suarasubang.com — Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi memimpin agenda Pelantikan Pejabat Subang di SDN Serangsari, Cipunagara, pada Senin (3/8/2026). Beliau didampingi oleh Wakil Bupati H. Agus Masykur Rosyadi saat mengambil sumpah jabatan para pegawai di lingkungan pemerintah daerah. Kegiatan ini melibatkan berbagai tingkatan posisi, mulai dari Pejabat Tinggi Pratama hingga Pejabat Fungsional.
Rincian Pelantikan Pejabat di Cipunagara
Pemerintah daerah melantik sejumlah ASN untuk mengisi posisi strategis guna memperkuat kinerja organisasi. Pada tingkatan Eselon IIB, terdapat empat orang yang menjalani mutasi jabatan secara resmi. Selain itu, komposisi Eselon IIIA terdiri dari empat orang promosi dan sembilan orang mutasi.
Pergerakan jabatan juga terjadi pada level Eselon IIIB dengan rincian 11 orang promosi serta 10 orang mutasi. Selanjutnya, terdapat delapan orang promosi dan enam orang mutasi untuk pengisian jabatan Eselon IVA. Terakhir, bupati melantik 11 orang pejabat fungsional sebagai bagian dari upaya penyegaran birokrasi.
Rotasi dan Mutasi Bukanlah Hukuman
Kang Rey menegaskan bahwa rotasi serta mutasi bertujuan utama untuk memperkuat struktur internal organisasi. Langkah ini sekaligus memberikan ruang bagi kader-kader terbaik untuk terus berkembang dalam karier mereka. Beliau mengingatkan para pejabat bahwa jabatan merupakan sebuah amanah besar yang harus mereka pertanggungjawabkan.
“Promosi bukan penghargaan atas kedekatan, mutasi bukan hukuman, dan rotasi bukanlah bentuk ketidakpercayaan,” tegas Kang Rey dalam sambutannya. Beliau menambahkan bahwa jabatan bukanlah hadiah yang bisa didapatkan dengan cuma-cuma. Oleh karena itu, setiap ASN wajib menjalankan tugasnya dengan dedikasi tinggi demi kepentingan publik.
Budaya Kerja Ngabret untuk Masyarakat
Bupati mengajak seluruh aparatur sipil negara untuk menjadikan “Ngabret” sebagai budaya kerja yang konsisten. Istilah ini merujuk pada kerja yang tidak hanya cepat, tetapi juga tepat serta akuntabel. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan kehadiran nyata serta manfaat dari setiap kebijakan pemerintah daerah.
Sebagai penutup, Kang Rey berpesan agar momen ini dijadikan sebagai titik awal pengabdian yang lebih tulus. Beliau memperingatkan bahwa kinerja para pejabat akan selalu dipantau secara berkala oleh pimpinan. Jika performa kerja dinilai tidak baik, pimpinan tidak akan segan untuk melakukan evaluasi kembali di masa mendatang.








