suarasubang.com — Pelabuhan Patimban kini resmi melayani rute peti kemas internasional melalui kapal kargo jumbo MSC ARIA III. Kehadiran kapal ini menandai era baru koridor logistik laut Indonesia yang lebih kompetitif dan mandiri.
Langkah strategis tersebut dirancang untuk mengurai kepadatan beban logistik di Pelabuhan Tanjung Priok. Selain itu, pelabuhan di pesisir utara Subang ini sekarang telah bertransformasi menjadi salah satu pintu gerbang utama pelayaran dunia.
Penyangga Ekonomi Jawa Barat dan Jawa Tengah
Kapal MSC ARIA III yang berbendera Liberia meluncurkan layanan Enhanced Seahorse Service pada Kamis (9/7/2026). Layanan yang dioperasikan oleh Mediterranean Shipping Company (MSC) ini menghubungkan arus ekspor-impor Indonesia langsung ke Tiongkok, Thailand, dan Singapura.
CEO PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI), Fuad Rizal, menegaskan bahwa fasilitas ini merupakan penopang vital bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, kehadiran pelabuhan ini diharapkan mampu mendongkrak sektor industri secara signifikan di kawasan Jawa Barat hingga Jawa Tengah.
Kapasitas Infrastruktur Mumpuni
Saat ini, terminal peti kemas Patimban siap menampung hingga 525 ribu TEUs setiap tahunnya. Selain itu, terminal kendaraan di lokasi yang sama memiliki kapasitas daya tampung mencapai 218 ribu unit per tahun.
Kepala Kantor KSOP Kelas II Patimban, Mohd Arief Agustian, menambahkan bahwa pendaratan kapal rute internasional ini merupakan bentuk pengakuan dunia. Selanjutnya, keberhasilan tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan internasional terhadap ekosistem kepelabuhanan yang ada di Subang.








