah Demi Investasi dan Ketertiban

sinergi pengamanan wilayah Jawa Barat
tintahijau.com

Subang – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjalin kerja sama strategis dengan para kepala daerah, Polda Jabar, dan Polda Metro Jaya guna memperkuat pengamanan wilayah. Sinergi ini bertujuan menciptakan suasana aman dan kondusif bagi seluruh masyarakat Jawa Barat.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Lapangan Tenis Bale Pakuan, Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Jumat (16/5/2025). Kesepakatan ini menjadi fondasi kerja sama lintas wilayah dan instansi, terutama untuk memperkuat keamanan di kawasan Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek).

Polda Jabar bertanggung jawab atas pengamanan wilayah Jawa Barat di luar Bodebek. Sementara itu, wilayah Bodebek yang masuk dalam yurisdiksi Polda Metro Jaya tetap menjadi bagian dari fokus pengamanan terpadu.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi untuk ketentraman dan ketertiban umum. Ia menyebut kerja sama ini sebagai upaya menjaga stabilitas dan mendukung iklim investasi di seluruh daerah.

“Kesepakatan ini mencakup peningkatan keamanan wilayah, perlindungan masyarakat, dan penciptaan iklim ekonomi yang sehat di Jawa Barat,” ujar KDM.

Fokus pengamanan diarahkan ke kawasan industri, pusat ekonomi, dan pasar tradisional. KDM menekankan pentingnya memberikan perlindungan kepada pelaku UMKM dan menciptakan ruang usaha yang nyaman.

Tak hanya aspek ekonomi, perhatian juga diberikan pada generasi muda. Pemprov Jabar akan memperkuat kedisiplinan lalu lintas bagi pelajar dan mencegah penyalahgunaan narkoba serta minuman keras.

Sebagai langkah preventif, KDM akan menerapkan pembatasan jam malam bagi pelajar. “Anak sekolah tidak boleh berada di luar rumah setelah pukul 20.00 saat hari belajar,” tegasnya.

KDM pun mengapresiasi tren positif di lapangan. Ia mencatat peningkatan kedisiplinan pelajar dan penurunan angka tawuran sebagai tanda keberhasilan sinergi lintas sektor.

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan mendukung penuh langkah ini. Ia menyatakan akan menindak tegas premanisme dan menjamin keamanan bagi para pelaku usaha dan investor.

“Kami bersama TNI dan Satpol PP akan membangun pos keamanan di kawasan industri serta menggelar patroli gabungan,” ungkap Rudi.

Ia juga membeberkan hasil Operasi Pekat selama sepuluh hari terakhir. Sebanyak 177 tersangka berhasil diamankan dalam upaya membersihkan wilayah dari gangguan keamanan.

Langkah-langkah ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan daerah dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat secara merata.

Bupati Subang Hadiri Wisuda Universitas Subang, Ajak Lulusan Berkontribusi Nyata

Subang – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, menghadiri Wisuda Gelombang I sekaligus Dies Natalis ke-20 Universitas Subang Tahun Akademik 2024/2025. Acara berlangsung di Aula Pemda Subang pada Sabtu (17/5/2025) dengan penuh khidmat.

Mengangkat tema “Penguatan Kompetensi Komunikasi dan Transformasi Digital dalam Pembangunan Berbasis School of Empowering People Menuju Universitas Subang Bereputasi Nasional Berwawasan Global 2028,” momen ini menjadi titik penting bagi 312 lulusan yang resmi meraih gelar akademik.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Kang Rey mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada dosen, tenaga pendidik, dan orang tua atas dedikasi mereka dalam mendampingi mahasiswa hingga lulus.

Kang Rey menegaskan bahwa kemajuan Subang membutuhkan kontribusi nyata dari generasi muda. Menurutnya, pembangunan fisik dan kebijakan tak akan optimal tanpa peran aktif kaum intelektual muda.

Ia menyebut bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan tolok ukur penting dalam keberhasilan daerah, bukan hanya deretan proyek infrastruktur.

