Beranda Berita Nasional Ayah yang Potong Kelamin Anak di Tasikmalaya Minum Air Kencingnya Sendiri, Gangguan...

Ayah yang Potong Kelamin Anak di Tasikmalaya Minum Air Kencingnya Sendiri, Gangguan Jiwa?

Ayah-yang-Potong-Alat-Kelamin-Anak-di-Tasikmalaya.jpg

harapanrakyat.com,- Seorang ayah inisial J (39) Warga Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, yang sudah ditetapkan jadi tersangka dalam kasus pemotongan alat kelamin anak kandungnya, sering menunjukkan sikap aneh di dalam tahanan Polres Tasikmalaya.

Aipda Penda Sugara, Kepala Satuan Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Kasat Tahti) Polres Tasikmalaya, mengatakan, perilaku J yang sudah ditahan sebulan lalu ini menunjukkan dugaan gangguan kejiwaan. Lantaran selalu menyendiri, pendiam juga tidak pernah terlihat berkomunikasi atau ngobrol dengan tahanan lain.

BACA JUGA:  Jaringan PDAM Dinanti Warga Langensari, DPUPR Kota Banjar: Masih Tahap Pemeliharaan

“Bahkan J sering sengaja berada di dalam WC seorang diri. Bahkan pernah meminum air kencingnya sendiri,” katanya, Rabu (25/1/2023).

Hal tersebut membuat tahanan lainnya tidak nyaman. Untuk mengantisipasi hal buruk yang tidak diinginkan, petugas kepolisian pun melakukan pengawasan ekstra. 

Baca Juga: Kok Bisa Ayah Potong Alat Vital Anaknya? Ini Kata Polisi Tasikmalaya

BACA JUGA:  Ciamis Tuan Rumah Porprov Jabar, Kebersihannya Bikin Kagum Daerah Lain

Bahkan dengan penuh kesabaran para petugas jaga piket dari Polres Tasikmalaya selalu berusaha melakukan komunikasi intensif dengan ayah yang potong alat kelamin anak kandungnya tersebut.

“Setelah kita terus berusaha berkomunikasi dengan J tersangka pemotong kelamin anak kandungnya itu, akhirnya ia mau bicara dan mengaku ingin bertemu anaknya untuk meminta maaf,” ucapnya.

Dengan keinginan J tersebut Penda pun berkoordinasi dengan pihak penyidik. Akhirnya penyidik mengizinkan J untuk bertemu dengan anak dan istrinya.

BACA JUGA:  Dishub Ciamis Tegaskan ATCS Bukan Alat Tilang Elektronik

“Kita sengaja langsung undang istri dan anaknya agar bisa sedikit mengubah perilaku tersangka di dalam tahanan. Setelah bertemu ternyata memang perilakunya berubah drastis, terlihat ceria, dengan tahanan lain sering terlihat ngobrol, bahkan sering terdengar suka nyanyi-nyanyi. Karena memang ngakunya J ini berprofesi sebagai pengamen,” pungkasnya. (Apip/R7/HR-Online/Editor-Ndu)