Beranda Berita Subang SPPG Pasirkareumbi 03 Subang Usung Transparansi & Siap Layani 2.400 Penerima Manfaat

SPPG Pasirkareumbi 03 Subang Usung Transparansi & Siap Layani 2.400 Penerima Manfaat

suarasubang.com – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan komitmen nyata di Kabupaten Subang. Transparansi dan pemberdayaan ekonomi lokal kini menjadi dua isu strategis yang diusung oleh SPPG Pasirkareumbi 03 Subang.dalam mendukung kelancaran program prioritas nasional tersebut.

Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasirkareumbi 03 Subang menggelar acara syukuran dapur baru yang menandai kesiapan infrastruktur untuk menjadi pusat operasional penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat sekitar.

Berdiri di Lahan 700 Meter Persegi untuk Ribuan Penerima Manfaat

Tidak tanggung-tanggung, guna memastikan kelancaran dan higienitas proses memasak, gedung dapur baru SPPG Pasirkareumbi 03 Subang ini dibangun di atas lahan seluas sekitar 700 meter persegi.

Fasilitas yang memadai ini dirancang khusus untuk memenuhi tingginya kebutuhan operasional setiap harinya.

Dengan skala bangunan tersebut, dapur ini ditargetkan mampu melayani sekitar 2.400 penerima manfaat.

Dari total tersebut, terdapat lebih dari 300 kelompok B3 (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita) yang menjadi target penting pemenuhan gizi demi mencegah stunting dan mencetak generasi yang lebih sehat.

BACA JUGA:  Smart Farming Anggur UPI: Solusi Teknologi di Subang

Syukuran Dapur Baru yang Sarat Makna dan Doa

Kegiatan syukuran dapur baru ini tidak sekadar seremoni fisik, melainkan juga diisi dengan kegiatan spiritual dan sosial. Acara ini dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada 20 anak yatim yang terintegrasi dengan program rutin bertajuk Jumat Berkah.

Niko Rinaldo, selaku Penanggung jawab SPPG Pasirkareumbi 03 Subang, mengungkapkan bahwa doa dari anak-anak yatim diharapkan menjadi sumber keberkahan sekaligus penyemangat bagi seluruh tim relawan dan pekerja dapur.

“Setiap Jumat kami menggelar Jumat Berkah. Hari ini kami memberikan santunan kepada 20 anak yatim. Kami berharap doa dari adik-adik ini menjadi ikhtiar agar program nasional ini berjalan dengan baik dan lancar,” tutur Niko di sela-sela pembukaan dapur baru di kawasan Pasirkareumbi, Subang, Jumat (10/07).

BACA JUGA:  PT Dahana Resmi Memulai Proyek Stock-Up Shale di Narogong

Konsep Dapur Terbuka untuk Jaga Transparansi dan Kepercayaan Publik

Menurut Niko, kesuksesan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bertumpu pada cita rasa dan kualitas gizi makanan yang disajikan, melainkan juga pada tingkat akuntabilitas pengelolaannya di mata masyarakat. Oleh karena itu, arsitektur dan sistem kerja di dapur baru ini sengaja dirancang dengan konsep terbuka.

“Kami membuat dapur yang terbuka, dipublikasikan, dan bebas untuk dikunjungi publik. Kami ingin masyarakat mengetahui secara langsung bagaimana proses pengolahannya, sehingga tidak muncul stigma negatif terhadap program Bapak Presiden ini,” jelasnya.

Niko juga menegaskan bahwa pihak SPPG sangat terbuka terhadap kritik dan saran. “Kami menerima kritik dan masukan dari penerima manfaat maupun masyarakat luas. Semua itu menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan program tetap sejalan dengan aturan dan ketentuan yang berlaku,” tegas Niko.

Ciptakan Multiplier Effect: Libatkan Belasan Supplier Lokal

Selain mengedepankan aspek transparansi dan gizi, SPPG Pasirkareumbi 03 Subang juga membawa misi besar untuk memberikan dampak ekonomi yang luas (multiplier effect) bagi warga sekitar.

BACA JUGA:  Perajin Subang Sambut Subsidi Kedelai

Saat ini, operasional dapur untuk menyuplai ribuan porsi makanan tersebut telah melibatkan 15 supplier atau pemasok lokal. Para pelaku usaha daerah ini secara rutin memasok berbagai kebutuhan pangan mulai dari hasil pertanian hingga peternakan.

“SPPG tidak hanya bertugas menyediakan makanan bergizi bagi para penerima manfaat, tetapi juga harus mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Keterlibatan 15 supplier ini adalah bukti komitmen kami agar program ini memberi manfaat kesejahteraan yang jauh lebih luas,” pungkas Niko.

Melalui perpaduan konsep transparansi, akuntabilitas, fasilitas mumpuni, serta pemberdayaan ekonomi lokal, SPPG Pasirkareumbi 03 Subang berharap operasional dapur ini bisa menjadi teladan (role model) pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis yang terbuka dan berkelanjutan di Kabupaten Subang.