“Gunakan ilmu bukan hanya untuk mencari penghidupan, tetapi untuk memberi kehidupan bagi lingkungan,” pesan Kang Rey kepada para lulusan.

Kang Rey juga menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah. Ia menegaskan bahwa kampus harus menjadi pusat inovasi dan solusi untuk tantangan pembangunan daerah.

Menurutnya, pemerintah daerah siap membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Gagasan, riset, dan inovasi dari dunia akademik akan menjadi kekuatan besar dalam membangun Subang yang lebih maju.

Wisuda ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, mulai dari Sekretaris Daerah, Asisten Daerah I, hingga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Hadir pula Ketua DPRD, Ketua Yayasan Kutawaringin, Rektor Universitas Subang, para dosen, mahasiswa, serta keluarga para lulusan.

Kang Rey Lepas 445 Calon Haji Subang dengan Haru dan Doa

Pelepasan calon haji Subang 2025
Foto: subang.pikiran-rakyat.com

Subang – Suasana haru sekaligus bahagia menyelimuti Wisma Haji Subang pada Sabtu, 17 Mei 2025. Hari itu, Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., yang akrab disapa Kang Rey, hadir langsung melepas keberangkatan 445 calon jamaah haji Kloter 14 KJT.

Turut mendampingi Wakil Bupati H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M., serta jajaran pejabat daerah lainnya. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan dan doa bagi para calon tamu Allah yang bersiap menunaikan rukun Islam kelima.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Subang, Dr. H. Badruzaman, menyampaikan bahwa para jamaah akan terlebih dahulu menuju Asrama Haji Indramayu sebelum terbang ke Tanah Suci.

Dalam sambutannya, Kang Rey menyampaikan rasa bangganya bisa melepas langsung para calon haji asal Subang. Ia mengucapkan selamat secara pribadi dan mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Subang kepada seluruh jamaah.

Tahun ini, jumlah jamaah haji asal Subang mencapai 1.183 orang. Rinciannya terdiri dari 532 laki-laki dan 651 perempuan, yang terbagi dalam tiga kloter keberangkatan.

Kang Rey pun memanjatkan doa terbaik agar seluruh jamaah diberi kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menjalankan ibadah haji. Ia berharap semuanya kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.

“Mudah-mudahan Bapak Ibu betul-betul kembali dari Tanah Suci menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Kang Rey dengan penuh harap.

Tak lupa, Kang Rey menitipkan pesan penting kepada seluruh jamaah untuk menjaga kesehatan dan kekompakan selama berada di Tanah Suci. Ia menegaskan pentingnya mengikuti arahan pembimbing demi kelancaran ibadah.

“Kepada seluruh jamaah, titip menjaga kesehatan dan saling membantu satu sama lain selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci,” pesannya.

Acara pelepasan ditutup dengan penyerahan pataka Merah Putih kepada ketua rombongan sebagai simbol negara. Momen tersebut menjadi simbolis dan penuh makna sebelum prosesi keberangkatan berlangsung, diiringi doa dan harapan dari para hadirin.

Acara ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Forkopimda, para Asda, Staf Ahli, Kepala Kemenag, Ketua MUI, Ketua Baznas, TP PKK, DWP Subang, serta panitia penyelenggara ibadah haji Kabupaten Subang.

Solidaritas untuk Palestina: Ribuan Warga Subang Siap Padati Alun-Alun dalam Konser Amal dan Aksi Bela Palestina

Aksi Bela Palestina Subang
Foto: www.tintahijau.com

Subang – Ribuan warga Subang diperkirakan akan memadati Alun-Alun Kota Subang pada Ahad, 22 Juni 2025. Mereka akan mengikuti Aksi Bela Palestina dan Konser Amal yang digelar oleh Yayasan Bina Masyarakat Berdaya (BMB).

Acara ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Subang dan berbagai organisasi kemasyarakatan. Kehadiran mereka menunjukkan kuatnya solidaritas masyarakat terhadap isu kemanusiaan global.

