suarasubang.com — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) meluncurkan teknologi smart farming anggur Subang sebagai solusi pertanian modern di Desa Sukamelang, Jumat (22/5/2026). Langkah ini dilakukan melalui workshop penanaman anggur guna mendukung transformasi lahan yang sebelumnya didominasi perkebunan singkong.
Sebelumnya, upaya mandiri warga sering terhambat karena tanaman anggur mereka tumbuh kerdil dan tidak berkembang secara optimal. Tim riset menemukan bahwa daya serap air tanah yang buruk serta rendahnya kadar NPK dan pH tanah menjadi penyebab utama masalah tersebut.
Sebagai solusinya, tim UPI memperkenalkan inovasi berupa Multimeter Tanah berbasis Internet of Things (IoT) untuk pemantauan lahan secara presisi. Teknologi cerdas ini mampu mengukur kondisi tanah secara real-time sehingga petani dapat menentukan tindakan perawatan yang paling tepat.
Pengembangan alat IoT tersebut melibatkan kontribusi aktif mahasiswa Fisika UPI yang membantu merancang sistem sekaligus mendampingi petani di lapangan. Selain itu, para pakar memberikan pembekalan mengenai teknik pencahayaan dan pengaturan batang tanaman demi hasil panen yang maksimal.
Kepala Desa Sukamelang, Andi Sujana, menyampaikan apresiasi tinggi atas pendampingan ilmiah yang dinilai sangat membantu kelompok tani setempat. Pihak universitas juga menghibahkan bibit anggur impor siap tanam sebagai komitmen berkelanjutan dalam membangun sektor ekonomi baru bagi desa.