Band Wali akan tampil sebagai bintang tamu utama. Konser ini menjadi sorotan karena menggabungkan hiburan dan kepedulian, mengajak masyarakat merenungkan penderitaan rakyat Palestina sambil menguatkan rasa empati bersama.

Ketua Yayasan BMB, Cecep Muhram Mubarok, menyampaikan bahwa kegiatan ini mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersatu dalam semangat kemanusiaan. “Kami mengajak pondok pesantren, organisasi sosial, hingga warga umum untuk turut serta,” ujar Cecep.

Aksi akan diawali sejak pagi dengan Shalat Subuh berjamaah dan dzikir bersama di Masjid Agung Al-Musabaqoh. Setelahnya, rangkaian kegiatan sosial dan hiburan bernuansa kepedulian akan menyusul sepanjang hari.

Panitia juga membuka kesempatan donasi melalui rekening resmi:

Rekening Donasi: a.n. Assyifa Peduli Palestina
BSI (Bank Syariah Indonesia): 7301652032
Konfirmasi Donasi: Ressa – 0853 2059 5056

Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui kontak panitia:
Kodar – 0858 6109 2922, Amar – 0851 4126 5465, Juli – 0859 4094 1357.

Mari hadir, bersatu dalam doa, dan berbagi harapan untuk Palestina. Kecil bagi kita, berarti besar untuk mereka.

Kompensasi UMKM Dawuan Kaler: Komitmen Pemkab Subang Jaga Keadilan

kompensasi UMKM Subang terdampak penertiban
Foto: www.tintahijau.com

Subang – Pemerintah Kabupaten Subang menunjukkan kepedulian terhadap para pelaku UMKM yang terdampak penertiban bangunan liar di Desa Dawuan Kaler. Kompensasi secara simbolis diberikan langsung oleh Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, di Rumah Dinas Bupati pada Sabtu, 17 Mei 2025.

Langkah penertiban ini merupakan bagian dari program penataan kawasan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang. Bangunan yang ditertibkan berdiri di lokasi yang tidak sesuai dengan peruntukan tata ruang.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Kang Rey menegaskan bahwa kebijakan ini bukan hanya soal aturan. Lebih dari itu, kebijakan ini juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan, terutama nasib warga yang terdampak.

“Saya ingin seluruh wilayah Subang tertata, tertib, rapi, dan nyaman. Seperti yang telah dilakukan Kang Dedi Mulyadi di Jawa Barat,” ujar Kang Rey.

Ia juga memastikan bahwa data para pedagang terdampak telah dicatat dengan rapi. Mereka akan menjadi prioritas utama jika nantinya tersedia lokasi usaha yang legal dan sesuai peraturan.

Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, memberikan apresiasi atas kesadaran hukum warga. Melalui pesan yang disampaikan kepada Kang Rey, ia menyampaikan harapan agar langkah ini memberi dampak positif bagi masyarakat.

Kang Rey menutup sambutannya dengan harapan, agar kompensasi ini bisa memberikan rasa aman, nyaman, dan manfaat langsung bagi warga yang kehilangan tempat usaha.

Acara penyerahan kompensasi ini turut dihadiri berbagai unsur pemerintahan, termasuk Sekda Kabupaten Subang, Asisten Daerah I, Kepala Badan Kesbangpol, Kasatpol PP, Camat Dawuan dan Muspika, Kapolsek, serta Kepala Desa Dawuan Kaler.

Subang Siapkan SDM Lokal dengan Pelatihan Bahasa Mandarin Sambut Kehadiran Pabrik BYD

pelatihan bahasa Mandarin Subang
Foto: investor.id

Subang – Pemerintah Kabupaten Subang tengah serius mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal menyambut hadirnya pabrik mobil listrik asal Tiongkok, BYD. Melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans Subang, pelatihan bahasa Mandarin khusus diselenggarakan bagi warga setempat.

Pelatihan ini bukan sekadar program biasa. Kepala UPTD Disnakertrans Subang, Ucu Kuswandi, menyebutkan bahwa inisiatif ini menjadi langkah strategis agar masyarakat Subang mampu bersaing dalam proses rekrutmen kerja pabrik BYD nantinya.

Minat masyarakat cukup tinggi. Ratusan warga mendaftar pelatihan ini secara online. Namun, hanya 32 orang terpilih setelah melewati serangkaian tahap seleksi ketat. Mereka inilah yang kini mendapat kesempatan belajar langsung bahasa Mandarin.

Salah satu peserta, Sehril, menyatakan optimisme dan harapannya terhadap pelatihan ini. Ia yakin, kemampuan bahasa Mandarin akan menjadi modal penting untuk bisa bergabung di pabrik BYD.

“Ini peluang besar. Saya berharap bisa kerja di BYD dan menguasai bahasa Mandarin,” ujar Sehril penuh semangat.

Kehadiran pabrik BYD di Subang bukan hal kecil. Dengan nilai investasi mencapai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp16 triliun, proyek ini menjadi salah satu investasi asing terbesar di Jawa Barat. Saat ini, pembangunan pabrik sudah mencapai 30%.

Pabrik tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada awal 2026. Tak tanggung-tanggung, sekitar 18.000 lowongan pekerjaan akan dibuka, menjadi peluang besar bagi tenaga kerja lokal yang siap bersaing.

Subang Siap Jadi Kawasan Ramah Investasi: Kang Rey Jamin Keamanan Investor

investasi aman di Subang
Foto: www.mediajabar.com

Subang – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita, yang akrab disapa Kang Rey, menyatakan komitmennya untuk menjaga stabilitas dan kenyamanan berinvestasi di wilayahnya. Komitmen ini ditegaskan usai penandatanganan nota kesepakatan bersama Kapolres Subang mengenai sinergi keamanan dan ketertiban.

Penandatanganan ini berlangsung pada Jumat (16/5/2025) di Gedung Pakuan, Bandung, dalam Rapat Koordinasi bersama seluruh Kepala Daerah dan Kapolres se-Jawa Barat. Kesepakatan serupa juga dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Polda Jawa Barat dan Polda Metro Jaya.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan wilayah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat serta pelaku usaha.

“Tak ada keberhasilan yang bisa diraih sendirian. Kolaborasi adalah kunci dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif,” ujar Rudi.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Karyoto mengutip filosofi Jawa “Toto Tentrem Kerto Raharjo”, yang berarti tertib dan sejahtera sebagai fondasi pembangunan. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menambahkan pentingnya penanganan persoalan sosial sejak dini. Ia menyoroti masalah lingkungan, kenakalan remaja, dan lalu lintas sebagai faktor penting dalam membangun masyarakat produktif.

“Kalau masyarakat tetap konsumtif, kita bisa kehilangan generasi. Harus ada perubahan mindset menuju produktivitas,” tegas KDM.

Bupati Kang Rey menyambut baik kesepakatan tersebut. Ia menyebut MoU ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat stabilitas daerah sekaligus menarik minat investor.

“Sinergi dengan kepolisian sangat penting. Rasa aman adalah syarat utama tumbuhnya investasi. Ini bukan hanya untuk masyarakat, tapi juga demi ekonomi daerah,” jelas Kang Rey.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Subang siap memberikan jaminan keamanan bagi investor. Langkah tegas akan diambil terhadap pihak-pihak yang berusaha mengganggu stabilitas investasi.

“Saya pastikan Subang aman dan nyaman. Saya dan Pak Kapolres siap bertindak terhadap siapa saja yang mencoba mengganggu investasi,” pungkasnya.

Acara penting ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, jajaran Kepala OPD, serta pejabat tinggi dari berbagai instansi di Jawa Barat.

Aksi Bersih Irigasi di Subang, Kolaborasi Nyata Demi Kelestarian Air

bersih-bersih irigasi Subang
Foto: www.indometro.id

Subang – Pemerintah Kabupaten Subang menunjukkan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), bersama Pemerintah Desa Sukasari, Kecamatan Sukasari, dan Tim Lapangan OP DI BBWS, dilakukan kegiatan bersih-bersih di daerah irigasi SS Cabang Bungur, Pamanukan seksi Binong.

Kegiatan ini melibatkan sekitar 55 orang. Mereka membersihkan gulma seperti eceng gondok dan tanaman liar lainnya menggunakan alat caduk serta mesin rumput. Fokus pembersihan adalah badan saluran sekunder dan sempadan irigasi.

Tujuannya jelas: memastikan kelancaran aliran air menuju lahan pertanian di wilayah Sukasari, Anggasari, dan Tegalurung. Total luas sawah yang bergantung pada aliran ini mencapai sekitar 5.725 hektar.

Arsa, petugas lapangan dari BBWS, menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama lintas instansi ini. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi di lapangan antara DLH, kecamatan, dan desa menjadi langkah positif untuk menjaga keberlanjutan irigasi.

“Kami juga berterima kasih kepada Yayasan Lingkungan Nusantara Indah (YLNI) yang ikut terlibat. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan kami siap berkoordinasi ke depannya,” ujarnya.

Senada dengan itu, Cece Rahman dari DLH Subang menyampaikan ajakan kepada seluruh pegawai BBWS dan masyarakat untuk bergerak cepat dalam menjaga lingkungan.

“Ngabret dalam aksi nyata bersih sungai, irigasi, dan pantai di Subang utara agar wilayah kita bersih dan lestari,” tegasnya.

PELITA: Menanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini Lewat Pendidikan yang Relevan

program PELITA pendidikan lingkungan anak
Foto: www.ruangenergi.com

Subang – Suara riang anak-anak berpadu dengan dentingan botol plastik dan gemerisik kardus bekas. Suasana pagi di lapangan sekolah ini bukan sekadar ceria, tapi juga sarat makna. Di sinilah semangat belajar yang mencintai bumi tumbuh subur, berkat Program Pendidikan Lingkungan untuk Anak (PELITA).

Diluncurkan pada 2017 oleh Pertamina EP Subang Field Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina, PELITA menjadi pelopor pendidikan lingkungan sejak usia dini. Dimulai dari PAUD di Desa Muktijaya, Karawang, program ini terus berkembang hingga menjangkau lebih dari 1.600 sekolah. Kurikulum tematik pengelolaan sampah kini menjadi muatan lokal yang diadopsi secara luas, berkat dukungan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Karawang.

Tak berhenti di pendidikan formal, PELITA menjangkau lembaga keagamaan dan pendidikan di berbagai daerah seperti Majalengka, Bekasi, Depok, Purwakarta, Subang, dan Indramayu. Hingga 2024, program ini telah hadir di 40 lembaga lintas kabupaten, menegaskan komitmen terhadap pendidikan yang inklusif dan merata.

Lebih dari sekadar edukasi, PELITA mendorong perubahan perilaku terhadap pengelolaan sampah. Berbagai inovasi pun lahir, seperti replikasi kurikulum PAUD Al Firdaus ke PAUD lainnya, seminar daring saat pandemi, kerja sama dengan SEAMEO CECCEP, hingga pembelajaran jarak jauh.

Puncaknya, pada 2020 PELITA mencetak rekor MURI sebagai Program Pendidikan Pengelolaan Sampah Pertama di satuan PAUD. Sebuah pengakuan atas pendekatan pendidikan kontekstual yang berdampak nyata.

Menurut Wazirul Luthfi, Head of Communication, Relations & CID Pertamina EP area Jawa bagian barat, PELITA membuktikan bahwa pendidikan tidak harus mahal untuk memberikan dampak besar. Program ini tak hanya membentuk anak peduli lingkungan, tapi juga memberdayakan keluarga dan menumbuhkan harapan dari hal-hal sederhana seperti memanfaatkan sampah rumah tangga.

Pada Hari Pendidikan Nasional, komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan kembali ditegaskan. Melalui PELITA, Pertamina EP Subang mewujudkan Pendidikan Berkualitas, tujuan keempat dari SDGs. Pendidikan bukan sekadar ruang kelas, melainkan perjalanan kolektif menuju perubahan sosial dan masa depan bumi yang lebih baik.

Recent Posts